Home - Komunitas - Panduan - Kontak
Indonesian Gadgeteers
Forum Diskusi:
Main Index | Search | Panduan | Aturan | Kontak  ·  Tanpa registrasi: cukup isi nama
>> Lain-Lain
douglas
(Penasihat)
03/06/09 17:18
๐Ÿ™‚ INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Tampak gw bakal tenang nih beli dari Garansi Distributor, Karena Hp BB gw dilindungi Hukum Indonesia. PIN gw bakal aman dari Suspend Tampaknya....

Jakarta - Beredarnya BlackBerry dengan sertifikasi Ditjen Postel namun tidak melalui operator telekomunikasi sempat dipertanyakan. Namun pemerintah menegaskan perangkat itu diimpor secara sah.

Demikian keterangan tertulis Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) yang diterima detikINET, Selasa (2/6/2009). "Produsen, distributor, importir alat telekomunikasi, yang telah memenuhi persyaratan dapat melakukan importasi alat/perangkat telekomunikasi, termasuk disyaratkan juga agar memberikan garansi serta layanan purna jual (service center) atas produk jualannya," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S. Dewa Broto.

Dengan demikian, ujar Gatot, pemerintah menutup kemungkinan monopoli impor perangkat telekomunikasi BlackBerry. "Dengan kata lain ada juga importir lain yang 'bukan importir penyelenggara telekomunikasi' yang juga secara legal berhak untuk melakukan importasi sesuai persyaratan yang berlaku," ia menambahkan.

Sedangkan dari sisi Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry hanya melisensikan BlackBerry pada operator telekomunikasi tertentu saja di Indonesia. Ini termasuk Indosat, Excelcomindo Pratama, Telkomsel dan beberapa operator lain yang masih negosiasi.

Akibatnya, pihak operator telekomunikasi sempat menyebutkan bahwa BlackBerry yang beredar di Indonesia didominasi oleh produk black market. Hal ini karena banyak beredar handset BlackBerry yang 'tidak direstui'.

Namun anggapan itu justru dipertanyakan oleh pihak Depkominfo. "Klaim bahwa 80% produk BlackBerry yang beredar di Indonesia adalah produk black market justru patut dipertanyakan, karena hanya menghitung BlackBerry yang dijual oleh penyelenggara telekomunikasi tersebut saja tanpa memperhitungkan adanya importir lain yang juga berhak mengimpor BlackBerry di Indonesia," ujar Gatot.

Di sisi lain, Gatot menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas perangkat yang benar-benar masuk secara ilegal. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dari Depkominfo akan bekerjasama dengan Ditjen Bea dan Cukai serta Ditjen Perdagangan Dalam Negeri untuk melakukan pemberantasan ini.

Sumber: DetikNet , Selasa, 02/06/2009 15:02 WIB
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
seven7colour
(Anggota)
03/06/09 17:39
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Akhirnya lega juga............
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
tb146
(Penasihat)
03/06/09 17:48
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
tunggu realisasinya aja dulu bos ...
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
darkboyz_888
(Newbie)
03/06/09 19:00
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
moga2 sesuai dengan kenyataannya nih
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
devender
(Penasihat)
03/06/09 20:05
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
masalahnya apa bener2 yg masuk ke indo itu bener2 terdaftar di dirjen postel atau hanya sekedar tempelan stiker agar ga diciduk karena BM?
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
tampan
(Penasihat)
03/06/09 21:24
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
wah khabar melegakan neh
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
ramzi
(Penasihat)
03/06/09 21:33
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
hmmmm jadi tergoda pgn beli yg grs Distro..
dari operator males bgt..
udah muuaahhaallll, di lock operator tersebut juga lagi.... beuh...
hari gini...
masih main monopoli...
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
JustFocus
(Penasihat)
03/06/09 22:56
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
depkominfo + ditjen postel juga ga mau rugi.....nyiyipin kue besar rim-bb
'barang basah" bgt
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
MediaShop
(Anggota)
04/06/09 12:50
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
memang seharusnya jangan dibiarkan monopoli oleh operator karena harga jadi muahaaalll...
kaya iphone 3g busettt....
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
a4t
(Penasihat)
04/06/09 20:53
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
hmmm we'll see sampe ada yg ke suspend.... gimana pertanggung jawabannya dah.... bisa bantu untuk bikin tuh BB berfungsi lagi nga?

WHO KNOWS!
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
devender
(Penasihat)
04/06/09 22:26
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
ahaha kalo diganti baru enak bos kalo ada masalah tiba2 di suspend..kalo ujung2nya kabur wah repot
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
hantump3
(Penasihat)
04/06/09 23:48
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
kaga pusink lah, kalo beli dari distibutor. jangan beli dari operator aja. kalo sampe kena suspend, tinggal balik kesana suruh ganti baru.
gua suru tulis di bon pembelian kalo sampe kena suspend musti ganti baru. masa bodoh deh toko yang ribut sama distributor. hahaha...
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
k3do
(Penasihat)
05/06/09 08:40
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
lagi lagi masyarakat di bodohkan pemerintah cape dehhhhh.......
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
m1n99u5
(Anggota)
06/06/09 11:27
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Quote:
k3do said:
lagi lagi masyarakat di bodohkan pemerintah cape dehhhhh.......

maksudnya ? bro
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
m1n99u5
(Anggota)
06/06/09 17:50
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Quote:
douglas said:
Tampak gw bakal tenang nih beli dari Garansi Distributor, Karena Hp BB gw dilindungi Hukum Indonesia. PIN gw bakal aman dari Suspend Tampaknya....

Jakarta - Beredarnya BlackBerry dengan sertifikasi Ditjen Postel namun tidak melalui operator telekomunikasi sempat dipertanyakan. Namun pemerintah menegaskan perangkat itu diimpor secara sah.

Demikian keterangan tertulis Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) yang diterima detikINET, Selasa (2/6/2009). "Produsen, distributor, importir alat telekomunikasi, yang telah memenuhi persyaratan dapat melakukan importasi alat/perangkat telekomunikasi, termasuk disyaratkan juga agar memberikan garansi serta layanan purna jual (service center) atas produk jualannya," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S. Dewa Broto.

Dengan demikian, ujar Gatot, pemerintah menutup kemungkinan monopoli impor perangkat telekomunikasi BlackBerry. "Dengan kata lain ada juga importir lain yang 'bukan importir penyelenggara telekomunikasi' yang juga secara legal berhak untuk melakukan importasi sesuai persyaratan yang berlaku," ia menambahkan.

Sedangkan dari sisi Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry hanya melisensikan BlackBerry pada operator telekomunikasi tertentu saja di Indonesia. Ini termasuk Indosat, Excelcomindo Pratama, Telkomsel dan beberapa operator lain yang masih negosiasi.

Akibatnya, pihak operator telekomunikasi sempat menyebutkan bahwa BlackBerry yang beredar di Indonesia didominasi oleh produk black market. Hal ini karena banyak beredar handset BlackBerry yang 'tidak direstui'.

Namun anggapan itu justru dipertanyakan oleh pihak Depkominfo. "Klaim bahwa 80% produk BlackBerry yang beredar di Indonesia adalah produk black market justru patut dipertanyakan, karena hanya menghitung BlackBerry yang dijual oleh penyelenggara telekomunikasi tersebut saja tanpa memperhitungkan adanya importir lain yang juga berhak mengimpor BlackBerry di Indonesia," ujar Gatot.

Di sisi lain, Gatot menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas perangkat yang benar-benar masuk secara ilegal. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dari Depkominfo akan bekerjasama dengan Ditjen Bea dan Cukai serta Ditjen Perdagangan Dalam Negeri untuk melakukan pemberantasan ini.

Sumber: DetikNet , Selasa, 02/06/2009 15:02 WIB

hi hi hi

BM bergaransi ?

Kalau suspend palingan di unsuspend secara ilegal

Nah dah unsuspend selanjutnya nasibnya bagaimana setelah lewat 1 thn ?

Pemerintah hanya mengurusi Bea Masuk doank

Kalau "suspend" Emang Gua Pikirin

hua ha ha ha
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
BNP
(Newbie)
08/06/09 18:26
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
^^
^^
^^

bener bgt...

SOL
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
xenzmobile
(Penasihat)
12/06/09 20:05
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Bro2 FP pengen nanya.. kalo gue bli BB BM apakah bisa menggunakan layanan BIS?? thx sblmnya
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
devender
(Penasihat)
12/06/09 20:30
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
bisa bos..pastikan ga di suspend dan tulisannya harus GPRS atau EDGE atau 3G..huruf besar semua
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
hantump3
(Penasihat)
13/06/09 09:04
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
permasalahannya beli BB BM pas beli emang nga suspend. nga lama setelah beli kena suspend. hahaha...

BB BM sih tidak disarankan deh. harga sih beda lumayan, tapi BB BM kan nga murah murah amat juga. taunya kalo baru pake beberapa bulan kena suspend kan kelenger.

kalo udah kena suspend, mau diapain juga percuma. bisa sih di isi pin baru, tapi itu juga itungan waktu doank, karena RIM itu secara continously ngecek pin, imei dan bsn. begitu si RIM lagi ngecek. langsung deh pin pin hasil kloning dan tembakan akan kena suspend.

gua sempet email ke RIM buat tanya pin dan imei gua valid atau tidak. dan dijawab valid.
meningan beli barang yah garansi distributor aja lah. nga harus garansi operator. yang model model kaya garansi sarindo, cellindo itu juga udah bagus kok. gua punya sih garansi distributor juga dan BNIB. tapi denger denger dari forum tetangga ada garansi distributor ***** yang bilangnya BNIB tapi tidak BNIB.
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
15/06/09 16:48
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Senin, 15/06/2009 14:34 WIB
Pertemuan RIM dan BRTI Berlangsung Kritis
Ardhi Suryadhi - detikinet

Jakarta - Akhirnya, pertemuan Researh In Motion (RIM) dengan regulator yang diwakili Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Depkominfo berlangsung. Tak dinyana, pertemuan yang khusus membahas nasib BlackBerry di Indonesia ini berlangsung sangat kritis.

Dikatakan Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas dan Pusat Informasi Depkominfo, kedatangan delegasi RIM dari Kanada ini dipimpin oleh Robert E. Crow selaku Vice President on Industry, Goverment & University Relations of RIM. Sementara dari kubu Indonesia tampak para anggota BRTI -- minus sang Ketua Basuki Yusuf Iskandar dan Abdullah Alkaf -- serta Azhar Hasyim, Direktur Standarisasi Ditjen Postel.

"Pertemuan tersebut berlangsung sangat kooperatif dan cukup bermanfaat namun sangat kritis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2009).

Pasalnya, lanjut Gatot, memungkinkan kedua belah pihak saling sharing informasi dan mencoba mencari berbagai alternatif solusi terkait dengan berbagai masalah yang terkait dengan perdagangan produk dan layanan perangkat telekomunikasi BlackBerry di Indonesia yang akhir-akhir ini cukup banyak memperoleh sorotan tajam dari masyarakat.

BRTI dan Depkominfo pada dasarnya menyampaikan apreasiasi atas kesediaan RIM untuk menyampaikan sejumlah klarifikasi yang disampaikan oleh pihak Indonesia. Dialog semacam ini diharapkan akan terus berlanjut dilakukan pada masa-masa yang akan datang dengan tujuan selain untuk memperkecil perbedaan pandangan di antara kedua pihak, juga untuk mengetahui regulasi dan kebijakan.

Pertemuan ini sebelumnya sudah didahului dengan pertemuan dengan topik bahasan yang sama di kantor BRTI juga yang berlangsung pada minggu lalu namun hanya terbatas khusus internal para pemangku kepentingan di Indonesia, yaitu 3 penyelenggara telekomunikasi (PT Telkomsel, PT Excelcomindo Pratama dan PT Indosat), komunitas pengguna BlackBerry dan BRTI serta Departemen Kominfo.

Khusus pada pertemuan yang dilakukan pada tanggal 15 Juni 2009 ini RIM menjelaskan tentang posisi mereka dalam pengembangan perdagangan BlackBerry di Indonesia dan sangat berharap agar penetrasi pasar di Indonesia meningkat pesat sebagaimana saat ini saja baik yang langsung diperdagangkan melalui RIM langsung maupun tidak langsung adalah sekitar 300 ribu dan diperkirakan akan meningkat terus. (ash/ash)
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
15/06/09 16:50
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Senin, 15/06/2009 15:01 WIB
Produsen BlackBerry Janji Buka Cabang di Indonesia
Ardhi Suryadhi - detikinet

Jakarta - Satu point penting dalam pertemuan antara Research in Motion (RIM) dengan BRTI dan Depkominfo adalah, produsen BlackBerry itu berjanji untuk membuka kantor cabangnya di Indonesia. Kapan?

Nah, hal inilah yang disesalkan. Tak ada tenggat waktu yang berani produsen asal Kanada itu tetapkan ataupun ketegasan dari pemerintah. Alhasil, bisa saja ucapan untuk membuka fasilitas layanan purna jual tersebut hanya janji-janji manis mereka.

Menanggapi hal itu, Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas dan Pusat Informasi Depkominfo mengatakan, meski baru sebatas mengobral janji muluk setidaknya pemerintah melihat ada niat baik dari RIM untuk membuka perpanjangan tangannya di Indonesia.

"RIM menyanggupi untuk membuka cabang di sini, tapi awalnya melakukan studi kelayakan lebih dulu. Mereka masih melihat-lihat mau dibentuknya macam apa, representif office atau service center?" ujarnya kepada detikINET, Senin (15/6/2009).

Menurut Gatot, langkah hati-hati RIM tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Sebab, lanjutnya, di dalam bisnis itu studi kelayakan terhadap suatu langkah strategis merupakan hal yang tak bisa dihindari.

"Memang jawaban mereka as soon as possible, gak dikasih tenggat waktu dari pemerintah. Tapi itu juga menandakan ada good will dari mereka (RIM-red.), nanti kita akan terus memonitor," pungkasnya. (ash/ash)
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
devender
(Penasihat)
15/06/09 17:42
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
tambahan lg..RIM agak segan membuka pusat service bb di indo karena mereka beragrgumen bahwa RIM udah memiliki agreement dengan pihak operator terkait masalah servis

tp dr BRTi bilang walaupun bb yg masuk ke indo ada yg masuk lewat jalur non-operator dan banyak yg masuk lewat jalur BM,tetapi tetap bb tsb adalah buatan RIM jadi sudah seharusnya RIM membuat pusat servis di indo

2 pandangan yg berbeda yg dampak/konsekuensinya terkena adalah pemakai BB non-operator..
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
hantump3
(Penasihat)
15/06/09 23:19
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
intinya tetap yang dirugikan adalah konsumen.
semua karena kearogansian operator yang seenak jidat jual harganya selangit. kenapa distributor resmi bisa jual dengan harga lebih murah dan garansi yang sama, tetapi operator tidak. kalo pihak operator mau jadi pedagang handphone meningan ijin usaha nya di ganti jadi dagang aja.
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
Drag
(Penasihat)
15/06/09 23:46
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Nice Info Dan Tetap Menjadi Harapan Seluruh Konsumen DiIndonesia Pengguna BB. Sudah sepantas Dan Sewajarnya Kalau RIM (Reseacrh In Motion) Membuka Kantor Cabang/Perwakilan Resminya DiIndonesia Mengingat Dan Melihat Pengguna BlackBerry DiIndonesia Yang Semakin Pesat Pertumbuhannya Dari Hari ke Hari. Dan Semoga Good Will RIM akan segera Terwujud Dan Terlaksana. Saya Sebagai salah Satu Pengguna Fanatic BB Menyambut Positif Sekali akan Hal ini walaupun Dari Pihak RIM Masih GREY Area (ASAP) tetapi Langkah Positif Dari RIM ini sangat Bagus Sekali.

Semoga Dengan Dibukanya Kantor Cabang Resmi RIM DiIndonesia Dapat Juga Memberikan Dan Membuka Kesempatan Kerja Bagi Penduduk Indonesia, Toh Ga ada Ruginya Kita Berharap....Amin

Rgds

HUMVEE

-- Posted from my Mobile phone
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
16/06/09 08:26
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
RIM menyesalkan BlackBerry BM
Idtug: Regulator harus tegas

JAKARTA: Research in Motion (RIM) prihatin terhadap maraknya peredaran BlackBerry ilegal yang kemungkinan didapat dari distributor yang tidak mendapat otorisasi langsung dari RIM.

Produk tersebut diperdagangkan secara parsial oleh pihak-pihak tertentu secara black market (BM).

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara perwakilan RIM, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dan Ditjen Pos dan Telekomunikasi Depkominfo, kemarin.

Robert E. Crow, VP on Industry, Government and University Relations of RIM, mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk melakukan feasibility study untuk mencari format yang tepat bagi pendirian kantornya di Indonesia secepat mungkin, apakah dalam bentuk representative office, sales service, atau service center.

"Sejauh ini layanan purnajual kami terikat dengan penyelenggara telekomunikasi, tetapi ternyata masih menyisakan persoalan," ujarnya kemarin.

BRTI dan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menuntut RIM agar tidak lepas tangan terhadap perdagangan BlackBerry lain yang tidak melalui penyelenggara telekomunikasi, karena vendor itu memiliki basis data personal identification number (PIN) dan spesifikasi teknis lainnya, sejauh itu bukan produk BM.

Sesuai dengan Permenkominfo No. 29/ 2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi, produsen, distributor, dan importir alat telekomunikasi yang telah memenuhi persyaratan dapat melakukan importasi perangkat. "Agar tidak terjadi monopoli importasi perangkat telekomunikasi," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto, kemarin.

Dalam regulasi itu juga dijelaskan untuk mendapatkan sertifikasi perangkat telekomunikasi, importir, termasuk RIM, harus membuat surat pernyataan kesanggupan memberikan garansi serta layanan purnajual di atas meterai, kecuali jika perangkat itu tidak untuk diperdagangkan.

Menurut Gatot, BRTI dan Depkominfo tidak bermaksud menahan perdagangan BlackBerry yang terlisensi dari RIM, tetapi justru melindungi vendor itu dari kemungkinan legal action pengguna jika suatu saat ada masalah layanan purnajual.

Indonesia Telecommunication User Group (Idtug) menilai BRTI dan pemerintah kurang tegas terhadap vendor asing tersebut.

"Kalau hasil pertemuannya begitu, tidak ada kata selain BRTI harus tegas. Saya kira sekarang saatnya regulator berpihak kepada pengguna dengan menekan RIM untuk membuka minimal service center di Indonesia dan diberikan batas waktu," ujar Sekjen Idtug M. Jumadi.

Kesan lepas tangan RIM terhadap BlackBerry ilegal, menurut dia, juga harus ditanggapi serius karena ilegal ataupun tidak tetap saja perangkat itu adalah produksi vendor asal Kanada tersebut.

BRTI dan Departemen Kominfo berjanji terus memonitor secara intensif terhadap komitmen RIM, adapun kepada perusahaan-perusahaan lain yang sudah memperoleh sertifikat tetapi tidak terikat dengan penyelenggara telekomunikasi juga tetap dituntut kepatuhannya terhadap regulasi.

Ponsel China

Sementara itu, Asosiasi Importir Seluler Indonesia (AISI) mengimbau semua pemegang merek ponsel terutama merek asal China memperluas layanan purnajual untuk menjangkau konsumen di daerah.

Ketua AISI Eko Nilam menuturkan imbauan itu mempertimbangkan kenyataan sebagian pemegang merek selama ini hanya membuka layanan purnajual di Jakarta saja padahal pemasarannya sampai di daerah.

"Kasihan konsumen di daerah, jadi kami meminta mereka membuka juga service center di daerah terutama ibu kota provinsi," ujarnya. (roni.yunianto@[tautan dihapus] arif.pitoyo@[tautan dihapus])

Oleh Roni Yunianto & Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
18/06/09 08:01
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Pemblokiran BlackBerry belum pasti

JAKARTA: Regulator dan pemerintah belum menetapkan batas waktu bagi Research in Motion (RIM/produsen BlackBerry) untuk membuka layanan purna jualnya di Indonesia.

"Hal tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu dengan operator telekomunikasi dan Departemen Perdagangan. Namun, pemerintah menahan masuknya BlackBerry ke Indonesia sampai waktu yang belum ditentukan," ujar Direktur Standardisasi Ditjen Postel Azhar Hasyim, kemarin.

Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi menahan sertifikasi A produk BlackBerry baik yang melalui operator telekomunikasi yang menjadi mitra RIM maupun importir lainnya sampai vendor asal Kanada itu membuka pusat layanan purnajualnya.

Azhar bahkan mengancam akan membekukan sertifikasi bagi perangkat telekomunikasi lainnya kepada pengimpor BlackBerry apabila tidak segera mendirikan service center.

Sayangnya, pemerintah dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tidak menyebutkan batas waktu pendirian service center bagi produk BlackBerry tersebut sehingga sejumlah kalangan menilainya kurang tegas.

Anggota BRTI Heru Sutadi mengatakan penyediaan layanan purnajual adalah kewajiban karena itu untuk melindungi konsumen.

"Sertifikasi baru kami tahan sampai layanan purnajual itu terwujud, sampai batas waktu yang belum ditentukan," ujarnya.

Sesuai dengan Permenkominfo No. 29/ 2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi, produsen, distributor, dan importir alat telekomunikasi yang telah memenuhi persyaratan dapat melakukan importasi perangkat agar tidak terjadi monopoli importasi perangkat telekomunikasi.

Sertifikasi perangkat

Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan dalam regulasi itu juga dijelaskan untuk mendapatkan sertifikasi perangkat telekomunikasi, importir, termasuk RIM, harus membuat surat pernyataan kesanggupan memberikan garansi serta layanan purnajual di atas meterai, kecuali jika perangkat itu tidak untuk diperdagangkan.

Menurut Gatot, BRTI dan Depkominfo tidak bermaksud menahan perdagangan BlackBerry yang terlisensi dari RIM, tetapi justru melindungi vendor itu dari kemungkinan legal action pengguna jika suatu saat ada masalah layanan purnajual.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan Departemen Kominfo berjanji terus memonitor secara intensif terhadap komitmen RIM, adapun kepada perusahaan-perusahaan lain yang sudah memperoleh sertifikat tetapi tidak terikat dengan penyelenggara telekomunikasi juga tetap dituntut kepatuhannya terhadap regulasi.

Oleh Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
douglas
(Penasihat)
20/06/09 20:17
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Seperti yang kita lihat ternyata pemerintah memang berusaha melindungi konsumen bb cuma ada pertanyaan nih... Apakah isu pin suspend mungkin saja dihembuskan oleh operator dan mungkin saja operator di indonesia mendesak RIM agar memblokir bb yang tdk dibeli dari mereka? Mengingat keuntungan yang cukup besar dari penjualn bb ke end user buat operator.

-- Posted from my Mobile phone
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
devender
(Penasihat)
20/06/09 22:29
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
kalo masalah itu kurang tau jg bos,tp baca2 di FJB atau forum promosi dan peluang suka ada yg jual bb di suspend..yaa mungkin ada yg nyata kena suspend jg hehehe
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
24/06/09 08:18
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
3 Instansi desak RIM buka service center

JAKARTA: Tiga instansi pemerintah mendesak Research In Motion (RIM), vendor BlackBerry asal Kanada, segera melakukan studi kelayakan menjelang pembukaan pusat layanan purnajual (service center) di Indonesia.

Kepala Pusat Indormasi dan Humas Departemen Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan hal tersebut merupakan hasil pertemuan antara Depkominfo dengan Departemen Perdagangan, dan Departemen Keuangan, serta perwakilan dari operator mitra RIM.

"Saat itu RIM berjanji sesegera mungkin melakukan studi kelayakan guna mencari format terbaik bagi pendirian kantornya di Indonesia, apakah berbentuk representative office, sales service, atau service centre," ujarnya, kemarin.

Sejauh ini, layanan purnajual perangkat BlackBerry masih terikat dengan penyelenggara telekomunikasi atau distributor tempat masyarakat membeli produk tersebut.

Namun, jika ada masalah lebih lanjut harus dibawa ke Singapura sebagai lokasi layanan purnajual terdekat.

Awal pekan ini, pemerintah dan ketiga operator telekomunikasi yang terafiliasi dengan layanan BlackBerry di Indonesia sepakat mendukung sikap tegas pemerintah. Pendirian service centre RIM di Indonesia diyakini mengurangi biaya operasional layanan purnajual.

"Sekarang para operator harus menanggung biaya membawa perangkat yang tidak bisa diatasi oleh mereka di Indonesia, ke service center RIM di Singapura," ujarnya.

Ditjen Postel masih melakukan penolakan terhadap permohonan pengajuan sertifikasi tipe baru produk BlackBerry sampai dengan terpenuhinya persyaratan after sales services sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No.29/ 2008.

Tindakan tegas

Depdag dan Depkeu sudah menyetujui kebijakan Depkominfo jika sewaktu-waktu diminta menghentikan importasi produk BlackBerry sampai RIM menepati janjinya.

Gatot mengatakan pihaknya akan terus bersikap tegas dan memberikan aksi lebih nyata dalam mendorong RIM memenuhi aturan yang berlaku di Indonesia. Pemerintah sangat menyadari potensi pasar BlackBerry di Indonesia termasuk yang paling menonjol di Asia.

"Kami masih menolak sementara permohonan sertifikasi BlackBerry dari pihak yang terafiliasi dengan RIM sejak bulan lalu maupun oleh beberapa importir di luar kerja sama dengan RIM sejak pekan lalu," ujarnya.

Pemerintah sebelumnya berencana mencabut sertifikasi perangkat A milik perusahaan pengimpor BlackBerry dan RIM.

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
Xuperbego
(Penasihat)
25/06/09 07:18
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
moga-moga aja cepet terwujud yah cita-cita luhur seluruh pemilik BB di Indonesia, supaya pemakai BB makin banyak dan harga BIS jadi tambah murah...........
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
25/06/09 09:40
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Pemerintah Awasi Peredaran BlackBerry Ilegal
Pemerintah akan menurunkan tim untuk melakukan pengawasan Blackberry ilegal.
Kamis, 25 Juni 2009, 06:30 WIB
Muhammad Firman, Elly Setyo Rini

VIVAnews - Pemerintah akan menurunkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran ponsel pintar, Blackberry, ilegal. Belakangan ini banyak ditemukan ponsel Blackberry masuk secara tidak resmi di wilayah pabean Indonesia.

"Segera akan diturunkan tim untuk mengawasi peredaran Blackberry ilegal," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Subagyo di sela-sela kunjungan kerja Menteri Perdagangan di Tip Top Swalayan Rawamangun, Jakarta, Rabu 24 Juni 2009.

Meski demikian, Subagyo menambahkan, pemerintah saat ini sedang fokus untuk melakukan pengawasan terhadap lima produk yang diatur impornya melalui Permendag No. 56/2008. "Tapi kalau ada permintaan atau kasus-kasus tertentu, bisa saja menurunkan tim untuk lakukan pengawasan," ujarnya.

Permendag No. 56/2008 mengatur ketentuan impor lima produk, yakni makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, mainan anak-anak, alas kaki, dan elektronik.
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
25/06/09 10:12
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Kamis, 25/06/2009 07:13 WIB
BlackBerry Ilegal Siap Diberangus
Suhendra - detikinet

Jakarta - Departemen Perdagangan siap melakukan pengawasan ekstra terhadap perangkat BlackBerry (BB) yang sekarang ini mulai marak di pasar ponsel Tanah Air. Pengawasan ini bertujuan untuk meredam adanya dugaan beredarnya produk BB ilegal.

"Tapi segeralah (akan turunkan tim untuk awasi peredaran BB ilegal-red.)," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Subagyo saat ditemui disela-sela sidak Mendag ke pasar ritel moderen, Jakarta, Rabu (24/6/2009).

Subagyo menegaskan, saat ini pihaknya masih akan fokus melakukan pengawasan barang beredar khusus untuk barang-barang yang diawasi impornya yaitu tekstil dan produk tekstil, mainan, alas kaki, elektronik dan makanan minuman. Namun kebutuhan untuk mengawasi barang seperti BB masih sangat mungkin dilakukan.

"Kami saat ini masih fokus melakukan pengawasan terhadap lima produk yang diatur impornya dalam permendag 56, tapi kalau ada permintaan atau kasus tertentu, kami bisa menurunkan tim untuk lakukan pengawasan," katanya.

Dalam Permendag No 19/M-DAG/PER/5/2009 yang diterbitkan pada 26 Mei 2009 dan berlaku 26 Agustus 2009, mengatur mengenai semua produk elektronik dan telematika yang beredar di Indonesa harus dilengkapi dengan petunjuk penggunaan manual dan kartu jaminan purna jual berbahasa Indonesia.

Selain itu produk elektronika dan telematika baik impor maupun produk dalam negeri wajib memiliki minimal 6 tempat layanan purnajual (Service Center). Para produsen atau importir pun harus mendaftarkan petunjuk penggunaan dan kartu jaminan ke Direktorat Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag.

Duet dengan Depkominfo

Sementara Direktur Pengawasan Barang Beredar Barang dan Jasa Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Inayat Iman menambahkan, pihaknya siap melakukan pengawasan ekstra terhadap perangkat besutan Research in Motion, Kanada itu.

"Kita siap melaksanakan pengawasan BB itu, seperti yang diharapkan Pak Dirjen. Namun sebelum melakukan pengawasan BB kita akan rapat dengan Depkominfo," tukasnya.

"Saya sudah layangkan surat ke Depkominfo, mengenai akan ada rapat Jumat. Untuk membahas masalah kewajiban pabrikan distribusi perangkat BB di Indonesia untuk menjamin pengguna," ia menandaskan. (hen/ash)
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
devender
(Penasihat)
25/06/09 12:28
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
denger kabar juga katanya pasokan bb ke indo lg diberhentiin sementara ya?
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
25/06/09 21:34
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Ini berita yang berhubungan...
-------------
Operator Diminta Hentikan Penjualan BlackBerry
25/06/2009 15:10:34 WIB
Oleh Imam Suhartadi dan Encep Saepudin
JAKARTA, INVESTOR DAILY

Depkominfo minta operator penyelenggara jasa telekomunikasi menghentikan penjualan BlackBerrry tipe terbaru karena belum mendapat sertifikasi. Ini berkaitan dengan penghentian sementara pemberian sertifikasi hingga produsennya, Research In Motion (RIM) memenuhi syarat layanan purna jual.

Demikian ditegaskan Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Selasa (23/6).

โ€œSaat ini, kami masih menolak sementara permohonan sertifikasi BlackBerry versi RIM, baik yang dilakukan operator (sejak sebulan lalu) maupun oleh beberapa importir yang bukan terafiliasi RIM (sejak seminggu lalu),โ€ kata Gatot.

Keputusan penghentian sementara pemberian sertifikasi itu, kata Gatot, sudah sesuai Peraturan Menteri Kominfo No 29/2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi. Dia mencontohkan, iPhone, produksi Apple saja, saat masuk Indonesia langsung membangun service centre di Indonesia. โ€œKenapa BlackBerry yang sudah lama masuk Indonesia tidak melakukan upaya serupa,โ€ kata dia.

Gatot mengatakan, larangan menjual BlackBerry tipe terbaru itu sudah disampaikan kepada operator yang menjadi mitra RIM. Depkominfo tidak menyampaikan hal itu ke distributor, namun ia berharap, distributor bisa mengetahui adanya larangan itu dari operator.

Keputusan tersebut, menurut Gatot, sebagai bukti Depkominfo serius dalam menyikapi perdagangan BlackBerry secara profesional bagi kepentingan konsumen. Selanjutnya Depkominfo melakukan koordinasi dengan Departemen Perdagangan, Departemen Keuangan, dan penyelenggara yang terafiliasi dengan layanan Blackberry di Indonesia.

Sedangkan pihak Departemen Perdagangan dan Departemen Keuangan siap menyetop importasi produk BlackBerry. Para operator telekomunikasi, menurut Gatot, mendukung syarat kepada RIM untuk mendirikan pusat layanan (service centre) di Indonesia karena dapat mengurangi biaya operasional layanan purna jual. Bayangkan, bila kerusakan tidak bisa diatasi, pelanggan terpaksa membawanya ke layanan purna jual RIM terdekat, yaitu di Singapura.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut pertemuan Depkominfo dengan RIM beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Depkominfo memahami kesungguhan pihak Komisi Perdagangan Kedutaan Kanada di Jakarta untuk menemui Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Senin (8/6). Pertemuan itu, kemudian dilanjutkan antara perwakilan pejabat tinggi Kanada, eksekutif RIM dan BRTI, Senin (15/6). Memang dalam kedua pertemuan tersebut pihak RIM berjanji melakukan feasibility study untuk memenuhi permintaan pemerintah Indonesia.

โ€œAkan tetapi, jika dalam beberapa minggu ke depan belum ada wujud konkret dari komitmen RIM tersebut, kami akan terus mengkristalisasi ketegasan sikap secara lebih konkret,โ€ ujar Gatot.

Dia mengatakan, potensi pasar BlackBerry di Indonesia termasuk yang paling menonjol di kawasan Asia mengingat demikian cepat pertumbuhannya. Ini tidak lepas dari perilaku konsumen di Indonesia yang cukup konsumtif terhadap produk telekomunikasi yang canggih. Dan karena kondisi tersebut itulah, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melakukan perlindungan konsumen secara lebih tegas.

Pelanggan BlackBerry di Indonesia pada tiga operator telekomunikasi yang telah menjadi mitra RIM sebanyak 300 ribu. Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo Pratama masing-masing mengklaim memiliki pelanggan BlackBerry sebanyak 100 ribu.

Sementara itu, Praktisi Telekomunikasi dan member komunitas ID-BlackBerry Faizal A mendukung langkah pemerintah untuk melindungi pengguna BlackBerry di Tanah Air. Umumnya pengguna kurang berhati-hati dalam membeli perangkat tersebut.

Sekarang ini, terdapat tiga model penjualan, yaitu melalui operator, distributor, dan black market. Pengguna mendapatkan perbaikan dan bahkan penggantian penuh bila membelinya di operator selama kerusakannya bukan karena kelalain misalnya tercebur di air, operator mau memperbaikinya. โ€œBahkan, ada operator yang memberikan barang pengganti selama perangkat pengguna di servis,โ€ kata dia.

Problem baru muncul bila pembeliannya melalui distributor. Jasa perbaikannya diragukan kualitasnya. Problem makin parah bila penggunanya membeli dari pasar gelap. Untuk yang ini, tidak ada pihak yang bertanggung jawab bila rusak. ***
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
26/06/09 09:28
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Semoga RIM segera menyelesaikan permasalahan untuk service center ini, supaya BB yang Rp 2 juta, bisa dijual di sini..
---------------------------
BlackBerry Rp 2 Juta Terancam Terhambat. Impor Dihentikan, Operator Waswas
Dari Tribun Kaltim

JAKARTA, TRIBUN- Pemblokiran keran impor smartphone BlackBerry oleh otoritas telekomunikasi nasional ke pasar dalam negeri membuat operator telekomunikasi merasa waswas. Bagaimana pun pelarangan memasukkan perangkat tersebut ke Indonesia dianggap pada waktu yang kurang tepat.

Pasalnya, pengadaan alat komunikasi produksi Research In Motion (RIM) tersebut dihentikan saat sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Di Asia, pelanggan BlackBerry asal Indonesia menduduki posisi tertinggi.

Pemasaran alat komunikasi yang cukup tinggi ini belum apa-apa dibandingkan saat Lebaran. Pasar telekomunikasi akan mencapai puncak tertinggi pada masa Lebaran. Kini Lebaran tersisa tiga bulan lagi. Artinya, bila impor dihentikan pasar BlackBerry pun hanya mengandalkan stok yang masih ada saja.

Tiga operator yang saat ini telah mengimpor BlackBerry adalah PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL), PT Indosat Tbk dan PT Telkomsel Tbk pun seperti was-was dan sangat berharap ada kesepakatan lagi antara Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan RIM.

Sebelumnya, RIM juga disebut-sebut bakal meluncurkan produk terbarunya yang akan secara khusus dipasarkan menjelang Lebaran, yaitu BlackBerry Gemini. Dikabarkan BlackBerry Gemini harganya hanya hanya sebesar Rp 2 juta saja atau jauh di bawah harga BlackBerry keluaran sebelumnya. Dengan pencabutan sertifikasi bagi produk-produk BlackBerry yang belum diimpor berarti mengancam Gemini. Produk murah ini terancam tidak bisa dipasarkan di Indonesia.

Juru bicara XL, Febriati Nadira mengharapkan agar secepatnya BRTI dengan RIM sepakat untuk mendirikan purna jual Black Berry. Pasalnya, XL berharap banyak pada pemasaran BlackBerry baru menjelang Lebaran nanti. โ€œSeperti biasanya, pemasaran XL akan naik sebelum Lebaran. Karenanya diharapkan adanya produk BalckBerry bisa memberi pelayanan lagi bagi masyarakat,โ€ kata Nadira, kemarin.

Sementara menunggu adanya kesepakatan baru RIM dan BRTI, jelasnya, XL tetap memasarkan stok BlackBerry yang telah diimpor sebanyak 20.000 unit. Dengan terbatasnya persediaan BlackBerry tersebut, maka wajar bila XL berharap adanya pendirian purnajual BlackBerry. Hingga kini XL telah memasarkan sebanyak 100 ribu unit.

Harapan serupa juga diungkapkan Manajer Komunikasi Telkomsel, Suryo Hadiyanto. Dihubungi secara terpisah, Suryo mengatakan pihaknya berharap RIM dan pemerintah segera ada kesepakatan baru sehingga keran impor dibuka kembali. โ€œKalau semuanya punya maksud baik, pasti ada solusinya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada purnajualnya,โ€ tandas Suryo. (PersdaNetwork/ewa)
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
28/06/09 19:13
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Minggu, 28/06/2009 14:23 WIB
Stop Sertifikasi BlackBerry Pertimbangkan Kanada
Fino Yurio Kristo - detikinet

Jakarta - Prosedur Depkominfo sebelum dalam beberapa minggu ke depan total menghentikan pengajuan permohonan sertifikat Blackberry yang diajukan RIM diklaim dilakukan secara profesional. Permintaan RIM seperti melakukan feasibility study dan penertiban Blackberry ilegal dikatakan telah dipenuhi.

Dikutip detikINET dari keterangan tertulis, Minggu (28/6/2009), Depkominfo melakukan upaya itu secara hati-hati mempertimbangkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Kanada, negara asal RIM.

Pasalnya, hubungan dagang dua negara telah terjalin kooperatif dan membawa manfaat. Adapun prosedur penghentian total pemberian sertifikasi telah dilakukan sebagai berikut:

1. Mengundang Kedutaan Kanada dan RIM duduk bersama melakukan pembahasan bersama Departemen Kominfo tanggal 15 Juni 2009.

2. Mengundang penyelenggara telekomunikasi (PT Telkomsel, PT Excelcomindo Pratama dan PT Indosat) dan Departemen Perdagangan dan Departemen Keuangan (dalam hal ini Ditjen Bea Cukai) mengkonsolidasikan sikap pihak Indonesia tanggal 22 Juni 2009. Penyelenggara telekomunikasi dan instansi pemerintah itu mendukung rencana kebijakan Depkominfo.

3. Mengundang Asosiasi Importir dan Pedagang Telepon Genggam yang sejumlah anggotanya selama ini banyak melakukan impor BlackBerry untuk didengar sikapnya pada tanggal 26 Juni 2009. Para importir dan pedagang itu mendukung rencana kebijakan Depkominfo.

Masalah Layanan Purna Jual

Ketika Asosiasi Importir dan Pedagang Telepon Genggam menghendaki sejumlah anggota yang diakui keahliannya dalam melakukan layanan purna jual sendiri, Depkominfo tak otomatis menyetujuinya dengan alasan menghargai tingkat keahlian dan standar kelayakan layanan purna jual yang ditetapkan RIM.

RIM dikatakan berhak menetapkan standar minimal keahlian. Hanya saja kepastian pendirian service centre tak boleh terlalu lama. Untuk mendirikan service centre secara fisik memang butuh waktu, tapi yang penting kepastian secara legal formal.

Formatnya juga bisa mengambil bentuk yang beragam, di antaranya bermitra dengan pihak lokal mengingat kemampuan SDM cukup banyak yang mumpuni dengan tinggal menyesuaikan pada standar kualifikasi RIM. (fyk/fyk)
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
28/06/09 19:20
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Minggu, 28/06/2009 12:35 WIB
Depkominfo Jamin Pengguna BlackBerry, Asalkan...
Fino Yurio Kristo - detikinet

Jakarta - Depkominfo memberi pernyataan terkait kemungkinan penghentian peredaran BlackBerry. Mereka memang menolak sementara permohonan pengajuan sertifikasi yang diajukan RIM terkait belum adanya service centre resmi RIM di Indonesia.

Namun diakui, Depkominfo sebatas menangani masalah pemberian sertifikat perangkat telekomunikasi. Mereka tak berwewenang untuk sama sekali menstop impor suatu perangkat telekomunikasi atau menghentikan perdagangan karena itu merupakan kewenangan instansi lain dan harus dengan dasar hukum sangat kuat.

Akan tetapi, seperti dikutip detikINET dari keterangan tertulis Depkominfo, Minggu (28/6/2009), tetap ada kemungkinan penghentian impor oleh Ditjen Bea Cukai selama importir tak mampu menunjukkan sertifikasi terbitan Depkominfo.

Sedangkan masyarakat pengguna BlackBerry diharap tetap tenang karena tak ada rencana Depkominfo memerintahkan penyelenggara telekomunikasi menghentikan layanannya. Pun bagi masyarakat yang ingin membeli BlackBerry di Indonesia tak ada larangan apapun.

Hanya saja jaminan Depkominfo ini hanya berlaku terhadap penggunaan BlackBerry yang bersertifikasi, berlabel dan bukan produk ilegal.

Alasan utama Depkominfo menolak sementara pengajuan sertifikasi BlackBerry semata-mata karena RIM tidak memiliki pusat layanan di Indonesia yang dinilai dapat merugikan konsumen jika terjadi masalah di perangkatnya. (fyk/fyk)
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
JustFocus
(Penasihat)
28/06/09 20:32
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
^
setuju bgt ama ketegasan depkominfo
(moga2 beneran terealisasi)
kl mau jualan produknya disini,rim hrs n wajib kasi layanan purna jual-service center
resmi,bertanggung jawab dan memuaskan
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
devender
(Penasihat)
28/06/09 22:17
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
yup sekaligus memenuhi uu konsumen
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
29/06/09 07:06
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Operator BlackBerry rugi US$1,8 juta
Depkominfo ancam blokir total BlackBerry

JAKARTA: Operator telekomunikasi mitra Research in Motion (RIM/produsen BlackBerry) terancam rugi US$1,8 juta per bulan, apabila pemerintah terus melakukan pemblokiran terhadap masuknya BlackBerry baru.

โ€œPemerintah seharusnya merangkul vendor asing seperti RIM, bukannya malah melakukan tindakan yang keras seperti saat ini,โ€ ujar Group Head Brand Marketing PT Indosat Tbk Teguh Prasetya, kepada Bisnis, akhir pekan.

Menurut dia, selama ini operator yang menjadi mitra RIM rata-rata mampu menjual 3.000 unit BlackBerry setiap bulannya sehingga apabila rata-rata harga satu unit sebesar US$600, operator kehilangan potensi pendapatan sekitar US$1,8 juta per bulan.

Teguh yakin kalau RIM akan memenuhi semua ketentuan regulasi, tetapi iklimnya akan menjadi lain apabila pemerintah justru merangkul RIM dengan memberikan kemudahan investasi untuk mendirikan pabrik di Indonesia.

Dalam sebulan terakhir, Departemen Komunikasi dan Informatika menolak pengajuan sertifikasi BlackBerry untuk tipe yang baru ataupun beberapa tipe yang lama tetapi belum memiliki sertifikat dari Ditjen Postel untuk melindungi kepentingan masyarakat mengingat sejauh ini RIM belum memiliki service centre di Indonesia.

RIM telah meminta Depkominfo memberi kesempatan untuk melakukan studi kelayakan dan mendesak Depkominfo menertibkan produk BlackBerry ilegal yang tergolong black market.

Depkominfo sedang mempersiapkan surat edaran yang akan diedarkan ke berbagai pihak terkait tentang rencana penghentian pemberian sertifikat BlackBerry secara total.

Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, menuturkan penolakan sementara permohonan sertifikasi BlackBerry yang diajukan RIM dapat berimplikasi pada kemungkinan penghentian importasi oleh Ditjen Bea Cukai.

โ€œIni terjadi selama importir yang berkepentingan tidak mampu menunjukkan sertifikat yang diterbitkan Depkominfo atau karena data sertifikasinya tidak terdapat pada national single windows yang mudah diakses Ditjen Bea Cukai.โ€

PT Excelcomindo Pratama Tbk memperkirakan penyetopan sertifikasi produk BlackBerry akan mengancam rencana peluncuran BlackBerry Gemini.

Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan Telkomsel seharusnya bisa dikecualikan karena pihaknya memiliki perwakilan resmi dan dukungan purnajual dari RIM. (roni.yunianto@bisnis. [tautan dihapus]

Oleh Roni Yunianto & Arif pitoyo
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
30/06/09 17:58
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
BB seri 1 yang mana yah??
--------------------------
RIM DIHARAP SEGERA PENUHI SYARAT DEPKOMINFO,
BlackBerry Rp 4 Jutaan Menanti Sertifikasi
Oleh Encep Saepudin
JAKARTA, INVESTOR DAILY

Operator seluler yang menjadi distributor BlackBerry berharap Research In Motion (RIM) segera membuka kantor perwakilannya di Indonesia. Langkah ini dimaksudkan untuk membuka kran sertifikasi yang sekarang ini disetop Ditjen Postel Depkominfo.

General Manager Postpaid & Blackberry PT Excelcomindo Pratama Tbk (EP) Budi Harjono mengatakan, pembukaan kantor perwakilan atau pusat layanan purna jual (service centre) itu akan melancarkan bisnis RIM di Indonesia. Apalagi, produk BlackBerry yang kini menunggu sertifikasi dari Ditjen Postel Depkominfo itu adalah BlackBerry seri I, yang harganya sekitar Rp 4 jutaan.

โ€œMemang saya memahami birokrasi di RIM itu panjang sekali. Tapi, keyakinan saya dalam waktu dekat diharapkan keluar keputusan (minimal pembukaan kantor perwakilan) dari mereka,โ€ kata Budi Harjono mengomentari keputusan pemerintah untuk menyetop sertifikasi BlackBerry untuk sementara waktu di Jakarta, Kamis (25/6).

Menurut Budi, PT EP awalnya menargetkan penjualan BlackBerry seri I itu sebelum Idul Fitri, yang jatuh pada 21 September 2009. Penjualan BlackBerry seri I itu diperkirakan bakal meledak bila dipasarkan di Indonesia. Soalnya, Indonesia merupakan negara kedua untuk memasarkannya setelah Amerika Serikat.

โ€œProduk seri I ini dipastikan tidak ada produk BM (black market) karena produk ini rencananya baru dipasarkan di AS dan Indonesia,โ€ kata dia.

Untuk itu, Budi berharap RIM bersama pemerintah Indonesia melalui Ditjen Postel melakukan dialog. Dialog lebih dikedepankan untuk mendapatkan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.

Sementara itu, Vice President Marketing PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) Paras Nasution mengatakan, kebijakan Depkominfo menyetop sertifikasi produk BlackBerry terbaru tentunya sudah melalui proses pertimbangan yang matang dengan melihat segala risikonya. Karena itu, selaku operator Axis, pihaknya akan mematuhi kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah.

โ€œKalau (penyetopan sertifikasi Blackberry) sudah diputuskan tentunya kami harus tunduk. Tentunya sambil mengamati perkembangan berikutnya,โ€ kata dia.

Atas keputusan tersebut, Paras belum bisa memastikan pengaruhnya pada rencana bisnis PT NTS yang berencana meluncurkan BlackBerry Axis pada akhir Juli ini. Sedangkan untuk pembukaan layanan service center tetap sesuai jadwal, yaitu pada minggu pertama Juli 2009.

Depperind Belum Tahu

Sedangkan Departemen Perindustrian (Depperind) belum mengetahui rencana bisnis RIM, vendor smartphone BlackBerry, di Indonesia. Hingga kini, vendor tersebut belum melakukan kontak resmi dengan Depperind.

โ€œKontak telepon belum (pernah), apalagi melaporkannya secara resmi. Saya tidak tahu apa yang mereka rencanakan di sini,โ€ kata Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi ketika ditemui Investor Daily, pekan lalu.

Biasanya, rencana pembangunan pabrik perakitan di Tanah Air harus menggandeng investor lokal. Apakah sudah ada pembicaraan ke arah sana antara investor lokal dengan RIM, Budi pun belum memperoleh informasinya. Begitu pula bila RIM akan membuka perwakilannya di Indonesia.

โ€œMenurut saya, kalau RIM mau buka perwakilan atau pabrik di sini, sejumlah industri di Indonesia sebenarnya sudah siap melakukan kerja sama,โ€ kata dia.

Namun, pemerintah tentu tidak mencampuri pembicaraan internal mereka. Pertimbangan bisnis menjadi dasar pijakan terjalinnya kerja sama. Setelah itu, baru mereka melaporkannya pada Departemen Perindustrian.

Mengenai keputusan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menghentikan sertifikasi perangkat baru Blackberry sudah diketahuinya. Namun demikian, keputusan tersebut masuk kewenangan Departemen Perdagangan karena menyangkut masalah perdagangan ponsel pintar (smartphone) tersebut.

โ€œMemang kami dilibatkan dalam keputusan itu, tapi itu menyangkut perdagangan. Coba Anda tanyakan ke sana (Departemen Perdagangan),โ€ kata dia. ***
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
02/07/09 08:49
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
XL: Apa BlackBerry Ilegal Boleh Diservis?
Bila peredaran BlackBerry tak resmi terus diacuhkan, pasarnya akan tumbuh sehat dan pesat.
Kamis, 2 Juli 2009, 07:01 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna

VIVAnews - Menanggapi dibekukannya sertifikasi A milik RIM oleh Depkominfo, PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) mendukung upaya pemerintah. Meski begitu, XL juga berharap agar sertifikasi tersebut tetap dibekukan selama Research In Motion (RIM) belum memberi ketegasan soal layanan purna jual (service center) dan terkait model pemasarannya.

โ€œKami sepenuhnya mendukung desakan pemerintah terhadap RIM untuk membangun layanan purna jual di sini. Tetapi, sebenarnya ada hal yang juga tak kalah penting untuk diperhatikan BRTI dan pemerintah, yakni peredaran BlackBerry tak resmi,โ€ kata Handono Warih pada VIVAnews, 2 Juli 2009.

Menurutnya, isu tersebut masih โ€˜abu-abuโ€™. Di satu sisi, kebijakan yang berlaku adalah RIM hanya memasarkan perangkat BlackBerry melalui mitra operator yang ditunjuknya. Di sisi lain, pemerintah membiarkan perangkat BlackBerry masuk ke Indonesia selama mengikuti syarat dan ketentuan dan tak melanggar regulasi yang berlaku di bea cukai.

โ€œIni perlu diklarifikasi. Kami para mitra RIM merasa khawatir dengan peredaran BlackBerry tak resmi tersebut. Karena sesuai komitmen kemitraan kami dengan RIM, keberadaannya tidak dibolehkan,โ€ ucap Warih.

Kekhawatiran Warih tak sampai di situ. Ia menilai, bila peredaran BlackBerry tak resmi terus diacuhkan, hal itu bisa membuat pasar BlackBerry tak resmi tumbuh sehat dan pesat.

โ€œApakah BlackBerry yang tak resmi juga boleh diservis di situ? Kalau boleh, itu sama saja menumbuhkan pasar BlackBerry tak resmi. Kami butuh klarifikasi dari RIM terkait hal ini,โ€ tuturnya.

Baik XL, maupun mitra lainnya seperti Indosat, Telkomsel, dan AXIS, masih menunggu hasil pertemuan resmi kedua pihak yakni Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan RIM di pertengahan minggu ini. Selama RIM belum memastikan akan membuka layanan purna jual di Indonesia, regulator tetap akan โ€˜membekukanโ€™ sertifikasi A milik RIM.

Sertifikasi A merupakan sertifikasi yang dimiliki perusahaan principal, dalam hal ini adalah Research in Motion (RIM), selaku pemilik produk. Sementara sertifikasi B adalah sertifikasi yang dipegang oleh para mitra resmi RIM di Indonesia, yang meliputi Indosat, Telkomsel, XL, dan Axis, untuk memasarkan BlackBerry di tanah air.

Sementara sertifikasi tersebut โ€˜bekuโ€™, para mitra tak dapat menambah stok perangkat BlackBerry-nya. XL sendiri mengaku belum merasa kehilangan potensi kerugian hingga hari ini. โ€œUntuk sebulan ke depan, stok kami masih cukup. Toh produk kami hanya Bold, Javelin, dan Storm,โ€ ucap Warih.
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
03/07/09 08:15
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Postel dinilai terlambat soal BlackBerry
Depkominfo ancam pemblokiran total

JAKARTA: Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dinilai terlambat dalam menegakkan aturan kewajiban pendirian layanan purnajual terhadap produsen ponsel BlackBerry asal Kanada, Research in Motion (RIM).

Djatmiko Wardoyo, President Director PT Cipta Multi Usaha Perkasa (Global Teleshop), mengatakan salah satu syarat bagi produk ponsel yang dijual di Indonesia adalah harus memiliki layanan purnajual di Indonesia.

Menurutnya, Syarat itu seharusnya diberlakukan sejak awal, sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa Ditjen Postel Departeman Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) terlambat menegur RIM.

โ€œMemang seharusnya RIM membuka kantor layanan purnajual di beberapa kota di Indonesia, apalagi penjualannya sudah di atas 100.000 unit,โ€ ujarnya di sela-sela acara ulang tahun ke-12 Global Teleshop, kemarin.

Dia menilai langkah pemerintah menekan RIM memiliki layanan purnajual seharusnya dilakukan ketika perusahaan tersebut mulai memasarkan produknya di Indonesia, jangan menunggu hingga banyak keluhan seperti saat ini.

Ditjen Postel sampai kini masih melakukan penolakan terhadap permohonan pengajuan sertifikasi tipe baru produk BlackBerry sampai dengan terpenuhinya persyaratan after sales services sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 29/2008.

Pemerintah juga menolak sementara permohonan sertifikasi BlackBerry dari pihak yang terafiliasi dengan RIM sejak bulan lalu maupun oleh beberapa importir di luar kerja sama dengan vendor asal Kanada itu sejak beberapa pekan lalu.

Selain tidak memenuhi Permenkominfo, RIM juga tidak mengindahkan Peraturan Menteri Perdagangan No.19/2009 tentang Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi Purnajual dalam Bahasa Indonesia.

Ditjen Postel bersama Departemen Perdagangan (Depdag) bahkan mengancam akan memblokir total masuknya BlackBerry ke Indonesia apabila dalam waktu dekat tidak ada iktikad baik dari RIM.

Tidak terlambat

Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan RIM yang terafiliasi dengan operator telah menandatangani surat pernyataan untuk menyediakan layanan purnajual. Hal yang sama, tambahnya, juga dilakukan oleh importir nonoperator.

โ€œPada saat penjualan naik, keluhan mulai muncul, surat pernyataan tersebut ternyata tidak efektif, karena BlackBerry yang rusak harus diterbangkan ke Singapura,โ€ ujarnya.

Muhammad Jumadi, Sekjen Indonesia Telecommunication User Group (Idtug), menilai tidak ada kata terlambat bagi pemerintah dalam kasus RIM, apalagi hal ini berhubungan langsung dengan pengguna.

โ€œLebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Apalagi pada kasus BlackBerry yang berkembang sejauh ini. Perlu ada keberpihakan pemerintah kepada masyarakat sebagai konsumen,โ€ ujarnya.

Idtug mengaku sedang mengumpulkan berbagai keluhan masyarakat mengenai layanan purnajual BlackBerry selama ini dan akan langsung menghubungi pihak RIM untuk meminta pertanggungjawabannya. (fita.indah@[tautan dihapus] [tautan dihapus])

Oleh Fita Indah Maulani & Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
inspirasikusatu
(Penasihat)
06/07/09 06:15
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
apakah operator tetap melayani BIS kalo HH BB statusnya BM, jadi ga terdaftar di ditjen postel? Pin ma imei lolos numbering plans.
Tq

-- Posted from my Symbian Device
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
06/07/09 08:36
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Setelah BB, kemudian Iphone...
-------------------------------------------------------
RIM di-deadline hingga 15 Juli
Vendor iPhone jadi sasaran berikutnya

JAKARTA: Depkominfo memberikan tenggat hingga 15 Juli 2009 bagi Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry, untuk memenuhi kewajibannya membuka layanan purnajual resmi di Indonesia.

Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel Depkominfo, mengatakan RIM sedang menjalankan visibility study yang menjadi alasan RIM belum membuka layanan purnajual hingga saat ini tidak dapat diterima karena ini adalah aturan.

โ€œPembukaan layanan purnajual adalah kewajiban semua barang yang memiliki sertifikat B. RIM dan para importir BlackBerry harus bertanggung jawab atas layanannya sendiri. Kami tunggu good will dari mereka, pembuktian bukan sekedar komitmen,โ€ ujarnya pekan lalu.

Ditjen Postel secara resmi akan membekukan sertifikasi jika hingga 15 hari-terhitung sejak 1 Juli-pihak RIM belum membuka layanan purnajual di Indonesia yang berdiri sendiri, bukan layanan purnajual operator.

Pada 1 Juli Ditjen Postel mengeluarkan surat edaran yang dikirimkan kepada seluruh operator telekomunikasi yang terafiliasi dengan RIM, para importir di luar operator, dan RIM yang ditembuskan kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri, serta Dirjen Bea dan Cukai.

Surat tersebut berisi permintaan RIM agar membuka layanan purnajual paling lambat 15 hari sejak surat diterbitkan. Jika tidak dipenuhi, seluruh perangkat BlackBerry baik model baru maupun model lama yang akan masuk ke Indonesia tidak akan memperoleh sertifikasi.

โ€œJadi, semua barang yang masuk itu ilegal,โ€ ujarnya.

RIM mengunjungi Dirjen Postel pada Jumat pekan lalu hanya untuk menjelaskan konsep bisnis mereka, termasuk visibility study yang sedang dilakukan. Basuki mengatakan RIM menjelaskan beberapa program, tetapi tidak konkret.

โ€œKami menuntut hasil nyata bukan sekadar visibility study,โ€ ujarnya.

Bukan hanya RIM

Basuki menegaskan tindakan tegas seperti itu juga akan diberlakukan terhadap semua vendor yang belum memiliki pusat layanan purnajual di Indonesia.

โ€œKami tidak hanya menegakkan aturan ini pada RIM. Postel juga sedang menyelidiki mengenai ponsel iPhone keluaran Apple, bagaimana dengan layanan purnajualnya. Ponsel merek lain juga mendapat perlakuan sama,โ€ ujarnya

Budi Harjono, General Manager Postpaid & BlackBerry PT Excelcomindo Pratama (XL), mengatakan bisnis BlackBerry akan terganggu jika RIM tidak segera mengambil keputusan.

โ€œApalagi rencananya ada seri baru yang lebih terjangkau yang akan diluncurkan Agustus, jika belum tercapai kesepakatan momentumnya bisa lewat,โ€ ujarnya.

Eko Nilam, Ketua Asosiasi Importir Seluler Indonesia (AISI), menuturkan sertifikasi Ditjen Postel dilakukan per tipe perangkat.

โ€œPenyetopan sertifikasi untuk produk baru akan memberi pengaruh terhadap impor produk baru itu,โ€ tegasnya.

Basuki menegaskan langkah pemerintah terhadap RIM dilakukan bukan karena adanya permintaan dari kompetitor merek tersebut.

โ€œKami mau menegakkan aturan kok malah dituduh seperti itu,โ€ ujar Dirjen Postel itu.

Kasus ini terjadi karena RIM melalui para mitra dan importirnya tidak memenuhi aturan padahal mereka sudah menandatangani komitmen akan menjalankan aturan tersebut. (fita.indah@[tautan dihapus]
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
douglas
(Penasihat)
06/07/09 09:43
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Dari [tautan dihapus] Senin

Jangan Beli BM dulu ya BRO

@Bung RUSCO : You are the Man, let's share information to all people!!!

=========================================================================

*BlackBerry 'Menghitung Hari', Pengguna Tak Perlu Khawatir *

Jakarta - Meski Ditjen Postel dengan tegas akan membekukan impor dan sertifikasi BlackBerry, pengguna BlackBerry saat ini dinilai tak perlu khawatir. Selama bukan perangkat black market.

Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, bertindak tegas terhadap Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry. Tenggat waktu telah ditetapkan untuk perusahaan Kanada itu membangun pusat layanan.

Seperti dikutip detikINET dari keterangan tertulis yang diterima, Minggu (5/7/2009), ada dua hal yang membuat peredaran BlackBerry di Indonesia akan 'terhenti':

Apabila sampai dengan tanggal 16 Juli 2009 RIM belum juga melaksanakan komitmennya, maka Ditjen Postel menolak setiap aplikasi permohonan sertifikasi baru produk BlackBerry sampai ada komitmen atau realisasi/implementasi pemnberian garansi dan pendirian layanan purna jual produk RIM (BlackBerry) di Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sertifikat alat perangkat telekomunikasi yang telah pernah diterbitkan oleh Ditjen Postel untuk semua merek produk BlackBerry (RIM) akan dibekukan sehingga pemegang sertifikat produk BlackBerry untuk sementara tidak dapat melakukan importasi atas produk tersebut sampai ada komitmen dan realisasi/implementasi pemnberian garansi dan pendirian layanan purna jual produk RIM (BlackBerry) di Indonesia.

Meski demikian, Kepala Pusat Indormasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan masyarakat pengguna BlackBerry saat ini tak perlu khawatir.

"Masyarakat yang sudah memiliki dan akan membeli produk BlackBerry diberi jaminan, bahwa mereka tetap dapat menggunakan BlackBerry, dengan suatu himbauan agar membeli perangkat tersebut yang telah bersertifikat, berlabel dan bukan produk black market," ujar Gatot.

Gatot juga mengatakan, langkah Postel dalam hal ini bukan lah pemaksaan kehendak. Kesempatan bagi RIM untuk membuka layanan purna jual dikatakan telah diberikan sejak lama.

Di sisi lain, ujarnya, pemerintah mengatakan langkah ini justru bisa melindungi RIM secara tidak langsung dari potensi aksi legal dari masyarakat apabila RIM tak juga memiliki layanan purna jual.

"Departemen Kominfo menyampaikan permohonan maaf seandainya keputusan ini menimbulkan kekurang-nyamanan bagi sebagian warga masyarakat," Gatot menandaskan.

( wsh / wsh )
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
RS125
(Penasihat)
07/07/09 01:12
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
impor resmi dan sah ya, dilindungi hukum indonesia...

padahal tulisannya T Mobile, Rogers, AT and T,... buku petunjuknya juga gitu.. memang distro punya kerja sama ya sama operatot besar di luar Indonesia? pakai protokol hukum apa tuh kerjasamanya? Berarti lebih hebat distro dong bisa bikin kerjasama langsung sama operator besar internasional
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
07/07/09 09:09
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Depdag Wajibkan Importir Blackberry Keluarkan Kartu Garansi
Selasa, 7 Juli 2009 - 07:33 wib
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone

JAKARTA - Pemerintah berusaha melindungi konsumen BlackBerry dengan mengeluarkan aturan kepada importir atau pun penjual BlackBerry. Mereka diwajibkan untuk mencantumkan kartu layanan purna jual, serta memiliki tempat service center.

"Bagi penjual BlackBerry diwajibkan memiliki, menyertakan kartu garansi serta memiliki tempat, service center BlackBerry sendiri," ujar Sekretaris Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Shahrul Sempurna Jaya, seusai penandatanganan operation agreement pelaksanaan CAEXPO 2009 di Gedung Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais No 5, Jakarta, Senin (6/7/2009) malam.

Seperti diketahui, dalam surat Dirjen Pos dan Telekomunikasi (Postel) Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar tertanggal 1 Juli 2009 yang ditujukan kepada penyelenggara telekomunikasi dan vendor atau para importir menyebutkan para perilis blackberry, memiliki waktu hingga 16 juli 2009 untuk merealisasikan komitmennya mendirikan pusat pelayanan purnajual di Indonesia.

Menangapi hal tersebut, Shahrul menyatakan bahwa Depdag masih menunggu realisasi dari para importir dan penjual tersebut. "Depdag akan tunggu sampai 16 Juli," tukasnya. (srn)
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rakhmat
(Anggota)
15/07/09 22:23
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
yang paling salah itu operator, udah tau pelanggan daftar BIS pake handset BM diterima juga, mau duitnya doang tapi tetep ga mau tanggung jawab, bisanya teriak 80% BM tapi yang BM ditampung juga
blah
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
devender
(Penasihat)
16/07/09 07:07
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
itu denger2 di radio katanya mau ada razia bb ya?
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
16/07/09 08:43
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Teleplan garap pusat reparasi BlackBerry
Depdag pertanyakan status importir

JAKARTA: Research in Motion (RIM) menunjuk PT Teleplan Indonesia sebagai mitra lokalnya untuk mendirikan pusat perbaikan dan layanan purnajual BlackBerry sampai 21 Agustus.

Teleplan merupakan perusahaan penyedia layanan purnajual bagi perusahaan teknologi informasi dan telekomunikasi global.

Menurut RIM, produk yang tidak bisa diperbaiki di Jakarta melalui Teleplan akan dikirim langsung ke Kanada, bukan Singapura seperti saat ini.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) RIM, kemarin.

Pemerintah dan regulator menyambut baik inisiatif RIM itu karena pasar BlackBerry di Indonesia terbukti paling besar dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asean.

Dengan logika bahwa pembangunan pusat perbaikan standar internasional memerlukan waktu, kami memberikan kelonggaran sertifikasi impor sampai 21 Agustus, tetapi hanya untuk BlackBerry model lama, ujar anggota BRTI Heru Sutadi kemarin.

Dia menegaskan pembekuan sertifikasi impor untuk BlackBerry model baru tetap diberlakukan mulai 17 Juli 2009 hingga layanan purnajual dan fasilitas perbaikan berjalan di Indonesia.

Kalau janji yang diberikan tidak sesuai ya yang model lama juga akan kami bekukan sertifikasinya, ujarnya.

BRTI akan memantau perkembangan pembangunan layanan purnajual dan pusat perbaikan milik RIM setiap hari hingga 21 Agustus.

Heru mengatakan RIM sudah menyatakan komitmennya untuk membuka layanan purnajual di Indonesia yang memungkinkan perbaikan kerusakan dilakukan di dalam negeri, bukan di negara tetangga.

Kami akan memantau perkembangan dari hari ke hari agar semua berjalan sesuai dengan aturan, bukan sekadar layanan purnajual biasa. RIM akan membangun satu pusat perbaikan di Jakarta dan di enam kota, ujarnya seusai pertemuan RIM dengan BRTI, kemarin.

Dalam surat resminya, RIM berjanji akan membangun enam layanan purnajual di enam kota di Indonesia sebelum 26 Agustus dan membuka dua lainnya sebelum 15 Oktober.

Satu pusat layanan purnajual dibangun di Jakarta yang rencananya seluruh kerusakan ponsel BlackBerry di Indonesia akan diperbaiki di lokasi tersebut.

Kelonggaran

Keputusan pemerintah memberikan kelonggaran kepada RIM terjadi setelah Duta Besar Kanada untuk Indonesia John Holmes bersama pihak RIM mendatangi Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar pada Selasa (14 Juli) pagi.

Sore harinya langsung dilakukan pertemuan antara Ditjen Postel dan BRTI untuk membahas masalah pembekuan sertifikasi impor BlackBerry dan akhirnya tercapai kesepakatan untuk memberikan kelonggaran kepada RIM.

RIM diberikan kelonggaran melakukan impor produk tipe lama yang sudah beredar di Indonesia hingga 21 Agustus.

Sekjen Indonesia Telecommunication User Group Muhammad Jumadi menyesalkan sikap pemerintah yang cenderung tidak tegas terhadap RIM karena hal tersebut terkait dengan harga diri bangsa.

Departemen Perdagangan mempertanyakan status importir perusahaan yang mendatangkan produk BlackBerry ke Indonesia.

Pasalnya berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan No.56/M-DAG/PER/12/2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu, perusahaan yang melakukan kegiatan impor produk tertentu harus mengajukan permohonan sebagai importir terdaftar (IT) produk tertentu. (Maria Y. Benyamin) (fita.indah@[tautan dihapus])

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
inspirasikusatu
(Penasihat)
16/07/09 09:19
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Quote:
devender said:
itu denger2 di radio katanya mau ada razia bb ya?

Bisa dijelaskan bentuk razianya bro? Yg BM kah?

-- Posted from my Symbian Device
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
17/07/09 10:16
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
XL perluas pusat layanan BlackBerry

JAKARTA: PT Excelcomindo Pratama Tbk akan memperluas jaringan pusat layanan pelanggan BlackBerry hingga mencapai 24 XL Xperience Land yang mulai dirintis tahun ini.

Director Commerce XL Joy Wahjudi mengatakan penambahan pusat layanan itu sebagai komitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik.

Pusat layanan ini akan terus kami bangun, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di beberapa kota lainnya yang memiliki jumlah pelanggan XL BlackBerry cukup tinggi, tuturnya kemarin.

XL Xperience merupakan pusat layanan satu atap untuk BlackBerry di mana calon pelanggan dan pelanggan akan mendapatkan kemudahan melakukan transaksi pembelian peranti BlackBerry dan bermacam aksesorinya.

Selain itu, pelanggan juga bisa melakukan percobaan dan mengalami layanan, mengunduh beragam aplikasi, dan berkonsultasi mengenai berbagai permasalahan seputar BlackBerry, termasuk soal upgrade device serta reparasi perangkat.

Febriati Nadira, Public Relation Manager XL, memaparkan saat ini XL memiliki sembilan gerai XL Xperience Land menyusul pembukaan delapan gerai baru layanan khusus itu serentak di enam kota yaitu Jakarta, Tangerang, Surabaya, Palembang, Pekanbaru, dan Medan.

Menurut rencana, sampai akhir tahun XL akan menambah pusat layanan itu menjadi 24 gerai di 10 kota dengan penambahan penggelaran di Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Makassar sesuai dengan pertumbuhan pasar BlackBerry.

Perkembangan layanan BlackBerry di Indonesia terus meningkat dibandingkan dengan perkembangan di negara lain khususnya di kawasan Asia Pasifik.

Pengguna layanan XL BlackBerry dalam kurun waktu sekitar 6 bulan terakhir diklaim telah meningkat hingga lebih dari 500%. Akhir Juni, total pelanggan layanan ini sudah 114.000 orang.

Penyediaan pusat layanan itu juga diiringi dengan penyediaan kapasitas bandwidth internasional siap pakai langsung ke server Research in Motion hingga 90 MB.

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
douglas
(Penasihat)
17/07/09 12:14
๐Ÿ˜ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir.....
Quote:
RS125 said:
impor resmi dan sah ya, dilindungi hukum indonesia...

padahal tulisannya T Mobile, Rogers, AT and T,... buku petunjuknya juga gitu.. memang distro punya kerja sama ya sama operatot besar di luar Indonesia? pakai protokol hukum apa tuh kerjasamanya? Berarti lebih hebat distro dong bisa bikin kerjasama langsung sama operator besar internasional

Dari forum sebelah saya pernah baca...Distributor itu beli dari perusahaan telco diluar negeri beserta "unlock code"nya...karena itu harga BB diIndonesia jauh lebih mahal.
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
๐Ÿ”’ Topik lama, hanya bisa dibaca. Isinya diambil dari forum Forum Ponsel yang dulu: tautan, nomor telepon, dan alamat email sudah disembunyikan. Ingin kiriman ini dihapus atau dikoreksi? Hubungi kami dan sebutkan alamat halaman ini. Ingin membahas topik serupa? Buat topik baru di Lain-Lain.
Isi forum adalah pendapat pengirimnya. Kiriman diperiksa sebelum tampil. © Forum Ponsel · Privasi · Syarat · Aturan forum