| auliafathya (Anggota) 29/09/09 15:50 | π Akhirnya Fren di beli SMART Saya dengar dari teman2 yang kerja di smart nopember tahun ini smart bakal akuisisi Fren dan keputusan ini hampir final 80% dan mereka juga sudah mendesign kajian tekniknya, misalnya saja untuk frekwensi yang di pakai SMART sekarang yaitu Frek. 1900 akan murni dipakai untuk broadband data (internet) sedang untuk Voice semua akan di alihkan di Frek 800 milik Fren( mobile-8) sehingga persis Operator GSM yaitu untuk 2G di Frekwensi 900 dan 3G di Frekwensi 1900 dan bakal ada pembangunan besar2 an karena di semua site atau tower smart akan di pasang BTS frek 800 milik Fren, maka bisa dipastikan signal Fren akan semakin bagus...... Ujung2 nya ya kita semakin uenak.... karena telphone semakin murah meriah Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| auliafathya (Anggota) 15/11/09 15:21 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Bukannya mo main di GSM tapi mobile-8 akan digabung dg Smart dimana akhirnya nanti untuk Voice itu di frekwensi 800 milik mobile-8 skrg dan untuk data atau internetnya di frek 1900 yg dipake smart skrg gitu loh... dan itu bisa krn sudah ada BTS dual band plus dg EVDO rev. B sekalian. jadi satu BTS itu mancarin 2 frek yaitu frek 800 dan juga frek 1900 dan juga mancarin EVDO rev. B ( dimana EVDO rev.B itu bisa mancarin data dengan kecepatan douwnloods 5 - 8 M/s hampir setara dengan 4G/LTE) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 20/11/09 11:44 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Jumat, 20/11/2009 10:23 WIB Para Pemilik Baru FREN Nurul Qomariyah - detikFinance Jakarta - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) telah melepas seluruh kepemilikan sahamnhya di PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN). Siapa saja para pemilik FREN saat ini? Dalam penjelasannya Rabu, 11 November 2009 lalu, BMTR mengumumkan telah melepas sisa kepemilikannya di FREN sebesar 19% ke 3 investor. Salah satunya adalah Gerbangmas Tunggal Sejahtera yang merupakan kelompok usaha Sinarmas Grup. Namun dua investor lainnya belum dipublikasikan dengna alasan belum menutup transaksinya. FREN dalam keterbukaan informasinya ke BEI yang dikutip Jumat (20/11/2009) menjelaskan, komposisi pemegang saham perseroan lebih dari 5% adalah: * Jerash: 32% * Boquete Group SA: 7% * Qualcomm Incorporated: 5,01% * PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera: 5% * Centurion Asset Management Ltd: 7% * Masyarakat: 43,99%. "Sampai hari ini perseroan belum memperoleh informasi mengenai adanya rencana pemegang saham baru eprseroan untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya," jelas Corporate Secretary FREN, Chris Taufik. FREN didirikan pada Desember 2002 dan kegiatan operasionalnya dimulai Desember 2003. Perusahaan adalah operator seluler yang menggunakan teknologi CDMA 800 MHz dengan Fren sebagai mereknya. Selain itu juga memiliki nirkabel tetap fixed wireless access dengan merek Hepi yang diluncurkan semester I-2008. FREN adalah operator seluler terbesar keempat di Indonesia. Pemilik saham FREN per 30 September 2008 sebelumnya adalah: * Jerash Investment Ltd (32%), * PT Global Mediacom Tbk (19%), * Qualcomm Incorporated (5,01%), * KT Freetel Co Ltd Korea (2%) dan * publik (41,99%). (qom/dnl) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/12/09 05:39 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Sinergi Smart dan Mobile-8 untuk Reduksi Cost Potensi kerjasamanya bisa macam-macam. Belum bisa diungkap karena masih dibicarakan. Kamis, 3 Desember 2009, 15:43 WIB Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna VIVAnews - Perusahaan telekomunikasi milik Grup Sinarmas, yakni Smart Telecom berniat menjadi pengendali PT Mobile-8 Telecom melalui penyertaan saham. Meski demikian, di pasar, keduanya tetap akan berkompetisi dengan sehat dan juga akan melakukan sejumlah kerjasama. βIni adalah dua perusahaan yang berbeda, dengan 'orang tua' yang berbeda pula, sepakat bekerja sama, blend jadi satu,β kata Ruby Hermanto,β Division Head Core Product and Branding Smart Telecom 3 Desember 2009. βTapi, kami sendiri sejatinya masih belum tahu bentuk kerja samanya seperti apa,β ucapnya. Ruby menyebutkan, bentuk kerja samanya masih didiskusikan. Misalnya, dalam soal belanja ponsel. βDengan sinergi dua perusahaan, jumlah order tentu lebih besar. Ini penting sebagai pertimbangan vendor memberikan harga lebih murah,β kata Ruby. βDengan begitu, selain bisa menjual hape dengan harga retail lebih murah, margin profit yang bisa dibukukan perusahaan otomatis lebih besar,β ucapnya. Menurut Ruby, potensi kerjasamanya juga bisa macam-macam. Masih banyak lagi model-model kerja sama lainnya. βItu baru salah satu contohnya saja. Tapi, kami belum bisa disclose bagaimana karena masih dibicarakan,β ucap Ruby. βIntinya, sinerginya itu sama-sama ingin mereduksi cost. Baik bagi perusahaan maupun harga jual ke konsumen,β kata Ruby. Seperti diketahui, manajemen PT Global Mediacom Tbk (BMTR) tengah memfinalisasi proses pelepasan 19 persen saham perseroan di PT Mobile-8 Telecom Tbk dengan PT Smart Telecom. Saat ini, perundingan intensif termasuk harga pembelian saham masih berlanjut. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/12/09 08:16 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Konversi utang Mobile-8 capai Rp700 miliar JAKARTA: Realisasi aksi korporasi PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) berupa konversi utang menjadi saham baru (debt to equity swap) mencapai Rp700 miliar dari total utang usaha perseroan senilai Rp840,92 miliar. Perseroan juga sedang meminta persetujuan pencatatan 11 miliar saham baru tersebut kepada Bursa Efek Indonesia. Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik mengatakan perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham guna menyelesaikan debt to equity swap tersebut. "Adapun harga saham yang belum dikonversi, kami perkirakan berbeda dari nilai konversi tahap pertama sebesar Rp65 per saham. Harga konversi saham itu berbeda, karena berdasarkan peraturan Bursa Efek Indonesia harga konversi harus dipatok berdasarkan perdagangan saham 25 hari terakhir," ujarnya kemarin. Realisasi konversi saham tersebut terkait dengan rencana perseroan mengonversi utang obligasi dan utang usaha dengan nilai maksimal Rp1,43 triliun melalui penerbitan saham baru perseroan hingga 22,08 miliar dengan nilai konversi Rp65. Manajemen Mobile-8 menawarkan rencana penyelesaian utang kepada para kreditur dengan cara melaksanakan konversi utang menjadi saham baru perseroan melalui penambahan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Adapun, utang perseroan yang akan diselesaikan melalui mekanisme tersebut, yaitu pertama, utang usaha per 30 September 2009 kepada lima perusahaan, yaitu Samsung Electronics Co Ltd senilai Rp274,14 miliar, PT Mora Telematika Indonesia senilai Rp294,15 miliar dan PT Inti Bangun Sejahtera senilai Rp139,48 miliar. Selanjutnya, PT Sapta Prima Talenta senilai Rp89,80 miliar dan PT Investasi Hasil Sejahtera senilai Rp43,35 miliar. Kedua, obligasi perseroan senilai Rp675 miliar. Utang itu telah direstrukturisasi, sehingga tenornya menjadi 15 Juni 2017. Bunga kupon obligasi juga diubah menjadi 12,375% untuk 9 kuartal dimulai pada 15 Juni 2007, 5% untuk 8 kuartal dimulai pada 15 September 2009, 8% untuk 12 kuartal dimulai pada 15 September 2011 dan 18% untuk 12 kuartal dimulai pada 15 September 2014. Sylviana Pravita R.K.N Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/12/09 08:20 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Smart & Mobile-8 jajaki kerja sama strategis JAKARTA: PT Smart Telecom akan melakukan serangkaian kerja sama strategis dengan PT Mobile-8 Telecom Tbk sebagai kelanjutan dari pembelian 5% saham perusahaan tersebut tahun ini berupa belanja ponsel bersama dan rencana penggunaan lisensi antar operator. Ruby Hermanto, Division Head of Core Product and Branding PT Smart Telecom, mengatakan pihaknya dengan Mobile-8 sudah menyepakati serangkaian kerja sama operasional, seperti pembelian ponsel bersama untuk produk bundling agar memperoleh harga lebih murah dari vendor. "Sementara kerja sama strategis mengenai pemasaran atau penggunaan lisensi antaroperator hingga saat ini masih dibicarakan pada tingkatan lebih tinggi," ujarnya kemarin. Dia menegaskan Smart dan Mobile-8 tetap menjadi dua perusahaan yang berbeda, tetapi saling bekerja sama. Smart sendiri akan menjadi operator telekomunikasi dengan layanan data sebagai fokus utama. Terkait dengan kerja sama strategis seperti penggunaan menara bersama, pihaknya menilai hal tersebut tidak bisa dilakukan karena selama ini Mobile-8 tidak memiliki menara sendiri, semuanya sewa. Untuk penggunaan teknologi, sedang dikaji kemungkinan kerja samanya. Sebagai pemegang saham, meskipun hanya 5%, Smart Telecom secara tidak langsung bakal mewarnai setiap langkah strategis yang dilakukan Mobile-8. Lisensi ganda yang dimiliki Mobile-8, berupa seluler dan fixed wireless access (FWA) diprediksi makin memperlincah langkah gerak Smart dalam industri telekomunikasi di Indonesia. Dulu Smart memiliki kelemahan yang cukup besar, yaitu menjadi satu-satunya operator yang bekerja di frekuensi CDMA 1.900 MHz. Selain ketersediaan ponsel yang bekerja di pita 1.900 sedikit, juga kesulitan dalam mengakuisisi pelanggan operator CDMA lainnya. Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Ridwan Effendi mengatakan tidak ada lisensi bersama, yang ada adalah sharing resources tetapi tidak mengurangi kewajiban pembangunan pada modern licensing masing-masing. Sementara itu, anggota BRTI Heru Sutadi menilai kedua operator perlu menjabarkan kerja sama penggunaan lisensi tersebut karena lisensi adalah milik individual operator. Ruby mengaku Smart fokus pada layanan data karena melihat potensi pertumbuhan pasar yang diprediksi mencapai 40% per tahun. Jumlah tersebut merupakan peluang besar, meskipun jumlah pemain di pasar layanan tersebut juga bertambah. Ruby optimistis bisa meraup potensi pelanggan data dengan teknologi Ev-Do Rev A yang ditawarkan dan melayani 32 kota pada akhir tahun nanti. Selain itu, Smart juga berencana meluncurkan layanan uji coba komersial layanan menggunakan teknologi Ev-Do Rev B di Pulau Bali mulai 17 Desember. Pelanggan data Jumlah pelanggan data Smart hingga kuartal III/2009 tercatat sebanyak 330.000 pelanggan atau sekitar 15,2% dari total pelanggan sebanyak 2,17 juta orang, jumlah ini tumbuh dibandingkan dengan jumlah pada kuartal I/2009 sebanyak 200.000 pelanggan dari total hampir 2 juta pelanggan. Sekitar 50% dari total pelanggan tahun ini berasal dari konsumen produk bundling, sisanya para pembeli kartu perdana. Jumlah pembeli produk bundling berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana seluruh pelanggan Smart merupakan konsumen produk bundling. "Tahun depan kami berencana mengurangi jumlah pelanggan baru dari produk bundling karena makin banyaknya handset frekuensi 1.900 Mhz ada di pasaran. Subsidi untuk ponsel bundling juga sudah dihilangkan sejak kuartal II lalu," ujarnya. (Arif Pitoyo) Oleh Fita Indah Maulani Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 04/12/09 12:46 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART pantes lah emang wajar fren gda duitnya...hehehe kualitas aja jelek... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 05/12/09 16:19 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Quote: Hoekz said: pantes lah emang wajar fren gda duitnya...hehehe kualitas aja jelek... gak juga lah bos, kualitas sih relatif... masalahnya utangnya banyak jd collapse... dan pas banget emang dari dulu sinarmas mau beli mobile-8 dari tahun 2005... sinergi deh Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 17/12/09 08:36 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Keuangannya mulai membaik... ---------------------------------- Mobile-8 Buyback Obligasi JAKARTA, INVESTOR DAILY PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) telah membeli kembali (buyback) sekitar 10% obligasi perseroan. Buybacksurat utang berlabel Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 (FREN 01) itu bernilai sekitar Rp 68,5 miliar. Dengan demikian, setelah buyback terealisasi, total nilai nominal obligasi tersebut berkurang menjadi Rp 606,5 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen Mobile-8 Telecom kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, baru-baru ini, buyback dilakukan untuk pelunasan utang. βSetelah buyback terealisasi, total nilai nominal obligasi tersebut berkurang menjadi Rp 606,5 miliar,β kata Beberapa waktu lalu, pemegang obligasi Mobile-8 dalam rapat umum pemegang obligasi perseroan (RUPO) setuju untuk menyatakan obligasi Mobile-8 I Tahun 2007 tidak gagal bayar (default). Persetujuan itu disampaikan 29 institusi yang mewakili outstanding obligasi senilai Rp 469 miliar. Jumlah tersebut dinyatakan kuorum sesuai ketentuan yang tercantum dalam perjanjian perwaliamanatan. Para pemegang obligasi juga menyetujui permintaan manajemen Mobile-8 untuk tidak memenuhi kewajibannya hingga 30 Juni 2009. Kewajiban itu meliputi pembayaran kupon kedelapan dan financial covenant, yakni perbandingan antara utang dan EBITDA serta perbandingan antara EBITDA dan net finance charges, yang berlaku untuk laporan keuangan tahunan 2009. Manajemen perseroan sebelumnya menyatakan, Mobile-8 belum dapat membayar kupon obligasi karena posisi kas belum mencukupi. Namun sebenarnya perseroan masih memiliki kas jangk apendek yang masuk investasi jangka pendek. Hingga 30 Maret 2009, jumlahnya sekitar Rp 250 miliar. Dana tersebut merupakan investasi sementara dalam bentuk reksa dana. Meski demikian, manajemen Mobile-8 mengaku tidak dapat menggunakan dana tersebut untuk membayar kupon obligasi. Soalnya, dana itu digunakan untuk operasional perseroan yang mencapai Rp 30-40 miliar per bulan. Alternatif penyelesaian obligasi dijajaki dengan pencarian investor baru. Penambahan modal oleh investor lama juga mungkin dilakukan melalui opsi penerbitan saham baru (rights issue). (mey) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 25/01/10 06:08 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Saham Grup Sinar Mas terdilusi Mobile-8 fokus pada sektor media JAKARTA: Sebanyak 19% saham PT Mobile-8 Telecom Tbk yang dimiliki oleh unit usaha Grup Sinar Mas, yaitu PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera dan pemodal lainnya terdilusi hingga di bawah 5%. Menurut Presiden Direktur Mobile-8 Merza Fachys, dilusi tersebut terjadi pada pelaksanaan konversi utang menjadi saham yang digelar perseroan pada akhir Desember 2009. "Saham Grup Sinar Mas dan dua pemegang saham lainnya yang membeli 19% saham Mobile-8 dari PT Global Mediacom Tbk terdilusi hingga di bawah 5%," ujar Merza, kepada Bisnis kemarin. Dalam laporan biro administrasi efek (BAE) PT Sinarmata Gunita pada 14 Januari 2010 disebutkan pemegang saham minimal 5% adalah Jerash Investment Ltd sebanyak 6,47 miliar saham atau memegang 19,60% saham Mobile-8 yang secara total mencapai 33,03 miliar saham. Kepemilikan Jerash Investment di Mobile-8 turun dari semula 32%. Pemegang saham lainnya adalah PT Mora Telematika Indonesia memiliki 4,18 miliar saham atau 12,67% dan Samsung Electronics Co. Ltd sebanyak 3,95 miliar saham atau 11,97% dari total saham keseluruhan. Samsung Electronics memiliki saham Mobile-8 melalui konversi utang usaha Rp257,11 miliar pada Desember 2009. Merza memaparkan soal saham Grup Sinar Mas itu terkait dengan aksi korporasi Global Mediacom pada November 2009 yang mendivestasikan 19% kepemilikannya pada Mobile-8 Telecom kepada sejumlah pemodal salah satunya PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera, unit usaha Grup Sinar Mas. Analis saham PT Optima Securities Ikhsan Binarto mengatakan dampak dilusi tersebut terjadi akibat pemegang saham yang lama tidak mengeksekusi pembelian saham baru. "Efek dilusi itu terjadi seperti pada aksi korporasi rights issue, sehingga kepemilikan Grup Sinar Mas dan pemegang saham lainnya merosot dari 19% menjadi di bawah 5%," ujar Ikhsan. Fokus bisnis Direktur Global Mediacom Handhi S. Kentjono beberapa waktu lalu mengatakan penjualan saham operator telekomunikasi itu sejalan dengan upaya perseroan untuk fokus ke bisnis utama di bidang media. "Dalam 2 tahun terakhir kami terus mengurangi kepemilikan di bisnis telekomunikasi untuk fokus di bidang media," tutur Handhi. Manajemen Global Mediacom berharap dengan masuknya para pemodal baru tersebut, kinerja Mobile-8 akan membaik. Hingga kuartal III/2009, operator telekomunikasi yang terkenal dengan produk yang bermerek Fren ini membukukan lonjakan rugi bersih sebesar 59,81% menjadi Rp439,95 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp275,29 miliar. Hingga September 2009, rugi bersih per saham dasar perseroan juga naik dari Rp13,4 menjadi Rp21,7 per saham dibandingkan dengan 2008. Per 30 September 2009, pendapatan usaha bersih operator telekomunikasi ini anjlok 54,38% dari Rp610,76 miliar menjadi Rp278,64 miliar. Pada perdagangan 22 Januari 2010, harga saham emiten berkode FREN ini ditutup stagnan dibandingkan dengan perdagangan 21 Januari 2010, yaitu pada level Rp50. Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp1,65 triliun. (sylviana.pravita@[tautan dihapus]) Oleh Sylviana Pravita R.K.N. Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 25/01/10 12:52 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART wah...wah2..mangstap neh sinarmas... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Kobochan80 (Penasihat) 26/01/10 23:37 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART jadi sekarang saham sinar mas grup sekitar 17% an donk???? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 27/01/10 20:53 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Bumi Serpong cari dana US$500 juta Grup Sinarmas bakal tambah saham di Mobile-8 JAKARTA: Anak usaha Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD), berencana menerbitkan obligasi global untuk membiayai ekspansi. Jumlah dana yang akan dicari perseroan mencapai US$500 juta, sebagian besar akan dipenuhi dari penerbitan obligasi global. Sumber Bisnis mengungkapkan dana dari penerbitan obligasi global akan digunakan untuk mendukung ekspansi ke wilayah barat BSD. "Jumlah dana yang dicari mencapai US$500 juta dan di antaranya akan diraih dari penerbitan obligasi global," ujarnya kemarin. Direktur Utama BSD Harry Budi Hartanto saat dikonfirmasi mengenai informasi tersebut tidak bersedia memberikan jawaban. Managing Director Grup Sinarmas Gandi Sulistiyanto menuturkan dana hasil penerbitan obligasi global akan digunakan untuk ekspansi bisnis BSD. "Kami tidak bisa menyebutkan jumlahnya, namun tidak sampai US$500 juta. Sekarang dalam tahap persiapan dan roadshow," ujarnya kemarin. Pada pekan ini Harry menyatakan perseroan menganggarkan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1 triliun dari kas internal. Dana itu dialokasikan menopang kinerja perseroan yang mengincar pendapatan Rp1,5 triliun, naik 16,28% dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun lalu senilai Rp1,29 triliun. BSD akan memperkuat bisnis properti kelas menengah ke atas, di samping pasar menengah ke bawah yang selama ini digarap. Pelonggaran kepemilikan asing atas properti menjadi salah satu penunjang cerahnya sektor tersebut. Sektor rumah tinggal selama ini menyumbang lebih dari separuh pendapatan konsolidasi BSD dengan kontribusi 53%, dan 47% sisanya disumbang oleh sektor komersial dan industri. Tahun lalu, segmen rumah tinggal menyumbang pendapatan Rp675 miliar, naik 42% dari kontribusi 2008 senilai Rp477 miliar. Gandi juga mengungkapkan anak usaha Grup Sinarmas yang lain, PT Dian Swastika Sentosa Tbk akan membangun pembangkit listrik di Sumatra Selatan dengan menggandeng PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN). Menurut Gandi, perseroan akan meminta PLN memberikan harga yang lebih tinggi, sehingga bisa menutup biaya investasi. "Kami akan membangun pembangkit listrik di wiayah mulut tambang, yang selama ini harga listriknya dipatok cukup rendah oleh PLN. Kami akan minta agar harganya dinaikkan," ujarnya. Menurut Gandi, sektor energi merupakan salah satu bisnis yang akan menjadi fokus Grup Sinarmas, di samping bisnis perkebunan. Harga saham Bumi Serpong kemarin melemah 2,25% menjadi Rp870 dibandingkan dengan hari sebelumnya senilai Rp890 menjadikan berkapitalisasi pasar Rp9,51 triliun. Tambah saham Terkait dengan kepemilikan saham di PT Mobile-8 Telecom Tbk, Grup Sinarmas berencana menambah saham. Namun perseroan masih menunggu hasil sinergi setelah penyertaan saham perseroan di perusahaan telekomunikasi berbasis CDMA itu. "Penambahan saham masih opsi, dan kami belum putuskan," ujarnya. Sebelumnya, sebanyak 19% saham Mobile-8 dimiliki oleh unit usaha Grup Sinarmas, yaitu PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera dan pemodal lainnya terdilusi hingga di bawah 5%. (M. Munir Haikal) (bambang.jatmiko@[tautan dihapus]) Oleh Bambang P. Jatmiko Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 28/01/10 13:58 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART sinarmas emang hebat c.. moga aja mobile-8 lebih baik dah...heheh Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| EdorikU (Penasihat) 30/01/10 22:55 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Hmm...Fren sudah ada tanda membaik yah baguslah klo begitu sebenarnya antara kedua perusahaan tersebut saling melengkapi Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 01/02/10 05:39 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Smart & Mobile-8 jajaki merger Diperlukan suntikan dana segar untuk ekspansi JAKARTA: Sinergi antara PT Smart Telecom dan PT Mobile-8 Telecom Tbk (Fren) mengarah ke opsi merger untuk menghadapi kian ketatnya persaingan dari operator seluler berbasis CDMA lainnya. Franky Oesman Widjaja, pemegang saham Smart Telecom, mengatakan sinergi dengan Mobile-8 mulai berjalan sejak tahun lalu. "Sinergi antara Smart Telecom dan Mobile-8 berjalan bagus, sehingga opsinya bisa dimerger. Kalau memang semuanya lancar, kenapa tidak?" ujarnya di selasela pameran Feed The World di Jakarta Convention Center, Jumat pekan lalu. Grup Sinarmas, melalui PT Gerbang Mas Tunggal Sejahtera, pada 11 November 2009 membeli 3,84 miliar saham atau 19% saham Mobile-8, operator seluler berbasis code division multiple access (CDMA), senilai Rp211,46 miliar dari PT Global Mediacom Tbk. Namun, kepemilikan saham Gerbang Mas di Mobile-8 terdilusi hingga di bawah 5% setelah operator yang mempunyai produk Fren tersebut menerbitkan 12,79 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp65 kepada sebagian kreditur obligasi dan vendor. Franky menjelaskan Smart Telecom dan Mobile-8 telah melaksanakan sinergi di bidang pemasaran, penggunaan jaringan telepon, dan penggunaan menara telekomunikasi bersama. "Sinergi bisa membuat irit. Tanpa sinergi, biaya menjadi dua kali. Saya rasa itu win-win solution. Kalau membuat fondasi, itu belum terlihat banyak, tetapi pelanpelan mulai takeoff ," tuturnya. Kepemilikan Jerash menurun Selain Gerbang Mas, Jerash Investment Ltd kini menguasai 6,47 miliar saham atau memegang 19,60% saham Mobile-8. Kepemilikan Jerash di Mobile-8 turun dari semula 32%. Pemegang saham Mobile8 lainnya adalah PT Mora Telematika Indonesia yang memiliki 4,18 miliar saham atau 12,67% dan Samsung Electronics Co. Ltd sebanyak 3,95 miliar saham. Samsung Electronics memiliki saham Mobile-8 melalui konversi utang usaha senilai Rp257,11 miliar pada Desember 2009. Menanggapi bertambahnya pemegang saham Mobile-8 itu, Franky menjelaskan dengan masuknya pemegang saham baru diharapkan bisa memperkuat Mobile-8. "Kalau tidak disinergikan, malah menjadi terpecah." Presiden Direktur Mobile-8, Merza Fachys ketika dikonfimasi mengatakan belum mengetahui ada rencana sejauh itu. Berdasarkan riset dari PT Danareksa Sekuritas pada 22 Januari, pelanggan Mobile-8 per Juni tahun lalu diperkirakan mencapai 3 juta pelanggan, menurun dibandingkan dengan posisi Maret 2009 yang mencapai 3,2 juta. Direktur Utama Smart Telecom Sutikno Wijaya menambahkan jumlah pelanggan hingga akhir tahun lalu sekitar 2,5 juta. M. Reza, Head of Investment Bank PT Erdikha Sekuritas, mengatakan Mobile8 saat ini membutuhkan suntikan dana segar untuk melanjutkan ekspansi. "1 hingga 2 tahun ini Mobile-8 tidak ekspansi. Dengan suntikan dana segar itu, operator tersebut bisa melanjutkan ekspansi dan mengejar ketertinggalan dari operator seluler CDMA lainnya." (Sylviana Pravita R.K.N.) (wisnu.wijaya@[tautan dihapus]) Oleh Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| verdillicious (Pendatang Baru) 02/03/10 11:23 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART bagaimana nasib pemakai/pelangggan handset// hape modem kalo voice+ sms doalihkan ke smart yang notabene bergerak di jaringan 800mhz apakah si semar seenakny saja meninggalkan pelanggan dan langsung mengganti handset mereka Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 03/03/10 22:30 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART mart Telecom dan Mobile-8, Jadinya SmartFren Perseroan akan menggabungkan beberapa aktivitas seperti galeri, media iklan, dan promosi. Rabu, 3 Maret 2010, 12:18 WIB Muhammad Firman, Arinto Tri Wibowo VIVAnews - PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) telah menandatangani perjanjian kerja sama penggunaan merek dagang dan logo bersama dengan PT Smart Telecom. "Mereka dagang dan logo bersama yang akan digunakan adalah SmartFren," kata Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Telecom Chris Taufik dalam penjelasan tertulis perseroan yang dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu 3 Maret 2010. Menurut dia, SmartFren merupakan hak kekayaan intelektual dari Smart Telecom. Penggunaan merek dagang dan logo bersama tersebut untuk efisiensi biaya pada masing-masing entitas. Perseroan akan menggabungkan beberapa aktivitas seperti galeri, media iklan, dan promosi. Langkah ini diyakini akan mampu memperkuat posisi perseroan di tengah persaingan industri telekomunikasi. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| budee_lim (Penasihat) 04/03/10 17:01 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART hape baru smartfren kira2 gimana yah? awet nggak? minat nih untuk pengganti CDMA yang mulai bolot dan dikit2 minta servis Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 04/03/10 23:53 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART kalo saya sih udah kapok n ga minat dengan CDMA bro uda trauma deh,... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| auliafathya (Anggota) 08/03/10 06:49 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Tapi bro yang ini lain ini merk Alcatel buatan Eropa, bukan buatan china yang sudah beredar di indonesia.... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi