| Elnino899 (Penasihat) 23/03/10 10:52 | 🙂 Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih ini katanya Esia juga nanti akan terjun ke Broadband ..kira-kira dia pakai technology apa ya apakah pakai EVDO-REV A mudahan mudahan harganya kompetitif dan berkualitas... jangan seperti Wimode internet paling mahal.. ini ambil dari Detik BTel Siapkan Jurus Baru di Kompetisi Mobile Broadband Andrian Fauzi - detikinet Ilustrasi (Ist.) Bandung - Bakrie Telecom (BTel) saat ini tengah menyiapkan produk baru untuk layanan mobile broadband. Ibarat dalam sebuah pertarungan, perusahaan milik Bakrie Grup ini tengah menyiapkan jurus baru. Tren industri telekomunikasi ke depannya memang banyak diprediksi akan beralih ke data. Saat ini tanda-tandanya juga sudah terlihat jelas. Semua operator saat ini trafik datanya meningkat tajam. BTel sebagai salah satu operator berbasis CDMA pada dasarnya telah memiliki layanan broadband sejak dulu. Layanan yang diberi nama Wimode saat itu muncul sebagai alternatif bagi layanan broadband yang saat itu dikuasai oleh operator GSM. Namun sayangnya perkembangan Wimode seakan jalan di tempat. Alhasil keberadaan Wimode sendiri mulai dilupakan oleh masyarakat. Dalam sesi perbincangan santai dengan detikINET, EVP Sales Bakrie Telecom, Irfandi Firmansyah mengatakan bahwa masa depan industri telekomunikasi adalah data. "Jelas komunikasi data adalah masa depan industri ini," tegasnya, Jumat (19/3/2010) petang. Ditanya apakah pihaknya tidak terlambat menyambut pasar yang sudah haus akan layanan broadband, Irfandi menegaskan bahwa pihaknya tidak terlambat. "Tidak telat. Karena sekali ketinggalan, 2-3 langkah bisa lewat. Ini kuda-kuda untuk menyambut kompetisi yang berat lain nantinya," katanya. Lalu apakah layanan tersebut adalah penyempurnaan dari Wimode ataukah produk baru, Irfandi dengan diplomatis menjawab "Pokoknya dalam waktu dekat lah. Tahun ini yang jelas. Tunggu saja kejutan dari kami," katanya. ( afz / ash ) Tetap update informasi di manapun dengan [tautan dihapus] Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 23/06/10 20:42 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Wah..bikin penasaran aja nih..... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 23/06/10 22:47 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih hehehe.. iyah neh mau tau dulu kalo saya mah.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| naive (Penasihat) 24/06/10 16:26 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Quote: AHA Modem CDMA EVDO Esia Rp. 499 ribu AHA (Always Happy Always) adalah produk wireless broadband access keluaran Bakrie Connectivity (BConnect) yang merupakan anak perusahaan Bakrie Telecom. Dengan mengusung teknologi CDMA EVDO Revision A, kemampuan akses internet AHA untuk mengunduh (download) mencapai 3,1 Mbps dan unggah (upload) hingga 1,8 Mbps. Peluncuran produk perdana BConnect tersebut dilakukan di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (24/6/2010). Saat ini AHA melayani konsumen di Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Malang, disusul Bogor hingga bertahap setiap minggu masuk ke kota-kota lainnya, dan ditargetkan akan mencakup lebih dari 10 kota di Indonesia sampai akhir 2010 Untuk mendukung layanan tersebut, BConnect juga menjual dua buah modem internet besutan vendor China Huawei dan Olive yang masing-masing seharga Rp 499 ribu, dengan kemampuan akses unduh hingga 3,1 Mbps dan kecepatan unggah hingga 1,8 Mbps. Sementara paket yang ditawarkan AHA dibagi menjadi tiga kelompok, yakni Paket Ekonomis, Paket Dinamis, dan Paket Fantastis. Paket Ekonomis menawarkan akses berkecepatan 200Kbps, dengan tarif bulanan Rp 80 ribu dan tarif harian Rp 4.000. Paket Dinamis menyediakan akses berkecepatan hingga 600Kbps, dengan tarif bulanan Rp 110 ribu, dan tarif harian Rp 6.000. Sementara Paket Fantastis menjanjikan akses berkecepatan hingga 3,1Mbps, dengan tarif bulanan Rp 200 ribu, dan tarif harian Rp 10.000. sumber: [tautan dihapus] Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 24/06/10 16:39 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Bakrie operasikan Bconnect JAKARTA: Manajemen Bakrie Telecom menyiapkan investasi sebesar US$100 juta menyusul beroperasinya unit anak usahanya yang baru yaitu PT Bakrie Connectivity (BConnect) yang diklaim sebagai perpanjangan tangan usaha operator itu dalam bisnis layanan Internet broadband. Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk Anindya N. Bakrie mengatakan unit usaha akses broadband nirkabel yang memungkinkan pengiriman data kecepatan tinggi berbasis CDMA dan berteknologi EVDO itu diharapkan memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia. "Bakrie Connectivity melihat potensi Internet broadband yang sangat luar biasa di Indonesia", ujarnya kemarin. Untuk mengembangkan BConnect, PT Bakrie Telecom Tbk merencanakan investasi senilai US$100 juta dalam tahun ini. Nilai Investasi ini diperhitungkan sebagai upaya membesarkan penetrasi pasar dalam bisnis layanan data yang baru berkisar 10%. Dia optimistis anak usaha baru tersebut tidak hanya akan mendorong tumbuhnya akses Internet, tetapi juga menciptakan pengalaman positif bagi konsumer melalui semua fasilitas dari produk-produknya. Menurut Erik Meijer, Direktur Utama PT Bakrie Connectivity, terbuka peluang bagi pihaknya untuk memperbesar pangsa pasar (market share) di dalam negeri. "Apa dan bagaimana strategi produk, pemasaran dan jenis layanan Bconnect akan di sampaikan dalam peluncuran produk BConnect yang rencananya akan kami gelar dalam satu dua hari ke depan." jelasnya. Bakrie Connectivity menggandeng sebuah perusahaan internasional dalam menjalankan bisnisnya. Namun Erik masih enggan menjelaskan siapa mitra internasionalnya tersebut. "Tunggu satu hari lagi ketika kami perkenalkan produk baru Bakrie Connectivity", ujarnya. Anindya mengungkap data ITU (International Telecommunication Union) yang menunjukkan bahwa tahun 2009 ada 30 juta pengguna Internet di Indonesia atau baru mencapai penetrasi 12,5%. Sementara itu, data sebuah lembaga konsultan dan riset bisnis internasional menyatakan akan ada 234 juta pelanggan selular di Indonesia atau 90% dari populasi penduduk di tahun 2014. Dari jumlah tersebut 20% diproyeksikan akan menjadi pelanggan 3G. Sedangkan kontribusi pendapatan mobile data akan tumbuh 40%. ( Fita Indah Maulani /Roni Yunianto) Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi