| siryosaeba (Penasihat) 07/06/08 22:47 | 🙂 Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Secara mengejutkan Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia) menjual seluruh sahamnya sebesar 40% di Indosat kepada Qatar Telecom QSC (Qtel). STT atau Temasek kini tidak lagi berurusan dengan Indosat. Operasi pembelian yang sangat rapi ini dilakukan Qtel dan STT pada 6 Juni 2008. Pasar sama sekali tidak mengendus akan ada penjualan besar-besaran ini. Terlebih beberapa kali STT menegaskan tidak akan menjual Indosat meski sudah divonis KPPU melakukan monopoli dengan memiliki Indosat dan Telkomsel. Dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Sabtu (7/6/2008) Qtel mengumumkan telah membeli 40,8% saham Indosat melalui akuisisi Asia Mobile Holdings Pte0. Ltd (AMH). Dalam struktur STT, AMH adalah pemilik Indonesia Communications Limietd (ICL) yang tercatat sebagai pemegang saham Indosat. Qtel melakukan perjanjian pembelian tertanggal 6 Juni 2008 dengan STT untuk membayar tunai sebanyak 2,4 miliar dolar Singapura atau US$ 1,8 miliar atau Rp 16,740 triliun dengan kurs 9.300/US$. Qtel adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Timur Tengah yang jaringannya tersebar di Asia Pasifik, Amerika dan Eropa. Dalam pernyataannya pemimpin Qtel Group Sheikh Abdullah Al Thani mengatakan sangat senang dengan pembelian saham Indosat ini. "Transaksi ini merupakan komitmen kami di Indonesia dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi," kata Sheikh Abdullah Al Thani. Dengan adanya transaksi ini, Qtel kini memiliki 44 juta konsumen yang tersebar di 16 negara. "Ke depan kami akan bekerja sama dengan manajemen dan karyawan Indosat untuk menjalin kerja sama yang baik. Indosat akan menjadi keluarga dari Qtel," katanya. Pembelian Indosat lanjut Thani merupakan representasi yang signifikan dan investasi yang luar biasa dalam Qtel Group. "Kami akan menanamkan investasi yang signifikan di Indosat untuk mendukung pertumbuhan dan pencapaian yang maksimal," ujar Thani. Sementara Dirut (CEO) Qtel, Nasser Marafih mengatakan investasi ini merupakan bagian dari strategi Qtel untuk tumbuh lebih besar. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara yang sangat penting dengan jumlah penduduk yang besar. President and Chief Executive Officer of ST Telemedia Lee Theng Kiat mengatakan Qtel adalah perusahaan yang sangat kuat dengan manajemen yang memiliki visi ke depan. "Saya yakin kami telah membuat fondasi Indosat dalam lima tahun dengan cukup kuat sehingga Qtel bisa melanjutkannya," kata Lee. Lee menegaskan transaksi ini tidak akan mempengaruhi STT atau investasi AHM. STT juga tidak lagi terlibat dengan Indosat seperti dalam kasus KPPU. Setelah melepas Indosat, nantinya AHM akan tetap memiliki StarHub Ltd yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Singapura, selain memiliki anak usaha di Kamboja dan Laos. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 25/06/08 12:45 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Kalo Qtel ga bisa beli, Bakrie bisa beli juga... ------------ Bakrie Siap Tampung Saham Indosat (Tabloid Kontan, edisi hari ini) SAHAM PT Indosat Tbk (ISAT) sedang menjadi bola panas saat ini. Qatar Telecom (Qtel) memang telah merampungkan proses akuisisi 40,8% saham Indosat. Tapi, kini, muncul kabar bahwa perusahaan lain bersiap mencaplok Indosat. Akibatnya, kemarin, harga saham Indosat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melambung 5% menjadi Rp 6.300 per saham. Betul, rencana Qtel menggelar penawaran tender atas sisa saham Indosat turut mengerek harga saham ini. Tapi, ada rumor lain yang lebih menghebohkan Grup Bakrie juga berencana membeli saham Indosat. Sebab, Qtel tersandung aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang membatasi kepemilikan asing di perusahaan seluler maksimal 65% saham. Setelah tender offer, kepemilikan Qtel bisa melampaui batas itu. Bahkan, sejak awal pekan ini, berhembus kabar bahwa para petinggi Grup Bakrie telah bertemu dengan Qtel.di Qatar. Kabar lain menyatakan, PT Bakrie Brothers Tbk telah memaparkan rencana akuisisi Indosat dalam roadshow mereka Tapi, Presiden Direktur Bakrie Brothers Nalinkant A. Rathod membantahnya. "Saya belum dengar apa-apa," ujarnya kemarin. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 25/06/08 13:35 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Hebat juga nih si bakrie .... daripada duitnya bw beli indosat mending dialihin buat korban bencana lumpur di porong Post Extras: 🖨️ Cetak |
| bakwanz (Penasihat) 26/06/08 14:06 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Quote: erwin101010 said: Hebat juga nih si bakrie .... daripada duitnya bw beli indosat mending dialihin buat korban bencana lumpur di porong kayaknya korban lumpur porong dah gak dianggep deh.. liat aja pemberitaan media dah sepi, pemerintah juga dah gak ada gregetnya... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 27/06/08 15:12 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Bakrie incar operator seluler JAKARTA: PT Bakrie & Brothers Tbk menjajaki investasi pada perusahaan telekomunikasi seluler, seiring dengan pesatnya pertumbuhan bisnis seluler pada skala domestik dan global. Chief Executive Officer Bakrie & Brothers Michael E. Lucente mengatakan perseroan tertarik mengonsolidasikan industri telekomunikasi seluler ke portofolio investasinya untuk menambah bisnis CDMA melalui PT Barkrie Telecom Tbk. "Kami mendukung dan mengevaluasi peluang investasi pada sektor telekomunikasi untuk melengkapi yang ada. Kami akan melihat semua peluang yang ada," tuturnya saat jumpa pers seusai rapat umum pemegang saham, kemarin. Saat dikonfirmasi keinginan perseroan masuk ke PT Indosat Tbk, Direktur Bakrie & Brothers Dileep Srivastava menolak menjawab. Namun, sumber Bisnis mengatakan sejak Qatar Telecom Q.S.C (Qtel) mengumumkan pembelian 40,81% saham Indosat Tbk hingga rencana penawaran tender, pelaku pasar mendengar informasi mengenai ketertarikan Bakrie terhadap Indosat. Meski tidak ada satu pun eksekutif Bakrie yang membenarkan informasi itu, beberapa manager investasi mendengar Bakrie & Brothers mengungkapkan minatnya terhadap Indosat dalam roadshow di luar negeri beberapa waktu lalu. Broker beli saham Indosat periode 16-25 Juni 2008 Nama broker Volume (juta saham) Nilai (Rp miliar) Dinar Securities 30,94 192,2 Rifan Financindo Sekuritas 15,81 98,49 Lautandhana Securindo 27,64 172,5 Henan Putihrai 14,68 89,99 Samuel Sekuritas Indonesia 7,57 46,36 Total 96,64 599,54 Sumber: Bloomberg "Bisa saja nanti muncul penawaran tender saham Indosat tandingan seperti yang terjadi pada perebutan Herald Resources. Hal itu bisa terjadi di sini," katanya. Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali membenarkan bahwa manajemen roadshow ke Qatar bertemu dengan beberapa perusahaan. "Ada beberapa perusahaan yang ingin dijajaki untuk bekerja sama." Sumber itu menambahkan sejumlah broker yang tergolong kecil berani memborong saham Indosat. "Bila dikalkulasi, broker itu membeli sekitar 100 juta saham Indosat. Itu kan jumlah yang sangat besar kecuali memang ada pihak yang berkepentingan terhadap Indosat." (lihat tabel) Analis Optima Securities Ikhsan Binarto menilai Bakrie & Brothers kemungkinan kecil masuk operator seluler, karena mempunyai Bakrie Telecom. Namun, spekulasi itu membuat harga saham Bakrie Telecom melonjak ke posisi Rp275 per saham pada 24 Juni dari sebelumnya Rp255. Pada perdagangan kemarin, saham Bakrie & Brothers yang berkode BNBR ditutup turun Rp10 menjadi Rp510. Tingkatkan saham Lucente menambahkan Bakrie & Brothers juga berminat untuk meningkatkan kepemilikannya menjadi mayoritas atas tiga anak usahanya yakni PT Bumi Resources Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, dan PT Bakrieland Development Tbk. Bakrie & Brothers kini menguasai 35% saham di Bumi, 40% di Energi Mega dan 40% di Bakrieland dengan memanfaatkan hasil rights issue Rp41 triliun. Ketentuan pasar modal mensyaratkan kinerja anak usaha dapat dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan suatu perusahaan jika kepemilikan induk lebih dari 50%. Yuanita menjelaskan kepemilikan keluarga Bakrie atas perseroan kini menjadi 70%. Keluarga Bakrie masuk melalui PT Bakrie Capital dan perusahaan terafiliasi Long Haul Holding Ltd. Meskipun tidak terkonsolidasi secara penuh, dia berharap kinerja perseroan tahun ini melonjak signifikan semenjak diakuisisinya ketiga perusahaan tersebut. Bakrie & Brothers, tuturnya, mulai tahun ini membidik proyek senilai US$5 miliar-US$10 miliar atau setara Rp46,4 triliun-Rp92,7 triliun. Untuk investasi tersebut, perseroan tengah fokus untuk menyeleksi 50 dari sebelumnya 250 proyek di berbagai bidang, skala lokal ataupun internasional. Pendanaan akan bersumber pada berbagai alternatif pendanaan seperti pinjaman dan obligasi. (pudji.lestari@[tautan dihapus] Oleh Pudji Lestari & Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| HajiGaul (Penasihat) 28/06/08 07:37 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... mantaf juga nih si bakrie ... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| robbie_dr (Penasihat) 02/07/08 16:58 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... yang penting konsumen seperti kita2 bisa menikmati keuntungannya kalo dibeli ama qtel... kalo tidak menguntungkan kita2 ya percuma aza qtel masuk juga............ mudah2an banyak gratis nya ntar hahaha. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| k1dz (Penasihat) 03/07/08 00:44 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Hidup INDOSAT, matiin XL Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 05/07/08 06:35 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Saham Qtel di Indosat maksimal 49% JAKARTA: Pemerintah membatasi kepemilikan saham Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) terhadap saham PT Indosat Tbk maksimal sebesar 49%. Karena itu, dari 40,81% saham Indosat yang saat ini dikuasai Qtel, perusahaan telekomunikasi asal Timur Tengah itu hanya bisa menambah kepemilikan dari saham publik maksimal 8,2%. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memastikan penilaian pernyataan pendaftaran penawaran tender Qtel terhadap saham PT Indosat Tbk akan berlangsung hingga dua pekan ke depan. "Depkominfo membatasi kepemilikan saham asing Qtel atas Indosat hanya hingga 49%," ujar Menkominfo Muhammad Nuh, kemarin. Depkominfo memutuskan langkah itu menyusul surat yang dikirimkan Bapepam-LK kepada Depkominfo supaya segera memutuskan kejelasan batasan kepemilikan asing Qtel terkait dengan Perpres No.111/2007. Keputusan Menkominfo tersebut senada dengan pernyataan Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany yang menilai penawaran tender Qtel terbatas oleh peraturan Daftar Negatif Investasi. "Untuk memenuhi batasan kepemilikan asing yang 49% atau yang 65%, agaknya Depkominfo akan mengambil persentase minimal untuk memenuhi kedua batasan bagi jaringan tetap dan bergerak," ujarnya. Dia mengatakan otoritas pasar modal mengirimkan surat kepada Menkominfo pada 3 Juni 2008. "Saya menunggu surat balasan dari Menkominfo dulu. Baru setelah itu, kami akan menilai harga penawaran tender dan persiapannya berdasarkan penyertaan pendaftaran penawaran tender." Dua pekan Fuad menuturkan penilaian pendaftaran penawaran tender itu akan berlangsung hingga dua pekan ke depan. "Kemudian akan diputuskan apakah otoritas pasar modal akan menerbitkan pernyataan efektif rencana penawaran tender Qtel tersebut atau tidak." Nasser Marafih, CEO Qtel Group, mengungkapkan keyakinannya penawaran tender atas saham publik Indosat bisa berlangsung, karena sudah sejalan dengan revisi Peraturan Bapepam-LK No. IX. H. 1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka yang disahkan 30 Juni 2008. Dia menjelaskan Qtel dan penasihat hukum berupaya untuk memahami peraturan baru yang diterbitkan itu. "Kami akan melakukan hubungan dengan otorita yang relevan demi memastikan bahwa penawaran tender itu sudah mematuhi peraturan baru itu secara mutlak." Qtel, lanjutnya, akan menghormati sepenuhnya apa pun keputusan Mahkamah Agung yang sekarang sedang berjalan atas 40,8% saham Indosat yang dibeli Qtel dari Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd. Penawaran tender diwajibkan bagi pengambilalihan saham perusahaan terbuka atau akuisisi sebesar 50% atau yang memberi kemampuan kendali, secara langsung ataupun tidak langsung, atas pengelolaan dan kebijakan badan usaha yang jadi subjek. Sehari setelah penerbitan peraturan baru Bapepam-LK tersebut pada 1 Juli 2008, Qtel telah menyerahkan pernyataan penawaran tender pada 1 Juli 2008 kepada Bapepam-LK guna dikaji atas rencana penawaran tender menyusul pengambilalihan 40,81% saham Indosat. (21) (sylviana.pravita@[tautan dihapus] roni.yunianto@[tautan dihapus]) Oleh Sylviana Pravita R.K.N. dan Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 07/07/08 00:42 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Strategi peleburan produk prabayar ternyata tidak belum terpikirkan oleh Indosat. Hingga kini kartu Mentari dan IM3 yang mereka miliki memiliki kontribusi yang sama terhadap jumlah pelanggan. "Hingga kini produk-produk kami masih tergolong brand yang kuat di segmennya masing-masing. Pertumbuhannya pelanggannya pun masih signifikan. Bahkan IM3 dan Mentari memiliki kontribusi yang sama dari 97 persen pengguna prabayar Indosat," ujar Group Head Public Relations PT Indosat Adita Irawati. Segmentasi kuat tersebut didapat melalui program marketing Indosat yang konsisten. Misalnya saja penyelenggaraan program marketing IM3 yang selalu melibatkan anak muda dan sekolah sehingga tidak heran jika penggunaan kartu IM3 didominasi oleh anak-anak muda. Tentunya dengan memfokuskan layanan pada SMS murah. Di luar itu, para pengguna cukup menggunakan Mentari yang memberikan layanan menelepon dengan tarif murah. Adita memaparkan bahwa berdasarkan data terakhir yang dimilikinya, Indosat telah meraih sekira 30 juta pelanggan. Dari angka tersebut, sekira 3 persennya merupakan kontribusi dari pelanggan pascabayar Matrix. Selebihnya, sekira 97 persen, merupakan jumlah pengguna prabayar yang dikontribusi dalam jumlah persentase yang hampir sama dari pelanggan Mentari dan IM3. "Sampai sekarang kami belum terpikirkan untuk menggabungkan kedua produk pascabayar kami tersebut," pungkas Adita. -OkeZone- Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 08/07/08 09:37 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Tender offer Indosat secara proporsional JAKARTA: Penawaran tender Qatar Telecom Q.S.C. atas 8% saham PT Indosat Tbk yang dimiliki publik dilaksanakan secara proporsional, mengingat batas maksimal kepemilikan Qtel di Indosat hanya 49% saham. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany mengatakan apabila Menkominfo membatasi kepemilikan asing hanya hingga 49%, itu berarti kewajiban (mandatory) Qtel hanya bisa dilakukan maksimal 49%. "Dengan pembatasan kepemilikan Qtel maksimal 49%, Qtel hanya boleh tender offer sekitar 8%-an," ujar Fuad kepada Bisnis kemarin. Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK M. Noor Rachman mengatakan penawaran tender itu nantinya harus digelar secara proporsional sesuai dengan batasan tersebut. Pembatasan itu, lanjutnya, tidak mengikuti aturan pasar modal dalam Peraturan Bapepam-LK No.IX.H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka yang disahkan pada 30 Juni, melainkan mengikuti aturan pembatasan kepemilikan asing yang lebih tinggi kedudukannya, yaitu peraturan presiden. Berdasarkan peraturan Bapepam-LK itu, penawaran tender diwajibkan bagi pengambilalihan saham perusahaan terbuka atau akuisisi 50% saham atau yang memberi kemampuan kendali, secara langsung ataupun tidak langsung, atas pengelolaan dan kebijakan badan usaha yang jadi subjek. Namun, pembatasan penawaran tender Qtel itu akhirnya dibatasi oleh Perpres No. 111/2007 mengenai Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal yang ditetapkan pada 27 Desember 2007. Batasan kepemilikan asing di penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap maksimal 49%, sedangkan batasan kepemilikan asing di penyelenggaraan jaringan bergerak seperti seluler maksimal 65%. Terkait dengan batasan itu, Menkominfo Mohammad Nuh memutuskan batasan kepemilikan asing Qtel atas saham Indosat adalah 49%. Nuh mengatakan pemerintah tidak memberikan pengecualian (grandfather clause) bagi pembatasan kepemilikan maksimal saham Qtel di Indosat. Tujuan pemerintah mengenakan pembatasan kepemilikan perusahaan telekomunikasi asal Qatar sebesar 49% tersebut adalah untuk memberi ruang pada pertumbuhan telekomunikasi dalam negeri. Grandfather clause tidak bisa diberikan kepada Qtel karena transaksi pengambilalihan saham Indosat terjadi setelah aturan Daftar Negatif Investasi terbit. Grandfather Clause adalah suatu eksepsi yang memungkinkan aturan lama tetap diberlakukan untuk sejumlah situasi atau untuk kasus-kasus yang sudah ada pada saat aturan baru akan diterapkan ke semua situasi pada masa depan. Grandfather diartikan sebagai pengecualian. Dia mengatakan kasus grandfather clause itu hanya berlaku seperti pada kasus PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Hutchison CP Telecom Indonesia, PT Natrindo Telepon Seluler di mana 70%-90% sahamnya dimiliki oleh pemodal asing sebelum berlakunya Daftar Negatif Investasi pada 2007. Pemerintah, lanjutnya, tidak akan mengusik kepastian hukum itu. "Kami memutuskan pada besaran 49% karena dapat memberi peluang pertumbuhan telekomunikasi dalam negeri, itu yang penting." Harga saham emiten berkode ISAT ditutup pada level Rp6.450 pada penutupan perdagangan kemarin, anjlok 0,77% dari penutupan perdagangan 4 Juli 2008, yaitu Rp6.500. (Roni Yunianto) (sylviana.pravita@[tautan dihapus]) Oleh Sylviana Pravita R.K.N. Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 08/07/08 12:59 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Selasa, 08/07/2008 11:45 WIB Dua Investor Dikabarkan Ingin Tender Offer Saham Indosat Indro Bagus SU - detikFinance Jakarta - Selain Qatar Telecom yang akan mengajukan tender offer atas saham publik PT Indosat Tbk sebesar 8,2%, ternyata ada dua investor lagi yang berminat membeli saham Indosat melalui penawaran tender. Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengaku memang mendengar ada rencana dua investor yang ingin membeli saham Indosat lewat tender offer. Tapi Erry mengaku tidak tahu siapa investor tersebut. "Dengar-dengar memang ada yang mau masuk jadi pesaing Qtel, tapi saya belum tahu pastinya. Kan kalau tender offer mengajukannya ke Bapepam bukan ke kita. Tapi saya dengar ada dua perusahaan yang mau ikut tender offer Indosat," kata Erry disela-sela acara listing saham PT Destinasi Tirta Nusantara di gedung BEI, Selasa (8/7/2008). Dalam aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) memang dibolehkan pihak yang telah memiliki saham melakukan penawaran tender. Pemegang saham yang boleh melakukan tender offer adalah yang memiliki minimal 50% saham atau pihak lain yang ingin membeli banyak saham publik di emiten yang bersangkutan. Sementara Qtel melakukan tender offer karena telah membeli 40,8% saham Indosat milik STT. Qtel sebenarnya sudah mengajukan pengumuman tender offer untuk membeli seluruh saham publik. Meski Qtel tidak terkena aturan baru tender offer yang maksimal dilakukan jika membeli 50% saham, karena sudah penawaran tender sudah sebelum revisi aturan tender offer keluar, namun tender offer Qtel dibatasi maksimal memiliki hingga 49%. Hal ini karena aturan tender offer tidak boleh bertentangan dengan aturan lainnya, dimana dalam aturan daftar negatif investasi pihak asing hanya boleh memiliki maksimal 49% saham perusahaan telekomunikasi. Sebelumnya dikabarkan grup Bakrie juga mengincar saham Indosat. Bakrie dikabarkan telah memiliki saham Indosat yang dibeli melalui perusahaan-perusahaan sekuritas. (ir/ddn) Post Extras: 🖨️ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 08/07/08 14:09 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... wow, perlahan-lahan bakrie group mulai merambah dunia GSM Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 08/07/08 17:15 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Utk lumpur Lapindo, ternyata sdh ada "penggantinya" Bakrie... ------- Selasa, 08/07/2008 16:59 WIB Vlociti Siapkan US$ 5,2 M Untuk Bangun PLTP di Lapindo Arfi Bambani Amri - detikFinance Jakarta - Sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) akan dibangun di lokasi semburan lumpur Lapindo. Siapa yang nekat mau membangunnya? Dia adalah Vlociti Holdings Incorporated yang berkedudukan di Houston, AS. Untuk menunjukkan keseriusannya, CEO Vlociti DR Taswin Tarib memberikan presentasinya di depan staf khusus Sekretariat Wapres, di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (8/7/2008). Berdasarkan pencarian detikFinance, Vlociti Holdings Inc merupakan sebuah lembaga bermisi sosial untuk membantu anak-anak, keluarga dan lingkungan di negara berkembang seperti Vietnam, dan Indonesia melalui sejumlah program seperti pendidikan, teknologi dan kesehatan. Taswin yang berbaju necis itu mengaku telah bernegosiasi dengan pemilik teknologi geothermal untuk melaksanakan proyek yang rencananya akan menghasilkan 2.000 MW. "Kami tidak meminta satu garansi dari PLN atau suplemen garansi dari pemerintah untuk proyek ini. Jadi saya sudah ada kesepakatan dengan pemilik teknologi bahwa grup saya nanti yang akan membiayai," kata Taswin yang mengaku bisa berbahasa Inggris, Jerman, Indonesia dan dialek lokal itu. Taswin yang merupakan kelahiran Sumatera Barat, 57 tahu silam ini mengungkapkan, Vlociti telah menyiapkan dana US$ 5,2 miliar untuk proyek yang diharapkan bisa selesai dalam 36 bulan itu. Pemilik teknologi pembangkit geothermal ini adalah Sirex PHS yang berlokasi di Preston, AS dan Turbo Jack yang berpusat di Berlin, Jerman. Untuk dalam negeri, proyek ini rencananya akan diwakili oleh PT Jatayu Sarana Investasi. Bagaimana PLTP dari lumpur Lapindo ini, secara sederhana, seorang mantan kepala unit PLN PJB I Harijono Hirdjosumaryo yang menyertai Taswin memberikan penjelasannya. "Kita memasukkan air ke panas bumi, air menjadi uap. Uap naik ke atas sehingga menjalankan turbin," jelas Harijono. Standardnya, kata dia, tanah digali sedalam 10 mill kebawah tanah untuk mengambil panas alami bumi dengan diameter lubang 12 kaki. Kemudian dinding dilapisi dengan lapisan tahan panas. Namun pada kasus lumpur Lapindo, penggalian mungkin tidak sepanas itu. Taswin yang dalam CV-nya mengaku sebagai Doktor bidang filsafat manajemen ini menjelaskan, pada 15 Agustus, Vlociti dan pemilik teknologi pembangkit akan ke Jakarta membahas kerjasama lebih lanjut dan teknis pembangunannya. Tapi tentunya setelah ada persetuuan pemerintah. (qom/ir) Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 09/07/08 11:49 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Penawaran tandingan bayangi Qtel JAKARTA: Dua pemodal asing dan lokal berminat melaksanakan penawaran tender terhadap 42% saham PT Indosat Tbk yang dimiliki oleh pemegang saham publik, menandingi penawaran tender Qatar Telecom Q.S.C (Qtel). Dirut Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah mengakui mendengar adanya dua pemodal yang berminat menjadi lawan Qtel dalam menguasai saham Indosat milik publik. "Saya dengar ada dua investor, tetapi saya belum tahu secara pasti, karena minat tender offer [penawaran tender] diajukan ke Bapepam-LK bukan ke Bursa Efek Indonesia," tuturnya seusai pencatatan saham PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk, di Jakarta, kemarin. Menurut Erry, jika kedua pemodal itu berminat, penawaran tender tandingan harus segera dilaksanakan. Hal ini mengingat batas waktu pelaksanaan penawaran tender cukup singkat. Namun, dia menolak memerinci lebih jauh. Berdasarkan Peraturan pasar modal IX.H.1. tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, pelaksanaan penawaran tender harus dimulai paling lambat 180 hari sejak pengumuman (akuisisi). Namun, jika waktu pelaksanaan penawaran tender melebihi batas waktu 180 hari, jangka waktu penentuan harga pelaksanaan dapat bergeser mengikuti jangka waktu pelaksanaan tender offer. Dengan adanya penawaran tandingan, saham Indosat akan diperebutkan oleh tiga pihak. Hal tersebut bisa melambungkan harga operator seluler terbesar kedua di Indonesia itu. Kondisi itu seperti pada saham perusahaan pertambangan Australia, Herald Resources Ltd, yang diperebutkan oleh konsorsium PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bumi Resources Tbk. PT Bakrie & Brothers Tbk disebut-sebut berminat terhadap saham Indosat. Bahkan manajemen Bakrie mengakui sedang melirik investasi di sektor seluler (Bisnis, 27 Juni 2008). Direktur & Corporate Secretary Bakrie & Brothers R.A. Sri Dharmayanti pada 2 Juli mengatakan perseroan selalu aktif dalam melihat peluang pada portofolio bisnis di sektor pertambangan, minyak dan gas, infrastruktur, metal, properti, perkebunan, infrastruktur, dan telekomunikasi. Sangat berminat Seorang eksekutif Grup Bakrie mengatakan Bakrie & Brothers sangat berminat memiliki Indosat. "Tapi bagaimana caranya? Mereka (Qtel) sudah menguasai 40,81% saham Indosat." Seorang manajer investasi menjelaskan selain Bakrie, peminat tender offer tandingan lainnya adalah Altimo, raksasa perusahaan investasi di sektor telekomunikasi dari Rusia. "Bakrie & Brothers harus mengakuisisi operator seluler kalau ingin membesarkan Bakrie Telecom. Tidak ada cara lain kecuali membeli perusahaan seluler terbesar kedua itu," ujar manajer investasi itu. Namun, Direktur Regional Asia Tengah dan Tenggara Altimo Soeharto mengatakan belum mengetahui hal itu. "Saya tidak bisa berkomentar soal itu." Penawaran tandingan, seperti pengalaman Herald, memang belum pernah terjadi di Indonesia, tetapi Peraturan IX.H.1 memungkinkan membuka peluang semacam itu. Dalam lampiran penjelasan peraturan itu nomor 2.b.3. disebutkan pengendali baru pada suatu perusahaan terbuka wajib melakukan penawaran tender untuk seluruh sisa saham kecuali saham yang dimiliki pihak lain, yang pada saat bersamaan juga melakukan penawaran tender atas saham yang sama. Harga saham Indosat kemarin ditutup menurun Rp100 atau 1,54% ke level Rp6.400. Harga saham berkode ISAT itu terdiskon lebih dari 12% dari harga akuisisi Qtel Rp7.300 per saham. Qtel menyatakan akan menggelar penawaran tender terhadap sisa saham publik setelah mengakuisisi 40,81% saham Indosat yang dimiliki oleh Asia Mobile Holding Pte Ltd senilai US$1,8 miliar atau setara Rp16,56 triliun (asumsi US$1=Rp9.200) pada 22 Juni. Namun, dengan adanya keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika yang mengacu pada Perpres No. 111/2007 mengenai Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal, Qtel hanya boleh memiliki hingga 49% saham Indosat. (Abraham Runga) (pudji.lestari@[tautan dihapus] Oleh Pudji Lestari & Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| kesetrum (Penasihat) 09/07/08 13:41 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Lebih seneng kalo Indosat dibeli sama Bakrie. Pengusaha lokal. Daripada dibeli juragan-juragan Arab yg biasanya kagak tahu apa-apa (kebanyakan duit) kali? Post Extras: 🖨️ Cetak |
| adiajack (Penasihat) 10/07/08 08:40 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Biasanya kalo dptnya lokal ya...kualitas yg didpt jg lokal. Tau sendiri lah, kualitas lokal tuh kayak apa? Nie cerita lain, Bos temenku usaha sapu, dia lbh suka impor bahan baku dr china, krn selain lbh murah, stock terjamin, jg rejectnya lbh sedikit. Tp ini hanya satu cerita aja, jgn disama-ratakan. Hehehe..tp keliatannya cerita begini sdh umum di hampir semua produk di Indon ngkali yach..... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 10/07/08 10:40 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Intinya sbnernya klo yg beli Bakrie ato QTEL sama sj, intinya klo QTEL ga bisa jadi mayoritas, dia bisa pake nama Bakrie untuk beli Indosat, padahal duitnya tetap dari QTEL... Ato bikin "vehicle company" kayak waktu STT beli Indosat dulu... Tambah hancur... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| erwin101010 (Penasihat) 14/07/08 18:07 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... PT Indosat Tbk segera menggelar RUPSLB terkait rencana perubahan susunan direksi dan komisaris pasca perubahan pemegang saham pengendali setelah masuknya Qatar Telecom. "RUPS Luar Biasa mengenai perubahan susunan direksi dan komisaris akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat," ujar Direktur Utama ISAT, Johny Swandi Sjam, usai RUPSLB di gedung Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (14/7/2008). Agenda perubahan susunan direksi dan komisaris tersebut terkait masuknya Qatar Telecom (Qtel) ke induk usaha Indosat. Qtel mengambilalih 100% saham Indonesia Communications Limited (ICL) yang menguasai 40,8% saham Indosat. "ICL telah mengirimkan surat pada kami. Mereka meminta agar Indosat segera melakukan perubahan direksi dan komisaris terkait perubahan pemegang saham pengendali," ujar Johny. Sayangnya Johny enggan membeberkan jadwal RUPSLB yang akan diadakan perseroan. Namun menurut kabar yang beredar di bursa, RUPSLB akan dilakukan pada Agustus mendatang. "Ya tentunya kami harus memenuhi beberapa persyaratan untuk bisa mengadakan RUPSLB. Tapi yang pasti secepatnya," elak Johny. Johny juga enggan berkomentar soal kabar masuknya dua perusahaan pesaing Qtel dalam rencana tender offer nanti. "Kami kurang tahu mengenai hal itu. Karena perubahan pemegang saham pengendali terjadi di tingkat induk perseroan. Jadi kabar-kabar terbaru tentang tender offer kami juga belum tahu," jelasnya. Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Erry Firmansyah mengakui kebenaran kabar tersebut. Namun ia juga menyatakan tidak tahu menahu perusahaan apa saja yang hendak masuk dalam tender offer Indosat. Sementara kabar yang santer dua perusahaan tersebut adalah dari grup Bakrie dan Altimo. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 18/07/08 13:49 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Jumat, 18/07/2008 12:52 WIB Bapepam Kaji Rencana Bakrie dan Gobel Masuk Indosat Indro Bagus SU - detikFinance Padang - Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) masih mengkaji rencana tender offer saham PT Indosat Tbk (ISAT) oleh grup Bakrie dan Rachmat Gobel, selain tender offer utama oleh Qatar Telecom (Qtel). "Rachmat Gobel dan grup Bakrie kan berencana mengadakan voluntary tender offer atas Indosat, perusahaan yang rencananya akan ditender offer oleh Qtel. Hal ini masih kami bicarakan. Sebab, kami masih membicarakan peraturan mengenai hal ini," jelas Kabiro Penilaian Perusahaan Sektor Riil Bapepam, Nurhaida dalam dialog dengan Media di Hotel Bumiminang, Padang, Sumatera Barat, Jumat (18/7/2008). Hingga saat ini Bapepam belum dapat memberikan pernyataan efektif tender offer baik oleh Qtel, Rachmat Gobel maupun grup Bakrie. "Agak lambatnya pernyataan efektif tender offer Indosat oleh Qtel karena ada beberapa hal yang harus dikonfirmasi terlebih dahulu," ujar Nurhaida. Menurut Nurhaida, belum dikeluarkannya pernyataan efektif tersebut karena Bapepam harus melakukan klarifikasi dan konfirmasi terlebih dahulu dengan lembaga terkait. "Masalah tender offer Qtel atas ISAT harus diklarifikasi dulu ke institusi lain yang juga mengatur tentang industri telekomunikasi di Indonesia. Dalam hal ini Depkominfo," ujar Nurhaida. Tujuannya adalah agar nantinya tidak terjadi benturan peraturan setelah efektif dikeluarkan oleh Bapepam. "Depkominfo memiliki beberapa peraturan yang khusus mengatur industri ini, sehingga kami harus melakukan konsolidasi terlebih dahulu," ujarnya. Qtel telah mengumumkan rencana tender offer saham Indosat yang dimiliki publik setelah berhasil mengambilalih 40,8% saham Indosat dari STT. Karena terbentur aturan daftar negatif investasi untuk perusahaan telekomunikasi, Qtel hanya bisa menguasai 49% saham Indosat. Sehingga saham publik yang akan dibeli tinggal 8,2%. Belakangan Qtel melakukan aliansi strategis dengan Rachmat Gobel namun tidak dijelaskan bentuknya seperti apa. Rachmat Gobel akan memberikan panduan ke Qtel atas investasinya di Indosat. (dro/ir) Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 19/07/08 08:26 | 😐 Re: Surprise!! Indosat telah berganti kepemilikannya.... Qtel-Gobel kuasai 51% Indosat JAKARTA: Kongsi Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) dan Rachmat Gobel menjadi pemegang saham pada PT Indosat Tbk merupakan strategi agar bisa menguasai 51% saham operator seluler terbesar kedua di Indonesia itu. Seorang manajer investasi yang mendengar informasi itu mengatakan tanpa menggandeng mitra lokal, Qtel hanya bisa menguasai 49% saham Indosat, setelah perusahaan itu melaksanakan penawaran tender maksimal 8,2% saham. Qtel diperbolehkan memiliki maksimal 49% saham Indosat. Hal ini karena terbentur Peraturan Pemerintah No. 111/2007 tentang daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal yang ditetapkan pada 27 Desember 2007. Bagian C tentang kepemilikan modal No. 44 di Perpres itu disebutkan bahwa batasan kepemilikan asing pada penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap maksimal 49%. Qtel terbentur peraturan kepemilikan maksimal 49% saham, karena Indosat juga menjadi operator fixed wireless. "Rachmat Gobel merupakan mitra lokal yang tidak terlalu high profile, sehingga layak untuk diajak berkongsi dengan Qtel. Kalau mitra lokalnya high profile, kerja sama itu justru tidak meredam polemik," tuturnya kepada Bisnis di Jakarta kemarin. Eksekutif yang dekat Qtel lainnya menuturkan Rachmat dipandang layak menjadi mitra strategis operator seluler dari Qatar itu sehubungan dengan kerja sama jangka panjang dengan raksasa elektronik Jepang, Grup Matsushita. Selain itu, posisi strategis yang dijabat oleh Rachmat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan Komite Olimpiade Indonesia juga menjadi pertimbangan Qtel atas keputusan tersebut. "Pembagian keuntungan atas investasi itu kini tidak bisa dijelaskan," ujar eksekutif itu. Rachmat, lanjutnya, diharapkan dapat memberikan dukungan dan panduan kepada Qtel menyangkut investasi 40,8% saham Indosat. Qtel juga akan menggelar penawaran tender dalam waktu dekat, setelah akuisisi saham Indosat itu. Menurut eksekutif lainnya, kongsi kepemilikan saham itu lewat perusahaan milik Rachmat, yaitu Jasmine International. "Jasmine International adalah perusahaan milik Rahmat Gobel yang akan berbagi keuntungan jika ada kenaikan nilai investasi Qtel di Indosat. Ini adalah perjanjian bisnis antarkedua perusahaan," ujarnya kemarin. Jasmine International merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis konsultasi manajemen dan pengembangan telekomunikasi di Thailand. Namun, eksekutif itu tidak bersedia mengungkapkan porsi kepemilikan Rachmat, Preskom PT Panasonic Gobel Indonesia, dan Qtel di Indosat dan nilai investasinya. Qtel baru saja merampungkan akuisisi 40,81% saham Indosat dari Asia Mobile Holdings. "Kami dan Pak Rachmat Gobel sepakat tidak menyebutkan angka dalam transaksi ini. Yang jelas, bagi Qtel ini bukan transaksi material," ungkapnya. Analis saham PT Optima Securities Ikhsan Binarto juga mengatakan hal senada. Qtel menggandeng Rachmat untuk memperoleh saham mayoritas pada Indosat menjadi 51%. "Pak Rachmat Gobel masuk ke Indosat melalui kepemilikan saham di luar 40,81% saham Qtel, sehingga Qtel bisa memiliki 51% dari maksimal 49% kepemilikan di Indosat. Cukup dengan 2%," tuturnya. Selain Qtel, Grup Bakrie & Brothers dan raksasa perusahaan investasi dari Rusia, Altimo, dikabarkan berminat masuk Indosat. Kedua perusahaan itu dikabarkan segera menggelar penawaran tender tandingan. Penawaran tandingan Manajer investasi itu menjelaskan Grup Bakrie & Brothers dalam waktu dekat kemungkinan besar melaksanakan penawaran tender tandingan terhadap saham Indosat. Chairperson Qtel Sheikh Abdullah Al Thani ketika dikonfirmasi mengatakan perusahaannya gembira membentuk hubungan strategis dengan Gobel dan mengembangkan investasi bersama. "Kami ingin memperoleh bimbingan mengenai sejumlah masalah yang berkaitan dengan investasi kami di Indosat, sekarang dan di masa depan," ujar Al Thani. Rachmat Gobel berharap kerja sama dengan Qtel akan mendorong masuknya investasi dari Timur Tengah yang selama ini lebih banyak mengalir ke Malaysia. "Kekuatan operasional Qtel dan rencananya untuk masa depan menjamin wibawa Indosat di pasar tumbuh dan mencapai potensi penuh. Saya yakin investasi di Indosat menguntungkan bagi para nasabah, karyawan, investor, dan bagi Indonesia," katanya. CEO Qtel Grup Nasser Marafih menambahkan perusahaan itu menantikan kerja sama yang erat dengan Rachmat untuk menjawab sejumlah tantangan di Indonesia. Kerja sama Qtel dan Gobel diharapkan dapat membantu menangani tantangan sektor telekomunikasi di Indonesia. Dirut Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany mengakui belum mengetahui partisipasi Rachmat dalam kepemilikan saham Indosat. Harga saham emiten berkode ISAT ini ditutup pada level Rp6.650, turun 1,48% dibandingkan dengan harga penutupan pada perdagangan 15 Juli 2008. Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar Indosat mencapai Rp36,13 triliun. (sylviana.pravita@[tautan dihapus] Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi