| siryosaeba (Penasihat) 07/06/08 22:47 | π Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Secara mengejutkan Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia) menjual seluruh sahamnya sebesar 40% di Indosat kepada Qatar Telecom QSC (Qtel). STT atau Temasek kini tidak lagi berurusan dengan Indosat. Operasi pembelian yang sangat rapi ini dilakukan Qtel dan STT pada 6 Juni 2008. Pasar sama sekali tidak mengendus akan ada penjualan besar-besaran ini. Terlebih beberapa kali STT menegaskan tidak akan menjual Indosat meski sudah divonis KPPU melakukan monopoli dengan memiliki Indosat dan Telkomsel. Dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Sabtu (7/6/2008) Qtel mengumumkan telah membeli 40,8% saham Indosat melalui akuisisi Asia Mobile Holdings Pte0. Ltd (AMH). Dalam struktur STT, AMH adalah pemilik Indonesia Communications Limietd (ICL) yang tercatat sebagai pemegang saham Indosat. Qtel melakukan perjanjian pembelian tertanggal 6 Juni 2008 dengan STT untuk membayar tunai sebanyak 2,4 miliar dolar Singapura atau US$ 1,8 miliar atau Rp 16,740 triliun dengan kurs 9.300/US$. Qtel adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Timur Tengah yang jaringannya tersebar di Asia Pasifik, Amerika dan Eropa. Dalam pernyataannya pemimpin Qtel Group Sheikh Abdullah Al Thani mengatakan sangat senang dengan pembelian saham Indosat ini. "Transaksi ini merupakan komitmen kami di Indonesia dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi," kata Sheikh Abdullah Al Thani. Dengan adanya transaksi ini, Qtel kini memiliki 44 juta konsumen yang tersebar di 16 negara. "Ke depan kami akan bekerja sama dengan manajemen dan karyawan Indosat untuk menjalin kerja sama yang baik. Indosat akan menjadi keluarga dari Qtel," katanya. Pembelian Indosat lanjut Thani merupakan representasi yang signifikan dan investasi yang luar biasa dalam Qtel Group. "Kami akan menanamkan investasi yang signifikan di Indosat untuk mendukung pertumbuhan dan pencapaian yang maksimal," ujar Thani. Sementara Dirut (CEO) Qtel, Nasser Marafih mengatakan investasi ini merupakan bagian dari strategi Qtel untuk tumbuh lebih besar. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara yang sangat penting dengan jumlah penduduk yang besar. President and Chief Executive Officer of ST Telemedia Lee Theng Kiat mengatakan Qtel adalah perusahaan yang sangat kuat dengan manajemen yang memiliki visi ke depan. "Saya yakin kami telah membuat fondasi Indosat dalam lima tahun dengan cukup kuat sehingga Qtel bisa melanjutkannya," kata Lee. Lee menegaskan transaksi ini tidak akan mempengaruhi STT atau investasi AHM. STT juga tidak lagi terlibat dengan Indosat seperti dalam kasus KPPU. Setelah melepas Indosat, nantinya AHM akan tetap memiliki StarHub Ltd yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Singapura, selain memiliki anak usaha di Kamboja dan Laos. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 09/06/08 07:45 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... telkomsel mayoritas masih pemerintah indonesia TAPI anehnya untuk komando dikuasai oleh anak usaha temasek, kalo gak salah sahamnya cuma 20an-30an persen, pemerintah malah 65%... jd kambing congek atau kerbau dicucuk hidung nih? badan gede tp gak ada kekuatan apa2 hehehehehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| margopati (Penasihat) 09/06/08 08:32 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... tarifnya turun jg dong kan dah ganti pemilik,singapur kan pelit.mudah2an kl arab ngk pelit.hehehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| adiajack (Penasihat) 09/06/08 08:47 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Baca nih, [tautan dihapus] Quote: STT Lego Saham Indosat Senin, 9 Juni 2008 Jakarta (Indofinanz) - Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (STT) memutuskan menjual 40 persen kepemilikan sahamnya di PT Indonesia Satellite Corporation Tbk (Indosat) kepada Qatar Telecom QSC (Qtel) dengan harga S$2.4 milyar atau setara US$1.8 milyar atau Rp16.740 per saham dengan menggunakan kurs Rp9.300 per US$. Ini artinya STT meraih keuntungan lebih dari 100 persen dari nilai investasi awal sebesar Rp12.950 per saham sebelum stock split. Transaksi jual beli saham ini cukup mengejutkan pasar, pasalnya selain karena masih dalam sengketa hukum dengan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) dalam hal kepemilikan silang, tak ada tanda-tanda atau terdengar STT ingin menjual andilnya di Indosat. Beberapa kali STT menegaskan tak akan melepas saham Indosat meski KPPU telah memvonis anak perusahaan Temasek itu bersalah, faktanya pada 6 Juni 2008 terjadi transaksi jual beli saham Indosat. Namun transaksi jual beli ini tampaknya masih bermasalah, pasalnya Qtel masih terafiliasi dengan Temasek padahal KPPU dalam keputusan melarang perusahaan investasi milik pemerintah Singapura itu melepas sahamnya kepada afiliasi. STT sudah untung 100%.....jadi....yachhhh terpaksa deh...KPPU dicuekin alias ditinggalin. Niatan (tersembunyi) dari pemerintah buat ambil alih, semakin tidak terkejar...hehehehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| EdorikU (Penasihat) 09/06/08 08:49 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Quote: margopati said: tarifnya turun jg dong kan dah ganti pemilik,singapur kan pelit.mudah2an kl arab ngk pelit.hehehe ^ ga kebalik bro wah sekarang arab merajalela seandainya XL dibeli ma DoCoMoCo Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 09/06/08 09:37 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Qatar Telecom kuasai 40% saham Indosat STT lecehkan keputusan KPPU JAKARTA: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai penjualan 40,8% saham PT Indosat Tbk senilai US$1,8 miliar atau setara Rp7.385 per saham kepada Qatar Telecom QSC (Qtel) telah melecehkan proses hukum di Mahkamah Agung dan tidak sesuai dengan keputusan KPPU. Transaksi pembelian saham Indosat terjadi Jumat pekan lalu ketika perusahaan telekomunikasi asal Qatar membeli saham itu dari Asia Mobile Holdings Pte. Asia Mobile merupakan perusahaan yang 75% sahamnya dikuasai oleh Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (STT) dan selebihnya, 25%, dimiliki oleh Qtel. Perusahaan itu membeli saham Indosat dari Asia Mobile pada harga premium 30,7% dari harga penutupan pasar Jumat pekan lalu Rp5.650 per saham. Apabila dikalkulasi dengan harga beli Indosat pada 2002 sebesar Rp12.950 (sebelum stock split 1:5 pada Maret 2004), ST Telemedia melalui Asia Mobile meraup gain Rp7,97 triliun dari total gain 185,14% atau Rp10,63 triliun dalam lima tahun. Dengan diasumsikan dividen Indosat Rp187,9 per saham atau 50% dari laba bersih 2007 selama lima tahun, STT meraup dividen Rp2,07 triliun. βST Telemedia sedang mencoba menekan Mahkamah Agung untuk mengeluarkan keputusan seperti yang diinginkan karena perusahaan itu terlihat sedang menjual saham [di Indosat secara tidak langsung],β tutur Kelvin Goh, analis CIMB Investment Bank Bhd di Kuala Lumpur, seperti dikutip Bloomberg akhir pekan lalu. CEO ST Telemedia Theng Kiat mengatakan transaksi ini tidak akan berpengaruh pada kepemilikan saham STT dan QTel di Asia Mobile. βBegitu pula, pada investasi ST Telemedia dan QTel melalui Asia Mobile di pasar lain. STT tidak akan lagi memiliki keterkaitan dengan Indosat,β ujarnya dalam siaran pers. Qtel melalui kepemilikan sebesar 40,8% di Indosat akan tetap tunduk pada keputusan banding Mahkamah Agung Indonesia. Asia Mobile, lanjutnya, tetap memiliki saham di StarHub Ltd, perusahaan info-komunikasi kedua terbesar Singapura. Selain itu, Shenington Investments Pte Ltd, perusahaan induk yang mempunyai aset telekomunikasi di Kamboja dan Republik Rakyat Demokratik Laos. SVP Strategic Relations ST Telemedia Kuan Kwee Jee menambahkan penutupan transaksi penjualan itu dijadwalkan akhir Juni. Pembayaran saham tersebut secara tunai. Deputy Chairperson QTel Sheikh Mohammed Al Thani mengatakan ke depan Qtel akan berinvestasi dalam jumlah cukup besar di Indosat guna mendukung pertumbuhan Indosat mencapai potensi sepenuhnya. CEO Qtel Nasser Marafih mengatakan investasi itu merupakan langkah maju bagi strategi pertumbuhan QTel di Indonesia. Langgar putusan KPPU Secara terpisah, anggota KPPU M. Iqbal mengatakan ada dua poin keputusan KPPU yang menjadi penilaian KPPU terkait dengan pembelian 40,8% saham Asia Mobile oleh Qtel. Pertama, KPPU melarang pembelian saham Asia Mobile tersebut kepada pihak terafiliasi. βPadahal, Qtel dan ST Telemedia adalah pihak yang masuk sebagai pihak terafiliasi dalam perkara yang diputus KPPU. Jadi, dalam konteks putusan tersebut, kami nilai pembelian ini tidak sesuai dengan putusan KPPU,β katanya. Pada triwulan I/2007, Qtel Grup mengakuisisi 25% kepemilikan saham ST Telemedia di Asia Mobile. Kedua, pembeli 40,8% saham Asia Mobile di Indosat masing-masing tidak boleh membeli lebih dari 10%. βJadi, tidak bisa hanya satu pihak langsung membeli 40,8% begitu. Seharusnya ada beberapa pihak dan masing-masing tidak lebih dari 10%.β Dia mengatakan perkara tersebut hingga saat ini belum selesai di Mahkamah Agung, sehingga sudah selayaknya ST Telemedia mengikuti proses hukum yang sedang berlaku dan tidak melakukan transaksi di tengah proses kasasi. βKPPU sendiri sebenarnya berencana besok [hari ini] untuk menjelaskan proses hukum yang tengah berlangsung saat ini dan akan menyerahkan memori hukum kasasi kepada MA.β Pendapat yang sama disampaikan Atip Latifulhayat, pengamat telekomunikasi dari Universitas Padjadjaran Bandung, yang mengatakan transaksi itu sebagai akibat dari inkonsistensi kebijakan dan kelemahan regulasi yang biasa terjadi di Indonesia. Ketua Masyarakat Telematika Indonesia Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan transaksi antara STT Telemedia dan Qtel itu merupakan langkah untuk lepas dari KPPU. βDengan langkah itu maka tuduhan afiliasi justru tidak ada lagi karena yang dibeli adalah saham Asia Mobile Holding dan STT Telemedia dengan QTel tidak ada afiliasi langsung.β Di pihak lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta Indosat menggelar penawaran tender terkait dengan Qtel yang membeli 40,8% saham di Indosat milik Asia Mobile Holding. βSaya akan melihat dokumennya di meja saya besok pagi [hari ini]. Yang pasti, apabila penjualan itu mengakibatkan perubahan pemegang saham pengendali lebih dari 25%, saya akan meminta mereka melakukan penawaran tender,β ujar Dirut BEI Erry Firmansyah kepada Bisnis, kemarin. (Roni Yunianto) (sylviana.pravita@ [tautan dihapus] Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| argonycus (Penasihat) 09/06/08 10:54 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Punya Indosat Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| HajiGaul (Penasihat) 09/06/08 11:27 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... gue nuggu tarif internet indosat yang murah aja deh Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| evotech (Penasihat) 09/06/08 12:03 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... HIDUP TSEL..!!!!!! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| evotech (Penasihat) 09/06/08 12:23 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Menunggu TSEL membeli saham di perusahaan Telco asing.... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| 1ind (Penasihat) 09/06/08 13:49 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... setuju... masa perush telco indonesia mulu yg dibeli asing.. kpn perush telco indonesia beli asing.. ttg indosat dibeli qatar? yaah paling gak perusahaan singapur yg kemaruk udah dikurangi jatahnya makan uang di indonesia.. hehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| hopeless (Penasihat) 09/06/08 15:45 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... ga jadi dibeli pemerintah ya? Wah ga seru... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ynneB (Anggota) 09/06/08 16:51 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Quote: inyong_pwt said: kenapa gak dibeli ma pemerintah/indosat aja ya? kalo sama-sama dari luar, sama aja. Uangnya lari ke luar lagi. Kalo pemerintah yang beli ya sama saja kembali ke jaman dulu : MONOPOLI Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| evotech (Penasihat) 09/06/08 22:15 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Yang pentoing sekarang... dukung TSEL utk beli opsel luar negeri Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| darma78 (Penasihat) 11/06/08 10:01 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... kalo jadi dibeli pemerintah PASTI RUGI MULU...... PLN pegang monopoli rugi.......Garuda tarif paling mahal rugi........ Pertamina minyak tinggal gali rugi........PDAM seindonesia jual air ngalir rugi......... disini pejabat BUMN pinter kalo bisa bilang rugi wkkwkwkkwkkwkwkk Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| EdorikU (Penasihat) 11/06/08 10:29 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Quote: darma78 said: kalo jadi dibeli pemerintah PASTI RUGI MULU...... PLN pegang monopoli rugi.......Garuda tarif paling mahal rugi........ Pertamina minyak tinggal gali rugi........PDAM seindonesia jual air ngalir rugi......... disini pejabat BUMN pinter kalo bisa bilang rugi wkkwkwkkwkkwkwkk ^ wakakakakakaka Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 12/06/08 09:50 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Indosat siap kerja sama layanan dengan Qtel JAKARTA: Peluang kerja sama antara PT Indosat Tbk dan Qatar Telecom (Qtel) sebagai pemilik saham baru dalam menggarap bisnis terbuka selama membawa manfaat, ungkap eksekutif Indosat. Guntur S. Siboro, Direktur Pemasaran PT Indosat Tbk, menuturkan peluang kerja sama bisnis dengan operator Qatar Telecom sebagai pemilik saham baru terbuka. "Namun, kami akan lihat dulu, mana yang bermanfaat. Kalau memang bermanfaat kami siap," ujarnya, di sela-sela peluncuran IM3 Liburan kemarin. Menurut Guntur, Qtel memiliki pengalaman dalam menggelar layanan di 16 negara. Trafik komunikasi pelanggan Indosat ke Timur Tengah yang terbesar saat ini adalah ke Arab Saudi terutama untuk pelayanan selama ibadah haji. "Saat ini pun untuk pasar terkait tenaga kerja trafik terbesar ke Uni Emirat Arab," katanya. Menurut dia, trafik komunikasi ke Qatar tidak besar. "Tanpa [kerja sama] ini pun kami melihat trafik ke Timur Tengah sebagai peluang bisnis," tegasnya. Dalam kesempatan terpisah, manajemen Qtel menyatakan visinya untuk fokus pada tiga area yaitu teleponi dan broadband data di pasar konsumer serta layanan managed services di segmen korporasi. Nasser Marafih, Chief Executive Officer Qatar Telecom, menuturkan pihaknya memiliki visi menjadi 20 besar perusahaan telekomunikasi di dunia pada 2020. "Ada tiga area penting yang menjadi fokus kami yaitu teleponi [dalam hal ini layanan global system for mobile/GSM], broadband data [di antaranya WiMax], dan solusi managed services," paparnya kemarin. Nasser mengatakan pihaknya siap memberi kontribusi dalam bentuk belanja modal, pengalaman dan tata kerja yang baik (best practice). "Kami pun siap berbagi keahlian [expertise] dengan Indonesia," ujarnya. Qtel, lanjutnya, telah menjalin sejumlah kemitraan strategis dalam teknologi telekomunikasi di antaranya pada 2005 dengan TDC, pada 2006 dengan AT&T, dan pada 2007 dengan Orascom Telecom dan Clearwire. Secara konsolidasi, Qtel telah menjaring total 44 juta pelanggan yang di antaranya tersebar di Qatar, Tunisia, Irak, Oman, Aljazair dan Kuwait. Menurut Nasser, pasar Indonesia merupakan pasar yang tumbuh pesat dan strategis di wilayah Asia serta salah satu pasar yang dinamis di dunia. Di samping itu hubungan antara Qatar dan Indonesia sudah terjalin lama yang diikuti dengan terbentuknya kesepakatan dana infrastruktur sebesar US$1 miliar tahun lalu. Segmen anak muda Indosat kembali memberi perhatian pada segmen pasar anak muda yang saat ini mendominasi pasar kartu prabayar IM3. Sekitar 60% dari total 30 juta pelanggannya per akhir Mei adalah pengguna IM3. Guntur mengatakan tarif bukan menjadi satu-satunya strategi inovasi yang akan dipersiapkan Indosat yang kini agresif menjaring segmen anak muda tetapi juga fitur-fitur layanan yang menarik dan populer. Terkait dengan keberhasilan strategi tarif, tuturnya, turut didorong kemampuan operator dalam menyediakan kapasitas radio, kelancaran transmisi dari jaringan base transceiver station dan penyediaan kapasitas untuk trafik secara optimum. Gede Krishna Jaya, Division Head Prepaid Brand Management Indosat, mengatakan lebih dari setengah segmen pasar IM3 adalah anak muda. "Dengan program IM3 Liburan kami mengajak pelajar SMA pengguna IM3 untuk memanfaatkan liburan sekolah dengan berlibur bersama, sambil belajar dan menambah pengalaman dengan cara yang menyenangkan," tuturnya. (roni.yunianto@[tautan dihapus]) Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| PLANET_X (Penasihat) 12/06/08 17:21 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Moga Promo SMS IM3 berubah jadi 0,5/karakter di tangan tuan yg baru * tp Kok kliatannya bakal suram nih masa depan Indosat. Masih lebih jago Temasek dlm hal Industri telco. Let wait N see . . . Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 20/06/08 13:24 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Jumat, 20/06/2008 10:30 WIB CommunicAsia 2008 STT: Kami Tak Pernah Jual Indosat Wicaksono Hidayat - detikinet Singapura - Singapore Technologies Telemedia (STT), anak usaha Temasek yang berinvestasi di bidang telekomunikasi, mengatakan Indosat tak pernah dijual. Hingga saat ini komposisi pemilik langsungnya pun masih seperti dulu. Demikian sudut pandang yang diberikan Kuan Kwee Jee, Senior Vice President Strategic Relations & Corporate Communications STT, kepada wartawan dalam kunjungan media ke Singapura Senin - Jumat (16/6/2008 - 20/6/2008). "Kalau Anda perhatikan, Indosat sebenarnya tidak dijual. Kami tidak pernah menjual Indosat," tutur Kuan. Hal ini dikemukakan Kuan dengan argumen bahwa yang dijual oleh STT adalah Indonesian Communication Ltd (ICL). ICL dijual sepenuhnya ke Qatar Telecom (QTel) senilai USD 1,8 miliar. Melalui pembelian tersebut, kepemilikan ICL di Indosat masih sama seperti sebelumnya. Namun kalau ditelusuri ke atas, maka ICL yang tadinya berada di bawah Asia Mobile Holding kini langsung di bawah ICL yang ada di bawah QTel. Dengan demikian tak ada lagi hubungan kepemilikian antara Indosat dengan STT. Asia Mobile Holding adalah perusahaan yang dimiliki STT dan QTel. Kuan mengatakan hubungan STT dan QTel tak lebih merupakan rekanan, tidak ada kepemilikan STT di Qatar atau Qatar di STT. Setelah pembelian oleh QTel, ujar Kuan, maka apapun keputusan Mahkamah Agung di Indonesia akan dijalankan oleh QTel. Termasuk bila harus ada saham Indosat yang dijual. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| kiryuu (Penasihat) 20/06/08 17:45 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Celahnya bisa aja nemu ya... Indosat gak dijual, induknya yang dijual. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 24/06/08 17:09 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan membawa kasus transaksi penjualan PT Indosat Tbk (ISAT) ke forum internasional Juli mendatang. "Akhir Juli kami akan mengadakan pertemuan dengan KPPU di berbagai negara untuk membahas masalah ini. Kami akan melihat apakah dalam forum ini mereka bisa membantu atau tidak," ungkap Ketua KPPU, Syamsul Ma'arif, dalam diskusi di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (24/6/2008). Syamsul mengatakan, KPPU di berbagai negara di Asia telah membentuk forum bernama Asian Expert Group on Competition (AEGC). Tujuan dibentuknya forum ini adalah melakukan pengawasan persaingan usaha antara negara-negara Asia guna mencegah praktik-praktik kartel global. "Mengenai masalah ini memang belum pernah kami sounding ke mereka (AEGC). Namun kami harap kerjasama ini akan membantu kami mengentaskan kartel-kartel global," ujar Syamsul. Saat ini kasus penjualan Indosat ke QTel oleh STT dinilai bermasalah. Sebab, transaksi dilakukan selagi sengketa masih berlangsung di pengadilan. Kasus ini mirip dengan penjualan aset Sugar Group Company milik Salim yang dilakukan semasa proses peradilan masih berlangsung. "Kami menilai transaksi ini melanggar etika dan hukum bisnis, sebab penjualan dilakukan saat masih dalam sengketa peradilan," ulas Syamsul. Oleh karena itu, KPPU dalam waktu dekat akan segera mengajukan surat untuk meminta klarifikasi atas transaksi tersebut ke pihak-pihak yang terkait. "Paling cepat besok kami akan meminta klarifikasi ke STT dan Bapepam. Jika pihak STT tidak memberikan respons kami akan segera memanggil mereka untuk minta klarifikasi. Kami juga sedang melakukan koordinasi dengan Mahkamah Agung," tegas Syamsul. -DetikInet- Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi