Home - Komunitas - Panduan - Kontak
Indonesian Gadgeteers
Forum Diskusi:
Main Index | Search | Panduan | Aturan | Kontak  ·  Tanpa registrasi: cukup isi nama
>> Forumponsel
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | (tampilkan semua)
rudyanto08
(Penasihat)
26/08/08 14:40
🙂 Fren di jual Ke Esia
Baca berita di Bisnis Indonesia hari ini, kelihatannya persaingan yang sangat ketat akan memaksa merger Operator, dan Fren to Esia ini permulaannya ???

Hary Tanoe Lego Fren ke Esia

Tuesday, 26 August 2008 - Selasa, 26/08/2008 - Bisnis Indonesia

JAKARTA: PT Global Mediacom Tbk, secara bertahap, menjual saham anak perusahaannya yang memiliki kegiatan di luar bisnis media.
Salah satu saham anak perusahaan yang akan dilepas adalah PT Mobile-8 Telecom Tbk, penyedia jasa telepon Fren, kepada PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), operator seluler berbasis code division multiple access (CDMA) Esia.
berita selanjutnya

------------------------------------------------------------------------------------------
berita terbaru tentang seluler
Post Extras: 🖨️ Cetak
ranmasuk
(Anggota)
20/06/09 10:39
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
mudah - mudahan jangan sampai gabung, guw enag sama BTeL!!!
Post Extras: 🖨️ Cetak
vakusma
(Penasihat)
26/06/09 18:55
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
waduh aku kok males yah klo di merger ke esia...

secara aku pilih fren gara2 manteb banget pelayanan jaringannya...

gw dulu make esia,
sms jarang masuk, tlp lama banget nyambungnya, putus2, pulsa kadang kagak masuk, klo misal complain g langsung dilayani... lama banget respon dari esianya... klo mobile8 justru sebaliknya...

apalg sekarang gw make fren dua yang murah abis menurut gw tarifnya... salah satunya aja mana ada telpon k rumah cuma 150/menit lokal pake FWA klo g hepi yang udah gabung jadi DUO... CMIIW

kayak terakhir kemaren MOBI gw g bisa ngapa2in, jaringan di tempat gw lemot, eh protes gw, 7 hari kemudian langsung ada sinyal EVDO REV-B... wedeh... ampe terpolongo gw...

menurut gw sih... g tau yang lain ngerasain kayak gitu nggak...
Post Extras: 🖨️ Cetak
vakusma
(Penasihat)
26/06/09 19:05
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
menurut kalian mending DIBELI GOBEL apa ANINDYA BAKRIE dengan ESIANYA???

wkwkwkwk...

gw pilih GOBEL AH... heheheh
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
26/06/09 20:31
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Quote:
vakusma said:
menurut kalian mending DIBELI GOBEL apa ANINDYA BAKRIE dengan ESIANYA???

wkwkwkwk...

gw pilih GOBEL AH... heheheh

yup...gw setuju..
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
27/06/09 00:35
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Quote:
vakusma said:
waduh aku kok males yah klo di merger ke esia...

secara aku pilih fren gara2 manteb banget pelayanan jaringannya...

gw dulu make esia,
sms jarang masuk, tlp lama banget nyambungnya, putus2, pulsa kadang kagak masuk, klo misal complain g langsung dilayani... lama banget respon dari esianya... klo mobile8 justru sebaliknya...

apalg sekarang gw make fren dua yang murah abis menurut gw tarifnya... salah satunya aja mana ada telpon k rumah cuma 150/menit lokal pake FWA klo g hepi yang udah gabung jadi DUO... CMIIW

kayak terakhir kemaren MOBI gw g bisa ngapa2in, jaringan di tempat gw lemot, eh protes gw, 7 hari kemudian langsung ada sinyal EVDO REV-B... wedeh... ampe terpolongo gw...

menurut gw sih... g tau yang lain ngerasain kayak gitu nggak...

Rev. A kali? Di mana ada Rev B?? M8 & SMART max BTSnya support untuk Rev A ...
Post Extras: 🖨️ Cetak
vakusma
(Penasihat)
27/06/09 00:59
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Quote:
rusco said:
Rev. A kali? Di mana ada Rev B?? M8 & SMART max BTSnya support untuk Rev A ...

klo rev-A kan dimodemnya ada tulisan tuh REV-A... kayak di daerah2 lainnya...
tapi ini cuma tulisan BROADBAND... itu bukannya revB kan ya? revB dibawah REV-A bukan? wkwkwkwk... maap agak ketuker ingatannya.... ^_^
Post Extras: 🖨️ Cetak
vakusma
(Penasihat)
27/06/09 01:06
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Quote:
vakusma said:
menurut kalian mending DIBELI GOBEL apa ANINDYA BAKRIE dengan ESIANYA???

wkwkwkwk...

gw pilih GOBEL AH... heheheh

Vote for GOBEL... jiahahaha... sotoy banget gw...

eh kalian sadar g sih... selama ini Media Global Grup (MNC, INDOVISION, M8, dll) klo jualan pasti mahal2...

Indovision: diantara2 tv sepengetahuan gw, paling mahal deh ini paket2nya...

M8: Inget g pertama kali FREN muncul... wah gengsi banget nurunin harga makanya sekarang keliatan banget dia berusaha memberikan yang murah tapi berkualitas...

Jujur sih emang yang dipegang ama grupnya NUSANTARA ini kualitas bagus2... tapi kayaknya seakan2 g ada semboyan MURAH BAGUS... mereka kayak make MAHAL BAGUS...

nah sekarang tuh... pada g mau beli saham m8 gara2 ditawarinnya kemahalan...
CMIIW... cuma sekilas pandang aja...

GIMANA NIH PILIH GOBEL ato ANINDYA BAKRIE DENGAN ESIANYA??
Post Extras: 🖨️ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
27/06/09 17:20
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
klo gw masih setia dgn esia
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
29/06/09 11:31
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Nasib Obligasi Rupiah FREN Diputuskan pada Hari Ini
Senin, 29 Juni 2009 - Harian Kontan

HARI ini, para pemegang obligasi rupiah PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO). RUPO ini akan menentukan nasib restrukturisasi obligasi rupiah FREN senilai Rp 675 miliar.

Andiona Boedisoejoto, Head of Solution Delivery Transaction Banking Bank Permata, wali amanat obligasi rupiah FREN, menyatakan bahwa manajemen FREN akan menyampaikan sejumlah usulan restrukturisasi dalam rapat hari ini. Nah, RUPO ini akan meminta persetujuan atas rencana restruktrusiasi FREN tersebut. "Posisi wali amanat tidak dalam posisi mengajukan usul," katanya saat dihubungi KONTAN, Minggu (28/6).

Sumber KONTAN yang menjadi pemegang obligasi mengatakan, manajemen FREN harus serius mencari dana untuk mengembalikan obligasi itu. "Bila perlu mereka jual sahamnya dengan harga diskon," ujarnya. Sebelumnya, ada tiga skema restrukturisasi yang sudah dibicarakan, yakni perpanjangan waktu jatuh tempo, keringanan pembayaran bunga, dan penundaan pembayaran tunggakan bunga.
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
30/06/09 13:47
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Obligasi Fren direstrukturisasi
Suntikan modal tidak diperlukan jika EBITDA Mobile-8 positif

JAKARTA: Rapat umum pemegang obligasi PT Mobile-8 Telecom Tbk (Fren) kemarin akhirnya menyepakati restrukturisasi surat utang Rp675 miliar melalui kombinasi perpanjangan tenor dan pemotongan bunga obligasi.

Operator telepon yang berbasis code division multiple access (CDMA) itu juga tidak harus melaksanakan injeksi modal, asalkan bisa mencapai laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) positif pada kuartal I tahun depan.

Menurut Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik, rapat umum pemegang obligasi (RUPO) yang dihadiri oleh 78,9% dari pemegang obligasi menyepakati seluruh agenda yang diusulkan pemegang obligasi. RUPO tersebut berlangsung alot, sekitar 6 jam.

"Pada intinya kami mencapai kesepakatan, termasuk tentang denda dan sinking fund," ujarnya seusai RUPO tadi malam.

Mobile-8 merupakan penyedia layanan telepon seluler CDMA seluler Fren, CDMA fixed wireless Hepi, dan layanan data Mobi.

Dia menjelaskan setidaknya ada lima poin penting yang disepakati dalam restrukturisasi utang Mobile-8. Pertama, perpanjangan jatuh tempo surat utang dari 15 Maret 2012 menjadi 15 Maret 2017. Kedua, pemangkasan tingkat bunga obligasi menjadi 5% pada 2009-2011, 8% pada 2012-2014, dan 18% pada 2015-2017. Obligasi rupiah itu semula memberikan bunga 12,375% per tahun.

Ketiga, pembayaran denda Rp1 miliar karena keterlambatan pelunasan bunga. Mobile-8 melunasi bunga tertunggak melalui 4 kali angsuran pada 31 Juli, September, Desember, dan Maret 2010.

Keempat, perseroan wajib menyediakan dana cadangan (sinking fund) yang disetor pada 31 Agustus 2009 dan 15 September 2009.

Kronologi gagal bayar obligasi dolar & Rupiah Mobile-8
3 Des.08 Moody’s Investor Services menilai obligasi Mobile-8 senilai Rp675 miliar berpotensi gagal bayar silang (cross-default) apabila obligasi senilai US$100 juta default.
15 Des.08 Mobile-8 membayar bunga obligasi perseroan Rp20 miliar.
16 Feb.09 Mobile-8 wajib menambah nilai jaminan obligasi Rp675 miliar karena peringkat dipangkas di bawah BBB.
13 Mar.09 Gagal bayar bung aobligasi Rp20,88 miliar.
31 Mar.09 Mencatat rugi bersih Rp1,06 triliun pada 2008.
09 Apr.09 Perseroan memutuskan tidak membayar utang bunga obligasi Rp20,88 miliar.
15 Apr.09 Pemegang obligasi Mobile-8 menunjuk penasihat keuangan Mandiri Sekuritas.
29 Apr.09 RUPO Mobile-8 menyepakati pembentukan steering committee.
29 Jun.09 RUPO Mobile-8 digelar untuk menyepakati skema restrukturisasi.
Sumber: Pengumuman dan keterbukaan informasi diolah

"Nilainya dua kali pelunasan kupon sebesar Rp16 miliar, yang dibayar pada 31 Agustus dan 15 September. Jumlah itu disesuaikan dengan tingkat kupon obligasi yang menjadi 5% pada Agustus-September 2009."

Dia menjelaskan apabila sinking fund itu terpakai sebelum obligasi jatuh tempo, perseroan wajib menambah dana itu.

Kelima, perseroan juga diwajibkan meraih EBITDA positif pada kuartal I/2010. "Apabila kami mampu menjaga EBITDA positif, kami tidak perlu melaksanakan injeksi modal," tuturnya.

Berdasarkan data Bloomberg, EBITDA Mobile-8 pada kuartal I/2009 mencapai -Rp92,43 miliar.

Denda Rp1 miliar

Salah satu pemegang obligasi mengatakan pembahasan mengenai denda Rp1 miliar dan sinking fund menyebabkan rapat berlangsung alot.

"Sejak semula Mobile-8 bersikeras tidak bersedia membayar denda akibat telat membayar bunga, padahal nilai dendanya Rp1 miliar. Itu yang membuat RUPO berjalan lama," katanya.

RUPO Mobile-8 kemarin tidak menyinggung adanya sita jaminan obligasi dan kemungkinan pailit. Perusahaan itu, yang semula hanya menawarkan konversi obligasi menjadi saham, juga gagal melaksanakan rencana itu.

"Hanya satu bank yang masih bersikeras tidak ingin mengikuti restrukturisasi, sedangkan pemegang obligasi lainnya sepakat mengikuti restrukturisasi."

Beberapa pemegang obligasi Mobile-8 a.l. Dapen Bank Indonesia, Dapen PLN, Dapen Pos, Bank Central Asia, Bank Internasional Indonesia, dan Danareksa Sekuritas.

Mobile-8, perusahaan telepon yang semula dikendalikan oleh PT Global Mediacom Tbk, gagal bayar bunga obligasi pada 15 Maret 2009 senilai Rp20,88 miliar. Operator telepon itu juga gagal bayar bunga obligasi US$100 juta yang seharusnya jatuh tempo pada 1 Maret 2013.

Mobile-8 melanggar salah satu klausul dalam perjanjian surat utang tersebut karena Global Mediacom kehilangan kendali atas Mobile-8 karena 32% sahamnya dialihkan kepada Jerash Investment Ltd.

Direktur Pencatatan Bursa Efek Indonesia Eddy Sugito menambahkan bursa masih menyuspensi perdagangan saham Mobile-8. "Kami masih menunggu hasil resmi kesepakatan antara Mobile-8 dan pemegang obligasi."

Harga saham Mobile-8 terakhir kali diperdagangkan di level Rp50 per saham sebelum disuspensi hingga saat ini.

Ujian Grup Bhakti

Analis Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing menambahkan restrukturisasi obligasi Mobile-8 menjadi ujian bagi perusahaan di Grup Bhakti untuk menyelamatkan citra grup usaha tersebut. "Mobile-8 harus menggunakan kesempatan itu untuk menjaga nama baik grup usaha perusahaan," ujarnya.

Menurut dia, kinerja keuangan perusahaan juga harus menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah restrukturisasi obligasi tersebut dapat dikategorikan sebagai titik balik dari keberhasilan perusahaan melunasi utangnya kepada pemegang obligasi.

Hingga saat ini, ujarnya, Mobile-8 masih berhasil menjaga citranya dengan tetap mengeluarkan inovasi baru seperti varian baru dan tetap berpromosi.

Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Kahlil Rowter mengatakan perusahaan masih menunggu hasil restrukturisasi obligasi Mobile-8 sebelum menentukan langkah selanjutnya dalam pemeringkatan.

"Kalau mereka ingin menerbitkan obligasi lain untuk merestrukturisasi, baru bisa diperingkat lagi, tetapi hingga saat ini kami belum mendengar perkembangan apa-apa dari manajemen mereka." (21) (sylviana.pravita@[tautan dihapus]

Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
03/07/09 18:40
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Jumat, 03/07/2009 12:40 WIB
FREN Digugat Global Mediacom
Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta - PT Mobil-8 Telecom Tbk mendapat gugatan dari PT Global Mediacom Tbk terkait perbuatan melawan hukum.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan PT Mobile-8 Telecom Tbk Chris Taufik dalam keterbukaannya, Jumat (3/7/2009).

"PT Mobile-8 Telecom Tbk telah menerima panggilan sidang dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," ujarnya.

Global Mediacom sendiri menggugat 3 perusahaan sekaligus yaitu:

1. DB Trustees (HongKong) Limited sebagai Tergugat I;
2. Mobile-8 Telecom Finance Company BV sebagai Tergugat II;
3. PT Mobile-8 Telecom Tbk sebagai Tergugat III.

Gugatan tersebut diajukan karena Global Mediacom berkeberatan di ikut sertakannya sebagai Turut Tergugat II dalam sebuah perkara dengan alasan:

1. Penggugat bukan pihak di dalam Perjanjian Indenture tanggal 15Agustus 2007;
2. Penggugat tidak pernah memberikan izin baik lisan maupun tertulis atas adanya kewajiban penggugat untuk menjaga agar kepemilikan saham penggugat dei Mobile-8 tidak kurang dari 51%;
3. Tergugat I, II, dan III telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Permintaan yang diajukan Global Mediacom pada pokok perkara adalah:
1. Meminta ganti rugi material kepada Tergugat I US$ 25 juta;
2. Meminta diletakkan sita jaminan;
3. Meminta agar terjadi pembatalan Perjanjian Identure dikarenakan perjanjian tersebut cacat hukum atau setidak-tidaknya meminta agar ketentuan mengenai Change Control dinyatakan tidak berlaku.
4. Meminta pembayaran ganti rugi secara tunai kepada Tergugat I ditambah biaya 6% per tahun terhitung sejak tanggal surat gugatan didaftarkan di kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat;
5. MemintaTergugat I, II,dan III untuk membayar uang paksa sebesar Rp 100 juta setiap kali tergugat I, II, dan III melanggar sisi keputusan.

(dnl/qom)
Post Extras: 🖨️ Cetak
auliafathya
(Anggota)
04/07/09 18:35
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
ini mah global mediakom maunya sendiri, dan sudah jelas mulai dari awal akan membangkrutkan Mobile-8. Coba aja Mayoriti saham dipegang Global mediakom, seluruh direktur, dan komisaris yg megang orang global mediakom, Sekarang mereka pura2 menggugat agar lepas tanggung jawab.........

Kalau mulai direktur sampai komisarisnya orang global mediakom ya jelas segala kebijaksanaannya pasti berhubungan dengan Global Mediakom
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
07/07/09 08:50
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Walah, masih lama eksekusinya...
--------------------------------------------
Bakrie Telecom isyaratkan merger pada 2010

JAKARTA: PT Bakrie Telecom Tbk mengisyaratkan akan merealisasikan merger dan akuisisi dengan operator telekomunikasi lain guna konsolidasi perusahaan telekomunikasi pada pertengahan tahun depan.

"Arahnya memang berkonsolidasi dengan operator telekomunikasi lain pada pertengahan tahun depan. Saat ini, Bakrie Telecom memperkuat konsolidasi internal dulu," ujar Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom M. Danny Buldansjah, kepada Bisnis, kemarin.

Danny memaparkan langkah tersebut semakin mengerucut terkait dengan ketatnya persaingan di sektor telekomunikasi dan besarnya dana yang digelontorkan operator telekomunikasi guna pengembangan usaha.

Selain berkonsolidasi secara internal, perseroan tengah mempersiapkan perkiraan dana yang akan dihimpun guna kemungkinan merger dan akuisisi itu.

"Kami belum tahu berapa dana yang diperlukan. Begitu juga pihak mana yang akan diakuisisi atau merger dengan perseroan," ujarnya.

Terkait dengan kabar yang beredar di pasar bahwa PT Telekomunikasi Indonesia Tbk berminat terhadap kepemilikan atas Bakrie Telecom, Danny mengatakan perseroan dan Telkom belum pernah membahas langkah itu.

"Tidak tertutup kemungkinan dengan pihak mana pun, tetapi kami belum bicara apa pun dengan Telkom tentang hal itu."

Direktur Utama Bakrie Telecom Anindya Bakrie mengatakan saat ini perseroan lebih memilih untuk fokus mengembangkan bisnis secara organik, meski ke depan tidak menutup kemungkinan pengembangan bisnis secara anorganik.

Saat ini, manajemen fokus mengembangkan bisnis telekomunikasi melalui produknya Esia, Wifone, dan Wimode.

Tahun ini, Bakrie Telecom menargetkan jumlah pelanggan 10,5 juta dan ditargetkan dapat bertambah menjadi 14 juta tahun depan.

Perseroan juga memiliki bisnis sambungan internasional yang diharapkan bisa meraup sepertiga pasar sambungan lansung internasional, atau setara dengan Rp1 triliun dalam 3 tahun mendatang.

Adapun, Bakrie Telecom baru saja meraup dana Rp390 miliar dari total nilai penjualan menara telekomunikasi perseroan, yaitu Rp450 miliar.

Perseroan telah menunjuk PT Solusi Tunas Pratama sebagai pemenang tender penjualan 543 menara. Adapun, perjanjian jual beli (sales and purchasing agreement/SPA) dan Master Lease Agreement (MLA) ditandatangani pada 14 Mei 2009.

Pada perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode BTEL ini ditutup pada level Rp123 atau turun 3,91% dibandingkan dengan 3 Juli 2009, yaitu Rp128.

Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp3,50 triliun.

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
08/07/09 10:01
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Sepertinya M8 sekarang sudah mulai stabil...
--------------------------
Investasi Mobile-8 siap dicairkan
EBITDA 2010 diperkirakan Rp371,98 miliar

JAKARTA: PT Mobile-8 Telecom Tbk akan mencairkan dana investasi jangka pendek sewaktu-waktu untuk melunasi kupon bunga tertunggak Rp41,76 miliar dan denda Rp1 miliar pada 31 Juli 2009.

Perusahaan telepon itu terlambat membayar kupon bunga obligasi dengan nilai pokok Rp675 miliar. Akibat keterlambatan itu, Mobile-8 didenda Rp1 miliar.

Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik mengatakan investasi jangka pendek itu merupakan dana cadangan untuk mendukung operasional Mobile-8. "Bisa dicairkan untuk membayar kupon bunga dan denda tersebut," ujarnya.

Dia menuturkan perseroan tidak mempersiapkan dana untuk menghadapi gugatan Global Mediacom senilai US$25 juta dan sita jaminan.

"Gugatan senilai US$25 juta itu dialamatkan kepada DB Trustees dan bukan kepada Mobile-8. Namun, kami menghadapi tuntutan Rp100 juta yang ditanggung renteng dengan yang lain," tuturnya.

Direktur Keuangan Mobile-8 Anthony C. Kartawiria, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia kemarin, mengatakan skema dan besaran kupon bunga tertunggak dan denda yang disepakati dalam rapat umum pemegang obligasi (RUPO) pada 29 Juni 2009 merupakan kajian komprehensif dari PT Mandiri Sekuritas selaku penasihat keuangan atas restrukturisasi obligasi itu.

Berdasarkan laporan keuangan anak perusahaan PT Global Mediacom Tbk per 31 Maret 2009 itu, operator penyedia jasa layanan telepon Fren tersebut mempunyai investasi jangka pendek Rp259,16 miliar yang ditempatkan di PT Bhakti Asset Management, perusahaan terafiliasi, senilai Rp169,88 miliar dan TDM Aset Manajemen sebesar Rp89,28 miliar.

Pada akhir Maret 2008, nilai investasi jangka pendek Mobile-8 hanya mencapai Rp198,66 miliar melalui Bhakti Management, TDM, dan Clariden Leu Ltd.

Namun, laporan keuangan Mobile-8 itu tidak menjelaskan secara spesifik penempatan dana investasi tersebut.

Total hasil investasi jangka pendek per 31 Maret 2009 mencapai Rp5,36 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan berinvestasi jangka pendek Rp198,66 miliar dan membuahkan hasil investasi Rp7,88 miliar.

Anthony menjelaskan skema pembayaran kupon bunga Rp41,76 miliar akan dibayarkan secara bertahap dalam 4 kali angsuran, di mana pembayaran pertama dibayarkan pada 31 Juli 2009 dan selanjutnya dibayar bersamaan dengan pembayaran kupon, yaitu 15 September 2009, 15 Desember 2009 dan 15 Maret 2010.

Denda dari kupon bunga tertunggak senilai Rp1 miliar akan dibayar Mobile-8 dalam 4 kali angsuran dengan nilai masing-masing Rp250,15 juta.

Anthony memaparkan operator telekomunikasi berbasis code division multiple access (CDMA) itu juga menyediakan dana cadangan senilai Rp16,87 miliar yang akan disiapkan dalam 2 tahap, yaitu pada 31 Agustus 2009 dan 15 September 2009.

EBITDA positif

RUPO juga meminta Mobile-8 mencapai laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) positif pada akhir kuartal I/2010.

Jika hal itu tercapai, Mobile-8 tidak memerlukan suntikan dana dari pemegang saham.

Hingga 30 April 2009, pemegang saham perseroan adalah Jerash sebanyak 32%, Global Mediacom 19%, UOB Kay Hian Private Limited 13,29%, PT Bhakti Asset Management 7,28%, Qualcomm Incorporated 5,01%, serta publik di bawah 5% total mencapai 23,42%.

Anthony menjelaskan Mobile-8 meluncurkan produk baru Fren Duo. Produk itu memungkinkan dalam satu kartu terdapat dua layanan untuk nomor seluler dan fixed wireless access.

Perseroan juga memasarkan produk layanan data yang disebut Mobi dengan target pendapatan rata-rata per pengguna yang tinggi.

"Kedua produk itu diharapkan mampu menyumbang perseroan agar bisa menjaga EBITDA positif setelah kuartal I/2010," tuturnya.

Sesuai dengan materi rapat informal Mobile-8 dan pemegang obligasi pada Desember tahun lalu, EBITDA perusahaan itu pada akhir tahun ini mencapai -Rp178,93 miliar. EBITDA Mobile-8 pada tahun depan diprediksi mencapai Rp371,98 miliar, tetapi masih membukukan rugi bersih Rp175,28 miliar. (sylviana. pravita@[tautan dihapus] [tautan dihapus])

Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
08/07/09 10:04
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Selasa, 07/07/2009 12:51 WIB
Bakrie Telecom Bantah Isu Merger Antaroperator
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Bakrie Telecom membantah selentingan kabar yang menyiratkan pihaknya akan melakukan merger dan akuisisi dengan operator telekomunikasi lain guna konsolidasi perusahaan pada pertengahan 2010 mendatang.

"Kabar itu tidak benar. Bukan Bakrie Telecom yang akan melakukan konsolidasi di 2010, tapi industri secara keseluruhan," terang Direktur Korporat PT Bakrie Telecom Tbk, Rakhmat Junaidi, kepada detikINET, Selasa (7/7/2009).

Ia juga membantah rumor tentang kemungkinan perseroan mengakuisisi PT Mobile-8 Telecom Tbk, serta kabar pasar yang beredar bahwa PT Telkom Tbk berminat terhadap kepemilikan atas Bakrie Telecom.

"Isu itu juga tidak benar. Saat ini perseroan lebih memilih untuk fokus mengembangkan bisnis secara organik, meski ke depan tidak menutup kemungkinan pengembangan bisnis secara anorganik," kata Rakhmat.

Menurutnya, manajemen saat ini lebih memilih untuk fokus mengembangkan bisnis telekomunikasi melalui produk akses nirkabel mobilitas terbatas fixed wireless access Esia, Wifone, dan Wimode.

Tahun 2009 ini, Bakrie Telecom menargetkan jumlah pelanggan 10,5 juta dan ditargetkan dapat bertambah menjadi 14 juta tahun berikutnya. Perseroan juga memiliki bisnis sambungan langsung internasional (SLI) yang diharapkan bisa meraup sepertiga pasar, atau setara dengan Rp 1 triliun dalam 3 tahun mendatang.

Adapun, Bakrie Telecom baru saja meraup dana Rp 390 miliar dari total nilai penjualan menara telekomunikasi miliknya, yaitu Rp 450 miliar. Anak usaha Bakrie & Brothers itu telah menunjuk PT Solusi Tunas Pratama sebagai pemenang tender penjualan 543 menara. Perjanjian jual beli dan sewa menara ini ditandatangani pada 14 Mei 2009 lalu. (rou/faw)
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
09/07/09 11:39
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Saham Fren Dapat Diperdagangkan Lagi
09/07/2009 10:11:46 WIB
JAKARTA, [tautan dihapus]

Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk membuka kembali perdagangan saham PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) pada sesi I perdagangan Kamis, setelah dikenakan penghentian sementara perdagangan saham FREN sejak Maret lalu.

Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa BEI, Umi Kulsum, seperti dilansir Antara, mengatakan, bursa memutuskan untuk membuka kembali perdagangan saham FREN, karena perusahaan itu memberikan keterbukaan informasi terutama hasil dari rapat umum pemegang obligasi (RUPO).

Dalam RUPO itu pemegang obligasi menyetujui untuk memperpanjang atau menjadwal ulang pembayaran utang maupun bunga obligasi sehingga hal ini akan memberikan "nafas" tambahan untuk melunasi seluruh kewajiban obligasi dan bunganya.

Sebagaimana diketahui BEI mensuspensi perdagangan saham FREN pada Maret lalu terkait perseroan belum menyerahkan dana pembayaran bunga obligasi ke-8 kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku agen pembayaran. (*)
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
09/07/09 16:07
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Sepertinya BTEL ga jadi beli, M8 sudah sedikit demi sedikit recovery kondisi keuangannya...
--------------------------------------------
Kamis, 09/07/2009 13:30 WIB
FREN Angsur Tunggakan Bunga Rp 41,76 Miliar
Indro Bagus SU - detikFinance

Jakarta - PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) akan melakukan pembayaran secara berangsur atas kupon bunga tertunggak sebesar Rp 41,76 miliar beserta dendanya sebesar Rp 1 miliar.

"Kupon bunga tertunggak akan dibayarkan secara bertahap sebanyak 4 kali angsuran, dimulai 31 Juli 2009 dan selanjutnya setiap tanggal 15 pada September, Desember dan Maret 2010,” Demikian disampaikan Direktur FREN, Anthony C. Kartawiria, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7/2009).

Ia mengatakan, pihak BEI meragukan keuangan FREN, mengingat cash flow perseroan per 31 Maret 2009 mengalami defisit Rp 16,25 miliar. Demikian pula pembayaran denda kupon bunga tertunggak dibayarkan 4 kali angsuran masing-masing Rp 250,16 juta pada waktu bersamaan dengan pembayaran kupon bunga tertunggak.

Sementara Mandiri Sekuritas ditunjuk perusahaan selaku penasihat keuangan untuk melakukan kajian terhadap kondisi keuangan perseroan.

Lebih lanjut Anthony mengatakan, terkait dengan kewajiban menyediakan dana cadangan pembayaran utang (sinking fund) sebesar Rp 16,87 miliar. Dana tersebut akan dibayarkan dalam dua tahap yakni 31 Agustus 2009 dan 15 September 2009. Sedangkan besaran sinking fund selanjutnya akan menyesuaikan dengan kupon obligasi untuk dua periode selanjutnya.

"Sumber pendanaan dari internal kas perseroan yang diperoleh dari hasil kegiatan usaha perseroan," jeals Anthony. (dro/lih)
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
10/07/09 09:45
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Siapa yang akan beli sisa saham Global Mediacom???
------------------------------------------------
Harga saham Mobile-8 meroket
Global Mediacom akan lego seluruh saham

JAKARTA: Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Mobile-8 Telecom Tbk, kemarin, menyusul kepastian penyelesaian obligasi.

Harga saham berkode FREN itu langsung meroket 36% atau Rp18 ke level Rp68 pada penutupan perdagangan kemarin, menjadikannya bernilai pasar Rp1,38 triliun. Saham itu hampir 4 bulan dibekukan perdagangannya oleh bursa terhitung dari 16 Maret karena gagal bayar bunga obligasi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan pemegang obligasi Mobile-8 mencapai kesepakatan dalam rapat umum pemegang obligasi (RUPO) yang digelar pada akhir bulan lalu.

Selain itu, bursa juga telah menggelar rapat dengar pendapat dengan manajemen operator CDMA tersebut. "Kami minta penjelasan dari mereka, keterbukaan informasinya juga sudah ada. Diharapkan informasi memadai. Kami minta komitmen mereka [manajemen], tinggal bagaimana pemodal publik melihat [risikonya], sehingga suspensinya kami cabut," tuturnya seusai pencatatan perdana saham PT Garda Tujuh Buana Tbk kemarin.

Terkait dengan adanya gugatan dari PT Global Mediacom Tbk terhadap Mobile-8, Eddy menilai gugat- menggugat adalah hal yang biasa dalam percaturan bisnis. Secara operasional, operator telepon yang mengusung produk bermerek Fren itu masih menjalankan bisnis dengan baik. "Asal jangan sampai sahamnya terus disuspensi," ujarnya.

Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa BEI Umi Kulsum dan Pelaksana harian Kepala Divisi Perdagangan Saham Andre P.J. Toelle kemarin mengumumkan pencabutan suspensi saham Mobile-8 yang berlaku mulai sesi I perdagangan 9 Juli 2009.

RUPO Mobile-8 pada 29 Juni menyepakati restrukturisasi obligasi senilai Rp675 miliar melalui kombinasi perpanjangan tenor dan pemotongan bunga obligasi.

Dalam keterbukaan informasinya pada 7 Juli, Direktur Mobile-8 Anthony C. Kartawiria memaparkan gugatan yang diajukan Global Mediacom kepada perseroan dilakukan sebagai bentuk keberatan karena diikutsertakan sebagai turut tergugat II dalam gugatan DB Trustee kepada Mobile-8.

Namun, dokumen kesepakatan (indenture) yang dijadikan dasar hukum untuk pengajuan tuntutan DB Trustee kepada perseroan yang mengikutsertakan Global Mediacom tidak pernah ditandatangani ataupun disetujui oleh mantan pengendali Mobile-8 itu.

Ganti rugi

"Lagipula, tuntutan secara materiel berupa ganti rugi maupun sita jaminan di dalam materi gugatan Global Mediacom itu ditujukan kepada DB Trustee sebagai tergugat I sedangkan posisi perseroan sebagai tergugat III hanya diminta untuk tunduk pada putusan pengadilan," katanya.

Dia menambahkan apabila perseroan tidak tunduk, secara tanggung renteng bersama tergugat yang lain diminta untuk membayar uang paksa sebesar Rp100 juta untuk setiap kali pelanggaran terhadap putusan.

"Pembukaan perdagangan saham Mobile-8 ini memungkinkan adanya pembelian saham perseroan melalui pasar oleh investor," ujar Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik.

Dia menambahkan Mobile-8 menyambut baik pembukaan perdagangan saham Mobile-8 tersebut.

Menurut Presiden Direktur dan CEO Global Mediacom, induk perusahaan Mobile-8, Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo, Global mempertajam rencana pelepasan seluruh sahamnya pada Mobile-8 Telecom.

"Kami menguasai 19% saham Mobile-8 dan kami berencana menjual seluruh kepemilikan Global Mediacom atas Mobile-8. Namun, saya tidak bisa menyebutkan berapa harga per sahamnya karena bergantung pada kesepakatan atas negosiasi dengan investor," ujarnya.

Analis saham PT BNI Securities M. Al Fatih mengatakan secara teknis harga saham operator telepon itu masih harus diuji melalui dua titik kritis, yaitu pada level Rp70 dan Rp90 guna peningkatan harga saham lebih lanjut. (pudji.lestari@bisnis. [tautan dihapus]

Oleh Pudji Lestari & Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
16/07/09 08:29
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Rugi Mobile-8 menipis pada Juni

JAKARTA: PT Mobile-8 Telecom Tbk mengindikasikan kerugiannya pada kuartal II/2009 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I/2009 berkat pertumbuhan pendapatan perseroan.

Direktur Utama Mobile-8 Merza Fachys mengatakan kerugian perseroan hingga Juni menurun dari posisi per Maret 2009. "Lebih kecil, tetapi saya belum bisa sebutkan nilainya, masih dihitung," tuturnya saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia, kemarin.

Menurut dia, kerugian berkurang menyusul pemangkasan biaya di seluruh sektor termasuk keperluan promosi dan pengurangan fasilitas bagi karyawan dan grup.

Di sisi lain, pendapatan perseroan meningkat berkat peluncuran produk baru Fren Duo, produk layanan seluler dan layanan nomor telepon rumah (fixed wireless access) di dalam satu kartu secara bersamaan (dual on).

Produk ini, kata Merza, dipasarkan di 13 kota yang menjadi segmen pasar layanan fixed wireless access Hepi a.l. Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Makassar, Banjarmasin, Medan, dan Cirebon.

"Secara keseluruhan bisnis kami mengalami peningkatan. Aktivasi naik, penggunaan naik, sehingga diharapkan bisa menjadi bintang [kinerja bagus]," ujarnya.

Guna mendukung hal itu, perseroan akan menggelontorkan belanja untuk penguatan jaringan di lokasi yang sudah ada. Namun, soal nilai belanja modal dia tidak bersedia mengungkapkannya.

"Ini belum closing karena menunggu restrukturisasi. Apa pun yang kami butuhkan kami lakukan tetapi kami belum berani ekspansi besar-besaran."

Sebagai gambaran untuk per 31 Maret 2009, operator telekomunikasi ini membukukan pendapatan usaha Rp93,62 miliar turun dibandingkan dengan kuartal I/2008 yang sebesar Rp210,14 miliar. Rugi bersih membengkak menjadi Rp180,64 miliar dari semula Rp22,30 miliar.

Untuk per Juni 2008, perseroan mencatatkan pendapatan usaha Rp456,05 miliar, naik dari periode sebelumnya Rp388,47 miliar. Namun, perseroan justru merugi Rp99,80 miliar dari semula untung Rp44,35 miliar.

Merza menambahkan hingga akhir tahun ini Mobile-8 kemungkinan masih merugi, tetapi manajemen tetap mengupayakan untuk dapat menyelesaikan kewajiban berupa pembayaran bunga obligasi yang sudah jatuh tempo pada Maret dan Juni.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
16/07/09 08:30
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Peringkat Bakrie Telecom idA-

JAKARTA: PT Pemeringkat Efek Indonesia menetapkan peringkat idA- terhadap PT Bakrie Telecom Tbk dan obligasi I/2007 senilai Rp650 miliar.

Analis Pefindo Niken Indriarsih dan Vonny Widjaja menyatakan prospek dari hasil pemeringkatan ini stabil.

"Peringkat ini mencerminkan kuatnya permintaan dalam sektor wireless, model bisnis Bakrie Telecom, dan potensi pertumbuhan bisnisnya," paparnya pekan ini.

Namun, lanjutnya, peringkat Bakrie Telecom dihadapkan melemahnya margin keuntungan, konsentrasi investasi jangka pendek ke dua perusahaan sekuritas dan intensifnya persaingan sektor wireless. (Bisnis/mmh)
Post Extras: 🖨️ Cetak
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | (tampilkan semua)
🔒 Topik lama, hanya bisa dibaca. Isinya diambil dari forum Forum Ponsel yang dulu: tautan, nomor telepon, dan alamat email sudah disembunyikan. Ingin kiriman ini dihapus atau dikoreksi? Hubungi kami dan sebutkan alamat halaman ini. Ingin membahas topik serupa? Buat topik baru di Forumponsel.
Isi forum adalah pendapat pengirimnya. Kiriman diperiksa sebelum tampil. © Forum Ponsel · Privasi · Syarat · Aturan forum