| EnWui (Penasihat) 10/03/08 12:41 | π Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Beberapa hari lalu, Herry SW, pemerhati telekomunikasi dari Surabaya, meneruskan sejumlah komentar pengguna layanan selular yang diposting melalui blog-nya. Herry menampung komentar pengguna atas tarif baru XL bebas yang Rp 0,0000...1/dtk, yang diluncurkan sejak 5 Maret lalu. Yang justru menarik disimak adalah uneg-uneg sejumlah pengguna layanan paska bayar, yang terkesan selama ini merasa dianaktirikan. Kebetulan Sabtu malam lalu, saat kondangan pengantin anak Pak Cahjana, Direktur Jenderal Telematika Depkominfo, di Bandung, aku bersua dengan Pak Hermawan Kartajaya (HK), dan sempat ngobrol ihwal topik di atas. Kebetulan pula, kami sama-sama melanggani layanan pasca bayar beberapa operator selular. Obrolan jadi makin seru karena kami tak cuma berdiskusi sebagai pelanggan tapi juga sesama peminat marketing. Sebagai pelanggan, para pengguna pasca bayar yang membayar tagihan rata-rata di atas Rp 1 juta saat ini memang tak lagi dianggap kalangan premium. Nasibnya sudah sama dengan pelanggan yang mengejar tarif murah: di mana saat mau menelepon belum tentu dapat sinyal. Saat sudah nyambung pun, teleponnya sering tiba-tiba terputus. Dan, saat ada masalah, petugas layanan pelanggannya makin susah dihubungi. Pokoknya, kalau malam teleponku ini mandul, gak iso gae nelpon, ujar Adiana, seorang pemimpin cabang sebuah bank di Jawa Timur yang setiap bulan tagihan pasca bayarnya tak kurang dari Rp 2 juta. Padahal dia sudah berlangganan sejak 1999, dan selama ini cukup puas dengan layanan yang ada. Mencermati perang tarif yang kini gencar dilakukan sejumlah operator selular, HK berujar, Promo prabayar yang gila-gilaan mungkin mampu mengundang crowd pelanggan baru prabayar dalam waktu singkat. Jumlah pelanggan bisa jadi menggelembung. Tapi, itu bukan jenis pelanggan yang bisa diloyalkan lho untuk jadi pelanggan jangka panjang. Menurut HK, promo yang ada sekarang ini sama halnya mengejar segmen "atlet". Lho? Maksudnya pelari. Artinya, karakter segmen ini adalah begitu ada operator lain menawarkan promo yang dianggap lebih murah, segmen akan lari dengan cepat ke sana. Dan operator tidak akan sanggup berlari lebih cepat dibanding pelanggan "atlet" ini. Kenapa pra bayar yang digarap habis-habisan? Bagaimanapun, kalau dilihat portofolio para operator saat ini, jumlah pelanggan masih didominasi segmen pra bayar (lebih dari 95 persen). Secara kuantitas, mengejar yang dominan dan memberikan pendapatan (cash in) di depan merupakan prioritas bagi para operator. Namun, secara jangka panjang, menahan pelanggan atlet untuk menjadi pelanggan loyal dan menjadi pengisi tetap pundi-pundi operator juga bukanlah hal yang mudah. Situasi ini berbeda dengan pelanggan pasca bayar setidaknya dari yang terlihat. Meski tanpa iming-iming penurunan tarif, pemberian hadiah maupun reward, mereka tetap setia dan tidak berlari. Rasanya, sudah saatnya operator berpikir keras menambah manfaat bagi produk pasca bayar, sehingga pelanggan pra bayar mau masuk ke situ. Karena, jika diibaratkan operator itu adalah seorang pemburu, janganlah berharap mendapatkan 7 burung yang ada di pohon, sementara 1 burung yang sudah ada di tangan justru lepas (atau dilepaskan). Bagaimana menurut Anda? Ventura Elisawati dikutip dari [tautan dihapus] Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 12/03/08 11:24 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Telkomsel Siapkan Promo untuk Pascabayarβ Koran Tempo, edisi Rabu, 12 Maret 2008 JAKARTA PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyatakan tak menganaktirikan pelanggan "pascabayar". "Kami juga memberikan promo ke pascabayar," kata Vice President Marketing PT Telkomsel Hendri Mulya Sjam seusai acara promo "Kartu As Diskon 60 Persen" kemarin di Wisma Mulia, Jakarta. Ia pun mengungkapkan bukti bahwa tak melupakan para pelanggan pascabayar yang loyal itu. Menurut Hendri, Telkomsel memberikan 20 menit gratis per bulan bagi pelanggan pascabayar yang telah bergabung selama setahun dan 30 menit gratis per bulan bagi yang telah bergabung selama lima tahun. Bahkan bulan depan Telkomsel memberikan layanan promosi untuk mereka. "Tunggu saja," ujarnya. Menurut Hendri, pelanggan pascabayar Telkomsel mencapai 2 juta orang. Berbeda dengan PT Indosat Tbk., yang akan menurunkan tarif karena mereka adalah pelanggan yang loyal. Meski, kata Division Head Public Relations Indosat Adita Irawati, jumlah pelanggan pascabayar Indosat sekitar 5 persen dari total jumlah pelanggan. "Rata-rata penggunaan Rp 150 ribu per orang per bulan," ucapnya (Koran Tempo, 11 Maret). Mereka menanggapi kritik anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, Heru Sutadi, yang mempersoalkan perbedaan tarif dan perlakuan antara konsumen "prabayar" dan pascabayar. Operator dinilai hanya memperhatikan pelanggan prabayar. Padahal pelanggan pascabayar adalah pelanggan loyal dan tersandera dengan nomor yang tak bisa dipindah ke operator lain. Dan tak ada aturan tarif pascabayar harus lebih mahal dibanding prabayar. Namun, yang terjadi tak ada perubahan tarif pada pascabayar. Persaingan hanya di prabayar sehingga pelanggan pascabayar tak mendapat insentif. "Seharusnya tarif pascabayar lebih murah." General Manager Corporate Communication PT Excelcomindo Pratama (XL) Myra Junor mengakui pelanggan prabayar lebih gencar diberikan promosi karena jumlah mereka hampir 95 persen dari total pelanggan XL. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| wenang_d (Pendatang Baru) 12/03/08 12:12 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Setuju..... Saya pelanggan kartu halo yg tersandera karena nomor saya sudah diketahui oleh banyak orang. Dulu pakai simpati, lalu migrasi ke halo karena mendapatkan tarif yang lebih murah. Saya menyesal kenapa pindah ke halo kalau akhirnya begini. Mau untung malah buntung. Kemarin saya dapat SMS kalau dapat gratis bicara selama 8 menit untuk dipakai pada tanggal 9 Maret yang notabene adalah hari minggu. Siapa yang mau saya hubungi??? Karena nomor hanya dipakai utk bisnis. Jadi gratisannya sama sekali tidak terpakai. MEMANG NO PASCABAYAR SAMA DENGAN ANAK TIRI!!!!! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| iwan06 (Penasihat) 12/03/08 16:00 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar hari ini Telkomsel kirim sms pemberitahuan lagi: gratis 8 menit percakapan sesama Telkomsel utk tgl 14/3/08 apa ini gara2 kritik dari BRTI?? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rdz (Penasihat) 12/03/08 18:09 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Yang penting prabayar kagak boleh lebih murah dari pasca bayar. Kalau prabayar ada promosi sehingga bisa lebih murah dari pasca bayar, maka pasca bayar harus disesuaikan paling tidak sama dengan yg prabayar Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| craby_patty (Penasihat) 12/03/08 18:41 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Apa betul ada dikasih gratis telp selama 8 menit ato cuma sms buat nyenengin hati pelanggan aja,biar kartu halonya ga dianggap anak tiri,jangan2 gratisan itu ujung2nya malah bayar,kan kadang2 kita ga terlalu peduli ma hal kecil kaya gini,terus berapa pelanggan seh yang tiep bulan ngecek call record yang dikirim ma tagihan Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| liat2aja (Penasihat) 12/03/08 22:07 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar kalau saya dapatnya hari Jumat ini. Minggu lalu dapatnya hari Sabtu. Ya lumayan d, dapet 8 menit tiap minggunya Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Marko_Ramius (Penasihat) 13/03/08 10:41 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Saya pengguna matrix dari th 97. Pernah ikut grup diskusi yg diadakan Indosat grup. Yg datang ada yg pake Im3 dan Matrix-Mentari.. rata2 dari pemakai pasca bayar dan pengguna komplain pada layanan... yg CS nya, call drop, layanan pemakaian di luar negeri dll. Hanya beberapa yg mempermasalahkan tarif. Dari situ, saya melihat, mungkin operator (dlm hal ini Indosat ya) melihat, pemakai pasca bayar yg tagihannya bisa di atas 500rb tidak terlalu mempermasalahkan tarif (gak terasa kali ya...). Dan nomer bagi pebisnis itu penting sekali, akan sangat merepotkan, bila harus berganti2 nomer krn godaan tarif murah. Contoh nya bos di kantor saya, gak tergoda sedikitpun dengan tarif, atau bahkan dengan tarif CDMA... repot alasannya. Jadi mau telp ke nomer apapun ya pake no matrix... keluhannya cuma satu, kalau call drop atau gak ada sinyal.. udah gitu aja. Tarif? gak kepikiran tuh.. Selain itu fakta nya jelas, populasi pasca bayar hanya < 10% pengguna layanan operator, bahkan 5% nya !! Jelas pelanggan pasca bayar gak punya 'gigi' untuk minta ini minta itu.. Saya skrg pegang Matrix - Xplore Corp (hanya untuk GPRS nya) - Flexy Trendi (hanya untuk telp no rumah) dan Axis (lg nyoba,kalau bener2 murah sy pake untuk gprs dan sms an) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| lando11 (Penasihat) 13/03/08 10:50 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar yg pake postpaid doank (1 nomor) biasanya ga tau tarif. hampir semuanya begitu. gw pernah tanya2. teman, orang tua, kerabat, semua yg memakai 1 nomor postpaid ga tau soal tarif. makanya operator ga peduli. mau murah apa mahal, toh mereka tetap pake. dan rincian tagihan toh ga bakal di cek satu per satu. saya yg pake xplor dan tagihan bulanannya selalu sedikit aja malas banget cek Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ILCapitano (Penasihat) 13/03/08 11:00 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Quote: Marko_Ramius said: Dari situ, saya melihat, mungkin operator (dlm hal ini Indosat ya) melihat, pemakai pasca bayar yg tagihannya bisa di atas 500rb tidak terlalu mempermasalahkan tarif (gak terasa kali ya...). Dan nomer bagi pebisnis itu penting sekali, akan sangat merepotkan, bila harus berganti2 nomer krn godaan tarif murah. kalo dulu hanya orang2 yang punya slip gaji yang bisa apply pasca bayar halo dan matrix (sebelum xplor itu ada). bahkan aktifnya bisa 1 mingguan. tapi sekarang? bisa dengan mudahnya apply pasca bayar. hanya dengan KTP. yang pake pasca juga mulai banyak orang2 yg peduli tarif. sekarang yang tagihan pasca bayarnya dibawah 50ribu itu banyak lho. dibawah tahun 2003 - 2004 gitu jarang sekali yang tagihan pascanya 50ribu ke bawah, malah kayaknya ga ada, waktu itu masi belon ada bebas adonemen ya? jadi segmentasi pasca bayar agak sedikit bergeser juga. makanya banyak yg complaint murahnya tarif prabayar. CMIIW Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 13/03/08 13:34 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Kamis, 13/03/2008 12:48 WIB Pascabayar Dianaktirikan, Operator 'Kekanak-kanakan' Dewi Widya Ningrum - detikinet Jakarta - Operator telah terjebak perang tarif. Iklan tarif seluler murah bertebaran di penjuru jalanan di ibukota dan daerah. Puluhan juta bahkan miliaran Rupiah digelontorkan operator demi memasarkan produk prabayar mereka. Bagaimana dengan kualitas layanan? Beberapa pengguna seluler mulai menyuarakan uneg-uneg mereka lewat detikINET. Meski tarif telepon seluler prabayar sudah mulai murah, operator diharapkan tetap memperhatikan kualitas layanan. Pembaca detikINET, Khalid Mustafa, berpendapat bahwa operator seharusnya bersaing dalam hal kualitas pelayanan, bukan di sisi tarif. Menurutnya, percuma operator bersaing dengan tarif jika pelayanan malah memburuk. Khalid dan beberapa temannya mengeluhkan bahwa sejak operator ramai menggencarkan promosi tarif murah, pelanggan makin sulit untuk menelepon. "Bahkan baru menelepon beberapa menit sudah putus, dan mau menelepon lagi sulit masuknya," tukasnya kepada detikINET. Khalid menilai sikap operator dalam memasang iklan seperti kekanak-kanakan. "Baru saja mempromosikan tarif Rp 0,1/detik, muncul tarif promosi Rp 0,01/detik, lalu muncul lagi tarif promo Rp 0,[nomor disembunyikan]/detik. Itu sama seperti kelakukan anak-anak saat pamer mainan. Saya punya mainan bagus, eh saya punya yang lebih bagus lagi," ujarnya. Iklan yang dipajang operator, menurut Khalid, membuat konsumen berpikir seperti anak-anak karena operator sendiri melakukan persaingan seperti anak-anak. Pembaca lainnya bernama Dewono Siswardiyanto, yang mengaku menggunakan layanan pascabayar, mengeluhkan hal senada. Ia mempertanyakan 'perlakuan' operator terhadap pelanggan pascabayar. Menurutnya, sejak operator gencar mempromosikan tarif prabayar, layanan pascabayar seolah dianaktirikan. Paket yang ditawarkan operator untuk pelanggan pascabayar tidak semenarik prabayar. Padahal pengguna pascabayar adalah pelanggan loyal yang menurutnya juga harus diberikan layanan yang baik juga. ( dwn / dwn ) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| siryosaeba (Penasihat) 13/03/08 13:52 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Pendapat saya pribadi, Yg merasa anak tiri...semestinya tidak datang dari pelanggan Xplor, tapi kemungkinan dari Matrix dan Halo. Kenapa ? Karena pelanggan Xplor itu memakai pasca bayar atas pilihannya sendiri kok..... Padahal setau saya untuk migrasi dari Bebas ke Xplor dan sebaliknya tidak terlampau ribet (tolong koreksi kalo sekarang sudah berubah). Jadi kalo gak puas sama Xplor tinggal pindah ke Bebas......Kecuali orang tsb memang tidak mau berubah dari Xplor karena berbagai alasan, salah satunya adalah Xplor memberikan kemudahan dalam akses GPRS / 3G dengan tarif yg lebih murah ketimbang Bebas / Jempol dengan resiko tarif yg lebih 'mahal' ketimbang Prabayar. Kalo ada petinggi XL di sini, mungkin yg perlu dipertimbangkan adalah dalam memberikan waktu promo, apakah mungkin pemakai Xplor yang membayar tarif lebih mahal seharusnya tidak boleh diganggu dengan penuruan kualitas jaringan akibat tarif promo Bebas. Saya terus terang kurang ngerti teknisnya....kalo bisa lebih bagus.. Seperti yg rekan2 bilang, kadang orang2 yg pake pascabayar....tidak terlalu terpengaruh dengan tarif, tapi mereka juga tidak mau diganggu dengan trouble jaringan, lagi telpon enak2 tiba2 putus karena jaringan drop dsb.... Saya yakin apabila saat ini pelanggan Xplor yang memang jeli dengan tarif murah...sudah banyak yg mengconvert ke Bebas.... Salam dari, - Pelanggan Jempol yg akhirnya pindah ke Bebas gara2 tarif promo mulu... - Xplor sekarang 100% digunakan untuk akses data.. 3G doang. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| oelin (Penasihat) 13/03/08 14:03 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Quote: iwan06 said: hari ini Telkomsel kirim sms pemberitahuan lagi: gratis 8 menit percakapan sesama Telkomsel utk tgl 14/3/08 Aku dapet 15 menit ! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| mckampret (Penasihat) 13/03/08 15:16 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Sebagai pemakai kartu halo hati gw rasanya teriris-iris saat melihat promonya simpati, yg laen pada turun tariff kenapa halo kaga? Pelanggan pasca kaya kebo yg dicocok idungnye Mencret dah nih lama-lama Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| iwan06 (Penasihat) 13/03/08 15:58 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar promo bulan bonus halo: [tautan dihapus] masih jauh nich kalo dibandingin sama tarif Simpati Pede Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| fishbed (Penasihat) 13/03/08 18:20 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar telkomsel pelit amat cuman ngasih gratis 8 menit. saya di sumatera pake XL cuman Rp 300 dari jam 11 malam sampe jam 11 pagi. paling enggak drap call kalo udah 1 jam. lumayanlah 1 jam Rp 300. lah telkomsel?? cuman 8 menit kok digembar gemborkan. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| lando11 (Penasihat) 13/03/08 18:26 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar hehe. tsel kan emang klo kasi promo selalu setengah2 Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Gozain (Pendatang Baru) 14/03/08 09:17 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Komentar apa lagi ya? Apa sih yang murah di Indonesia? Gw pake kartu "halo". Bener, kadang-kadang nyebelin. Kalo selama ini pake terus, itu lebih karena semacam butuh untuk "personal guarrantee". lebih dari itu... emang gw doyan ngutang. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| chinx (Penasihat) 14/03/08 16:03 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar Quote: San said: kalo gak salah, Ventura Elisawati yg om Enwui kutip tulisannya, adalah Marketing Corporate-nya XL ya? Ataukah sudah mantan? ya GM nya tue... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| chinx (Penasihat) 14/03/08 16:03 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar blog nya harry sw: [tautan dihapus] Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Kobochan80 (Penasihat) 14/03/08 16:47 | π Re: Anak Tiri Bernama Pelanggan Pasca Bayar pra bayar : Sekarang kualitas voice simpati to simpati jelek!!! mungkin lebih bagus kualitas voice kartu halo. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi