Home - Komunitas - Panduan - Kontak
Indonesian Gadgeteers
Forum Diskusi:
Main Index | Search | Panduan | Aturan | Kontak  ·  Tanpa registrasi: cukup isi nama
>> Forumponsel
djuned89
(Penasihat)
01/11/08 09:35
🙂 kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
waduh kasian amad sich si sutarwan...jadi tumbal ambisinya Qtel....kabarnya mau di jual...ckckckckckcc
Post Extras: 🖨️ Cetak
z0mbi3
(Penasihat)
01/11/08 11:51
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
ya daripada gak dikembangkan...
sebaiknya dilepas dari indosat supaya bisa bersaing...
selama ini kesannya kan selalu dianaktirikan tuh starone-nya
Post Extras: 🖨️ Cetak
boogie
(Penasihat)
01/11/08 15:17
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Betul om zombie, klo dilepas kan bs jadi bersiang sama yang lain..
Post Extras: 🖨️ Cetak
HajiGaul
(Penasihat)
01/11/08 15:49
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
tapi semoga bisa lebih baik dan tarifnya semakin bersaing ...
Post Extras: 🖨️ Cetak
z0mbi3
(Penasihat)
01/11/08 18:59
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
mungkin sistemnya bakal seperti starone di jawa tengah dan regional lainnya yang operasionalnya diserahkan ke anak usaha?

kalo bener2 dijual lepas gitu, apa masih bisa tarif SMS dan voice ke indosat group, tetap murah?
Post Extras: 🖨️ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
01/11/08 20:51
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
setali 3 uang dengan flexi yg juga dianaktirikan sama telkomnya yg lebih memprioritaskan produk GSMnya
Post Extras: 🖨️ Cetak
z0mbi3
(Penasihat)
01/11/08 22:53
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
kasusnya agak beda bos...
kalo Telkomsel itu kan subsidiary Telkom...
sedangkan Telkom sudah punya Telkom PSTN alias telepon kabel/rumahan, yg dianaktirikan ya PSTN nya, makanya Flexi lebih berkembang...
antara GSM dan CDMA, berbeda perusahaan yg pegang, terlihat dari komposisi sahamnya

kalo indosat... mulai dari GSM sampe CDMA dipegang sendiri...

CMIIW
Post Extras: 🖨️ Cetak
lando11
(Penasihat)
01/11/08 23:57
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
telkom? setau gw Telkom bukan 100% pemegang Telkomsel. Tsel anaknya Telkom. berdiri sendiri.
beda dengan starone yg benar2 dipegang Indosat.
Post Extras: 🖨️ Cetak
darma78
(Penasihat)
02/11/08 11:01
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
sayangnya, duit sy cuma cukup buat beli perdananya aja. xixixixi.......
Post Extras: 🖨️ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
02/11/08 14:58
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
@atas
thx atas pencerahannya.
Post Extras: 🖨️ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
02/11/08 15:12
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Quote:
darma78 said:
sayangnya, duit sy cuma cukup buat beli perdananya aja. xixixixi.......

jd teringat jaman dulu, pas cdma belom ada, harga perdana aja bisa 300rb, kemasannya mewah ... gw msh simpen tuh kotak perdana IM3 gw dulu. ha3
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
03/11/08 19:52
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
hmmmmm iya sih....mending di pisah jadi lebih fokus...kira-kira siapa ya yang minat beli SUTARWAN....??? starone sekarang agk lg naik daun...buktinya banyak orang yang nyari buat internetan...sampe2 ada counter yang ke abisan perdana ny....

kita tunggu saja babak selanjutny..
Post Extras: 🖨️ Cetak
sany123
(Penasihat)
03/11/08 23:22
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
wah salah info nih...

setau gue bukan starone, tapi Indosat Phone (i-phone), kalo starwan itu lisensinya FWA, kalo Indosat Phone lisensinya Fix Telepohony...

kalo di Jakarta prefix i-Phone itu 021-3000xxxx, misal bagian iklan kompas [nomor disembunyikan], dan itu bukan nomer starone, tapi i-Phone

liat link ini [tautan dihapus]
Post Extras: 🖨️ Cetak
HajiGaul
(Penasihat)
05/11/08 07:26
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
jadi starone gak jadi di jual nih .... baguslah, biar tetep bisa telp&sms murah ke group indosat
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
05/11/08 09:04
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Sori Boss, gue baru call temen gue yg jadi salah satu penggede Indosat, dia bilang sebenarnya lisensi Starone (FWA) & Indosat phone (Fixed Line) itu melekat alias jadi satu. Makanya Indosat bisa menggelar jaringan FWA setelah fixed line-nya itu. Jadi jika QTEL disetujui untuk beli saham Indosat s/d 65%, maka Indosat harus melepas lisensi FWA & fixed line-nya. Tetapi mungkin tidak dilepas begitu saja, Indosat bisa saja bentuk anak perusahaan yang ngurusi model bisnis FWA & Seluler-nya. Jadi pisahnya Starone & Indosat Phone itu dimungkinkan, tetapi mungkin masih dalam satu payung company Indosat.
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
05/11/08 11:55
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
hmmmmmm.......

thx atas pencerahannya...

jadi kalo gtu mirip telkom donk...yang punya beberapa anak perusahaan untuk menangani FWA (telkom flexi) dan selulernya(telkomsel)...???
Post Extras: 🖨️ Cetak
Isulaima
(Penasihat)
05/11/08 22:04
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
hihihi pusing nih bacanya ... nggak ngerti
Post Extras: 🖨️ Cetak
AA_Ariel
(Penasihat)
06/11/08 04:42
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Jual.... Kagak... Jual... Kagak... Tokek... Tokek.....
Post Extras: 🖨️ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
06/11/08 23:05
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Entahlah gimana nasibnya ... semua tergantung sama Qtel nya
Post Extras: 🖨️ Cetak
HajiGaul
(Penasihat)
07/11/08 13:41
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
emang tergantung yang punya duit & strategi dagang dia
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
21/11/08 16:59
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Spin off Indosat Star One ancam tatanan frekuen

Star One merupakan merek dagang Indosat untuk layanan jaringan tetap nirkabelnya. Layanan tersebut saat ini berada di frekuensi 800 MHz dengan dua kanal.

Star One sebenarnya bukanlah produk andalan dari Indosat. Lihat saja pertumbuhan jumlah pelanggannya yang sangat jauh berbeda dengan layanan selulernya. Pantas saja Indosat menjadikan seluler sebagai anak emas, karena pendapatan usaha dari segmen tersebut hingga 30 Juni 2008 adalah mencapai Rp6,6 triliun, sementara dari layanan tetap hanya sekitar Rp853 miliar.

Memang benar kapasitas terpasangnya sudah mencapai lebih dari dua juta sambungan, tetapi jumlah pelanggannnya tak pernah melebihi sejuta orang, masih sekitar 650.000 orang sampai September, jauh lebih rendah dari jumlah pelanggan operator baru seperti Smart Telecom yang sudah sekitar dua juta pelanggan, atau bahkan terancam terkejar layanan baru milik Mobile-8 Telecom, Hepi, yang pelanggannya sudah mencapai 400.000 orang, padahal baru dirilis awal tahun ini.

Alasan sulitnya interkoneksi dari Telkom berulangkali menjadi alasan jajaran manajemen operator tersebut sehingga menyebabkan pertumbuhan Star One tersendat-sendat, belum lagi karena adanya faktor perpindahan frekuensi di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten yang baru selesai akhir tahun lalu.

Indosat sebenarnya berkesempatan menambah satu kanal tambahan untuk Star One bila memiliki pertumbuhan kapasitas dan pelanggan yang cukup signifikan. Sayangnya, pesaingnya di kanal sebelahnya, Mobile-8 Telecom, memiliki performa yang relatif lebih baik.

Kondisi tersebut terjadi bila Star One masih melekat sebagai layanan yang disediakan Indosat.

Depkominfo menetapkan pembagian kanal di frekuensi 800 MHz melalui Keputusan No. 181/Kep /M.Kominfo/12/2006 tentang Pengalokasian Kanal pada Pita Frekuensi Radio 900 MHz untuk Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas dan Jaringan Bergerak Seluler.

Akibat penataan itu, layanan Indosat Star One dan Telkom Flexi yang berada pada pita 3G harus pindah ke pita 800 MHz yang telah ditempati oleh Bakrie Telecom dan Mobile-8.

Pita 800 MHz memiliki lebar 20 MHz atau 14 kanal. Pada spektrum tersebut, sebelumnya Mobile-8 dan Bakrie Telecom masing-masing memiliki tujuh kanal (10 MHz).

Pemerintah kemudian menetapkan layanan Telkom Flexi pada spektrum milik Bakrie Telecom dengan pembagian masing-masing mendapatkan tiga kanal. Sedangkan satu kanal tersisa menjadi milik pemerintah yang akan diserahkan kepada salah satu dari dua operator itu yang dinilai berkinerja paling baik dua tahun ke depan.

Star One akan ditempatkan pada frekuensi milik Mobile-8 dengan pembagian dua kanal untuk Star One dan empat kanal untuk layanan Fren (Mobile-8). Satu kanal yang tersisa akan diberikan kepada salah satu dari dua operator itu yang dinilai paling agresif dua tahun ke depan.

Pembagian dan penempatan frekuensi milik Star One dimaksudkan agar kanal itu berdekatan dengan frekuensi yang digunakan untuk layanan GSM operator tersebut.

Pernyataan Menkominfo Mohammad Nuh yang memberikan waktu kepada operator tersebut untuk memisahkan Divisi Star One menjadi entitas tersendiri membuat rencana di atas agaknya harus dikaji kembali oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Terganjal DNI

Pemisahan itu terpaksa harus dilakukan mengingat Qatar Telecommunication segera menguasai 65% saham bekas BUMN tersebut. Sesuai dengan turan Daftar Negatif Investasi (DNI), investasi asing baru dilarang menguasai hingga melebihi 49% pada operator jaringan tetap.

Tentu saja, spin off dari Star One, bagaimana pun bentuknya, akan merusak tatanan frekuensi yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Spin off tersebut berarti menambah deretan penyelenggara telekomunikasi yang jumlahnya saat ini saja sudah sekitar 12 perusahaan.

Bila spin off dilakukan dalam bentuk pemisahan Divisi Star One menjadi perusahaan sendiri yang menjadi anak usaha Indosat, tentunya hal tersebut akan memicu pelanggaran kepemilikan silang.

Yang paling memungkinkan adalah Divisi Star One dijual kepada entitas yang sama sekali berbeda dan tidak terafiliasi dengan Indosat.

Bila hal itu terjadi, tentunya alokasi frekuensi Star One perlu dikaji ulang, mengingat lisensi jaringan tetap tersebut melekat pada Indosat, dan bukan kepada perusahaan yang sama sekali baru.

Meski pemisahan tersebut bukan kehendak Indosat, melainkan Menkominfo, tetap saja sesuai aturan lisensi modern, layanan Star One tersebut perlu mengajukan izin baru.

Belum lagi persoalan teknis yang akan menghadang, berupa pemisahan jaringan antara Indosat dengan Star One yang tentunya tidak gampang dan butuh waktu cukup lama.

BRTI juga perlu menata kembali frekuensi 800 MHz sepeninggal Star One. Dan bila pada akhirnya regulator menempatkan kembali layanan telepon tetap nirkabel itu pada pita yang sama, maka perlu dikaji kembali mengenai penempatan kanalnya di antara tiga operator telepon tetap nirkabel lainnya
Post Extras: 🖨️ Cetak
HajiGaul
(Penasihat)
22/11/08 20:08
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
buat gue yang penting layanan berkualitas dan harga yang terjangkau ...
Post Extras: 🖨️ Cetak
1ind
(Penasihat)
26/11/08 16:00
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Qatar Telecom kalo diliat lama2 'ngelunjak' ya.. awalnya dia ngotot pengen kuasain 65% Indosat. Krn ada aturan DNI, pemerintah bolehin QTel kuasai 65% Indosat asal lisensi fixed phone nya di lepas.. eh gak lama dari itu QTel minta turun harga tender offer sisa saham Indosat.. trus QTel jg keberatan kalo lisensi fixed phone Indosat harus dilepas.. apa sih maunya QTel? pemerintah harusnya lebih tegas ke QTel.. kasih sangsi bila perlu..

kalo gw banyak duit gw beli deh tuh Indosat... biar tetep 'punya Indonesia' (nationalist mode: ON)
Post Extras: 🖨️ Cetak
aluno21
(Penasihat)
27/11/08 13:53
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Quote:
R_w1n said:
Quote:
darma78 said:
sayangnya, duit sy cuma cukup buat beli perdananya aja. xixixixi.......

jd teringat jaman dulu, pas cdma belom ada, harga perdana aja bisa 300rb, kemasannya mewah ... gw msh simpen tuh kotak perdana IM3 gw dulu. ha3

setujuh bro, gw dulu beli Perdana, mesti beli juga pulsa yang ratusan ribu, pemaksaan tuh.
kalo sekarang persaingan udah ketat, harga perdana jadi sama dengan snack
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
28/11/08 10:14
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Quote:
1ind said:
Qatar Telecom kalo diliat lama2 'ngelunjak' ya.. awalnya dia ngotot pengen kuasain 65% Indosat. Krn ada aturan DNI, pemerintah bolehin QTel kuasai 65% Indosat asal lisensi fixed phone nya di lepas.. eh gak lama dari itu QTel minta turun harga tender offer sisa saham Indosat.. trus QTel jg keberatan kalo lisensi fixed phone Indosat harus dilepas.. apa sih maunya QTel? pemerintah harusnya lebih tegas ke QTel.. kasih sangsi bila perlu..

kalo gw banyak duit gw beli deh tuh Indosat... biar tetep 'punya Indonesia' (nationalist mode: ON)

yupz...menurut gw si Qtel serakah,,,dikasih hati malah nglunjak....tapi BAPEPAM waktu itu juga angkat,,bahwa Qtel harus konsisten ma harga tender offer terdahulunya,,kok malah sekarang di turunin ...kita tunggu saja jalan ceritanya dan nasib si starone
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
28/11/08 17:58
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
JAKARTA - Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) tidak akan merevisi keputusan soal pemisahan dua entitas bisnis PT Indosat Tbk (Indosat) sebagai syarat pengambilalihan saham perseroan oleh Qatar Telecom (Qtel) hingga 65 persen.

Perusahaan telekomunikasi asal Timur Tengah itu mempunyai opsi untuk membatalkan keinginannya mengakuisisi saham Indosat hingga 65 persen bila keberatan dengan keputusan Depkominfo.

Menkominfo M Nuh, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (28/11/2008) mengatakan, pihaknya tidak lagi mengurusi bila pemisahan dua entitas bisnis Indosat tersebut ternyata mengganggu aktivitas perseroan. "Itu urusan bisnis antara Indosat dan Qtel, pemerintah tidak akan mencampuri," ujar dia.

Depkominfo telah memberikan solusi saling menguntungkan terkait keinginan Qtel menguasai lebih dari 45 persen saham Indosat. Qtel saat ini memiliki 40,8 persen saham Indosat yang dibeli dari Singapore Technologies Telemedia (STT), Juni lalu.

Belakangan, Qtel meminta pemerintah meluluskan keinginannya untuk mengantongi hingga 65 persen saham operator telekomunikasi kedua terbesar di Indonesia tersebut. Keinginan itu sempat ditolak karena dianggap melanggar Peraturan Presiden (Perpres) No111/2007 mengenai Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Berdasarkan Perpres itu, Qtel hanya boleh mengakuisisi saham Indosat hingga 45 persen. Namun Menkominfo akhirnya mengizinkan pembelian sampai 65 persen dengan syarat ada pemisahan dua entitas bisnis Indosat tadi.

Indosat, diketahui mempunyai dua jenis lisensi penyelenggaraan layanan telekomunikasi, yaitu jaringan tetap nirkabel (fixed wireless access/ FWA) dan seluler. Menurut Perpres, asing hanya boleh memiliki 65 persen saham perusahaan telekomunikasi yang menyelenggarakan jaringan bergerak, seperti seluler dan 49 persen untuk layanan telepon tetap nirkabel.

Melalui pemisahan dua entitas bisnis Indosat, Menkominfo menilai Perpres tersebut tetap dapat terakomodasi kendati Qtel membeli saham Indosat hingga 65 persen. "Keputusan saya tetap seperti itu," tuturnya.

Pihak Qtel belum lama ini mengajukan permohonan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menggugurkan keputusan soal pemisahan entitas tersebut. Mereka beralasan, pemisahan entitas dapat mengganggu bisnis Indosat lantaran letak frekuensi jaringan tetap dan seluler milik perseroan berhimpitan.
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
29/11/08 07:43
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Semakin dekat untuk dijual...
--------------
Qtel setuju harga penawaran tender Rp7.388

JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) menyetujui harga penawaran tender 24,2% saham publik PT Indosat Tbk sebesar Rp7.388 per saham.

Meski demikian, hingga kemarin Qtel belum mengonfirmasi waktu pelaksanaan penawaran tender itu, akibat masalah frekuensi dan pemilahan unit usaha jaringan tetap dan jaringan bergerak Indosat.

Persetujuan manajemen Qtel mengerek harga saham Indosat hingga 20% menjadi Rp5.100 per saham, dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya Rp4.250 per saham.

"Mereka bersedia tender offer pada posisi Rp7.388. Namun, mereka memang masih ada problem teknis dengan Menkominfo. Itu bukan urusan saya, Bapepam hanya mengurusi masalah penawaran tender saja," ujar Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany, kemarin.

Dia mengatakan soal harga sudah fix, tetapi manajemen Qtel belum memastikan pelaksanaan penawaran tendernya. "Intinya, sampai mereka selesai dengan Depkominfo."

Tidak ikut campur

Kementerian Negara BUMN menyatakan tidak akan menggunakan hak veto sebagai pemegang saham pemerintah di PT Indosat Tbk untuk mewajibkan atau sebaliknya melarang spin off divisi StarOne.

"Untuk kebijakan regulator, kami tidak bisa veto. Tetapi kalau terkait dengan kebijakan manajemen, barulah kami bisa mem-veto."

Dia mengatakan persoalan spin off itu tidak diatur dalam perjanjian jual beli yang telah ditandatangani sebelumnya. Bahkan, lanjutnya, ketentuan Perpres No. 111/2007 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) itu mengandung asas grandfather clause.

Grandfather diartikan sebagai pengecualian atau eksepsi dari peraturan lama diberlakukan untuk situasi atau kasus-kasus yang sudah muncul ketika sebuah peraturan baru ditetapkan.

Namun, lanjut Meneg BUMN, Depkominfo memiliki penafsiran bahwa perseroan harus memisahkan tegas frekuensi CDMA yang digunakan StarOne dari frekuensi GSM yang dipakai produk Indosat lainnya. "Apakah spin off atau tidak, itu kewenangan Menkominfo. Jika nanti spin off dijalankan, salah satu kanal harus dijaga." (21) (sylviana.pravita@[tautan dihapus]

Oleh Sylviana Pravita R.K.N. dan Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
29/11/08 11:11
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
duhhh gak sabar nih nunggu kelanjutan nasib starone...
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
28/12/08 17:59
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Qtel Kuasai 65% Indosat Tanpa Lepas StarOne
Kamis, 25/12/2008 09:34 WIB - Arif Pitoyo
JAKARTA ([tautan dihapus]): Qatar Telecom (Qtel) menyambut baik atas klarifikasi yang diberikan oleh pemerintah Indoensia terkait dengan persyaratan tender offer untuk PT Indosat Tbk.
Pemerintah melalui Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) telah sepakat memperbolehkan Qtel memiliki hingga 65% saham di Indosat, serta menghilangkan persyaratan sebelumnya yang mengharuskan Indosat memisahkan unit usaha jaringan tetapnya ke suatu perusahaan terpisah.

Ketua Qtel Group dan Presiden Komisaris Indosat H.E. Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani menyambut baik keputusan tersebut.

“Kami gembira dapat melangsungkan tender offer dengan keutuhan unit usaha terintegrasi Indosat terjaga. Ini menempatkan Indosat dalam posisi yang bagus untuk bersaing secara agresif di masa yang akan datang. Sekarang kami merasa lebih yakin dan nyaman untuk membayarkan harga tender offer Rp7.388 per lembar yang telah disetujui,” ungkapnya.

Qtel memperkirakan segala persiapan untuk tender offer dengan pihak regulator pasar akan rampung pada awal Januari 2009. Tender offer terkoordinasi di pasar Indonesia dan New York akan terlaksana tak lama setelah itu dengan harga penawaran untuk setiap Saham Seri B ditetapkan pada Rp 7.388.

Qtel juga meyakini bahwa perkembangan terakhir ini merupakan cerminan positif atas iklim investasi Indonesia, terutama dalam keadaan pasar dunia yang sulit saat ini.

Sheikh Abdullah mengatakan hal ini akan meningkatkan tingkat kepercayaan investor kepada sistem dan iklim usaha di Indonesia.

“Kami tidak meragukan bahwa hal ini akan membantu menarik lebih banyak investasi ke Indonesia, yang pada akhirnya akan menumbuhkan dan membawa manfaat untuk ekonomi dan bangsa Indonesia,” tuturnya. (api)
Post Extras: 🖨️ Cetak
cris007
(Penasihat)
29/12/08 00:24
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Yah...
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
29/12/08 21:11
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Quote:
cris007 said:
Yah...

hu uh nih...pemerintah plin0plan abizzzzz
Post Extras: 🖨️ Cetak
r3ndhy
(Penasihat)
30/12/08 00:40
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
justru seharusnya memang tidak di-spinoff, karena pemilik frekuensinya adalah indosat, tidak fair kalo dipaksa melepas
Post Extras: 🖨️ Cetak
dollpin
(Penasihat)
30/12/08 07:28
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
btw, spin off itu apa ya?
(becak..terr..terrr...terrrr..)
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
01/01/09 12:17
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Depkominfo Angkat Tangan Soal Spin Off Indosat
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Gedung Indosat (Ist.)
Jakarta - Depkominfo akhirnya menyerah soal kasus pelepasan (spin off) lisensi telepon tetap Indosat oleh Qatar Telecom (Qtel) yang ingin menambah kepemilikan sahamnya lebih dari 51%.

Menyerahnya pihak Depkominfo diakui langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh dalam jumpa pers 'Refleksi Akhir Tahun 2008' di gedung Depkominfo, Jakarta (31/12/2008).

"Itu terserah BKPM, tak perlu diperdebatkan lagi. Apa yang telah dieksekusi Bapepam itu sudah pendapat akhir," Nuh menegaskan.

Tarik ulur soal penambahan saham Qtel di Indosat telah melibatkan tiga istansi pemerintah, mulai dari Depkominfo, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), hingga Bapepam LK.

Setelah sebelumnya Depkominfo menyatakan Qtel harus melepas divisi telepon tetapnya terlebih dahulu dalam jangka dua tahun, kini Qtel bisa menambah kepemilikannya (tender offer) tanpa perlu spin off.

Sejatinya, kata Nuh, kalau tetap mengacu pada daftar negatif investasi (DNI) dalam PP No. 111/2008, Qtel harus memisahkan divisi telepon tetapnya di Indosat karena aturan tersebut hanya membolehkan asing menguasai maksimal 49% untuk telepon tetap dan 65% untuk mobile seluler.

"Itu pendapat Kominfo. Tapi Kominfo sadar betul kalau ada departemen atau lembaga lain yang mengatur kepemilikan, itu kewenangan BKPM. Kominfo cuma sebatas teknis saja," ujarnya setengah mengeluh.

"Ujung-ujungnya, setelah rapat akhir, siapa yang punya kewenangan, dialah yang menentukan pendapat akhir," pungkasnya
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
01/01/09 13:43
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
@atas
Harus nya siH kalo diatas kertas,kalo Qtel mau menguasai 65% saham indosat,starone hrs dilepas..tp kq bsa ya tanpa melepas starone..
Tanya kenapa..???

HmMmMmpPfF..gw ragu akan masa dEpan starone,kalo indosat masiH 'menganaktirikan' starone...kapan yak starone jadi 'Star number One'..
Ohh starone.....
Post Extras: 🖨️ Cetak
emilzone
(Penasihat)
02/01/09 04:16
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
keputusan ini mungkin berdasarkan pemikiran bahwa Indosat merupakan perusahaan yang dapat bersaing dengan Telkom (termasuk anak perusahaannya--Telkomsel) yang sama2 mendapatkan lisensi telpon tetap, seluler, FWA, SLJJ, SLI, internet dll..so fair competition di bidang telekomunikasi tetap terjaga.

seandainya StarOne di-spin off, perusahaan baru yang mendapatkan lisensinya tidak punya leverage utk bersaing dengan yang lain. ujung2nya malah dimakan (dibeli) sama either Telkom atau Bakrie/Esia yang notabene udah punya pelanggan banyak--> jadi duopoli di pontap/FWA dong (hepi utk sementara tdk masuk hitungan).
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
02/01/09 09:17
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Quote:
emilzone said:
keputusan ini mungkin berdasarkan pemikiran bahwa Indosat merupakan perusahaan yang dapat bersaing dengan Telkom (termasuk anak perusahaannya--Telkomsel) yang sama2 mendapatkan lisensi telpon tetap, seluler, FWA, SLJJ, SLI, internet dll..so fair competition di bidang telekomunikasi tetap terjaga.

seandainya StarOne di-spin off, perusahaan baru yang mendapatkan lisensinya tidak punya leverage utk bersaing dengan yang lain. ujung2nya malah dimakan (dibeli) sama either Telkom atau Bakrie/Esia yang notabene udah punya pelanggan banyak--> jadi duopoli di pontap/FWA dong (hepi utk sementara tdk masuk hitungan).

iay sih bener juga...... tapi indosat jangan setengah hati lah ngurusin si starone....perlakukan starone starone samadengan layanan selular nya....
semoga aja....indosat lebih 'peduli' sama nasib starone,,,,
Post Extras: 🖨️ Cetak
r3ndhy
(Penasihat)
02/01/09 13:59
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
udah kan dengan ngeluncurin telpon sepuasnya ke 4 nomer indosat, sebetulnya star1 punya lyanan yg menarik, sayang marketingnya kurang
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
03/01/09 12:45
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
@atas
Nah ntU dy..marketing nya emang kurang..bAhkan temen gw gk tau star1 itU cdma ato gsm...ckckckck... CobA kalo staroNe getol pRoMosi..pasti rival2 nya pada 'gerah'..
Post Extras: 🖨️ Cetak
r3ndhy
(Penasihat)
03/01/09 13:02
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
iya, menurut gwe, pendapat yg mengatakan star1 dianak tirikan itu ga tepat, karena kalo dicompare dengan operator lain, tarifnya paling murah ke sesama operator, kemudian ditambah termurah ke group ndosat, dimana flexi tidak mampu sediakan, kemudian tarif promonya jg menarik, sayang aja kurang dikomunikasikan ke masyarakat, tp gpp, jaringannya reliable selama ini,m karena yg pake sedikit.
Post Extras: 🖨️ Cetak
emilzone
(Penasihat)
04/01/09 04:32
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
*orang bilang dianaktirikan karena dilihat dari intensitas marketing, iklan starone jarang keluar di TV.
dulu pernah jor-joran dengan promo NGORBIT, tp abis itu tenggelam. skrg baru mulai lg neh dgn promo Nelpon Rp 1 berkali-kali.
Post Extras: 🖨️ Cetak
djuned89
(Penasihat)
04/01/09 05:45
😐 Re: kasian amad nasib starone mau dijual Qtel....
Iya...semOga aja ke dEpan staroNe lebiH ok...
Post Extras: 🖨️ Cetak
🔒 Topik lama, hanya bisa dibaca. Isinya diambil dari forum Forum Ponsel yang dulu: tautan, nomor telepon, dan alamat email sudah disembunyikan. Ingin kiriman ini dihapus atau dikoreksi? Hubungi kami dan sebutkan alamat halaman ini. Ingin membahas topik serupa? Buat topik baru di Forumponsel.
Isi forum adalah pendapat pengirimnya. Kiriman diperiksa sebelum tampil. © Forum Ponsel · Privasi · Syarat · Aturan forum