| auliafathya (Anggota) 29/09/09 15:50 | π Akhirnya Fren di beli SMART Saya dengar dari teman2 yang kerja di smart nopember tahun ini smart bakal akuisisi Fren dan keputusan ini hampir final 80% dan mereka juga sudah mendesign kajian tekniknya, misalnya saja untuk frekwensi yang di pakai SMART sekarang yaitu Frek. 1900 akan murni dipakai untuk broadband data (internet) sedang untuk Voice semua akan di alihkan di Frek 800 milik Fren( mobile-8) sehingga persis Operator GSM yaitu untuk 2G di Frekwensi 900 dan 3G di Frekwensi 1900 dan bakal ada pembangunan besar2 an karena di semua site atau tower smart akan di pasang BTS frek 800 milik Fren, maka bisa dipastikan signal Fren akan semakin bagus...... Ujung2 nya ya kita semakin uenak.... karena telphone semakin murah meriah Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ciechi (Penasihat) 26/10/09 22:57 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Quote: Z0MBI3 said: Mora Telematika (Moratel), Inti Bangun Sejahtera = Smart / Sinarmas... sisanya entahlah... yg jelas sudah banyak site / BTS yg m8 dan smart pakai/milik bersama dan denger2 akan bertambah... Berarti fren utangnya banyak donk ke sinarmas group jatohnya tukar guling saham buat bayar utang Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| editopan (Penasihat) 27/10/09 17:44 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART setelah baca baru tau.. FREN utang ke Mora dan IBS, *yg notabene milik SMART. analogi simple2 aja.. : misal perusahaan A punya asset 100 juta. dimiliki oleh 5 pemegang saham. tapi utangnya adalah 1,000 juta (1M) utang ke bapak Smart adalah sebesar 400 juta artinya si 5 org pemegang saham itu pun benernya saham2 nya jg udah minus... * so, ngapain bapak smart beli sahamnya yg dah minus ? apalagi ama org yg utang ke dia? langsung ambil aja perusahaannya.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 28/10/09 08:57 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART ini info updatenya... ------------------------------------ Smart Telecom caplok Mobile-8 Harga akuisisi di atas Rp65 per saham JAKARTA: PT Smart Telecom membeli sekitar 19% saham PT Mobile-8 Telecom Tbk yang dimiliki oleh PT Global Mediacom Tbk. Transaksi tersebut dijadwalkan dilaksanakan pada Desember 2009. Dengan mengacu harga saham per 26 Oktober yang mencapai Rp65 per saham dan total saham yang dibeli mewakili 20,23 miliar saham, Global Mediacom diperkirakan meraup dana sedikitnya Rp249,91 miliar. Seorang eksekutif yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Global Mediacom dan Sinar Mas tengah memfinalisasi rencana pembelian seluruh saham Global Mediacom di Mobile-8 itu. "Proses finalisasi itu kira-kira selesai dalam 2 bulan ke depan. Finalisasi ini termasuk soal harga, mekanisme pembayaran dan konsolidasi antara Fren dan Smart. Nilai harga per sahamnya lebih dari Rp65 per saham," katanya kepada Bisnis kemarin. Harga saham yang diperkirakan dijual lebih dari Rp65 per saham itu mengacu pada rencana perseroan mengonversi utang obligasi dan utang usaha dengan nilai maksimal Rp1,43 triliun. Mekanisme konversi utang itu melalui penerbitan saham baru (rights issue) perseroan hingga 22,08 miliar dengan nilai konversi saham Rp65. Rights issue itu akan dimintakan restu dari pemegang saham pada 30 Oktober 2009. Saat dikonfirmasi Bisnis, Head of Investor Relations Global Mediacom William Utama tidak membantah. "Memang demikian, kemungkinan selesai dalam 2 bulan ke depan. Saat ini dalam tahap finalisasi dengan Sinar Mas." Senada dengan William, Presiden Direktur Smart Telecom Sutikno Widjaya mengatakan pihaknya masih terus membicarakan detail rencana pembelian saham itu. "Kami sedang membicarakan soal pengambilan saham itu dengan pemegang saham Mobile-8, jadi saya belum bisa menyampaikan detailnya lebih lanjut." Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik menuturkan pengambilan 19% saham perseroan oleh Grup Sinar Mas itu merupakan domain dari pemegang saham Mobile-8. "Soal pengambilan saham Mobile-8 itu ada pada level pemegang saham." Saat ini, Mobile-8 dikuasai Jerash Investment Ltd sebesar 35% dan Global Mediacom 19%. Analis saham PT Sucorinvest Central Gani Adrian Rusmana mengatakan peralihan saham itu juga perlu memperhatikan soal penanggung jawab utang Mobile-8. "Apakah dengan adanya peralihan saham itu juga ada peralihan utang atau Jerash Investment yang mengambil alih tanggung jawab itu?" kata Adrian. Pergantian direksi Adapun, pergantian direksi dan atau komisaris perseroan pada rapat umum pemegang saham luar biasa yang dijadwalkan dilaksanakan pada 11 November 2009. Mobile-8 berencana melaksanakan pergantian direksi dan komisaris yang baru saja dirombak pada 1 Juni 2009, padahal perseroan baru saja mengganti jajaran direksi perseroan itu menjadi Merza Fachys, Anthony C. Kartawiria, Beydra Yendi, dan Agus Heryanto Lukas. Adapun, Harmanto Tanidjaja menjadi Presiden Komisaris dan Felix Ali Chendra, Edwin Sudibyo menjadi komisaris perseroan. Mobile-8 Telecom membukukan kewajiban per 30 September 2009 mencapai Rp4,94 triliun. Adapun, pendapatan perseroan per 30 September 2009 mencapai Rp278,64 miliar dan rugi bersih Rp439,95 miliar. Pada perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode FREN ini ditutup turun 1,82% menjadi Rp54 dibandingkan dengan penutupan perdagangan 26 Oktober 2009, yaitu pada level Rp55. Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp1,09 triliun. (sylviana.pravita@[tautan dihapus]) Oleh Sylviana Pravita R.K.N. Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 28/10/09 13:46 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Smart-Mediacom Finalisasi Pembelian Mobile-8 Proses pelepasan saham dilakukan karena Global Mediacom akan fokus pada bisnis media Rabu, 28 Oktober 2009, 11:50 WIB Arinto Tri Wibowo VIVAnews - Manajemen PT Global Mediacom Tbk (BMTR) tengah memfinalisasi proses pelepasan 19 persen saham perseroan di PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) dengan PT Smart Telecom. "Betul, kami dalam proses ke sana (melepas ke Smart Telecom)," kata Sekretaris Perusahaan Global Mediacom M Budi Rustanto ketika dikonfirmasi VIVAnews di Jakarta, Rabu 28 Oktober 2009. Menurut dia, saat ini, Global Mediacom dan Smart Telecom masih melakukan perundingan intensif, termasuk mengenai harga pembelian saham. "Angkanya belum diputuskan, karena masih difinalisasi," ujar dia. Namun, dia memastikan, jumlah saham yang akan dilepas sebesar 19 persen. Dia berharap, proses negosiasi dengan Smart Telecom dapat diselesaikan secepatnya. "Targetnya, makin cepat makin baik," tuturnya. Dia menambahkan, proses pelepasan saham dilakukan karena Global Mediacom akan fokus pada bisnis media. Sementara itu, Head of VAS & Business Development Smart Telecom Tom Alamas Dinharsa belum dapat dikonfirmasi terkait rencana pembelian saham itu. Tom belum menjawab panggilan telepon VIVAnews. Per 30 September 2009, komposisi kepemilikan saham Mobile-8 sebesar lima persen atau lebih adalah Jerash Investment Ltd sebesar 32 persen, PT Global Mediacom Tbk (19 persen), dan Qualcomm Incoporated (5,01 persen). Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 28/10/09 13:51 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Pelepasan 19% Saham Global Mediacom Mobile-8 Tak Terlibat Negosiasi dengan Smart Smart Telecom-Mediacom dalam proses negosiasi untuk pembelian 19% saham Mediacom. Rabu, 28 Oktober 2009, 12:03 WIB VIVAnews - Manajemen PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) mengaku tidak mengetahui proses negosiasi yang dilakukan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dengan PT Smart Telecom. Negosiasi itu terkait rencana pelepasan 19 persen saham Global Mediacom di Mobile-8. "Kalau soal itu, sebaiknya ditanyakan ke pemegang saham (Global Mediacom)," kata Direktur Utama Mobile-8 Telecom Merza Fachys ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta, Rabu 28 Oktober 2009. Menurut Merza, dirinya tidak terlibat dalam proses pelepasan saham milik Global Mediacom tersebut. "Saya tidak tahu, saya tidak terlibat (proses negosiasi itu)," ujarnya. Saat ini, manajemen Global Mediacom tengah memfinalisasi proses pelepasan 19 persen saham perseroan di Mobile-8 Telecom dengan Smart Telecom. "Betul, kami dalam proses ke sana (melepas ke Smart Telecom)," kata Sekretaris Perusahaan Global Mediacom M Budi Rustanto ketika dikonfirmasi VIVAnews. Menurut dia, saat ini, Global Mediacom dan Smart Telecom masih melakukan perundingan intensif, termasuk mengenai harga pembelian saham. Per 30 September 2009, komposisi kepemilikan saham Mobile-8 sebesar lima persen atau lebih adalah Jerash Investment Ltd sebesar 32 persen, PT Global Mediacom Tbk (19 persen), dan Qualcomm Incoporated (5,01 persen). Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 03/11/09 08:40 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Rugi bersih Mobile-8 melonjak 60% JAKARTA: Rugi bersih PT Mobile-8 Telecom Tbk hingga kuartal III/2009 melonjak 59,81% menjadi Rp439,95 miliar dari sebelumnya Rp275,29 miliar karena penurunan pendapatan akibat kenaikan beban. Rugi bersih per saham dasar juga naik dari Rp13,4 menjadi Rp21,7 per saham. Per 30 September 2009, pendapatan usaha bersih Mobile-8 ini anjlok 54,38% dari Rp610,76 miliar menjadi Rp278,64 miliar. Secara terperinci perseroan menyebutkan pendapatan jasa telekomunikasi menyusut dari Rp679,39 miliar menjadi Rp351,74 miliar dan jasa interkoneksi turun dari Rp81,37 miliar menjadi Rp56,42 miliar, akibatnya jumlah pendapatan anjlok dari Rp760,77 miliar menjadi Rp408,16 miliar. Penurunan yang positif dialami oleh penyusutan beban interkoneksi dan potongan harga dari Rp150,00 miliar menjadi Rp129,51 miliar. Di sisi lain, jumlah beban usaha naik dari Rp763,76 miliar menjadi Rp835,83 miliar. Penurunan pendapatan dan kenaikan beban ini mendongkrak rugi usaha lebih dari dua kali lipat dari Rp152,99 menjadi Rp557,19 miliar, dan rugi sebelum pajak dari Rp390,63 miliar menjadi Rp580,16 miliar. Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Christoporus Siswandi Taufik mengharapkan kinerja perseroan dapat segera membaik pascapenyelesaian restrukturisasi utang perseroan. "Saat ini, yang kami lakukan secara intensif adalah restrukturisasi utang. Kalau itu [restrukturisasi] selesai pasti ada penurunan liabilitas [kewajiban]. Rencana restrukturisasi sedang diproses Bapepam-LK," tuturnya kemarin. Rencana restrukturisasi itu adalah penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu senilai Rp1,43 triliun atas sebanyak 22,08 miliar saham. Saham baru ini diterbitkan dalam rangka konversi utang menjadi saham dengan harga tukar Rp65 per saham. Konversi utang ini dilakukan terhadap obligasi rupiah terutang senilai Rp675 miliar, yang diterbitkannya pada Juni 2007. Obligasi ini sebelumnya telah diperpanjang jatuh temponya selama 5 tahun menjadi 15 Juni 2017 dari sebelumnya 2012. Bunga kupon obligasi ikut diubah menjadi 12,375% untuk sembilan kuartal dimulai pada 15 Juni 2007, lalu 5% untuk delapan kuartal dimulai pada 15 September 2009, 8% untuk 12 kuartal dimulai pada 15 September 2011, dan 18% untuk 12 kuartal dimulai pada 15 September 2014. Laporan keuangan tidak diaudit akhir September menyebutkan kupon terutang untuk periode 15 Maret dan 15 Juni 2009 termasuk denda akan dibayarkan dalam empat pembayaran di mana pembayaran terakhir adalah tertanggal 15 Maret 2010. Oleh Pudji Lestari Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 03/11/09 11:22 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Rugi Bersih Mobile 8 Capai Rp 439,95 M 03/11/2009 08:44:22 WIB JAKARTA , INVESTOR DAILY Rugi bersih PT Mobile 8 Telecom Tbk (FREN) melonjak 59,81% menjadi Rp 439,95 miliar per kuartal III-2009 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 275,29 miliar. Berdasarkan laporan keuangan Mobile 8 yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (2/11) disebutkan, kenaikan rugi bersih sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan yang mencapai 93,15 % dari Rp 679,39 miliar menjadi Rp 351,73 miliar. Rugi usaha naik signifikan sebanyak 264,19 % dari Rp 152,99 miliar menjadi Rp 557,18 miliar. Meskipun kinerja keuangan melorot, aset perseroan justru naik 8,07 % dari Rp 4,83 triliun menjadi Rp 5,22 triliun. Kewajiban atau utang juga melonjak 48,94% dari Rp 3,31 triliun menjadi Rp 4,93 triliun. Akhir pekan lalu, mayoritas pemegang saham Mobile-8 menyetujui rencana perseroan mengonversi utang melalui penerbitan saham baru (rights issue). Selain menyetujui peningkatan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), sekitar 68% pemegang saham Mobile-8 menyetujui peningkatan modal dasar perseroan. Menurut Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik, persetujuan pemegang saham diberikan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Jumat (30/10). RUPSLB digelar untuk meminta persetujuan restrukrisasi utang dan obligasi serta peningkatan modal dasar lewat penerbitan saham baru seri B. Mobile-8 akan menawarkan 22,08 miliar unit saham pada harga Rp 65 dengan nilai nominal Rp 50 per unit. βRestrukrisasi utang masih akan dinegosiasikan dengan pemegang saham yang menyetujui konversi, apakah menerima dengan skema yang sama atau tidak. Kami mengharapkan restrukrisasi utang direalisasikan secepatnya, sehingga kinerja keuangan Mobile-8 pada triwulan berikutnya membaik,β ujar Chris Taufik usai RUPSLB. Dia mengungkapkan, manajemen Mobile-8 segera mendaftarkan penerbitan saham baru seri B kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Mudah-mudahan pekan depan sudah bisa diterbitkan," tuturnya. Chris menjelaskan, perseroan juga segera memproses negosiasi dengan pemegang obligasi. "Kami masih akan bernegosiasi dengan pemegang obligasi," ucapnya. Beban utang usaha Mobile-8 saat ini mencapai Rp 761 miliar. Itu belum termasuk obligasi senilai Rp 675 miliar. Pemegang obligasi Mobile-8 di antaranya PT Danareksa, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), Dana Pensiun Krakatau Steel, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Samsung Electronics, PT Mora Telematika Sejahtera, PT Inti Bangun Sejahtera, dan PT Investasi Hasil Sejahtera. Chris menambahkan, lewat penerbitan saham baru, Mobile-8 bakal meningkatkan modal dasar dari Rp 6 triliun menjadi Rp 8 triliun. April lalu, mayoritas pemegang obligasi Mobile-8 juga telah menyetujui opsi restrukturisasi utang obligasi perseroan. Pemegang saham berasal dari 13 investor institusi yang tergabung dalam steering committee (SC) yang dibentuk pada rapat umum pemegang obligasi (RUPO) perseroan beberapa waktu lalu. (yoy) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/11/09 10:51 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Smart Telecom Berpotensi Kendalikan Mobile-8 Diketahui, manajemen PT Global Mediacom Tbk (BMTR) tengah memfinalisasi proses itu Selasa, 3 November 2009, 18:05 WIB VIVAnews - Perusahaan telekomunikasi milik Grup Sinarmas kabarnya berniat menjadi pengendali PT Mobile-8 Telecom melalui penyertaan saham. Sumber VIVAnews menuturkan, PT Smart Telecom kabarnya akan menambah kepemilikan sahamnya di Mobile-8 dari sebelumnya 19 persen yang saat ini masih dalam proses finalisasi. "Grup Sinarmas ingin mensinergikan Smart dengan Mobile-8," ujarnya. Corporate Secretary Mobile-8 Chris Taufik saat dimintai konfirmasinya mengakui, mengenai kepemilikan saham pihaknya tidak bisa berkomentar apapun. Sebab, hal itu menjadi kewenangan pemegang saham (PT Global Mediacom Tbk). "Kami bukannya tidak ingin memberi keterangan, tapi itu menjadi kewenangan pemegang saham," tuturnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 3 November 2009. Per 30 September 2009, komposisi kepemilikan saham Mobile-8 sebesar lima persen atau lebih adalah Jerash Investment Ltd sebesar 32 persen, PT Global Mediacom Tbk (19 persen), dan Qualcomm Incoporated (5,01 persen). Pada perdagangan Senin, 2 November 2009, FREN ditutup melemah Rp 1 (1,85 persen) di level Rp 53. Sekuritas PT Valbury Asia Securities dengan kode broker CP tercatat sebagai perusahaan efek yang paling banyak mengoleksi saham Mobile-8. Menurut Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta, dengan adanya pergantian pengendali saham diharapakan FREN yang awalnya tidak berkembang akan lebih maju, karena adanya dukungan dana maupun teknologi yang dimiliki Smart. "Tentunya, bakal ada sinergi kedua operator telepon tersebut untuk menjadi lebih besar," ujarnya. Dirinya memproyeksikan, dalam waktu dekat harga saham perseroan bakal menembus level Rp 65 seiring adanya aksi korporasi tersebut. Seperti diketahui, manajemen PT Global Mediacom Tbk (BMTR) tengah memfinalisasi proses pelepasan 19 persen saham perseroan di PT Mobile-8 Telecom Tbk dengan PT Smart Telecom. "Betul, kami dalam proses ke sana (melepas ke Smart Telecom)," kata Sekretaris Perusahaan Global Mediacom M Budi Rustanto ketika dikonfirmasi VIVAnews di Jakarta, belum lama ini. Menurut dia, saat ini, Global Mediacom dan Smart Telecom masih melakukan perundingan intensif, termasuk mengenai harga pembelian saham. "Angkanya belum diputuskan, karena masih difinalisasi," ujar Budi. Namun, dirinya memastikan, jumlah saham yang akan dilepas sebesar 19 persen. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| editopan (Penasihat) 04/11/09 13:04 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART kalo liat data utangnya yg berjibun banyaknya,...kontras sekali ... menurut ku kalo mo naikin sahamnya adalah dengan cara terbitin saham baru di bawah kendali smart.. misal new branding "Smart-8" kemudian keluarin jadikan Tbk, kode di BEI jadi : SMT8 di launch dengan 100 / saham, dijamin bakalan naik :P Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 05/11/09 14:15 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Kamis, 05/11/2009 10:30 WIB Sinyal Kuat Merger Smart dan Mobile-8 Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - Sinyal merger antara dua operator seluler berbasis CDMA, Mobile-8 Telecom dan Smart Telecom, semakin kuat. Kabarnya, para pemilik kedua perusahaan telekomunikasi itu siap merampungkan negosiasi dalam waktu yang tak lama lagi. "Sinar Mas Grup yang merupakan pemilik Smart Telecom rencananya akan membeli saham dari Global Mediacom, pemilik Mobile-8," menurut sumber detikINET di Jakarta, Kamis (5/11/2009). Masih menurut sumber, diperkirakan titik temu kesepakatan sang pemilik operator, yakni Global Mediacom, Jerash Investment, serta Sinar Mas Grup, akan terjadi minggu depan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 250 miliar. Ketika dikonfirmasi, kabar ini tak sepenuhnya ditampik Presiden Direktur Mobile-8, Merza Fachys. Namun ia juga tak serta merta mengiyakan. "Mereka (pemilik saham) tidak pernah cerita-cerita lagi apa, sampai mana, apalagi harga berapa." "Cuma kita semua tahu bahwa sejak tahun lalu shareholder Mobile-8 terus berupaya mencari investor baru. Hampir semua operator pernah diajak bicara," kata Merza. "Beberapa bulan lalu gosipnya dengan Esia (Bakrie Telecom) akan deal, ternyata tidak ada kejelasannya. Sekarang Smart. Saya sebagai BoD (board of director) berdoa saja mudah-mudahan jadi." Merza juga mengaku tak tahu pasti tentang benar tidaknya kabar kesepakatan itu bakal terjadi minggu depan. "Kalau sudah closing saya pasti tahu. Tapi karena saya belum dengar apa-apa, jadi mungkin ya masih omong-omong saja." Jika ditilik dari struktur pemegang saham Mobile-8 per 30 Desember 2008, berdasarkan data BEI, Jerash Investment Ltd menguasai 32%, PT Global Mediacom Tbk 19%, UOB Kay Hian Provate Limited 13,29%, PT Bhakti Asset Mangement 7,28%, dan Qualcomm Incoporated 5,01%. Dari rumor yang beredar, ada kemungkinan lain masuknya Smart ke Mobile-8 lewat holding Global Mediacom, tidak melalui proses merger. Kedua perusahaan bisa saja tetap berdiri terpisah. "Aksi ini kemungkinan dilakukan agar Global Mediacom dan Sinar Mas tidak dituding publik sebagai bagian dari jual beli frekuensi," kata sumber yang lain. Kabar beredar, Mobile-8 memiliki hutang pembayaran Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) frekuensi Rp 60 miliar ke negara. Sedangkan Smart Telecom, masih memiliki hutang BHP Rp 200 miliar. Hutang itu kabarnya sudah jauh lebih ringan dari sebelumnya, yang mencapai Rp 600 miliar. Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi, dahulu pernah mengatakan, jika akan ada merger dan akuisisi, frekuensi sebaiknya dikembalikan terlebih dulu ke negara.(rou/faw) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 09/11/09 09:17 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Mobile-8 turunkan tarif JAKARTA: PT Mobile-8 Telecom Tbk memberikan penawaran terbaru dengan menurunkan tarif komunikasi Rp100 per 30 detik untuk panggilan hemat interlokal ke telepon rumah di seluruh Indonesia. Promo tarif ini berlaku sepanjang hari, dapat dinikmati setelah pemakaian pada menit ketiga dan berlaku hingga 31 Januari 2010. Tarif ini hanya berlaku pada nomor Fren seluler, serta semua pelanggan Fren Duo, Fren Sobat, dan Fren Reguler. "Promo ini diberikan untuk memenuhi besarnya kebutuhan masyarakat terhadap penggunaan layanan telekomunikasi untuk panggilan interlokal, khususnya ke telepon rumah," ujar Beydra Yendi, Direktur Sales & Marketing Mobile-8, pekan lalu. (Bisnis/FIM) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 11/11/09 16:34 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Grup Sinarmas Resmi Miliki Mobile-8 Selain Gerbangmas, terdapat dua investor lain yang turut membeli saham Global Mediacom Rabu, 11 November 2009, 16:06 WIB Arinto Tri Wibowo, Nerisa VIVAnews - Anak usaha Grup Sinarmas, PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera resmi memiliki saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) di PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN). Selain Gerbangmas, terdapat dua investor lain yang turut membeli saham Global Mediacom. Total saham yang dilepas Global Mediacom mencapai 19 persen. Direktur Utama Mobile-8 Telecom Merza Fachys mengatakan, Gerbangmas berpartisipasi sebagai pemilik minoritas dalam pembelian saham tersebut. "Kami belum mendapat kepastian jumlah saham masing-masing investor dari Global Mediacom," kata dia usai rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa di Menara Kebon Sirih, Jakarta, Rabu 11 November 2009. Merza menambahkan, melalui masuknya investor baru, perusahaan berharap Mobile-8 bisa berkembang. Sementara itu, perwakilan Gerbangmas Henry Cratein Suryanaga mengatakan, pihaknya masih berniat memperbesar kepemilikan saham di Mobile-8 jika ada kesempatan. Selain melalui pasar, perusahaan berpeluang membeli saham melalui rencana penjualan saham dari pemegang saham Mobile-8 lainnya, Jerash Investment Ltd. "Setelah pergantian pengurus, kami akan mengkaji kesempatan bisnis bagi Mobile-8 terlebih dulu," ujarnya. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 11/11/09 21:26 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Rabu, 11/11/2009 18:50 WIB Jual FREN, Hary Tanoe Raup Rp 1,595 Triliun Indro Bagus SU - detikinet Jakarta - Hary Tanoesoedibjo, pemilik grup Bhakti meraup dana Rp 1,595 triliun dari pelepasan seluruh saham yang dimilikinya sebanyak 66,81% saham PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) secara bertahap. Hari ini, penjualan 19% saham FREN meraup Rp 211,464 miliar. Berdasarkan data pemegang saham per 30 Juni 2008, Hary Tanoe melalui PT Global Mediacom Tbk (BMTR) masih memiliki 13,519 miliar saham atau setara dengan 66,81% dari total saham FREN yang sebanyak 20,235 miliar saham. Pada 1-8 Agustus 2008, BMTR melepas 3,199 miliar saham (15,8%) FREN. Pada 19 dan 22 September 2008, BMTR kembali melepas 2,211 miliar saham (10,93%). Pada 25-26 September 2008, BMTR lagi-lagi menjual 2,4 miliar saham (11,86%) FREN. Terakhir, pada 29 September 2008, BMTR melepas 1,863 miliar saham (9,21%) FREN. Seluruh transaksi ini dilakukan pada harga Rp 143 per saham dengan jumlah saham yang dipindahtangankan sebanyak 9,675 miliar saham atau setara dengan 47,8%. Total nilai penjualan yang diraup Hari Tanoe mencapai Rp 1,383 triliun. Tidak jelas siapa saja pembeli lainnya. Namun yang pasti salah satunya adalah Jerash Investment Ltd yang hingga kini masih menguasai 32% saham FREN. Jerash membeli pada periode 19-29 September 2008. Setelah transaksi tersebut, BMTR hanya menguasai 3,844 miliar saham (19%) di FREN. Rupanya, Hary Tanoe masih melanjutkan niatnya melepas seluruh kepemilikan BMTR di FREN. Hari ini, PT Bhakti Securities (EP) memfasilitasi transaksi negosiasi atas 3,844 miliar saham FREN. Broker PT OSK Nusadana Securities (DR) menjadi perantara pembelian saham-saham FREN tersebut. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (11/11/2009), tercatat 1 investor asing dan 2 investor lokal yang melakukan pembelian atas saham FREN. Investor asing tercatat membeli 1,416 miliar saham (7%) FREN pada pukul 15.50.43 JATS. Kemudian investor lokal juga melakukan pembelian sebanyak 7% pada pukul 15.47.31 JATS, dan 1 investor lokal lagi membeli 5% pada pukul 15.47.56 JATS. Sayangnya, manajemen perseroan belum dapat membeberkan siapa saja pihak yang membeli saham-saham FREN itu. Hanya disebutkan satu, yakni PT Gerbangmas, meski tidak disebutkan berapa besar perusahaan afiliasi grup Sinarmas ini membeli saham FREN. Ketiga transaksi penjualan 19% saham FREN dilakukan pada harga Rp 55 per saham. Total transaksi pelepasan 19% saham FREN hari ini sebesar Rp 211,464 miliar. Dengan penjualan 19% saham FREN ini, Hary Tanoe tidak lagi memiliki saham di FREN. Total dana yang ia raup melalui pelepasan 47,8% saham FREN tahun 2008 dan pelepasan 19% saham FREN hari ini mencapai Rp 1,595 triliun.(dro/ash) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ariefst3 (Newbie) 13/11/09 08:10 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Kamis, 12/11/2009 18:11 WIB Mobile-8 dan Smart Tetap Jalan Terpisah Achmad Rouzni Noor II - detikinet mobile-8 (ist) Jakarta - Meski sebagian saham Mobile-8 Telecom telah diakusisi pemilik Smart Telecom, namun kedua operator seluler berbasis teknologi jaringan CDMA itu tidak akan dilebur jadi satu. Merza Fachys, yang kembali dipercaya untuk memimpin Mobile-8 sebagai Presiden Direktur dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), menegaskan demikian. "Mobile-8 dan Smart akan tetap jalan sendiri-sendiri, " ungkapnya kepada detikINET di Jakarta, Kamis (12/11/2009) . "Namun, secara bertahap kita akan kembangkan sinergi yang saling menguntungkan dengan Smart, terutama hal-hal yang dapat menurunkan cost. Bagi Mobile-8, hal ini merupakan pengurangan kerugian," paparnya lebih lanjut. Langkah strategis yang akan ditempuh manajemen kedua operator ini adalah mengoptimalkan fasilitas dan sumber daya yang bisa digunakan bersama. "Apa saja resources dan fasilitas yang bisa dipakai berdua akan kita maksimalkan. " Merza pun menampik wacana yang mengatakan, Mobile-8 akan diminta mengoptimalkan empat kanal frekuensi 800 MHz untuk layanan seluler dan fixed wireless access (FWA), dan Smart yang beroperasi sendirian di pita 1900 MHz khusus untuk akses data pita lebar saja. "ββSinergi menguntungkan yang akan kami lakukan bukan berarti Smart hanya data dan Mobile-8 hanya voice saja," tandas dia. Mobile-8 saat ini memiliki total tiga juta pelanggan untuk seluler Fren, FWA Hepi, dan mobile broadband Mobi. Sedangkan Smart memiliki dua juta pelanggan yang 10% di antaranya pelanggan aktif layanan data. Smart sendiri belum lama ini telah menyelenggarakan layanan BlackBerry berbasis CDMA pertamanya di Indonesia. Sedangkan Mobile-8 baru akan memasarkan layanan BlackBerry CDMA-nya mulai 2010 mendatang. ( rou / faw ) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ariefst3 (Newbie) 13/11/09 08:11 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART Jumat, 13/11/2009 07:50 WIB Mobile-8 Tinjau Ulang Mitra Vendor Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - Usai kepemilikan Mobile-8 Telecom sebagian diakusisi induk Smart Telecom, manajemen operator telekomunikasi berbasis teknologi jaringan CDMA itu pun langsung diminta berbenah agar perusahaan bisa untung. Merza Fachys, yang kembali dipercaya untuk memimpin Mobile-8 sebagai Presiden Direktur, menegaskan Mobile-8 harus segera mencari jalan keluar yang cepat untuk mengurangi beban usaha. "Kita sedang review semua kerja sama dengan partner kita, dan akan kita adjust disesuaikan dengan kemampuan perusahan hari ini hingga dua-tiga tahun ke depan," paparnya kepada detikINET, Jumat (12/11/2009). Mitra kerja yang akan ditinjau ulang pemilik lisensi seluler, fixed wireless access, dan mobile broadband yang mengoperasikan empat kanal di pita 800 MHz itu, antara lain para vendor perangkat, penyedia jaringan, menara, dan lainnya. "Kami akan review kembali harga dan terms and condition lainnya. Pokoknya yang berat-berat dibuang dulu. Bahkan ganti vendor kalau terpaksa," tandas Merza. Kabar beredar, Mobile-8 memiliki hutang cukup banyak. Baik hutang kepada vendor untuk perangkat jaringan maupun hutang kepada negara berupa tunggakan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi yang kabarnya mencapai Rp 60 miliar. Mobile-8 saat ini memiliki total tiga juta pelanggan untuk layanan Fren, Hepi, dan Mobi. Operator ini punya rencana akan memasarkan layanan BlackBerry berbasis CDMA pada 2010 mendatang. ( rou / rou ) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 13/11/09 10:03 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART SAMSUNG DAN MORATEL AKAN KONVERSI SAHAM, \ Mediacom Lepas Mobile-8 Rp 211 Miliar JAKARTA, INVESTOR DAILY PT Global Mediacom Tbk (BMTR) melepas 19% saham PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) senilai Rp 211,65 miliar. Saham tersebut dijual kepada tiga investor baru, salah satunya PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera, perusahaan yang dimiliki oleh Grup Sinarmas. Global Mediacom, perusahaan media yang dikendalikan oleh Hary Tanoesoedibjo menjual 3,84 miliar saham Mobile-8 pada harga Rp 55 per saham. Harga tersebut 7,8% lebih tinggi dibandingkan harga saham Mobile-8 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/11). Penjualan saham operator berbasis CDMA (code division multiple access) itu memicu kenaikan harga saham Mobile-8 (FREN) pada perdagangan saham di BEI, Rabu (11/11). FREN ditutup naik Rp 5 (9,8%) ke posisi Rp 56. Sementara itu, di pasar negosiasi, PT Bhakti Securities sebagai broker jual melakukan transaksi tutup sendiri (crossing) FREN pada harga Rp 55 per saham dengan PT OSK Nusadana Securities selaku broker beli. Nilai transaksinya mencapai Rp 211,4 miliar. Selain itu, PT Millenium Danatama Sekuritas dan PT Phillip Securities melakukan crossing FREN dalam jumlah relatif kecil, masing-masing sebanyak 100 ribu saham pada harga Rp 54 per unit dan 2,42 juta saham pada harga Rp 56 per unit. Direktur Global Mediacom Handhi S Kentjono menyatakan, kepemilikan saham perseroan pada Mobile-8 kini menjadi 0% dari sebelumnya 66,81% per Juni 2008. Penjualan saham itu dilakukan karena Global Mediacom akan fokus pada industri media. βDengan masuknya investor baru, kami yakin kinerja Mobile-8 akan membaik. Industri telekomunikasi masih menjanjikan dan akan terus berkembang pesat,β jelas Handhi di Jakarta, kemarin. Saat ini, komposisi pemegang saham Mobile-8 terdiri atas Jerash Investment Ltd Dubai (32%), Qualcomm Inc Amerika Serikat (5,01%), KT Freetel Co Ltd Korea (2%), dan PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera beserta dua investor lainnya (19%). Sisanya sebanyak 41,99% saham dimiliki publik. Sementara itu, Dirut Mobile-8 Merza Fachys mengaku belum mengetahui secara jelas komitmen pemegang saham baru perseroan. Namun, dia berharap investor baru dapat membantu mengembangkan usaha Mobile-8 ke depan. Hingga kuartal III-2009, Mobile-8 membukukan rugi bersih Rp 439,95 miliar atau meningkat 59,81% dibandingkan periode sama 2008 sebesar Rp 275,29 miliar. Konversi Saham Sementara itu, Mobile-8 akan mengonversi utang senilai Rp 1,43 triliun dengan saham perseroan. Utang tersebut terdiri atas obligasi senilai Rp 675 miliar dan utang usaha Rp 761 miliar. Perseroan akan menawarkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada pemegang obligasi dan kreditor. Harga konversi utang menjadi saham itu sebesar Rp 65 per unit. Hingga kini, sekitar 55% kreditor Mobile-8 telah setuju untuk mengonversi piutang menjadi saham perseroan. Konversi itu diharapkan selesai akhir 2009. βBeberapa perusahaan yang mengonfirmasi untuk konversi saham antara lain Samsung Corporation (Korea) dan Moratel,β ujar Dirut Mobile-8 Merza Fachys. Samsung Corporation merupakan perusahaan multinasional asal Korea Selatan. Selain telekomunikasi, perseroan juga bergerak di bidang usaha elektronik dan alat-alat berat. Sedangkan PT Mora Telematika Indonesia (Moratel) adalah perusahaan penyedia jaringan internet. Belum lama ini, Moratel menggandeng Global Marine Systems Ltd (GMSL) untuk membangun jaringan backbone serat optik Batam-Singapura senilai US$ 12 juta. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 13/11/09 10:09 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART buat bayar utang x yah smpe jual diri gt...hehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| editopan (Penasihat) 13/11/09 11:13 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART kalo konversi utang jadi di lakukan, dimana salah satu kreditornya adalah moratel : dimana perkiraan utang sebesar 400M , berarti Sinarmsa akan memiliki peluang menguasai sekitar tambahan 20%an .. sehingga total saham kepemilikan bisa mencapai 40 an % tuh.. CMIIW. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 14/11/09 12:38 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART 14/11/2009 - 12:23 Sinarmas Bisa Sehatkan FREN? [tautan dihapus], Jakarta - Pembelian saham PT Mobile-8 Telecom oleh Grup Sinarmas dianggap terlalu berani karena perseroan tersebut lebih sering merugi walaupun berpotensi untuk menjadi perusahaan sehat. Hal itu dikatakan Kepala Riset Paramitra Alfa Securities, Pardomuan Sihombing menanggapi pembelian PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera Grup Sinarmas terhadap saham saham Global Mediacom (BMTR). "Dia harus membuktikan bisa membuat FREN kembali membukukan kinerja yang positif," katanya seperti dikutip dari sebuah harian ekonomi nasional. Walaupun ke depan FREN berpeluang untuk menjadi perusahaan sehat dalam beberapa tahun mendatang. Apalagi beberapa krediturnya sudah bersedia menukar piutang dengan saham baru FREN sehingga ekuitas menjadi bertambah. FREN dapat mencari pendanaan baru untuk membiayai ekspansi usahanya. Namun perusahaan ini harus lebih hati-hati agar tidak jatuh ke dalam masalah yang sama. Pembelian FREN yang dilakukan Grup Sinarmas adalah bentuk back door listing. Apalagi Sinarmas berniat menambah kepemilikan sahamnya di FREN. Setelah diakuisisi, diperkirakan Sinarmas akan memberikan bisnis CDMA kepada FREN, sedangkan Sinarmas akan memiliki bisnis GSM dan data internet milik FREN. [hid] Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Kobochan80 (Penasihat) 14/11/09 21:25 | π Re: Akhirnya Fren di beli SMART WOW, Sinar mas mao maen di GSM ???? Sinar mas banyak duit yah... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi