Home - Komunitas - Panduan - Kontak
Indonesian Gadgeteers
Forum Diskusi:
Main Index | Search | Panduan | Aturan | Kontak  ·  Tanpa registrasi: cukup isi nama
>> Lain-Lain
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | (tampilkan semua)
douglas
(Penasihat)
03/06/09 17:18
🙂 INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Tampak gw bakal tenang nih beli dari Garansi Distributor, Karena Hp BB gw dilindungi Hukum Indonesia. PIN gw bakal aman dari Suspend Tampaknya....

Jakarta - Beredarnya BlackBerry dengan sertifikasi Ditjen Postel namun tidak melalui operator telekomunikasi sempat dipertanyakan. Namun pemerintah menegaskan perangkat itu diimpor secara sah.

Demikian keterangan tertulis Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) yang diterima detikINET, Selasa (2/6/2009). "Produsen, distributor, importir alat telekomunikasi, yang telah memenuhi persyaratan dapat melakukan importasi alat/perangkat telekomunikasi, termasuk disyaratkan juga agar memberikan garansi serta layanan purna jual (service center) atas produk jualannya," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S. Dewa Broto.

Dengan demikian, ujar Gatot, pemerintah menutup kemungkinan monopoli impor perangkat telekomunikasi BlackBerry. "Dengan kata lain ada juga importir lain yang 'bukan importir penyelenggara telekomunikasi' yang juga secara legal berhak untuk melakukan importasi sesuai persyaratan yang berlaku," ia menambahkan.

Sedangkan dari sisi Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry hanya melisensikan BlackBerry pada operator telekomunikasi tertentu saja di Indonesia. Ini termasuk Indosat, Excelcomindo Pratama, Telkomsel dan beberapa operator lain yang masih negosiasi.

Akibatnya, pihak operator telekomunikasi sempat menyebutkan bahwa BlackBerry yang beredar di Indonesia didominasi oleh produk black market. Hal ini karena banyak beredar handset BlackBerry yang 'tidak direstui'.

Namun anggapan itu justru dipertanyakan oleh pihak Depkominfo. "Klaim bahwa 80% produk BlackBerry yang beredar di Indonesia adalah produk black market justru patut dipertanyakan, karena hanya menghitung BlackBerry yang dijual oleh penyelenggara telekomunikasi tersebut saja tanpa memperhitungkan adanya importir lain yang juga berhak mengimpor BlackBerry di Indonesia," ujar Gatot.

Di sisi lain, Gatot menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas perangkat yang benar-benar masuk secara ilegal. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dari Depkominfo akan bekerjasama dengan Ditjen Bea dan Cukai serta Ditjen Perdagangan Dalam Negeri untuk melakukan pemberantasan ini.

Sumber: DetikNet , Selasa, 02/06/2009 15:02 WIB
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
02/07/09 08:49
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
XL: Apa BlackBerry Ilegal Boleh Diservis?
Bila peredaran BlackBerry tak resmi terus diacuhkan, pasarnya akan tumbuh sehat dan pesat.
Kamis, 2 Juli 2009, 07:01 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna

VIVAnews - Menanggapi dibekukannya sertifikasi A milik RIM oleh Depkominfo, PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) mendukung upaya pemerintah. Meski begitu, XL juga berharap agar sertifikasi tersebut tetap dibekukan selama Research In Motion (RIM) belum memberi ketegasan soal layanan purna jual (service center) dan terkait model pemasarannya.

“Kami sepenuhnya mendukung desakan pemerintah terhadap RIM untuk membangun layanan purna jual di sini. Tetapi, sebenarnya ada hal yang juga tak kalah penting untuk diperhatikan BRTI dan pemerintah, yakni peredaran BlackBerry tak resmi,” kata Handono Warih pada VIVAnews, 2 Juli 2009.

Menurutnya, isu tersebut masih ‘abu-abu’. Di satu sisi, kebijakan yang berlaku adalah RIM hanya memasarkan perangkat BlackBerry melalui mitra operator yang ditunjuknya. Di sisi lain, pemerintah membiarkan perangkat BlackBerry masuk ke Indonesia selama mengikuti syarat dan ketentuan dan tak melanggar regulasi yang berlaku di bea cukai.

“Ini perlu diklarifikasi. Kami para mitra RIM merasa khawatir dengan peredaran BlackBerry tak resmi tersebut. Karena sesuai komitmen kemitraan kami dengan RIM, keberadaannya tidak dibolehkan,” ucap Warih.

Kekhawatiran Warih tak sampai di situ. Ia menilai, bila peredaran BlackBerry tak resmi terus diacuhkan, hal itu bisa membuat pasar BlackBerry tak resmi tumbuh sehat dan pesat.

“Apakah BlackBerry yang tak resmi juga boleh diservis di situ? Kalau boleh, itu sama saja menumbuhkan pasar BlackBerry tak resmi. Kami butuh klarifikasi dari RIM terkait hal ini,” tuturnya.

Baik XL, maupun mitra lainnya seperti Indosat, Telkomsel, dan AXIS, masih menunggu hasil pertemuan resmi kedua pihak yakni Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan RIM di pertengahan minggu ini. Selama RIM belum memastikan akan membuka layanan purna jual di Indonesia, regulator tetap akan ‘membekukan’ sertifikasi A milik RIM.

Sertifikasi A merupakan sertifikasi yang dimiliki perusahaan principal, dalam hal ini adalah Research in Motion (RIM), selaku pemilik produk. Sementara sertifikasi B adalah sertifikasi yang dipegang oleh para mitra resmi RIM di Indonesia, yang meliputi Indosat, Telkomsel, XL, dan Axis, untuk memasarkan BlackBerry di tanah air.

Sementara sertifikasi tersebut ‘beku’, para mitra tak dapat menambah stok perangkat BlackBerry-nya. XL sendiri mengaku belum merasa kehilangan potensi kerugian hingga hari ini. “Untuk sebulan ke depan, stok kami masih cukup. Toh produk kami hanya Bold, Javelin, dan Storm,” ucap Warih.
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
03/07/09 08:15
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Postel dinilai terlambat soal BlackBerry
Depkominfo ancam pemblokiran total

JAKARTA: Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dinilai terlambat dalam menegakkan aturan kewajiban pendirian layanan purnajual terhadap produsen ponsel BlackBerry asal Kanada, Research in Motion (RIM).

Djatmiko Wardoyo, President Director PT Cipta Multi Usaha Perkasa (Global Teleshop), mengatakan salah satu syarat bagi produk ponsel yang dijual di Indonesia adalah harus memiliki layanan purnajual di Indonesia.

Menurutnya, Syarat itu seharusnya diberlakukan sejak awal, sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa Ditjen Postel Departeman Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) terlambat menegur RIM.

“Memang seharusnya RIM membuka kantor layanan purnajual di beberapa kota di Indonesia, apalagi penjualannya sudah di atas 100.000 unit,” ujarnya di sela-sela acara ulang tahun ke-12 Global Teleshop, kemarin.

Dia menilai langkah pemerintah menekan RIM memiliki layanan purnajual seharusnya dilakukan ketika perusahaan tersebut mulai memasarkan produknya di Indonesia, jangan menunggu hingga banyak keluhan seperti saat ini.

Ditjen Postel sampai kini masih melakukan penolakan terhadap permohonan pengajuan sertifikasi tipe baru produk BlackBerry sampai dengan terpenuhinya persyaratan after sales services sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 29/2008.

Pemerintah juga menolak sementara permohonan sertifikasi BlackBerry dari pihak yang terafiliasi dengan RIM sejak bulan lalu maupun oleh beberapa importir di luar kerja sama dengan vendor asal Kanada itu sejak beberapa pekan lalu.

Selain tidak memenuhi Permenkominfo, RIM juga tidak mengindahkan Peraturan Menteri Perdagangan No.19/2009 tentang Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi Purnajual dalam Bahasa Indonesia.

Ditjen Postel bersama Departemen Perdagangan (Depdag) bahkan mengancam akan memblokir total masuknya BlackBerry ke Indonesia apabila dalam waktu dekat tidak ada iktikad baik dari RIM.

Tidak terlambat

Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan RIM yang terafiliasi dengan operator telah menandatangani surat pernyataan untuk menyediakan layanan purnajual. Hal yang sama, tambahnya, juga dilakukan oleh importir nonoperator.

“Pada saat penjualan naik, keluhan mulai muncul, surat pernyataan tersebut ternyata tidak efektif, karena BlackBerry yang rusak harus diterbangkan ke Singapura,” ujarnya.

Muhammad Jumadi, Sekjen Indonesia Telecommunication User Group (Idtug), menilai tidak ada kata terlambat bagi pemerintah dalam kasus RIM, apalagi hal ini berhubungan langsung dengan pengguna.

“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Apalagi pada kasus BlackBerry yang berkembang sejauh ini. Perlu ada keberpihakan pemerintah kepada masyarakat sebagai konsumen,” ujarnya.

Idtug mengaku sedang mengumpulkan berbagai keluhan masyarakat mengenai layanan purnajual BlackBerry selama ini dan akan langsung menghubungi pihak RIM untuk meminta pertanggungjawabannya. (fita.indah@[tautan dihapus] [tautan dihapus])

Oleh Fita Indah Maulani & Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
inspirasikusatu
(Penasihat)
06/07/09 06:15
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
apakah operator tetap melayani BIS kalo HH BB statusnya BM, jadi ga terdaftar di ditjen postel? Pin ma imei lolos numbering plans.
Tq

-- Posted from my Symbian Device
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
06/07/09 08:36
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Setelah BB, kemudian Iphone...
-------------------------------------------------------
RIM di-deadline hingga 15 Juli
Vendor iPhone jadi sasaran berikutnya

JAKARTA: Depkominfo memberikan tenggat hingga 15 Juli 2009 bagi Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry, untuk memenuhi kewajibannya membuka layanan purnajual resmi di Indonesia.

Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel Depkominfo, mengatakan RIM sedang menjalankan visibility study yang menjadi alasan RIM belum membuka layanan purnajual hingga saat ini tidak dapat diterima karena ini adalah aturan.

“Pembukaan layanan purnajual adalah kewajiban semua barang yang memiliki sertifikat B. RIM dan para importir BlackBerry harus bertanggung jawab atas layanannya sendiri. Kami tunggu good will dari mereka, pembuktian bukan sekedar komitmen,” ujarnya pekan lalu.

Ditjen Postel secara resmi akan membekukan sertifikasi jika hingga 15 hari-terhitung sejak 1 Juli-pihak RIM belum membuka layanan purnajual di Indonesia yang berdiri sendiri, bukan layanan purnajual operator.

Pada 1 Juli Ditjen Postel mengeluarkan surat edaran yang dikirimkan kepada seluruh operator telekomunikasi yang terafiliasi dengan RIM, para importir di luar operator, dan RIM yang ditembuskan kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri, serta Dirjen Bea dan Cukai.

Surat tersebut berisi permintaan RIM agar membuka layanan purnajual paling lambat 15 hari sejak surat diterbitkan. Jika tidak dipenuhi, seluruh perangkat BlackBerry baik model baru maupun model lama yang akan masuk ke Indonesia tidak akan memperoleh sertifikasi.

“Jadi, semua barang yang masuk itu ilegal,” ujarnya.

RIM mengunjungi Dirjen Postel pada Jumat pekan lalu hanya untuk menjelaskan konsep bisnis mereka, termasuk visibility study yang sedang dilakukan. Basuki mengatakan RIM menjelaskan beberapa program, tetapi tidak konkret.

“Kami menuntut hasil nyata bukan sekadar visibility study,” ujarnya.

Bukan hanya RIM

Basuki menegaskan tindakan tegas seperti itu juga akan diberlakukan terhadap semua vendor yang belum memiliki pusat layanan purnajual di Indonesia.

“Kami tidak hanya menegakkan aturan ini pada RIM. Postel juga sedang menyelidiki mengenai ponsel iPhone keluaran Apple, bagaimana dengan layanan purnajualnya. Ponsel merek lain juga mendapat perlakuan sama,” ujarnya

Budi Harjono, General Manager Postpaid & BlackBerry PT Excelcomindo Pratama (XL), mengatakan bisnis BlackBerry akan terganggu jika RIM tidak segera mengambil keputusan.

“Apalagi rencananya ada seri baru yang lebih terjangkau yang akan diluncurkan Agustus, jika belum tercapai kesepakatan momentumnya bisa lewat,” ujarnya.

Eko Nilam, Ketua Asosiasi Importir Seluler Indonesia (AISI), menuturkan sertifikasi Ditjen Postel dilakukan per tipe perangkat.

“Penyetopan sertifikasi untuk produk baru akan memberi pengaruh terhadap impor produk baru itu,” tegasnya.

Basuki menegaskan langkah pemerintah terhadap RIM dilakukan bukan karena adanya permintaan dari kompetitor merek tersebut.

“Kami mau menegakkan aturan kok malah dituduh seperti itu,” ujar Dirjen Postel itu.

Kasus ini terjadi karena RIM melalui para mitra dan importirnya tidak memenuhi aturan padahal mereka sudah menandatangani komitmen akan menjalankan aturan tersebut. (fita.indah@[tautan dihapus]
Post Extras: 🖨️ Cetak
douglas
(Penasihat)
06/07/09 09:43
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Dari [tautan dihapus] Senin

Jangan Beli BM dulu ya BRO

@Bung RUSCO : You are the Man, let's share information to all people!!!

=========================================================================

*BlackBerry 'Menghitung Hari', Pengguna Tak Perlu Khawatir *

Jakarta - Meski Ditjen Postel dengan tegas akan membekukan impor dan sertifikasi BlackBerry, pengguna BlackBerry saat ini dinilai tak perlu khawatir. Selama bukan perangkat black market.

Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, bertindak tegas terhadap Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry. Tenggat waktu telah ditetapkan untuk perusahaan Kanada itu membangun pusat layanan.

Seperti dikutip detikINET dari keterangan tertulis yang diterima, Minggu (5/7/2009), ada dua hal yang membuat peredaran BlackBerry di Indonesia akan 'terhenti':

Apabila sampai dengan tanggal 16 Juli 2009 RIM belum juga melaksanakan komitmennya, maka Ditjen Postel menolak setiap aplikasi permohonan sertifikasi baru produk BlackBerry sampai ada komitmen atau realisasi/implementasi pemnberian garansi dan pendirian layanan purna jual produk RIM (BlackBerry) di Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sertifikat alat perangkat telekomunikasi yang telah pernah diterbitkan oleh Ditjen Postel untuk semua merek produk BlackBerry (RIM) akan dibekukan sehingga pemegang sertifikat produk BlackBerry untuk sementara tidak dapat melakukan importasi atas produk tersebut sampai ada komitmen dan realisasi/implementasi pemnberian garansi dan pendirian layanan purna jual produk RIM (BlackBerry) di Indonesia.

Meski demikian, Kepala Pusat Indormasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan masyarakat pengguna BlackBerry saat ini tak perlu khawatir.

"Masyarakat yang sudah memiliki dan akan membeli produk BlackBerry diberi jaminan, bahwa mereka tetap dapat menggunakan BlackBerry, dengan suatu himbauan agar membeli perangkat tersebut yang telah bersertifikat, berlabel dan bukan produk black market," ujar Gatot.

Gatot juga mengatakan, langkah Postel dalam hal ini bukan lah pemaksaan kehendak. Kesempatan bagi RIM untuk membuka layanan purna jual dikatakan telah diberikan sejak lama.

Di sisi lain, ujarnya, pemerintah mengatakan langkah ini justru bisa melindungi RIM secara tidak langsung dari potensi aksi legal dari masyarakat apabila RIM tak juga memiliki layanan purna jual.

"Departemen Kominfo menyampaikan permohonan maaf seandainya keputusan ini menimbulkan kekurang-nyamanan bagi sebagian warga masyarakat," Gatot menandaskan.

( wsh / wsh )
Post Extras: 🖨️ Cetak
RS125
(Penasihat)
07/07/09 01:12
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
impor resmi dan sah ya, dilindungi hukum indonesia...

padahal tulisannya T Mobile, Rogers, AT and T,... buku petunjuknya juga gitu.. memang distro punya kerja sama ya sama operatot besar di luar Indonesia? pakai protokol hukum apa tuh kerjasamanya? Berarti lebih hebat distro dong bisa bikin kerjasama langsung sama operator besar internasional
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
07/07/09 09:09
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Depdag Wajibkan Importir Blackberry Keluarkan Kartu Garansi
Selasa, 7 Juli 2009 - 07:33 wib
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone

JAKARTA - Pemerintah berusaha melindungi konsumen BlackBerry dengan mengeluarkan aturan kepada importir atau pun penjual BlackBerry. Mereka diwajibkan untuk mencantumkan kartu layanan purna jual, serta memiliki tempat service center.

"Bagi penjual BlackBerry diwajibkan memiliki, menyertakan kartu garansi serta memiliki tempat, service center BlackBerry sendiri," ujar Sekretaris Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Shahrul Sempurna Jaya, seusai penandatanganan operation agreement pelaksanaan CAEXPO 2009 di Gedung Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais No 5, Jakarta, Senin (6/7/2009) malam.

Seperti diketahui, dalam surat Dirjen Pos dan Telekomunikasi (Postel) Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar tertanggal 1 Juli 2009 yang ditujukan kepada penyelenggara telekomunikasi dan vendor atau para importir menyebutkan para perilis blackberry, memiliki waktu hingga 16 juli 2009 untuk merealisasikan komitmennya mendirikan pusat pelayanan purnajual di Indonesia.

Menangapi hal tersebut, Shahrul menyatakan bahwa Depdag masih menunggu realisasi dari para importir dan penjual tersebut. "Depdag akan tunggu sampai 16 Juli," tukasnya. (srn)
Post Extras: 🖨️ Cetak
rakhmat
(Anggota)
15/07/09 22:23
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
yang paling salah itu operator, udah tau pelanggan daftar BIS pake handset BM diterima juga, mau duitnya doang tapi tetep ga mau tanggung jawab, bisanya teriak 80% BM tapi yang BM ditampung juga
blah
Post Extras: 🖨️ Cetak
devender
(Penasihat)
16/07/09 07:07
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
itu denger2 di radio katanya mau ada razia bb ya?
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
16/07/09 08:43
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Teleplan garap pusat reparasi BlackBerry
Depdag pertanyakan status importir

JAKARTA: Research in Motion (RIM) menunjuk PT Teleplan Indonesia sebagai mitra lokalnya untuk mendirikan pusat perbaikan dan layanan purnajual BlackBerry sampai 21 Agustus.

Teleplan merupakan perusahaan penyedia layanan purnajual bagi perusahaan teknologi informasi dan telekomunikasi global.

Menurut RIM, produk yang tidak bisa diperbaiki di Jakarta melalui Teleplan akan dikirim langsung ke Kanada, bukan Singapura seperti saat ini.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) RIM, kemarin.

Pemerintah dan regulator menyambut baik inisiatif RIM itu karena pasar BlackBerry di Indonesia terbukti paling besar dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asean.

Dengan logika bahwa pembangunan pusat perbaikan standar internasional memerlukan waktu, kami memberikan kelonggaran sertifikasi impor sampai 21 Agustus, tetapi hanya untuk BlackBerry model lama, ujar anggota BRTI Heru Sutadi kemarin.

Dia menegaskan pembekuan sertifikasi impor untuk BlackBerry model baru tetap diberlakukan mulai 17 Juli 2009 hingga layanan purnajual dan fasilitas perbaikan berjalan di Indonesia.

Kalau janji yang diberikan tidak sesuai ya yang model lama juga akan kami bekukan sertifikasinya, ujarnya.

BRTI akan memantau perkembangan pembangunan layanan purnajual dan pusat perbaikan milik RIM setiap hari hingga 21 Agustus.

Heru mengatakan RIM sudah menyatakan komitmennya untuk membuka layanan purnajual di Indonesia yang memungkinkan perbaikan kerusakan dilakukan di dalam negeri, bukan di negara tetangga.

Kami akan memantau perkembangan dari hari ke hari agar semua berjalan sesuai dengan aturan, bukan sekadar layanan purnajual biasa. RIM akan membangun satu pusat perbaikan di Jakarta dan di enam kota, ujarnya seusai pertemuan RIM dengan BRTI, kemarin.

Dalam surat resminya, RIM berjanji akan membangun enam layanan purnajual di enam kota di Indonesia sebelum 26 Agustus dan membuka dua lainnya sebelum 15 Oktober.

Satu pusat layanan purnajual dibangun di Jakarta yang rencananya seluruh kerusakan ponsel BlackBerry di Indonesia akan diperbaiki di lokasi tersebut.

Kelonggaran

Keputusan pemerintah memberikan kelonggaran kepada RIM terjadi setelah Duta Besar Kanada untuk Indonesia John Holmes bersama pihak RIM mendatangi Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar pada Selasa (14 Juli) pagi.

Sore harinya langsung dilakukan pertemuan antara Ditjen Postel dan BRTI untuk membahas masalah pembekuan sertifikasi impor BlackBerry dan akhirnya tercapai kesepakatan untuk memberikan kelonggaran kepada RIM.

RIM diberikan kelonggaran melakukan impor produk tipe lama yang sudah beredar di Indonesia hingga 21 Agustus.

Sekjen Indonesia Telecommunication User Group Muhammad Jumadi menyesalkan sikap pemerintah yang cenderung tidak tegas terhadap RIM karena hal tersebut terkait dengan harga diri bangsa.

Departemen Perdagangan mempertanyakan status importir perusahaan yang mendatangkan produk BlackBerry ke Indonesia.

Pasalnya berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan No.56/M-DAG/PER/12/2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu, perusahaan yang melakukan kegiatan impor produk tertentu harus mengajukan permohonan sebagai importir terdaftar (IT) produk tertentu. (Maria Y. Benyamin) (fita.indah@[tautan dihapus])

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
inspirasikusatu
(Penasihat)
16/07/09 09:19
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Quote:
devender said:
itu denger2 di radio katanya mau ada razia bb ya?

Bisa dijelaskan bentuk razianya bro? Yg BM kah?

-- Posted from my Symbian Device
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
17/07/09 10:16
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
XL perluas pusat layanan BlackBerry

JAKARTA: PT Excelcomindo Pratama Tbk akan memperluas jaringan pusat layanan pelanggan BlackBerry hingga mencapai 24 XL Xperience Land yang mulai dirintis tahun ini.

Director Commerce XL Joy Wahjudi mengatakan penambahan pusat layanan itu sebagai komitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik.

Pusat layanan ini akan terus kami bangun, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di beberapa kota lainnya yang memiliki jumlah pelanggan XL BlackBerry cukup tinggi, tuturnya kemarin.

XL Xperience merupakan pusat layanan satu atap untuk BlackBerry di mana calon pelanggan dan pelanggan akan mendapatkan kemudahan melakukan transaksi pembelian peranti BlackBerry dan bermacam aksesorinya.

Selain itu, pelanggan juga bisa melakukan percobaan dan mengalami layanan, mengunduh beragam aplikasi, dan berkonsultasi mengenai berbagai permasalahan seputar BlackBerry, termasuk soal upgrade device serta reparasi perangkat.

Febriati Nadira, Public Relation Manager XL, memaparkan saat ini XL memiliki sembilan gerai XL Xperience Land menyusul pembukaan delapan gerai baru layanan khusus itu serentak di enam kota yaitu Jakarta, Tangerang, Surabaya, Palembang, Pekanbaru, dan Medan.

Menurut rencana, sampai akhir tahun XL akan menambah pusat layanan itu menjadi 24 gerai di 10 kota dengan penambahan penggelaran di Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Makassar sesuai dengan pertumbuhan pasar BlackBerry.

Perkembangan layanan BlackBerry di Indonesia terus meningkat dibandingkan dengan perkembangan di negara lain khususnya di kawasan Asia Pasifik.

Pengguna layanan XL BlackBerry dalam kurun waktu sekitar 6 bulan terakhir diklaim telah meningkat hingga lebih dari 500%. Akhir Juni, total pelanggan layanan ini sudah 114.000 orang.

Penyediaan pusat layanan itu juga diiringi dengan penyediaan kapasitas bandwidth internasional siap pakai langsung ke server Research in Motion hingga 90 MB.

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
douglas
(Penasihat)
17/07/09 12:14
😐 Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Quote:
RS125 said:
impor resmi dan sah ya, dilindungi hukum indonesia...

padahal tulisannya T Mobile, Rogers, AT and T,... buku petunjuknya juga gitu.. memang distro punya kerja sama ya sama operatot besar di luar Indonesia? pakai protokol hukum apa tuh kerjasamanya? Berarti lebih hebat distro dong bisa bikin kerjasama langsung sama operator besar internasional

Dari forum sebelah saya pernah baca...Distributor itu beli dari perusahaan telco diluar negeri beserta "unlock code"nya...karena itu harga BB diIndonesia jauh lebih mahal.
Post Extras: 🖨️ Cetak
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | (tampilkan semua)
🔒 Topik lama, hanya bisa dibaca. Isinya diambil dari forum Forum Ponsel yang dulu: tautan, nomor telepon, dan alamat email sudah disembunyikan. Ingin kiriman ini dihapus atau dikoreksi? Hubungi kami dan sebutkan alamat halaman ini. Ingin membahas topik serupa? Buat topik baru di Lain-Lain.
Isi forum adalah pendapat pengirimnya. Kiriman diperiksa sebelum tampil. © Forum Ponsel · Privasi · Syarat · Aturan forum