Home - Komunitas - Panduan - Kontak
Indonesian Gadgeteers
Forum Diskusi:
Main Index | Search | Panduan | Aturan | Kontak  ·  Tanpa registrasi: cukup isi nama
>> Forumponsel
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | 4 | (tampilkan semua)
siryosaeba
(Penasihat)
07/06/08 22:47
๐Ÿ™‚ Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
Secara mengejutkan Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia) menjual seluruh sahamnya sebesar 40% di Indosat kepada Qatar Telecom QSC (Qtel). STT atau Temasek kini tidak lagi berurusan dengan Indosat.

Operasi pembelian yang sangat rapi ini dilakukan Qtel dan STT pada 6 Juni 2008. Pasar sama sekali tidak mengendus akan ada penjualan besar-besaran ini. Terlebih beberapa kali STT menegaskan tidak akan menjual Indosat meski sudah divonis KPPU melakukan monopoli dengan memiliki Indosat dan Telkomsel.

Dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Sabtu (7/6/2008) Qtel mengumumkan telah membeli 40,8% saham Indosat melalui akuisisi Asia Mobile Holdings Pte0. Ltd (AMH). Dalam struktur STT, AMH adalah pemilik Indonesia Communications Limietd (ICL) yang tercatat sebagai pemegang saham Indosat.

Qtel melakukan perjanjian pembelian tertanggal 6 Juni 2008 dengan STT untuk membayar tunai sebanyak 2,4 miliar dolar Singapura atau US$ 1,8 miliar atau Rp 16,740 triliun dengan kurs 9.300/US$.

Qtel adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Timur Tengah yang jaringannya tersebar di Asia Pasifik, Amerika dan Eropa. Dalam pernyataannya pemimpin Qtel Group Sheikh Abdullah Al Thani mengatakan sangat senang dengan pembelian saham Indosat ini.

"Transaksi ini merupakan komitmen kami di Indonesia dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi," kata Sheikh Abdullah Al Thani.

Dengan adanya transaksi ini, Qtel kini memiliki 44 juta konsumen yang tersebar di 16 negara. "Ke depan kami akan bekerja sama dengan manajemen dan karyawan Indosat untuk menjalin kerja sama yang baik. Indosat akan menjadi keluarga dari Qtel," katanya.

Pembelian Indosat lanjut Thani merupakan representasi yang signifikan dan investasi yang luar biasa dalam Qtel Group. "Kami akan menanamkan investasi yang signifikan di Indosat untuk mendukung pertumbuhan dan pencapaian yang maksimal," ujar Thani.

Sementara Dirut (CEO) Qtel, Nasser Marafih mengatakan investasi ini merupakan bagian dari strategi Qtel untuk tumbuh lebih besar. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara yang sangat penting dengan jumlah penduduk yang besar.

President and Chief Executive Officer of ST Telemedia Lee Theng Kiat mengatakan Qtel adalah perusahaan yang sangat kuat dengan manajemen yang memiliki visi ke depan.

"Saya yakin kami telah membuat fondasi Indosat dalam lima tahun dengan cukup kuat sehingga Qtel bisa melanjutkannya," kata Lee.

Lee menegaskan transaksi ini tidak akan mempengaruhi STT atau investasi AHM. STT juga tidak lagi terlibat dengan Indosat seperti dalam kasus KPPU. Setelah melepas Indosat, nantinya AHM akan tetap memiliki StarHub Ltd yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Singapura, selain memiliki anak usaha di Kamboja dan Laos.
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
21/07/08 09:18
๐Ÿ˜ Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
Bapepam belum restui tender offer Indosat

JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum merestui penawaran tender Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) atas 8,2% saham publik PT Indosat Tbk, menyusul beberapa kelengkapan administratif Qtel yang dinilai belum memenuhi Peraturan No. IX. H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

Menurut Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK M. Noor Rachman, Bapepam-LK telah melayangkan surat tanggapan kepada Indosat dan PT Danareksa Sekuritas sebagai underwriter penawaran tender guna memenuhi kelengkapan administratif. "Kami belum memberikan pernyataan efektif atas tender offer Qtel. Saat ini 'bola' ada dia, dan kami dalam posisi menunggu kelengkapan administratif dan keterbukaan informasi atas tender offer itu," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Noor menuturkan tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat pihaknya juga akan meminta penjelasan tentang masuknya Rachmat Gobel dalam level pemegang saham di Indosat bersama dengan Qtel.

Terkait dengan penawaran tender Qtel, Ketua Bapepam-LK A. Fuad Rahmany mengatakan otoritas pasar modal akan menilai dari sisi Peraturan Bapepam-LK.

"Kami tidak mempermasalahkan siapa yang akan membeli Indosat, boleh [Rachmat] Gobel atau siapa saja, asal sesuai peraturan," ujarnya.

Selanjutnya, mengenai penawaran tender tandingan atas saham Indosat, Noor mengatakan hingga saat ini otoritas pasar modal belum menerima laporan tentang penawaran tender tandingan.

Penawaran tandingan

"Saya belum menerima pernyataan penawaran tender tandingan dari PT Bakrie&Brothers Tbk dan Altimo itu. Belum ada di meja saya," ujarnya.

Saat disinggung mengenai kaitan antara pernyataan efektif penawaran tender Indosat dan Mahkamah Agung yang masih membahas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha dan PN Jakarta Pusat atas Indosat, Noor tak ingin berkomentar lebih jauh.

Meski demikian, Bapepam-LK belum memutuskan akan mengambil langkah apa apabila Mahkamah Agung tidak mengizinkan penawaran tender Qtel atas saham publik Indosat.

"Qtel menjadi pengendali bukan melalui tender offer, jadi berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No.IX.H. 1, tender offer-nya menjadi mandatory, wajib," ujar Fuad.

Qtel mengakuisisi Singapore Technology Telemedia Pte Ltd (STT) yang memiliki 40,81% saham di Indosat saat MA masih membahas mengenai putusan PN Jakarta Pusat.

Adapun, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mendukung rekomendasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebutkan bahwa STT harus melepas kepemilikannya maksimal 10% ke beberapa pihak.

Selain itu, putusan itu juga menyoroti bahwa pihak yang membeli saham STT itu tidak boleh terafiliasi.

Soal permasalahan hukum itu, lanjutnya, bukan ranah kewenangan Bapepam-LK.

Selain itu, apa yang diputuskan MA belum mengikat hingga rencana penawaran tender itu digelar.

"Bapepam-LK bekerja berdasarkan aturan di pasar modal. Jadi, kami tidak bisa masuk ke wilayah yang bukan wilayah kita. Selama itu belum diputuskan, kami juga tidak bisa mengambil action untuk melarang mereka. Itu problem kami. Itu bukan wilayah kami," tandasnya.

Saat ditanya apabila MA mendukung putusan PN Jakarta Pusat dan KPPU, sehingga mendesak STT untuk menjual kepada empat pihak atas 40,81% saham STT yang sudah dialihtangankan ke Qtel apakah penawaran tender akan dibatalkan, Fuad enggan berkomentar secara detail.

"Saya tidak mengetahui sejauh mana MA bisa mengatur soal penawaran tender itu," tuturnya.

Harga saham Indosat ditutup anjlok 3,03% ke level Rp6.400 pada penutupan perdagangan saham 18 Juli 2008 dibandingkan dengan hari sebelumnya sebesar Rp6.600.

Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar Indosat mencapai Rp34,77 triliun. (sylviana. pravita@[tautan dihapus])

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
21/07/08 14:56
๐Ÿ˜ Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
Senin, 21/07/2008 14:10 WIB
Banyolan Seputar Akuisisi Indosat
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Bandung - Setelah Qatar Telecom (Qtel) mengambil alih 40,8% saham Indosat, baik rumor maupun lelucon seputar akuisisi tersebut pun langsung merebak.

Rumor yang beredar tentu tentang kesahihan akuisisi tersebut. Singapore Technologies Telemedia (STT), sang pemilik Indosat sebelum dijual ke Qtel, diisukan cuma 'main mata' saja dengan raksasa telekomunikasi asal timur tengah itu.

"Ibaratnya, cuma mindahin kantong kiri ke kantong kanan saja," demikian isu yang beredar. Antara STT dan Qtel memang memiliki kedekatan yang erat, terlebih sejak Qtel digandeng masuk STT ke Asia Mobile Holding (AMH), perusahaan yang dipakai STT untuk membawahi Indosat.

Namun tak semua rumor sifatnya serius. Ada juga yang murni lelucon belaka. Menjadi semakin lucu karena yang melempar candaan tersebut salah satu yang punya posisi penting di Indosat.

Adalah Guntur S Siboro, Direktur Marketing Indosat, yang lagi coba melucu. Dia bilang, alasan Qtel memilih Indosat tak lain karena tarif selulernya yang dinilai maknyus.

"Wah, operator ini (Indosat) bagus banget prospeknya. Tarifnya saja sejuta tiap nelpon," kata Guntur di sela press gathering Indosat di Bandung yang berakhir Senin ini (21/7/2008).

Yang dimaksud Guntur adalah skema tarif promosi Rp 0,[nomor disembunyikan] yang digunakan sebagai trik pemasaran layanan prabayar seluler Indosat. Lalu, bagaimana bisa dibilang sejuta?

"Orang Arab kan kalau baca tulisan selalu dari kanan," katanya sambil disambut gelak tawa para jurnalis yang ikut ngobrol dengan dosen pascasarjana di sejumlah kampus itu.

Kemudian, lelucon lainnya yang juga dilemparkan Guntur tentang akuisisi Indosat ialah soal penunjukan Rachmat Gobel oleh Qtel. Sang pemilik Panasonic Gobel itu katanya ditunjuk Qtel sebagai mitra lokal karena desakan pemerintah untuk menggandeng pelaku industri kelas nasional.

"Mungkin, pas Qtel cari kata nasional di internet, yang ketemu National Panasonic-nya Rachmat Gobel, kali. Jadi, dipilihlah dia," kata Guntur, yang awalnya kentara sekali ingin menghindari hujaman pertanyaan wartawan seputar akuisisi Indosat, sebelum akhirnya jadi malah melucu.
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
14/10/08 10:46
๐Ÿ˜ Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
QTel diizinkan miliki saham Indosat hingga 65%

JAKARTA: Pemerintah memperbolehkan Qatar Telecom (QTel) melakukan penawaran tender (tender offer) dengan kepemilikan saham hingga 65%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan terkait dengan tender offer, pemerintah mengikuti aturan yang meng-atur hal itu, bahwa kepemilikan saham sebesar 65% diperbolehkan. Namun, masih ada yang perlu diluruskan terkait dengan posisi dari kepemilikan sahamnya.

"Tender offer kita ikuti saja sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa 65% diperbolehkan untuk itu, meski dalam penawaran ini perlu diperjelas aturannya," ujarnya kemarin.

Untuk itu, lanjutnya, silakan saja QTel melakukan exercise. Namun, kepastiannya akan diumumkan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Muhamad Nuh.

Adapun, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany menuturkan pihaknya siap melaksanakan hasil keputusan Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati.

"Meski demikian, kami menunggu surat keputusan resmi tersebut. Besarnya kepemilikan saham QTel atas Indosat itu terkait dengan penawaran tender QTel atas saham Indosat," ujarnya.

Komisaris Indosat yang juga juru bicara Qtel Rachmat Gobel menuturkan hingga kemarin pihaknya belum mengetahui keputusan tersebut. Adapun, isyarat keputusan pe-merintah itu telah diberikan pemerintah sejak pertengahan September lalu.

Sektor seluler

Sumber Bisnis yang mengetahui rencana tersebut menuturkan pemerintah mematok kepemilikan saham QTel maksimal 65% atas saham Indosat karena 98% lini bisnis Indosat berada di sektor seluler.

Artinya, QTel dapat melaksanakan penawaran tender atas saham publik Indosat hingga 24,2%, menyusul akuisisi terhadap 40,8% saham Indosat senilai US$1,8 miliar pada 30 Juni 2008.

"Pemerintah menetapkan porsi kepemilikan saham QTel di Indosat adalah 65%, karena sektor seluler Indosat mencapai 98% dan fixed-line sisanya. Jadi, lebih pantas apabila DNI yang ditetapkan pemerintah adalah 65% bagi QTel," ujarnya. (Bisnis, 17 September) Rachmat mengatakan QTel berencana melakukan investasi jangka panjang di sektor telekomunikasi di Tanah Air.

Guna memastikan pengambilan keputusan terhadap laju Indosat, perseroan ingin menguatkan posisinya melalui kepemilikan saham di Indosat hingga lebih dari 49%.

"Kami memandang saat ini penting bagi pemerintah untuk menetapkannya. Karena, andaikan pemerintah tak kunjung memberikan kejelasan, bisa saja QTel mengambil tender offer, lalu mengambil saham Indosat melalui pasar hingga lebih dari 49% atau hingga 65%," ujarnya. (16)

Oleh Sylviana Pravita R.KN
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
HajiGaul
(Penasihat)
15/10/08 11:19
๐Ÿ˜ Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
isu positif ditengah krisis AS, bisa mendongkrak IHSG ...
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
31/10/08 08:25
๐Ÿ˜ Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
Pelepasan StarOne oleh Indosat direstui

JAKARTA: Kementerian Negara BUMN mendukung rencana PT Indosat Tbk melepas unit bisnis StarOne, yang bergerak di bisnis nirkabel tetap.

Meneg BUMN Sofyan Abdul Djalil mengatakan pihaknya selaku kuasa pemegang saham pemerintah di PT Indosat Tbk, tidak keberatan atas pemisahan bisnis fixed dan seluler Indosat.

"Selama ini, StarOne kalah dibandingkan dengan Fren, Flexi, dan Esia. Kalau nanti dipisahkan, kami tidak keberatan karena selama ini StarOne tidak berkembang," tuturnya kepada pers kemarin.

Dengan pemisahan unit bisnis tersebut, lanjutnya, perseroan bisa lebih serius menangani bisnis seluler.

Wacana pemisahan StarOne tersebut muncul setelah Menkominfo mengizinkan Qatar Telecom (Qtel) memiliki saham Indosat hingga 65%, dengan syarat harus memisahkan bisnis fixed dan seluler.

Investor asal Timur Tengah tersebut berencana menggelar penawaran tender dengan harga Rp6.416 per saham, tetapi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menolak karena harga itu lebih rendah dari harga transaksi pembelian dari Temasek sebesar Rp7.388.

Qtel hingga kemarin belum menetapkan harga penawaran tender terkait dengan perubahan harga penawaran tender atas saham publik Indosat yang ditolak oleh Bapepam-LK.

"Kami belum menetapkan tindak lanjut setelah harga penawaran tender Rp6.416 per saham ditolak," ujar Komisaris Indosat yang juga wakil dari Qtel Rachmat Gobel kepada Bisnis, kemarin.

Qtel juga berniat membeli saham seri B American Depositary Shares. Rencana itu disiapkan guna mengikuti peraturan Bapepam-LK No. IX. H. 1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka yang belum direvisi dimana perubahan pengendali perusahaan terbuka sebesar 25% atau lebih diwajibkan menggelar penawaran tender.

Semula, penawaran tender setiap saham seri B ditetapkan sebesar Rp7.388. Harga penawaran tender itu lebih tinggi dari harga tertinggi dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum 8 Juni 2008, saat dimulainya negosiasi akuisisi.

Pada penutupan harga kemarin, harga saham emiten berkode ISAT tersebut ditutup pada level Rp5.400, atau menguat 5,9%. Pada posisi harga tersebut, kapitalisasi pasar saham telekomunikasi ini mencapai Rp29,3 triliun.

Oleh Arif Gunawan S. & Sylviana Pravita K.N.
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
18/11/08 17:53
๐Ÿ˜ Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
BILA Q-TEL KUASAI 65% SAHAM INDOSAT, StarOne dan SLJJ Harus Dilepas
Oleh Rizagana
JAKARTA, Investor Daily

Pemerintah tetap mengharuskan lisensi jaringan tetap dipisahkan dari Indosat, bila Qatar Telecom (Q-Tel) tetap ingin mengakuisisi 65% saham Indosat. Lisensi jaringan tetap itu tidak termasuk Sambungan Langsung Internasional (SLI).

Demikian ditegaskan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar kepada Investor Daily dalam perbincangan di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, akhir pekan lalu.

โ€œMereka (Indosat) sudah pernah datang ke saya dan menanyakan masalah itu. Tapi, mereka masih ingin bicara juga dengan Pak Menteri (Menkominfo Muhammad Nuh, red). Ya, tidak apa-apa dan itu baik juga sih,โ€ kata Basuki.

Menurut Basuki, pemerintah bisa memahami kesulitan Indosat dalam melaksanakan pemisahan fixed dan seluler karena perusahaan itu dua layanan itu telah benar-benar menyatu. Namun, pemisahan itu bukan kehendak pemerintah, tetapi amanat undang-undang (UU). Bahwa perusahaan asing hanya boleh memiliki saham perusahaan berlisensi jaringan tetap maksimal 49% dan untuk seluler maksimal 65%.

โ€œJadi, tinggal pilih saja. Kalau mau 65%, pisahkan fixed-nya. Tapi kalau ingin menguasai Indosat secara utuh, ya ambil sampai 49% saja,โ€ kata Basuki. Jaringan tetap Indosat yang harus dipisahkan itu, kata Basuki, tidak termasuk SLI. Jaringan tetap yang harus dipisahkan itu meliputi fixed line, StarOne (FWA), dan Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ).

Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro mengatakan, berkaitan dengan rencana Q-Tel mengakuisisi 65% saham Indosat, manajemen Indosat menanti petunjuk pelaksanaan (juklak) tentang pemisahan lisensi jaringan tetap itu.

Persoalan lain adalah sebagai operator telekomunikasi satu-satunya di Indonesia yang memberikan layanan lengkap mulai dari layanan SLI, SLJJ, fixed line, FWA, seluler, satelit, dan internet pita lebar (broadband). Seluruh layanan itu telah menyatu, mulai dari jaringan infrastruktur, operasional, billing system dan karyawan telah menyatu. Oleh karena itu, pemisahan itu akan membawa konsekuensi, baik cost maupun tenaga. (Investor Daily, Rabu, 12 November 2008).

Menurut Basuki, pemerintah memberikan waktu dua tahun untuk proses pemisahan itu. Pemisahannya pun bisa dilakukan dengan membentuk perusahaan baru. Perusahaan baru itu bisa saja dijual kepada pihak lain atau dijadikan anak usaha Indosat dan bisa dikonsolidasikan.

โ€œHanya saja, kalau Indosat ingin menguasai anak usaha yang khusus lisensi jaringan tetap itu tetap harus mengikuti aturan perundang-undangan. Yakni, Q-Tel tetap hanya bisa menguasai maksimal 49% saham anak usaha baru itu. Tapi, meski 49% kan laporan keuangan anak usaha baru itu tetap bisa dikonsolidasikan ke Indosat,โ€ kata Basuki.

Tender USO

Sedangkan mengenai keikutsertaan Indosat dalam tender pembangunan jaringan telepon perdesaan dalam rangka Universal Service Obligation (USO), Basuki belum bisa memberikan jawaban yang tegas. Dalam babak prakualifikasi tender USO itu, Indosat lolos babak prakualifikasi untuk blok II dan III.

Ketika ditanyakan bagaimana bila Indosat pada akhirnya memenangi tender USO itu dan Q-Tel juga akhirnya menguasai 65% saham Indosat, menurut Basuki, hingga saat ini, pemerintah masih mendasarkan penilaiannya pada kondisi Indosat saat ini. Yakni, pada saat pendaftaran, Q-Tel belum menguasai 65% saham Indosat. โ€œJadi, boleh saja. Tapi, kalau nanti Q-Tel menguasai 65% dan Indosat menang tender USO, itu kita lihat nanti,โ€ kata Basuki.

Sementara itu, Dirut PT Excelcomindo Pratama Hasnul Suhaimi mengatakan, pihaknya tidak mengikuti tender USO bukan karena operator XL itu tidak peduli dengan pembangunan telepon perdesaan. Operator seluler terbesar ketiga di Indonesia itu sangat concern dengan pembangunan telepon hingga ke daerah-daerah terpencil, seperti yang dilakukan di Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

โ€œSebenarnya kami ingin ikut. Kami juga punya dana untuk itu. Namun, kami tidak bisa ikut tender USO karena faktor PT Excelcomindo Pratama dimiliki investor asing hingga di atas 49%. USO kan fixed line, jadi UU tidak membolehkan kami membangun fixed line,โ€ kata Hasnul. ***
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
10/06/09 13:46
๐Ÿ˜ Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
Qatar Telecom akan rombak direksi Indosat

JAKARTA: Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) akan merombak dewan direksi PT Indosat Tbk terkait dengan perubahan kepemilikan mayoritas Indosat dari Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (STT) ke perusahaan asal Qatar itu.

Seorang manajer investasi yang mengetahui rencana tersebut mengatakan langkah tersebut ditempuh perseroan guna mengganti petinggi STT yang masih menduduki kursi manajemen di Indosat.

"Akhir pekan lalu, petinggi Indosat dari Qtel rapat guna mematangkan pergantian direksi itu di luar negeri agar rencana itu tidak bocor," tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Saat dikonfirmasi Bisnis, Komisaris Indosat Rachmat Gobel, yang mewakili Qtel, tidak membantah.

"Qtel saat ini menguasai Indosat lebih dari 55%, kebijakan pergantian direksi itu dievaluasi lebih kepada adanya harapan dari karyawan Indosat dan pasar modal guna mendorong kinerja perseroan ke depan," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Rachmat, Qtel sebagai mitra pemerintah akan berdiskusi dengan Kementerian BUMN terkait dengan rencana tersebut. Pergantian direksi tersebut dijadwalkan dimintakan restu dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Indosat besok.

Susunan direksi Indosat
Direktur Utama : Johnny Swandi Sjam
Wakil Direktur Utama : Kaizad Bomi Heerjee
Direktur Keuangan : Wong Heang Tuck
Direktur Corporate Services : Wahyu Wijayadi
Direktur Teknologi Informasi : Roy Kannan
Direktur Jabotabek dan Penjualan Korporat : Fadzri Sentosa
Direktur Penjualan Regional : Syakieb A. Sungkar
Direktur Pemasaran : Guntur S. Siboro
Direktur Jaringan : Raymond Tan Kim Meng
Sumber : Laporan keuangan Indosat per Maret 2009

Rachmat mengatakan agenda perombakan direksi itu akan dimasukkan dalam agenda persetujuan atas perubahan anggaran dasar perseroan.

Eksekutif lainnya menyebutkan sebanyak lima kandidat yang hampir seluruhnya berlatar belakang dari sektor perbankan berebut menduduki kursi nomor satu di perusahaan telekomunikasi itu.

Qtel berencana menempatkan dua orang wakilnya.

Analis saham PT BNI Securities M. Alfatih mengatakan pergantian direksi tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan perseroan ke depan. 'Kami menilai sangat bagus apabila ada penambahan modal dari Qtel setelah perombakan tersebut." (sylviana. pravita@[tautan dihapus])

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
rusco
(Penasihat)
13/06/09 00:23
๐Ÿ˜ Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
DEWAN DIREKSI DIROMBAK, Indosat Setor Dividen Rp 939, 2 Miliar
Oleh Eva Fitriani
JAKARTA , INVESTOR DAILY

PT Indosat Tbk (ISAT) membagikan dividen senilai Rp 939,26 miliar untuk tahun buku 2008. Dividen setara Rp 172,85 per saham itu akan dibayar pada 22 Juli 2009.

โ€œDividen tahun buku 2008 tersebut sekitar 50% dari total laba bersih tahun lalu yang mencapai Rp 1,87 triliun,โ€ kata Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Kamis (11/6).

Johnny menjelaskan, dari sisi persentase, dividen tahun buku 2008 sama dengan 2007, yaitu sebesar 50%. Namun, dari sisi nominal, nilainya turun 8% dari sebelumnya Rp 187,9 per saham. Sisa laba bersih akan digunakan untuk cadangan kas dan reinvestasi.

Indosat menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sekitar US$ 600 juta atau sekitar Rp 6 triliun. Dana capex akan dipakai untuk mendukung ketiga lini bisnis yaitu seluler, data tetap, dan telepon tetap.

โ€œDana capex sebanyak US$ 600 juta itu baru tahap pertama. Nanti, kami akan terus pantau kondisi yang berkembang dan bisa saja bertambah seperti yang terjadi tahun lalu,โ€ ujar Johnny.

Dia menegaskan, rencana bisnis tahun ini disusun secara konservatif sejalan dengan kebijakan perusahaan yang menerapkan prinsip kehati-hatian. Meski demikian, perusahaan telekomunikasi seluler terbesar kedua di Indonesia itu tetap fleksibel untuk dapat meningkatkan capex sesuai perkembangan kondisi.

Dirut Diganti
Sementara itu, dalam RUPST kemarin, pemegang saham menyetujui perombakan direksi dan komisaris Indosat. Pergantian itu dilakukan menyusul perubahan pemegang saham pengendali Indosat dari Singtel menjadi Qatar Telecom (Qtel).

Posisi Johnny Swandi Sjam sebagai direktur utama digantikan oleh Harry Sasongko Tirtotjondro. Direktur Keuangan Indosat Wong Heang Tuck diganti oleh Peter Kuncewick. Direksi baru yang diangkat dalam RUPST adalah Steve Hobbs, sedangkan direksi yang dipertahankan adalah Fadzri Sentosa dan Kaizad Bomi Heerjee.

Selama masa transisi, Johnny Swandi Sjam akan menjabat direktur utama interim hingga Agustus 2009 dan selanjutnya digantikan oleh Harry Sasongko. Wong Heang Tuck juga akan menempati posisi direktur keuangan sampai 1 September 2009. Namun, untuk direksi baru, masa jabatannya dibatasi selama 2009-2010. โ€œMasa jabatan direksi baru hanya dibatasi satu tahun, karena untuk menghabiskan masa jabatan direksi lama sejak 2005,โ€ jelas Johnny.

Dia menambahkan, susunan komisaris Indosat juga dirombak. Wakil Qtel yang masuk dewan komisaris Indosat adalah HE Sheikh Abdul Bin Mohammed Bin Saud Al Thani, Nasser Marafih, Richard F Seney, dan Rachmat Gobel. Sedangkan wakil pemerintah Indonesia adalah Rionald Silaban dan Jarman. Pemegang saham juga mengangkat empat komisaris independen yaitu Soeprapto, Setyanto P Santoso, Michael Latimer, dan George Thia Peng Heok.

Sesuai ketentuan yang ada, kata Johnny, pemerintah sebagai pemegang saham seri A memiliki wewenang untuk menempatkan satu komisaris dan satu direksi di Indosat. Saat ini, pemerintah menempatkan dua komisaris dan satu direksi (Fadzri Sentosa).

Al Thani mengatakan, pihaknya percaya manajemen baru dapat meningkatkan kinerja Indosat ke depan. Sebab, direksi baru berpengalaman di bidang telekomunikasi.

Dukungan Dana
Setelah pergantian manajemen, Qtel akan fokus pada kinerja Indosat dan meningkatkan pangsa pasar di industri telekomunikasi Indonesia. โ€œJika dibutuhkan, kami akan mengucurkan dana untuk mendukung pertumbuhan Indosat,โ€ ucapnya.

Qtel berencana menggelontorkan capex senilai US$ 2 miliar atau setara Rp 22 triliun untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi di beberapa negara, termasuk Irak dan Indonesia. Qtel selaku pemegang 65% saham Indosat berharap dapat meningkatkan pendapatan bersih Indosat pada 2009.
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
Strong_Tower
(Penasihat)
14/06/09 04:42
๐Ÿ˜ Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
Quote:
rusco said:

Posisi Johnny Swandi Sjam sebagai direktur utama digantikan oleh Harry Sasongko Tirtotjondro. Direktur Keuangan Indosat Wong Heang Tuck diganti oleh Peter Kuncewick.

ybs sebelumnya Dirut di GE Indonesia.
semoga kepiawaian & experience nya membawa indosat makin menarik bagi semua orang
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
gobedh
(Penasihat)
14/06/09 09:37
๐Ÿ˜ Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya....
yupz, semoga kualtiasnya makin ditingkatkan dan memuaskan konsumen, jangan melulu nyari keuntungan gede. Semoga Indosat yg selama ini dianggap operator nomor 2 jadi nomor 1!!
Post Extras: ๐Ÿ–จ๏ธ Cetak
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | 4 | (tampilkan semua)
๐Ÿ”’ Topik lama, hanya bisa dibaca. Isinya diambil dari forum Forum Ponsel yang dulu: tautan, nomor telepon, dan alamat email sudah disembunyikan. Ingin kiriman ini dihapus atau dikoreksi? Hubungi kami dan sebutkan alamat halaman ini. Ingin membahas topik serupa? Buat topik baru di Forumponsel.
Isi forum adalah pendapat pengirimnya. Kiriman diperiksa sebelum tampil. © Forum Ponsel · Privasi · Syarat · Aturan forum