| diktus_keren (Penasihat) 02/01/08 16:00 | π Tarif SMS bakal turun nggak?? kira2 tahun ini tarif SMS antar operator bakal turun nggak cape nich 350 terus beberapa sich udah turun tapi m3 belum turun juga. ada kabar nggak m3 bakal turun tarif sms antar operatornya?? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| kesetrum (Penasihat) 20/01/08 20:40 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? kalo gak turun, yah pake 3 aja atau NTS sms cepek ke op lain... beres dah.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ILCapitano (Penasihat) 20/01/08 21:56 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Quote: nyeTRUM said: kalo gak turun, yah pake 3 aja atau NTS sms cepek ke op lain... beres dah.. NTS ke op lain masi 350 bos. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| andalasputra (Penasihat) 20/01/08 22:23 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? kelewatan banget dah yang masih Rp.350/SMS. jelas2 dah ketahuan biaya produksi perSMS mereka khan cuma Rp.76,- kok masih belum nurunin tarif.. tanya kenapa? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| kesetrum (Penasihat) 20/01/08 22:32 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Quote: STAM said: kelewatan banget dah yang masih Rp.350/SMS. jelas2 dah ketahuan biaya produksi perSMS mereka khan cuma Rp.76,- kok masih belum nurunin tarif.. tanya kenapa? pendapatan operator pasti turun, bisa jadi gaji karyawan mereka ikutan.. dah dibilang, 3 kartel Tsel, Isat dan XL... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| kesetrum (Penasihat) 20/01/08 22:36 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? eh lupa, kirain Smart.. Jadi Three masih jawara SMS dunk apalagi paket 1/2 Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| lando11 (Penasihat) 20/01/08 23:13 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? kalo buat sms, pake 3x lebih dapat lebih banyak bos. gw uda pernah itung2. buat telp sih yg 1/2 harga dapat menit lebih banyak. jadi sesuai pemakaian aja sih Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 21/01/08 16:28 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? TARIF SMS DI INDONESIA URUTAN KE 37 TERMURAH DI DUNIA DIRUT TELKOMSEL SIAP MENJELASKAN PENGENAAN TARIF Business News:1/21/2008 Operator seluler siap menjelaskan kepada KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) mengenai dasar pengenaan tarif layanan pesan singkat (SMS) operator kepada konsumen rata-rata Rp 250-Rp 350 per SMS, sekaligus untuk menyangkal pernyataan BRT! (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) bahwa biaya produksi tarif SMS cukup hanya Rp 76 per SMS. " Nanti pada saatnya kalau ditanya KPPU, (mengapa tinggi-red), akan saya jawab/β tanfas Dorut Telkomsel, Kiskenda Suriahardja di Bandung baru-baru ini. KPPU saat ini sedang memperdalam aspek teknis, ekonomis, dan hukum kasus dugaan kartel atau pengaturan tarif SMS antar delapan operator yaitu PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Telekomunikasi Indonesia, PT Telkomsel, PT Indosat, PT Hutchinson, PT Smart Telecom, PT Mobile-8, dan PT Bakrie Telecom. Penyelidikan KPPU berdasarkan atas kajian Ovum, konsultan BRTI, yang menyebutkan bahwa tarif wajar SMS lintas operator sekitar Rp 100 per SMS. "Sah-sah saja (KPPU) menggunakan data dari mana saja. Nanti kita akan beritahu kalau ditanya," tegas Kiskenda. Di Eropa dan beberapa negara lain, SMS lintas operator menerapkan skema berbasis interkoneksi di mana penerima dan pengirim samasama dikenakan biaya. Sedangkan di Indonesia masih menganut skema sender keep all (SKA) atau hanya operator pengirim yang dikenakan biaya. Ia juga mengomentari penggunaan kajian Ovum oleh KPPU bisa membentuk opini yang keliru di masyarakat karena konsultan berbasis di Australia itu hanya menetapkan tarif interkoneksi bukan tarif ritel. Biaya interkoneksi dijadikan dasar menentukan network, element cost, yaitu penjumlahan interkoneksi operator asal (originating interconnected) dan operator tujuan (terminating interconnected), sehingga muncul angka Rp 76 per SMS, yakni Rp 38 per SMS dikalikan dua. Dalam penetapannya pun, tutur sumber tersebut, Ovum menggunakan asumsi long run incremental cost (LRIC) yang hitungannya didasarkan pada efficiency network design, tidak memperhitungkan kapasitas-kapasitas cadangan yang disiapkan operator pada saat tertentu seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru yang butuh investasi besar. Padahal dijelaskan, dalam menetapkan tarif SMS, operator memasukkan komponen lainnya yaitu biaya retail service cost, biaya penjualan dan promosi (common cost), profit, dan pajak. Dari tarif yang ditetapkan saat ini, retail service cost mendapatkan porsi 40 persen, profit sebesar 10-15 % dari total biaya produksi. "Dengan menggunakan metode perhitungan semacam ini saja menjadikan Indonesia berada di posisi 37 sebagai negara dengan tarif SMS termurah di dunia dari 187 negara/β katanya. (JP) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 21/01/08 16:29 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Menunggu Skema Baru Tarif SMS Duta Masyarakat:1/19/2008 Tarif yang masuk akal untuk satu SMS lintas operator sesungguhnya cuma Rp 100. ini pendapat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Kata operator lain lagi. Tarif Rp 250-Rp350, menurut mereka, sudah termasuk murah. Bisakah skema baru tarif seluler yang bakal di terbitkan akhir Januari ini mengakhiri βperseteruanβ ini? Industri komunikasi Indonesia tengah dihangatkan perbincangan masalah tarif SMS lintas operator. Ini karena Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sedang menyelidiki praktik kartel yang dilakukan operator seluler dan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ASTSI). Bersenjatakan data yang dimilikinya , KPPU menilai, tarif yang wajar untuk SMS lintas operator seharusnya hanya sekitar Rp 100, karena besaran tarif produksi yang dikeluarkan operator hanya sekitar Rp 76. Beberapa eksekutif di industri telekomunikasi menyanggah pendapat tersebut. Mereka mengatakan, data yang dikatakan KPPU tersebut hanya berdasarkan kajian yang dilakukan Ovum, konsultan asing yang disewa BRTI. βKajian yang dilakukan konsultan tersebut hanya untuk interkoneksi, dan yang dihitung hanya tarif terminasi dan originasi berdasarkan Network Element Cost. Karena itu muncul angka Rp 76, yakni Rp 38 dikalikan dua,β jelas salah satu eksekutif yang tidak mau disebut namanya. Metode yang digunakan konsultan tersebut, lanjutnya, berbasis Long Run Incrementa Cost (LRIC). Metode ini menggunakan asumsi untuk menghitung tarif SMS berdassrkan Efficiency Network Design. Asumsi tersebut, menurutnya, tidak memperhitungkankan cadangan-cadangan untuk event tertentu. Misalnya Lebaran, Natal, atau Tahun Baru.β Padahal mempersiapkan untuk jaringan event-event tersebut memerlukan investasi yang tidak sedikit,β jelasnya. Operator, lanjutnya, menggunakan metode perhitungan yang memasukkan beberapa komponen biaya seperti tarif pungut retail (retail service cost), common cost (biaya penjualan, promosi, dan gaji), serta komponen pajak. Dari tarif yang di tetapkan saat ini, retail service cost mendapatkan porsi 40%. Sementara profit hanya sebesar 10%-15% dari total biaya produksi. βMetode penghitungan semacam ini menjadikan Indonesia berada di posisi 37 sebagai Negara dengan tarif SMS termurah di dunia dari 187 negara,β klaimnya. Sementara itu, Direktur Utama PT Indosat Tbk, Johny Swandi Sjam, merasa tarif pungut SMS yang dikenakan operator pada masyarakat sudah terhitung murah. Ia pun membandingkan antara tarif pungut SMS yang berlaku di Eropa dan Indonesia saat ini. Di Eropa, kata dia, tarif pungut yang dikenakan operator terhadap pelanggan korporat untuk pembelian SMS secara wholesale (bulk) dikenakan biaya sekitar US$ 2 sen, atau sekitar Rp 180 hingga Rp 250. βItu untuk penjualan secara bal-balan. Di Indonesia untuk retail, saya rasa wajar kalau operator menerapkan skema berbasis interkoneksi untuk SMS, di mana penerima dan pengirim dikenakan biaya. Sedangkan di Indonesia yang diterapkan adalah skema sender keep all (SKA) atau hanya si pengirim yang dikenakan biaya. βDengan skema seperti itu, tarif SMS retail di Jerman bisa mencapai Rp 2.600. coba bandingkan dengan Indonesia yang Cuma Rp. 250-Rp.350,β tandasnya. Skema Baru Dalam skema baru tarif seluler yang akan segera diterbitkan, SMS tengah dibahas untuk masuk dalam biaya perhitungan tarif koneksi. Ketua BRTI, Basuki Yusuf Iskandar, menantikan skema baru tarif seluler tersebut akan terbit pada akhir Januari 2008 ini. Saat ini, katanya, skema tarif tersebut tengah memasuki tahapan finalisasi setelah meminta masukan dari para operator seluler. βKita harap, dengan skema baru nanti tarif seluler jauh lebih terjangkau., apalagi akan ada batas tarif retail ke konsumen,β ujar Basuki yang menjabat sebagai Dirjen Postel itu, belum lama ini. Meski demikian, ia masih enggan mengungkap besaran penurunan tarif yang disebutnya akan turun secara signifikan tersebut. βYang pasti selain soal aturan baru tarif seluler dan interkoneksi, SMS juga akan kami masukkan dalam penghitungan biaya interkoneksi,β tandasnya. Dibebankan pada Dua Operator Selaku Regulator Telekomunikasi di Indonesia, BRTI menilai, tarif layanan pesan pendek (SMS) seharusnya bisa jauh lebih murah dari tarif yang ada saat ini. Apalagi kompetisinya kian hari makin ketat. βKalau ongkos produksinya Cuma Rp 76, mengapa tarif SMS off-net bisa kena Rp 250-Rp 350? Artinya, margin yang di dapat cukup besar sehingga cenderung overpricing,β cetus anggota Komite BRTI, Heru Sutadi, sebagaimana di lansir detikINET, Kamis (17/1). Ongkos produksi yang dimaksud Heru ialah beban biaya yang dibutuhkan operator untuk memproduksi suatu layanan dengan memperhitungkan nilai investasi, misalnya dengan infrastruktur terlekomuikasi-base transceiver station (BTS), base station controller (BSC), master switching control (MSC), intelligent network (IN), dan lain-lain. BRTI menilai, dengan kompetisi yang ketat, seharusnya tarif SMS lintas operator kian bersaing. Mengingat ongkos produksi yang dikeluarkan hanya Rp 76, sewajarnya tarif Pungut SMS Cuma berkisar Rp 100. βTapi itu tidak terjadi sehingga diduga ada price fixing,β ujarnya. Dalam aturan tarif interkoneksi yang baru, biaya SMS akan dibebankan pada ke dua operator, baik pengirim atau penerima. Hal itu berbeda dari sebelumnya di mana skema yang diterapkan merupakan Sender Keep All (SKA) atau hanya pengirim saja yang di kenakan biaya. βAngka biaya antar koneksi yang baru, menurut hitung-hitungan akan turun. Tapi akan baru di pastikan hari ini. (kemarin, red) setelah BRTI bertemu dengan operator,β ujarnya. Heru pun menegaskan bahwa Ovum, perusahaan asing yang dipilih dan dipakai untuk menghitung biaya intrkoneksi, sejatinya merupakan konsultan yang di sewa oleh para operator sendiri. Bukan disewa BRTI,β tandasnya. (det/rou/wsh) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| lando11 (Penasihat) 21/01/08 16:41 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? 36 negara diatas Indonesia itu apa saja? jangan membandingkan secara kulit doank lah Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| adit38 (Penasihat) 21/01/08 20:14 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Kalau di statistik bs begini. Urutan sms termurah: 1. 10 2. 11 3. 12 4. 13 urutan 5 -30 tarifnya 15 urutan 30 - 36 tarifnya 25 lalu indonesia urutan 37 tarifnya langsung 350/sms. Jadi boleh jadi urutan 37, tp jomplang bgt perbedaanx dgn yg diatasx. So, kalo cm urutan ke 37 belum tentu murah tarifx. Sama halx dgn analogi 10org terkaya, urutan 1-9 kekayaanx diatas 1 milyar dollar, kemudian yg ke10 cm 1jt dollar. Kesanx sih urutan 10 terkaya, tp kekayaanx cemen dibanding 9 diatasnya. Apa kata telkomsel diatas paling cm BUL$HIT, permainan statistik, cm menyebutkan urutan tanpa data real. Ayo KPPU&BRTI, jgn ragu, kasi penalti yg kejam biar kapok ngasi tarif sms mahal. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| urbansoul (Penasihat) 22/01/08 01:30 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? 36 negara termurah itu apa aja yah? ada yang tau? Pengen tau gw Indo ini dibandingin ama negara yg kayak gimana sampe bisa nempatin urutan ke 37 termurah.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 22/01/08 09:27 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Ini ada artikel lainnya... ------------------------------ 'Trafik komunikasi naik jika tarif turun' JAKARTA: Operator telekomunikasi optimistis penurunan tarif interkoneksi yang bisa memicu turunnya tarif ritel akan diiringi oleh meningkatnya trafik percakapan, sehingga tidak akan memengaruhi pendapatan. Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam menuturkan elastisitas terjadi pada saat terjadi penurunan tarif mengingat anggaran telekomunikasi setiap pelanggan dapat dipastikan tetap sama meskipun ada penurunan tarif. "Artinya, trafik akan naik cukup signifikan baik dalam menit penggunaan pelanggan lama maupun pada penambahan jumlah pelanggan baru," ujarnya belum lama ini. Indosat masih menunggu penetapan tarif interkoneksi dan tarif batas atas untuk jaringan bergerak seluler sebelum menentukan langkah strategi pemasaran dan penarifan berikutnya. Sementara itu, Direktur Pemasaran Indosat Guntur S. Siboro mengatakan tren tarif seluler akan terus turun tahun ini seiring turunnya average revenue per user (ARPU) dan average revenue per minutes (ARPM). "Indosat tidak akan terpengaruh perang tarif yang cenderung tidak transparan sehingga kami menawarkan nilai lebih pada pelanggannya berupa gratis bicara pada menit pertama," ujarnya di sela-sela peluncuran program gratis bicara menit pertama Mentari dan SMS gratis IM3, kemarin. Fixed line tak turun Hal senada juga diungkapkan PT Telkom Tbk bahwa penurunan tarif telekomunikasi yang akan segera ditetapkan pemerintah tahun ini tidak akan berpengaruh besar terhadap pendapatan perusahaan secara keseluruhan. Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah menilai pemerintah perlu menaikkan tarif tetap lokal mengingat selama ini terus disubsidi layanan sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) sebesar 20%-30%. "Yang pasti tarif saluran tetap lokal tidak bakal turun, bahkan diharapkan naik agar layanan tersebut tidak terus-menerus disubsidi," katanya di sela-sela paparan awal tahun PT Telkom Tbk, belum lama ini. Oleh Arif Pitoyo Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 22/01/08 09:49 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Potensial penyebab tarif telco naik lagi... ---------------------------------------------------- Boros Nomor karena Gratis Trust Magazine:1/21/2008 Pemerintah memikirkan untuk mengenakan biaya atas peredaran setiap nomor telepon seluler dan FWA. Jumlah nomor yang hangus masih cukup banyak. GRATIS tapi terbatas. Itulah nomor telepon seluler dan telepon tetap nirkabel (FWA). Konsumen memang tak pernah dikenakan biaya apa pun ketika mendapatkan secarik nomor itu. Padahal, jelas, jumlah nomor itu terbatas. Bahkan, dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia bisa mengalami kekurangan nomor telepon. Pemerintah pun memasang kuda-kuda. Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel, pekan silam, menuturkan, pemerintah akan menerbitkan peraturan pengenaan biaya un tuk setiap pengambilan blok nomor telepon. Untuk sementara, aturan ini akan diberlakukan bagi operator seluler. FWA belum akan terkena beleid tersebut. Sayang, sampai saat ini, Basuki belum mau menyebutkan nilai biaya yang akan dikenakan kepada operator yang hendak melakukan pengambilan blok nomor tersebut. Rencana pemerintah itu disambut baik oleh Heru Sutadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (ERTI). Heru menilai, rencana pemerintah ini cukup jitu untuk menekan operator dan konsumen agar tidak boros dalam penggunaan nomor telepon, terutama telepon seluler prabayar. Heru menuturkan, selama ini, operator tak dikenakan biaya sepeser pun untuk mendapatkan blok nomor. Akibatnya, operator mengambil dan menjual nomor sebanyak mungkin. "Ya, namanya juga gratis," ujar Heru. Celakanya, banyak nomor yang dipergunakan konsumen cuma sebentar saja. Mak lum, harga kartu perdana sekarang memang sangat murah gara-gara perang harga dan promosi oleh operator. Bahkan kerap kali harga kartu perdana yang dijual jauh di bawah nilai pulsa yang tersedia di kartu tersebut. Konsumen Indonesia yang umumnya masih price sensitive pun menggunakan kartu awal ini sebagai calling card. Mereka memakai nomor itu selama masih ada pulsa tersisa di kartu perdana. Setelah pulsa habis, ia tak mengisinya lagi, tetapi membuang kartu itu. Maka, hanguslah nomor tersebut. Churn, begitu orangorang telekomunikasi menyebutnya. Syahdan, jumlah churn di industri telekomunikasi mencapai lebih dari 20%. Heru menuturkan, adanya biaya untuk mendapatkan nomor akan membuat jumlah churn bisa berkurang. Ia lalu mengusulkan, agar pemerintah mengenakan biaya Rp 1.000 hingga Rp 10 ribu per nomor per tahun kepada operator. Dana tersebut lalu dimasukkan ke dalam pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Tentu sayd, usulan tersebut tak terlalu disukai kalangan operator. Rahmat Junaidi, Direktur Corporate Service Bakrie Telecom, mengatakan, di negara lain, regulator tak mengenakan biaya kepada operalor yang hendak melakukan blocking nomor. Biaya untuk blocking nomor baru dikenakan ketika nomor tersebut tergolong cantik atau istimewa. Seperti biasa, konsumen dijadikan tameng ketika menolak pembebanan biaya itu. Soalnya, ketika operator dikenakan biaya untuk mendapatkan nomor baru, maka biaya itu akan dibebankan lagi ke konsumen. "Kasihan jika mereka terus dibebani. Mereka tak akan suka,11 ujar Rahmat. Masalahnya, jika operator tidak dikenakan biaya sepeser pun ketika mengambil nomor, maka operator akan seenaknya saja mengambil jatah nomor. Menurut Heru Sutadi, jumlah nomor yang mereka ambil bisa mencapai empat hingga lima kali dari target pelanggan yang hendak diraih. Seorang sumber TRUST di salah satu operator seluler bahkan menuturkan, jumlah nomor yang biasa diambil oleh operator minimal enam kali dari target pelanggan yang akan dijaring. Operator memang senang mengambil banyak nomor karena selain gratis, juga bisa lebih leluasa ketika menyebarkan jualannya kepada distributor. Maklum, kalau nomor yang disediakan sedikit, maka distributor tidak memiliki keleluasaan atau stok yang cukup ketika menju al nomor yang dikeluarkan operator. Nah, kalau sekarang jumlah pelanggan seluler di Indonesia mencapai 80 juta, berani jumlah nomor yang telah diambil oleh operator bisa mencapai lebih dari 480 juta nomor. PERLU JEDA MENUNGGU HANGUS Padahal, ya itu tadi, jumlah nomor itu terbatas. International Telecommunication Union (ITU) telah mengatur, nomor yang bisa dipakai oleh operator di sebuah negara, maksimum terdiri dari 15 digit. Dan itu sudah termasuk dengan kode negara ataupun kode wilayah. Jika kode negara Indonesia adalah 62, maka jumlah digit yang tersisa hanya tinggal 13 saja, Jika ditambah dengan kode wilayah atau kode seluler, maka jumlah angka yang tersisa tinggal 10 digit. Itu artinya, jumlah nomor yang bisa dipakai oleh operator hanya sebanyak 10 miliar nomor (10 pangkat 10). Persoalannya, tak semua daerah di Indonesia mengacu pada 10 digit penomoran. Menurut Heru, ada beberapa wilayah yang menggunakan acuan lima atau enam digit. Makanya, jumlah nomor itu menjadi lebih terbatas lagi. Tetap saja, kalangan operator masih enggan menyetujui usulan membayar setiap unit nomor telepon yang mereka inginkan. Anggapan bahwa mereka boros memakai nomor, juga dibantah, Myrajunor. Corporate Communication PT Excelcomindo Pratama ini, mengatakan, perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Telecom Malaysia ini selalu meminta nomor kepada regulator secara efisien dan seefektif mungkin. Menurut Myra, untuk menggunakan nomor yang ada saat ini, Excelcomindo mendasarkannya kepada fundamental technical plan dan kebutuhan operasional yang telah dibuat oleh manajemen. Myra juga menampik bahwa jumlah churn di industri telekomunikasi masih sangat tinggi, ia katakan, churn rate di industri telekomunikasi berkisar antara 12% hingga 15% sebulan. Rahmat Junaidi juga mengakui, sebelum mengajukan permintaan penambahan nomor, Bakrie Telecom terlebih dahulu menyampaikan laporan kepada pemerintah mengenai alokasi nomor yang sudah aktif. "Jika alasannya kuat, maka blok nomor tersebut baru mereka berikan," terang Rahmat. Kalangan operator juga mengusulkan agar mereka bisa memakai kembali nomor yang sudah hangus setelah melewati kurun tertentu. Rata-rata operator menunggu jeda masa hangus nomor selama tiga bulan atau lebih. Namun, Kamilov Sagala (anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) menilai itu belum efektif. Kamilov menyatakan laporan operator atas nomor hangus masih belum optimal. Ia lalu mengusulkan adanya evaluasi ulang penomoran dan standar jeda penghangusan nomor. "Laporan dari operator hanya bersifat umum dan tak spesifik soaJ nomor hangus itu," katanya. Kamilov juga menegaskan, pemberian nomor yang tak digratiskan adalah solusi untuk mengatasi persoalan tersebut, Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 22/01/08 09:50 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Tarif Seluler Perlu Perhatikan Iklim Bisnis Seputar Indonesia:1/22/2008 JAKARTA (SINDO)Pelaku usaha mendukung rencana pemerintah menurunkan tarif ritel seluler 10-30% tahun ini. Kendati demikian, penurunan tarif perlu dikaji secara cermat agar tidak mengganggu bisnis dan iklim investasi. "Indosat mendukung regulasi yang dibuat pemerintah. Yang penting adalah bagaimana bisnis ini (seluler) tetap jalan dan tetap menarik bagi investor," ungkap Dirut PT Indosat Tbk Johnny Swandi Sjam saat berdiskusi dengan redaksi SINDO di Jakarta kemarin. Johnny menjelaskan, iklim investasi perlu diperhatikan agar investor tetap mau memasuki sektor telekomunikasi nasional. Investasi penting untuk menjamin per tumbuhan industri telekomunikasi. "Industri telekomunikasi merupakan industri yang dinamis dan padat modal," katanya. Seperti diberitakan SINDO, Departemen Komunikasi dan Informatika(Depkominfo)menyiapkan formula penurunan tarif tahun ini. Berdasarkan formula tersebut, nantinya masing-masing operator seluler akan menetapkan tarif baru yang dipastikan lebih rendah dari tarif yangberlaku saat ini. Di sisi lain, Johnny mengatakan, Indosat tahun ini terus melakukan pengembangan. Indosat, kata dia, menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) 2008 sebesarUSDl,2 miliar. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 22/01/08 10:02 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Melirik Strategi Marketing Seluler Menjelang Penurunan Tarif Neraca:22 Januari 2008 Oleh: Prayogo P. Harto / Nadya L. Nihayati Jika tak ada aral melintang, penurunan tarif telekomunikasi sebesar 30 perseri akan mulai berlaku mulai April 2008. Tanpa bermaksud mendahului, diam-diam operator seluler justru sudah mulai menerapkan strategi tarif murah. Bagaimana strategi marketing mereka? Pekan lalu, Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika (Postel Depkominfo) Basuki Yusuf Iskandar mengatakan tarif telekomunikasi yang baru secara efektif akan diberlakukan pada 1 April 2008. "Kita optimis tarif telekomunikasi (efektif akan diberlakukan) pada 1 April sampai dengan medio April," kata Basuki usai pertemuan dengan semua operator telekomunikasi di Kantor Postel Jakarta. Ia juga mengungkapkan tarif telekomunikasi secara agregat akan turun sebanyak 30 persen, tapi masih ada sedikit masalah pada tarif telekomunikasi untuk fix/ine (telepon tetap). Sedangkan untuk tarif seluler, pemerintah cenderung untuk menetapkan tarif batas atas seluler daripada tarif batas bawah seluler. "Kita cenderung untuk tidak mengatur (tarif batas bawah seluler) karena nampaknya kita menduga bahwa biaya seluler onnet (sesama operator) disubsidi oleh biaya percakapan offnet (antar operator)," kata Basuki. Keputusan pemerintah melakukan penyesuain tarif ini, nampaknya tak lepas dari penilaian sejumlah kalangan bahwa tarif telekomunikasi di Indonesia tergolong yang termahal dibandingkan dengan negara lain, seperti Malaysia atau Filipina. Tetapi, sebenarnya, tanpa pemerintah melakukan penyesuaian tarif pun, pasar telah memaksa para operator, khususnya di industri seluler, melakukan penurunan tarif. Dengan semakin banyaknya pemain yang masuk ke industri ini, memang, mau tidak mau, operator seluler harus menurunkan tarif. Jika tidak, besar kemungkinan mereka akan ditinggalkan konsumen. Bahkan, belakangan (ni operator seluler nasional semakin jor-joran saja melakukan strategi berbasis tarif. Kondisi ini memang menguntungkan konsumen. Namun, terkadang membuat konsumen juga bingung. Betapa tidak, masing-masing operator mengklaim diri sebagai penyelenggara layanan jasa seluler termurah. Terlepas dari itu semua, sangat menarik mengamati strategi marketing berbasis tarif dari para operator seluler di tanah air. Berikut ini kami himpun tiga di antaranya, yang merupakan pemain utama sekaligus yang menjadi pemain terlama di industri seluler nasional. Telkomsel: Pede dengan Simpati PeDe PT Telkomsel, anak usaha PT Telkom Tbk, meluncurkan kartu perdana baru yang diberi nama simpati PeDe pada awal Desember tahun lalu. PeDe merupakan akronim dari Per Detik. Produk terbaru Telkomsel ini membuat konsumen dapat berbicara dengan biaya Rp 0,5 per detik sepanjang hari. Sayangnya, layanan ini hanya dapat dinikmati antar sesama pengguna telkomsel, yang diklaim operator seluler terbesar nasional ini berjumlah 46 juta orang. Sementara untuk penggunan operator lain, otomatis tidak bisa memanfaatkan layanan murah ini. Skema tarif percakapan yang ditetapkan oleh Telkomsel kepada pelanggannya adalah sebagai berikut: Untuk 1 menit pertama biayanya adalah Rp 25 per detik. Baru pada menit berikutnya konsumen bisa menikmati tarif Rp 0,5 per detik. Sedangkan untuk komunikasi lintas operator seperti ke PSTN atau FWA dikenakan tarif lokal 15/detik dan non lokal atau SLJJ Rp 35/detik. Sementara untuk komunikasi dengan operator selular lainnya berlaku tarif lokal Rp 25/detik dan non lokal atau SLJJ Rp 60 per detik. Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan peluncuran simpati PeDe ini merupakan upaya Telkomsel dalam menghadirkan tambahan pilihan fleksible transparan. Khususnya bagi masyarakat luas hingga pelosok untuk dapat menikmati layanan telekomunikasi selular prabayar berkualitas dengan berbagai fasilitas, antara lain, melalui alternatif perhitungan biaya per detik dengan hanya Rp 0,5 per detik setelah 1 menit pertama. Kiskenda menambahkan bahwa dalam rangka menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat luas, perusahaannya selalu berupaya mengimplementasikan lisensi nasional yang diamanatkan pemerintah dengan berpedoman pada 5 parameter pokok yakni: memulai penggelaran jaringan hingga pelosok, kualitas tertinggi melalui teknologi terkini, inovasi produk dan layanan, pelayanan bermutu internasional dan tarif sesuai dengan regulasi. Selain menikmati failitas simpati PeDe, konsumen telkomsel juga dimanja dengan layanan tarif murah Simpati lain yang disebut simpati Extra, seperti: Harga malam paket Hemat Rp 600 per menit pada pukul 22.00 s/d 22.59, paket Super Hemat Rp 300 per menit pada pukul 23.00 s/d 06.59, Banyak Pake GRATIS Pake Banyak yaitu 3 menit pakai gratis 3 menit dan setiap kirim 6 SMS akan mendapat gratis 6 SMS, Telkomsel Poin SMS, Simpati Talkmania, yaitu dengan Rp 25.000 dapat digunakan tanpa batas selama 15 jam (07.00 s/d 22.00), dan SMS malam hari. Indosat: Bukan Murah, Tapi Gratis Awal tahun ini, PT Indosat Tbk menggeberak dengan program marketing "1 Menit Gratis". Mentari Gratis 1 Menit Pertama merupakan program dimana pelanggan Mentari dapat menelpon secara gratis selama 1 menit kepada sesama pengguna Indosat yaitu Mentari, Matrix dan IM3 setelah pelanggan mengisi ulang pulsa minimal Rpi 0.000. Program, int berlaku setiap hari dari pukul 05.00-17.00 dengan ketentuan bila pengguna Menteri mengisi ulang pulsa dengan denominal Rp10.000 sampai Rp20.000 akan mendapatkan bonus 1 menit pertama gratis selama 7 hari, sedangkan bila mengisi pulsa Rp25.000 atau lebih akan mendapatkan bonus 1 menit pertama gratis selama 15 hari. Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan program IM3 Ce-eS-an yaitu program dimana pengguna IM3 dapat mengirimkan SMS gratis sepuasnya dengan syarat telah melakukan panggilan minimal Rp2000 per hari. Sebelum menggunakan SMS gratis ini, pelanggan IM3 harus mendaftarkan maksimal dua nomor IM3,Mentari, Matrix yang akan dikirimi SMS gratis oleh pelanggan tersebut. "Program ini khusus kami tujukan kepada pelanggan IM3 yang sebagian besar segmen anak muda yang sangat gemar berkomunikasi melalui SMS. Mereka dapat melakukan penghematan karena bisa memanfaatkan SMS gratis sepuasnya ke dua nomor yang paling sering mereka kirimi SMS," tambah Guntur. Namun, Direktur Regional Sales PT Indosat, Syakieb A Sungkar mengatakan Indosat meluncurkan program Mentari Gratis 1 Menit Pertama bukan karena terjebak dalam perang tarif yang saat ini gencar terjadi. "Indosat memberikan penawaran tanpa harus terjebak perang tarif dan tidak mengurangi pendapatan perusahaan, karena ini paradigma yang baru," kata Syakieb didampingi Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro, Group Head Integrated Marketing Indosat Fuad Fachroeddin dan Ikon Indosat Dian Sastrowardoyo dalam jumpa pers peluncuran program Mentari Gratis 1 Menit Pertama dan IM3 Ce-eS-an di kantor Indosat di Jakarta, Senin. Syakieb mengatakan program Mentari Gratis 1 Menit Pertama merupakan program dengan paradigma yang baru dan berbeda dari layanan yang diberikan oleh operator lain. Sedangkan Guntur Siboro mengatakan memasuki tahun 2008, Indosat mempunyai motto marketing baru yaitu βbeyond expectation, revolusi baru untuk komunikasi hemat". "Kalau operator lain menawarkan tarif murah dengan syarat setelah menelepon beberapa menit, Indosat tidak mengikuti jalur seperti itu,"kata Guntur mengenai program Mentari Gratis 1 Menit Pertama. Excel: Rp 0,1 per Detik Di tengah persaingan untuk menggaet pelanggan telepon seluler di Indonesia, PT Exelcomindo Pratama (XL) melakukan promosi tarif murah Rp 0,1 per detik. General Manajer Operasional Penjualan bagian Timur II XL, Awaluddin di Denpasar, Kamis, pekan lalu, mengatakan, promosi yang dilakukan pihaknya yakni tarif murah sebesar Rp 0,1 per detik bagi pengguna kartu bebas untuk menelpon ke seluruh operator seIndonesia. "Tarif baru ini merupakan salah satu wujud komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang menyentuh seluruh masyarakat Indonesia, selain itu tentunya sebagai respon atas tingginya animo pelanggan terhadap tarif sebelumnya," katanya. Dia mengatakan, untuk tarif bebas yang berakhir 15 Januari dengan tarif Rpl/detik, akan tetap dapat dinikmati hingga 17 Januari 2008. Selanjutnya secara otomatis menikmati tarif RpO,l/detik setelah percakapan 2,5 menit ke seluruh nomor. "Selain itu juga tarif khusus Rp35 per SMS ke sesama operator tersebut hingga 30 April 2008. Dengan tarif itu pelanggan baik yang berbicara lebih lama maupun sebentar ke nomor manapun akan menikmati tarif yang semakin murah," katanya. Awaluddin menambahkan, tarif promo ini diberlakukan secara nasional dengan mekanisme baru dan berbeda di beberapa area. Mekanisme tersebut dibedakan karena disesuaikan dengan pola penggunaan telepon di masingmasing area yang berbeda. "Semisal untuk area baru di Nusa Tenggara Timur, Papua dan Ambon dikenakan tarif RplO/detik pada setengah menit pertama dan RpO,l/detik pada menit berikutnya hingga menit ke-30 setelah itu berlaku tarif Rpl/detik," ucapnya: Selain manfaat tarif telepon murah, pengguna XL bebas juga akan mendapat "poin reward" melalui program loyalitas pelanggan poin hadiah yang dapat ditukarkan dengan aneka hadiah langsung, seperti gratis telepon, SMS dan vocer belanja maupun undian berhadiah uang tunai Rp2,8 miliar, mobil, sepeda motor dan lainnya. "Tarif promo ini akan melengkapi berbagai manfaat yang dirasakan oleh pengguna, berupa manfaat berkomunikasi hemat melalui jaringan berkualitas yang dikenaldengan kejernihan suara dan jangkauan luas^" katanya. Menurutnya jumlah pelanggan hingga akhir 2007 secara nasional mencapai 15,5 juta dan 30 persen diantaranya berada di area Timur Indonesia. "Kedepannya kami optimistis pelanggan akan lebih meningkat seiring pemberlakuan tarif promo. Tercatat hingga kini 60 persen dari pelanggan pengguna kartu bebas," kata Awaluddin menambahkan.* Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| stickerlifter (Penasihat) 22/01/08 12:39 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Dulu ini komplen tarip di Indonesia paling mahal. Sekarang setelah terbukti diluar negri lebih mahal, masih komplen "bandingin dong gaji orang bule sama orang Indonesia". Nah sekarang keliatan kan penyebab polemik murah-mahal tuh disoal gaji. Jadi yang salah bukan operatornya pasang harga tinggi tapi gaji di Indonesia kemurahan. Yang salah ya pemerintah kenapa nggak bisa menyediakan environment supaya gaji orang Indonesia sama dengan gaji orang bule. Pertamax aja sudah mau pake standar harga internsional, gaji kite juga dong pake standar internasional. Setuju sodara-sodara...?!!! Masalahnya kite udah pentes nggak dapet gaji standard bule...???.... (Jangan gila dooonng) He he he .... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| zexelgrifone (Penasihat) 22/01/08 14:44 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Quote: Dalam penetapannya pun, tutur sumber tersebut, Ovum menggunakan asumsi long run incremental cost (LRIC) yang hitungannya didasarkan pada efficiency network design, tidak memperhitungkan kapasitas-kapasitas cadangan yang disiapkan operator pada saat tertentu seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru yang butuh investasi besar. Hmm.. kapasitas cadangan ya? Analoginya, jika saya punya 1 bus umum, dan selalu penuh penumpang saat beroperasi, terus saat lebaran, bus saya lebih penuh lagi sampe2 ada orang yg berdiri dan berjubel. Apa saya perlu nambah bus lagi hanya saat untuk lebaran? Dengan catatan nambahnya dari tarif yg saya kenakan ke penumpang2 bus pada tiap harinya? Saya ga tau jawabnya lhoo.. cuman saya pengennya tarif tetep murah, tapi tetep bisa nyediakan bus tambahan buat lebaran.. Quote: Trafik komunikasi naik jika tarif turun' JAKARTA: Operator telekomunikasi optimistis penurunan tarif interkoneksi yang bisa memicu turunnya tarif ritel akan diiringi oleh meningkatnya trafik percakapan, sehingga tidak akan memengaruhi pendapatan. Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam menuturkan elastisitas terjadi pada saat terjadi penurunan tarif mengingat anggaran telekomunikasi setiap pelanggan dapat dipastikan tetap sama meskipun ada penurunan tarif. "Artinya, trafik akan naik cukup signifikan baik dalam menit penggunaan pelanggan lama maupun pada penambahan jumlah pelanggan baru," ujarnya belum lama ini. Semoga saja networknya engga down.. Quote: Boros Nomor karena Gratis Trust Magazine:1/21/2008 Pemerintah memikirkan untuk mengenakan biaya atas peredaran setiap nomor telepon seluler dan FWA. Jumlah nomor yang hangus masih cukup banyak. GRATIS tapi terbatas. Itulah nomor telepon seluler dan telepon tetap nirkabel (FWA). Konsumen memang tak pernah dikenakan biaya apa pun ketika mendapatkan secarik nomor itu. Padahal, jelas, jumlah nomor itu terbatas. Bahkan, dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia bisa mengalami kekurangan nomor telepon. Pemerintah pun memasang kuda-kuda. Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel, pekan silam, menuturkan, pemerintah akan menerbitkan peraturan pengenaan biaya un tuk setiap pengambilan blok nomor telepon. Untuk sementara, aturan ini akan diberlakukan bagi operator seluler. FWA belum akan terkena beleid tersebut. Sayang, sampai saat ini, Basuki belum mau menyebutkan nilai biaya yang akan dikenakan kepada operator yang hendak melakukan pengambilan blok nomor tersebut. Rencana pemerintah itu disambut baik oleh Heru Sutadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (ERTI). Heru menilai, rencana pemerintah ini cukup jitu untuk menekan operator dan konsumen agar tidak boros dalam penggunaan nomor telepon, terutama telepon seluler prabayar. Heru menuturkan, selama ini, operator tak dikenakan biaya sepeser pun untuk mendapatkan blok nomor. Akibatnya, operator mengambil dan menjual nomor sebanyak mungkin. "Ya, namanya juga gratis," ujar Heru. Celakanya, banyak nomor yang dipergunakan konsumen cuma sebentar saja. Mak lum, harga kartu perdana sekarang memang sangat murah gara-gara perang harga dan promosi oleh operator. Bahkan kerap kali harga kartu perdana yang dijual jauh di bawah nilai pulsa yang tersedia di kartu tersebut. Konsumen Indonesia yang umumnya masih price sensitive pun menggunakan kartu awal ini sebagai calling card. ....................... Betul tuh.. dikit2 orang bisa ganti nomer.. Makin lama nomernya makin jentreng makin panjang 12-13-14 digit.. dan makin macem2 prefiknya.. Atau.. buat menekan borosnya nomer togel, eh telpon itu.. kenapa juga ga dipake sistem single number? Jadi satu nomer.. bisa diregistrasikan ke operator laen.. So? misal no 0812XXXX yg mungkin awalnya berlangganan operator ke TSEL, bisa aja pindah ganti operator laen tergantung usernya.. tapi nomernya tetap sama 0812XXXX Quote: Indosat mendukung regulasi yang dibuat pemerintah. Yang penting adalah bagaimana bisnis ini (seluler) tetap jalan dan tetap menarik bagi investor," ungkap Dirut PT Indosat Tbk Johnny Swandi Sjam saat berdiskusi dengan redaksi SINDO di Jakarta kemarin. Johnny menjelaskan, iklim investasi perlu diperhatikan agar investor tetap mau memasuki sektor telekomunikasi nasional. Investasi penting untuk menjamin per tumbuhan industri telekomunikasi. "Industri telekomunikasi merupakan industri yang dinamis dan padat modal," katanya. He? iya sih ada benernya.. terutama biar pemain lama ga pada bangkrut dan terus meningkatkan kualitas layanannya.. Tapi kemaren bilangnya operator kita juga udah banyak.. klo ada pemain baru lagi, mau pake frekuensi yg mana? blok berapa? Terlalu sedikit juga ga bagus.. terlalu banyak juga bikin bingung. Hehehe.. Sory yak klo ngaco.. Hanya pendapat saja.. Klo salah atau beneran ngaco.. ya ignore aja.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| urbansoul (Penasihat) 23/01/08 01:02 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Quote: stickerlifter said: Nah sekarang keliatan kan penyebab polemik murah-mahal tuh disoal gaji. Jadi yang salah bukan operatornya pasang harga tinggi tapi gaji di Indonesia kemurahan. Yang salah ya pemerintah kenapa nggak bisa menyediakan environment supaya gaji orang Indonesia sama dengan gaji orang bule. Pertamax aja sudah mau pake standar harga internsional, gaji kite juga dong pake standar internasional. Setuju sodara-sodara...?!!! Yang salah tetep lah operator yang netepin tarif tinggi, kenapa harus salahkan negara? Dah tau pendapatan per orang di Indo gak sama ama pendapatan negara luar, tapi tetep aja masang tarif tinggi dan bilang di Indo itu dah termurah.. sungguh aneh... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| zexelgrifone (Penasihat) 23/01/08 11:41 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Coba saja disurvey.. semua orang pemakai handphone di Indonesia (berapa ya? 20-30 juta orang mungkin ya?) - sms seharga 350 rupiah itu murah apa mahal? - Kalo sms turun seharga cuma 150 rupiah mau ga? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 23/01/08 11:46 | π Re: Tarif SMS bakal turun nggak?? Quote: ZEXELGRIFONE said: Coba saja disurvey.. semua orang pemakai handphone di Indonesia (berapa ya? 20-30 juta orang mungkin ya?) - sms seharga 350 rupiah itu murah apa mahal? - Kalo sms turun seharga cuma 150 rupiah mau ga? namanya pelanggan... dikasih tarif murah pasti mau, apalagi gratisan yg penting, bisa pake normal tp harga murmer kalo bisa gratis gw yakin di-voting hasilnya semua pengen murah n bilang 350 itu mahal Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi