| Elnino899 (Penasihat) 23/03/10 10:52 | 🙂 Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih ini katanya Esia juga nanti akan terjun ke Broadband ..kira-kira dia pakai technology apa ya apakah pakai EVDO-REV A mudahan mudahan harganya kompetitif dan berkualitas... jangan seperti Wimode internet paling mahal.. ini ambil dari Detik BTel Siapkan Jurus Baru di Kompetisi Mobile Broadband Andrian Fauzi - detikinet Ilustrasi (Ist.) Bandung - Bakrie Telecom (BTel) saat ini tengah menyiapkan produk baru untuk layanan mobile broadband. Ibarat dalam sebuah pertarungan, perusahaan milik Bakrie Grup ini tengah menyiapkan jurus baru. Tren industri telekomunikasi ke depannya memang banyak diprediksi akan beralih ke data. Saat ini tanda-tandanya juga sudah terlihat jelas. Semua operator saat ini trafik datanya meningkat tajam. BTel sebagai salah satu operator berbasis CDMA pada dasarnya telah memiliki layanan broadband sejak dulu. Layanan yang diberi nama Wimode saat itu muncul sebagai alternatif bagi layanan broadband yang saat itu dikuasai oleh operator GSM. Namun sayangnya perkembangan Wimode seakan jalan di tempat. Alhasil keberadaan Wimode sendiri mulai dilupakan oleh masyarakat. Dalam sesi perbincangan santai dengan detikINET, EVP Sales Bakrie Telecom, Irfandi Firmansyah mengatakan bahwa masa depan industri telekomunikasi adalah data. "Jelas komunikasi data adalah masa depan industri ini," tegasnya, Jumat (19/3/2010) petang. Ditanya apakah pihaknya tidak terlambat menyambut pasar yang sudah haus akan layanan broadband, Irfandi menegaskan bahwa pihaknya tidak terlambat. "Tidak telat. Karena sekali ketinggalan, 2-3 langkah bisa lewat. Ini kuda-kuda untuk menyambut kompetisi yang berat lain nantinya," katanya. Lalu apakah layanan tersebut adalah penyempurnaan dari Wimode ataukah produk baru, Irfandi dengan diplomatis menjawab "Pokoknya dalam waktu dekat lah. Tahun ini yang jelas. Tunggu saja kejutan dari kami," katanya. ( afz / ash ) Tetap update informasi di manapun dengan [tautan dihapus] Post Extras: 🖨️ Cetak |
| tonosaur (Penasihat) 23/03/10 11:15 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih sebetulnya udah lama wimode itu kan broadband juga.. tapi kmaren semet baca di mana ya artikel tsb..?? hmm.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 23/03/10 17:11 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih wimode bukannya masih bekerja di 1x ya...??? Post Extras: 🖨️ Cetak |
| tonosaur (Penasihat) 23/03/10 19:27 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih ^ tetep masuk broadband itu.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 23/03/10 22:41 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih beh sinyal aja suka kembang kempis neh broadband ge capek dehh... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| envy222 (Penasihat) 23/03/10 22:53 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Melihat dari frekuensi dan teknologi yang sekarang dimiliki esia, ya suadah jelas pasti masih turunannya CDMA juga. Kenungkinan besar ya EVDO rev A juga. Tapi dah agak basi juga, walopun belum telat. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| hendra_226 (Anggota) 24/03/10 00:43 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Hidupp internet mahalll WiMoDe!!!! -- Posted from my Mobile phone Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 24/03/10 10:22 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Flexi dan esia diselamatkan sama kanal nyempil neh..beruntunglah kalian wahai flexi dan esia,,, Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 24/03/10 12:23 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Rada basi yah klo evdo nya rank A mah...hehehe Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rma2909 (Pendatang Baru) 25/03/10 09:48 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih kalo waktu pameran komputer kemaren, gw sempat tanya di stand SMART, kapan mereka mau luncurin EVDO Rev B di Jakarta? nah kata orang smart mereka menunggu dari esia luncurin dulu. Mudah2an aja bener esia terjun ke broadband dengan membawa EVDO Rev B, bakal ada kompetisi nih terutama di sisi price. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 25/03/10 10:08 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih wawww... rumor nya Rev B ya...??? Rev A juga gpp sih...yang penting lancar aja udah bagusss... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| igncahyo (Penasihat) 25/03/10 11:48 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih mau Rev A, Rev B, Rev C, Rev Z... itu kan teknologinya... yang penting speed aktualnya gimana... let's wait and see... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 25/03/10 13:09 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih ^ yupzzz setuju bro... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 25/03/10 19:15 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih yah semoga kualitas bagus gak kaya CDMA yg laen deh... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| yusuf4us (Penasihat) 25/03/10 19:34 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih denger-denger sih smart gabung sama fren karena flexi mau join sama esia (mungkin untuk layanan broadbandnya kali ya?) tp ga tau juga bener ato tidaknya itu juga katanya temen yg kebetulan kerja di vendornya telkomsel... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Elnino899 (Penasihat) 25/03/10 21:07 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Quote: djuned89 said: wawww... rumor nya Rev B ya...??? Rev A juga gpp sih...yang penting lancar aja udah bagusss... kalo pengen rasakan kecepatan maximal ..mesti daftar awal launching kali..kalo sudah lama dan banyak yg pakai ..jadi lemot lagi deh.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 25/03/10 22:47 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih ^ tapi jangan bagus di awal aja wait and see nih.. siap-siap memburu modem EvDO Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 26/03/10 17:17 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih biasa nya emang gitu pas awal pasti cepet deh n itu ga akan bertahan lama nanti ny akan kembali lagi lemoddd Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 07/05/10 09:36 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Ini beritanya.... -------------------------- Bakrie-7 mulai bangkit Bumi-CIC siapkan konversi saham, Bakrie Telecom masuk wireless broadband JAKARTA: Mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka spekulasi akan mulusnya penyelesaian kasus pajak yang menerpa PT Bumi Resources dan kelompok Bakrie lain. Di tengah koreksi indeks harga saham gabungan 1,25% serta hampir seluruh indeks bursa di Asia Pasifik, harga saham PT Bumi Resources Tbk kemarin justru melonjak 4,44% ke level Rp2.350 per saham dari penutupan sebelumnya, dengan nilai transaksi terbesar. Kenaikan harian saham Bumi yang signifikan itu juga menjadi faktor penahan kejatuhan IHSG, dengan menyumbang 2,45 poin atau terbesar setelah saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang menyumbang 2,54 poin. Selain Bumi, kenaikan harga saham juga terjadi pada unit usaha Bakrie lainnya. PT Bakrie & Brothers Tbk (3,0%), PT Bakrie Telecom Tbk (1,5%), PT Energi Mega Persada Tbk (2,2%), dan PT Darma Henwa Tbk (1,0%). (lihat ilustrasi) Dua unit usaha lain, yaitu PT Bakrieland Development Tbk turun 1,0%, dan PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk bergerak mendatar. Situasi ini sekaligus menandai bangkitnya saham tujuh unit usaha Bakrie atau populer disebut Bakrie-7, yang pekan sebelumnya 'lesu darah'. Secara keseluruhan, total nilai transaksi Bakrie-7 kemarin Rp756,837 miliar, 12,21% dari total transaksi Rp6,197 triliun. Namun volume transaksi Bakrie-7 menguasai 23,49% volume seluruh transaksi kemarin. Sejumlah analis menyatakan lonjakan harga saham Bumi berikut anak usaha Bakrie yang lain tersebut dipicu spekulasi penyelesaian kasus pajak perusahaan penghasil batu bara terbesar di Indonesia tersebut berjalan mulus. "Dengan mundurnya Menkeu Sri Mulyani Indrawati, orang mempunyai ekspektasi persoalan pajak yang melilit Bumi bisa selesai dengan mulus, sehingga mereka mulai mengoleksi saham Bumi," ujar Christine Salim, Kepala Riset PT Samuel Sekuritas, kemarin. Menurut Christine, kinerja operasional Bumi pada kuartal I 2010 diperkirakan cukup bagus, di tengah penurunan pendapatan emiten blue chip batu bara seperti PT Adaro Energy Tbk dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. Senada dengan Christine, analis PT Lautandhana Securindo Muhammad Sugiarto menilai selama ini saham grup milik Bos Partai Golkar Aburizal Bakrie itu tertinggal dibandingkan dengan saham sejenis ketika angin bullish bertiup. Faktor politik dinilai menekan psikologi pemodal, menutup kinerja fundamental saham grup tersebut yang masih menjanjikan. "Mundurnya Sri Mulyani, yang dikenal kontra dengan Aburizal Bakrie, menjadi momentum untuk kembali mengoleksi saham Bakrie-7." Bahkan, lanjutnya, saat ini berkembang spekulasi di pasar posisi menkeu akan diisi kader Golkar atau orang Aburizal, mengikuti gaya Presiden SBY yang biasa bermain aman dalam mengelola konflik dengan lawan politiknya. Sejalan dengan kenaikan harga saham Bakrie-7, PT Bakrie Telecom kemarin mengumumkan masuk ke bisnis jaringan pita lebar nirkabel (wireless broadband) pada kuartal III/2010, dengan dana penjualan obligasi pada April senilai US$250 juta. Konversi saham Sementara itu, seorang pelaku bursa mengatakan Bumi berencana menggunakan dasar kinerja kuartal I/2010 untuk menentukan harga saham dalam penawaran umum terbatas (PUT) tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-preemptive rights) sebanyak 2,5 miliar saham. Menurut rencana, PUT itu terkait dengan rencana konversi sebagian utang Bumi dari China Investment Corporation (CIC) menjadi saham baru. Dengan asumsi nilai aset Rp74 triliun dan nilai buku Rp760, harga dasar non-preemptive rights adalah Rp2.950 per saham. Nilai PUT itu diperkirakan Rp6,25 triliun dari utang CIC yang dikonversi, sehingga menurunkan leverage dari 3,95 kali jadi 3,5 kali saat ini. Corporate Secretary Bumi Dileep Srivastava yang coba kemarin dihubungi belum mengonfirmasi dan membantah informasi ini. Meski penurunan leverage itu terbuka lebar, satu riset yang diterbitkan PT NISP Sekuritas kemarin menyebutkan Bumi diperkirakan mencetak pertumbuhan positif pada kuartal I/2010, sejalan dengan kenaikan volume penjualan batu bara. Bumi menjual 16 juta ton batu bara pada kuartal I/2010, naik 41,6% dari posisi tahun lalu 11,3 juta ton. "Kenaikan volume penjualan itu akan menopang pendapatan di tengah potensi penurunan harga jual batu bara," ungkap riset itu. NISP Sekuritas juga memperkirakan harga jual rata-rata batu bara Bumi pada kuartal I/2010 relatif stabil dibandingkan dengan posisi kuartal IV/2009, sehingga Bumi diperkirakan mencetak pendapatan US$880 juta, tumbuh 16% dari kuartal I/2009 senilai US$752,92 juta. Untuk laba bersih, Bumi sepertinya menerapkan tingkat pajak efektif secara normal. Pada 2009, tingkat pajak yang diterapkan Bumi adalah 45% dibandingkan dengan posisi kuartal I/2009, yaitu 13,8%. Akibatnya, Bumi akan menyesuaikan pengeluaran pajak kuartal I/2009 pada laporan keuangan kuartal I/2010. "Kinerja kuartalan Bumi diperkirakan tetap kokoh karena perusahaan membukukan biaya stripping pada kuartal IV/2009." (Arif Gunawan S./ Bastanul Siregar) (wisnu.wijaya@[tautan dihapus]) Oleh Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 07/05/10 23:06 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Telpon nya aja sering sulit sinyal n sms pending mulu... moga internetnya ga gitu deh... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| adit38 (Penasihat) 08/05/10 13:41 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih ^ moga2 Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 09/05/10 16:33 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih di tungguuuuuu..... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 10/05/10 12:54 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih semoga ga kaya telpon nya dah neh.. menunggu juga... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 11/05/10 20:11 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih FYI.. -------------------------------------------- Selasa, 11/05/2010 16:36 WIB Dirikan Bakrie Connectivity, BTEL Investasi US$ 100 Juta Indro Bagus - detikFinance Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyiapkan investasi US$ 100 juta untuk mengembangkan PT Bakrie Connectivity, anak usaha yang baru didirikan Maret 2010. "Investasi untuk Bakrie Connectivity sebesar US$ 100 juta tahun ini," ujar Direktur Keuangan BTEL, Jastiro Abi di kantornya, Jakarta, Selasa (11/5/2010). Bakrie Connectivity alias BCON merupakan anak usaha BTEL yang baru saja didirikan 11 Maret 2010. BCON bergerak di bidang perdagangan produk dan jasa berbasis internet provider dan multimedia. Modal disetor BCON sebesar Rp 500 juta. Nilainya tidak besar. Sebab, perusahaan ini hanya berfungsi menjalankan operasional saja. "Dana investasi sebesar US$ 100 juta telah diperoleh dari hasil penerbitan obligasi US$ 250 juta," jelas Abi. BTEL baru saja menyelesaikan penerbitan obligasi senilai US$ 250 juta. Dananya akan digunakan untuk melunasi utang bank sebesar US$ 175 juta, kemudian untuk pendanaan interest reserve account sebesar US$ 14,4 juta. Abi mengatakan, pelunasan utang bank US$ 175 juta itu termasuk pelunasan pinjaman jangka pendek (bridge loan) sebesar US$ 45 juta dari Credit Suisse, Morgan Stanley, dan Bank of America Merril Lynch. Pinjaman sebesar US$ 45 juta tersebut digunakan untuk investasi di BCON, sehingga untuk memenuhi investasi US$ 100 juta di BCON, masih dibutuhkan dana sebesar US$ 55 juta. "Total pelunasan utang bank ditambah pendanaan interest reserve account sekitar US$ 189,4 juta. Jadi masih ada sisa dana obligasi US$ 60,6 juta. Dana ini untuk investasi ke BCON," ujarnya. Selain itu, BTEL juga baru saja mendirikan anak usaha baru bernama PT Bakrie Network atau BNET pada 11 Maret 2010. BNET bergerak di bidang pembangunan infrastruktur jasa telekomunikasi. "Jadi nanti BNET akan membangun berbagai infrastruktur telekomunikasi seperti jaringan fiber optik," jelas Abi. Sayangnya, Abi belum dapat membeberkan investasi yang disiapkan perseroan untuk BNET. "Investasinya bisa lebih besar dari BCON. Tapi dia baru tahun depan, tidak tahun ini. Nilainya nanti deh," jelasnya. (dro/dnl) Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 12/05/10 11:37 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih menunggu deh neh... hohoho Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 12/05/10 19:10 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Jangan kecewakan penonton ya BTEL... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Gliders (Penasihat) 19/05/10 23:47 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih mana nih..?? alus bgt beritanya, Nyaris Tak TERDENGARRRRR...!! Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/06/10 12:53 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Laba Bakrie Telecom Melonjak 407 Persen Perkembangan positif laju pertumbuhan pelanggan mendorong pencapaian kinerja keuangan. Selasa, 1 Juni 2010, 19:32 WIB Arinto Tri Wibowo VIVAnews - PT Bakrie Telecom Tbk membukukan laba bersih selama kuartal I-2010 sebesar Rp 29 miliar. Perolehan laba itu tumbuh 407 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 6 miliar. "Perkembangan positif pada laju pertumbuhan pelanggan mendorong pencapaian kinerja keuangan perusahaan pada kuartal I-2010," kata Direktur Keuangan Bakrie Telecom, Jastiro Abi, dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Selasa 1 Juni 2010. Berdasarkan laporan keuangan yang telah di-review secara terbatas, Bakrie Telecom mencetak pendapatan usaha Rp 894 miliar pada kuartal I-2010 atau naik 9,5 persen dibanding pencapaian periode sama 2009 sebesar Rp 816 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih (net revenue) mencapai Rp 708 miliar, atau meningkat 7,6 persen dari Rp 658 miliar pada kuartal I-2009. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga melonjak sebesar 57,3 persen dari Rp 236 miliar pada kuartal I-2009 menjadi Rp 371 miliar pada periode sama 2010. "Perseroan akan terus menjaga langkah efisiensi, sehingga mampu mempertahankan catatan positif kinerja keuangan," ujar Jastiro. Apalagi, ke depan, dia melanjutkan, perusahaan juga akan semakin berkembang dengan memperluas layanan dengan menyediakan layanan data melalui anak usahanya, Bakrie Connectivity. "Di satu sisi kami akan tetap fokus pada pertumbuhan organik perusahaan melalui Bakrie Telecom," tuturnya. Bakrie Telecom juga telah mendapatkan kepercayaan investor internasional melalui dukungan penyediaan dana US$ 250 juta dari hasil penerbitan global bond. Dana itu akan dimanfaatkan untuk pembiayaan kembali (refinancing) maupun pengembangan usaha di layanan data broadband. "Tentunya kami ingin memanfaatkan dan sekaligus menjaga kepercayaan ini. Kami akan bekerja keras agar pertumbuhan Bakrie Telecom semakin baik," ujarnya. (umi) Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 04/06/10 22:45 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih ditunggu kualitas yg mantap deh neh... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 07/06/10 21:27 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Semakin mendekati kenyataan... ----------------------------------------- Senin, 07/06/2010 17:06 WIB Merger Telkom Flexi dan Bakrie Telecom Rampung Akhir 2010 Nurseffi Dwi Wahyuni,Whery Enggo Prayogi - detikFinance Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) memastikan rencana menggabungkan (merger) unit usahanya Telkom Flexi dengan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Telkom Flexi akan dijadikan perusahaan (PT) terlebih dahulu. "Saya baru terima surat tadi pagi dari Telkom. Isinya usulan merger Flexi dengan Esia. Sekarang sedang tahap negosiasi," ungkap Menteri BUMN, Mustafa Abubakar di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/6/2010). Mustafa mengatakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN sangat mendukung rencana tersebut. Sebab, lanjut Mustafa, merger dua operator selular berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) akan menghasilkan satu operator yang sangat kuat. "Tentu saja kita melihat positif, kita dukung, betul-betul win-win solution. Tentu saja kita berharap secepatnya. Selesai tahun ini," jelas Mustafa. Saat ini, Telkom Flexi menguasai 15 juta pelanggan, sedangkan Esia menguasai 10 juta pelanggan. Sebagaimana dikatakan Mustafa, hasil merger 2 perusahaan ini akan menengahi persaingan yang selama ini terjadi (win-win solution). Sehubunga dengan itu, Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah juga mengatakan tengah mempersiapkan langkah-langkah merger yang dimaksud. Ia mengatakan, perseroan tengah mempersiapkan pelepasan (spin off) Telkom Flexi untuk dijadikan sebuah perusahaan atau perseroan terbatas (PT). Saat ini, Telkom Flexi masih berupa unit usaha TLKM. "Kalau masih menjadi divisi bisnis, spin off Flexi tidak bisa dilaksanakan. Prosesnya kan masih berlangsung, 2-3 bulan internal. Di Kehakiman 2-3 bulan juga. Ya sekitar 4 bulan selesai," ujar Rinaldi. Rinaldi memperkirakan, proses merger Telkom Flexi dengan BTEL akan rampung antara akhir tahun 2010 atau awal tahun 2011. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 07/06/10 21:29 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih 07/06/2010 - 16:29 Menteri BUMN Dukung Merger Flexi-Esia Makarius Paru [tautan dihapus], Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung upaya Telkom dalam proses merger antara Flexi dengan Esia. “Soal usulan dari Telkom soal rencana merger Flexi dengan Esia sekarang masih dalam tahap negoisasi. Ini adalah langkah korporasi. Kalau kami dari Kementerian BUMN menyambut positif rencana merger tersebut,” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/6). Ia melanjutkan sepanjanga proses merger dalam skema win-win solution. Misalnya Telkom punya 15% dan Esia punya 10% dan nanti jumlah saham proporsional dengan itu. Nanti dalam bentuk joint operation apapun namanya yang penting win-win solusionnya ada. “Intinya kita dukung, sepanjang win-win solution dan kita sedang mengkaji, Dan muda-mudahan dalam bulan ini atau dua bulan ke depan kajiannya sudah selesai,” katanya. Ia mengakui kalau Telkom pernah mengajukan surat ke Kementerian BUMN, isinya minta persetujuan Kementerian BUMN untuk mensinergikan itu (Flexi dengan Esia). Kalau masing-masing berjalan sendiri kelihatannya kekuatan untuk mempengaruhi pasar kurang. "Kalau kita kurang apalagi dengan mereka, makanya ini kita sinergikan menjadi kekuataan riil bisa menumbuhkan perusahaan," jelasnya. Ketika ditanya apakah rencana merger Flexi dengan Esia oleh Telkom akan dibahas dalam RUPS, Mustafa mengatakan kalau utusan tersebut adalah aksi korporasi. “Secara prinsip Kementerian BUMN setuju rencana merger tetapi belum kita berikan surat yang penting Telkomnya sudah memiliki image yang bagus. Apakah nanti joint operation itu go public atau tidak bukan masalah yang penting Telkom kan sudah Tbk,” jelasnya. [hid] Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 07/06/10 21:35 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih hasil speedtest-nya... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 07/06/10 22:25 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih ^ Wahh esia udah launch evdo ya...? Post Extras: 🖨️ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 08/06/10 00:18 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Flexi + Esia, yg laen bs langsung keok, haha Post Extras: 🖨️ Cetak |
| siryosaeba (Penasihat) 08/06/10 06:43 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Quote: rusco said: hasil speedtest-nya... bro....kalo masih cari beta tester utk evdo, saya posisi di bsd city, kartunya dikirimin aja ke rumah... modem ane udah punya yg haier ce100, ntar ane bantu cek. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 08/06/10 09:17 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Telkom siap caplok Bakrie Flexi & Esia berpotensi memonopoli pasar telepon tetap CDMA JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) siap mencaplok PT Bakrie Telecom Tbk untuk mengonsolidasi bisnis layanan telepon tetap berbasis code division multiple access (CDMA) di Indonesia. Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menyatakan akuisisi Bakrie Telecom yang memiliki unit CDMA bermerek Esia itu menjadi salah satu opsi selain merger, untuk kemudian digabungkan dengan Flexi, unit usaha CDMA Telkom. "Jika merger yang ditempuh, perseroan tidak harus mengeluarkan dana. Namun jika akuisisi, kami harus mengeluarkan dana. Kami pun sudah menyiapkan dana yang dibutuhkan jika opsi itu dinilai yang paling menguntungkan," ujarnya di Jakarta, kemarin. Sejalan dengan persiapan aksi korporasi itu, Telkom secara resmi kemarin mengajukan izin konsolidasi Flexi dengan Esia kepada Kementerian BUMN, selaku pemegang 59% saham Telkom yang mewakili pemerintah. Pernyataan Rinaldi itu sekaligus mengonfirmasi pemberitaan Bisnis sebelumnya mengenai sinergi Flexi dan Esia. Namun, Rinaldi menegaskan, sampai saat ini perseroan belum sampai pada keputusan final opsi mana yang akan dipilih. Semua opsi masih dalam pengkajian, dan kajian itu diharapkan rampung dalam 2 bulan ke depan. Oleh karena statusnya masih opsi, tegasnya, tidak berarti Telkom akan menjadi pembeli siaga rencana rights issue 40% saham Bakrie Telecom. "Saya sendiri baru dengar rencana rights issue Bakrie Telecom itu," katanya. Rumor mengenai rights issue Bakrie Telecom merebak kemarin nyaris bersamaan dengan pernyataan Rinaldi. Rumor itu menyebut saham Bakrie Telecom akan dilepas 40% dalam waktu dekat. Manajemen Bakrie Telecom membantah rumor ini. Namun, apabila mengacu pada angka 40% itu, jumlah saham baru pada rights issue Bakrie Telecom akan mencapai 11,39 miliar. Dengan harga penutupan emiten berkode BTEL itu kemarin di level Rp162 per saham, Bakrie Telecom akan meraup Rp1,84 triliun. Dana sebesar ini pula yang harus disediakan Telkom jika mau membeli saham rights issue Bakrie Telecom-yang apabila mendasarkan pada laporan keuangan kuartal I/2010, Telkom mampu membelinya karena jumlah kas dan setara kasnya mencapai Rp6,75 triliun. Merespons situasi ini, harga saham Bakrie Telecom kemarin naik 1,88% ke 162 per lembar. Sejak awal Juni, saat isu sinergi Flexi-Esia kian meruncing, harga saham berkode BTEL itu sudah naik 14,89%. Sebaliknya, harga saham Telkom kemarin kembali tergerus 1,89% ke Rp7.750 per lembar bersamaan datangnya sentimen negatif dari bursa global. Sepanjang tahun berjalan, harga saham berkode TLKM itu sudah tergerus 16,67%. Yang pasti, Rinaldi menyatakan, perseroan berharap penggabungan Flexi dan Esia itu bisa terealisasi akhir tahun ini. Sebab, penggabungan itu bagian dari transformasi bisnis Telkom menjadi perusahaan unggul di layanan telekomunikasi, informasi, media dan edutainment. Dia menjelaskan apabila opsi merger yang diambil, Telkom akan memisah (spin off) Flexi dengan membentuk perseroan terbatas sendiri. Untuk itu dibutuhkan waktu minimal 4 bulan. Perinciannya, 2 bulan di internal, dan sisanya di Kementerian Hukum dan HAM. Namun, apabila opsi akuisisi Bakrie Telecom yang diambil, dengan sendirnya Telkom akan mengendalikan seluruh divisi usaha berikut anak usaha Bakrie Telecom dengan porsi saham setara dengan yang dimiliki Bakrie Telecom saat ini. Mengomentari ini, Chief Executive Officer PT Bakrie & Brothers Tbk Bobby Gafur Sulistyo Umar mengatakan sebagai pemegang saham mayoritas Bakrie Telecom mengatakan saat ini layanan telekomunikasi tetap menjadi bisnis andalan Grup Bakrie. Apalagi, Bakrie Telecom memberi kontribusi pendapatan yang signifikan bagi Bakrie. "Terus terang belum ada rencana melepas Bakrie Telecom. Tapi kami tunggu apa tawaran Telkom. Kalau mereka serius dan tawarannya menarik, ya kami pelajari," katanya. Di tempat terpisah, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan pemerintah menyambut positif dan menyetujui konsolidasi Telkom dengan Bakrie Telecom, termasuk jika dilakukan melalui akuisisi. Alasannya, hal itu akan memberikan nilai tambah terutama bagi Telkom. Pergeseran pasar Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono memperkirakan pasar telekomunikasi seluler di Indonesia akan ramai seiring dengan rencana penggabungan layanan Telkom Flexi dan Esia. "Bisa menjadi big four [empat besar], setelah Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat." Dia mengungkapkan kalau hasil merger menimbulkan perusahaan baru, harus mengurus izin dan lisensi baru yang prosesnya bisa 1 tahun, mulai dari mendapatkan lisensi telekomunikasi baru, uji laik operasional, izin prinsip sampai penataan kembali lisensi seluler. "Kalau sekadar konsolidasi dengan nama lama atau merger atau akuisisi de-ngan menggunakan nama lama, belum ada aturannya. Misalnya, Esia dijual ke Telkom atau sebaliknya, itu cuma akuisisi," ujarnya. Mengenai potensi pelanggaran UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli, Nonot berpendapat apabila dipandang sebagai operator seluler tidak melanggar. Sebaliknya, apabila dipandang sebagai operator fixed wireless acces (FWA), berarti monopoli karena menguasai lebih dari 50% pasar. Heru Sutadi, anggota BRTI, meminta dilakukannya konsultasi terlebih dahulu dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena Telkom dan Bakrie Telecom merupakan pemain dominan di segmen telepon tetap nirkabel. Ketua KPPU Benny Pasaribu meminta pihak terkait melaporkan rencana merger akuisisi tersebut untuk dievaluasi dampaknya terhadap peta persaingan di industri telekomunikasi. "Memang tidak ada kewajiban untuk melaporkan kepada kami, namun sebaiknya rencana ini juga beritahukan," ujarnya. (arif pito yo/Bastasnul Siregar/Abraham Runga Mali) (bambang.jatmiko@bisnis. [tautan dihapus] Oleh Bambang P. Jatmiko & Fita Indah Maulani Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| muthex (Penasihat) 08/06/10 18:46 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih ada tester gratis nih?... ane di bandung cibiru....boleh dong samplenya Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 09/06/10 00:23 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih kalo ada ane juga mau donk bro.. heheh Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 09/06/10 05:51 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Bakrie pilih opsi merger Monopoli belum tentu langgar UU Persaingan Usaha JAKARTA: PT Bakrie & Brothers Tbk lebih memilih opsi merger daripada akuisisi yang ditimbang PT Telekomunikasi Indonesia Tbk untuk menyinergikan Flexi dan Esia. Chief Executive Officer Bakrie & Brothers Bobby Ghafur Umar menyatakan penggabungan dua unit bisnis tersebut lebih menguntungkan daripada perseroan melepas sebagian dari 49% sahamnya di Bakrie Telecom ke Telkom. "Sejauh ini kami memang belum memutuskan bentuk sinerginya seperti apa. Tetapi kalau mengambil sinerginya, mungkin kami akan melihat gabungan dua unit bisnis itu [Flexi dan Esia] lebih bagus," ujarnya di Jakarta kemarin. Seperti diberitakan, Telkom siap mengakuisisi Bakrie Telecom untuk mengonsolidasi bisnis layanan telepon tetap berbasis code division multiple access (CDMA) di Indonesia. Bobby berpendapat sinergi tersebut akan menaikkan nilai tambah kedua perusahaan. Namun, pembicaraan antara pihaknya dan Telkom belum sampai pada detail operasional pelaksanaan sinergi itu. Apalagi, selain merger dan akuisisi, masih ada berbagai opsi lain yang bisa dijalankan dalam sinergi tersebut. "Kami dan Telkom bisa saja melakukan kerja sama investasi. Tapi, kami perkirakan hasil pembicaraan sinergi itu sudah bisa diketahui dalam 2-3 bulan ke depan, karena hingga saat ini manajemen Bakrie Telecom juga belum melaporkan rencana sinergi itu ke kami," katanya. Bakrie Telecom sebelumnya pernah menjalin kerja sama dengan operator CDMA lain, yaitu Star One. Namun kerja sama tersebut tidak bisa berjalan optimal. Bobby berharap sinergi Flexi dan Esia kali ini bisa lebih efektif dan meningkatkan efisiensi. Suryadi Chandra Kasih, analis dan Head of Online Division PT Amcapital Securities, mengatakan rencana Telkom dan Bakrie Telecom mengonsolidasikan usaha keduanya akan menguntungkan secara finansial. Menurut dia, Telkom akan terbebas dari biaya operasional dan pemeliharaan besar di Flexi, sedangkan Bakrie Telecom mendapatkan dukungan pendanaan. Namun, sambungnya, pihak yang lebih diuntungkan dalam transaksi tersebut adalah Bakrie Telecom yang tengah menghadapi kendala pendanaan dari grup, terlihat dari nilai kewajiban yang ditanggung perusahaan. KPPU pantau Mendengar rencana akuisisi atau merger yang akan dilakukan Telkom dan Bakrie Telecom itu, KPPU pun berniat membahas hal itu untuk mengetahui apakah aksi korporasi itu melanggar hukum persaingan atau tidak. Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Tri Anggraini mengatakan bahwa sikap komisi itu akan ditentukan setelah dilakukan rapat internal bersama komisioner. Namun Bobby memilih tidak memberikan tanggapan ketika diminta tanggapannya atas sikap KPPU. "Kalau bagus dan menguntungkan, kami harus mendukung langkah sinergi itu," katanya. Menurut Tri, rencana Telkom dan Bakrie Telecom itu memiliki kecenderungan terjadinya monopoli. Namun monopoli belum tentu berakibat pada pelanggaran terhadap UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. "Apabila praktik monopoli itu berakibat menghambat pelaku usaha lain untuk bersaing secara sehat itu baru dapat dikatakan melanggar UU Persaingan Usaha," katanya. Untuk menilai praktik monopoli tersebut melanggar UU atau tidak, KPPU harus memeriksa dan melakukan analisis ekonomi terkait konsentrasi pasar setelah terjadinya merger atau akuisisi. Dia menyarankan kepada dua perusahaan itu melakukan konsultasi dengan KPPU atau melakukan notifikasi terkait dengan rencana tersebut supaya perusahaan lebih aman dalam mengembangkan usahanya. Notifikasi itu bertujuan untuk memeriksa nilai aset dan nilai penjualan apakah telah memenuhi batasan nilai sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi (Perkom) No. 1/2009 Tentang Pra-Notifikasi Penggabungan, Peleburan, dan Pengambilalihan. Satu perusahaan bukan bank telah memenuhi kualifikasi notifikasi apabila asetnya melebihi Rp 2,5 triliun dan omzet lebih dari Rp 5 triliun. Dedie S. Martadisastra, salah satu komisioner KPPU, yang selama ini sering menangani perkara yang berkaitan dengan bidang telekomunikasi, mengatakan pranotifikasi kepada lembaga persaingan usaha ini memang sebaiknya dilakukan oleh para pelaku usaha yang ingin melakukan ekspansi bisnis seperti merger atau akuisisi. Menurut dia, penguasaan pasar yang sangat besar, lebih dari 50%, sebagai hasil akuisisi atau merger akan memicu pengaturan harga. Hal itu terjadi di mana saja di dunia. "Untuk itu sebaiknya Telkom dan Bakrie Telecom mengajukan pranotifikasi terhadap rencana merger atau akuisisi di antara mereka agar tidak ada persoalan di kemudian hari," tuturnya. Mengakomodasi merger? Saat ini total jumlah pelanggan telepon tetap nirkabel (fixed wireless access/FWA) adalah sekitar 28 juta pelanggan (menurut riset internal Telkom). Dari jumlah tersebut, layanan Flexi dan Esia menguasai sekitar 26,9 juta pelanggan atau sekitar 96% pasar. Namun, apabila kedua produk tersebut dipandang sebagai layanan seluler, maka penguasaan pasar kedua layanan itu hanya sekitar 13,5% dari total jumlah pelanggan seluler 180 juta orang. Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono mengungkapkan kedua produk tersebut bisa dianggap sebagai seluler apabila pembahasan mengenai perhitungan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi berbasis pita (bandwidth) selesai. "Kami perkirakan selesai sebelum akhir tahun ini. Penerapan perhitungan BHP berbasis pita secara otomatis menghilangkan layanan FWA karena pada saat itulah berlaku unified access licensing," ujarnya. Unified access licensing atau lisensi akses gabungan adalah lisensi modern yang diberikan kepada setiap operator atas penggunaan pita frekuensi. Pemanfaatan pita tersebut diserahkan kepada operator, apakah akan digunakan untuk layanan FWA atau seluler. Pada saat lisensi gabungan tersebut diterapkan, BHP antara layanan seluler dan FWA disamakan sehingga operator akan cenderung menggunakannya untuk seluler yang memiliki jelajah lebih luas. Teknologi FWA atau teknologi mobile dengan akses terbatas hanya dikenal di Indonesia. Lisensi FWA diberikan untuk menjembatani keinginan Telkom dalam memberikan akses. Menurut anggota BRTI Heru Sutadi, saat ini dibahas perubahan regulasi penyelenggaraan layanan telekomunikasi dari semula berbasis radio (ISR) menjadi berbasis pita frekuensi (bandwitdh base). "Masih dibahas di Kementerian Keuangan." Jika usulan itu disetujui, pembedaan penyelenggaraan layanan telekomunikasi antara seluler dan FWA menjadi tidak relevan lagi karena operator membayar fee ke pemerintah berdasarkan pita frekuensi yang digunakan. (bastanul.siregar@[tautan dihapus] [tautan dihapus]) Reportase: 07/Elvani Harifaningsih/Bambang P. Jatmiko/Arif Gunawan S./Fita Indah Maulani/Roni Yunianto/Tri D. Pamenan Oleh Bastanul Siregar & M. Sarwani Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 09/06/10 05:53 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Merger Flexi - Esia Bakrie Brothers Belum Terima Lamaran Telkom Whery Enggo Prayogi - detikFinance Jakarta - PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR) sebagai induk usaha PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) belum menerima "lamaran" resmi dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). BNBR juga tidak mempermasalahkan bentuk sinergi yang nantinya disepakati antara BTEL dan anak usaha Telkom, Telkon Flexi, antara merger atau akuisisi. "Yang terpenting adalah sinergi frekuensi dan infrastruktur. Sinergi akan bagus karena ada penggabungan pelanggan Flexi 15 juta dan 11 juta Esia. Tapi saya belum terima penawaran dari Telkom," jelasnya CEO BNBR Boby Gafur saat ditemui di Hotel Mid Plaza Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selasa (8/6/2010). Bentuk sinergi yang memang santer tengah dibicarakan antara Telkom, Bakrie Telecom dan Kementerian BUMN, menurut Boby menjadi langkah yang baik. Pasalnya frekuensi yang tadinya diperebutan beberapa dua pemain besar di pasar CDMA, akan menyatu. "Penggabungan kan frekuansi dan infrastruktur kan ada cost efisiensi. Kalau merger akuisisi belakangan. Nanti akan lihat," jelasnya. "BTEL juga terima penawaran dari Telkom selaku anak usaha Telkom Flexi," paparnya. Skema penggabungan ini masih dalam pembahasan intensif antara kedua belah pihak. Ini ditegaskan Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah. Manajemen BTEL pun masih bungkam soal skema yang akan digunakan. Sinergi ini dipastikan Kementerian BUMN, Mustafa Abubakar, bertujuan untuk mengonsolidasikan dua usaha yang memimpin bisnis operator berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) yakni Telkom Flexi dan Esia, yang tentunya akan menghasilkan satu perusahaan telekomunikasi yang sangat kuat. Rinaldi menegaskan pula, proses ini akan memakan waktu kurang lebih 4 bulan. Setelah berubah status menjadi PT Telkom Flexi, proses merger dapat dilaksanakan. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| tonosaur (Penasihat) 09/06/10 09:18 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih wah kalo ada gratisan mau juga lahh... *ikut2an* Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 09/06/10 16:34 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih gratisannya asal bener aja neh speed nya.. hehee Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 10/06/10 11:12 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Fitch kaji ulang peringkat BTEL Mustafa menilai opsi merger menguntungkan kedua pihak JAKARTA: Perusahaan pemeringkat Fitch Ratings akan menelaah kembali peringkat PT Bakrie Telecom Tbk bila terjadi konsolidasi bisnis CDMA dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Associate Director Fitch Asia Pacific Marchelius Mario mengatakan konsolidasi keduanya akan mengurangi tekanan tarif antara kedua operator dan menyediakan sinergi pemasaran, peningkatan skala ekonomi dan mengurangi belanja modal ekspansi. Meski demikian, transaksi tersebut bisa memengaruhi peringkat Telkom dan Bakrie Telecom. "Fitch akan mencari kejelasan lebih jauh seputar struktur transaksi dan bagaimana operasi Bakrie Telecom dikombinasikan Telkom-Flexi sebelum pemeringkatan diberikan," tuturnya melalui surat elektronik kemarin. Fitch menilai transaksi tersebut justru tidak akan memengaruhi peringkat Telkom yang saat ini berada di posisi BB+/Stable atau setara dengan peringkat negara Indonesia yang juga BB+/Stable Meski detil transaksi belum dibuka, Marchelius menilai konsolidasi kedua operator code division multiple access (CDMA) terbesar itu menguntungkan industri telekomunikasi Indonesia di tengah iklim kompetisi seperti sekarang. Per Desember 2009, pelanggan Telkom-Flexi mencapai 15,1 juta sedangkan Bakrie Telecom mencapai 10,6 juta orang. Gabungan keduanya akan melahirkan operator nirkabel terbesar keempat di Indonesia, menyusul PT XL Axiata Tbk yang basis pelanggannya mencapai 31,4 juta. Kedua entitas itu kini beroperasi di kanal 800 megahertz (MHz) berdasarkan teknologi CDMA 2000 1x, masing-masing dengan bandwidth 5 MHz. Marchelius juga menilai pascakonsolidasi, kombinasi keduanya akan menciptakan diversifikasi geografi yang lebih baik di Indonesia karena saat ini terjadi tumpang-tindih basis pelanggan dan cakupan layanan keduanya. "Kebanyakan pelanggan Bakrie Telecom bertempat tinggal di Jakarta, Banten dan Jawa Barat, sedangkan basis Telkom-Flexi dan cakupan layananya lebih luas dari sisi lokasi geografi," ujarnya. Penuh sesak Fitch menilai industri nirkabel di Indonesia boleh dikatakan penuh sesak dengan total 10 pemain pada akhir 2009. Pelanggan industri mencapai 190 juta pada akhir tahun lalu, yang menyiratkan penetrasi utama 82%. Namun, penetrasi riil diperkirakan masih rendah di posisi sekitar 50% setelah disesuaikan dengan penghitungan keberadaan kartu SIM. Dengan penetrasi seluler masih relatif moderat, pertumbuhan yang wajar diharapkan tetap berlanjut untuk jangka menengah. Menteri BUMN Mustafa Abubakar akan mendukung jika sampai opsi merger yang ditempuh untuk mengawinkan Telkom dan Bakrie Telecom, karena lebih memicu pencapaian target pertumbuhan. Dia mengatakan Kementerian BUMN tidak memberikan arahan apa pun dalam menentukan antara opsi merger dan akuisisi, guna mengawinkan dua badan usaha yang menjalankan bisnis layanan telepon tetap berbasis CDMA Flexi dan Esia tersebut. "Secara prinsip kami setuju ada kerja sama ini, karena dapat memperkuat BUMN Telkom sendiri, dan saya melihat peluang win-win solution-nya besar," katanya kemarin.. Ketika ditanyakan niat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyusuri apakah aksi korporasi itu melanggar hukum persaingan dengan terciptanya kecenderungan terjadinya monopoli, Mustafa mengatakan akan dibicarakan oleh pihak Telkom dan Bakrie Telecom. Seperti diketahui Telkom menyatakan siap mengakuisisi, tetapi PT Bakrie & Brothers Tbk lebih memilih opsi merger. (Fahmi Achmad) (arif.gunawan@[tautan dihapus] /linda.silitonga@[tautan dihapus]) Oleh Arif Gunawan S. & Linda T. Silitonga Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 10/06/10 14:03 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Merger Flexi-Esia Harus Hindarkan Monopoli Penggabungan Esia dengan Telkom Flexi diharapkan tidak menimbulkan praktik monopoli dalam bisnis. Penggabungan dua operator CDMA terbesar itu diharapkan tetap dilakukan dalam koridor bisnis yang sehat. "Saya kira dihindari monopoli, saya tetap berpesan kalaupun ini terjadi penggabungan harus tetap dalam koridor bisnis yang sehat sebagai pelaku bisnis telekomunikasi," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar, saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (10/6/2010). Flexi saat ini tercatat sebagai operator CDMA terbesar pertama di Indonesia, sementara esia yang dimiliki oleh PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) merupakan operator CDMA terbesar kedua. Lembaga pemeringkat, Fitch Ratings sebelumnya mengatakan, hingga akhir tahun 2009, Telkom-Flexi tercatat memiliki 15,1 juta pelanggan, sementara Bakrie Telecom memiliki 10,6 juta pelanggan. Gabungan keduanya akan menciptakan operator dengan pelanggan terbesar keempat di Indonesia, dibelakang PT XL Axiata Tbk yang memiliki 31,4 juta pelanggan hingga akhir tahun 2009. Mustafa menyatakan pihaknya sudah memberikan sinyal merestui penggabungan kedua provider CDMA tersebut walaupun surat balasan kepada pihak Telkom atas permintaan gabungan tersebut belum diberikan. "Iya secara resmi belum dibalas, tapi secara prinsip sudah oke, go. Sudah bilang ke Pak Rinaldy (Dirut Telkom), secara prinsip oke. Sekarang tahapnya adalah melanjutkan negosiasi pihak sana-pihak sini bertemu untuk mencari formula yang win-win," tegasnya. Mustafa menilai penggabungan dua operator CDMA tersebut merupakan penambahan kekuatan bagi Telkom. "Itu aksi korporasi. Kalau mereka minta arahan dari Kementerian wajar-wajar saja secara prinsip kita melihat gabungan itu positif, penambah kekuatan bagi Telkom," ujarnya. Ia melihat penggabungan itu bukan mengisyaratkan Telkom mengalami kerugian. Hal tersebut, lanjutnya, terlihat dari jumlah pelanggan Telkom yang justru lebih banyak dari Esia. Telkom memiliki 15 juta pelanggan, sedangkan Esia 10-12 juta pelanggan. "Tidak rugi. Dan mereka juga saya rasa Pak Rinaldy sudah ada hitung-hitungan pasti sehingga merasa ada keyakinan kerjasama ini lebih keuntungan dari tidak. Kita kan sekitar punya 15 juta pelanggan, mereka kan 10-12 juta pelanggan, kalau ini dikerjasamakan menjadi satu kekuatan yang solid mungkin lebih mudah mengejar pertumbuhan," urainya. -Detik- Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 10/06/10 15:51 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih merger gini mau monopoli neh kayanya atau ga sudah takut ketinggalan dengan yg laen kali ye... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| eleven_oc (Pendatang Baru) 10/06/10 16:55 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih mang esia dah punya jaringan evdo? klo masih ngandelin CDMA 1X cepe deh..... sama aja kayak wimode skarang.... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 11/06/10 06:15 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Telkom pembeli siaga rights issue Bakrie Telecom JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Bakrie & Brothers Tbk akan menjadi pembeli siaga penawaran umum terbatas (rights issue) PT Bakrie Telecom Tbk yang dijadwalkan Agustus 2010. Seorang eksekutif yang terlibat dalam kerja sama itu mengatakan aksi tersebut merupakan tahap awal konsolidasi layanan telepon tetap berbasis CDMA (code division multiple access) milik Telkom dan Bakrie Telecom, Flexi dan Esia. "Kerja sama itu semula dijadwalkan ditandatangani malam ini [tadi malam]. Tapi kemudian diundur menunggu hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Telkom besok [hari ini]," ujarnya di Jakarta, tadi malam. Dia menjelaskan sejauh ini angka rights issue Bakrie Telecom masih dikalkulasi. Setelah mengantongi dana segar hasil rights issue, anak perusahaan Bakrie & Brothers itu akan mengakuisisi divisi Flexi setelah dipisah (spin off) menjadi perseroan terbatas, sehingga akhirnya terjadi merger. Informasi mengenai rencana rights issu Bakrie Telecom sempat muncul awal pekan ini bersamaan dengan pernyataan Telkom untuk menggabungkan Flexi dan Esia. Namun, saat itu baik manajemen Telkom maupun Bakrie Telecom sama-sama membantahnya. Dalam laporan keuangan Bakrie Telecom per Maret 2010, Bakrie & Brothers menguasai 34,38% saham atau 9,79 miliar saham Bakrie Telecom, sedangkan 65,62% saham lainnya dimiliki publik. Dengan asumsi rights issue Bakrie Telecom yang berkode BTEL dilaksanakan pada harga penutupan kemarin, yakni Rp170 per lembar, Bakrie & Brothers harus menyiapkan dana segar senilai Rp1,66 triliun untuk melaksanakan haknya agar tidak terdilusi. Menurut eksekutif itu, Telkom ingin menguasai 51% dari 34,38% saham Bakrie Telecom milik Bakrie & Brothers. Dengan asumsi harga BTEL Rp170 dan tak ada pemegang saham publik yang memakai haknya dalam rights issue, Telkom harus menyediakan Rp848,3 miliar. Berdasarkan laporan keuangan Telkom kuartal I/2010, jumlah dana yang harus disediakan BUMN telekomunikasi terbesar untuk mengendalikan mayoritas saham Bakrie Telecom itu hanya 12,5% dari jumlah kas dan setara kasnya yang mencapai Rp6,75 triliun. Memang dijadwalkan Dikonfirmasi atas informasi ini, seorang eksekutif puncak Grup Bakrie yang meminta identitasnya tidak dibuka mengatakan penandatanganan kesepakatan Telkom dan Bakrie Telecom memang sudah dijadwalkan pada Kamis malam. "Semula [penandatanganan] itu memang direncanakan pada Kamis malam [kemarin], tapi ditunda setelah RUPST Telkom karena ada beberapa poin yang belum disepakati," ujarnya tanpa memerinci poin-poin yang belum disepakati itu. Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah dan Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno yang coba dikontak tadi malam belum berhasil dihubungi. Namun sebelumnya, Rinaldi mengatakan manajemen siap menyediakan dana untuk mengonsolidasikan Flexi dan Esia. Secara terpisah, analis PT Asia Kapitalindo Securities Tbk Bodi Gautama menilai rights issue itu berpotensi besar mendongkrak kinerja Bakrie Telecom, karena perseroan memperoleh dana segar untuk pengembangan bisnis data. Opsi itu lebih mungkin diambil sebab opsi rights issue tanpa hak memesan efek lebih dahulu 10% tidak cukup mengakomodir niat Telkom menguasai mayoritas saham Bakrie Telecom. "Pertanyaannya, apa Grup Bakrie rela melepas dominasinya di Bakrie Telecom?" tuturnya. Terkait dengan utang Bakrie Telecom, Bodi mengatakan perseroan niscaya tak akan memakai dana hasil rights issue itu untuk membayar utang, meski posisi utang per 2009 mencapai Rp4 triliun. Pasalnya, posisi rasio utang terhadap ekuitas perseroan masih terjaga di level 1,29 kali. Angka tersebut terlihat masih lebih baik dibandingkan dengan PT Indosat Tbk yang mencapai 1,94 kali. Di sisi lain, rasio utang terhadap ekuitas Telkom masih lebih baik dari Bakrie Telecom, yakni 1,02 kali. Hingga akhir kuartal I/2010, Bakrie Telecom mempunyai utang jangka pendek Rp410,17 miliar dan utang jangka panjang Rp1,21 triliun. Selain itu, perseroan juga mempunyai obligasi Rp650 miliar dan surat utang senior US$250 juta atau Rp2,31 triliun. (Arif Gunawan S/Bastanul Siregar/ Abraham R. Mali) (wisnu.wijaya@ [tautan dihapus]) Oleh Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 11/06/10 17:07 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Quote: ikay said: mang esia dah punya jaringan evdo? klo masih ngandelin CDMA 1X cepe deh..... sama aja kayak wimode skarang.... Ada... maka dari itu flexi sama esia merger, soalnya kanal tambahan nya harus sharing, jadi lebih efisien kalo merger. CMIIW Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 11/06/10 17:44 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih @djuned89: bro jadi yg nebeng esia gt yah maksudnya? Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 12/06/10 07:52 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih 'Telkom tak diintervensi' Perombakan direksi dan komisaris ditunda JAKARTA: Spekulasi adanya faktor politik dalam rencana sinergi Flexi-Telkom dengan Esia-Bakrie Telecom merebak menyusul keputusan pemerintah menunda perombakan direksi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada RUPS perseroan, kemarin. Spekulasi itu beredar berdasarkan asumsi direksi baru Telkom kelak tergoda mengubah kebijakan strategis konsolidasi antara unit layanan telepon tetap berbasis CDMA (code division multiple access) milik Telkom dan PT Bakrie Telecom Tbk, Flexi dan Esia. "Tapi di sini saya tegaskan, tidak ada intervensi politik. Penundaan itu [perombakan direksi Telkom] semata karena masih harus menunggu hasil dari Tim Penilai Akhir (TPA)," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Jakarta kemarin, menepis spekulasi itu. Semula rapat umum pemegang saham (RUPS) Telkom mengagendakan dua hal, yakni pembagian dividen tahun buku 2009 dan perombakan direksi. Namun, agenda yang terakhir dibatalkan karena pemerintah, sebagai pemilik mayoritas saham Telkom, belum menyiapkan nama calon direksi pengganti. Rencana perombakan direksi itu sendiri terungkap pekan lalu, nyaris bersamaan dengan niat Telkom menyinergikan Flexi dan Esia. Selang satu hari setelah rencana perombakan tersebut terungkap, beredar lima nama kandidat Dirut Telkom. Kelima nama itu adalah Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah, mantan Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam, mantan Dirut PT Telkomsel Kiskenda Suriahardja, mantan Wakil Dirut PT Perusahaan Listrik Negara Rudiantara, dan Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Arief Yahya. Pemerintah juga akan mengganti posisi satu direktur, dua komisaris independen, dan komisaris utama. "Masa jabatan posisi itu sudah habis. Khusus untuk posisi dirut, kami sudah mengusulkan tiga nama untuk dinilai TPA," kata Mustafa. Kabar yang beredar, posisi direktur yang diganti adalah Direktur Enterprise dan Wholesale Arief Yahya, yang juga menjadi kandidat dirut pengganti Rinaldi. Untuk komisaris utama adalah Tanri Abeng, komisaris independen Arif Arryman dan P. Sartono. Mustafa menekankan perombakan direksi Telkom akan diagendakan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang jadwalnya belum ditentukan. Berdasarkan ketentuan pasar modal, perpanjangan dibolehkan paling cepat 35 hari. Dengan keputusan itu, pemegang saham akhirnya menyepakati memperpanjang masa jabatan direksi dan komisaris Telkom sampai RUPSLB tersebut. "Dan ini tak ada hubungannya dengan sinergi Flexi dan Esia, karena untuk yang itu pertimbangannya murni bisnis," katanya. Pembagian dividen Untuk dividen, RUPS menyepakati angka Rp5,66 triliun setara dengan Rp288,06 per saham atau 50% dari laba bersih 2009. Nilai itu terdiri atas dividen interim Rp524,19 miliar yang dibagi 28 Desember 2009 dan dividen final Rp5,14 triliun yang dibagikan 26 Juli nanti. RUPS juga menyepakati alokasi laba bersih untuk program kemitraan Rp28,33 miliar serta program bina lingkungan senilai Rp90 miliar. Sisa laba bersih akan ditempatkan sebagai laba ditahan. Deputi Menteri BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Sahala Lumban Gaol menambahkan pemerintah mengajukan perpanjangan sementara itu agar perseroan dapat menyelesaikan isu-isu pengembangan sesegera mungkin. Namun, Sahala juga menepis bahwa 'penyelesaian isu-isu pengembangan sesegera mungkin' itu adalah tercapainya kesepakatan antara manajemen Telkom dan Bakrie Telecom mengenai sinergi Flexi dan Esia. "Tidak ada urusannya. Itu hanya aksi korporasi biasa." Sementara itu, Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah menegaskan bahwa hingga saat ini Telkom belum membuat kesepakatan apapun dengan PT Bakrie and Brothers Tbk, induk usaha Bakrie Telecom, terkait dengan rencana konsolidasi Flexi dan Esia. "Saat ini kami tidak bisa memberikan pernyataan apa-apa karena belum ada kesepakatan apa-apa. Belum ada kesepakatan jual beli atau apa. Kalau ada sebagai perusahaan publik kan harus menyampaikan ke bursa," katanya. Rinaldi juga tidak mengonfirmasi atau membantah informasi yang menyebutkan perseroan menyimpan rencana untuk menjadi pembeli siaga penawaran umum terbatas (rights issue) saham Bakrie Telecom Tbk bersama dengan Bakrie & Brothers. "No comment," katanya. (Bambang P. Jatmiko) (ratna.ariyanti@[tautan dihapus] Oleh Ratna Ariyanti & Bastanul Siregar Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 13/06/10 07:54 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Quote: Hoekz said: @djuned89: bro jadi yg nebeng esia gt yah maksudnya? bisa dibilang iya (untuk diluar jabotabek),,,sebelumnya ditemukan kanal nyempil diantara kanal flexi dan esia, karena berimpit maka esia dapet sharingnya di daerah jabotabek sedangkan flexi diluar jabotabek..tapi tau sendiri kan, kalo jabtabek itu area "basah" buat internet..mungkin daripada jalan sendiri-sendiri kan kurang maksimal akhirnya digabung aja biar maksimal penggunaan kanalnya.. CMIIW Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 14/06/10 10:34 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Telkom & Bakrie belum sepakat soal kepemilikan Telkom tunjuk Bahana Securities sebagai penasihat JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Bakrie & Brothers Tbk belum sepakat mengenai pembagian porsi kepemilikan di PT Bakrie Telecom Tbk pascapenawaran umum terbatas operator CDMA itu. Seorang eksekutif yang mengetahui persoalan ini mengatakan kebijakan Kementerian BUMN yang menangguhkan pergantian direksi dan komisaris Telkom merupakan buntut dari belum rampungnya pembahasan usulan konsolidasi Flexi dan Esia, kedua merek dagang layanan telepon berbasis code division multiple access (CDMA) milik Telkom dan Bakrie Telecom. Rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan Telkom pada Jumat pekan lalu mempertahankan Rinaldi Firmansyah dan Tanri Abeng sebagai presdir dan preskom Telkom. Rapat membatalkan agenda pergantian keduanya dengan alasan belum adanya rekomendasi nama dari Tim Penilai Akhir di Kementerian BUMN. Namun, sumber tadi mengatakan penangguhan itu lantaran Rinaldi dan Tanri diminta untuk menyelesaikan negosiasi dengan Bakrie & Brothers, induk Bakrie Telecom. Malam sebelum RUPS Telkom digelar, manajamen Telkom, Bakrie & Brothers, dan Bakrie Telecom dijadwalkan untuk menandatangani memorandum kesepakatan. "Tetapi Telkom dan Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya Bakrie belum sepakat mengenai jumlah saham baru yang harus diserap saat rights issue Bakrie Telecom," tuturnya. Anindya, kata eksekutif itu, bersikeras Bakrie & Brothers dan Telkom mengambil porsi masing-masing 50%. Namun, Telkom justru ingin dominan dengan kepemilikan 51% dari jumlah saham yang dimiliki Bakrie & Brothers sekarang ini sekitar 39%. Keduanya akan menjadi pembeli siaga dalam pelaksanaan rights issue Bakrie Telecom. Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Presiden Direktur Bakrie & Brothers Bobby Gafur Sulistio Umar membantahnya. Menurut dia, sampai saat ini belum ada pertemuan langsung antara manajemen dan Telkom. Negosiasi operasional Pembahasan masih dilakukan di level operasional antara manajemen Bakrie Telecom dan Flexi. Pembicaraan lebih bersifat teknis mencakup bidang infrastruktur seperti pemanfaatan base transceiver station (BTS), frekuensi, kerja sama operasional sampai pemasaran. "Prosesnya masih berjalan terus. Kalau kami sebagai pemegang saham sedang mengkaji opsi terbaik. Bagi kami yang terpenting bukan harus mayoritas atau tidak, melainkan value creation yang timbul dari sinergi ini," paparnya. Meski tahapan pembicaraan menuju sinergi ini masih panjang, dia optimistis proses penggabungan keduanya bakal tuntas sebelum akhir tahun ini atau malah bisa lebih cepat. Pada perkembangan terkait, Telkom dikabarkan telah menunjuk PT Bahana Securities sebagai penasihat keuangan pelaksanaan sinergi Flexi-Esia ini. Tanri Abeng ketika dihubungi tidak merespons panggilan dan pesan yang dikirimkan Bisnis. Secara terpisah, Direktur Investment Banking Bahana Andi Sidharta mengatakan belum tahu menahu soal penunjukan tersebut. "Belum ada. Saya malah baru tahu," katanya. Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang menilai rencana pembentukan perusahaan patungan antara Telkom dan Bakrie Telecom lebih banyak untung ketimbang rugi. Menurut dia, jika persentase kepemilikan dalam pembentukan perusahaan gabungan tersebut tidak seimbang, pemilik minoritas tetap akan diuntungkan. "Jika Bakrie yang jadi minoritas, mereka tetap diuntungkan misalnya saja dari transfer teknologi. Saya pribadi melihat Telkom kemungkinan besar akan menjadi mayoritasnya. Sebab secara fundamental Telkom memang lebih kuat. Bisa 51%:49%, bisa 54:46%, atau malah lebih." (10) (pudji.lestari@[tautan dihapus] Oleh Pudji Lestari & Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 15/06/10 14:58 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Tiga detail 'konsolidasi' Flexi-Esia yang terabaikan Pejabat di Kementerian BUMN sibuk mengklarifikasi 'konsolidasi' Flexi-Telkom dengan Esia-Bakrie Telecom, menyusul dibatalkannya rencana perombakan direksi dan komisaris Telkom akhir pekan lalu. Tema klarifikasi: tak ada tekanan politik di balik 'konsolidasi' itu. Sebetulnya tak terlalu jelas benar dari mana datangnya spekulasi tersebut. Bantahan itulah yang agaknya justru memicu spekulasi bahwa tekanan itu memang ada-bahwa Telkom dipaksa menuntaskan 'konsolidasi' tersebut sebelum rapat pemegang saham merombak direksinya. Situasi seperti itu tak pelak mendorong orang mengaitkan 'konsolidasi' atau 'sinergi' Flexi dan Esia-istilah kabur yang dipilih Telkom sebagai ganti 'merger' atau 'akuisisi'-dengan pengaruh politik bos Partai Golkar cum pengendali Bakrie Telecom, Aburizal Bakrie. Kita memahami, menyatunya kekuatan politik dan bisnis, meski berbahaya, bukanlah suatu dosa. Namun, kita juga acap mendengar kabar tak sedap dari penyatuan itu, lalu muncul syak dan curiga: jangan-jangan politik jadi alat untuk mencapai tujuan pragmatis bisnis. Karena itu, sampai titik tertentu kita mungkin mengendus aroma politik di balik 'konsolidasi' dua unit layanan telepon tetap CDMA (code division multiple access) itu. Namun, tak berarti kita lalu abai pada detail penting yang memberi pemahaman dan perspektif lebih nyata. Dalam persoalan ini, paling tidak ada tiga detail yang perlu dicermati. Pertama, 'konsolidasi' itu adalah rencana lama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang dirumuskan 2 tahun silam, tak lama setelah Flexi memindah jalur frekuensinya dari 1.900 MHz ke 800 MHz. Untuk kepentingan tersebut, jauh sebelum menunjuk PT Bahana Securities, saat itu Telkom telah menetapkan UBS sebagai konsultan dan penasihat keuangannya. Atas mandat itu, UBS membuat riset berikut opsi-opsi dengan sederet analisis. Ada beberapa unit layanan CDMA yang dibedah dalam riset itu, antara lain Fren dari PT Mobile-8 Telecom Tbk, Smart dari PT Sinarmas Telecom, dan Esia dari PT Bakrie Telecom Tbk. Belakangan, persisnya 2 bulan lalu, Fren dan Smart bergabung. Persiapan 'konsolidasi' itu juga terefleksikan dalam tahapan 'kemandirian'-istilah kabur lagi dari Telkom untuk menggantikan 'pemisahan' atau spin off' Flexi yang dimulai 1 April 2009. Sejak itulah Telkom menasbihkan Flexi sebagai divisi independen. Detail kedua, kondisi keuangan Bakrie Telecom masih bagus. Sebagian kalangan mungkin melihat utang Bakrie Telecom sudah terlalu besar, sehingga mengakuisisinya berarti menalangi utang itu. Mengakuisisinya akan membayar terlalu mahal untuk rugi. Memang benar utang Bakrie Telecom terlalu besar jika dibandingkan dengan laba bersihnya. Per kuartal I/2010, utang jangka pendeknya Rp410,17 miliar, jangka panjang Rp1,21 triliun plus obligasi Rp650 miliar dan US$250 juta, sedangkan laba bersihnya Rp163 miliar. Akan tetapi, perbandingan itu bisa menyesatkan karena meski terdengar seksi, utang hanyalah salah satu subsistem dari keseluruhan kondisi keuangan dan prestasi perusahaan. Untuk melihat secara lebih utuh, tidak bisa tidak harus dilakukan analisis rasio keuangan. Fred Weston dan Thomas E. Copeland dalam Sawir (2001) menyebutkan analisis rasio keuangan mencakup paling tidak lima aspek, yakni (1) analisis likuiditas yang diukur dengan rasio lancar; dan (2) struktur keuangan yang diukur dengan rasio utang terhadap ekuitas. Lalu (3), aktivitas perusahaan yang diukur dengan rasio perputaran persediaan dan total aktiva; (4) profitabilitas yang diukur dengan margin laba, pengembalian total aktiva, dan ekuitas; serta (5) penilaian pasar yang diukur dengan rasio harga terhadap laba per saham. Dari sisi struktur keuangan, Bakrie Telecom masih meyakinkan karena rasio utang terhadap ekuitasnya terjaga di level 1,29 kali. Memang masih di bawah Telkom yang 1,02 kali, tapi lebih baik dari XL-Axiata (1,60), Indosat (1,94), atau Mobile-8 (17,2). Dari sisi penilaian pasar, yang sering dianggap mewakili variabel seperti persepsi yang sukar dikuantifikasi, rasio harga terhadap laba per saham Bakrie Telecom juga masih terlihat oke, 48,42 kali. Bandingkan saja dengan Telkom (13,53) XL-Axiata (11,45) atau Indosat (16,40). Dengan melihat struktur keuangan yang terjaga itu, kecil kemungkinan Bakrie Telecom memanfaatkan uang suntikan Telkom, katakanlah saat akuisisi kelak terjadi, untuk membayar utang. Pilihan menambah belanja modal atau menggenjot promosi jelas lebih realistis. Perlu segera ditambahkan, kenapa hampir semua perusahaan 'halo-halo' punya banyak utang, bahkan berkali-kali gagal bayar seperti Mobile-8, tak lain karena aplikasi pada sektor industri telekomunikasi yang selain padat modal dan teknologi, butuh banyak iklan dan promosi. Dua ancaman Detail ketiga, Esia telah menjadi ancaman bagi Flexi. Dalam 3 tahun terakhir sejak regulator memaksa Flexi memindahkan jalur frekuensinya hingga Flexi kehilangan banyak pelanggan, jumlah pelanggan Esia sudah melompat 179%, sedangkan Fleksi 148%. Sepanjang kuartal I/2010, pelanggan Esia tumbuh 37% dan Flexi 19%. Meski dari sisi jumlah pelanggan, Esia hanya menggaet 10,6 juta dan Fleksi 15,6 juta, lompatan fenomenal Esia itu dengan sendirinya menebar ancaman bagi Telkom pada dua sisi sekaligus, bisnis dan politik. Dari sisi bisnis, strategi Esia mendiversifikasi pertumbuhan melalui perluasan jaringan yang disertai integrasi horizontal dengan bank, portal berita, produsen ponsel, ditambah gimmick pemasaran yang kreatif dan seterusnya, jelas sangat potensial menggerogoti pangsa Flexi. Dari aspek politik, manajemen Telkom yang mungkin menyadari sudah tak lagi kreatif karena terlalu banyak duduk, lantas takut mempertanggungjawabkan kegagalannya mempertahankan dominasi Flexi, mengakuisisi Esia adalah pilihan pragmatis yang realistis. Bayangkan kalau Telkom tidak mencaplok Bakrie Telecom lalu sekonyong-konyong datang investor baru yang menyuntik modal ke Esia. Telkom akan kehilangan kesempatan meraih sumber pertumbuhan anorganik baru sekaligus meraup kredit politik bagi kinerjanya. Dari situ pula datang penjelasan kenapa Telkom menginginkan saham mayoritas di Bakrie Telecom. Dengan kepemilikan mayoritas itu, unit hasil 'konsolidasi' Flexi dan Esia kelak memiliki kapasitas menjaring dana lebih besar seperti Telkom, bukan Bakrie Telecom. Lalu, apakah dengan memahami tiga detail itu kemungkinan masuknya intervensi politik di balik 'konsolidasi' tersebut otomatis tertutup? Tentu saja tidak. Dalam sistem dan perangai politik yang menjadi wacana dominan saat ini, kemungkinan itu niscaya tetap terbuka. Tekanan politik masih mungkin masuk, misalnya jika Telkom dipaksa membeli saham baru rights issue Bakrie Telecom pada harga yang terlalu premium-seperti dikalkulasi sumber anonim yang dikutip The Wall Street Journal-hingga Rp8 triliun. Kompensasinya berupa, taruhlah, restu Aburizal Bakrie atas perpanjangan jabatan Rinaldi Firmansyah sebagai dirut Telkom. Sudah tentu segala kemungkinan itu buru-buru ditepis. "Intervensi itu tidak benar. Tidak pernah ada pembahasan itu. Kami di partai juga tak pernah membahasnya," kata Lalu Mara Satriawangsa, juru bicara Aburizal Bakrie, yang juga Wakil Sekjen Partai Golkar. Rinaldi sendiri enggan mengomentari spekulasi tersebut. "No coment," ujarnya seusai RUPS Telkom, Jumat pekan lalu. Kita berharap intervensi itu, apapun bentuknya, berhenti sebatas spekulasi. Meski menyadari, matematika politiknya bisa diterima nalar-seperti halnya racikan politik penyelesaian bailout Bank Century, atau kekalahan kontroversial pemerintah dalam kasus pajak Bumi. Kita juga boleh tidak suka dengan fakta bersatunya kekuatan bisnis dan politik dalam diri Aburizal Bakrie, mungkin seraya mengingat luapan lumpur Sidoarjo, perginya Sri Mulyani, atau peran barunya sebagai Ketua Harian Setgab Koalisi yang oleh sejumlah pengamat disebut 'perdana menteri'. Namun, tidak berarti kemudian kita boleh abai pada detail penting dibalik 'konsolidasi' Flexi-Telkom dan Esia-Bakrie Telecom itu sendiri. (bastanul.siregar@[tautan dihapus]) Oleh Bastanul Siregar Wartawan Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 15/06/10 18:25 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Selasa, 15/06/2010 13:12 WIB Bakrie Telecom Akui Jajaki Kerjasama dengan Telkom Angga Aliya - detikinet Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengakui saat ini pihaknya tengah melakukan penjajakan untuk melakukan kerjasama dengan PT Telkom (Persero) Tbk (TLKM). Namun hingga kini belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak. "Bakrie Telecom melakukan pembicaraan dengan Telkom dalam rangka menjajaki kemungkinan kerja sama," kata Sekretaris Perusahaan BTEL Harry Prabowo di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/6/2010). Namun menurutnya, hingga kini pembicaraan antara kedua perusahaan masih berlangsung dan belum ada kesepakatan yang dapat dilaporkan sesuai dengan ketentuan Bapepam-LK dan BEI mengenai keterbukaan informasi. "Kami senantiasa akan mentaati kewajiban keterbukaan kepada publik dan akan melakukannya segera setelah ada suatu peristiwa yang material," katanya. Sebelumnya, Telkom memastikan rencana penggabungan (merger) unit usahanya Telkom Flexi akan dijadikan perusahaan (PT) terlebih dahulu sebelum merger dengan BTEL. "Saya baru terima surat tadi pagi dari Telkom. Isinya usulan merger Flexi dengan Esia. Sekarang sedang tahap negosiasi," ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar beberapa waktu yang lalu. Mustafa mengatakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN sangat mendukung rencana tersebut. Sebab, lanjut Mustafa, merger dua operator selular berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) akan menghasilkan satu operator yang sangat kuat. Saat ini, Telkom Flexi menguasai 15 juta pelanggan, sedangkan Esia menguasai 10 juta pelanggan. Sehubungan dengan itu, Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah mengatakan tengah mempersiapkan langkah-langkah merger yang dimaksud. Rinaldi memperkirakan, proses merger Telkom Flexi dengan BTEL akan rampung antara akhir tahun 2010 atau awal tahun 2011. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 18/06/10 21:53 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih hasil test speed malam ini, lokasi Jogya... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 19/06/10 16:52 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Huaaa....mantappp dah..keknya mungkin launch nya langsung di beberapa kota ya.... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 20/06/10 11:56 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih wah untuk awal2 neh bagus neh coba mantau dulu ahh untuk beberapa waktu kedepan... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 23/06/10 05:59 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih test speed pagi ini, lokasi ibukota... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| DiGITaL_BrAiN (Penasihat) 23/06/10 13:32 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih wahh..kapan nih?? kyknya masih ok speednya hehehe Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 23/06/10 19:20 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Bakrie Telecom Dirikan Bakrie Connectivity Kehadiran Bakrie Connectivity akan memenuhi keinginan para pengguna internet broadband. Rabu, 23 Juni 2010, 18:11 WIB Arinto Tri Wibowo VIVAnews - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) hari ini resmi mengumumkan kehadiran unit anak usaha barunya, PT Bakrie Connectivity (BCONNECT). Anak usaha tersebut merupakan perpanjangan tangan usaha Bakrie Telecom untuk memasarkan layanan internet broadband wireless access (BWA) berkecepatan tinggi berbasis CDMA teknologi EVDO. "Kehadiran Bakrie Connectivity akan menjawab sekaligus memenuhi keinginan para pengguna internet broadband di Indonesia. Hal ini disebabkan karena potensi internet broadband sangat luar biasa di Indonesia," kata Direktur Utama Bakrie Telecom, Anindya N Bakrie dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Rabu 23 Juni 2010. Sebagai dasar, Anindya merujuk pada Data ITU (International Telecommunication Union) yang menunjukkan bahwa pada 2009 ada 30 juta pengguna internet di Indonesia atau penetrasinya baru mencapai 12,5 persen. Sementara itu, data sebuah lembaga konsultan dan riset bisnis internasional menyatakan akan ada 234 juta pelanggan selular di Indonesia atau 90 persen dari populasi penduduk pada 2014. Dari jumlah tersebut, 20 persen diproyeksikan menjadi pelanggan 3G. Sedangkan kontribusi pendapatan mobile data akan tumbuh 40 persen. Demikian pula pertumbuhan distribusi komputer yang tumbuh antara 25-30 persen setiap tahunnya. Data IDC memperlihatkan pada 2009 distribusi komputer terdapat 2,5 juta dan diperkirakan naik menjadi 3,5 juta pada 2010. Pertumbuhan distribusi komputer tersebut turut mendukung perkembangan penggunaan internet di Indonesia. "Kami yakin kehadiran anak usaha baru ini akan dapat menjawab keinginan pengguna internet broadband untuk tetap up to date dan exist di media-media pertemanan sosial seperti Facebook, Twitter, Myspace, dan lainnya," ujar dia. Bakrie Connectivity, menurut dia, ada untuk masyarakat yang bermobilitas tinggi, di mana kebutuhan untuk dapat mengakses internet broadband menjadi gaya hidup. Anindya juga kembali menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan yang terjangkau pada akses internet serta keinginan yang besar untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan telekomunikasi nasional. Menurut dia, Bakrie Connectivity tidak hanya akan mendorong tumbuhnya akses internet, tapi juga menciptakan positive consumer experience melalui semua fasilitas dari produk-produknya. Karena itu, dia menjelaskan, pengembangan bisnis Bakrie Connectivity adalah berorientasi pada kemudahan pemakaian produk. Selain itu, pengembangan bisnis itu berorientasi pada pemberian layanan, dan konten yang menarik serta pengenaan tarif yang bukan hanya terjangkau, tapi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen. Orientasi inilah diyakini oleh perusahaan akan memberi dampak positif kepada masyarakat pengguna jaringan internet. "Berkelana di jalur maya adalah suatu pengalaman yang menyenangkan. Menjadi jendela untuk memperluas wawasan pengetahuan," ujar dia. Karena itu, Bakrie Connectivity berupaya untuk menjauhkan kesan rumit ketika pengguna mulai mengakses internet. "Mulai dari koneksi pertama hingga surfing ke berbagai website akan kami permudah. Tinggal pasang alatnya," tutur Anindya. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 23/06/10 19:24 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Investasi Bakrie Connectivity US$100 Juta Nilai investasi itu diperhitungkan untuk memperbesar penetrasi pasar bisnis layanan data. Rabu, 23 Juni 2010, 18:19 WIB Arinto Tri Wibowo VIVAnews - PT Bakrie Telecom Tbk merencanakan investasi senilai US$100 juta tahun ini untuk mengembangkan PT Bakrie Connectivity (BCONNECT). Nilai investasi itu diperhitungkan sebagai upaya membesarkan penetrasi pasar dalam bisnis layanan data yang baru berkisar 10 persen. Penetrasi tersebut relatif kecil di tengah pertumbuhan teknologi digital yang pesat di seluruh dunia. Sebagai perbandingan, di Amerika dan Eropa penetrasi pasar bisnis serupa sudah lebih dari 40 persen. Asumsi pertumbuhan presentase itu akan berkelanjutan dan menghadirkan juga paradigma baru tentang ketergantungan personal maupun sosial terhadap internet. Demikian juga di Indonesia. "Itu sebabnya terbuka peluang bagi BCONNECT untuk memperbesar raihan penetrasi pasar (market share) di dalam negeri. Apa dan bagaimana strategi produk, pemasaran dan jenis layanan BCONNECT akan disampaikan dalam peluncuran produk BCONNECT yang rencananya akan kami gelar dalam satu dua hari ke depan," kata Direktur Utama PT Bakrie Connectivity, Erik Meijer, dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Rabu 23 Juni 2010. Selain itu, Bakrie Connectivity, menurut dia mampu menggandeng sebuah perusahaan berkelas internasional. Kerja sama ini akan memberikan pengalaman baru untuk para pengguna internet di Indonesia. Sayangnya, Erik masih enggan menjelaskan siapa mitra internasionalnya tersebut. "Tunggu satu hari lagi ketika kami perkenalkan produk baru Bakrie Connectivity. Yang pasti pelanggan akan mengalami sensasi yang jauh berbeda dibanding pengalaman berinternet selama ini," tuturnya. "Ini ciri khas Bakrie Connectivity dan akan kami pertahankan sebagai nilai lebih kepada pelanggan," ujar Erik. Dia menambahkan, kehadiran Bakrie Connectivity akan semakin memperkuat komitmen Bakrie Telecom dalam membuka akses telekomunikasi yang andal dan terjangkau. "Keyakinan kami tetap tak berubah bahwa komunikasi adalah hak dasar setiap manusia Indonesia. Tugas kami memfasilitasinya dan untuk itulah kami hadir," katanya. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 23/06/10 20:42 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Wah..bikin penasaran aja nih..... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 23/06/10 22:47 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih hehehe.. iyah neh mau tau dulu kalo saya mah.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| naive (Penasihat) 24/06/10 16:26 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Quote: AHA Modem CDMA EVDO Esia Rp. 499 ribu AHA (Always Happy Always) adalah produk wireless broadband access keluaran Bakrie Connectivity (BConnect) yang merupakan anak perusahaan Bakrie Telecom. Dengan mengusung teknologi CDMA EVDO Revision A, kemampuan akses internet AHA untuk mengunduh (download) mencapai 3,1 Mbps dan unggah (upload) hingga 1,8 Mbps. Peluncuran produk perdana BConnect tersebut dilakukan di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (24/6/2010). Saat ini AHA melayani konsumen di Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Malang, disusul Bogor hingga bertahap setiap minggu masuk ke kota-kota lainnya, dan ditargetkan akan mencakup lebih dari 10 kota di Indonesia sampai akhir 2010 Untuk mendukung layanan tersebut, BConnect juga menjual dua buah modem internet besutan vendor China Huawei dan Olive yang masing-masing seharga Rp 499 ribu, dengan kemampuan akses unduh hingga 3,1 Mbps dan kecepatan unggah hingga 1,8 Mbps. Sementara paket yang ditawarkan AHA dibagi menjadi tiga kelompok, yakni Paket Ekonomis, Paket Dinamis, dan Paket Fantastis. Paket Ekonomis menawarkan akses berkecepatan 200Kbps, dengan tarif bulanan Rp 80 ribu dan tarif harian Rp 4.000. Paket Dinamis menyediakan akses berkecepatan hingga 600Kbps, dengan tarif bulanan Rp 110 ribu, dan tarif harian Rp 6.000. Sementara Paket Fantastis menjanjikan akses berkecepatan hingga 3,1Mbps, dengan tarif bulanan Rp 200 ribu, dan tarif harian Rp 10.000. sumber: [tautan dihapus] Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 24/06/10 16:39 | 😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih Bakrie operasikan Bconnect JAKARTA: Manajemen Bakrie Telecom menyiapkan investasi sebesar US$100 juta menyusul beroperasinya unit anak usahanya yang baru yaitu PT Bakrie Connectivity (BConnect) yang diklaim sebagai perpanjangan tangan usaha operator itu dalam bisnis layanan Internet broadband. Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk Anindya N. Bakrie mengatakan unit usaha akses broadband nirkabel yang memungkinkan pengiriman data kecepatan tinggi berbasis CDMA dan berteknologi EVDO itu diharapkan memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia. "Bakrie Connectivity melihat potensi Internet broadband yang sangat luar biasa di Indonesia", ujarnya kemarin. Untuk mengembangkan BConnect, PT Bakrie Telecom Tbk merencanakan investasi senilai US$100 juta dalam tahun ini. Nilai Investasi ini diperhitungkan sebagai upaya membesarkan penetrasi pasar dalam bisnis layanan data yang baru berkisar 10%. Dia optimistis anak usaha baru tersebut tidak hanya akan mendorong tumbuhnya akses Internet, tetapi juga menciptakan pengalaman positif bagi konsumer melalui semua fasilitas dari produk-produknya. Menurut Erik Meijer, Direktur Utama PT Bakrie Connectivity, terbuka peluang bagi pihaknya untuk memperbesar pangsa pasar (market share) di dalam negeri. "Apa dan bagaimana strategi produk, pemasaran dan jenis layanan Bconnect akan di sampaikan dalam peluncuran produk BConnect yang rencananya akan kami gelar dalam satu dua hari ke depan." jelasnya. Bakrie Connectivity menggandeng sebuah perusahaan internasional dalam menjalankan bisnisnya. Namun Erik masih enggan menjelaskan siapa mitra internasionalnya tersebut. "Tunggu satu hari lagi ketika kami perkenalkan produk baru Bakrie Connectivity", ujarnya. Anindya mengungkap data ITU (International Telecommunication Union) yang menunjukkan bahwa tahun 2009 ada 30 juta pengguna Internet di Indonesia atau baru mencapai penetrasi 12,5%. Sementara itu, data sebuah lembaga konsultan dan riset bisnis internasional menyatakan akan ada 234 juta pelanggan selular di Indonesia atau 90% dari populasi penduduk di tahun 2014. Dari jumlah tersebut 20% diproyeksikan akan menjadi pelanggan 3G. Sedangkan kontribusi pendapatan mobile data akan tumbuh 40%. ( Fita Indah Maulani /Roni Yunianto) Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi