Home - Komunitas - Panduan - Kontak
Indonesian Gadgeteers
Forum Diskusi:
Main Index | Search | Panduan | Aturan | Kontak  ·  Tanpa registrasi: cukup isi nama
>> Forumponsel
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | 4 | (tampilkan semua)
Elnino899
(Penasihat)
23/03/10 10:52
🙂 Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
ini katanya Esia juga nanti akan terjun ke Broadband ..kira-kira dia pakai technology apa ya apakah pakai EVDO-REV A
mudahan mudahan harganya kompetitif dan berkualitas... jangan seperti Wimode internet paling mahal..

ini ambil dari Detik

BTel Siapkan Jurus Baru di Kompetisi Mobile Broadband
Andrian Fauzi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Bandung - Bakrie Telecom (BTel) saat ini tengah menyiapkan produk baru untuk layanan mobile broadband. Ibarat dalam sebuah pertarungan, perusahaan milik Bakrie Grup ini tengah menyiapkan jurus baru.

Tren industri telekomunikasi ke depannya memang banyak diprediksi akan beralih ke data. Saat ini tanda-tandanya juga sudah terlihat jelas. Semua operator saat ini trafik datanya meningkat tajam.

BTel sebagai salah satu operator berbasis CDMA pada dasarnya telah memiliki layanan broadband sejak dulu. Layanan yang diberi nama Wimode saat itu muncul sebagai alternatif bagi layanan broadband yang saat itu dikuasai oleh operator GSM.

Namun sayangnya perkembangan Wimode seakan jalan di tempat. Alhasil keberadaan Wimode sendiri mulai dilupakan oleh masyarakat.

Dalam sesi perbincangan santai dengan detikINET, EVP Sales Bakrie Telecom, Irfandi Firmansyah mengatakan bahwa masa depan industri telekomunikasi adalah data.

"Jelas komunikasi data adalah masa depan industri ini," tegasnya, Jumat (19/3/2010) petang.

Ditanya apakah pihaknya tidak terlambat menyambut pasar yang sudah haus akan layanan broadband, Irfandi menegaskan bahwa pihaknya tidak terlambat.

"Tidak telat. Karena sekali ketinggalan, 2-3 langkah bisa lewat. Ini kuda-kuda untuk menyambut kompetisi yang berat lain nantinya," katanya.

Lalu apakah layanan tersebut adalah penyempurnaan dari Wimode ataukah produk baru, Irfandi dengan diplomatis menjawab "Pokoknya dalam waktu dekat lah. Tahun ini yang jelas. Tunggu saja kejutan dari kami," katanya.

( afz / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan [tautan dihapus]
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
09/05/10 16:33
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
di tungguuuuuu.....
Post Extras: 🖨️ Cetak
Hoekz
(Penasihat)
10/05/10 12:54
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
semoga ga kaya telpon nya dah neh..
menunggu juga...
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
11/05/10 20:11
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
FYI..

--------------------------------------------

Selasa, 11/05/2010 16:36 WIB

Dirikan Bakrie Connectivity, BTEL Investasi US$ 100 Juta

Indro Bagus - detikFinance

Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyiapkan investasi US$ 100 juta untuk mengembangkan PT Bakrie Connectivity, anak usaha yang baru didirikan Maret 2010.

"Investasi untuk Bakrie Connectivity sebesar US$ 100 juta tahun ini," ujar Direktur Keuangan BTEL, Jastiro Abi di kantornya, Jakarta, Selasa (11/5/2010).

Bakrie Connectivity alias BCON merupakan anak usaha BTEL yang baru saja didirikan 11 Maret 2010. BCON bergerak di bidang perdagangan produk dan jasa berbasis internet provider dan multimedia.

Modal disetor BCON sebesar Rp 500 juta. Nilainya tidak besar. Sebab, perusahaan ini hanya berfungsi menjalankan operasional saja. "Dana investasi sebesar US$ 100 juta telah diperoleh dari hasil penerbitan obligasi US$ 250 juta," jelas Abi.

BTEL baru saja menyelesaikan penerbitan obligasi senilai US$ 250 juta. Dananya akan digunakan untuk melunasi utang bank sebesar US$ 175 juta, kemudian untuk pendanaan interest reserve account sebesar US$ 14,4 juta.

Abi mengatakan, pelunasan utang bank US$ 175 juta itu termasuk pelunasan pinjaman jangka pendek (bridge loan) sebesar US$ 45 juta dari Credit Suisse, Morgan Stanley, dan Bank of America Merril Lynch.

Pinjaman sebesar US$ 45 juta tersebut digunakan untuk investasi di BCON, sehingga untuk memenuhi investasi US$ 100 juta di BCON, masih dibutuhkan dana sebesar US$ 55 juta.

"Total pelunasan utang bank ditambah pendanaan interest reserve account sekitar US$ 189,4 juta. Jadi masih ada sisa dana obligasi US$ 60,6 juta. Dana ini untuk investasi ke BCON," ujarnya.

Selain itu, BTEL juga baru saja mendirikan anak usaha baru bernama PT Bakrie Network atau BNET pada 11 Maret 2010. BNET bergerak di bidang pembangunan infrastruktur jasa telekomunikasi.

"Jadi nanti BNET akan membangun berbagai infrastruktur telekomunikasi seperti jaringan fiber optik," jelas Abi.

Sayangnya, Abi belum dapat membeberkan investasi yang disiapkan perseroan untuk BNET. "Investasinya bisa lebih besar dari BCON. Tapi dia baru tahun depan, tidak tahun ini. Nilainya nanti deh," jelasnya. (dro/dnl)
Post Extras: 🖨️ Cetak
Hoekz
(Penasihat)
12/05/10 11:37
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
menunggu deh neh... hohoho
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
12/05/10 19:10
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
Jangan kecewakan penonton ya BTEL...
Post Extras: 🖨️ Cetak
Gliders
(Penasihat)
19/05/10 23:47
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
mana nih..?? alus bgt beritanya, Nyaris Tak TERDENGARRRRR...!!
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
04/06/10 12:53
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
Laba Bakrie Telecom Melonjak 407 Persen
Perkembangan positif laju pertumbuhan pelanggan mendorong pencapaian kinerja keuangan.
Selasa, 1 Juni 2010, 19:32 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews - PT Bakrie Telecom Tbk membukukan laba bersih selama kuartal I-2010 sebesar Rp 29 miliar. Perolehan laba itu tumbuh 407 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 6 miliar.

"Perkembangan positif pada laju pertumbuhan pelanggan mendorong pencapaian kinerja keuangan perusahaan pada kuartal I-2010," kata Direktur Keuangan Bakrie Telecom, Jastiro Abi, dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Selasa 1 Juni 2010.

Berdasarkan laporan keuangan yang telah di-review secara terbatas, Bakrie Telecom mencetak pendapatan usaha Rp 894 miliar pada kuartal I-2010 atau naik 9,5 persen dibanding pencapaian periode sama 2009 sebesar Rp 816 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih (net revenue) mencapai Rp 708 miliar, atau meningkat 7,6 persen dari Rp 658 miliar pada kuartal I-2009.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga melonjak sebesar 57,3 persen dari Rp 236 miliar pada kuartal I-2009 menjadi Rp 371 miliar pada periode sama 2010.

"Perseroan akan terus menjaga langkah efisiensi, sehingga mampu mempertahankan catatan positif kinerja keuangan," ujar Jastiro.

Apalagi, ke depan, dia melanjutkan, perusahaan juga akan semakin berkembang dengan memperluas layanan dengan menyediakan layanan data melalui anak usahanya, Bakrie Connectivity.

"Di satu sisi kami akan tetap fokus pada pertumbuhan organik perusahaan melalui Bakrie Telecom," tuturnya.

Bakrie Telecom juga telah mendapatkan kepercayaan investor internasional melalui dukungan penyediaan dana US$ 250 juta dari hasil penerbitan global bond.

Dana itu akan dimanfaatkan untuk pembiayaan kembali (refinancing) maupun pengembangan usaha di layanan data broadband.

"Tentunya kami ingin memanfaatkan dan sekaligus menjaga kepercayaan ini. Kami akan bekerja keras agar pertumbuhan Bakrie Telecom semakin baik," ujarnya. (umi)
Post Extras: 🖨️ Cetak
Hoekz
(Penasihat)
04/06/10 22:45
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
ditunggu kualitas yg mantap deh neh...
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
07/06/10 21:27
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
Semakin mendekati kenyataan...
-----------------------------------------
Senin, 07/06/2010 17:06 WIB
Merger Telkom Flexi dan Bakrie Telecom Rampung Akhir 2010
Nurseffi Dwi Wahyuni,Whery Enggo Prayogi - detikFinance

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) memastikan rencana menggabungkan (merger) unit usahanya Telkom Flexi dengan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Telkom Flexi akan dijadikan perusahaan (PT) terlebih dahulu.

"Saya baru terima surat tadi pagi dari Telkom. Isinya usulan merger Flexi dengan Esia. Sekarang sedang tahap negosiasi," ungkap Menteri BUMN, Mustafa Abubakar di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/6/2010).

Mustafa mengatakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN sangat mendukung rencana tersebut. Sebab, lanjut Mustafa, merger dua operator selular berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) akan menghasilkan satu operator yang sangat kuat.

"Tentu saja kita melihat positif, kita dukung, betul-betul win-win solution. Tentu saja kita berharap secepatnya. Selesai tahun ini," jelas Mustafa.

Saat ini, Telkom Flexi menguasai 15 juta pelanggan, sedangkan Esia menguasai 10 juta pelanggan. Sebagaimana dikatakan Mustafa, hasil merger 2 perusahaan ini akan menengahi persaingan yang selama ini terjadi (win-win solution).

Sehubunga dengan itu, Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah juga mengatakan tengah mempersiapkan langkah-langkah merger yang dimaksud. Ia mengatakan, perseroan tengah mempersiapkan pelepasan (spin off) Telkom Flexi untuk dijadikan sebuah perusahaan atau perseroan terbatas (PT). Saat ini, Telkom Flexi masih berupa unit usaha TLKM.

"Kalau masih menjadi divisi bisnis, spin off Flexi tidak bisa dilaksanakan. Prosesnya kan masih berlangsung, 2-3 bulan internal. Di Kehakiman 2-3 bulan juga. Ya sekitar 4 bulan selesai," ujar Rinaldi.

Rinaldi memperkirakan, proses merger Telkom Flexi dengan BTEL akan rampung antara akhir tahun 2010 atau awal tahun 2011.
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
07/06/10 21:29
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
07/06/2010 - 16:29
Menteri BUMN Dukung Merger Flexi-Esia
Makarius Paru

[tautan dihapus], Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung upaya Telkom dalam proses merger antara Flexi dengan Esia.

“Soal usulan dari Telkom soal rencana merger Flexi dengan Esia sekarang masih dalam tahap negoisasi. Ini adalah langkah korporasi. Kalau kami dari Kementerian BUMN menyambut positif rencana merger tersebut,” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/6).

Ia melanjutkan sepanjanga proses merger dalam skema win-win solution. Misalnya Telkom punya 15% dan Esia punya 10% dan nanti jumlah saham proporsional dengan itu. Nanti dalam bentuk joint operation apapun namanya yang penting win-win solusionnya ada.

“Intinya kita dukung, sepanjang win-win solution dan kita sedang mengkaji, Dan muda-mudahan dalam bulan ini atau dua bulan ke depan kajiannya sudah selesai,” katanya.

Ia mengakui kalau Telkom pernah mengajukan surat ke Kementerian BUMN, isinya minta persetujuan Kementerian BUMN untuk mensinergikan itu (Flexi dengan Esia). Kalau masing-masing berjalan sendiri kelihatannya kekuatan untuk mempengaruhi pasar kurang. "Kalau kita kurang apalagi dengan mereka, makanya ini kita sinergikan menjadi kekuataan riil bisa menumbuhkan perusahaan," jelasnya.

Ketika ditanya apakah rencana merger Flexi dengan Esia oleh Telkom akan dibahas dalam RUPS, Mustafa mengatakan kalau utusan tersebut adalah aksi korporasi. “Secara prinsip Kementerian BUMN setuju rencana merger tetapi belum kita berikan surat yang penting Telkomnya sudah memiliki image yang bagus. Apakah nanti joint operation itu go public atau tidak bukan masalah yang penting Telkom kan sudah Tbk,” jelasnya. [hid]
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
07/06/10 21:35
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
hasil speedtest-nya...
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
07/06/10 22:25
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
^
Wahh esia udah launch evdo ya...?
Post Extras: 🖨️ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
08/06/10 00:18
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
Flexi + Esia, yg laen bs langsung keok, haha
Post Extras: 🖨️ Cetak
siryosaeba
(Penasihat)
08/06/10 06:43
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
Quote:
rusco said:
hasil speedtest-nya...

bro....kalo masih cari beta tester utk evdo, saya posisi di bsd city, kartunya dikirimin aja ke rumah... modem ane udah punya yg haier ce100, ntar ane bantu cek.
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
08/06/10 09:17
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
Telkom siap caplok Bakrie
Flexi & Esia berpotensi memonopoli pasar telepon tetap CDMA

JAKARTA: PT Te­le­ko­mu­nikasi In­do­ne­sia Tbk (Tel­kom) siap men­caplok PT Bakrie Te­lecom Tbk un­tuk mengonsolidasi bis­nis la­yan­an telepon tetap berbasis code di­vision mu­ltiple access (CDMA) di Indonesia.

Direktur Utama Telkom Ri­naldi Firmansyah menyatakan akui­sisi Bakrie Telecom yang me­miliki unit CDMA bermerek Esia itu men­jadi salah satu opsi selain me­r­­­ger, untuk kemudian diga­bung­­­kan dengan Flexi, unit usa­ha CDMA Telkom.

"Jika merger yang ditempuh, per­seroan tidak harus mengeluar­kan dana. Namun jika akuisisi, ka­­mi harus mengeluarkan dana. Ka­­mi pun sudah menyiapkan da­na yang dibutuhkan jika opsi itu di­nilai yang paling menguntung­kan," ujarnya di Jakarta, ke­ma­rin.

Sejalan dengan persiapan aksi kor­porasi itu, Telkom secara res­mi kemarin mengajukan izin kon­­­solidasi Flexi dengan Esia ke­pada Kementerian BUMN, se­­la­ku pe­megang 59% saham Tel­­kom yang mewakili pemerintah. Per­nyataan Rinaldi itu sekaligus me­ngonfirmasi pemberitaan Bisnis se­­be­lum­­nya mengenai sinergi Fle­xi dan Esia.

Namun, Rinaldi menegaskan, sampai saat ini perseroan belum sampai pada keputusan final opsi ma­na yang akan dipilih. Semua opsi masih dalam pengkajian, dan kajian itu diharapkan rampung dalam 2 bulan ke depan.

Oleh karena statusnya masih op­si, te­gasnya, tidak berarti Tel­kom akan menjadi pembeli siaga ren­ca­na rights issue 40% saham Ba­krie Telecom. "Saya sendiri baru de­ngar rencana rights issue Ba­krie Telecom itu," katanya.

Rumor mengenai rights issue Bakrie Telecom merebak kemarin nya­ris bersamaan dengan pernya­taa­n Rinaldi. Rumor itu menyebut saham Bakrie Telecom akan di­­l­­epas 40% dalam waktu dekat. Ma­najemen Bakrie Telecom mem­­­­bantah rumor ini.

Namun, apabila mengacu pada angka 40% itu, jumlah saham baru pada rights issue Bakrie Te­le­com akan mencapai 11,39 miliar. Dengan harga penutupan emiten ber­kode BTEL itu kemarin di le­vel Rp162 per saham, Bakrie Te­le­com akan meraup Rp1,84 triliun.

Dana sebesar ini pula yang ha­rus disediakan Telkom jika mau membeli saham rights issue Ba­krie Telecom-yang apabila men­da­sarkan pada laporan keuangan kuar­tal I/2010, Telkom mampu mem­belinya karena jumlah kas dan setara kasnya mencapai Rp6,75 triliun.

Merespons situasi ini, harga sa­ham Bakrie Telecom kemarin naik 1,88% ke 162 per lembar. Se­­jak awal Juni, saat isu sinergi Flexi-Esia kian meruncing, harga sa­ham berkode BTEL itu sudah naik 14,89%.

Sebaliknya, harga saham Tel­kom kemarin kembali tergerus 1,89% ke Rp7.750 per lembar ber­­samaan datangnya sentimen ne­­gatif dari bursa global. Se­pan­jang tahun berjalan, harga saham ber­­kode TLKM itu sudah tergerus 16,67%.

Yang pasti, Rinaldi menya­ta­kan, perseroan berharap pengga­bung­an Flexi dan Esia itu bisa te­realisasi akhir tahun ini. Sebab, peng­gabungan itu bagian dari trans­­formasi bisnis Telkom menjadi perusahaan unggul di la­yan­an telekomunikasi, informasi, me­­dia dan edutainment.

Dia menjelaskan apabila opsi me­­rger yang diambil, Telkom akan memisah (spin off) Flexi de­ngan membentuk perseroan ter­ba­tas sendiri. Untuk itu dibutuhkan waktu minimal 4 bulan. Pe­rinciannya, 2 bulan di internal, dan sisanya di Kementerian Hu­kum dan HAM.

Namun, apabila opsi akuisisi Ba­krie Telecom yang diambil, de­ngan sendirnya Telkom akan me­ngendalikan seluruh divisi usaha be­rikut anak usaha Bakrie Te­le­com dengan porsi saham setara de­ngan yang dimiliki Bakrie Te­lecom saat ini.

Mengomentari ini, Chief Exe­cu­tive Officer PT Bakrie & Bro­thers Tbk Bobby Gafur Sulistyo Umar mengatakan sebagai pe­me­gang saham mayoritas Bakrie Te­lecom mengatakan saat ini la­yan­an telekomunikasi tetap menjadi bis­nis andalan Grup Bakrie.

Apalagi, Bakrie Telecom mem­be­ri kontribusi pendapatan yang sig­nifikan bagi Bakrie. "Terus te­rang belum ada rencana melepas Ba­krie Telecom. Tapi kami tunggu apa tawaran Telkom. Kalau me­­­reka serius dan tawarannya me­­­narik, ya kami pelajari," ka­ta­nya.

Di tempat terpisah, Menteri BUMN Mustafa Abubakar me­nga­takan pemerintah menyambut positif dan menyetujui konso­lidasi Telkom dengan Bakrie Te­le­com, termasuk jika dilakukan me­lalui akuisisi. Alasannya, hal itu akan memberikan nilai tambah terutama bagi Telkom.

Pergeseran pasar

Anggota Badan Regulasi Te­le­ko­munikasi Indonesia (BRTI) No­not Harsono memperkirakan pa­sar telekomunikasi seluler di In­do­nesia akan ramai seiring de­ngan rencana penggabungan la­yan­an Telkom Flexi dan Esia. "Bi­sa menjadi big four [empat be­sar], se­telah Telkomsel, XL Axia­ta, dan In­dosat."

Dia mengungkapkan kalau ha­sil merger menimbulkan perusa­ha­an baru, harus mengurus izin dan lisensi baru yang pro­­sesnya bi­sa 1 tahun, mulai da­ri menda­pat­kan lisensi telekomu­ni­­kasi ba­ru, uji laik operasional, izin prinsip sampai pe­na­ta­an kem­bali li­sensi seluler.

"Kalau se­ka­dar konsolidasi de­ngan nama lama atau merger atau akuisisi de-ngan mengguna­kan na­ma la­ma, be­lum ada aturannya. Mi­sal­nya, Esia di­jual ke Telkom atau se­­baliknya, itu cu­­ma akuisisi," ujar­­­nya.

Mengenai potensi pelang­gar­an UU No. 5/1999 tentang La­r­angan Praktik Monopoli, No­not berpen­da­pat apabila dipandang sebagai ope­­rator seluler ti­dak melanggar. Se­­baliknya, apabi­la dipandang se­ba­gai operator fixed wireless acces (FWA), ber­arti monopoli karena me­nguasai lebih dari 50% pasar.

Heru Sutadi, anggota BRTI, me­minta dilakukannya konsultasi ter­lebih dahulu dengan Komisi Peng­awas Persaingan Usaha (KPPU) karena Telkom dan Ba­krie Telecom merupakan pemain do­­minan di segmen telepon tetap nir­­kabel.

Ketua KPPU Benny Pasaribu me­minta pihak terkait melapor­kan rencana merger akuisisi tersebut untuk dievaluasi dam­pak­nya te­rhadap peta persaingan di in­dustri telekomunikasi.

"Memang ti­dak ada kewajiban untuk mela­por­kan kepada kami, namun se­baiknya rencana ini ju­ga berita­hu­kan," ujarnya. (arif pito yo/Bastasnul Siregar/Abraham Runga Mali) (bambang.jatmiko@bisnis. [tautan dihapus]

Oleh Bambang P. Jatmiko & Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
muthex
(Penasihat)
08/06/10 18:46
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
ada tester gratis nih?... ane di bandung cibiru....boleh dong samplenya
Post Extras: 🖨️ Cetak
Hoekz
(Penasihat)
09/06/10 00:23
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
kalo ada ane juga mau donk bro.. heheh
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
09/06/10 05:51
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
Bakrie pilih opsi merger
Monopoli belum tentu langgar UU Persaingan Usaha

JAKARTA: PT Bakrie & Brothers Tbk lebih me­­milih opsi merger da­ri­pada akuisisi yang di­tim­bang PT Te­le­ko­mu­ni­kasi Indonesia Tbk un­tuk menyinergikan Flexi dan Esia.

Chief Executive Officer Bakrie & Brothers Bobby Ghafur Umar me­nyatakan penggabungan dua unit bisnis tersebut lebih meng­un­tungkan daripada perseroan me­lepas sebagian dari 49% sa­ham­nya di Bakrie Telecom ke Tel­kom.

"Sejauh ini kami memang be­lum memutuskan bentuk siner­gi­nya seperti apa. Tetapi kalau me­ng­ambil sinerginya, mungkin ka­mi akan melihat gabungan dua unit bisnis itu [Flexi dan Esia] le­bih bagus," ujarnya di Jakarta ke­marin.

Seperti diberitakan, Telkom si­ap mengakuisisi Bakrie Telecom un­tuk mengonsolidasi bisnis la­yan­an telepon tetap berbasis code division multiple access (CDMA) di Indonesia.

Bobby berpendapat sinergi ter­sebut akan menaikkan nilai tambah kedua perusahaan. Namun, pem­bicaraan antara pihaknya dan Telkom belum sampai pada de­tail operasional pelaksanaan s­i­ner­gi itu. Apalagi, selain merger dan akuisisi, masih ada berbagai op­­si lain yang bisa dijalankan da­lam sinergi tersebut.

"Kami dan Telkom bisa saja me­lakukan kerja sama investasi. Tapi, kami perkirakan hasil pem­bi­caraan sinergi itu sudah bisa di­ketahui dalam 2-3 bulan ke de­pan, karena hingga saat ini ma­na­jemen Bakrie Telecom juga be­lum melaporkan rencana sinergi itu ke kami," katanya.

Bakrie Telecom sebelumnya per­nah menjalin kerja sama de­ngan operator CDMA lain, yaitu Star One. Namun kerja sama ter­se­but tidak bisa berjalan optimal. Bob­by berharap sinergi Flexi dan Esia kali ini bisa lebih efektif dan me­ningkatkan efisiensi.

Suryadi Chandra Kasih, analis dan Head of Online Division PT Am­capital Securities, menga­ta­kan rencana Telkom dan Bakrie Te­lecom mengonsolidasikan usa­ha keduanya akan menguntung­kan secara finansial.

Menurut dia, Telkom akan ter­be­bas dari biaya op­e­rasional dan pemeliharaan besar di Fle­xi, se­dangkan Bakrie Telecom men­da­pat­kan dukungan penda­na­an.

Namun, sambungnya, pihak yang lebih diuntungkan dalam tran­saksi tersebut adalah Bakrie Te­lecom yang tengah mengha­dapi kendala pendanaan dari grup, terlihat dari nilai kewajiban yang ditanggung perusahaan.

KPPU pantau

Mendengar rencana akuisisi atau merger yang akan dilakukan Tel­kom dan Bakrie Telecom itu, KPPU pun berniat membahas hal itu untuk mengetahui apakah aksi korporasi itu melanggar hu­kum persaingan atau tidak.

Wakil Ketua Komisi Pengawas Per­saingan Usaha (KPPU) Tri Ang­graini mengatakan bahwa si­kap komisi itu akan ditentukan se­telah dilakukan rapat internal ber­sama komisioner.

Namun Bobby memilih tidak mem­berikan tanggapan ketika di­minta tanggapannya atas sikap KPPU. "Kalau bagus dan meng­un­tungkan, kami harus mendu­kung langkah sinergi itu," ka­ta­nya.

Menurut Tri, rencana Telkom dan Bakrie Telecom itu memiliki ke­cenderungan terjadinya mo­­nopo­li.

Namun monopoli belum tentu berakibat pada pelanggaran terhadap UU No. 5/1999 tentang La­ra­ngan Praktik Monopoli dan Per­saingan Usaha Tidak Sehat.

"Apa­bila praktik monopoli itu ber­akibat menghambat pelaku usaha lain untuk bersaing secara se­hat itu baru dapat dikatakan me­langgar UU Persaingan Usa­ha," ka­ta­nya.

Untuk menilai praktik mono­po­­li tersebut melanggar UU atau ti­dak, KPPU harus memeriksa dan me­la­kukan analisis ekonomi terkait ko­nsentrasi pasar se­te­lah terja­di­nya merger atau akui­sisi.

Dia menyarankan kepada dua per­usahaan itu melakukan kon­sul­tasi dengan KPPU atau me­la­ku­kan notifikasi terkait dengan ren­c­­ana tersebut supaya perusa­ha­an lebih aman dalam mengem­bang­kan usahanya.

Notifikasi itu bertujuan untuk me­meriksa nilai aset dan nilai pen­­jualan apakah telah me­me­nuhi batasan nilai sebagai­ma­na di­atur dalam Peraturan Komisi (Per­kom) No. 1/2009 Tentang Pra-Notifikasi Penggabungan, Pe­le­­buran, dan Pengambilalihan.

Satu perusahaan bukan bank telah memenuhi kualifikasi notifikasi apabila asetnya melebihi Rp 2,5 triliun dan omzet lebih da­ri Rp 5 triliun.

Dedie S. Martadisastra, salah sa­tu komisioner KPPU, yang selama ini sering menangani perkara yang berkaitan dengan bidang te­le­komunikasi, mengatakan pra­no­­tifikasi kepada lembaga per­saing­an usaha ini memang se­baik­nya dilakukan oleh para pe­laku usaha yang ingin me­la­ku­kan ekspansi bisnis seperti mer­ger atau akuisisi.

Menurut dia, penguasaan pa­sar yang sangat besar, lebih dari 50%, sebagai hasil akuisisi atau merger akan memicu pengaturan har­ga. Hal itu terjadi di mana saja di dunia.

"Untuk itu sebaiknya Telkom dan Bakrie Telecom mengajukan pranotifikasi terhadap rencana merger atau akuisisi di antara me­­reka agar tidak ada persoalan di ke­mudian hari," tuturnya.

Mengakomodasi merger?

Saat ini total jumlah pelanggan te­lepon tetap nirkabel (fixed wireless access/FWA) adalah sekitar 28 juta pelanggan (menurut riset internal Telkom). Dari jumlah ter­se­but, layanan Flexi dan Esia me­ngua­sai sekitar 26,9 juta pe­lang­gan atau sekitar 96% pa­sar.

Namun, apabila kedua produk ter­sebut dipandang sebagai la­yan­­an seluler, maka penguasaan pa­­sar kedua layanan itu ha­nya se­ki­tar 13,5% dari total jumlah pe­lang­gan seluler 180 ju­ta orang.

Anggota Badan Regulasi Te­le­ko­munikasi Indonesia (BRTI) No­not Harsono mengungkapkan ke­dua produk tersebut bisa dianggap sebagai seluler apabila pem­ba­hasan mengenai perhitungan biaya hak penggunaan (BHP) fre­ku­ensi berbasis pita (bandwidth) se­lesai.

"Kami perkirakan selesai se­be­lum akhir tahun ini. Penerapan per­hitungan BHP berbasis pita se­cara otomatis menghilangkan la­yan­an FWA karena pada saat itulah berlaku unified access licen­sing," ujarnya.

Unified access licensing atau li­sensi akses gabungan adalah li­sen­si modern yang diberikan ke­pada setiap operator atas penggu­na­an pita frekuensi. Pemanfaatan pi­ta tersebut diserahkan kepada ope­rator, apakah akan digunakan un­tuk layanan FWA atau seluler.

Pada saat lisensi gabungan ter­sebut diterapkan, BHP antara la­yan­an seluler dan FWA di­sa­ma­kan sehingga operator akan cen­de­rung menggunakannya untuk se­luler yang memiliki jelajah le­bih luas.

Teknologi FWA atau teknologi mo­bile dengan akses terbatas ha­nya dikenal di Indonesia. Lisensi FWA diberikan untuk menjemba­tani keinginan Telkom dalam mem­berikan akses.

Menurut ang­gota BRTI Heru Sutadi, saat ini dibahas perubahan regulasi pe­nyelenggaraan la­yan­an telekomunikasi dari se­mu­la berbasis radio (ISR) menjadi ber­­basis pita fre­kuensi (bandwitdh base). "Masih di­ba­has di Ke­men­terian Ke­uang­an."

Jika usulan itu disetujui, pem­bedaan penyelenggaraan la­yanan telekomunikasi antara se­lu­ler dan FWA menjadi tidak re­­levan lagi karena operator mem­bayar fee ke pe­­merintah ber­­­d­asarkan pi­ta fre­ku­ensi yang di­­gunakan. (bastanul.siregar@[tautan dihapus] [tautan dihapus])

Reportase: 07/Elvani Harifa­ning­sih/Bambang P. Jatmiko/Arif Gu­nawan S./Fita Indah Mau­la­ni/Roni Yunianto/Tri D. Pamenan

Oleh Bastanul Siregar & M. Sarwani
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
09/06/10 05:53
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
Merger Flexi - Esia
Bakrie Brothers Belum Terima Lamaran Telkom
Whery Enggo Prayogi - detikFinance

Jakarta - PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR) sebagai induk usaha PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) belum menerima "lamaran" resmi dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). BNBR juga tidak mempermasalahkan bentuk sinergi yang nantinya disepakati antara BTEL dan anak usaha Telkom, Telkon Flexi, antara merger atau akuisisi.

"Yang terpenting adalah sinergi frekuensi dan infrastruktur. Sinergi akan bagus karena ada penggabungan pelanggan Flexi 15 juta dan 11 juta Esia. Tapi saya belum terima penawaran dari Telkom," jelasnya CEO BNBR Boby Gafur saat ditemui di Hotel Mid Plaza Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selasa (8/6/2010).

Bentuk sinergi yang memang santer tengah dibicarakan antara Telkom, Bakrie Telecom dan Kementerian BUMN, menurut Boby menjadi langkah yang baik. Pasalnya frekuensi yang tadinya diperebutan beberapa dua pemain besar di pasar CDMA, akan menyatu.

"Penggabungan kan frekuansi dan infrastruktur kan ada cost efisiensi. Kalau merger akuisisi belakangan. Nanti akan lihat," jelasnya.

"BTEL juga terima penawaran dari Telkom selaku anak usaha Telkom Flexi," paparnya.

Skema penggabungan ini masih dalam pembahasan intensif antara kedua belah pihak. Ini ditegaskan Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah. Manajemen BTEL pun masih bungkam soal skema yang akan digunakan.

Sinergi ini dipastikan Kementerian BUMN, Mustafa Abubakar, bertujuan untuk mengonsolidasikan dua usaha yang memimpin bisnis operator berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) yakni Telkom Flexi dan Esia, yang tentunya akan menghasilkan satu perusahaan telekomunikasi yang sangat kuat.

Rinaldi menegaskan pula, proses ini akan memakan waktu kurang lebih 4 bulan. Setelah berubah status menjadi PT Telkom Flexi, proses merger dapat dilaksanakan.
Post Extras: 🖨️ Cetak
tonosaur
(Penasihat)
09/06/10 09:18
😐 Re: Esia akan terjun ke bisnis Broadband ..internet nih
wah kalo ada gratisan mau juga lahh...

*ikut2an*
Post Extras: 🖨️ Cetak
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | 4 | (tampilkan semua)
🔒 Topik lama, hanya bisa dibaca. Isinya diambil dari forum Forum Ponsel yang dulu: tautan, nomor telepon, dan alamat email sudah disembunyikan. Ingin kiriman ini dihapus atau dikoreksi? Hubungi kami dan sebutkan alamat halaman ini. Ingin membahas topik serupa? Buat topik baru di Forumponsel.
Isi forum adalah pendapat pengirimnya. Kiriman diperiksa sebelum tampil. © Forum Ponsel · Privasi · Syarat · Aturan forum