| siryosaeba (Penasihat) 07/06/08 22:47 | π Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Secara mengejutkan Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia) menjual seluruh sahamnya sebesar 40% di Indosat kepada Qatar Telecom QSC (Qtel). STT atau Temasek kini tidak lagi berurusan dengan Indosat. Operasi pembelian yang sangat rapi ini dilakukan Qtel dan STT pada 6 Juni 2008. Pasar sama sekali tidak mengendus akan ada penjualan besar-besaran ini. Terlebih beberapa kali STT menegaskan tidak akan menjual Indosat meski sudah divonis KPPU melakukan monopoli dengan memiliki Indosat dan Telkomsel. Dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Sabtu (7/6/2008) Qtel mengumumkan telah membeli 40,8% saham Indosat melalui akuisisi Asia Mobile Holdings Pte0. Ltd (AMH). Dalam struktur STT, AMH adalah pemilik Indonesia Communications Limietd (ICL) yang tercatat sebagai pemegang saham Indosat. Qtel melakukan perjanjian pembelian tertanggal 6 Juni 2008 dengan STT untuk membayar tunai sebanyak 2,4 miliar dolar Singapura atau US$ 1,8 miliar atau Rp 16,740 triliun dengan kurs 9.300/US$. Qtel adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Timur Tengah yang jaringannya tersebar di Asia Pasifik, Amerika dan Eropa. Dalam pernyataannya pemimpin Qtel Group Sheikh Abdullah Al Thani mengatakan sangat senang dengan pembelian saham Indosat ini. "Transaksi ini merupakan komitmen kami di Indonesia dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi," kata Sheikh Abdullah Al Thani. Dengan adanya transaksi ini, Qtel kini memiliki 44 juta konsumen yang tersebar di 16 negara. "Ke depan kami akan bekerja sama dengan manajemen dan karyawan Indosat untuk menjalin kerja sama yang baik. Indosat akan menjadi keluarga dari Qtel," katanya. Pembelian Indosat lanjut Thani merupakan representasi yang signifikan dan investasi yang luar biasa dalam Qtel Group. "Kami akan menanamkan investasi yang signifikan di Indosat untuk mendukung pertumbuhan dan pencapaian yang maksimal," ujar Thani. Sementara Dirut (CEO) Qtel, Nasser Marafih mengatakan investasi ini merupakan bagian dari strategi Qtel untuk tumbuh lebih besar. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara yang sangat penting dengan jumlah penduduk yang besar. President and Chief Executive Officer of ST Telemedia Lee Theng Kiat mengatakan Qtel adalah perusahaan yang sangat kuat dengan manajemen yang memiliki visi ke depan. "Saya yakin kami telah membuat fondasi Indosat dalam lima tahun dengan cukup kuat sehingga Qtel bisa melanjutkannya," kata Lee. Lee menegaskan transaksi ini tidak akan mempengaruhi STT atau investasi AHM. STT juga tidak lagi terlibat dengan Indosat seperti dalam kasus KPPU. Setelah melepas Indosat, nantinya AHM akan tetap memiliki StarHub Ltd yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Singapura, selain memiliki anak usaha di Kamboja dan Laos. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| gunggu (Penasihat) 07/06/08 23:22 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Sumber & link jangan lupa, mohon diupdate kalau tidak nanti di delete, thanks. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| andalasputra (Penasihat) 08/06/08 00:00 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... iya nih.. beritanya valid nggak sih? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| pr4yudi (Penasihat) 08/06/08 01:53 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... di [tautan dihapus] juga ada beritanya.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| beachlab (Penasihat) 08/06/08 01:58 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... pasar telekomunikasi di indonesia memang masi besar.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| nimrodcode (Penasihat) 08/06/08 05:33 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Wow setelah NTS sekarang Indosat,,, emg Temasek kalah perkara,,, Jadinya di Jual,,,(IMHO) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Vnee (Penasihat) 08/06/08 06:05 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... moga2 makin bagus aja pelayanan dan jaringan indosat Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| HajiGaul (Penasihat) 08/06/08 06:23 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Moga2 makin baek aja indosat ..... bravo indosat Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| siryosaeba (Penasihat) 08/06/08 07:40 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... sumber : [tautan dihapus] link: [tautan dihapus] Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| inyong_pwt (Penasihat) 08/06/08 08:27 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... kenapa gak dibeli ma pemerintah/indosat aja ya? kalo sama-sama dari luar, sama aja. Uangnya lari ke luar lagi. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| muthex (Penasihat) 08/06/08 09:18 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... gimana kalo user FP buat perusahaan Capital, ntar indosat kita beli... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Heats (Penasihat) 08/06/08 09:40 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... @inyong jawabnya pemerintah bokek, wong harganya 17 triliun rp, mau bayar pake daun yang disulap? hehehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| cybershot (Penasihat) 08/06/08 10:10 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Wah Arab lagi.. ayoo... saingi AXIS! Wan-wan Arab dari Emirates, ayo dong akuisisi XL, cape deh sama operator yang satu ini. Untung aja masih ada Luna Maya.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| hot_ramen (Penasihat) 08/06/08 10:26 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Wah saham Indosat naik kenceng dong hr Senin, sayang kmrn gak beli, hikz.. Kalo gini ceritanya mah STT bukannya kalah malah untung gede, gile bener dah.. Asik bgt invest di persh telekomunikasi Ind, ayo anak FP ada yang mau beli persh telekom Ind? He2.. *Senin siap2 borong saham ISAT* Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| budee_lim (Penasihat) 08/06/08 10:28 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Bagus ... persaingan jadi makin sehat perang tarif tetap berlanjutt ... lanjuttt Gann !!! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 08/06/08 16:52 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Wow, what a surprising news... Smg Indosat bs lebih baik lagi... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| lando11 (Penasihat) 08/06/08 17:47 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... harga saham indosat berapa per lembarnya? coba cek lagi qatar telecom tuh saham terbesarnya yg punya jangan2 PT. XXX, trus PT XXX ini yg punya anak perusahaannya temasek lagi......... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| HajiGaul (Penasihat) 08/06/08 17:48 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... kita tunggu kejutan baru dari pemilik baru Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Kobochan80 (Penasihat) 08/06/08 20:40 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... lah.. satu lagi perush telko kita d caplok asing. lebih baik kita dukung telkomsel & Esia. ayo... jangan kalah berasaing dgn asing! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| kesetrum (Penasihat) 08/06/08 21:41 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Hehehe. sensor makin ketat. Juragan dari Arab, Qtel dan Etisalat (pembeli saham XL) pikirannya kolot dan rada "jadul" Mudah2an "sensor" gak diberlakukan di jalur komunikasi tersebut. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| bajinx (Penasihat) 08/06/08 22:03 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Quote: RGN said: lah.. satu lagi perush telko kita d caplok asing. lebih baik kita dukung telkomsel & Esia. ayo... jangan kalah berasaing dgn asing! telkomsel jg punya luar brow.... yg lokal FLEXI nya kale... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 09/06/08 07:45 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... telkomsel mayoritas masih pemerintah indonesia TAPI anehnya untuk komando dikuasai oleh anak usaha temasek, kalo gak salah sahamnya cuma 20an-30an persen, pemerintah malah 65%... jd kambing congek atau kerbau dicucuk hidung nih? badan gede tp gak ada kekuatan apa2 hehehehehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| margopati (Penasihat) 09/06/08 08:32 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... tarifnya turun jg dong kan dah ganti pemilik,singapur kan pelit.mudah2an kl arab ngk pelit.hehehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| adiajack (Penasihat) 09/06/08 08:47 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Baca nih, [tautan dihapus] Quote: STT Lego Saham Indosat Senin, 9 Juni 2008 Jakarta (Indofinanz) - Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (STT) memutuskan menjual 40 persen kepemilikan sahamnya di PT Indonesia Satellite Corporation Tbk (Indosat) kepada Qatar Telecom QSC (Qtel) dengan harga S$2.4 milyar atau setara US$1.8 milyar atau Rp16.740 per saham dengan menggunakan kurs Rp9.300 per US$. Ini artinya STT meraih keuntungan lebih dari 100 persen dari nilai investasi awal sebesar Rp12.950 per saham sebelum stock split. Transaksi jual beli saham ini cukup mengejutkan pasar, pasalnya selain karena masih dalam sengketa hukum dengan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) dalam hal kepemilikan silang, tak ada tanda-tanda atau terdengar STT ingin menjual andilnya di Indosat. Beberapa kali STT menegaskan tak akan melepas saham Indosat meski KPPU telah memvonis anak perusahaan Temasek itu bersalah, faktanya pada 6 Juni 2008 terjadi transaksi jual beli saham Indosat. Namun transaksi jual beli ini tampaknya masih bermasalah, pasalnya Qtel masih terafiliasi dengan Temasek padahal KPPU dalam keputusan melarang perusahaan investasi milik pemerintah Singapura itu melepas sahamnya kepada afiliasi. STT sudah untung 100%.....jadi....yachhhh terpaksa deh...KPPU dicuekin alias ditinggalin. Niatan (tersembunyi) dari pemerintah buat ambil alih, semakin tidak terkejar...hehehehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| EdorikU (Penasihat) 09/06/08 08:49 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Quote: margopati said: tarifnya turun jg dong kan dah ganti pemilik,singapur kan pelit.mudah2an kl arab ngk pelit.hehehe ^ ga kebalik bro wah sekarang arab merajalela seandainya XL dibeli ma DoCoMoCo Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 09/06/08 09:37 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Qatar Telecom kuasai 40% saham Indosat STT lecehkan keputusan KPPU JAKARTA: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai penjualan 40,8% saham PT Indosat Tbk senilai US$1,8 miliar atau setara Rp7.385 per saham kepada Qatar Telecom QSC (Qtel) telah melecehkan proses hukum di Mahkamah Agung dan tidak sesuai dengan keputusan KPPU. Transaksi pembelian saham Indosat terjadi Jumat pekan lalu ketika perusahaan telekomunikasi asal Qatar membeli saham itu dari Asia Mobile Holdings Pte. Asia Mobile merupakan perusahaan yang 75% sahamnya dikuasai oleh Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (STT) dan selebihnya, 25%, dimiliki oleh Qtel. Perusahaan itu membeli saham Indosat dari Asia Mobile pada harga premium 30,7% dari harga penutupan pasar Jumat pekan lalu Rp5.650 per saham. Apabila dikalkulasi dengan harga beli Indosat pada 2002 sebesar Rp12.950 (sebelum stock split 1:5 pada Maret 2004), ST Telemedia melalui Asia Mobile meraup gain Rp7,97 triliun dari total gain 185,14% atau Rp10,63 triliun dalam lima tahun. Dengan diasumsikan dividen Indosat Rp187,9 per saham atau 50% dari laba bersih 2007 selama lima tahun, STT meraup dividen Rp2,07 triliun. βST Telemedia sedang mencoba menekan Mahkamah Agung untuk mengeluarkan keputusan seperti yang diinginkan karena perusahaan itu terlihat sedang menjual saham [di Indosat secara tidak langsung],β tutur Kelvin Goh, analis CIMB Investment Bank Bhd di Kuala Lumpur, seperti dikutip Bloomberg akhir pekan lalu. CEO ST Telemedia Theng Kiat mengatakan transaksi ini tidak akan berpengaruh pada kepemilikan saham STT dan QTel di Asia Mobile. βBegitu pula, pada investasi ST Telemedia dan QTel melalui Asia Mobile di pasar lain. STT tidak akan lagi memiliki keterkaitan dengan Indosat,β ujarnya dalam siaran pers. Qtel melalui kepemilikan sebesar 40,8% di Indosat akan tetap tunduk pada keputusan banding Mahkamah Agung Indonesia. Asia Mobile, lanjutnya, tetap memiliki saham di StarHub Ltd, perusahaan info-komunikasi kedua terbesar Singapura. Selain itu, Shenington Investments Pte Ltd, perusahaan induk yang mempunyai aset telekomunikasi di Kamboja dan Republik Rakyat Demokratik Laos. SVP Strategic Relations ST Telemedia Kuan Kwee Jee menambahkan penutupan transaksi penjualan itu dijadwalkan akhir Juni. Pembayaran saham tersebut secara tunai. Deputy Chairperson QTel Sheikh Mohammed Al Thani mengatakan ke depan Qtel akan berinvestasi dalam jumlah cukup besar di Indosat guna mendukung pertumbuhan Indosat mencapai potensi sepenuhnya. CEO Qtel Nasser Marafih mengatakan investasi itu merupakan langkah maju bagi strategi pertumbuhan QTel di Indonesia. Langgar putusan KPPU Secara terpisah, anggota KPPU M. Iqbal mengatakan ada dua poin keputusan KPPU yang menjadi penilaian KPPU terkait dengan pembelian 40,8% saham Asia Mobile oleh Qtel. Pertama, KPPU melarang pembelian saham Asia Mobile tersebut kepada pihak terafiliasi. βPadahal, Qtel dan ST Telemedia adalah pihak yang masuk sebagai pihak terafiliasi dalam perkara yang diputus KPPU. Jadi, dalam konteks putusan tersebut, kami nilai pembelian ini tidak sesuai dengan putusan KPPU,β katanya. Pada triwulan I/2007, Qtel Grup mengakuisisi 25% kepemilikan saham ST Telemedia di Asia Mobile. Kedua, pembeli 40,8% saham Asia Mobile di Indosat masing-masing tidak boleh membeli lebih dari 10%. βJadi, tidak bisa hanya satu pihak langsung membeli 40,8% begitu. Seharusnya ada beberapa pihak dan masing-masing tidak lebih dari 10%.β Dia mengatakan perkara tersebut hingga saat ini belum selesai di Mahkamah Agung, sehingga sudah selayaknya ST Telemedia mengikuti proses hukum yang sedang berlaku dan tidak melakukan transaksi di tengah proses kasasi. βKPPU sendiri sebenarnya berencana besok [hari ini] untuk menjelaskan proses hukum yang tengah berlangsung saat ini dan akan menyerahkan memori hukum kasasi kepada MA.β Pendapat yang sama disampaikan Atip Latifulhayat, pengamat telekomunikasi dari Universitas Padjadjaran Bandung, yang mengatakan transaksi itu sebagai akibat dari inkonsistensi kebijakan dan kelemahan regulasi yang biasa terjadi di Indonesia. Ketua Masyarakat Telematika Indonesia Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan transaksi antara STT Telemedia dan Qtel itu merupakan langkah untuk lepas dari KPPU. βDengan langkah itu maka tuduhan afiliasi justru tidak ada lagi karena yang dibeli adalah saham Asia Mobile Holding dan STT Telemedia dengan QTel tidak ada afiliasi langsung.β Di pihak lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta Indosat menggelar penawaran tender terkait dengan Qtel yang membeli 40,8% saham di Indosat milik Asia Mobile Holding. βSaya akan melihat dokumennya di meja saya besok pagi [hari ini]. Yang pasti, apabila penjualan itu mengakibatkan perubahan pemegang saham pengendali lebih dari 25%, saya akan meminta mereka melakukan penawaran tender,β ujar Dirut BEI Erry Firmansyah kepada Bisnis, kemarin. (Roni Yunianto) (sylviana.pravita@ [tautan dihapus] Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| argonycus (Penasihat) 09/06/08 10:54 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Punya Indosat Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| HajiGaul (Penasihat) 09/06/08 11:27 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... gue nuggu tarif internet indosat yang murah aja deh Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| evotech (Penasihat) 09/06/08 12:03 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... HIDUP TSEL..!!!!!! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| evotech (Penasihat) 09/06/08 12:23 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Menunggu TSEL membeli saham di perusahaan Telco asing.... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| 1ind (Penasihat) 09/06/08 13:49 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... setuju... masa perush telco indonesia mulu yg dibeli asing.. kpn perush telco indonesia beli asing.. ttg indosat dibeli qatar? yaah paling gak perusahaan singapur yg kemaruk udah dikurangi jatahnya makan uang di indonesia.. hehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| hopeless (Penasihat) 09/06/08 15:45 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... ga jadi dibeli pemerintah ya? Wah ga seru... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ynneB (Anggota) 09/06/08 16:51 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Quote: inyong_pwt said: kenapa gak dibeli ma pemerintah/indosat aja ya? kalo sama-sama dari luar, sama aja. Uangnya lari ke luar lagi. Kalo pemerintah yang beli ya sama saja kembali ke jaman dulu : MONOPOLI Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| evotech (Penasihat) 09/06/08 22:15 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Yang pentoing sekarang... dukung TSEL utk beli opsel luar negeri Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| darma78 (Penasihat) 11/06/08 10:01 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... kalo jadi dibeli pemerintah PASTI RUGI MULU...... PLN pegang monopoli rugi.......Garuda tarif paling mahal rugi........ Pertamina minyak tinggal gali rugi........PDAM seindonesia jual air ngalir rugi......... disini pejabat BUMN pinter kalo bisa bilang rugi wkkwkwkkwkkwkwkk Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| EdorikU (Penasihat) 11/06/08 10:29 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Quote: darma78 said: kalo jadi dibeli pemerintah PASTI RUGI MULU...... PLN pegang monopoli rugi.......Garuda tarif paling mahal rugi........ Pertamina minyak tinggal gali rugi........PDAM seindonesia jual air ngalir rugi......... disini pejabat BUMN pinter kalo bisa bilang rugi wkkwkwkkwkkwkwkk ^ wakakakakakaka Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 12/06/08 09:50 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Indosat siap kerja sama layanan dengan Qtel JAKARTA: Peluang kerja sama antara PT Indosat Tbk dan Qatar Telecom (Qtel) sebagai pemilik saham baru dalam menggarap bisnis terbuka selama membawa manfaat, ungkap eksekutif Indosat. Guntur S. Siboro, Direktur Pemasaran PT Indosat Tbk, menuturkan peluang kerja sama bisnis dengan operator Qatar Telecom sebagai pemilik saham baru terbuka. "Namun, kami akan lihat dulu, mana yang bermanfaat. Kalau memang bermanfaat kami siap," ujarnya, di sela-sela peluncuran IM3 Liburan kemarin. Menurut Guntur, Qtel memiliki pengalaman dalam menggelar layanan di 16 negara. Trafik komunikasi pelanggan Indosat ke Timur Tengah yang terbesar saat ini adalah ke Arab Saudi terutama untuk pelayanan selama ibadah haji. "Saat ini pun untuk pasar terkait tenaga kerja trafik terbesar ke Uni Emirat Arab," katanya. Menurut dia, trafik komunikasi ke Qatar tidak besar. "Tanpa [kerja sama] ini pun kami melihat trafik ke Timur Tengah sebagai peluang bisnis," tegasnya. Dalam kesempatan terpisah, manajemen Qtel menyatakan visinya untuk fokus pada tiga area yaitu teleponi dan broadband data di pasar konsumer serta layanan managed services di segmen korporasi. Nasser Marafih, Chief Executive Officer Qatar Telecom, menuturkan pihaknya memiliki visi menjadi 20 besar perusahaan telekomunikasi di dunia pada 2020. "Ada tiga area penting yang menjadi fokus kami yaitu teleponi [dalam hal ini layanan global system for mobile/GSM], broadband data [di antaranya WiMax], dan solusi managed services," paparnya kemarin. Nasser mengatakan pihaknya siap memberi kontribusi dalam bentuk belanja modal, pengalaman dan tata kerja yang baik (best practice). "Kami pun siap berbagi keahlian [expertise] dengan Indonesia," ujarnya. Qtel, lanjutnya, telah menjalin sejumlah kemitraan strategis dalam teknologi telekomunikasi di antaranya pada 2005 dengan TDC, pada 2006 dengan AT&T, dan pada 2007 dengan Orascom Telecom dan Clearwire. Secara konsolidasi, Qtel telah menjaring total 44 juta pelanggan yang di antaranya tersebar di Qatar, Tunisia, Irak, Oman, Aljazair dan Kuwait. Menurut Nasser, pasar Indonesia merupakan pasar yang tumbuh pesat dan strategis di wilayah Asia serta salah satu pasar yang dinamis di dunia. Di samping itu hubungan antara Qatar dan Indonesia sudah terjalin lama yang diikuti dengan terbentuknya kesepakatan dana infrastruktur sebesar US$1 miliar tahun lalu. Segmen anak muda Indosat kembali memberi perhatian pada segmen pasar anak muda yang saat ini mendominasi pasar kartu prabayar IM3. Sekitar 60% dari total 30 juta pelanggannya per akhir Mei adalah pengguna IM3. Guntur mengatakan tarif bukan menjadi satu-satunya strategi inovasi yang akan dipersiapkan Indosat yang kini agresif menjaring segmen anak muda tetapi juga fitur-fitur layanan yang menarik dan populer. Terkait dengan keberhasilan strategi tarif, tuturnya, turut didorong kemampuan operator dalam menyediakan kapasitas radio, kelancaran transmisi dari jaringan base transceiver station dan penyediaan kapasitas untuk trafik secara optimum. Gede Krishna Jaya, Division Head Prepaid Brand Management Indosat, mengatakan lebih dari setengah segmen pasar IM3 adalah anak muda. "Dengan program IM3 Liburan kami mengajak pelajar SMA pengguna IM3 untuk memanfaatkan liburan sekolah dengan berlibur bersama, sambil belajar dan menambah pengalaman dengan cara yang menyenangkan," tuturnya. (roni.yunianto@[tautan dihapus]) Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| PLANET_X (Penasihat) 12/06/08 17:21 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Moga Promo SMS IM3 berubah jadi 0,5/karakter di tangan tuan yg baru * tp Kok kliatannya bakal suram nih masa depan Indosat. Masih lebih jago Temasek dlm hal Industri telco. Let wait N see . . . Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 20/06/08 13:24 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Jumat, 20/06/2008 10:30 WIB CommunicAsia 2008 STT: Kami Tak Pernah Jual Indosat Wicaksono Hidayat - detikinet Singapura - Singapore Technologies Telemedia (STT), anak usaha Temasek yang berinvestasi di bidang telekomunikasi, mengatakan Indosat tak pernah dijual. Hingga saat ini komposisi pemilik langsungnya pun masih seperti dulu. Demikian sudut pandang yang diberikan Kuan Kwee Jee, Senior Vice President Strategic Relations & Corporate Communications STT, kepada wartawan dalam kunjungan media ke Singapura Senin - Jumat (16/6/2008 - 20/6/2008). "Kalau Anda perhatikan, Indosat sebenarnya tidak dijual. Kami tidak pernah menjual Indosat," tutur Kuan. Hal ini dikemukakan Kuan dengan argumen bahwa yang dijual oleh STT adalah Indonesian Communication Ltd (ICL). ICL dijual sepenuhnya ke Qatar Telecom (QTel) senilai USD 1,8 miliar. Melalui pembelian tersebut, kepemilikan ICL di Indosat masih sama seperti sebelumnya. Namun kalau ditelusuri ke atas, maka ICL yang tadinya berada di bawah Asia Mobile Holding kini langsung di bawah ICL yang ada di bawah QTel. Dengan demikian tak ada lagi hubungan kepemilikian antara Indosat dengan STT. Asia Mobile Holding adalah perusahaan yang dimiliki STT dan QTel. Kuan mengatakan hubungan STT dan QTel tak lebih merupakan rekanan, tidak ada kepemilikan STT di Qatar atau Qatar di STT. Setelah pembelian oleh QTel, ujar Kuan, maka apapun keputusan Mahkamah Agung di Indonesia akan dijalankan oleh QTel. Termasuk bila harus ada saham Indosat yang dijual. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| kiryuu (Penasihat) 20/06/08 17:45 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Celahnya bisa aja nemu ya... Indosat gak dijual, induknya yang dijual. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 24/06/08 17:09 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan membawa kasus transaksi penjualan PT Indosat Tbk (ISAT) ke forum internasional Juli mendatang. "Akhir Juli kami akan mengadakan pertemuan dengan KPPU di berbagai negara untuk membahas masalah ini. Kami akan melihat apakah dalam forum ini mereka bisa membantu atau tidak," ungkap Ketua KPPU, Syamsul Ma'arif, dalam diskusi di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (24/6/2008). Syamsul mengatakan, KPPU di berbagai negara di Asia telah membentuk forum bernama Asian Expert Group on Competition (AEGC). Tujuan dibentuknya forum ini adalah melakukan pengawasan persaingan usaha antara negara-negara Asia guna mencegah praktik-praktik kartel global. "Mengenai masalah ini memang belum pernah kami sounding ke mereka (AEGC). Namun kami harap kerjasama ini akan membantu kami mengentaskan kartel-kartel global," ujar Syamsul. Saat ini kasus penjualan Indosat ke QTel oleh STT dinilai bermasalah. Sebab, transaksi dilakukan selagi sengketa masih berlangsung di pengadilan. Kasus ini mirip dengan penjualan aset Sugar Group Company milik Salim yang dilakukan semasa proses peradilan masih berlangsung. "Kami menilai transaksi ini melanggar etika dan hukum bisnis, sebab penjualan dilakukan saat masih dalam sengketa peradilan," ulas Syamsul. Oleh karena itu, KPPU dalam waktu dekat akan segera mengajukan surat untuk meminta klarifikasi atas transaksi tersebut ke pihak-pihak yang terkait. "Paling cepat besok kami akan meminta klarifikasi ke STT dan Bapepam. Jika pihak STT tidak memberikan respons kami akan segera memanggil mereka untuk minta klarifikasi. Kami juga sedang melakukan koordinasi dengan Mahkamah Agung," tegas Syamsul. -DetikInet- Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 25/06/08 12:45 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Kalo Qtel ga bisa beli, Bakrie bisa beli juga... ------------ Bakrie Siap Tampung Saham Indosat (Tabloid Kontan, edisi hari ini) SAHAM PT Indosat Tbk (ISAT) sedang menjadi bola panas saat ini. Qatar Telecom (Qtel) memang telah merampungkan proses akuisisi 40,8% saham Indosat. Tapi, kini, muncul kabar bahwa perusahaan lain bersiap mencaplok Indosat. Akibatnya, kemarin, harga saham Indosat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melambung 5% menjadi Rp 6.300 per saham. Betul, rencana Qtel menggelar penawaran tender atas sisa saham Indosat turut mengerek harga saham ini. Tapi, ada rumor lain yang lebih menghebohkan Grup Bakrie juga berencana membeli saham Indosat. Sebab, Qtel tersandung aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang membatasi kepemilikan asing di perusahaan seluler maksimal 65% saham. Setelah tender offer, kepemilikan Qtel bisa melampaui batas itu. Bahkan, sejak awal pekan ini, berhembus kabar bahwa para petinggi Grup Bakrie telah bertemu dengan Qtel.di Qatar. Kabar lain menyatakan, PT Bakrie Brothers Tbk telah memaparkan rencana akuisisi Indosat dalam roadshow mereka Tapi, Presiden Direktur Bakrie Brothers Nalinkant A. Rathod membantahnya. "Saya belum dengar apa-apa," ujarnya kemarin. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 25/06/08 13:35 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Hebat juga nih si bakrie .... daripada duitnya bw beli indosat mending dialihin buat korban bencana lumpur di porong Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| bakwanz (Penasihat) 26/06/08 14:06 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Quote: erwin101010 said: Hebat juga nih si bakrie .... daripada duitnya bw beli indosat mending dialihin buat korban bencana lumpur di porong kayaknya korban lumpur porong dah gak dianggep deh.. liat aja pemberitaan media dah sepi, pemerintah juga dah gak ada gregetnya... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 27/06/08 15:12 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Bakrie incar operator seluler JAKARTA: PT Bakrie & Brothers Tbk menjajaki investasi pada perusahaan telekomunikasi seluler, seiring dengan pesatnya pertumbuhan bisnis seluler pada skala domestik dan global. Chief Executive Officer Bakrie & Brothers Michael E. Lucente mengatakan perseroan tertarik mengonsolidasikan industri telekomunikasi seluler ke portofolio investasinya untuk menambah bisnis CDMA melalui PT Barkrie Telecom Tbk. "Kami mendukung dan mengevaluasi peluang investasi pada sektor telekomunikasi untuk melengkapi yang ada. Kami akan melihat semua peluang yang ada," tuturnya saat jumpa pers seusai rapat umum pemegang saham, kemarin. Saat dikonfirmasi keinginan perseroan masuk ke PT Indosat Tbk, Direktur Bakrie & Brothers Dileep Srivastava menolak menjawab. Namun, sumber Bisnis mengatakan sejak Qatar Telecom Q.S.C (Qtel) mengumumkan pembelian 40,81% saham Indosat Tbk hingga rencana penawaran tender, pelaku pasar mendengar informasi mengenai ketertarikan Bakrie terhadap Indosat. Meski tidak ada satu pun eksekutif Bakrie yang membenarkan informasi itu, beberapa manager investasi mendengar Bakrie & Brothers mengungkapkan minatnya terhadap Indosat dalam roadshow di luar negeri beberapa waktu lalu. Broker beli saham Indosat periode 16-25 Juni 2008 Nama broker Volume (juta saham) Nilai (Rp miliar) Dinar Securities 30,94 192,2 Rifan Financindo Sekuritas 15,81 98,49 Lautandhana Securindo 27,64 172,5 Henan Putihrai 14,68 89,99 Samuel Sekuritas Indonesia 7,57 46,36 Total 96,64 599,54 Sumber: Bloomberg "Bisa saja nanti muncul penawaran tender saham Indosat tandingan seperti yang terjadi pada perebutan Herald Resources. Hal itu bisa terjadi di sini," katanya. Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali membenarkan bahwa manajemen roadshow ke Qatar bertemu dengan beberapa perusahaan. "Ada beberapa perusahaan yang ingin dijajaki untuk bekerja sama." Sumber itu menambahkan sejumlah broker yang tergolong kecil berani memborong saham Indosat. "Bila dikalkulasi, broker itu membeli sekitar 100 juta saham Indosat. Itu kan jumlah yang sangat besar kecuali memang ada pihak yang berkepentingan terhadap Indosat." (lihat tabel) Analis Optima Securities Ikhsan Binarto menilai Bakrie & Brothers kemungkinan kecil masuk operator seluler, karena mempunyai Bakrie Telecom. Namun, spekulasi itu membuat harga saham Bakrie Telecom melonjak ke posisi Rp275 per saham pada 24 Juni dari sebelumnya Rp255. Pada perdagangan kemarin, saham Bakrie & Brothers yang berkode BNBR ditutup turun Rp10 menjadi Rp510. Tingkatkan saham Lucente menambahkan Bakrie & Brothers juga berminat untuk meningkatkan kepemilikannya menjadi mayoritas atas tiga anak usahanya yakni PT Bumi Resources Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, dan PT Bakrieland Development Tbk. Bakrie & Brothers kini menguasai 35% saham di Bumi, 40% di Energi Mega dan 40% di Bakrieland dengan memanfaatkan hasil rights issue Rp41 triliun. Ketentuan pasar modal mensyaratkan kinerja anak usaha dapat dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan suatu perusahaan jika kepemilikan induk lebih dari 50%. Yuanita menjelaskan kepemilikan keluarga Bakrie atas perseroan kini menjadi 70%. Keluarga Bakrie masuk melalui PT Bakrie Capital dan perusahaan terafiliasi Long Haul Holding Ltd. Meskipun tidak terkonsolidasi secara penuh, dia berharap kinerja perseroan tahun ini melonjak signifikan semenjak diakuisisinya ketiga perusahaan tersebut. Bakrie & Brothers, tuturnya, mulai tahun ini membidik proyek senilai US$5 miliar-US$10 miliar atau setara Rp46,4 triliun-Rp92,7 triliun. Untuk investasi tersebut, perseroan tengah fokus untuk menyeleksi 50 dari sebelumnya 250 proyek di berbagai bidang, skala lokal ataupun internasional. Pendanaan akan bersumber pada berbagai alternatif pendanaan seperti pinjaman dan obligasi. (pudji.lestari@[tautan dihapus] Oleh Pudji Lestari & Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| HajiGaul (Penasihat) 28/06/08 07:37 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... mantaf juga nih si bakrie ... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| robbie_dr (Penasihat) 02/07/08 16:58 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... yang penting konsumen seperti kita2 bisa menikmati keuntungannya kalo dibeli ama qtel... kalo tidak menguntungkan kita2 ya percuma aza qtel masuk juga............ mudah2an banyak gratis nya ntar hahaha. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| k1dz (Penasihat) 03/07/08 00:44 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Hidup INDOSAT, matiin XL Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 05/07/08 06:35 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Saham Qtel di Indosat maksimal 49% JAKARTA: Pemerintah membatasi kepemilikan saham Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) terhadap saham PT Indosat Tbk maksimal sebesar 49%. Karena itu, dari 40,81% saham Indosat yang saat ini dikuasai Qtel, perusahaan telekomunikasi asal Timur Tengah itu hanya bisa menambah kepemilikan dari saham publik maksimal 8,2%. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memastikan penilaian pernyataan pendaftaran penawaran tender Qtel terhadap saham PT Indosat Tbk akan berlangsung hingga dua pekan ke depan. "Depkominfo membatasi kepemilikan saham asing Qtel atas Indosat hanya hingga 49%," ujar Menkominfo Muhammad Nuh, kemarin. Depkominfo memutuskan langkah itu menyusul surat yang dikirimkan Bapepam-LK kepada Depkominfo supaya segera memutuskan kejelasan batasan kepemilikan asing Qtel terkait dengan Perpres No.111/2007. Keputusan Menkominfo tersebut senada dengan pernyataan Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany yang menilai penawaran tender Qtel terbatas oleh peraturan Daftar Negatif Investasi. "Untuk memenuhi batasan kepemilikan asing yang 49% atau yang 65%, agaknya Depkominfo akan mengambil persentase minimal untuk memenuhi kedua batasan bagi jaringan tetap dan bergerak," ujarnya. Dia mengatakan otoritas pasar modal mengirimkan surat kepada Menkominfo pada 3 Juni 2008. "Saya menunggu surat balasan dari Menkominfo dulu. Baru setelah itu, kami akan menilai harga penawaran tender dan persiapannya berdasarkan penyertaan pendaftaran penawaran tender." Dua pekan Fuad menuturkan penilaian pendaftaran penawaran tender itu akan berlangsung hingga dua pekan ke depan. "Kemudian akan diputuskan apakah otoritas pasar modal akan menerbitkan pernyataan efektif rencana penawaran tender Qtel tersebut atau tidak." Nasser Marafih, CEO Qtel Group, mengungkapkan keyakinannya penawaran tender atas saham publik Indosat bisa berlangsung, karena sudah sejalan dengan revisi Peraturan Bapepam-LK No. IX. H. 1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka yang disahkan 30 Juni 2008. Dia menjelaskan Qtel dan penasihat hukum berupaya untuk memahami peraturan baru yang diterbitkan itu. "Kami akan melakukan hubungan dengan otorita yang relevan demi memastikan bahwa penawaran tender itu sudah mematuhi peraturan baru itu secara mutlak." Qtel, lanjutnya, akan menghormati sepenuhnya apa pun keputusan Mahkamah Agung yang sekarang sedang berjalan atas 40,8% saham Indosat yang dibeli Qtel dari Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd. Penawaran tender diwajibkan bagi pengambilalihan saham perusahaan terbuka atau akuisisi sebesar 50% atau yang memberi kemampuan kendali, secara langsung ataupun tidak langsung, atas pengelolaan dan kebijakan badan usaha yang jadi subjek. Sehari setelah penerbitan peraturan baru Bapepam-LK tersebut pada 1 Juli 2008, Qtel telah menyerahkan pernyataan penawaran tender pada 1 Juli 2008 kepada Bapepam-LK guna dikaji atas rencana penawaran tender menyusul pengambilalihan 40,81% saham Indosat. (21) (sylviana.pravita@[tautan dihapus] roni.yunianto@[tautan dihapus]) Oleh Sylviana Pravita R.K.N. dan Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 07/07/08 00:42 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Strategi peleburan produk prabayar ternyata tidak belum terpikirkan oleh Indosat. Hingga kini kartu Mentari dan IM3 yang mereka miliki memiliki kontribusi yang sama terhadap jumlah pelanggan. "Hingga kini produk-produk kami masih tergolong brand yang kuat di segmennya masing-masing. Pertumbuhannya pelanggannya pun masih signifikan. Bahkan IM3 dan Mentari memiliki kontribusi yang sama dari 97 persen pengguna prabayar Indosat," ujar Group Head Public Relations PT Indosat Adita Irawati. Segmentasi kuat tersebut didapat melalui program marketing Indosat yang konsisten. Misalnya saja penyelenggaraan program marketing IM3 yang selalu melibatkan anak muda dan sekolah sehingga tidak heran jika penggunaan kartu IM3 didominasi oleh anak-anak muda. Tentunya dengan memfokuskan layanan pada SMS murah. Di luar itu, para pengguna cukup menggunakan Mentari yang memberikan layanan menelepon dengan tarif murah. Adita memaparkan bahwa berdasarkan data terakhir yang dimilikinya, Indosat telah meraih sekira 30 juta pelanggan. Dari angka tersebut, sekira 3 persennya merupakan kontribusi dari pelanggan pascabayar Matrix. Selebihnya, sekira 97 persen, merupakan jumlah pengguna prabayar yang dikontribusi dalam jumlah persentase yang hampir sama dari pelanggan Mentari dan IM3. "Sampai sekarang kami belum terpikirkan untuk menggabungkan kedua produk pascabayar kami tersebut," pungkas Adita. -OkeZone- Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 08/07/08 09:37 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Tender offer Indosat secara proporsional JAKARTA: Penawaran tender Qatar Telecom Q.S.C. atas 8% saham PT Indosat Tbk yang dimiliki publik dilaksanakan secara proporsional, mengingat batas maksimal kepemilikan Qtel di Indosat hanya 49% saham. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany mengatakan apabila Menkominfo membatasi kepemilikan asing hanya hingga 49%, itu berarti kewajiban (mandatory) Qtel hanya bisa dilakukan maksimal 49%. "Dengan pembatasan kepemilikan Qtel maksimal 49%, Qtel hanya boleh tender offer sekitar 8%-an," ujar Fuad kepada Bisnis kemarin. Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK M. Noor Rachman mengatakan penawaran tender itu nantinya harus digelar secara proporsional sesuai dengan batasan tersebut. Pembatasan itu, lanjutnya, tidak mengikuti aturan pasar modal dalam Peraturan Bapepam-LK No.IX.H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka yang disahkan pada 30 Juni, melainkan mengikuti aturan pembatasan kepemilikan asing yang lebih tinggi kedudukannya, yaitu peraturan presiden. Berdasarkan peraturan Bapepam-LK itu, penawaran tender diwajibkan bagi pengambilalihan saham perusahaan terbuka atau akuisisi 50% saham atau yang memberi kemampuan kendali, secara langsung ataupun tidak langsung, atas pengelolaan dan kebijakan badan usaha yang jadi subjek. Namun, pembatasan penawaran tender Qtel itu akhirnya dibatasi oleh Perpres No. 111/2007 mengenai Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal yang ditetapkan pada 27 Desember 2007. Batasan kepemilikan asing di penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap maksimal 49%, sedangkan batasan kepemilikan asing di penyelenggaraan jaringan bergerak seperti seluler maksimal 65%. Terkait dengan batasan itu, Menkominfo Mohammad Nuh memutuskan batasan kepemilikan asing Qtel atas saham Indosat adalah 49%. Nuh mengatakan pemerintah tidak memberikan pengecualian (grandfather clause) bagi pembatasan kepemilikan maksimal saham Qtel di Indosat. Tujuan pemerintah mengenakan pembatasan kepemilikan perusahaan telekomunikasi asal Qatar sebesar 49% tersebut adalah untuk memberi ruang pada pertumbuhan telekomunikasi dalam negeri. Grandfather clause tidak bisa diberikan kepada Qtel karena transaksi pengambilalihan saham Indosat terjadi setelah aturan Daftar Negatif Investasi terbit. Grandfather Clause adalah suatu eksepsi yang memungkinkan aturan lama tetap diberlakukan untuk sejumlah situasi atau untuk kasus-kasus yang sudah ada pada saat aturan baru akan diterapkan ke semua situasi pada masa depan. Grandfather diartikan sebagai pengecualian. Dia mengatakan kasus grandfather clause itu hanya berlaku seperti pada kasus PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Hutchison CP Telecom Indonesia, PT Natrindo Telepon Seluler di mana 70%-90% sahamnya dimiliki oleh pemodal asing sebelum berlakunya Daftar Negatif Investasi pada 2007. Pemerintah, lanjutnya, tidak akan mengusik kepastian hukum itu. "Kami memutuskan pada besaran 49% karena dapat memberi peluang pertumbuhan telekomunikasi dalam negeri, itu yang penting." Harga saham emiten berkode ISAT ditutup pada level Rp6.450 pada penutupan perdagangan kemarin, anjlok 0,77% dari penutupan perdagangan 4 Juli 2008, yaitu Rp6.500. (Roni Yunianto) (sylviana.pravita@[tautan dihapus]) Oleh Sylviana Pravita R.K.N. Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 08/07/08 12:59 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Selasa, 08/07/2008 11:45 WIB Dua Investor Dikabarkan Ingin Tender Offer Saham Indosat Indro Bagus SU - detikFinance Jakarta - Selain Qatar Telecom yang akan mengajukan tender offer atas saham publik PT Indosat Tbk sebesar 8,2%, ternyata ada dua investor lagi yang berminat membeli saham Indosat melalui penawaran tender. Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengaku memang mendengar ada rencana dua investor yang ingin membeli saham Indosat lewat tender offer. Tapi Erry mengaku tidak tahu siapa investor tersebut. "Dengar-dengar memang ada yang mau masuk jadi pesaing Qtel, tapi saya belum tahu pastinya. Kan kalau tender offer mengajukannya ke Bapepam bukan ke kita. Tapi saya dengar ada dua perusahaan yang mau ikut tender offer Indosat," kata Erry disela-sela acara listing saham PT Destinasi Tirta Nusantara di gedung BEI, Selasa (8/7/2008). Dalam aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) memang dibolehkan pihak yang telah memiliki saham melakukan penawaran tender. Pemegang saham yang boleh melakukan tender offer adalah yang memiliki minimal 50% saham atau pihak lain yang ingin membeli banyak saham publik di emiten yang bersangkutan. Sementara Qtel melakukan tender offer karena telah membeli 40,8% saham Indosat milik STT. Qtel sebenarnya sudah mengajukan pengumuman tender offer untuk membeli seluruh saham publik. Meski Qtel tidak terkena aturan baru tender offer yang maksimal dilakukan jika membeli 50% saham, karena sudah penawaran tender sudah sebelum revisi aturan tender offer keluar, namun tender offer Qtel dibatasi maksimal memiliki hingga 49%. Hal ini karena aturan tender offer tidak boleh bertentangan dengan aturan lainnya, dimana dalam aturan daftar negatif investasi pihak asing hanya boleh memiliki maksimal 49% saham perusahaan telekomunikasi. Sebelumnya dikabarkan grup Bakrie juga mengincar saham Indosat. Bakrie dikabarkan telah memiliki saham Indosat yang dibeli melalui perusahaan-perusahaan sekuritas. (ir/ddn) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 08/07/08 14:09 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... wow, perlahan-lahan bakrie group mulai merambah dunia GSM Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 08/07/08 17:15 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Utk lumpur Lapindo, ternyata sdh ada "penggantinya" Bakrie... ------- Selasa, 08/07/2008 16:59 WIB Vlociti Siapkan US$ 5,2 M Untuk Bangun PLTP di Lapindo Arfi Bambani Amri - detikFinance Jakarta - Sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) akan dibangun di lokasi semburan lumpur Lapindo. Siapa yang nekat mau membangunnya? Dia adalah Vlociti Holdings Incorporated yang berkedudukan di Houston, AS. Untuk menunjukkan keseriusannya, CEO Vlociti DR Taswin Tarib memberikan presentasinya di depan staf khusus Sekretariat Wapres, di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (8/7/2008). Berdasarkan pencarian detikFinance, Vlociti Holdings Inc merupakan sebuah lembaga bermisi sosial untuk membantu anak-anak, keluarga dan lingkungan di negara berkembang seperti Vietnam, dan Indonesia melalui sejumlah program seperti pendidikan, teknologi dan kesehatan. Taswin yang berbaju necis itu mengaku telah bernegosiasi dengan pemilik teknologi geothermal untuk melaksanakan proyek yang rencananya akan menghasilkan 2.000 MW. "Kami tidak meminta satu garansi dari PLN atau suplemen garansi dari pemerintah untuk proyek ini. Jadi saya sudah ada kesepakatan dengan pemilik teknologi bahwa grup saya nanti yang akan membiayai," kata Taswin yang mengaku bisa berbahasa Inggris, Jerman, Indonesia dan dialek lokal itu. Taswin yang merupakan kelahiran Sumatera Barat, 57 tahu silam ini mengungkapkan, Vlociti telah menyiapkan dana US$ 5,2 miliar untuk proyek yang diharapkan bisa selesai dalam 36 bulan itu. Pemilik teknologi pembangkit geothermal ini adalah Sirex PHS yang berlokasi di Preston, AS dan Turbo Jack yang berpusat di Berlin, Jerman. Untuk dalam negeri, proyek ini rencananya akan diwakili oleh PT Jatayu Sarana Investasi. Bagaimana PLTP dari lumpur Lapindo ini, secara sederhana, seorang mantan kepala unit PLN PJB I Harijono Hirdjosumaryo yang menyertai Taswin memberikan penjelasannya. "Kita memasukkan air ke panas bumi, air menjadi uap. Uap naik ke atas sehingga menjalankan turbin," jelas Harijono. Standardnya, kata dia, tanah digali sedalam 10 mill kebawah tanah untuk mengambil panas alami bumi dengan diameter lubang 12 kaki. Kemudian dinding dilapisi dengan lapisan tahan panas. Namun pada kasus lumpur Lapindo, penggalian mungkin tidak sepanas itu. Taswin yang dalam CV-nya mengaku sebagai Doktor bidang filsafat manajemen ini menjelaskan, pada 15 Agustus, Vlociti dan pemilik teknologi pembangkit akan ke Jakarta membahas kerjasama lebih lanjut dan teknis pembangunannya. Tapi tentunya setelah ada persetuuan pemerintah. (qom/ir) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 09/07/08 11:49 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Penawaran tandingan bayangi Qtel JAKARTA: Dua pemodal asing dan lokal berminat melaksanakan penawaran tender terhadap 42% saham PT Indosat Tbk yang dimiliki oleh pemegang saham publik, menandingi penawaran tender Qatar Telecom Q.S.C (Qtel). Dirut Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah mengakui mendengar adanya dua pemodal yang berminat menjadi lawan Qtel dalam menguasai saham Indosat milik publik. "Saya dengar ada dua investor, tetapi saya belum tahu secara pasti, karena minat tender offer [penawaran tender] diajukan ke Bapepam-LK bukan ke Bursa Efek Indonesia," tuturnya seusai pencatatan saham PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk, di Jakarta, kemarin. Menurut Erry, jika kedua pemodal itu berminat, penawaran tender tandingan harus segera dilaksanakan. Hal ini mengingat batas waktu pelaksanaan penawaran tender cukup singkat. Namun, dia menolak memerinci lebih jauh. Berdasarkan Peraturan pasar modal IX.H.1. tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, pelaksanaan penawaran tender harus dimulai paling lambat 180 hari sejak pengumuman (akuisisi). Namun, jika waktu pelaksanaan penawaran tender melebihi batas waktu 180 hari, jangka waktu penentuan harga pelaksanaan dapat bergeser mengikuti jangka waktu pelaksanaan tender offer. Dengan adanya penawaran tandingan, saham Indosat akan diperebutkan oleh tiga pihak. Hal tersebut bisa melambungkan harga operator seluler terbesar kedua di Indonesia itu. Kondisi itu seperti pada saham perusahaan pertambangan Australia, Herald Resources Ltd, yang diperebutkan oleh konsorsium PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bumi Resources Tbk. PT Bakrie & Brothers Tbk disebut-sebut berminat terhadap saham Indosat. Bahkan manajemen Bakrie mengakui sedang melirik investasi di sektor seluler (Bisnis, 27 Juni 2008). Direktur & Corporate Secretary Bakrie & Brothers R.A. Sri Dharmayanti pada 2 Juli mengatakan perseroan selalu aktif dalam melihat peluang pada portofolio bisnis di sektor pertambangan, minyak dan gas, infrastruktur, metal, properti, perkebunan, infrastruktur, dan telekomunikasi. Sangat berminat Seorang eksekutif Grup Bakrie mengatakan Bakrie & Brothers sangat berminat memiliki Indosat. "Tapi bagaimana caranya? Mereka (Qtel) sudah menguasai 40,81% saham Indosat." Seorang manajer investasi menjelaskan selain Bakrie, peminat tender offer tandingan lainnya adalah Altimo, raksasa perusahaan investasi di sektor telekomunikasi dari Rusia. "Bakrie & Brothers harus mengakuisisi operator seluler kalau ingin membesarkan Bakrie Telecom. Tidak ada cara lain kecuali membeli perusahaan seluler terbesar kedua itu," ujar manajer investasi itu. Namun, Direktur Regional Asia Tengah dan Tenggara Altimo Soeharto mengatakan belum mengetahui hal itu. "Saya tidak bisa berkomentar soal itu." Penawaran tandingan, seperti pengalaman Herald, memang belum pernah terjadi di Indonesia, tetapi Peraturan IX.H.1 memungkinkan membuka peluang semacam itu. Dalam lampiran penjelasan peraturan itu nomor 2.b.3. disebutkan pengendali baru pada suatu perusahaan terbuka wajib melakukan penawaran tender untuk seluruh sisa saham kecuali saham yang dimiliki pihak lain, yang pada saat bersamaan juga melakukan penawaran tender atas saham yang sama. Harga saham Indosat kemarin ditutup menurun Rp100 atau 1,54% ke level Rp6.400. Harga saham berkode ISAT itu terdiskon lebih dari 12% dari harga akuisisi Qtel Rp7.300 per saham. Qtel menyatakan akan menggelar penawaran tender terhadap sisa saham publik setelah mengakuisisi 40,81% saham Indosat yang dimiliki oleh Asia Mobile Holding Pte Ltd senilai US$1,8 miliar atau setara Rp16,56 triliun (asumsi US$1=Rp9.200) pada 22 Juni. Namun, dengan adanya keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika yang mengacu pada Perpres No. 111/2007 mengenai Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal, Qtel hanya boleh memiliki hingga 49% saham Indosat. (Abraham Runga) (pudji.lestari@[tautan dihapus] Oleh Pudji Lestari & Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| kesetrum (Penasihat) 09/07/08 13:41 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Lebih seneng kalo Indosat dibeli sama Bakrie. Pengusaha lokal. Daripada dibeli juragan-juragan Arab yg biasanya kagak tahu apa-apa (kebanyakan duit) kali? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| adiajack (Penasihat) 10/07/08 08:40 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Biasanya kalo dptnya lokal ya...kualitas yg didpt jg lokal. Tau sendiri lah, kualitas lokal tuh kayak apa? Nie cerita lain, Bos temenku usaha sapu, dia lbh suka impor bahan baku dr china, krn selain lbh murah, stock terjamin, jg rejectnya lbh sedikit. Tp ini hanya satu cerita aja, jgn disama-ratakan. Hehehe..tp keliatannya cerita begini sdh umum di hampir semua produk di Indon ngkali yach..... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 10/07/08 10:40 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Intinya sbnernya klo yg beli Bakrie ato QTEL sama sj, intinya klo QTEL ga bisa jadi mayoritas, dia bisa pake nama Bakrie untuk beli Indosat, padahal duitnya tetap dari QTEL... Ato bikin "vehicle company" kayak waktu STT beli Indosat dulu... Tambah hancur... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 14/07/08 18:07 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... PT Indosat Tbk segera menggelar RUPSLB terkait rencana perubahan susunan direksi dan komisaris pasca perubahan pemegang saham pengendali setelah masuknya Qatar Telecom. "RUPS Luar Biasa mengenai perubahan susunan direksi dan komisaris akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat," ujar Direktur Utama ISAT, Johny Swandi Sjam, usai RUPSLB di gedung Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (14/7/2008). Agenda perubahan susunan direksi dan komisaris tersebut terkait masuknya Qatar Telecom (Qtel) ke induk usaha Indosat. Qtel mengambilalih 100% saham Indonesia Communications Limited (ICL) yang menguasai 40,8% saham Indosat. "ICL telah mengirimkan surat pada kami. Mereka meminta agar Indosat segera melakukan perubahan direksi dan komisaris terkait perubahan pemegang saham pengendali," ujar Johny. Sayangnya Johny enggan membeberkan jadwal RUPSLB yang akan diadakan perseroan. Namun menurut kabar yang beredar di bursa, RUPSLB akan dilakukan pada Agustus mendatang. "Ya tentunya kami harus memenuhi beberapa persyaratan untuk bisa mengadakan RUPSLB. Tapi yang pasti secepatnya," elak Johny. Johny juga enggan berkomentar soal kabar masuknya dua perusahaan pesaing Qtel dalam rencana tender offer nanti. "Kami kurang tahu mengenai hal itu. Karena perubahan pemegang saham pengendali terjadi di tingkat induk perseroan. Jadi kabar-kabar terbaru tentang tender offer kami juga belum tahu," jelasnya. Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Erry Firmansyah mengakui kebenaran kabar tersebut. Namun ia juga menyatakan tidak tahu menahu perusahaan apa saja yang hendak masuk dalam tender offer Indosat. Sementara kabar yang santer dua perusahaan tersebut adalah dari grup Bakrie dan Altimo. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 18/07/08 13:49 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Jumat, 18/07/2008 12:52 WIB Bapepam Kaji Rencana Bakrie dan Gobel Masuk Indosat Indro Bagus SU - detikFinance Padang - Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) masih mengkaji rencana tender offer saham PT Indosat Tbk (ISAT) oleh grup Bakrie dan Rachmat Gobel, selain tender offer utama oleh Qatar Telecom (Qtel). "Rachmat Gobel dan grup Bakrie kan berencana mengadakan voluntary tender offer atas Indosat, perusahaan yang rencananya akan ditender offer oleh Qtel. Hal ini masih kami bicarakan. Sebab, kami masih membicarakan peraturan mengenai hal ini," jelas Kabiro Penilaian Perusahaan Sektor Riil Bapepam, Nurhaida dalam dialog dengan Media di Hotel Bumiminang, Padang, Sumatera Barat, Jumat (18/7/2008). Hingga saat ini Bapepam belum dapat memberikan pernyataan efektif tender offer baik oleh Qtel, Rachmat Gobel maupun grup Bakrie. "Agak lambatnya pernyataan efektif tender offer Indosat oleh Qtel karena ada beberapa hal yang harus dikonfirmasi terlebih dahulu," ujar Nurhaida. Menurut Nurhaida, belum dikeluarkannya pernyataan efektif tersebut karena Bapepam harus melakukan klarifikasi dan konfirmasi terlebih dahulu dengan lembaga terkait. "Masalah tender offer Qtel atas ISAT harus diklarifikasi dulu ke institusi lain yang juga mengatur tentang industri telekomunikasi di Indonesia. Dalam hal ini Depkominfo," ujar Nurhaida. Tujuannya adalah agar nantinya tidak terjadi benturan peraturan setelah efektif dikeluarkan oleh Bapepam. "Depkominfo memiliki beberapa peraturan yang khusus mengatur industri ini, sehingga kami harus melakukan konsolidasi terlebih dahulu," ujarnya. Qtel telah mengumumkan rencana tender offer saham Indosat yang dimiliki publik setelah berhasil mengambilalih 40,8% saham Indosat dari STT. Karena terbentur aturan daftar negatif investasi untuk perusahaan telekomunikasi, Qtel hanya bisa menguasai 49% saham Indosat. Sehingga saham publik yang akan dibeli tinggal 8,2%. Belakangan Qtel melakukan aliansi strategis dengan Rachmat Gobel namun tidak dijelaskan bentuknya seperti apa. Rachmat Gobel akan memberikan panduan ke Qtel atas investasinya di Indosat. (dro/ir) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 19/07/08 08:26 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Qtel-Gobel kuasai 51% Indosat JAKARTA: Kongsi Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) dan Rachmat Gobel menjadi pemegang saham pada PT Indosat Tbk merupakan strategi agar bisa menguasai 51% saham operator seluler terbesar kedua di Indonesia itu. Seorang manajer investasi yang mendengar informasi itu mengatakan tanpa menggandeng mitra lokal, Qtel hanya bisa menguasai 49% saham Indosat, setelah perusahaan itu melaksanakan penawaran tender maksimal 8,2% saham. Qtel diperbolehkan memiliki maksimal 49% saham Indosat. Hal ini karena terbentur Peraturan Pemerintah No. 111/2007 tentang daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal yang ditetapkan pada 27 Desember 2007. Bagian C tentang kepemilikan modal No. 44 di Perpres itu disebutkan bahwa batasan kepemilikan asing pada penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap maksimal 49%. Qtel terbentur peraturan kepemilikan maksimal 49% saham, karena Indosat juga menjadi operator fixed wireless. "Rachmat Gobel merupakan mitra lokal yang tidak terlalu high profile, sehingga layak untuk diajak berkongsi dengan Qtel. Kalau mitra lokalnya high profile, kerja sama itu justru tidak meredam polemik," tuturnya kepada Bisnis di Jakarta kemarin. Eksekutif yang dekat Qtel lainnya menuturkan Rachmat dipandang layak menjadi mitra strategis operator seluler dari Qatar itu sehubungan dengan kerja sama jangka panjang dengan raksasa elektronik Jepang, Grup Matsushita. Selain itu, posisi strategis yang dijabat oleh Rachmat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan Komite Olimpiade Indonesia juga menjadi pertimbangan Qtel atas keputusan tersebut. "Pembagian keuntungan atas investasi itu kini tidak bisa dijelaskan," ujar eksekutif itu. Rachmat, lanjutnya, diharapkan dapat memberikan dukungan dan panduan kepada Qtel menyangkut investasi 40,8% saham Indosat. Qtel juga akan menggelar penawaran tender dalam waktu dekat, setelah akuisisi saham Indosat itu. Menurut eksekutif lainnya, kongsi kepemilikan saham itu lewat perusahaan milik Rachmat, yaitu Jasmine International. "Jasmine International adalah perusahaan milik Rahmat Gobel yang akan berbagi keuntungan jika ada kenaikan nilai investasi Qtel di Indosat. Ini adalah perjanjian bisnis antarkedua perusahaan," ujarnya kemarin. Jasmine International merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis konsultasi manajemen dan pengembangan telekomunikasi di Thailand. Namun, eksekutif itu tidak bersedia mengungkapkan porsi kepemilikan Rachmat, Preskom PT Panasonic Gobel Indonesia, dan Qtel di Indosat dan nilai investasinya. Qtel baru saja merampungkan akuisisi 40,81% saham Indosat dari Asia Mobile Holdings. "Kami dan Pak Rachmat Gobel sepakat tidak menyebutkan angka dalam transaksi ini. Yang jelas, bagi Qtel ini bukan transaksi material," ungkapnya. Analis saham PT Optima Securities Ikhsan Binarto juga mengatakan hal senada. Qtel menggandeng Rachmat untuk memperoleh saham mayoritas pada Indosat menjadi 51%. "Pak Rachmat Gobel masuk ke Indosat melalui kepemilikan saham di luar 40,81% saham Qtel, sehingga Qtel bisa memiliki 51% dari maksimal 49% kepemilikan di Indosat. Cukup dengan 2%," tuturnya. Selain Qtel, Grup Bakrie & Brothers dan raksasa perusahaan investasi dari Rusia, Altimo, dikabarkan berminat masuk Indosat. Kedua perusahaan itu dikabarkan segera menggelar penawaran tender tandingan. Penawaran tandingan Manajer investasi itu menjelaskan Grup Bakrie & Brothers dalam waktu dekat kemungkinan besar melaksanakan penawaran tender tandingan terhadap saham Indosat. Chairperson Qtel Sheikh Abdullah Al Thani ketika dikonfirmasi mengatakan perusahaannya gembira membentuk hubungan strategis dengan Gobel dan mengembangkan investasi bersama. "Kami ingin memperoleh bimbingan mengenai sejumlah masalah yang berkaitan dengan investasi kami di Indosat, sekarang dan di masa depan," ujar Al Thani. Rachmat Gobel berharap kerja sama dengan Qtel akan mendorong masuknya investasi dari Timur Tengah yang selama ini lebih banyak mengalir ke Malaysia. "Kekuatan operasional Qtel dan rencananya untuk masa depan menjamin wibawa Indosat di pasar tumbuh dan mencapai potensi penuh. Saya yakin investasi di Indosat menguntungkan bagi para nasabah, karyawan, investor, dan bagi Indonesia," katanya. CEO Qtel Grup Nasser Marafih menambahkan perusahaan itu menantikan kerja sama yang erat dengan Rachmat untuk menjawab sejumlah tantangan di Indonesia. Kerja sama Qtel dan Gobel diharapkan dapat membantu menangani tantangan sektor telekomunikasi di Indonesia. Dirut Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany mengakui belum mengetahui partisipasi Rachmat dalam kepemilikan saham Indosat. Harga saham emiten berkode ISAT ini ditutup pada level Rp6.650, turun 1,48% dibandingkan dengan harga penutupan pada perdagangan 15 Juli 2008. Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar Indosat mencapai Rp36,13 triliun. (sylviana.pravita@[tautan dihapus] Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 21/07/08 09:18 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Bapepam belum restui tender offer Indosat JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum merestui penawaran tender Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) atas 8,2% saham publik PT Indosat Tbk, menyusul beberapa kelengkapan administratif Qtel yang dinilai belum memenuhi Peraturan No. IX. H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka. Menurut Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK M. Noor Rachman, Bapepam-LK telah melayangkan surat tanggapan kepada Indosat dan PT Danareksa Sekuritas sebagai underwriter penawaran tender guna memenuhi kelengkapan administratif. "Kami belum memberikan pernyataan efektif atas tender offer Qtel. Saat ini 'bola' ada dia, dan kami dalam posisi menunggu kelengkapan administratif dan keterbukaan informasi atas tender offer itu," ujarnya kepada Bisnis, kemarin. Noor menuturkan tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat pihaknya juga akan meminta penjelasan tentang masuknya Rachmat Gobel dalam level pemegang saham di Indosat bersama dengan Qtel. Terkait dengan penawaran tender Qtel, Ketua Bapepam-LK A. Fuad Rahmany mengatakan otoritas pasar modal akan menilai dari sisi Peraturan Bapepam-LK. "Kami tidak mempermasalahkan siapa yang akan membeli Indosat, boleh [Rachmat] Gobel atau siapa saja, asal sesuai peraturan," ujarnya. Selanjutnya, mengenai penawaran tender tandingan atas saham Indosat, Noor mengatakan hingga saat ini otoritas pasar modal belum menerima laporan tentang penawaran tender tandingan. Penawaran tandingan "Saya belum menerima pernyataan penawaran tender tandingan dari PT Bakrie&Brothers Tbk dan Altimo itu. Belum ada di meja saya," ujarnya. Saat disinggung mengenai kaitan antara pernyataan efektif penawaran tender Indosat dan Mahkamah Agung yang masih membahas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha dan PN Jakarta Pusat atas Indosat, Noor tak ingin berkomentar lebih jauh. Meski demikian, Bapepam-LK belum memutuskan akan mengambil langkah apa apabila Mahkamah Agung tidak mengizinkan penawaran tender Qtel atas saham publik Indosat. "Qtel menjadi pengendali bukan melalui tender offer, jadi berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No.IX.H. 1, tender offer-nya menjadi mandatory, wajib," ujar Fuad. Qtel mengakuisisi Singapore Technology Telemedia Pte Ltd (STT) yang memiliki 40,81% saham di Indosat saat MA masih membahas mengenai putusan PN Jakarta Pusat. Adapun, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mendukung rekomendasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebutkan bahwa STT harus melepas kepemilikannya maksimal 10% ke beberapa pihak. Selain itu, putusan itu juga menyoroti bahwa pihak yang membeli saham STT itu tidak boleh terafiliasi. Soal permasalahan hukum itu, lanjutnya, bukan ranah kewenangan Bapepam-LK. Selain itu, apa yang diputuskan MA belum mengikat hingga rencana penawaran tender itu digelar. "Bapepam-LK bekerja berdasarkan aturan di pasar modal. Jadi, kami tidak bisa masuk ke wilayah yang bukan wilayah kita. Selama itu belum diputuskan, kami juga tidak bisa mengambil action untuk melarang mereka. Itu problem kami. Itu bukan wilayah kami," tandasnya. Saat ditanya apabila MA mendukung putusan PN Jakarta Pusat dan KPPU, sehingga mendesak STT untuk menjual kepada empat pihak atas 40,81% saham STT yang sudah dialihtangankan ke Qtel apakah penawaran tender akan dibatalkan, Fuad enggan berkomentar secara detail. "Saya tidak mengetahui sejauh mana MA bisa mengatur soal penawaran tender itu," tuturnya. Harga saham Indosat ditutup anjlok 3,03% ke level Rp6.400 pada penutupan perdagangan saham 18 Juli 2008 dibandingkan dengan hari sebelumnya sebesar Rp6.600. Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar Indosat mencapai Rp34,77 triliun. (sylviana. pravita@[tautan dihapus]) Oleh Sylviana Pravita R.K.N. Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 21/07/08 14:56 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Senin, 21/07/2008 14:10 WIB Banyolan Seputar Akuisisi Indosat Achmad Rouzni Noor II - detikinet Bandung - Setelah Qatar Telecom (Qtel) mengambil alih 40,8% saham Indosat, baik rumor maupun lelucon seputar akuisisi tersebut pun langsung merebak. Rumor yang beredar tentu tentang kesahihan akuisisi tersebut. Singapore Technologies Telemedia (STT), sang pemilik Indosat sebelum dijual ke Qtel, diisukan cuma 'main mata' saja dengan raksasa telekomunikasi asal timur tengah itu. "Ibaratnya, cuma mindahin kantong kiri ke kantong kanan saja," demikian isu yang beredar. Antara STT dan Qtel memang memiliki kedekatan yang erat, terlebih sejak Qtel digandeng masuk STT ke Asia Mobile Holding (AMH), perusahaan yang dipakai STT untuk membawahi Indosat. Namun tak semua rumor sifatnya serius. Ada juga yang murni lelucon belaka. Menjadi semakin lucu karena yang melempar candaan tersebut salah satu yang punya posisi penting di Indosat. Adalah Guntur S Siboro, Direktur Marketing Indosat, yang lagi coba melucu. Dia bilang, alasan Qtel memilih Indosat tak lain karena tarif selulernya yang dinilai maknyus. "Wah, operator ini (Indosat) bagus banget prospeknya. Tarifnya saja sejuta tiap nelpon," kata Guntur di sela press gathering Indosat di Bandung yang berakhir Senin ini (21/7/2008). Yang dimaksud Guntur adalah skema tarif promosi Rp 0,[nomor disembunyikan] yang digunakan sebagai trik pemasaran layanan prabayar seluler Indosat. Lalu, bagaimana bisa dibilang sejuta? "Orang Arab kan kalau baca tulisan selalu dari kanan," katanya sambil disambut gelak tawa para jurnalis yang ikut ngobrol dengan dosen pascasarjana di sejumlah kampus itu. Kemudian, lelucon lainnya yang juga dilemparkan Guntur tentang akuisisi Indosat ialah soal penunjukan Rachmat Gobel oleh Qtel. Sang pemilik Panasonic Gobel itu katanya ditunjuk Qtel sebagai mitra lokal karena desakan pemerintah untuk menggandeng pelaku industri kelas nasional. "Mungkin, pas Qtel cari kata nasional di internet, yang ketemu National Panasonic-nya Rachmat Gobel, kali. Jadi, dipilihlah dia," kata Guntur, yang awalnya kentara sekali ingin menghindari hujaman pertanyaan wartawan seputar akuisisi Indosat, sebelum akhirnya jadi malah melucu. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 14/10/08 10:46 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... QTel diizinkan miliki saham Indosat hingga 65% JAKARTA: Pemerintah memperbolehkan Qatar Telecom (QTel) melakukan penawaran tender (tender offer) dengan kepemilikan saham hingga 65%. Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan terkait dengan tender offer, pemerintah mengikuti aturan yang meng-atur hal itu, bahwa kepemilikan saham sebesar 65% diperbolehkan. Namun, masih ada yang perlu diluruskan terkait dengan posisi dari kepemilikan sahamnya. "Tender offer kita ikuti saja sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa 65% diperbolehkan untuk itu, meski dalam penawaran ini perlu diperjelas aturannya," ujarnya kemarin. Untuk itu, lanjutnya, silakan saja QTel melakukan exercise. Namun, kepastiannya akan diumumkan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Muhamad Nuh. Adapun, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany menuturkan pihaknya siap melaksanakan hasil keputusan Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati. "Meski demikian, kami menunggu surat keputusan resmi tersebut. Besarnya kepemilikan saham QTel atas Indosat itu terkait dengan penawaran tender QTel atas saham Indosat," ujarnya. Komisaris Indosat yang juga juru bicara Qtel Rachmat Gobel menuturkan hingga kemarin pihaknya belum mengetahui keputusan tersebut. Adapun, isyarat keputusan pe-merintah itu telah diberikan pemerintah sejak pertengahan September lalu. Sektor seluler Sumber Bisnis yang mengetahui rencana tersebut menuturkan pemerintah mematok kepemilikan saham QTel maksimal 65% atas saham Indosat karena 98% lini bisnis Indosat berada di sektor seluler. Artinya, QTel dapat melaksanakan penawaran tender atas saham publik Indosat hingga 24,2%, menyusul akuisisi terhadap 40,8% saham Indosat senilai US$1,8 miliar pada 30 Juni 2008. "Pemerintah menetapkan porsi kepemilikan saham QTel di Indosat adalah 65%, karena sektor seluler Indosat mencapai 98% dan fixed-line sisanya. Jadi, lebih pantas apabila DNI yang ditetapkan pemerintah adalah 65% bagi QTel," ujarnya. (Bisnis, 17 September) Rachmat mengatakan QTel berencana melakukan investasi jangka panjang di sektor telekomunikasi di Tanah Air. Guna memastikan pengambilan keputusan terhadap laju Indosat, perseroan ingin menguatkan posisinya melalui kepemilikan saham di Indosat hingga lebih dari 49%. "Kami memandang saat ini penting bagi pemerintah untuk menetapkannya. Karena, andaikan pemerintah tak kunjung memberikan kejelasan, bisa saja QTel mengambil tender offer, lalu mengambil saham Indosat melalui pasar hingga lebih dari 49% atau hingga 65%," ujarnya. (16) Oleh Sylviana Pravita R.KN Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| HajiGaul (Penasihat) 15/10/08 11:19 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... isu positif ditengah krisis AS, bisa mendongkrak IHSG ... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 31/10/08 08:25 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Pelepasan StarOne oleh Indosat direstui JAKARTA: Kementerian Negara BUMN mendukung rencana PT Indosat Tbk melepas unit bisnis StarOne, yang bergerak di bisnis nirkabel tetap. Meneg BUMN Sofyan Abdul Djalil mengatakan pihaknya selaku kuasa pemegang saham pemerintah di PT Indosat Tbk, tidak keberatan atas pemisahan bisnis fixed dan seluler Indosat. "Selama ini, StarOne kalah dibandingkan dengan Fren, Flexi, dan Esia. Kalau nanti dipisahkan, kami tidak keberatan karena selama ini StarOne tidak berkembang," tuturnya kepada pers kemarin. Dengan pemisahan unit bisnis tersebut, lanjutnya, perseroan bisa lebih serius menangani bisnis seluler. Wacana pemisahan StarOne tersebut muncul setelah Menkominfo mengizinkan Qatar Telecom (Qtel) memiliki saham Indosat hingga 65%, dengan syarat harus memisahkan bisnis fixed dan seluler. Investor asal Timur Tengah tersebut berencana menggelar penawaran tender dengan harga Rp6.416 per saham, tetapi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menolak karena harga itu lebih rendah dari harga transaksi pembelian dari Temasek sebesar Rp7.388. Qtel hingga kemarin belum menetapkan harga penawaran tender terkait dengan perubahan harga penawaran tender atas saham publik Indosat yang ditolak oleh Bapepam-LK. "Kami belum menetapkan tindak lanjut setelah harga penawaran tender Rp6.416 per saham ditolak," ujar Komisaris Indosat yang juga wakil dari Qtel Rachmat Gobel kepada Bisnis, kemarin. Qtel juga berniat membeli saham seri B American Depositary Shares. Rencana itu disiapkan guna mengikuti peraturan Bapepam-LK No. IX. H. 1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka yang belum direvisi dimana perubahan pengendali perusahaan terbuka sebesar 25% atau lebih diwajibkan menggelar penawaran tender. Semula, penawaran tender setiap saham seri B ditetapkan sebesar Rp7.388. Harga penawaran tender itu lebih tinggi dari harga tertinggi dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum 8 Juni 2008, saat dimulainya negosiasi akuisisi. Pada penutupan harga kemarin, harga saham emiten berkode ISAT tersebut ditutup pada level Rp5.400, atau menguat 5,9%. Pada posisi harga tersebut, kapitalisasi pasar saham telekomunikasi ini mencapai Rp29,3 triliun. Oleh Arif Gunawan S. & Sylviana Pravita K.N. Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 18/11/08 17:53 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... BILA Q-TEL KUASAI 65% SAHAM INDOSAT, StarOne dan SLJJ Harus Dilepas Oleh Rizagana JAKARTA, Investor Daily Pemerintah tetap mengharuskan lisensi jaringan tetap dipisahkan dari Indosat, bila Qatar Telecom (Q-Tel) tetap ingin mengakuisisi 65% saham Indosat. Lisensi jaringan tetap itu tidak termasuk Sambungan Langsung Internasional (SLI). Demikian ditegaskan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar kepada Investor Daily dalam perbincangan di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, akhir pekan lalu. βMereka (Indosat) sudah pernah datang ke saya dan menanyakan masalah itu. Tapi, mereka masih ingin bicara juga dengan Pak Menteri (Menkominfo Muhammad Nuh, red). Ya, tidak apa-apa dan itu baik juga sih,β kata Basuki. Menurut Basuki, pemerintah bisa memahami kesulitan Indosat dalam melaksanakan pemisahan fixed dan seluler karena perusahaan itu dua layanan itu telah benar-benar menyatu. Namun, pemisahan itu bukan kehendak pemerintah, tetapi amanat undang-undang (UU). Bahwa perusahaan asing hanya boleh memiliki saham perusahaan berlisensi jaringan tetap maksimal 49% dan untuk seluler maksimal 65%. βJadi, tinggal pilih saja. Kalau mau 65%, pisahkan fixed-nya. Tapi kalau ingin menguasai Indosat secara utuh, ya ambil sampai 49% saja,β kata Basuki. Jaringan tetap Indosat yang harus dipisahkan itu, kata Basuki, tidak termasuk SLI. Jaringan tetap yang harus dipisahkan itu meliputi fixed line, StarOne (FWA), dan Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ). Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro mengatakan, berkaitan dengan rencana Q-Tel mengakuisisi 65% saham Indosat, manajemen Indosat menanti petunjuk pelaksanaan (juklak) tentang pemisahan lisensi jaringan tetap itu. Persoalan lain adalah sebagai operator telekomunikasi satu-satunya di Indonesia yang memberikan layanan lengkap mulai dari layanan SLI, SLJJ, fixed line, FWA, seluler, satelit, dan internet pita lebar (broadband). Seluruh layanan itu telah menyatu, mulai dari jaringan infrastruktur, operasional, billing system dan karyawan telah menyatu. Oleh karena itu, pemisahan itu akan membawa konsekuensi, baik cost maupun tenaga. (Investor Daily, Rabu, 12 November 2008). Menurut Basuki, pemerintah memberikan waktu dua tahun untuk proses pemisahan itu. Pemisahannya pun bisa dilakukan dengan membentuk perusahaan baru. Perusahaan baru itu bisa saja dijual kepada pihak lain atau dijadikan anak usaha Indosat dan bisa dikonsolidasikan. βHanya saja, kalau Indosat ingin menguasai anak usaha yang khusus lisensi jaringan tetap itu tetap harus mengikuti aturan perundang-undangan. Yakni, Q-Tel tetap hanya bisa menguasai maksimal 49% saham anak usaha baru itu. Tapi, meski 49% kan laporan keuangan anak usaha baru itu tetap bisa dikonsolidasikan ke Indosat,β kata Basuki. Tender USO Sedangkan mengenai keikutsertaan Indosat dalam tender pembangunan jaringan telepon perdesaan dalam rangka Universal Service Obligation (USO), Basuki belum bisa memberikan jawaban yang tegas. Dalam babak prakualifikasi tender USO itu, Indosat lolos babak prakualifikasi untuk blok II dan III. Ketika ditanyakan bagaimana bila Indosat pada akhirnya memenangi tender USO itu dan Q-Tel juga akhirnya menguasai 65% saham Indosat, menurut Basuki, hingga saat ini, pemerintah masih mendasarkan penilaiannya pada kondisi Indosat saat ini. Yakni, pada saat pendaftaran, Q-Tel belum menguasai 65% saham Indosat. βJadi, boleh saja. Tapi, kalau nanti Q-Tel menguasai 65% dan Indosat menang tender USO, itu kita lihat nanti,β kata Basuki. Sementara itu, Dirut PT Excelcomindo Pratama Hasnul Suhaimi mengatakan, pihaknya tidak mengikuti tender USO bukan karena operator XL itu tidak peduli dengan pembangunan telepon perdesaan. Operator seluler terbesar ketiga di Indonesia itu sangat concern dengan pembangunan telepon hingga ke daerah-daerah terpencil, seperti yang dilakukan di Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. βSebenarnya kami ingin ikut. Kami juga punya dana untuk itu. Namun, kami tidak bisa ikut tender USO karena faktor PT Excelcomindo Pratama dimiliki investor asing hingga di atas 49%. USO kan fixed line, jadi UU tidak membolehkan kami membangun fixed line,β kata Hasnul. *** Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 10/06/09 13:46 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Qatar Telecom akan rombak direksi Indosat JAKARTA: Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) akan merombak dewan direksi PT Indosat Tbk terkait dengan perubahan kepemilikan mayoritas Indosat dari Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (STT) ke perusahaan asal Qatar itu. Seorang manajer investasi yang mengetahui rencana tersebut mengatakan langkah tersebut ditempuh perseroan guna mengganti petinggi STT yang masih menduduki kursi manajemen di Indosat. "Akhir pekan lalu, petinggi Indosat dari Qtel rapat guna mematangkan pergantian direksi itu di luar negeri agar rencana itu tidak bocor," tuturnya kepada Bisnis, kemarin. Saat dikonfirmasi Bisnis, Komisaris Indosat Rachmat Gobel, yang mewakili Qtel, tidak membantah. "Qtel saat ini menguasai Indosat lebih dari 55%, kebijakan pergantian direksi itu dievaluasi lebih kepada adanya harapan dari karyawan Indosat dan pasar modal guna mendorong kinerja perseroan ke depan," ujarnya. Meski demikian, lanjut Rachmat, Qtel sebagai mitra pemerintah akan berdiskusi dengan Kementerian BUMN terkait dengan rencana tersebut. Pergantian direksi tersebut dijadwalkan dimintakan restu dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Indosat besok. Susunan direksi Indosat Direktur Utama : Johnny Swandi Sjam Wakil Direktur Utama : Kaizad Bomi Heerjee Direktur Keuangan : Wong Heang Tuck Direktur Corporate Services : Wahyu Wijayadi Direktur Teknologi Informasi : Roy Kannan Direktur Jabotabek dan Penjualan Korporat : Fadzri Sentosa Direktur Penjualan Regional : Syakieb A. Sungkar Direktur Pemasaran : Guntur S. Siboro Direktur Jaringan : Raymond Tan Kim Meng Sumber : Laporan keuangan Indosat per Maret 2009 Rachmat mengatakan agenda perombakan direksi itu akan dimasukkan dalam agenda persetujuan atas perubahan anggaran dasar perseroan. Eksekutif lainnya menyebutkan sebanyak lima kandidat yang hampir seluruhnya berlatar belakang dari sektor perbankan berebut menduduki kursi nomor satu di perusahaan telekomunikasi itu. Qtel berencana menempatkan dua orang wakilnya. Analis saham PT BNI Securities M. Alfatih mengatakan pergantian direksi tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan perseroan ke depan. 'Kami menilai sangat bagus apabila ada penambahan modal dari Qtel setelah perombakan tersebut." (sylviana. pravita@[tautan dihapus]) Oleh Sylviana Pravita R.K.N. Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 13/06/09 00:23 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... DEWAN DIREKSI DIROMBAK, Indosat Setor Dividen Rp 939, 2 Miliar Oleh Eva Fitriani JAKARTA , INVESTOR DAILY PT Indosat Tbk (ISAT) membagikan dividen senilai Rp 939,26 miliar untuk tahun buku 2008. Dividen setara Rp 172,85 per saham itu akan dibayar pada 22 Juli 2009. βDividen tahun buku 2008 tersebut sekitar 50% dari total laba bersih tahun lalu yang mencapai Rp 1,87 triliun,β kata Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Kamis (11/6). Johnny menjelaskan, dari sisi persentase, dividen tahun buku 2008 sama dengan 2007, yaitu sebesar 50%. Namun, dari sisi nominal, nilainya turun 8% dari sebelumnya Rp 187,9 per saham. Sisa laba bersih akan digunakan untuk cadangan kas dan reinvestasi. Indosat menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sekitar US$ 600 juta atau sekitar Rp 6 triliun. Dana capex akan dipakai untuk mendukung ketiga lini bisnis yaitu seluler, data tetap, dan telepon tetap. βDana capex sebanyak US$ 600 juta itu baru tahap pertama. Nanti, kami akan terus pantau kondisi yang berkembang dan bisa saja bertambah seperti yang terjadi tahun lalu,β ujar Johnny. Dia menegaskan, rencana bisnis tahun ini disusun secara konservatif sejalan dengan kebijakan perusahaan yang menerapkan prinsip kehati-hatian. Meski demikian, perusahaan telekomunikasi seluler terbesar kedua di Indonesia itu tetap fleksibel untuk dapat meningkatkan capex sesuai perkembangan kondisi. Dirut Diganti Sementara itu, dalam RUPST kemarin, pemegang saham menyetujui perombakan direksi dan komisaris Indosat. Pergantian itu dilakukan menyusul perubahan pemegang saham pengendali Indosat dari Singtel menjadi Qatar Telecom (Qtel). Posisi Johnny Swandi Sjam sebagai direktur utama digantikan oleh Harry Sasongko Tirtotjondro. Direktur Keuangan Indosat Wong Heang Tuck diganti oleh Peter Kuncewick. Direksi baru yang diangkat dalam RUPST adalah Steve Hobbs, sedangkan direksi yang dipertahankan adalah Fadzri Sentosa dan Kaizad Bomi Heerjee. Selama masa transisi, Johnny Swandi Sjam akan menjabat direktur utama interim hingga Agustus 2009 dan selanjutnya digantikan oleh Harry Sasongko. Wong Heang Tuck juga akan menempati posisi direktur keuangan sampai 1 September 2009. Namun, untuk direksi baru, masa jabatannya dibatasi selama 2009-2010. βMasa jabatan direksi baru hanya dibatasi satu tahun, karena untuk menghabiskan masa jabatan direksi lama sejak 2005,β jelas Johnny. Dia menambahkan, susunan komisaris Indosat juga dirombak. Wakil Qtel yang masuk dewan komisaris Indosat adalah HE Sheikh Abdul Bin Mohammed Bin Saud Al Thani, Nasser Marafih, Richard F Seney, dan Rachmat Gobel. Sedangkan wakil pemerintah Indonesia adalah Rionald Silaban dan Jarman. Pemegang saham juga mengangkat empat komisaris independen yaitu Soeprapto, Setyanto P Santoso, Michael Latimer, dan George Thia Peng Heok. Sesuai ketentuan yang ada, kata Johnny, pemerintah sebagai pemegang saham seri A memiliki wewenang untuk menempatkan satu komisaris dan satu direksi di Indosat. Saat ini, pemerintah menempatkan dua komisaris dan satu direksi (Fadzri Sentosa). Al Thani mengatakan, pihaknya percaya manajemen baru dapat meningkatkan kinerja Indosat ke depan. Sebab, direksi baru berpengalaman di bidang telekomunikasi. Dukungan Dana Setelah pergantian manajemen, Qtel akan fokus pada kinerja Indosat dan meningkatkan pangsa pasar di industri telekomunikasi Indonesia. βJika dibutuhkan, kami akan mengucurkan dana untuk mendukung pertumbuhan Indosat,β ucapnya. Qtel berencana menggelontorkan capex senilai US$ 2 miliar atau setara Rp 22 triliun untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi di beberapa negara, termasuk Irak dan Indonesia. Qtel selaku pemegang 65% saham Indosat berharap dapat meningkatkan pendapatan bersih Indosat pada 2009. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Strong_Tower (Penasihat) 14/06/09 04:42 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Quote: rusco said: Posisi Johnny Swandi Sjam sebagai direktur utama digantikan oleh Harry Sasongko Tirtotjondro. Direktur Keuangan Indosat Wong Heang Tuck diganti oleh Peter Kuncewick. ybs sebelumnya Dirut di GE Indonesia. semoga kepiawaian & experience nya membawa indosat makin menarik bagi semua orang Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| gobedh (Penasihat) 14/06/09 09:37 | π Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... yupz, semoga kualtiasnya makin ditingkatkan dan memuaskan konsumen, jangan melulu nyari keuntungan gede. Semoga Indosat yg selama ini dianggap operator nomor 2 jadi nomor 1!! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi