| douglas (Penasihat) 03/06/09 17:18 | ๐ INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Tampak gw bakal tenang nih beli dari Garansi Distributor, Karena Hp BB gw dilindungi Hukum Indonesia. PIN gw bakal aman dari Suspend Tampaknya.... Jakarta - Beredarnya BlackBerry dengan sertifikasi Ditjen Postel namun tidak melalui operator telekomunikasi sempat dipertanyakan. Namun pemerintah menegaskan perangkat itu diimpor secara sah. Demikian keterangan tertulis Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) yang diterima detikINET, Selasa (2/6/2009). "Produsen, distributor, importir alat telekomunikasi, yang telah memenuhi persyaratan dapat melakukan importasi alat/perangkat telekomunikasi, termasuk disyaratkan juga agar memberikan garansi serta layanan purna jual (service center) atas produk jualannya," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S. Dewa Broto. Dengan demikian, ujar Gatot, pemerintah menutup kemungkinan monopoli impor perangkat telekomunikasi BlackBerry. "Dengan kata lain ada juga importir lain yang 'bukan importir penyelenggara telekomunikasi' yang juga secara legal berhak untuk melakukan importasi sesuai persyaratan yang berlaku," ia menambahkan. Sedangkan dari sisi Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry hanya melisensikan BlackBerry pada operator telekomunikasi tertentu saja di Indonesia. Ini termasuk Indosat, Excelcomindo Pratama, Telkomsel dan beberapa operator lain yang masih negosiasi. Akibatnya, pihak operator telekomunikasi sempat menyebutkan bahwa BlackBerry yang beredar di Indonesia didominasi oleh produk black market. Hal ini karena banyak beredar handset BlackBerry yang 'tidak direstui'. Namun anggapan itu justru dipertanyakan oleh pihak Depkominfo. "Klaim bahwa 80% produk BlackBerry yang beredar di Indonesia adalah produk black market justru patut dipertanyakan, karena hanya menghitung BlackBerry yang dijual oleh penyelenggara telekomunikasi tersebut saja tanpa memperhitungkan adanya importir lain yang juga berhak mengimpor BlackBerry di Indonesia," ujar Gatot. Di sisi lain, Gatot menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas perangkat yang benar-benar masuk secara ilegal. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dari Depkominfo akan bekerjasama dengan Ditjen Bea dan Cukai serta Ditjen Perdagangan Dalam Negeri untuk melakukan pemberantasan ini. Sumber: DetikNet , Selasa, 02/06/2009 15:02 WIB Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| devender (Penasihat) 15/06/09 17:42 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... tambahan lg..RIM agak segan membuka pusat service bb di indo karena mereka beragrgumen bahwa RIM udah memiliki agreement dengan pihak operator terkait masalah servis tp dr BRTi bilang walaupun bb yg masuk ke indo ada yg masuk lewat jalur non-operator dan banyak yg masuk lewat jalur BM,tetapi tetap bb tsb adalah buatan RIM jadi sudah seharusnya RIM membuat pusat servis di indo 2 pandangan yg berbeda yg dampak/konsekuensinya terkena adalah pemakai BB non-operator.. Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| hantump3 (Penasihat) 15/06/09 23:19 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... intinya tetap yang dirugikan adalah konsumen. semua karena kearogansian operator yang seenak jidat jual harganya selangit. kenapa distributor resmi bisa jual dengan harga lebih murah dan garansi yang sama, tetapi operator tidak. kalo pihak operator mau jadi pedagang handphone meningan ijin usaha nya di ganti jadi dagang aja. Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| Drag (Penasihat) 15/06/09 23:46 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Nice Info Dan Tetap Menjadi Harapan Seluruh Konsumen DiIndonesia Pengguna BB. Sudah sepantas Dan Sewajarnya Kalau RIM (Reseacrh In Motion) Membuka Kantor Cabang/Perwakilan Resminya DiIndonesia Mengingat Dan Melihat Pengguna BlackBerry DiIndonesia Yang Semakin Pesat Pertumbuhannya Dari Hari ke Hari. Dan Semoga Good Will RIM akan segera Terwujud Dan Terlaksana. Saya Sebagai salah Satu Pengguna Fanatic BB Menyambut Positif Sekali akan Hal ini walaupun Dari Pihak RIM Masih GREY Area (ASAP) tetapi Langkah Positif Dari RIM ini sangat Bagus Sekali. Semoga Dengan Dibukanya Kantor Cabang Resmi RIM DiIndonesia Dapat Juga Memberikan Dan Membuka Kesempatan Kerja Bagi Penduduk Indonesia, Toh Ga ada Ruginya Kita Berharap....Amin Rgds HUMVEE -- Posted from my Mobile phone Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 16/06/09 08:26 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... RIM menyesalkan BlackBerry BM Idtug: Regulator harus tegas JAKARTA: Research in Motion (RIM) prihatin terhadap maraknya peredaran BlackBerry ilegal yang kemungkinan didapat dari distributor yang tidak mendapat otorisasi langsung dari RIM. Produk tersebut diperdagangkan secara parsial oleh pihak-pihak tertentu secara black market (BM). Hal itu terungkap dalam pertemuan antara perwakilan RIM, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dan Ditjen Pos dan Telekomunikasi Depkominfo, kemarin. Robert E. Crow, VP on Industry, Government and University Relations of RIM, mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk melakukan feasibility study untuk mencari format yang tepat bagi pendirian kantornya di Indonesia secepat mungkin, apakah dalam bentuk representative office, sales service, atau service center. "Sejauh ini layanan purnajual kami terikat dengan penyelenggara telekomunikasi, tetapi ternyata masih menyisakan persoalan," ujarnya kemarin. BRTI dan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menuntut RIM agar tidak lepas tangan terhadap perdagangan BlackBerry lain yang tidak melalui penyelenggara telekomunikasi, karena vendor itu memiliki basis data personal identification number (PIN) dan spesifikasi teknis lainnya, sejauh itu bukan produk BM. Sesuai dengan Permenkominfo No. 29/ 2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi, produsen, distributor, dan importir alat telekomunikasi yang telah memenuhi persyaratan dapat melakukan importasi perangkat. "Agar tidak terjadi monopoli importasi perangkat telekomunikasi," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto, kemarin. Dalam regulasi itu juga dijelaskan untuk mendapatkan sertifikasi perangkat telekomunikasi, importir, termasuk RIM, harus membuat surat pernyataan kesanggupan memberikan garansi serta layanan purnajual di atas meterai, kecuali jika perangkat itu tidak untuk diperdagangkan. Menurut Gatot, BRTI dan Depkominfo tidak bermaksud menahan perdagangan BlackBerry yang terlisensi dari RIM, tetapi justru melindungi vendor itu dari kemungkinan legal action pengguna jika suatu saat ada masalah layanan purnajual. Indonesia Telecommunication User Group (Idtug) menilai BRTI dan pemerintah kurang tegas terhadap vendor asing tersebut. "Kalau hasil pertemuannya begitu, tidak ada kata selain BRTI harus tegas. Saya kira sekarang saatnya regulator berpihak kepada pengguna dengan menekan RIM untuk membuka minimal service center di Indonesia dan diberikan batas waktu," ujar Sekjen Idtug M. Jumadi. Kesan lepas tangan RIM terhadap BlackBerry ilegal, menurut dia, juga harus ditanggapi serius karena ilegal ataupun tidak tetap saja perangkat itu adalah produksi vendor asal Kanada tersebut. BRTI dan Departemen Kominfo berjanji terus memonitor secara intensif terhadap komitmen RIM, adapun kepada perusahaan-perusahaan lain yang sudah memperoleh sertifikat tetapi tidak terikat dengan penyelenggara telekomunikasi juga tetap dituntut kepatuhannya terhadap regulasi. Ponsel China Sementara itu, Asosiasi Importir Seluler Indonesia (AISI) mengimbau semua pemegang merek ponsel terutama merek asal China memperluas layanan purnajual untuk menjangkau konsumen di daerah. Ketua AISI Eko Nilam menuturkan imbauan itu mempertimbangkan kenyataan sebagian pemegang merek selama ini hanya membuka layanan purnajual di Jakarta saja padahal pemasarannya sampai di daerah. "Kasihan konsumen di daerah, jadi kami meminta mereka membuka juga service center di daerah terutama ibu kota provinsi," ujarnya. (roni.yunianto@[tautan dihapus] arif.pitoyo@[tautan dihapus]) Oleh Roni Yunianto & Arif Pitoyo Bisnis Indonesia Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 18/06/09 08:01 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Pemblokiran BlackBerry belum pasti JAKARTA: Regulator dan pemerintah belum menetapkan batas waktu bagi Research in Motion (RIM/produsen BlackBerry) untuk membuka layanan purna jualnya di Indonesia. "Hal tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu dengan operator telekomunikasi dan Departemen Perdagangan. Namun, pemerintah menahan masuknya BlackBerry ke Indonesia sampai waktu yang belum ditentukan," ujar Direktur Standardisasi Ditjen Postel Azhar Hasyim, kemarin. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi menahan sertifikasi A produk BlackBerry baik yang melalui operator telekomunikasi yang menjadi mitra RIM maupun importir lainnya sampai vendor asal Kanada itu membuka pusat layanan purnajualnya. Azhar bahkan mengancam akan membekukan sertifikasi bagi perangkat telekomunikasi lainnya kepada pengimpor BlackBerry apabila tidak segera mendirikan service center. Sayangnya, pemerintah dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tidak menyebutkan batas waktu pendirian service center bagi produk BlackBerry tersebut sehingga sejumlah kalangan menilainya kurang tegas. Anggota BRTI Heru Sutadi mengatakan penyediaan layanan purnajual adalah kewajiban karena itu untuk melindungi konsumen. "Sertifikasi baru kami tahan sampai layanan purnajual itu terwujud, sampai batas waktu yang belum ditentukan," ujarnya. Sesuai dengan Permenkominfo No. 29/ 2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi, produsen, distributor, dan importir alat telekomunikasi yang telah memenuhi persyaratan dapat melakukan importasi perangkat agar tidak terjadi monopoli importasi perangkat telekomunikasi. Sertifikasi perangkat Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan dalam regulasi itu juga dijelaskan untuk mendapatkan sertifikasi perangkat telekomunikasi, importir, termasuk RIM, harus membuat surat pernyataan kesanggupan memberikan garansi serta layanan purnajual di atas meterai, kecuali jika perangkat itu tidak untuk diperdagangkan. Menurut Gatot, BRTI dan Depkominfo tidak bermaksud menahan perdagangan BlackBerry yang terlisensi dari RIM, tetapi justru melindungi vendor itu dari kemungkinan legal action pengguna jika suatu saat ada masalah layanan purnajual. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan Departemen Kominfo berjanji terus memonitor secara intensif terhadap komitmen RIM, adapun kepada perusahaan-perusahaan lain yang sudah memperoleh sertifikat tetapi tidak terikat dengan penyelenggara telekomunikasi juga tetap dituntut kepatuhannya terhadap regulasi. Oleh Arif Pitoyo Bisnis Indonesia Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| douglas (Penasihat) 20/06/09 20:17 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Seperti yang kita lihat ternyata pemerintah memang berusaha melindungi konsumen bb cuma ada pertanyaan nih... Apakah isu pin suspend mungkin saja dihembuskan oleh operator dan mungkin saja operator di indonesia mendesak RIM agar memblokir bb yang tdk dibeli dari mereka? Mengingat keuntungan yang cukup besar dari penjualn bb ke end user buat operator. -- Posted from my Mobile phone Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| devender (Penasihat) 20/06/09 22:29 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... kalo masalah itu kurang tau jg bos,tp baca2 di FJB atau forum promosi dan peluang suka ada yg jual bb di suspend..yaa mungkin ada yg nyata kena suspend jg hehehe Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 24/06/09 08:18 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... 3 Instansi desak RIM buka service center JAKARTA: Tiga instansi pemerintah mendesak Research In Motion (RIM), vendor BlackBerry asal Kanada, segera melakukan studi kelayakan menjelang pembukaan pusat layanan purnajual (service center) di Indonesia. Kepala Pusat Indormasi dan Humas Departemen Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan hal tersebut merupakan hasil pertemuan antara Depkominfo dengan Departemen Perdagangan, dan Departemen Keuangan, serta perwakilan dari operator mitra RIM. "Saat itu RIM berjanji sesegera mungkin melakukan studi kelayakan guna mencari format terbaik bagi pendirian kantornya di Indonesia, apakah berbentuk representative office, sales service, atau service centre," ujarnya, kemarin. Sejauh ini, layanan purnajual perangkat BlackBerry masih terikat dengan penyelenggara telekomunikasi atau distributor tempat masyarakat membeli produk tersebut. Namun, jika ada masalah lebih lanjut harus dibawa ke Singapura sebagai lokasi layanan purnajual terdekat. Awal pekan ini, pemerintah dan ketiga operator telekomunikasi yang terafiliasi dengan layanan BlackBerry di Indonesia sepakat mendukung sikap tegas pemerintah. Pendirian service centre RIM di Indonesia diyakini mengurangi biaya operasional layanan purnajual. "Sekarang para operator harus menanggung biaya membawa perangkat yang tidak bisa diatasi oleh mereka di Indonesia, ke service center RIM di Singapura," ujarnya. Ditjen Postel masih melakukan penolakan terhadap permohonan pengajuan sertifikasi tipe baru produk BlackBerry sampai dengan terpenuhinya persyaratan after sales services sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No.29/ 2008. Tindakan tegas Depdag dan Depkeu sudah menyetujui kebijakan Depkominfo jika sewaktu-waktu diminta menghentikan importasi produk BlackBerry sampai RIM menepati janjinya. Gatot mengatakan pihaknya akan terus bersikap tegas dan memberikan aksi lebih nyata dalam mendorong RIM memenuhi aturan yang berlaku di Indonesia. Pemerintah sangat menyadari potensi pasar BlackBerry di Indonesia termasuk yang paling menonjol di Asia. "Kami masih menolak sementara permohonan sertifikasi BlackBerry dari pihak yang terafiliasi dengan RIM sejak bulan lalu maupun oleh beberapa importir di luar kerja sama dengan RIM sejak pekan lalu," ujarnya. Pemerintah sebelumnya berencana mencabut sertifikasi perangkat A milik perusahaan pengimpor BlackBerry dan RIM. Oleh Fita Indah Maulani Bisnis Indonesia Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| Xuperbego (Penasihat) 25/06/09 07:18 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... moga-moga aja cepet terwujud yah cita-cita luhur seluruh pemilik BB di Indonesia, supaya pemakai BB makin banyak dan harga BIS jadi tambah murah........... Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 25/06/09 09:40 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Pemerintah Awasi Peredaran BlackBerry Ilegal Pemerintah akan menurunkan tim untuk melakukan pengawasan Blackberry ilegal. Kamis, 25 Juni 2009, 06:30 WIB Muhammad Firman, Elly Setyo Rini VIVAnews - Pemerintah akan menurunkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran ponsel pintar, Blackberry, ilegal. Belakangan ini banyak ditemukan ponsel Blackberry masuk secara tidak resmi di wilayah pabean Indonesia. "Segera akan diturunkan tim untuk mengawasi peredaran Blackberry ilegal," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Subagyo di sela-sela kunjungan kerja Menteri Perdagangan di Tip Top Swalayan Rawamangun, Jakarta, Rabu 24 Juni 2009. Meski demikian, Subagyo menambahkan, pemerintah saat ini sedang fokus untuk melakukan pengawasan terhadap lima produk yang diatur impornya melalui Permendag No. 56/2008. "Tapi kalau ada permintaan atau kasus-kasus tertentu, bisa saja menurunkan tim untuk lakukan pengawasan," ujarnya. Permendag No. 56/2008 mengatur ketentuan impor lima produk, yakni makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, mainan anak-anak, alas kaki, dan elektronik. Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 25/06/09 10:12 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Kamis, 25/06/2009 07:13 WIB BlackBerry Ilegal Siap Diberangus Suhendra - detikinet Jakarta - Departemen Perdagangan siap melakukan pengawasan ekstra terhadap perangkat BlackBerry (BB) yang sekarang ini mulai marak di pasar ponsel Tanah Air. Pengawasan ini bertujuan untuk meredam adanya dugaan beredarnya produk BB ilegal. "Tapi segeralah (akan turunkan tim untuk awasi peredaran BB ilegal-red.)," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Subagyo saat ditemui disela-sela sidak Mendag ke pasar ritel moderen, Jakarta, Rabu (24/6/2009). Subagyo menegaskan, saat ini pihaknya masih akan fokus melakukan pengawasan barang beredar khusus untuk barang-barang yang diawasi impornya yaitu tekstil dan produk tekstil, mainan, alas kaki, elektronik dan makanan minuman. Namun kebutuhan untuk mengawasi barang seperti BB masih sangat mungkin dilakukan. "Kami saat ini masih fokus melakukan pengawasan terhadap lima produk yang diatur impornya dalam permendag 56, tapi kalau ada permintaan atau kasus tertentu, kami bisa menurunkan tim untuk lakukan pengawasan," katanya. Dalam Permendag No 19/M-DAG/PER/5/2009 yang diterbitkan pada 26 Mei 2009 dan berlaku 26 Agustus 2009, mengatur mengenai semua produk elektronik dan telematika yang beredar di Indonesa harus dilengkapi dengan petunjuk penggunaan manual dan kartu jaminan purna jual berbahasa Indonesia. Selain itu produk elektronika dan telematika baik impor maupun produk dalam negeri wajib memiliki minimal 6 tempat layanan purnajual (Service Center). Para produsen atau importir pun harus mendaftarkan petunjuk penggunaan dan kartu jaminan ke Direktorat Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag. Duet dengan Depkominfo Sementara Direktur Pengawasan Barang Beredar Barang dan Jasa Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Inayat Iman menambahkan, pihaknya siap melakukan pengawasan ekstra terhadap perangkat besutan Research in Motion, Kanada itu. "Kita siap melaksanakan pengawasan BB itu, seperti yang diharapkan Pak Dirjen. Namun sebelum melakukan pengawasan BB kita akan rapat dengan Depkominfo," tukasnya. "Saya sudah layangkan surat ke Depkominfo, mengenai akan ada rapat Jumat. Untuk membahas masalah kewajiban pabrikan distribusi perangkat BB di Indonesia untuk menjamin pengguna," ia menandaskan. (hen/ash) Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| devender (Penasihat) 25/06/09 12:28 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... denger kabar juga katanya pasokan bb ke indo lg diberhentiin sementara ya? Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 25/06/09 21:34 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Ini berita yang berhubungan... ------------- Operator Diminta Hentikan Penjualan BlackBerry 25/06/2009 15:10:34 WIB Oleh Imam Suhartadi dan Encep Saepudin JAKARTA, INVESTOR DAILY Depkominfo minta operator penyelenggara jasa telekomunikasi menghentikan penjualan BlackBerrry tipe terbaru karena belum mendapat sertifikasi. Ini berkaitan dengan penghentian sementara pemberian sertifikasi hingga produsennya, Research In Motion (RIM) memenuhi syarat layanan purna jual. Demikian ditegaskan Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Selasa (23/6). โSaat ini, kami masih menolak sementara permohonan sertifikasi BlackBerry versi RIM, baik yang dilakukan operator (sejak sebulan lalu) maupun oleh beberapa importir yang bukan terafiliasi RIM (sejak seminggu lalu),โ kata Gatot. Keputusan penghentian sementara pemberian sertifikasi itu, kata Gatot, sudah sesuai Peraturan Menteri Kominfo No 29/2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi. Dia mencontohkan, iPhone, produksi Apple saja, saat masuk Indonesia langsung membangun service centre di Indonesia. โKenapa BlackBerry yang sudah lama masuk Indonesia tidak melakukan upaya serupa,โ kata dia. Gatot mengatakan, larangan menjual BlackBerry tipe terbaru itu sudah disampaikan kepada operator yang menjadi mitra RIM. Depkominfo tidak menyampaikan hal itu ke distributor, namun ia berharap, distributor bisa mengetahui adanya larangan itu dari operator. Keputusan tersebut, menurut Gatot, sebagai bukti Depkominfo serius dalam menyikapi perdagangan BlackBerry secara profesional bagi kepentingan konsumen. Selanjutnya Depkominfo melakukan koordinasi dengan Departemen Perdagangan, Departemen Keuangan, dan penyelenggara yang terafiliasi dengan layanan Blackberry di Indonesia. Sedangkan pihak Departemen Perdagangan dan Departemen Keuangan siap menyetop importasi produk BlackBerry. Para operator telekomunikasi, menurut Gatot, mendukung syarat kepada RIM untuk mendirikan pusat layanan (service centre) di Indonesia karena dapat mengurangi biaya operasional layanan purna jual. Bayangkan, bila kerusakan tidak bisa diatasi, pelanggan terpaksa membawanya ke layanan purna jual RIM terdekat, yaitu di Singapura. Keputusan ini merupakan tindak lanjut pertemuan Depkominfo dengan RIM beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Depkominfo memahami kesungguhan pihak Komisi Perdagangan Kedutaan Kanada di Jakarta untuk menemui Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Senin (8/6). Pertemuan itu, kemudian dilanjutkan antara perwakilan pejabat tinggi Kanada, eksekutif RIM dan BRTI, Senin (15/6). Memang dalam kedua pertemuan tersebut pihak RIM berjanji melakukan feasibility study untuk memenuhi permintaan pemerintah Indonesia. โAkan tetapi, jika dalam beberapa minggu ke depan belum ada wujud konkret dari komitmen RIM tersebut, kami akan terus mengkristalisasi ketegasan sikap secara lebih konkret,โ ujar Gatot. Dia mengatakan, potensi pasar BlackBerry di Indonesia termasuk yang paling menonjol di kawasan Asia mengingat demikian cepat pertumbuhannya. Ini tidak lepas dari perilaku konsumen di Indonesia yang cukup konsumtif terhadap produk telekomunikasi yang canggih. Dan karena kondisi tersebut itulah, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melakukan perlindungan konsumen secara lebih tegas. Pelanggan BlackBerry di Indonesia pada tiga operator telekomunikasi yang telah menjadi mitra RIM sebanyak 300 ribu. Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo Pratama masing-masing mengklaim memiliki pelanggan BlackBerry sebanyak 100 ribu. Sementara itu, Praktisi Telekomunikasi dan member komunitas ID-BlackBerry Faizal A mendukung langkah pemerintah untuk melindungi pengguna BlackBerry di Tanah Air. Umumnya pengguna kurang berhati-hati dalam membeli perangkat tersebut. Sekarang ini, terdapat tiga model penjualan, yaitu melalui operator, distributor, dan black market. Pengguna mendapatkan perbaikan dan bahkan penggantian penuh bila membelinya di operator selama kerusakannya bukan karena kelalain misalnya tercebur di air, operator mau memperbaikinya. โBahkan, ada operator yang memberikan barang pengganti selama perangkat pengguna di servis,โ kata dia. Problem baru muncul bila pembeliannya melalui distributor. Jasa perbaikannya diragukan kualitasnya. Problem makin parah bila penggunanya membeli dari pasar gelap. Untuk yang ini, tidak ada pihak yang bertanggung jawab bila rusak. *** Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 26/06/09 09:28 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Semoga RIM segera menyelesaikan permasalahan untuk service center ini, supaya BB yang Rp 2 juta, bisa dijual di sini.. --------------------------- BlackBerry Rp 2 Juta Terancam Terhambat. Impor Dihentikan, Operator Waswas Dari Tribun Kaltim JAKARTA, TRIBUN- Pemblokiran keran impor smartphone BlackBerry oleh otoritas telekomunikasi nasional ke pasar dalam negeri membuat operator telekomunikasi merasa waswas. Bagaimana pun pelarangan memasukkan perangkat tersebut ke Indonesia dianggap pada waktu yang kurang tepat. Pasalnya, pengadaan alat komunikasi produksi Research In Motion (RIM) tersebut dihentikan saat sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Di Asia, pelanggan BlackBerry asal Indonesia menduduki posisi tertinggi. Pemasaran alat komunikasi yang cukup tinggi ini belum apa-apa dibandingkan saat Lebaran. Pasar telekomunikasi akan mencapai puncak tertinggi pada masa Lebaran. Kini Lebaran tersisa tiga bulan lagi. Artinya, bila impor dihentikan pasar BlackBerry pun hanya mengandalkan stok yang masih ada saja. Tiga operator yang saat ini telah mengimpor BlackBerry adalah PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL), PT Indosat Tbk dan PT Telkomsel Tbk pun seperti was-was dan sangat berharap ada kesepakatan lagi antara Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan RIM. Sebelumnya, RIM juga disebut-sebut bakal meluncurkan produk terbarunya yang akan secara khusus dipasarkan menjelang Lebaran, yaitu BlackBerry Gemini. Dikabarkan BlackBerry Gemini harganya hanya hanya sebesar Rp 2 juta saja atau jauh di bawah harga BlackBerry keluaran sebelumnya. Dengan pencabutan sertifikasi bagi produk-produk BlackBerry yang belum diimpor berarti mengancam Gemini. Produk murah ini terancam tidak bisa dipasarkan di Indonesia. Juru bicara XL, Febriati Nadira mengharapkan agar secepatnya BRTI dengan RIM sepakat untuk mendirikan purna jual Black Berry. Pasalnya, XL berharap banyak pada pemasaran BlackBerry baru menjelang Lebaran nanti. โSeperti biasanya, pemasaran XL akan naik sebelum Lebaran. Karenanya diharapkan adanya produk BalckBerry bisa memberi pelayanan lagi bagi masyarakat,โ kata Nadira, kemarin. Sementara menunggu adanya kesepakatan baru RIM dan BRTI, jelasnya, XL tetap memasarkan stok BlackBerry yang telah diimpor sebanyak 20.000 unit. Dengan terbatasnya persediaan BlackBerry tersebut, maka wajar bila XL berharap adanya pendirian purnajual BlackBerry. Hingga kini XL telah memasarkan sebanyak 100 ribu unit. Harapan serupa juga diungkapkan Manajer Komunikasi Telkomsel, Suryo Hadiyanto. Dihubungi secara terpisah, Suryo mengatakan pihaknya berharap RIM dan pemerintah segera ada kesepakatan baru sehingga keran impor dibuka kembali. โKalau semuanya punya maksud baik, pasti ada solusinya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada purnajualnya,โ tandas Suryo. (PersdaNetwork/ewa) Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 28/06/09 19:13 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Minggu, 28/06/2009 14:23 WIB Stop Sertifikasi BlackBerry Pertimbangkan Kanada Fino Yurio Kristo - detikinet Jakarta - Prosedur Depkominfo sebelum dalam beberapa minggu ke depan total menghentikan pengajuan permohonan sertifikat Blackberry yang diajukan RIM diklaim dilakukan secara profesional. Permintaan RIM seperti melakukan feasibility study dan penertiban Blackberry ilegal dikatakan telah dipenuhi. Dikutip detikINET dari keterangan tertulis, Minggu (28/6/2009), Depkominfo melakukan upaya itu secara hati-hati mempertimbangkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Kanada, negara asal RIM. Pasalnya, hubungan dagang dua negara telah terjalin kooperatif dan membawa manfaat. Adapun prosedur penghentian total pemberian sertifikasi telah dilakukan sebagai berikut: 1. Mengundang Kedutaan Kanada dan RIM duduk bersama melakukan pembahasan bersama Departemen Kominfo tanggal 15 Juni 2009. 2. Mengundang penyelenggara telekomunikasi (PT Telkomsel, PT Excelcomindo Pratama dan PT Indosat) dan Departemen Perdagangan dan Departemen Keuangan (dalam hal ini Ditjen Bea Cukai) mengkonsolidasikan sikap pihak Indonesia tanggal 22 Juni 2009. Penyelenggara telekomunikasi dan instansi pemerintah itu mendukung rencana kebijakan Depkominfo. 3. Mengundang Asosiasi Importir dan Pedagang Telepon Genggam yang sejumlah anggotanya selama ini banyak melakukan impor BlackBerry untuk didengar sikapnya pada tanggal 26 Juni 2009. Para importir dan pedagang itu mendukung rencana kebijakan Depkominfo. Masalah Layanan Purna Jual Ketika Asosiasi Importir dan Pedagang Telepon Genggam menghendaki sejumlah anggota yang diakui keahliannya dalam melakukan layanan purna jual sendiri, Depkominfo tak otomatis menyetujuinya dengan alasan menghargai tingkat keahlian dan standar kelayakan layanan purna jual yang ditetapkan RIM. RIM dikatakan berhak menetapkan standar minimal keahlian. Hanya saja kepastian pendirian service centre tak boleh terlalu lama. Untuk mendirikan service centre secara fisik memang butuh waktu, tapi yang penting kepastian secara legal formal. Formatnya juga bisa mengambil bentuk yang beragam, di antaranya bermitra dengan pihak lokal mengingat kemampuan SDM cukup banyak yang mumpuni dengan tinggal menyesuaikan pada standar kualifikasi RIM. (fyk/fyk) Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 28/06/09 19:20 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Minggu, 28/06/2009 12:35 WIB Depkominfo Jamin Pengguna BlackBerry, Asalkan... Fino Yurio Kristo - detikinet Jakarta - Depkominfo memberi pernyataan terkait kemungkinan penghentian peredaran BlackBerry. Mereka memang menolak sementara permohonan pengajuan sertifikasi yang diajukan RIM terkait belum adanya service centre resmi RIM di Indonesia. Namun diakui, Depkominfo sebatas menangani masalah pemberian sertifikat perangkat telekomunikasi. Mereka tak berwewenang untuk sama sekali menstop impor suatu perangkat telekomunikasi atau menghentikan perdagangan karena itu merupakan kewenangan instansi lain dan harus dengan dasar hukum sangat kuat. Akan tetapi, seperti dikutip detikINET dari keterangan tertulis Depkominfo, Minggu (28/6/2009), tetap ada kemungkinan penghentian impor oleh Ditjen Bea Cukai selama importir tak mampu menunjukkan sertifikasi terbitan Depkominfo. Sedangkan masyarakat pengguna BlackBerry diharap tetap tenang karena tak ada rencana Depkominfo memerintahkan penyelenggara telekomunikasi menghentikan layanannya. Pun bagi masyarakat yang ingin membeli BlackBerry di Indonesia tak ada larangan apapun. Hanya saja jaminan Depkominfo ini hanya berlaku terhadap penggunaan BlackBerry yang bersertifikasi, berlabel dan bukan produk ilegal. Alasan utama Depkominfo menolak sementara pengajuan sertifikasi BlackBerry semata-mata karena RIM tidak memiliki pusat layanan di Indonesia yang dinilai dapat merugikan konsumen jika terjadi masalah di perangkatnya. (fyk/fyk) Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| JustFocus (Penasihat) 28/06/09 20:32 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... ^ setuju bgt ama ketegasan depkominfo (moga2 beneran terealisasi) kl mau jualan produknya disini,rim hrs n wajib kasi layanan purna jual-service center resmi,bertanggung jawab dan memuaskan Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| devender (Penasihat) 28/06/09 22:17 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... yup sekaligus memenuhi uu konsumen Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 29/06/09 07:06 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... Operator BlackBerry rugi US$1,8 juta Depkominfo ancam blokir total BlackBerry JAKARTA: Operator telekomunikasi mitra Research in Motion (RIM/produsen BlackBerry) terancam rugi US$1,8 juta per bulan, apabila pemerintah terus melakukan pemblokiran terhadap masuknya BlackBerry baru. โPemerintah seharusnya merangkul vendor asing seperti RIM, bukannya malah melakukan tindakan yang keras seperti saat ini,โ ujar Group Head Brand Marketing PT Indosat Tbk Teguh Prasetya, kepada Bisnis, akhir pekan. Menurut dia, selama ini operator yang menjadi mitra RIM rata-rata mampu menjual 3.000 unit BlackBerry setiap bulannya sehingga apabila rata-rata harga satu unit sebesar US$600, operator kehilangan potensi pendapatan sekitar US$1,8 juta per bulan. Teguh yakin kalau RIM akan memenuhi semua ketentuan regulasi, tetapi iklimnya akan menjadi lain apabila pemerintah justru merangkul RIM dengan memberikan kemudahan investasi untuk mendirikan pabrik di Indonesia. Dalam sebulan terakhir, Departemen Komunikasi dan Informatika menolak pengajuan sertifikasi BlackBerry untuk tipe yang baru ataupun beberapa tipe yang lama tetapi belum memiliki sertifikat dari Ditjen Postel untuk melindungi kepentingan masyarakat mengingat sejauh ini RIM belum memiliki service centre di Indonesia. RIM telah meminta Depkominfo memberi kesempatan untuk melakukan studi kelayakan dan mendesak Depkominfo menertibkan produk BlackBerry ilegal yang tergolong black market. Depkominfo sedang mempersiapkan surat edaran yang akan diedarkan ke berbagai pihak terkait tentang rencana penghentian pemberian sertifikat BlackBerry secara total. Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, menuturkan penolakan sementara permohonan sertifikasi BlackBerry yang diajukan RIM dapat berimplikasi pada kemungkinan penghentian importasi oleh Ditjen Bea Cukai. โIni terjadi selama importir yang berkepentingan tidak mampu menunjukkan sertifikat yang diterbitkan Depkominfo atau karena data sertifikasinya tidak terdapat pada national single windows yang mudah diakses Ditjen Bea Cukai.โ PT Excelcomindo Pratama Tbk memperkirakan penyetopan sertifikasi produk BlackBerry akan mengancam rencana peluncuran BlackBerry Gemini. Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan Telkomsel seharusnya bisa dikecualikan karena pihaknya memiliki perwakilan resmi dan dukungan purnajual dari RIM. (roni.yunianto@bisnis. [tautan dihapus] Oleh Roni Yunianto & Arif pitoyo Bisnis Indonesia Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
| rusco (Penasihat) 30/06/09 17:58 | ๐ Re: INFO: Pembeli Blackberry dari Non Operator tdk Usah Khawatir..... BB seri 1 yang mana yah?? -------------------------- RIM DIHARAP SEGERA PENUHI SYARAT DEPKOMINFO, BlackBerry Rp 4 Jutaan Menanti Sertifikasi Oleh Encep Saepudin JAKARTA, INVESTOR DAILY Operator seluler yang menjadi distributor BlackBerry berharap Research In Motion (RIM) segera membuka kantor perwakilannya di Indonesia. Langkah ini dimaksudkan untuk membuka kran sertifikasi yang sekarang ini disetop Ditjen Postel Depkominfo. General Manager Postpaid & Blackberry PT Excelcomindo Pratama Tbk (EP) Budi Harjono mengatakan, pembukaan kantor perwakilan atau pusat layanan purna jual (service centre) itu akan melancarkan bisnis RIM di Indonesia. Apalagi, produk BlackBerry yang kini menunggu sertifikasi dari Ditjen Postel Depkominfo itu adalah BlackBerry seri I, yang harganya sekitar Rp 4 jutaan. โMemang saya memahami birokrasi di RIM itu panjang sekali. Tapi, keyakinan saya dalam waktu dekat diharapkan keluar keputusan (minimal pembukaan kantor perwakilan) dari mereka,โ kata Budi Harjono mengomentari keputusan pemerintah untuk menyetop sertifikasi BlackBerry untuk sementara waktu di Jakarta, Kamis (25/6). Menurut Budi, PT EP awalnya menargetkan penjualan BlackBerry seri I itu sebelum Idul Fitri, yang jatuh pada 21 September 2009. Penjualan BlackBerry seri I itu diperkirakan bakal meledak bila dipasarkan di Indonesia. Soalnya, Indonesia merupakan negara kedua untuk memasarkannya setelah Amerika Serikat. โProduk seri I ini dipastikan tidak ada produk BM (black market) karena produk ini rencananya baru dipasarkan di AS dan Indonesia,โ kata dia. Untuk itu, Budi berharap RIM bersama pemerintah Indonesia melalui Ditjen Postel melakukan dialog. Dialog lebih dikedepankan untuk mendapatkan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak. Sementara itu, Vice President Marketing PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) Paras Nasution mengatakan, kebijakan Depkominfo menyetop sertifikasi produk BlackBerry terbaru tentunya sudah melalui proses pertimbangan yang matang dengan melihat segala risikonya. Karena itu, selaku operator Axis, pihaknya akan mematuhi kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah. โKalau (penyetopan sertifikasi Blackberry) sudah diputuskan tentunya kami harus tunduk. Tentunya sambil mengamati perkembangan berikutnya,โ kata dia. Atas keputusan tersebut, Paras belum bisa memastikan pengaruhnya pada rencana bisnis PT NTS yang berencana meluncurkan BlackBerry Axis pada akhir Juli ini. Sedangkan untuk pembukaan layanan service center tetap sesuai jadwal, yaitu pada minggu pertama Juli 2009. Depperind Belum Tahu Sedangkan Departemen Perindustrian (Depperind) belum mengetahui rencana bisnis RIM, vendor smartphone BlackBerry, di Indonesia. Hingga kini, vendor tersebut belum melakukan kontak resmi dengan Depperind. โKontak telepon belum (pernah), apalagi melaporkannya secara resmi. Saya tidak tahu apa yang mereka rencanakan di sini,โ kata Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi ketika ditemui Investor Daily, pekan lalu. Biasanya, rencana pembangunan pabrik perakitan di Tanah Air harus menggandeng investor lokal. Apakah sudah ada pembicaraan ke arah sana antara investor lokal dengan RIM, Budi pun belum memperoleh informasinya. Begitu pula bila RIM akan membuka perwakilannya di Indonesia. โMenurut saya, kalau RIM mau buka perwakilan atau pabrik di sini, sejumlah industri di Indonesia sebenarnya sudah siap melakukan kerja sama,โ kata dia. Namun, pemerintah tentu tidak mencampuri pembicaraan internal mereka. Pertimbangan bisnis menjadi dasar pijakan terjalinnya kerja sama. Setelah itu, baru mereka melaporkannya pada Departemen Perindustrian. Mengenai keputusan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menghentikan sertifikasi perangkat baru Blackberry sudah diketahuinya. Namun demikian, keputusan tersebut masuk kewenangan Departemen Perdagangan karena menyangkut masalah perdagangan ponsel pintar (smartphone) tersebut. โMemang kami dilibatkan dalam keputusan itu, tapi itu menyangkut perdagangan. Coba Anda tanyakan ke sana (Departemen Perdagangan),โ kata dia. *** Post Extras: ๐จ๏ธ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi