| EnWui (Penasihat) 16/07/09 14:47 | π Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Part 12 di Sini No OOT ya thanks Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| wangxiahu (Penasihat) 21/08/09 15:46 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) bos2 skalian, gw dah berhasil ngonvert movies tp suara ada movie lag abis, padahal setting yg biasa2 movie bawaan dr SE jg lag abis setelah ge pk energy rom apa ada settingan nya? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ekaadnyana (Penasihat) 22/08/09 08:50 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Rekan2 smua, numpang tanya lagi nih.. Aku ada update EnergiROM versi 08/08/09.. (Winmo 6.5 pro) Ada gangguan sdikit di bluetooth... Ga bisa terima file dari device lain ( hp lain send file ke X1 ), padahal X1 sudah didetect di hp lain, tapi klo X1 yg kirm ke hp lain ga masalh. Padahal sebelum di update, normal2 aja tuh.. Kira2 ada yg tau settingannya ga.. Trus satu lagi, knp disetiap settingan (regional/time/weather) ga ada pilihan Denpasar - Bali.. Padahal wilayah Indonesia lainnya ada...hehehe maklum, aku kan tinggal di Bali. Ok deh itu dulu yah, tengkiu yang udh mau baca..heheh Emmm....slamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalaninya.. Salam Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| williyung (Penasihat) 22/08/09 12:29 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Screen shots: Nb.: - Tombol Start yang baru di bawah kiri - Tombol OK/X pindah ke bawah kanan - Menu drop down yg baru Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| williyung (Penasihat) 22/08/09 12:43 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) @ekaadynana Coba baca2 di threadnya EnergyROM, biasanya issue2 spt itu ada solusinya disna, gw ga bs bantu krn ga pake energyROM Btw, habis upgrade ROM, ada hardreset ga? or coba aja upgrade ke versi terbarunya 14.08.09, mgkn issue spt itu uda diperbaiki. Atau tmn2 lain disini yg pake energyROM tau solusinya??? @wangxiahu Pake energyrom versi brp? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| bonovolks (Penasihat) 22/08/09 13:08 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) udah bikin cooked ROM-nya bro ? mau donk test Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| williyung (Penasihat) 22/08/09 13:13 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Uda bro, mknya baru bs ksh screenshotsnya Cm tanggung gw upload bro, soalnya build 23034 on the way..tunggu yg baru aja ya.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| asuryawirawan (Penasihat) 22/08/09 15:00 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Quote: ekaadnyana said: Rekan2 smua, numpang tanya lagi nih.. Aku ada update EnergiROM versi 08/08/09.. (Winmo 6.5 pro) Ada gangguan sdikit di bluetooth... Ga bisa terima file dari device lain ( hp lain send file ke X1 ), padahal X1 sudah didetect di hp lain, tapi klo X1 yg kirm ke hp lain ga masalh. Padahal sebelum di update, normal2 aja tuh.. Kira2 ada yg tau settingannya ga.. Trus satu lagi, knp disetiap settingan (regional/time/weather) ga ada pilihan Denpasar - Bali.. Padahal wilayah Indonesia lainnya ada...hehehe maklum, aku kan tinggal di Bali. Ok deh itu dulu yah, tengkiu yang udh mau baca..heheh Emmm....slamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalaninya.. Salam Selamat menjalankan ibadah puasa juga, bro... Eniwei saya terus terang belum pernah nyoba EnergyROM dan masih bertahan dgn ROM Ori-nya SEUS, namun coba aja dulu ya siapa tahu problemnya juga bisa solved. Coba cek di SETTING - CONNECTIONS - BEAM, pastikan Receive all incoming beams-nya sudah tercentang. Test kirim file lagi...Mudah2an hanya sesederhana itu masalahnya. Salam ASw Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ekaadnyana (Penasihat) 22/08/09 15:56 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Quote: andhy96 said: Selamat menjalankan ibadah puasa juga, bro... Eniwei saya terus terang belum pernah nyoba EnergyROM dan masih bertahan dgn ROM Ori-nya SEUS, namun coba aja dulu ya siapa tahu problemnya juga bisa solved. Coba cek di SETTING - CONNECTIONS - BEAM, pastikan Receive all incoming beams-nya sudah tercentang. Test kirim file lagi...Mudah2an hanya sesederhana itu masalahnya. Salam ASw its working...thx bro.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| HikaruKaze (Penasihat) 22/08/09 18:51 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Opening words: Sebelumnya mohon maaf buat yg nungguin tutorial ini, dikarenakan kesibukan saya, maka tutorial ini dirilis terlambat. Tutorial ini bisa digunakan untuk konversi ke handset-handset lain yang support codec H264 (contoh: Nokia N & E Series, Handset2 WinMo, handset2 BlackBerry dan banyak lagi dikarenakan tidak mungkin menyebutkan semua) dengan pengecualian pada hal menyangkut bitrate, resolusi video dan beberapa lagi hal lainnya.. dikarenakan prosesor, RAM, resolusi & ukuran layar berbeda2 tiap handset. bila ada pertanyaan seputar Handset selain X1 (baik yg support H264 ataupun tidak), bisa tanya lewat PM.. saya akan usahakan menjawab secepatnya. Bahan-bahan: 1. Download MediaCoder (usahakan yang terbaru) [tautan dihapus] **required** 2. SD Card tune up (by tnyynt from XDA) [tautan dihapus] **required** 3. optional: download Mozilla Firefox versi 3 **dikarenakan MediaCoder memakai XUL milik Firefox, maka beberapa konfigurasi akan membuka window firefox, bila tidak ingin menginstall firefox, nantinya ketika menginstall pastikan XULRunner (remote) tercentang (akan mendownload XULRunner via internet) (note: setelah mencoba2, ternyata firefox 2 juga bisa, asal support XUL aja, kyknya sejak firefox pertama juga udah support XUL deh) 4. optional: download K-lite Mega Codec Pack (usahakan yg terbaru) [tautan dihapus] kegunaan: bila ada video yang tidak bisa diputar di MEncoder ada pengganti yang super lengkap ini. contoh: waktu itu saya convert video WMV9Pro video High Definition dan hasilnya warnanya lari. tapi begitu convert dengan decodernya WMV9Pro dari K-lite, semua masalah selesai... ^^ 5. optional: download MediaInfo untuk mempermudah optimisasi dan banyak kegunaan lain.. (kalau sudah download K-lite tidak perlu lagi download MediaInfo, karena sudah disertakan dalam paket K-lite) 6. optional: download Touch HD Video Converter buatan projection dari XDA-Devs untuk pengganti MediaCoder bila dirasa MediaCoder & settingan saya tidak sesuai dengan keinginan anda [tautan dihapus] Langkah-langkah: (dengan asumsi semua aplikasi yang dibutuhkan sudah terinstall) 1. Jalankan MediaCoder 2. Pilih options --> user interface mode --> expert mode (tidak ada bedanya dengan normal, kecuali ada tambahan log.. yang mungkin suatu saat berguna.) 3. Untuk tab Generic, saya pikir udah self explanatory, tidak perlu dijelaskan lagi. 4. Settingan: Tab Video: Enable video: true format: H.264 mode: two-pass (bila memang sangat mementingkan kualitas drpd encoding speed, bisa pakai three-pass, tapi perbandingan antara speed dan hasil (kualitas) tidak sebesar dengan perbandingan bitrate-based/quality-based (single-pass) dengan two-pass, jadi sangat direkomendasikan hanya untuk komputer berkecepatan tinggi atau memang punya banyak waktu :P Bitrate: 864 (utk resolusi 480x360 keatas), 1024 (utk resolusi dibawah 480x360), 1280 (utk resolusi 320x240 kebawah) Jangan isi lebih tinggi daripada bitrate video yang akan kita convert (ujung2nya kualitas sama, tapi ukuran file jadi lebih besar) Cara melihat bitrate video: di sebelah file list yang akan diconvert, terdapat kotak properties, silahkan klik tombol properties disitu untuk melihat informasi video yang dibutuhkan, atau bisa menggunakan MediaInfo Source: MEncoder, auto select Encoder: x264 (buat yg pake VGA nVIDIA yang support CUDA, bisa pakai CUDA H264 Encoder. tapi disini terlihat x264 bersinar meskipun lebih lambat (kalau mau dicoba, diadu di bitrate rendah) Tab x264: Profile: Baseline Level: auto Predictor frames: 3 (1~4 untuk live action material, 4~8 untuk animation material) Predictor frames ini bila angkanya semakin tinggi, akan menghemat bitrate, sehingga bisa menghasilkan kualitas yg lebih tinggi ketika diset di angka yg lebih tinggi. Namun dikarenakan sifatnya yg tetap di memori (ketika playback video tentunya, dan dilepas ketika playback berhenti) bila diset terlalu tinggi akan memakan banyak memori, dan dikarenakan kita akan mengoptimisasi untuk X1 (atau mobile device yg lain) disarankan tidak menggunakan lebih dari 6, disamping bila sudah diatas 6 hasilnya tidak terlalu banyak berpengaruh lagi, akan membuang2 memori Handset kita nantinya. Dan hal ini lebih penting digunakan untuk animasi, yang banyak memiliki animasi yang berulang (kyknya hampir gak ada kan live action yg berulang2?) **Nama lain dari Predictor frames ini adalah reference frame** B-frames: 0 dikarenakan ini adalah opsi di "High profile", maka tidak bisa kita gunakan Subpel Refinement: 9 Motion-est. Mode: Uneven Multi Hexagon Motion-est. range: 24~32 (diatas 32 efeknya bisa dibilang negligible, saya sendiri selalu pakai 24) Advanced Maximum interval beetween IDR Frames: 250 bila frame rate asli video 29.97, maka isi dengan 300, bila frame rate asli 23.978, isi dengan 240.. pokoknya, diubah sesuai frame rate video yang mau diconvert Minimum interval beetween IDR Frames: 25 bila frame rate asli video 29.97, maka isi dengan 30, bila frame rate asli 23.978, isi dengan 24.. pokoknya, diubah sesuai frame rate video yang mau diconvert Cara melihat frame rate: di sebelah file list yang akan diconvert, terdapat kotak properties, silahkan klik tombol properties disitu untuk melihat informasi video yang dibutuhkan, atau bisa menggunakan MediaInfo Enable deblocking loop filter: true Alpha parameter of deblocking filter: 0 bila nilainya negatif, akan semakin mempertahankan detail, namun semakin negatif nilainya kemungkinan besar akan menghasilkan video yg "kotak2" akan semakin tinggi, dan sebaliknya jika semakin positif, gambar akan semakin "halus" dan detail berkurang, namun dipastikan video "kotak2" tidak akan muncul. nilai terendah: -6, tertinggi: 6, untuk animasi, bisa gunakan nilai positif, dan gunakan nilai negatif untuk video live action bila dirasa video tersebut kehilangan detail Beta parameter of deblocking filter: 0 mirip seperti yang alpha, hanya saja ini adalah nilai penguatnya, nilai min & max-nya sama, ini adalah "threshold"nya, kalau yg alpha itu "strength"nya use CABAC: false ini adalah "High profile", maka kita tidak bisa gunakan Maximum local bitrate: 1280 Averaging period of local bitrate: 2560 Direct Macroblock prediction: Auto Use weighted prediction for B-frames: false B-framesnya aja 0, ini masuk ke high-profile Enable all macroblock type: true ubah jadi false bila resolusi video 640x480 keatas Adaptive special transform size: true Psychovisual optimization strength for RDO: 1.0 Mixed reference frame: true meskipun Reference frame hanya 1, tetap nyalakan saja opsi ini, karena mungkin suatu saat ingin memakai reference frame yg lebih tinggi dari 1 Rate Distortion optimal quantization (Trellis): disabled high profile Reduce blocking & blurring in flat and texture areas: Strong Performs early skip detection in p-frames: false dikenal juga sebagai: fast P-skip Eliminate DCT blocks with small coefficient: false Non-deterministic: true Turbo mode: reduce subq and frameref to 1 dikenal juga sebagai turbo 1st pass Tab Audio: Enable audio: true Source: MEncoder, auto select Encoder: FAAC Resample: original Tab FAAC: Mode: Average bitrate Bitrate: 128 jangan melebihi dari bitrate asli audionya (ujung2nya hasilnya sama, ukuran file jadi lebih besar) Cara melihat bitrate: di sebelah file list yang akan diconvert, terdapat kotak properties, silahkan klik tombol properties disitu untuk melihat informasi video yang dibutuhkan, atau bisa menggunakan MediaInfo MPEG Version: MPEG4 Container: AAC Tab Container: Container: MP4 Multiplexer: MP4Box, autoselect Tab Picture: Resize: true isi dengan: "resolusi x asli" / 2 x "resolusi y asli" / 2 contoh: video dengan resolusi 720x544 resize menjadi: "360x272" atau bisa menggunakan formula ini: "resolusi x asli" dikali 3/4 x "resolusi y asli" dikali 3/4 jadi seperti: "540x408" Bila dirasa ingin memakai resolusi yg lebih tinggi bisa diskala, asal aspect ratio-nya tetep sama, jgn berubah Cara melihat resolusi: di sebelah file list yang akan diconvert, terdapat kotak properties, silahkan klik tombol properties disitu untuk melihat informasi video yang dibutuhkan, atau bisa menggunakan MediaInfo klik tombol resize Scale algorithm: Natural Bicubic Spline (tutup konfigurasi resize) Filter video by source klik tombol effects Centang deblocking horizontal & vertical Centang deringing De-interlace: Adaptive kernel deinterlacing tutup konfigurasi effects Tab Sound, Time & Subtitle kyknya self explanatory, jika ada yg bingung nanti bisa nanya. Tab Avisynth: Use avisynth for decoding if possible: false note: jika memiliki masalah dengan proses convert, seperti yang pernah saya sebut diatas, ubah jadi true (sebenarnya masih ada yg perlu dirubah di K-lite-nya.. silahkan post masalah nanti di forum bila masalah masih berlanjut **koq udah kyk dokter aja ya **) Langkah-langkah di handset X1: 1. Setelah mentransfer file hasil konversi, selalu pastikan masuk ke Windows Media Player, update library disitu. (entah kenapa kalau tidak diindex, kemampuan playback berkurang sekitar 5%) 2. Install SD Tune-up (jika belum) untuk mempercepat kemampuan baca/tulis dari SD card di X1 (dan juga mungkin di handset WinMo lainnya?) 3. Setelah selesai semuanya (restart jika habis menginstall SD TuneUp, silahkan mulai play video di Media Xperience Panel atau Windows Media Player (2-2nya support hardware video decoding) Note: pernah ada yg mencoba youtube di X1 (menggunakan aplikasi)? disitu kan tersedia settingan High, saya pernah membandingkan video yang sama (video klip) yang terdapat di Youtube dengan setting high dan hasil video konversi yang saya miliki... hasilnya: lebih baik dari video high quality di youtube.. akhirnya kepuasan batin tercapai... Cara yang sangat sederhana, menggunakan Touch HD Video Converter buatan projection dari XDA: 1. Liat bitrate video original dengan menggunakan MediaInfo (jgn sampe bitratenya lebih besar drpd bitrate asli, baik untuk video & audionya) 2. Ubah resolusi x dibagi 2, dan y dibagi 2 (kecuali sudah lebih rendah drpd 640x480) (bisa dilihat lebih lengkapnya di bagian atas (konversi menggunakan MediaCoder) 3. untuk bitrate, bisa liat di bagian atas (konversi menggunakan MediaCoder), karena intinya sama 4. Done! fiuuhh.. sudah selesai... hmm.. sebenernya klo mau dilengkapin sampe K-lite & plugins pasti panjang, tapi kyknya memang hanya perlu info sampai disini. Jika mengalami kendala baru silahkan ditanya lewat forum. soalnya klo udah nyampe ke K-lite udah masuk ke konversi sampingan, karena sudah menggunakan program lain sebagai "codec", bukan internal-nya MediaCoder lagi. Moga2 tutorial ini gak ada yg salah ketik, jadi gak ada salah informasi. Saatnya untuk kata2 penutup :P : Sebaik-baiknya tutorial saya ini, pasti ada saja kekurangannya. Mohon maaf bila terdapat kesalahan-kesalahan, baik dalam kata maupun settingan. Terima kasih untuk teman2 yang terus support saya untuk membuat tutorial yang lebih baik, hingga terlahirnya tutorial ini. Atas segala macam kesalahan yang pernah saya buat, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga komunitas forumponsel terus berkembang, sebuah komunitas yang saya sangat rasakan kebersamaannya.. (sayang blom pernah sempet ikut2 gath), gak nyangka punya X1 ngebuat gw kenal komunitas yang hebat ini. Jaya terus forumponsel, tetaplah jadi wadah untuk gadgeteer di Indonesia. Special thanks: - TRO, Chen & hananta for leading the earlier talks in XPERIA X1 discussions - Williyung, caps, triple_d, and many others that helps pointing out few tricks for new members on X1 problems (that encourage me to do that too in my field of expertise) so that we've got even more X1 users in Indonesia - XDA-Developers: for being there as a support for many WinMo HTC devices, and a really wonderful place to hang out to talk about WinMo based HTC devices & large collection of ROM cookers & WinMo programmers. - projection: thanks for creating a simple front-end for x264 encoder for Touch HD & X1 and can be used by many others h264 codec enabled device (maybe you'll never see this thanks anyway, but you deserved my credit for this) - tnyynt: for the SD Card Tune-up (maybe you'll never see this thanks anyway) - WildChild for coming to our humble forum pointing few things about ROM cooking and for creating WCX series ROM When your path is covered with darkness, I'll lit your way to the correct path... When your journey is too sweltry, I'll breeze a fresh new wind to cool you down, freshen you up... --Hikaru Kaze **reason for edit: salah judul :P** **reason for edit2: salah sebut nama tnyynt (sebelumnya tyynt)** Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| wangxiahu (Penasihat) 23/08/09 00:12 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) ada yg mau berbaik hati pm saya, cara instal garmin xt , terutama pas bikin file sw.unlnya? (sumpah ga ngerti bgt) abis generate kan suruh copykan angka hasil generate ke notepad dan save dengan nama sw.unl terus harus direname extension textnya, supaya jadi extension unl bukan srt (nah metode renamenya gmn? bingung bgt gw.. direname biasa tetep file mah extension nya text Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| KevinSmith (Penasihat) 23/08/09 00:15 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Quote: wangxiahu said: sory mu nanya lagi: gw barusan liat panduan instal garminXT:[tautan dihapus] nah pas di step ini gw rada aenh nih: Aktivasi 1. Jalankan Program Keygen 13.0 2. Masukkan Device ID Anda ke field yang disediakan (Field paling atas). 3. Kemudian klik βGenerateβ lalu copy ke 25 karakter ini. 4. Buka program Notepad Anda dan paste ke 25 karakter ini pada Notepad yang baru saja dibuka. 5. Simpan dengan nama sw.unl 6. Pada File Explorer lakukan rename pada sw.unl dengan menghapus extention txt dan Anda akan melihat perubahan jenis file menjadi sw.unl 7. Copy-kan file ini ke FOLDER GARMIN pada Storage Card PPC PDA Anda. 8. Setelah itu jalankan kembali Garmin Anda pada PPC PDA Anda dan Anda tidak mendapatkan pesan harus membeli dari Garmin namun langsung pada Lisence. 9. Jika hal ini terjadi, maka instalasi Anda berhasil, jika tidak maka ulangi step 2 di atas untuk mengenerate keygen kembali sampai berhasil. terutama pada pint 5 dan 6 ID device ge ud di generate dan udah di save di note pade dengan nama sw.unl yerus di point 6 gw disuruh menghapus file extension txt nya?? gw bingung ini tadi sisuruh rename jadi nama sw.unl tapi skrng file ext txt nya harus dihapus, sedangkan gw cek mah ga ada file ext nya? ada yg bisa bantu dipoint 5 dan 6 khususnya thks Uhm, coba check di Windowsnya, Buka folder di win explorer, trus pilih "Tools --> Folder Options ---> Tab View ----> Uncheck "hide extenstions for known file types" Ini di Vista btw, gw lupa di XP sama ato nggak steps 5 & 6 itu ditulis disitu karena ada kemungkinan secara default Windows diset jadi "hide extension for known file types" Jadinya ada kemungkinan lu ngeliat nama file itu udah jadi sw.unl, tapi sebenernya file itu masih tetep ada extension txt nya, dia jadi sw.unl.txt <-- hapus txt supaya beneran jadi sw.unl doang Cobain diatas itu deh, semoga membantu. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| williyung (Penasihat) 23/08/09 00:31 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) @Hikarukaze Thanks bgt ya atas tutorialnya bro...komplit bgt Gw smp bookmarks nih, buat nambah gudang ilmu Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| KevinSmith (Penasihat) 23/08/09 00:41 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Quote: williyung said: @Hikarukaze Thanks bgt ya atas tutorialnya bro...komplit bgt Gw smp bookmarks nih, buat nambah gudang ilmu Tambahin di index signature bisa ga bro Willi ? Bentar lagi udah mo pindah ke thread baru lagi ini kayaknya, tar ga keburu disave udah ilang Hihihihi, thanks ! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| williyung (Penasihat) 23/08/09 00:45 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Index ga bs diedit lg bro Kevin. Coba bro tambahin ke Wiki aja, gw ga bs lg, soalnya kemrn baru tambahin ke Wiki pny bro Triple_D...Coba ya bro...soalnya mmg berguna bgt ilmu spt ini Sptnya ada baiknya FP ini dibuat spt XDA, jd posting2 yg penting/berguna bs disticky, jd tetap di hal pertama, ga menghilang begt aja, jd tmn2 yg perlu jg gampang carinya Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| caps- (Penasihat) 23/08/09 10:40 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) @ bro hikarukaze widiih keluar jg tutorialnya bro. akhirnya berhasil, mantafb!! kl ga salah dr jaman bro hinanta (part 7) bro udeh cb main2 trus dgn video x1. gw jg sjujurnya sempet nyoba pk converter SUPER. tp hasilnya msh jauh dr harapan, wktu cb hi-res videonya jd slowmo / lagging. malah kadang msh (lbh lancar) bagusan codec xvid avi bawaan sebuah video yg lgsung di copy n playback di x1 (tanpa convert apapun). akhirnya prcobaan itu gw hentikan. gatot nanti stelah "tugas2 trbengkalai" gw beres psti gw lgsung cb tutorialnya bro. thnx 4 sharing Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| caps- (Penasihat) 23/08/09 10:52 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) @bro willy wallah 23033 lalu 23034 sudah di depan mata. dr screenhot sepertinya sdh lebh rapih UI nya. mohon d share 'gorengan'nya bro will kl udh mateng Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| williyung (Penasihat) 23/08/09 10:58 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Iya bro caps, gw sebnrnya udah mau share yg 23034 dr kemrn, uda byk lumayan, tombol Start yg lama (atas kiri) uda dihilangin, trus taskbar atas mengecil, & bbrp perbaikan lainnya, cm Speedy di Medan lg bermasalah bro, Lag trussssssssss Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| williyung (Penasihat) 23/08/09 11:11 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Bro Caps, Gw ada request nih, bs ga buat themes yg selection barsnya spt 22001 (SEMC edition), tp bedanya barsnya bs gerak, ga spt 22001 yg mati kaku, trus di landscape mode bs ada thumbnail gt...hehe... Thanks Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| deeod (Anggota) 23/08/09 12:42 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) Quote: williyung said: Uda bro, mknya baru bs ksh screenshotsnya Cm tanggung gw upload bro, soalnya build 23034 on the way..tunggu yg baru aja ya.. Bro will, nanya dikit, di build yg baru ini masalah kayak scroll d dialpad apakah sudah bisa solve? can't wait to try your new ROM... thanks, Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| HikaruKaze (Penasihat) 23/08/09 13:04 | π Re: Xperia X1 Part 13 (Discuss N Review) @caps: hmm.. kyknya aku blom daftar deh waktu itu pas part 7.. program SUPER bagus juga koq.. cuma minim setting.. sedangkan saya orangnya haus settingan.. makin banyak yg bisa disetting makin puas.. soalnya kita punya kontrol yg lebih banyak pada output file-nya kan. mungkin waktu convert hi-res bitrate-nya ketinggian ya? soalnya klo mau 800x480 itu bitrate harus 768~800.. itu udah maksimalin kemampuan X1 tuh.. kerja keras X1-nya muter tu video terus saya akhirnya menyadari sesuatu dari contoh video bawaan (trailer James Bond, dll) klo diperhatiin resolusinya yg dipake kan gak besar2 amat.. dan kepikiran, hasil video-nya koq bisa bagus ya gambarnya.. akhirnya ngikutin, hint dari situ.. bikin video resolusi dibagi 2 ato dikali 3/4 hasilnya, memuaskan.. bisa pake bitrate yg lebih tinggi untuk pemaksimalan kualitas gambar.. kenapa resolusinya lebih rendah tapi tetep bagus? ini dikarenakan layar X1 yg hanya 3 inch.. dibandingkan komputer yg 14~17 inch misalnya... klo layarnya kecil, ada baiknya resolusi kita kecilkan juga... dan hasil yg paling optimal menurut saya resolusi paling tinggi di layar X1 untuk video cukup 640x480 (itu sudah max, gak perlu 800x480).. yg sudah bisa dianggap bagus (480x360, down-res dari 640x480 atau 540x360 down-res dari 720x480) setelah down-res.. tinggal memikirkan settingan video selain bitrate... yang paling memanfaatkan settingan x264 itu ya MediaCoder.. (yg free, gak tau yg bayar ) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi