Home - Komunitas - Panduan - Kontak
Indonesian Gadgeteers
Forum Diskusi:
Main Index | Search | Panduan | Aturan | Kontak  ·  Tanpa registrasi: cukup isi nama
>> Forumponsel
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | (tampilkan semua)
rudyanto08
(Penasihat)
26/08/08 14:40
πŸ™‚ Fren di jual Ke Esia
Baca berita di Bisnis Indonesia hari ini, kelihatannya persaingan yang sangat ketat akan memaksa merger Operator, dan Fren to Esia ini permulaannya ???

Hary Tanoe Lego Fren ke Esia

Tuesday, 26 August 2008 - Selasa, 26/08/2008 - Bisnis Indonesia

JAKARTA: PT Global Mediacom Tbk, secara bertahap, menjual saham anak perusahaannya yang memiliki kegiatan di luar bisnis media.
Salah satu saham anak perusahaan yang akan dilepas adalah PT Mobile-8 Telecom Tbk, penyedia jasa telepon Fren, kepada PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), operator seluler berbasis code division multiple access (CDMA) Esia.
berita selanjutnya

------------------------------------------------------------------------------------------
berita terbaru tentang seluler
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
07/05/09 15:34
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Ditawarin ke Esia saja... Esia kan juga butuh pelanggan kan???
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
07/05/09 22:49
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
semua operator juga butuh pelanggan ga cuma esia doang ...
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
08/05/09 01:44
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Fren Luncurkan Paket Pascabayar Maxi

Operator telekomunikasi CDMA Mobile 8 nampak kian serius memperluas pangsa pasarnya. Kali ini melalui salah satu produknya, Fren, perusahaan ini meluncurkan layanan paska bayar baru. "Layanan paska bayar Fren memang sudah ada sejak 2005. Kali ini kami meluncurkan paket pas kabayar baru yang diberi nama Paket Maxi," ujar Susanto Sosilo, Direktur Sales and Marketing Mobile-8.

Susanto mengakui salah satu kendala dalam meluncurkan layanan paska bayar adalah kepercayaan dari masyarakat. Umumnya pelanggan kurang tertarik dengan jenis layanan ini karena yang mereka tahu paska bayar itu mahal, disebabkan karena pelanggan tidak bisa mengontrol pemakaian pulsa.

Hal lain yang membuat calon pelanggan kurang tertarik adalah, karena sedikitnya penghargaan terhadap loyalitas pelanggan pengguna paska bayar jika dibandingkan dengan pengguna pra bayar.

Mobile-8 agaknya cukup tanggap menjawab berbagai keluhan tersebut, yaitu dengan meluncurkan layanan paskabayar murah dengan berbagai fasilitas dan bonus yang diberikan setiap saat.

Hal ini dibenarkan oleh Sukaca Purwokardjo, Produk Marketing dan Strategi Fren dan Hepi Mobile-8, "Oleh karena itulah strategi pemasaran produk kami adalah melancarkan produk inovatif guna membantu pelanggan berhemat di masa krisis seperti sekarang," ujar Sukaca.

Paket Maxi ini memiliki dua macam pilihan yaitu Paket Maxi 50 dan Paket Maxi 100. Pelanggan dapat memilih berlangganan sebesar 50 ribu atau 100 ribu sebulan. Jadi tak perlu khawatir kebobolan karena nominal paket yang pelanggan pilih adalah limit dalam menggunakan telepon.

Selain itu, tentu saja Mobile-8 menjanjikan bonus sebagai penghargaan terhadap loyalitas pelanggan yang memakai layanan tersebut. Bonus tak hanya diberikan pada masa promo saja, namun setiap saat ketika pelanggan telah mencapai pemakaian tertentu.

-OkeZone-
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
auliafathya
(Anggota)
08/05/09 08:58
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Saya dengar beberapa hari yang lalu orang2 Esia sudah datang dan audit Finance Mobile-8 berarti ada titik terang akan adanya pembelian saham oleh Esia
Kalau sampai ndak jadi sudah pasti flexi akan mengambilnya karena channal flexi sudah penuh apalagi jumlah pelanggannya sudah hampir 10 jt an
Dalam hal ini nilai tawar fren bisa tinggi karena untuk rebutan Esia dan Flexi......
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
taufic05
(Newbie)
08/05/09 11:43
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Thank you atas infonya boss... Ngemeng2, pelanggan Flexi bukannya udah mencapai 16 juta ya?? kalo pelanggan Esia sekarang berapaan ya??

thank you ya atas infornya...
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
HajiGaul
(Penasihat)
08/05/09 14:19
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
dibeli siapa aja yang penting layanannya selalu oke
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
08/05/09 15:41
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Pas diaudit, ternyata di kasnya M8 yang ada cuma DAUN... Tau deh, kalo cuma punya daun, BTEL yakin beli gak?? BTW, Telkom juga berminat dengan BTEL juga...
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
HajiGaul
(Penasihat)
09/05/09 07:36
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
kan di aset gak cuma cash doang, ada juga aset tetap seperti hardware dll
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
09/05/09 18:09
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Quote:
uncleT said:
Thank you atas infonya boss... Ngemeng2, pelanggan Flexi bukannya udah mencapai 16 juta ya?? kalo pelanggan Esia sekarang berapaan ya??

thank you ya atas infornya...

target esia taon ini diharapkan bisa mencapai 10,5 juta pelanggan
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
11/05/09 06:55
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Mobile-8 incar pertumbuhan 75% pelanggan

JAKARTA: PT Mobile-8 Telecom Tbk memproyeksikan pertumbuhan 75% pelanggan pascabayar menyusul target kontribusi 25% pendapatan dari segmen tersebut terhadap total pendapatan 2009.

Sukaca Purwokardjono, Divison Head Fren Product Marketing PT Mobile-8, menuturkan pihaknya optimistis dengan pertumbuhan dan penetrasi layanan termasuk di antaranya dalam mengelola segmen pascabayar.

"Kami menargetkan segmen ini bertambah dari 150.000 pelangan menjadi 250.000 pelanggan pada tahun ini atau tumbuh 75% dan memberi kontribusi 25% bagi total pendapatan," ujarnya baru-baru ini.

Menurut Sukaca, walaupun secara umum Mobile-8 menguasai 4% pangsa pasar dari total segmen pascabayar di Indonesia yang mencapai 3,6 juta, segmen ini merupakan segmen yang memiliki tingkat kesetiaan yang tinggi dan tidak sensitif terhadap harga.

"Segmen ini masih kompetitif walaupun saat ini memberi kontribusi 15% terhadap pendapatan, sehingga secara strategi kami akan mengatur portofolio produk dengan paket-paket yang seimbang baik prabayar maupun pascabayar," jelasnya.

Susanto Sosilo, Sales & Marketing Director PT Mobile-8, mengatakan untuk menjawab kebutuhan pelanggan pascabayar, pihaknya meluncurkan paket Maxi yaitu paket produk reguler Fren pascabayar dengan bonus langsung, program loyalitas, dan tarif hemat.

Pelanggan di segmen tersebut, tuturnya, juga dimudahkan dengan fitur WorldPassport yang memungkinkan jelajah internasional secara fleksibel di negara dengan jaringan GSM maupun CDMA. "Ini satu-satunya kemudahan dan kemampuan yang ada di dunia dan kami miliki saat ini," ujarnya.

Dalam program Maxi, operator tersebut mengklaim memberikan penghematan 30% tarif komunikasi dibandingkan dengan tarif pascabayar dari operator lainnya. Program itu di antaranya memberikan gratis pulsa, SMS dan Internet hingga potongan tagihan biaya telekomunikasi dengan syarat batas pemakaian tertentu.

Mobile-8 juga tengah mengevaluasi mekanisme baru untuk mempermudah persyaratan penggunaan fitur jelajah World Passport dengan penggunaan kartu kredit. Saat ini umumnya operator termasuk Mobile-8 masih menerapkan mekanisme deposit sebagai solusi atas kendala penagihan secara realtime (realtime billing) dan memungkinkan pelanggan melakukan percakapan di luar negeri.

Manajemen PT Mobile-8 optimistis dengan strategi yang agresif menyusul keberhasilan operator itu meningkatkan infrastruktur jumlah base transceiver station menjadi tiga kali lipat pada tahun lalu.

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
11/05/09 06:57
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Capex Bakrie Telecom capai US$365 juta

JAKARTA: PT Bakrie Telecom Tbk memerlukan pembiayaan eksternal US$97 juta untuk memenuhi belanja modal (capital expenditure/capex) hingga tahun depan yang menembus US$365 juta.

Belanja modal itu untuk meningkatkan kapasitas dan daya jangkau jaringan telekomunikasi ke depan.

"Setelah rights issue Rp3 triliun pada 2008, perseroan juga menjual menara telekomunikasi senilai Rp390 miliar. Dana itu untuk memenuhi sebagian kebutuhan dari belanja modal perseroan," ujar Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom M. Danny Buldansjah kepada Bisnis kemarin.

Dia mengatakan setelah menjual 543 menara telekomunikasi, Bakrie Telecom akan melaksanakan sistem sewa dan menggunakan dana penjualan menara guna pengembangan perseroan.

Berdasarkan materi paparan publik perseroan yang akan dipresentasikan pada 12 Mei 2009, belanja modal perseroan 2008-2010 mencapai US$597 juta. Pada tahun ini, perseroan membutuhkan belanja modal US$202 juta dan tahun depan US$163 juta.

Emiten itu membutuhkan pendanaan eksternal senilai US$97 juta guna memenuhi sebagian dari belanja modal hingga tahun depan, selebihnya dari kas internal dan ekuitas.

Meski demikian, sebagian besar kebutuhan pendanaan telah terpenuhi melalui penerbitan saham baru Rp3 triliun, utang, kas internal, dan vendor financing mencapai US$150 juta.

"Kami menargetkan jumlah pelanggan pada tahun depan mencapai 14 juta pelanggan dan pada tahun ini ditargetkan 10,5 juta pelanggan," katanya.

Jumlah pelanggan Bakrie Telecom pada akhir Maret 2009 mencapai 8 juta. Jumlah ini mengalami pertumbuhan 78,8% dibandingkan dengan pelanggan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 4,5 juta. Pada akhir 2008, pelanggan Bakrie Telecom mencapai 7,3 juta pelanggan.

Meski demikian, laba bersih operator telepon itu pada triwulan I/2009 tergerus menjadi Rp5,7 miliar dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama pada tahun lalu, yaitu Rp27,4 miliar.

Anjloknya laba bersih perusahaan tersebut disebabkan oleh rugi kurs senilai Rp14,2 miliar pada 3 bulan pertama tahun ini, padahal perseroan mengalami laba kurs senilai Rp25,9 miliar pada kuartal I/2008.

Presiden Direktur BTEL Anindya N. Bakrie mengatakan rugi kurs itu disebabkan oleh dampak dari belanja modal perseroan dalam denominasi dolar.

"Untuk utang dalam mata uang asing, Bakrie Telecom telah menerapkan lindung nilai. Rugi kurs terhadap belanja modal itu karena depresiasi rupiah."

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
12/05/09 00:39
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Semoga kualitasnya jg bs trus ditingkatkan ...
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
13/05/09 08:02
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Bakrie Telecom tak bagi dividen

JAKARTA: PT Bakrie Telecom Tbk mengusulkan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2008 kepada pemegang saham karena dananya akan digunakan untuk memenuhi pembiayaan ekspansi tahun ini.

Per 31 Desember 2008, Bakrie Telecom membukukan laba bersih Rp136,81 miliar atau Rp5,19 per saham, turun dibandingkan dengan perolehan laba pada 2007 sebesar Rp144,27 miliar atau Rp7,65 per saham.

Direktur Keuangan Bakrie Telecom Jastiro Abi mengatakan manajemen mengusulkan untuk tidak membagikan dividen. "Dananya akan kami gunakan untuk keperluan ekspansi tahun ini," tuturnya kemarin.

Dia memaparkan perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$200 juta pada tahun ini, yang dananya diperoleh dari kas internal, hasil penawaran umum terbatas tahun lalu, pembiayaan vendor, dan penjualan menara.

Sebagian besar belanja modal, dialokasikan untuk penambahan kapasitas di kota yang sudah masuk jaringan operator telepon berbasis code division multiple access (CDMA) itu.

Di Jakarta, kapasitas akan ditingkatkan agar dapat melayani sebanyak 7 juta-8,5 juta pelanggan dari sebelumnya 6 juta-7 juta pelanggan. Namun, secara nasional perseroan menekankan perluasan jangkauan ketimbang peningkatan kapasitas.

Hingga akhir Maret, Bakrie Telecom telah memperluas wilayah layanan ke 69 kota di seluruh Indonesia, dengan enam kota di antaranya ditambahkan pada kuartal I/2009. Pada periode yang sama, jumlah pelanggan menjadi 8 juta. Pada 2009, manajemen menargetkan jumlah pelanggan naik menjadi 10,5 juta dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 7,3 juta pelanggan.

Jastiro menargetkan perseroan membukukan pertumbuhan hingga dua digit pada tahun ini. "Fundamental jelas lebih baik dari tahun lalu, double digit dari sisi pendapatan dan EBITDA (earning before interest, tax, depreciation, and amortization/laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi). Margin EBITDA tetap 30%-31%."

Dia menambahkan pada tahun ini perseroan akan membukukan pendapatan luar biasa sebesar Rp120 miliar dari transaksi penjualan 543 menara.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
14/05/09 17:26
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Bakrie Telecom Hadir di 69 Kota
JAKARTA, INVESTOR DAILY

Sampai dengan akhir Maret 2009, Bakrie Telecom telah menjangkau 69 kota di seluruh Indonesia. Perluasan ini turut membantu peningkatan jumlah pelanggan Bakrie Telecom pada kuartal I 2009 menjadi delapan juta.

Kota-kota yang telah dilayani Esia, Wimode, dan Wifone tersebut tersebar di berbagai pulau besar, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.

”Kami telah berkomitmen memperluas kehadiran Bakrie Telecom di berbagai kota di Indonesia dan kami akan terus berupaya memenuhi komitmen tersebut. Tentu butuh waktu dan dilakukan secara bertahap, tapi jelas upaya tersebut kami penuhi,” kata Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk M Buldansyah di Jakarta, belum lama ini.

Buldansyah yang akrab disapa Danny mengatakan, selama kuartal I 2009, Bakrie Telecom telah menambah enam kota dari 64 kota pada posisi akhir 2008. Kota-kota tersebut meliputi Cilacap, Jambi, Madiun, Magetan, Kisaran dan Pematang Siantar. Pada tahun ini, operator Esia ini menargetkan jumlah pelanggannya mencapai 10,5 juta dan menjadi 14 juta pada akhir 2010.

”Pada 2007, Bakrie Telecom memulai ekpansi nasional di kota-kota besar di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Pada 2008, kami mengombinasikannya dengan kota kecil. Pada tahun ini, kami akan lebih fokus di kota-kota kecil di Jawa dan Sumatera,” kata Danny.

Kebijakan Bakrie Telecom memperluas jangkauan wilayah layanan itu ditujukan agar basis pelanggan Esia, Wifone dan Wimode juga merata ke berbagai kota. Tumbuhnya jumlah pelanggan berakibat positif terhadap kinerja keuangan. (rz)
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
29/05/09 18:05
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Tanda-2 bersiap diambil BTEL

---------------------------------------

Direksi-Komisaris Mobile-8 Dirombak

Pemegang saham selanjutnya menyetujui pengangkatan Merza Fachys sebagai direktur utama

Jum'at, 29 Mei 2009, 17:40 WIB

Arinto Tri Wibowo, Nerisa

VIVAnews - PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) merombak sebagian besar direksi dan seluruh komisaris perusahaan.

Perombakan itu disinyalir karena kerugian perusahaan sepanjang 2008 yang mencapai Rp 1,06 triliun, atau tergerus 2.223,1 persen dari laba bersih 2007 Rp 50,34 miliar.

Direktur Utama Mobile-8 Telecom Wityasmoro S Handayanto mengatakan, dirinya bersama Direktur Penjualan dan Pemasaran Susanto Sosilo mengundurkan diri. "Seluruh komisaris juga mengundurkan diri," kata dia pada jumpa pers perseroan di Jakarta, Jumat 29 Mei 2009.

Dewan Komisaris Mobile-8 yang mundur adalah Komisaris Utama Agum Gumelar. Selain itu, anggota komisaris lainnya yang mengundurkan diri adalah Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo, Djoko Leksono Sugiarto, dan Mohamad S Hidayat.

Dia mengungkapkan, rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan menyetujui pengangkatan presiden komisaris Harmanto Tanidjaja, serta anggota komisaris Felix Ali Chandra dan komisaris independen Edwin Sudibyo.

Wityasmoro menambahkan, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Merza Fachys sebagai direktur utama perusahaan yang baru. Sedangkan Anthony Kartawiria tetap menjabat sebagai direktur.

Selain itu, perseroan mengangkat dua direksi baru, yakni Beydra Yendi dan Lukas A Heriyanto. Kedua direksi itu dinilai berpengalaman di Mobile-8.

"Direksi baru akan efektif pada 1 Juni 2009," ujarnya.
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
30/05/09 01:00
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Mobile-8 Jajaki Investor Baru
Investor baru bisa masuk melalui pembelian saham hasil penawaran umum terbatas
Jum'at, 29 Mei 2009, 19:04 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nerisa

VIVAnews - PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) tengah menjajaki beberapa calon investor baru untuk menyuntikkan dana segar bagi perseroan.

Investor baru bisa masuk melalui pembelian saham hasil penawaran umum terbatas (rights issue) perseroan. Perusahaan operator telekomunikasi berbasis code division multiple access (CDMA) itu berharap penjajakan itu bisa rampung secepatnya.

"Tahun ini, kalau bisa, as soon as possible," kata Direktur Utama Mobile-8 Telecom Wityasmoro S Handayanto usai paparan publik perusahaan di Menara Kebon Sirih, Jakarta, Jumat 29 Mei 2009.

Dia menambahkan, pemegang saham sudah bertemu beberapa calon investor dan mendiskusikan kesempatan itu. Meski demikian, perusahaan belum memperoleh penjelasan dari pemegang saham Mobile-8 terkait masuknya investor baru tersebut.

Wityasmoro mengungkapkan, investor baru bisa menjadi pembeli siaga (standby buyer) pada rights issue perseroan. Meski demikian, pemegang saham lama juga berpotensi meningkatkan kepemilikan sahamnya jika berminat turut serta pada rights issue itu.

"Kalau dananya hanya dipakai untuk itu (restrukturisasi obligasi), mana ada yang mau," katanya saat ditanyakan apakah dana investor baru hanya dialokasikan untuk restrukturisasi utang obligasi.

Wityasmoro menambahkan, Mobile-8 memiliki dua opsi pada restrukturisasi obligasi rupiah, yakni memperpanjang waktu jatuh tempo (rescheduling) utang obligasi atau campuran antara rescheduling dan swap ke ekuitas.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik menambahkan, keputusan restrukturisasi obligasi rupiah perusahaan diharapkan selesai menjelang 30 Juni 2009, sebelum rapat umum pemegang obligasi (RUPO).

PT Mandiri Sekuritas selaku penasihat keuangan perseroan tengah membahas restrukturisasi bersama dengan steering commitee.

Sementara itu, obligasi dolar AS akan dibahas pada rapat kedua 15 Juli 2009. "Kami sedang mempersiapkan tanggapan Mobile-8," tuturnya.

Mobile-8 menargetkan penambahan pelanggan baru sepanjang 2009 menjadi 4-5 juta untuk produk Hepi dan Fren. Selain itu, pelanggan aktif diharapkan bertumbuh hingga 20 persen hingga akhir 2009.

Sebelumnya, pada akhir 2008 pelanggan Hepi mencapai 333 ribu dan Fren 2,67 juta.
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
30/05/09 20:28
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
BTel Hentikan Penjualan Hape Esia Hidayah

BTel menghentikan penjualan produk Hape Esia Hidayah setelah target 500 ribu unit tercapai.

Produk tersebut rencananya akan digantikan dengan produk baru lainnya yang belum dapat disebutkan secara rinci.

"Kami memang hanya menyediakan 500 ribu Hape Esia Hidayah sejak Ramadan tahun lalu, dan sekarang sudah tercapai," ujar Executive Vice President Bakrie Telecom Ridzki Kramadibrata usai acara pengumuman pemenang paket umroh hape Esia Hidayah, di Wisma Bakrie di Kuningan, Jakarta, Kamis (28/5/2009).

Lebih lanjut, Ridzki mengatakan, Esia akan mengembangkan layanan tambahan bagi para pelanggan di program berikutnya.

"Hape Esia Hidayah termasuk populer jadi kami akan meluncurkan program serupa jelang puasa nanti. Tapi masih dipikirkan lagi," katanya.

Saat ini, menurut Ridzki jangkauan Esia sudah 70 kota dan Hape Esia Hidayah juga tersebar di semua kota tersebut.

"Penyebarannya paling banyak di wilayah Jabodetabek," tandas Ridzki.

Pada kuartal 1 tahun 2009, BTel telah membukukan jumlah pelanggan hingga 8 juta. Angka ini meningkat hampir dua kali liat dibanding kuartal pertama tahun sebelumnya, yang hanya sekira 4,5 juta pelanggan.

-OkeZone-
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
31/05/09 09:44
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Investasi Fren di Bhakti melonjak

JAKARTA: PT Mobile-8 Telecom Tbk menempatkan investasi melalui PT Bhakti Asset Management senilai Rp200,65 miliar pada tahun lalu, melonjak dibandingkan dengan nilai penempatan pada 2007 sebesar Rp66,84 miliar guna pencadangan modal kerja perseroan.

Direktur Utama Mobile-8 Merza Fachys menjelaskan investasi di Bhakti Asset diperlukan untuk keperluan pencadangan.

Rapat umum pemegang saham kemarin menunjuk Merza Fachys sebagai Direktur Utama Mobile-8 yang semula dijabat oleh Wityasmoro Sih Handayanto. Namun, Jerash Investment yang menguasai 32% saham Mobile-8 tidak menempatkan representasinya.

β€œKami menempatkan investasi di Bhakti Asset Management guna pencadangan bagi keperluan-keperluan perseroan,” ujar Merza, kemarin.

Penempatan investasi Mobile-8 ke Bhakti Asset yang merupakan perusahaan terafiliasi, menjadi yang terbesar.

Mobile-8 menempatkan investasi lain ke TDM Aset Manajemen dan Clariden Leu Ltd. Jumlah penghasilan atas investasi itu mencapai Rp32,85 miliar pada tahun lalu.

Pada bulan lalu, Mobile-8 mencairkan seluruh investasinya di Clariden, sedangkan investasi di Lehman Liquidity Fund ditarik pada Maret 2008.

Penempatan investasi di Bhakti itu sempat disoroti pemegang obligasi yang menilai Mobile-8 seharusnya bisa menarik investasi jangka pendek di Bhakti Asset Management untuk melunasi bunga obligasi Rp20 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Wityasmoro mengatakan perseroan akan menetapkan langkah lebih lanjut pada 30 Juni 2009 terkait dengan restrukturisasi utang obligasi perseroan senilai Rp675 miliar.

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
03/06/09 09:53
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
Mobile-8 gagal bayar bunga obligasi ke Java & Precise

JAKARTA: PT Mobile-8 Telecom Tbk tidak bisa membayar obligasi dengan total pokok bunga dan denda obligasi US$215.000 atau setara dengan Rp2,25 miliar kepada Java Investment Advisory Group Incorporated dan Precise Circle Limited.

Menurut Direktur Mobile-8 Anthony C. Kartawiria, langkah tersebut berbuntut diajukannya surat permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang oleh Java Investment dan Precise Circle yang mengaku sebagai pemegang surat obligasi yang diterbitkan oleh Mobile-8 Telecom Finance Company B.V.

β€œMobile-8 pada 1 Juni 2009 melalui kuasa hukumnya telah memenuhi panggilan untuk menghadap pada persidangan perkara kepailitan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, kemarin.

Dia menjelaskan pokok obligasi yang belum dibayar oleh Mobile-8 adalah US$100.000 dan bunga senilai US$7.500. Jumlah pokok obligasi dan bunga yang sama juga belum dibayar Mobile-8 kepada Precise Circle.

Selanjutnya, Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik mengatakan Mobile-8 telah menunjuk kuasa hukum Duma&Partners dalam rangka menghadapi sidang perkara kepailitan itu.

Java dan Precise merupakan pemegang obligasi berdenominasi dolar yang diterbitkan oleh Mobile-8 Telecom Finance, anak perusahaan Mobile-8.

β€œDalam dokumen memang disebutkan bahwa pemegang obligasi minimal membeli satu obligasi senilai US$100.000. Jadi, tampaknya Java dan Precise memegang satu obligasi perseroan.”

Java dan Precise, lanjut Chris, merupakan dua pihak dari pemegang obligasi dolar dari Mobile-8 yang diterbitkan dengan total US$100 juta.

Pemegang obligasi yang diwakili oleh wali amanat, yaitu DB Trustees meminta adanya percepatan pembayaran obligasi yang semula jatuh tempo pada 2013 itu.

Adapun, kasus tersebut diajukan DB Trustees ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan pada 15 Juli 2009 perseroan akan menghadapi panggilan persidangan yang kedua.

β€œJava dan Precise mengambil langkah sendiri dengan mengajukan sidang pailit itu di luar kasus yang diajukan DB Trustees.”

Chris mengatakan perseroan segera memfinalisasi restrukturisasi utang obligasi berdenominasi rupiah senilai Rp675 miliar.

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
super_4G
(Penasihat)
07/06/09 17:26
😐 Re: Fren di jual Ke Esia
semoga pas gabung, mereka keluarin layanan EV-DO nya, biar pilihan provider makin banyak dan tersebar merata.
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | (tampilkan semua)
πŸ”’ Topik lama, hanya bisa dibaca. Isinya diambil dari forum Forum Ponsel yang dulu: tautan, nomor telepon, dan alamat email sudah disembunyikan. Ingin kiriman ini dihapus atau dikoreksi? Hubungi kami dan sebutkan alamat halaman ini. Ingin membahas topik serupa? Buat topik baru di Forumponsel.
Isi forum adalah pendapat pengirimnya. Kiriman diperiksa sebelum tampil. © Forum Ponsel · Privasi · Syarat · Aturan forum