| juanchristie (Anggota) 09/07/09 16:36 | π RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Bro & Sis, Berita berikut saya kutip dari vivanews. Akhirnya RIM memutuskan buka SC di Indonesia, semoga berdampak positif buat mereka yang sudah punya atau yang masih nabung seperti saya Ini kutipan berita aslinya : RIM Finally To Open Service Centers Of BlackBerry Smartphone In Indonesia Good news comes for users of BlackBerry SmartPhone handsets in Indonesia. Research In Motion, the manufacturer of the smart phone is ready to open official repair facilities and service Center of BlackBerry products in Indonesia. "RIM is currently in the process of preparation to open the official repair facility in Indonesia that will soon be opened in the near future," RIM said in a press release as quoted by VIVAnews on 8 July 2009. "The repair facility will expand the ability of RIM's after-sales service that currently owned to support the BlackBerry smartphone sales growth by RIM partners in Indonesia." This Canada-based Vendor is very pleased with the positive responses to the BlackBerry products and services in Indonesia. RIM also will continue its investment in Indonesia to support its partners and customers that the number are increasing quite rapidly. In addition, RIM is also optimistic with the future of the smartphone market in Indonesia and will continue to work together with government to meet all the conditions and regulations that applies in this one of the most optimistic market in Asia. Previously, Indonesian government halts Blackberry newest product sales because RIM does not have any After Sales Service Center in Indonesia. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| devender (Penasihat) 09/07/09 17:39 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) akirnyaa..bisa tenang deh yg make BB Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Mbrekekele (Penasihat) 09/07/09 18:06 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Teng ning nong.. Akhirnya datang jugaaa.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| fendy_doy (Penasihat) 09/07/09 19:37 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Akhirnya Buka Juga..hehehe. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| cyberman88 (Penasihat) 09/07/09 20:24 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) selamat ya.. akhirnya dibuka juga di indo.. iya lah wajib buka,indonesia konsumen blackberry yang cukup besar kok.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| inspirasikusatu (Penasihat) 10/07/09 06:18 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) semoga Surabaya dan daerah timurnya sampai Bali dibangun pusat layanan perbaikan resmi HH BB -- Posted from my Symbian Device Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 10/07/09 14:16 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Jumat, 10/07/2009 13:59 WIB Pemerintah Tagih Bukti Konkret Purna Jual BlackBerry Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - Setelah diberi ultimatum oleh pemerintah, Research in Motion (RIM) boleh saja berjanji akan membangun pusat layanan purna jual (after sales service) BlackBerry di Indonesia. Namun masalahnya, kapan? Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika, Gatot S Dewa Broto menyampaikan apresiasinya terhadap respon positif RIM dalam kasus ini. Namun sebagai juru bicara perwakilan pemerintah, ia mesti memastikan apa yang dijanjikan RIM konkret adanya. "Kami masih punya tiga pertanyaan buat mereka. Salah satunya, kapan? RIM belum pernah sekalipun menyebut kapan realisasi pembangunan purnajual produknya di Indonesia, baik lisan maupun tertulis," ungkap Gatot pada detikINET, Jumat (10/7/2009). Perwakilan RIM dari Asia Pasifik beserta Atase Perdagangan Kedubes Kanada, beberapa waktu lalu sempat menemui perwakilan pemerintah Indonesia yang dipimpin Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar. Pertemuan itu sejatinya hendak membahas masalah keluhan pelanggan. Namun RIM yang kerap memuji Indonesia sebagai negara yang sangat baik pertumbuhan industri telekomunikasinya, melulu hanya membicarakan skema bisnisnya saja bersama mitra operator lokal. RIM boleh saja berkilah bahwa produk BlackBerry yang diakui keberadaannya hanya yang melalui jalur distribusi mitra operator. Namun Basuki bersikeras, semua BlackBerry yang masuk ke Indonesia tetap produk RIM yang harus dipertanggungjawabkan layanan purnajualnya. Bisa dibilang, pertemuan sore itu tak membuat kubu RIM dan Kanada puas. Gatot dan Basuki sempat melihat raut kekecewaan yang terpancar di wajah perwakilan perusahaan asal Kanada itu. Salah satu di antara mereka sempat berpesan pada Basuki. "Tolong masalah ini jangan sampai bocor ke media." Hal yang langsung ditolak oleh Basuki. "Tidak bisa. Negara kami punya kebebasan mengeluarkan pendapat. We all have freedom of speech in Indonesia," sergah sang dirjen. RIM yang tak bisa berbuat apa-apa segera beranjak pergi. Beberapa hari berselang, detikINET pun menerima pernyataan resmi dari RIM mengenai komitmen untuk tetap berbisnis di Indonesia. Salah satunya dengan rencana membangun purnajual. "Namun RIM belum pernah menyebutkan kapan realisasi pembangunannya," kata Gatot. Pemerintah sendiri telah memberi tenggat waktu 15 hari kalender setelah menerbitkan surat edara tertanggal 1 Juli 2009 kepad seluruh mitra operator dan importir paralel untuk menghentikan distribusi BlackBerry di Indonesia. Surat yang pastinya juga diterima oleh RIM ditembuskan kepada Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan Dalam dan Luar Negeri. Gatot juga mempertanyakan, format layanan purnajualnya seperti apa. "Apa sekadar representatif office, atau memperbesar yang ada di operator eksisting." RIM pun diminta menerjemahkan keinginan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri No. 29/2008, bahwa purna jual yang dimaksud adalah layanan purna jual yang independen, tidak berafiliasi dengan operator. Sebelum RIM membangun purnajualnya tanggal 15 Juli, sertifikat A miliknya dibekukan. Otomatis, pemegang sertifikat B seperti operator dan importir paralel, tak bisa memenuhi permintaan pelanggan akan produk BlackBerry. Baik itu produk baru atau lama. Nilai kerugian yang ditaksir operator dalam hal ini sebesar US$ 6,8 juta per bulan. Kerugian tersebut datang dari estimasi tiap operator yang memasarkan 3000 unit handset tiap bulan, di mana satu unitnya berkisar US$ 600. Dengan terhentinya pasokan barang dari RIM, otomatis, operator penyedia layanan hanya akan saling rebut pelanggan eksisting operator lain untuk ditarik jadi pelanggannya. Bisa dibilang yang paling merana dengan kondisi ini adalah Natrindo Telepon Seluler (Axis). Sebagai mitra baru RIM yang belum kebagian pasokan BlackBerry, operator ini sudah harus 'saling bunuh' dengan raksasa Indosat, Telkomsel dan Excelcomindo Pratama. Kelanjutannya akan seperti apa, kita tunggu saja dalam beberapa hari ini. (rou/ash) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 10/07/09 16:08 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Siap-2 stock BB banyak-2nya, karena impornya mau distop.. ---------------------------------------------- Jumat, 10/07/2009 15:27 WIB Impor BlackBerry Bersiap Mati Suri Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menyetop impor BlackBerry sejak Research in Motion (RIM) selaku prinsipalnya, tak menyanggupi ultimatum pembangunan pusat layanan purna jual di Indonesia dalam waktu dekat. RIM dalam pertemuan terbatasnya dengan sejumlah media mengungkap, pembangunan after sales services itu baru bisa digelar 26 Agustus 2009. Padahal, tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah paling lambat 16 Juli 2009. Praktis, impor BlackBerry mati suri. "Dengan demikian, seluruh sertifikat untuk impor BlackBerry terpaksa kami bekukan lagi mulai 17 Juli sampai 25 Agustus," kata juru bicara Departemen Komunikasi dan Informatika, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Jumat (10/7/2009). Meski RIM nantinya telah akan membangun pusat purna jual, namun pemerintah tetap akan mengawasi letter of intent dari after sales services tersebut. "Kami akan periksa dan awasi, apakah ini dibangun oleh mitra operator atau independen. Yang kami inginkan RIM membangun secara independen seperti produsen prinsipal produk lainnya yang telah lebih dulu di sini," jelas pria yang menjabat Kepala Pusat Informasi Depkominfo itu. Kabar ini tentu mengagetkan banyak pihak, khususnya operator yang menjadi mitra pemasaran dan penyediaan akses jaringan layanan BlackBerry. BlackBerry hadir di Indonesia sejak akhir 2004 lalu melalui kemitraan ekslusif dengan operator Indosat. Berikutnya menyusul Telkomsel, Excelcomindo Pratama (XL), dan terakhir Natrindo Telepon Seluler (Axis). Dari tiga operator yang lebih dulu memasarkan ponsel cerdas tersebut, tercatat yang sudah menjadi pelanggan akses internet ritel BlackBerry mencapai 300 ribu pelanggan. Namun sayang, dari total pelanggan yang tercatat, tak seluruhnya membeli handset dari mitra operator, cuma 20% saja. Permintaan yang tinggi namun ketersediaan terbatas, membuat munculnya BlackBerry hasil importir paralel, yang kemudian dituding sebagai BlackBerry ilegal alias black market (BM). Dari sini permasalahan timbul. Tak semua orang mengerti jika BlackBerry tak sekadar handset. Menjadi unik karena yang ikut dijual adalah layanan internet, BlackBerry Internet Services (BIS) atau BlackBerry Enterprise Services (BES). Jika pengguna BlackBerry yang membeli dari operator mengalami masalah pada handset, mereka masih punya tempat untuk purna jual ala operator. Namun tidak dengan mereka yang membeli dari importir paralel. Purna jual yang diberikan importir tersebut tidak termasuk risiko hangusnya nomor identitas BlackBerry alias suspend PIN oleh RIM. Nah, hal ini yang menjadi bentuk perhatian pemerintah. Dari manapun asalnya distribusi barang, tetap saja BlackBerry yang dibeli pengguna sebagai produk besutan RIM. (rou/faw) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 10/07/09 20:24 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) DEPKOMINFO TETAP MINTA 16 JULI, 26 Agustus, Service Centre BlackBerry Hadir Oleh Rizagana dan Imam Suhartadi JAKARTA, INVESTOR DAILY Research In Motion (RIM), produsen BlackBerry, menjanjikan pusat layanan purna jual (service centre) di Indonesia pada 26 Agustus 2009. Namun, pemerintah, dalam hal ini Depkominfo, tetap minta agar, service centre BlackBerry itu sudah ada di Indonesia pada 16 Juli 2009. Vice President RIM untuk Asia Pasifik Greg Wade mengatakan, tenggat 16 Juli itu terlalu dekat dengan pemberitahuan yang diterima RIM, yakni akhir Mei lalu. Meski demikian, RIM amat menghargai putusan pemerintah itu dan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan pusat layanan purna jual di Indonesia yang berskala nasional. βKami sekarang benar-benar fokus untuk mempersiapkan pusat layanan purna jual itu hadir di Indonesia pada 26 Agustus. Kami masih terus berkomunikasi dengan pemerintah untuk memenuhi persyaratan dan peraturan yang ada dan kami akan umumkan rinciannya lebih lanjut,β kata Greg Wade dalam conference call dengan beberapa wartawan di Jakarta, Kamis (9/7). Pusat layanan purna jual yang akan dibangun RIM di Indonesia, menurut Wade, akan memperluas jangkauan layanan purna jual RIM yang sudah ada, sekaligus untuk mendukung pertumbuhan penjualan BlackBerry melalui berbagai mitranya di Tanah Air. Selain itu, RIM juga akan menyediakan buku pegangan (manual book) dan kartu jaminan dalam Bahasa Indonesia. βRIM selalu mematuhi peraturan yang ada masing-masing wilayah, termasuk di 150 negara dimana kami telah beroperasi. Kami akan fokus mendukung mitra-mitra kami di Indonesia yang juga sebagai mitra lokal,β kata Wade. Mitra RIM di Indonesia saat ini adalah PT Indosat Tbk, PT Indosat Mega Media (IM2), PT Telkomsel, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Natrindo Telepon Seluler (operator Axis), PT Malifax Indonesia dan PT Erajaya Swasembada. βPengguna yang membeli BlackBerry melalui distributor resmi di Indonesia akan menerima kartu garansi dalam Bahasa Indonesia. Garansi selama satu tahun itu melindungi pengguna terhadap cacat dalam pembuatan dan bahan-bahan pada smartphone. Selama masa garansi, BlackBerry atau komponennya akan diperbaiki atau diganti tanpa dikenai biaya,β kata dia. Namun, Wade tidak menjawab pertanyaan tentang jaminan terhadap produk BlackBerry yang dibeli dari pasar gelap. βPertanyaannya kompleks karena untuk ini bisa saja melibatkan handset curian, handset yang sudah digunakan, handset ber-SIM locked, atau handset yang tidak diketahui asalnya dari mana,β kata dia. Harus 16 Juli Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto menegaskan, pihaknya hingga kini belum mendapat kepastian dari RIM tentang pembukaan fasilitas layanan purna jual BlackBerry di Indonesia. Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar sudah mengirim surat ke RIM dan ditembuskan ke operator beberapa waktu lalu. Isinya adalah mengenai tenggat pendirian service center pada 16 Juli 2009. βDengan demikian, tidak cukup jika RIM hanya sekadar memberikan sinyal positif atau mengirimkan tim untuk sekedar studi kelayakan saja. Tanggal 16 Juli itu harus sudah ada bentuk fisiknya dalam bentuk kantor. Itu nggak bisa ditawar-tawar lagi,β kata Gatot. Gatot menolak bahwa Depkominfo terlalu βkakuβ dalam bernegosiasi dengan RIM. Depkominfo telah memberi waktu dan kesempatan pada RIM. Selain itu, Depkominfo juga mengundang operator untuk bersama-sama mencari solusi mengenai masalah ini. βCoba lihat surat yang dikirim Pak Basuki (Dirjen Postel, red). Fleksibel sekali. Beliau tak pernah minta harus dibangun di beberapa kota dengan kapasitas berapa. Jadi tidak tepat kalau kami dibilang kaku,β katanya. Tanpa sikap tegas dari Depkominfo, kata Gatot, pemerintah dan operator akan menanggung beban yang besar di kemudian hari. Bagi operator, selain harus menanggung biaya perbaikan BlackBerry di Singapura, juga dibayang-bayangi ancaman legal action oleh pelanggan. Sementara itu, General Manager Corporate Communication PT Excelcomindo Pratama Myra Junor mengaku, penjualan BlackBerry XL belum menemui kendala. "Selama ini persoalan purna jual dan servis bisa kami tangani. Jumlahnya pun tak banyak," kata Myra. Dia optimistis akan ada langkah konkret dari RIM tentang pendirian pusat layanan purna jual di Tanah Air. "RIM tidak akan menyia-nyiakan pasar BlackBerry di Indonesia yang sangat besar dan tumbuh pesat ini," ujar Myra. *** Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| VetteL (Penasihat) 10/07/09 21:11 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Weleh weleh.... BB ooh BB... kira2 harga BB sebelum akhir agustus nanti bakal naik donk yah.? katanya sih XL msh punya stok ribuan BB utk 2bln... utk operator laen gmn.? tapi gk gau deh kalo distributor..hwehehe... sekarang aja harga BB javelin grs distributor ad sedikit kenaikan -- Posted by my Opera Mini Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| tampan (Penasihat) 12/07/09 21:54 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Gw cek bb bold malah turun tuh , gw malah pengen RIM ga jadi, biar BB jd mahal hehe jd jarang yg make Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| bennyabadi (Penasihat) 27/07/09 01:22 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) buruan RIM buka........jadi gue tahu nasib punya gue yang suspend.... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| kore (Penasihat) 27/07/09 16:55 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) semoga lekas buka rim nya. jadi harga bb bisa tambah murah terus -- Posted from my SonyEricsson Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| stevenxid (Penasihat) 28/07/09 14:33 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) ughk akhirnya Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 29/07/09 12:31 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Minimal untuk melindungi yang ginian... --------------------------- BlackBerry Black Market Kuasai 65% Pasar di Jatim 29/07/2009 11:55:06 WIB SURABAYA, INVESTOR DAILY Ancaman pemerintah untuk menghentikan importasi BlackBerry tidak mengurangi minat pelanggan untuk memilikinya. Bahkan peminat cenderung meningkat dan tidak hanya di kota-kota besar, melainkan juga mulai merambah kota pinggiran yang selama ini menggunakan perangkat telepon seluler (ponsel) yang mendukung layanan 3G ataupun GPRS untuk akses data. Perangkat BlackBerry dari pasar gelap (black market/BM) justru mendominasi penjualan saat ini. Ini akibat produk yang dipasarkan empat operator (Indosat, Telkomsel, Excelcomindo Pratama/XL dan Natrindo Telepon Seluler/Axis) yang menjadi mitra Research In Motion (RIM) terbatas. Penjualan produk BlackBerry di Jawa Timur (Jatim) bisa lebih dari 50 ribu per bulan, sedangkan permintaannya jauh lebih besar. Pemilik gerai Notebook n Gadget City Joegianto mengatakan, pada saat perangkat ponsel lain tumbuh melambat, produk BlackBerry justru melesat. Parameternya dalam tiga bulan terakhir, penjualan produk BlackBerry meningkat sampai 500% dan jumlah ini diprediksi terus meningkat karena peminat masih sangat tinggi mengalahkan produk smartphone lain keluaran Nokia, Sony Ericsson, Samsung, atau Motorolla. "Pertumbuhan BlackBerry di Indonesia merupakan yang terunik dan tercepat di dunia. Demam BlackBerry melanda hampir di seluruh wilayah Indonesia. Karenanya ketika pemerintah melarang masuknya BlackBerry, semua seakan membelanya," kata Joegianto di Surabaya, Jumat (24/7). Joegianto menambahkan, meski pasar BlackBerry di Indonesia dikuasai produk BM, RIM selaku produsen tidak banyak mempermasalahkannya karena semuanya sebenarnya produk dari pabrik RIM di Kanada ataupun negara lain. Meski tidak dipasarkan melalui operator yang ditunjuk di Indonesia, RIM tetap meraup pendapatan dari penjualan produk tersebut. (zal) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| tampan (Penasihat) 29/07/09 23:20 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Kl susah beli BB Bold hub gw neh, Mau gw lepas BB Bold 2 bln pake Fulshet dr br. Bl pake sarung trus Jelly n antigores ter mahal hehe, udh di cek email ke RIM , Pin & Imei Valid . Pm aja yg minat gw ga iklan di promosi yaaa kali aja cck -- Posted from my Blackberry Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| darma78 (Penasihat) 30/07/09 17:33 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) yang saya ndak ngerti............kok buka service center aja seperti terpaksa padahal service center kan juga sumber pendapatan...... CMIIW -- Posted from my Mobile phone Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| douglas (Penasihat) 01/08/09 09:56 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Berarti klo mau jual bb javelin gw nanti pertengahan agustus aja ya -- Posted from my Blackberry Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| devender (Penasihat) 01/08/09 10:27 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) yoi mau puasa harga naik lagi..tp skarang jg lg saat yg bagus karena jave lg naik dan agak susah di pasar Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| tampan (Penasihat) 01/08/09 20:25 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Gw jg ne mau segera lepas bold , lg tawar menawar dgn toko wakakak , males kalau iklan2 capek . Rugi se cman ditawar 5jt pake 2 bln lebih, gw beralih ke Laptop saja plus Modem Huawei makyosss wush wush ,. Pake XL tmpt gw bisa dapat 7.2 kerennn -- Posted from my Blackberry Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 05/08/09 16:04 | π Re: RIM buka Service Centre di Indonesia (akhirnya....!) Rabu, 05/08/2009 14:52 WIB RIM Siapkan SDM Purna Jual BlackBerry Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menerima laporan dari Research in Motion (RIM) soal perkembangan enam service center yang dibangun untuk layanan purna jual BlackBerry di negara ini. "Perkembangannya sudah pada tahap pelatihan staf untuk after sales service," jelas anggota komite BRTI Heru Sutadi, kepada detikINET di Jakarta, Rabu (5/8/2009). Heru merupakan salah satu perwakilan BRTI yang mengawasi pembangunan ini. Tujuannya agar fasilitas BlackBerry yang dibangun di Indonesia menjadi pusat layanan yang sama seperti di negara lain "Tentu dengan staf pendukung (asli SDM Indonesia, red) yang dilatih dan disertifikasi RIM. Sesuai komitmen mereka," tambahnya. RIM sendiri sampai saat ini belum memberikan pernyataan resmi kepada media soal perkembangan pembangunan purna jual mereka di enam kota besar di Indonesia. Namun Heru memastikan, "mereka tetap commit membuka after sales service sesuai jadwal." Jika mengacu pada komitmen RIM, purna jual BlackBerry mereka sudah bisa beroperasi pada 21 Agustus 2009. Regulator sendiri, menurut jadwal, sudah dapat mengecek fasilitas dua hari sebelumnya, 19 Agustus. Dengan demikian, jika pembangunan berhasil diwujudkan sesuai komitmen, pembekuan sertifikasi impor produk baru BlackBerry--baik lewat mitra operator RIM atau importir paralel--sudah bisa dibuka kembali. Itu artinya, BlackBerry Gemini yang akan jadi produk termurah RIM (US$ 130 atau sekitar Rp 1,5 juta), siap beredar di pasaran dalam waktu dekat. Sejauh ini, ada dua operator yang mengaku telah lulus uji jaringan untuk perangkat tersebut, yakni Indosat dan Excelcomindo Pratama (XL). Layanan BlackBerry sendiri di Indonesia kini dilayani empat operator, selain Indosat dan XL, juga ada Telkomsel dan terbaru Natrindo Telepon Seluler (Axis). Dari tiga operator saja, pengguna layanan ini sudah berkisar 400 ribu pelanggan. BlackBerry tumbuh pesat sejak dua tahun belakangan ini. Tahun lalu, penjualan perangkat ini tumbuh hampir 500% di Indonesia. Permintaan yang melonjak, tak mampu dipenuhi pengadaannya lewat mitra operator. Itu sebabnya banyak bermunculan BlackBerry dari importir paralel. Nah, lewat importir paralel inilah, kemudian bisa kita temui banyak handset BlackBerry dengan logo T-Mobile, O2, Vodafone, AT&T, dan lainnya. Namun sayangnya, meski harga lebih murah, produk-produk ini banyak yang bermasalah. Contoh kasusnya adalah PIN kloning. Dari sini kemudian permintaan akan purna jual mencuat. RIM pun diminta untuk tanggung jawab, meski awalnya menolak karena menilai produk itu bukan barang resmi yang disalurkannya lewat mitra operator lokal. Biar bagaimana pun, pemerintah bersikeras semua BlackBerry yang masuk ke Indonesia tetap produk RIM yang harus dipertanggungjawabkan. RIM juga dinilai tak sulit untuk mendata identitas produknya karena PIN yang disematkan ke tiap handset BlackBerry adalah unik. Dan akhirnya, setelah RIM--yang di bawah ultimatum pembekuan sertifikat impor BlackBerry-- menyerah tunduk pada aturan Indonesia, maka dimulailah pembangunan purna jual ini. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi