Home - Komunitas - Panduan - Kontak
Indonesian Gadgeteers
Forum Diskusi:
Main Index | Search | Panduan | Aturan | Kontak  ·  Tanpa registrasi: cukup isi nama
>> Forumponsel
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | (tampilkan semua)
djuned89
(Penasihat)
01/11/08 09:35
🙂 kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
waduh kasian amad sich si sutarwan...jadi tumbal ambisinya Qtel....kabarnya mau di jual...ckckckckckcc
Post Extras: 🖨️ Cetak
z0mbi3
(Penasihat)
01/11/08 11:51
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
ya daripada gak dikembangkan...
sebaiknya dilepas dari indosat supaya bisa bersaing...
selama ini kesannya kan selalu dianaktirikan tuh starone-nya
Post Extras: 🖨️ Cetak
boogie
(Penasihat)
01/11/08 15:17
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Betul om zombie, klo dilepas kan bs jadi bersiang sama yang lain..
Post Extras: 🖨️ Cetak
HajiGaul
(Penasihat)
01/11/08 15:49
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
tapi semoga bisa lebih baik dan tarifnya semakin bersaing ...
Post Extras: 🖨️ Cetak
z0mbi3
(Penasihat)
01/11/08 18:59
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
mungkin sistemnya bakal seperti starone di jawa tengah dan regional lainnya yang operasionalnya diserahkan ke anak usaha?

kalo bener2 dijual lepas gitu, apa masih bisa tarif SMS dan voice ke indosat group, tetap murah?
Post Extras: 🖨️ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
01/11/08 20:51
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
setali 3 uang dengan flexi yg juga dianaktirikan sama telkomnya yg lebih memprioritaskan produk GSMnya
Post Extras: 🖨️ Cetak
z0mbi3
(Penasihat)
01/11/08 22:53
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
kasusnya agak beda bos...
kalo Telkomsel itu kan subsidiary Telkom...
sedangkan Telkom sudah punya Telkom PSTN alias telepon kabel/rumahan, yg dianaktirikan ya PSTN nya, makanya Flexi lebih berkembang...
antara GSM dan CDMA, berbeda perusahaan yg pegang, terlihat dari komposisi sahamnya

kalo indosat... mulai dari GSM sampe CDMA dipegang sendiri...

CMIIW
Post Extras: 🖨️ Cetak
lando11
(Penasihat)
01/11/08 23:57
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
telkom? setau gw Telkom bukan 100% pemegang Telkomsel. Tsel anaknya Telkom. berdiri sendiri.
beda dengan starone yg benar2 dipegang Indosat.
Post Extras: 🖨️ Cetak
darma78
(Penasihat)
02/11/08 11:01
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
sayangnya, duit sy cuma cukup buat beli perdananya aja. xixixixi.......
Post Extras: 🖨️ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
02/11/08 14:58
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
@atas
thx atas pencerahannya.
Post Extras: 🖨️ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
02/11/08 15:12
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Quote:
darma78 said:
sayangnya, duit sy cuma cukup buat beli perdananya aja. xixixixi.......

jd teringat jaman dulu, pas cdma belom ada, harga perdana aja bisa 300rb, kemasannya mewah ... gw msh simpen tuh kotak perdana IM3 gw dulu. ha3
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
03/11/08 19:52
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
hmmmmm iya sih....mending di pisah jadi lebih fokus...kira-kira siapa ya yang minat beli SUTARWAN....??? starone sekarang agk lg naik daun...buktinya banyak orang yang nyari buat internetan...sampe2 ada counter yang ke abisan perdana ny....

kita tunggu saja babak selanjutny..
Post Extras: 🖨️ Cetak
sany123
(Penasihat)
03/11/08 23:22
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
wah salah info nih...

setau gue bukan starone, tapi Indosat Phone (i-phone), kalo starwan itu lisensinya FWA, kalo Indosat Phone lisensinya Fix Telepohony...

kalo di Jakarta prefix i-Phone itu 021-3000xxxx, misal bagian iklan kompas [nomor disembunyikan], dan itu bukan nomer starone, tapi i-Phone

liat link ini [tautan dihapus]
Post Extras: 🖨️ Cetak
HajiGaul
(Penasihat)
05/11/08 07:26
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
jadi starone gak jadi di jual nih .... baguslah, biar tetep bisa telp&sms murah ke group indosat
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
05/11/08 09:04
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Sori Boss, gue baru call temen gue yg jadi salah satu penggede Indosat, dia bilang sebenarnya lisensi Starone (FWA) & Indosat phone (Fixed Line) itu melekat alias jadi satu. Makanya Indosat bisa menggelar jaringan FWA setelah fixed line-nya itu. Jadi jika QTEL disetujui untuk beli saham Indosat s/d 65%, maka Indosat harus melepas lisensi FWA & fixed line-nya. Tetapi mungkin tidak dilepas begitu saja, Indosat bisa saja bentuk anak perusahaan yang ngurusi model bisnis FWA & Seluler-nya. Jadi pisahnya Starone & Indosat Phone itu dimungkinkan, tetapi mungkin masih dalam satu payung company Indosat.
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
05/11/08 11:55
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
hmmmmmm.......

thx atas pencerahannya...

jadi kalo gtu mirip telkom donk...yang punya beberapa anak perusahaan untuk menangani FWA (telkom flexi) dan selulernya(telkomsel)...???
Post Extras: 🖨️ Cetak
Isulaima
(Penasihat)
05/11/08 22:04
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
hihihi pusing nih bacanya ... nggak ngerti
Post Extras: 🖨️ Cetak
AA_Ariel
(Penasihat)
06/11/08 04:42
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Jual.... Kagak... Jual... Kagak... Tokek... Tokek.....
Post Extras: 🖨️ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
06/11/08 23:05
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Entahlah gimana nasibnya ... semua tergantung sama Qtel nya
Post Extras: 🖨️ Cetak
HajiGaul
(Penasihat)
07/11/08 13:41
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
emang tergantung yang punya duit & strategi dagang dia
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
21/11/08 16:59
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Spin off Indosat Star One ancam tatanan frekuen

Star One merupakan merek dagang Indosat untuk layanan jaringan tetap nirkabelnya. Layanan tersebut saat ini berada di frekuensi 800 MHz dengan dua kanal.

Star One sebenarnya bukanlah produk andalan dari Indosat. Lihat saja pertumbuhan jumlah pelanggannya yang sangat jauh berbeda dengan layanan selulernya. Pantas saja Indosat menjadikan seluler sebagai anak emas, karena pendapatan usaha dari segmen tersebut hingga 30 Juni 2008 adalah mencapai Rp6,6 triliun, sementara dari layanan tetap hanya sekitar Rp853 miliar.

Memang benar kapasitas terpasangnya sudah mencapai lebih dari dua juta sambungan, tetapi jumlah pelanggannnya tak pernah melebihi sejuta orang, masih sekitar 650.000 orang sampai September, jauh lebih rendah dari jumlah pelanggan operator baru seperti Smart Telecom yang sudah sekitar dua juta pelanggan, atau bahkan terancam terkejar layanan baru milik Mobile-8 Telecom, Hepi, yang pelanggannya sudah mencapai 400.000 orang, padahal baru dirilis awal tahun ini.

Alasan sulitnya interkoneksi dari Telkom berulangkali menjadi alasan jajaran manajemen operator tersebut sehingga menyebabkan pertumbuhan Star One tersendat-sendat, belum lagi karena adanya faktor perpindahan frekuensi di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten yang baru selesai akhir tahun lalu.

Indosat sebenarnya berkesempatan menambah satu kanal tambahan untuk Star One bila memiliki pertumbuhan kapasitas dan pelanggan yang cukup signifikan. Sayangnya, pesaingnya di kanal sebelahnya, Mobile-8 Telecom, memiliki performa yang relatif lebih baik.

Kondisi tersebut terjadi bila Star One masih melekat sebagai layanan yang disediakan Indosat.

Depkominfo menetapkan pembagian kanal di frekuensi 800 MHz melalui Keputusan No. 181/Kep /M.Kominfo/12/2006 tentang Pengalokasian Kanal pada Pita Frekuensi Radio 900 MHz untuk Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas dan Jaringan Bergerak Seluler.

Akibat penataan itu, layanan Indosat Star One dan Telkom Flexi yang berada pada pita 3G harus pindah ke pita 800 MHz yang telah ditempati oleh Bakrie Telecom dan Mobile-8.

Pita 800 MHz memiliki lebar 20 MHz atau 14 kanal. Pada spektrum tersebut, sebelumnya Mobile-8 dan Bakrie Telecom masing-masing memiliki tujuh kanal (10 MHz).

Pemerintah kemudian menetapkan layanan Telkom Flexi pada spektrum milik Bakrie Telecom dengan pembagian masing-masing mendapatkan tiga kanal. Sedangkan satu kanal tersisa menjadi milik pemerintah yang akan diserahkan kepada salah satu dari dua operator itu yang dinilai berkinerja paling baik dua tahun ke depan.

Star One akan ditempatkan pada frekuensi milik Mobile-8 dengan pembagian dua kanal untuk Star One dan empat kanal untuk layanan Fren (Mobile-8). Satu kanal yang tersisa akan diberikan kepada salah satu dari dua operator itu yang dinilai paling agresif dua tahun ke depan.

Pembagian dan penempatan frekuensi milik Star One dimaksudkan agar kanal itu berdekatan dengan frekuensi yang digunakan untuk layanan GSM operator tersebut.

Pernyataan Menkominfo Mohammad Nuh yang memberikan waktu kepada operator tersebut untuk memisahkan Divisi Star One menjadi entitas tersendiri membuat rencana di atas agaknya harus dikaji kembali oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Terganjal DNI

Pemisahan itu terpaksa harus dilakukan mengingat Qatar Telecommunication segera menguasai 65% saham bekas BUMN tersebut. Sesuai dengan turan Daftar Negatif Investasi (DNI), investasi asing baru dilarang menguasai hingga melebihi 49% pada operator jaringan tetap.

Tentu saja, spin off dari Star One, bagaimana pun bentuknya, akan merusak tatanan frekuensi yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Spin off tersebut berarti menambah deretan penyelenggara telekomunikasi yang jumlahnya saat ini saja sudah sekitar 12 perusahaan.

Bila spin off dilakukan dalam bentuk pemisahan Divisi Star One menjadi perusahaan sendiri yang menjadi anak usaha Indosat, tentunya hal tersebut akan memicu pelanggaran kepemilikan silang.

Yang paling memungkinkan adalah Divisi Star One dijual kepada entitas yang sama sekali berbeda dan tidak terafiliasi dengan Indosat.

Bila hal itu terjadi, tentunya alokasi frekuensi Star One perlu dikaji ulang, mengingat lisensi jaringan tetap tersebut melekat pada Indosat, dan bukan kepada perusahaan yang sama sekali baru.

Meski pemisahan tersebut bukan kehendak Indosat, melainkan Menkominfo, tetap saja sesuai aturan lisensi modern, layanan Star One tersebut perlu mengajukan izin baru.

Belum lagi persoalan teknis yang akan menghadang, berupa pemisahan jaringan antara Indosat dengan Star One yang tentunya tidak gampang dan butuh waktu cukup lama.

BRTI juga perlu menata kembali frekuensi 800 MHz sepeninggal Star One. Dan bila pada akhirnya regulator menempatkan kembali layanan telepon tetap nirkabel itu pada pita yang sama, maka perlu dikaji kembali mengenai penempatan kanalnya di antara tiga operator telepon tetap nirkabel lainnya
Post Extras: 🖨️ Cetak
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | 3 | (tampilkan semua)
🔒 Topik lama, hanya bisa dibaca. Isinya diambil dari forum Forum Ponsel yang dulu: tautan, nomor telepon, dan alamat email sudah disembunyikan. Ingin kiriman ini dihapus atau dikoreksi? Hubungi kami dan sebutkan alamat halaman ini. Ingin membahas topik serupa? Buat topik baru di Forumponsel.
Isi forum adalah pendapat pengirimnya. Kiriman diperiksa sebelum tampil. © Forum Ponsel · Privasi · Syarat · Aturan forum