Home - Komunitas - Panduan - Kontak
Indonesian Gadgeteers
Forum Diskusi:
Main Index | Search | Panduan | Aturan | Kontak  ·  Tanpa registrasi: cukup isi nama
>> Forumponsel
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | (tampilkan semua)
erwin101010
(Penasihat)
16/04/09 01:41
πŸ™‚ SLI Hemat 009 dari Esia
Pertama di Indonesia, Sambungan Langsung Internasional tanpa kompromi! Kualitas suara premium dengan tarif minimum.

SLI Hemat 009 adalah satu-satunya SLI yang memberikan dua kelebihan sekaligus: suara bening dan harga banting! Anda tidak perlu lagi mengurangi komunikasi dengan orang-orang yang Anda kasihi, sahabat, rekan bisnis atau siapa saja yang berada di luar negeri hanya karena tarif SLI yang menjerat leher. Atau terpaksa menelpon lewat sambungan internet (VoIP) yang murah namun kualitas suara parah.

Dengan SLI Hemat 009, Anda bebas menelpon ke luar negeri selama mungkin dengan kualitas suara bening tanpa harus bayar mahal.

caranya :
009 + kode negara + no tujuan

utk tarif dan keterangan lbh lanjut :
Code:[tautan dihapus]
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
03/06/09 10:00
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
Interkoneksi SLI 009 belum jelas
KPPU minta Indosat permudah persyaratan

JAKARTA: PT Indosat Tbk berjanji akan membuka interkoneksi sambungan langsung internasional (SLI) dengan PT Bakrie Telecom Tbk apabila pembicaraan soal teknis sudah selesai.

Johnny Swandi Sjam, Direktur Utama Indosat, menilai belum dibukanya masalah interkoneksi layanan SLI 009 hanya masalah waktu saja karena diskusi masih terus berjalan.

"Pembukaan interkoneksi SLI hanya tinggal masalah teknis, menunggu kesepakatan mengenai set up billing yang sekarang masih dalam pembicaraan B to B," ujarnya kemarin.

Kalau masalah teknis sudah selesai, tambahnya, waktu pembukaan interkoneksi bisa cepat, tidak harus menunggu akhir bulan ini.

Indosat saat ini memiliki tiga set up billing yang bisa bersaing di seluruh segmen, 001 untuk kelas premium, 008 pasar menengah, dan 01016 bagi kelas low end.

Johnny tidak bersedia dikonfirmasi mengenai pernyataan mahalnya set up billing yang ditetapkan Indosat kepada Bakrie Telecom sebesar Rp40 juta per set up billing atau total Rp120 juta.

Jumlah tersebut kabarnya lebih mahal dibandingkan dengan hasil kesepakatan Bakrie Telecom dengan PT Telekomunikasi Indonesia sebesar Rp21 juta per set up billing.

Dia menegaskan pihaknya selalu terbuka untuk interkoneksi dengan operator lain, termasuk dengan Bakrie Telecom dengan semangat win-win solution. Hasil koordinasi, tambahnya, diharapkan keluar dalam waktu dekat.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengimbau Indosat untuk merujuk ke Undang-undang No 5/99 tentang Anti Monopoli dalam membuat perjanjian pembukaan interkoneksi SLI dengan Bakrie Telecom.

"Pelaku usaha sebaiknya merujuk ke pasal-pasal yang ada dalam UU tersebut. Jika tidak mengindahkan, bisa berurusan dengan KPPU nantinya," ujar Direktur Komunikasi KPPU A.Junaidi, akhir pekan lalu.

Junaidi meminta Indosat sebagai salah satu incumbent dalam menyelenggarakan jasa SLI untuk tidak menyalahgunakan posisinya sebagai pelaku usaha dominan dalam membuka interkoneksi dengan menetapkan syarat yang merugikan pemain lainnya.

"Jika benar Indosat menetapkan pelarangan tarif promosi bagi Btel, itu melanggar pasal 25 dari UU No5/99. Sebaiknya operator tersebut merevisi syarat itu," katanya.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono mengatakan pembukaan interkoneksi merupakan satu kewajiban dan dijamin dalam Permenkominfo No 8/2006 tentang Interkoneksi dan peraturan mengenai sanksi denda.

"Persaingan itu wajar, setiap operator harus berani berkompetisi, termasuk Indosat," tegasnya kepada Bisnis, kemarin.

Adita Irawati, Division Head Public Relations Indosat, mengatakan pihaknya sudah berkompetisi di SLI sejak 1995 ketika dimulainya duopoli layanan SLI oleh Telkom dan Indosat.

Tarif SLI

Indosat juga membantah tudingan mengenai Indosat yang takut bersaing dengan tarif murah SLI 009 Bakrie Telecom.

"Kami memiliki tarif yang lebih murah dengam kualitas yang sama melalui 01016. Ini namanya segmentasi produk. Pengguna harus berhati-hati dengan promosi tarif murah karena hanya untuk negara-negara tertentu saja," tegas Direktur Marketing Indosat Guntur S. Siboro.

Menanggapi hal itu, Wakil Presdir PT Bakrie Telecom Erik Meijer, mengungkapkan pihaknya memberikan tarif hemat 70% ke negara China, sementara beberapa negara lainnya 50%.

Seorang eksekutif operator SLI juga mengungkapkan regulator perlu melakukan audit jaringan semua operator sambungan langsung internasional agar tidak melanggar ketentuan lisensi yang ada dengan menggunakan saluran protokol Internet (voice over Internet protocol/VoIP).

VP Intercarrier Bakrie Telecom Hery Nugroho memastikan pihaknya telah sesuai dengan regulasi yang ada, dengan menggunakan clear channel. (Arif Pitoyo) (fita.indah @[tautan dihapus])

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
03/06/09 16:34
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
Juni, Indosat-Btel Janji Sepakati SLI
Rabu, 3 Juni 2009 - 15:31 wib
Stefanus Yugo Hindarto - Okezone

JAKARTA - Pihak Indosat mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Bakrie Telecom terkait pembukaan interkoneksi layanan sambungan langsung internasional (SLI).

"Kesepakatan ini merupakan murni hasil negosiasi dengan mengacu kepada ketentuan interkoneksi yang ada, sementara mekanisme promosi dijaringan kedua belah pihak merupakan hasil negosiasi secara B to B antara Indosat dan Btel tanpa intervensi pihak manapun baik regulator maupun pemerintah. Tercapainya kesepakatan ini juga merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung kompetisi yang sehat," ujar Direktur Jabotabek & Corporate Sales Indosat Fadzri Sentosa, melalui keterangan resminya, Rabu (3/6/2009).

Kesepakatan ini, lanjut Fadzri, diputuskan setelah melalui proses koordinasi secara intensif dengan mengacu kepada ketentuan interkoneksi yang ada. Sementara untuk mekanisme promosi dijaringan kedua belah pihak dibahas secara B to B, yang dilakukan oleh Indosat dengan Btel.

"Setelah itu, dicapai kesepakatan dengan Btel untuk beberapa agenda pembahasan, termasuk di dalamnya mengenai paket promosi yang akan dilaksanakan oleh Btel," papar Fadzri.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, akan segera dilakukan tindak lanjut berupa penandatanganan PKS yang akan diselenggarakan di bulan Juni 2009.

"Tercapainya kesepakatan ini juga merupakan wujud dari komitmen Indosat untuk selalu menyambut baik kehadiran operator Sambungan Langsung Internasional (SLI) baru serta selalu mendukung setiap operator yang ingin membuka interkoneksi, termasuk untuk layanan internasional, dengan semangat untuk memberikan manfaat kepada semua, termasuk pelanggan," ujarnya.

Saat dikonfirmasi oleh okezone di hari yang sama, pihak Bakrie Telecom menargetkan penandatanganan kesepakatan akan dilakukan pada pekan ke-2 bulan Juni.

"Kecuali masalah teknis, sebenarnya semua sudah siap. Hanya saja ada beberapa masalah yang belum ada kesepakatannya, salah satunya adalah masalah biaya set up billing. Mudah-mudahan pada pekan ke-2 bulan Juni sudah ada kesepakatan," ujar VP Intercarrier Bakrie Telecom Hery Nugroho. (srn)
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
04/06/09 16:49
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
Persoalan interkoneksi SLI 009 diklaim selesai

JAKARTA: Indosat mengklaim pembicaraan soal pembukaan interkoneksi layanan sambungan langsung internasional (SLI) dengan PT Bakrie Telecom Tbk (Btel) sudah mencapai kesepakatan kedua belah pihak. Fadzri Sentosa, Direktur Jabotabek & Corporate Sales PT Indosat Tbk, mengatakan pembukaan interkoneksi untuk layanan telepon internasional milik Bakrie Telecom telah mencapai kesepakatan, termasuk mengenai paket promosi yang akan dilaksanakan oleh operator SLI baru.

"Kami segera melakukan tindak lanjut berupa penandatanganan perjanjian kerja sama yang akan diselenggarakan bulan ini," ujarnya, kemarin.

Dia menjelaskan kesepakatan merupakan wujud dari komitmen Indosat untuk menyambut baik kehadiran setiap operator SLI baru.

Kesepakatan ini, tambah Fadzri, merupakan hasil negosiasi dengan mengacu kepada ketentuan interkoneksi yang ada, sementara mekanisme promosi di jaringan kedua belah pihak merupakan hasil negosiasi secara B to B antara Indosat dan Btel tanpa intervensi pihak mana pun baik regulator maupun pemerintah.

Sementara mekanisme promosi di jaringan kedua belah pihak merupakan hasil negosiasi secara B to B antara Indosat dan Btel tanpa intervensi pihak mana pun baik regulator maupun pemerintah.

"Tercapainya kesepakatan ini juga merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung kompetisi yang sehat," ujar Fadzri.

Indosat mengaku masalah SLI sudah tidak ada masalah baik secara bisnis maupun teknis dan administrasi.

Menurut Fadzri, tertundanya kerja sama interkoneksi hanya dipicu oleh masih dibutuhkannya waktu untuk transisi.

"Prinsipnya kami perlu berkompetisi dan kalau membuka interkoneksi ada tahapan-tahapannya misalnya, pengujian pada sistem penagihan , kapasitas hingga kesepakatan harga sampai dengan di mana saja titik-titik interkoneksi disepakati," paparnya.

Tercapainya kesepakatan ini juga merupakan wujud dari komitmen Indosat untuk selalu menyambut baik kehadiran operator sambungan langsung internasional (SLI) baru serta selalu mendukung setiap operator yang ingin membuka interkoneksi, termasuk untuk layanan internasional, dengan semangat untuk memberikan manfaat kepada semua, termasuk pelanggan.

Separuh harga

Sementara itu, masalah set up billing juga sudah mencapai kesepakatan, Selasa. Division Head Public Relation Indosat Adita Irawati mengatakan masalah ini sudah mencapai kata sepakat, tetapi berapa besarannya masih belum bisa dipublikasikan.

Namun, seorang eksekutif PT Bakrie Telecom Tbk mengatakan persoalan set up billing tersebut masih belum menyepakati soal harga."Kami menawar harga separuh dari harga yang disampaikan Indosat sebesar Rp40 juta per set up billing menjadi Rp20 juta," tegasnya.

Indosat saat ini memiliki tiga set up billing yang bisa bersaing di seluruh segmen, 001 untuk kelas premium, 008 pasar menengah, dan 01016 bagi kelas low end.

Harga set up billing yang ditetapkan Indosat kepada Bakrie Telecom sebesar Rp40 juta per set up billing atau total Rp120 juta.

Jumlah tersebut kabarnya lebih mahal dibandingkan dengan hasil kesepakatan Bakrie Telecom dengan PT Telekomunikasi Indonesia sebesar Rp21 juta per set up billing.

Oleh Fita Indah Maulani & Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
13/08/09 09:00
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
Pemerintah siapkan tender baru SLI
Layanan difokuskan ke pelanggan internal

JAKARTA: Pemerintah sedang menyiapkan rencana tender lisensi sambungan langsung internasional (SLI) seiring dengan permintaan dua operator seluler untuk mendapatkan lisensi layanan SLI.

Kedua operator seluler itu bergerak di jaringan GSM (global system for mobile communications), yaitu PT Exelcomindo Pratama Tbk (XL) dan PT Natrindo Telepon Seluler (Axis).

Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), mengatakan pihaknya sedang merundingkan rencana membuka kembali tender lisensi SLI, diharapkan ada keputusan dalam waktu dekat.

β€œKami tentu saja harus adil dengan pemenang terdahulu. Pemegang lisensi SLI nantinya harus membangun infrastruktur minimal sama dengan pemenang tender terakhir, Bakrie Telecom,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Dia menegaskan siapa pun peminat lisensi SLI, mereka harus berkomitmen membangun infrastruktur, jangan hanya menjadi penyedia layanan saja.

PT Bakrie Telecom Tbk pada 2007 berhasil memenangi tender lisensi SLI mengalahkan XL dan Axis.

Pemenang tender berkewajiban membangun dua sentral gerbang internasional (SGI) di barat dan timur Indonesia. Dua SGI tersebut nantinya harus dihubungkan hingga ke titik utama jaringan tulang punggung internasional, misalkan Amerika Serikat atau Inggris.

Bakrie Telecom saat itu berkomitmen melakukan pembangunan lima SGI dalam kurun waktu 5 tahun pertama di Jakarta, Surabaya, Batam, Makassar, dan Medan.

Selain itu Bakrie juga harus membuat satu landing point di Batam, rute jaringan internasional yang saat ini sudah tersambung ke Singapura, pembangunan jaringan Internet Exchange (IIX) melalui serat optik, serta penyediaan jaringan transmisi antar-SGI.

Pelanggan internal

Heru Sutadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), mengatakan XL dan Natrindo telah menyampaikan surat permintaan untuk memperoleh lisensi SLI beberapa waktu lalu.

β€œTentu kami harus melakukan kajian terlebih dahulu,” ujarnya.

Hasnul Suhaimi, Dirut PT Exelcomindo Pratama Tbk (XL), mengakui pihaknya memang mengajukan permintaan tersebut kepada regulator beberapa waktu lalu. Keinginan operator ini melayani SLI memang sudah ada sejak dahulu.

β€œKami tidak muluk-muluk, SLI hanya untuk melayani pelanggan XL yang ada. Jadi tidak masalah jika ke depannya hanya ada empat operator SLI, karena layanan ini hanya untuk pelanggan ,” ujarnya.

Anita Avianty, Senior Manager Corporate Communications PT Natrindo mengaku masih belum menerima konfirmasi internal mengenai pengajuan lisensi SLI beberapa waktu lalu.

Bakrie sebagai pemenang tender dua tahun lalu resmi melayani sejak April tahun ini dengan meluncurkan SLI 009. Operator itu mematok target pendapatan dari SLI sebesar Rp50 miliar dan waktu bicara sebanyak 3 miliar menit untuk tahun pertama.

Bakrie Telecom diketahui telah mengalokasikan belanja infrastruktur untuk mengembangkan SLI mulai 2008 hingga 2012 sebesar US$25 juta. SGI dibangun di Batam dan telah menarik kabel optik ke Singapura. (fita.indah@[tautan dihapus])

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
06/10/09 09:15
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
Mastel: Tidak perlu lisensi SLI baru

JAKARTA: Masyarakat Telematika (Mastel) Indonesia mengingatkan pemerintah untuk tidak menambah lagi operator sambungan langsung internasional (SLI) atau tarifnya malah menjadi naik.

Sekjen Mastel Mas Wigrantoro Roes Setiadi menilai tiga operator saja sudah mencukupi kebutuhan akses internasional masyarakat mengingat selain clear channel sekarang sudah banyak trafik internasional yang disalurkan lewat paket Internet protocol berbiaya murah tetapi memakai tarif SLI.

β€œYang menjadi pertanyaan adalah penambahan lisensi SLI tersebut dimaksudkan untuk kepentingan siapa Yang perlu diingat, sekarang ini hampir semua operator telekomunikasi sahamnya dimiliki asing,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Wigrantoro mengingatkan pemerintah perlu mencermati bahwa semakin banyaknya operator SLI maka pasar layanannya akan fragmented atau tidak ada yang dominan.

Implikasinya, menurut dia, apabila operator SLI bernegosiasi tarif dengan operator luar negeri sendiri-sendiri, posisi tawarnya akan lemah karena volumenya sedikit sehingga otomatis tarif SLI assymetric makin lebar.

Mastel menggambarkan tarif SLI assymetric terlihat dari tarif panggilan masuk dari luar negeri yang lebih murah daripada tarif panggilan ke luar negeri.

Kasus seperti ini juga terjadi di industri penerbangan jalur internasional dari dan ke Indonesia.

Ketua Umum Mastel Setyanto P. Santosa mengatakan SLI atau SLJJ (sambungan langsung jarak jauh) hanyalah enabler, jadi sebenarnya tidak perlu ditambah lagi.

β€œHal ini hanya mengada-ada, publik susah untuk mengontrol kebijakan pemerintah karena tidak adanya roadmap telematika Indonesia, mau dibawa ke mana, semuanya serba tidak jelas,” tegasnya.

Belum optimal

Pemerintah dan regulator tetap berencana memberikan lisensi baru sambungan langsung internasional (SLI) kepada satu operator sebelum akhir 2009, atau hanya dalam rentang 2 tahun sejak penggelaran tender sejenis pada 2007.

β€œKami melihat hasil beauty contest pada 2007 lalu yang dimenangkan oleh PT Bakrie Telecom masih belum optimal. Kami masih butuh internasional jaringan ke luar negeri, terutama untuk jalur lain di luar Batam-Singapura,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala mengaku heran karena pemerintah dan regulator akan menggelar tender sambungan langsung internasional.

β€œDulu regulator dan pemerintah mengungkapkan hanya akan menambah satu operator SLI, tetapi hanya dalam waktu 2 tahun sudah berubah,” tutur mantan anggota BRTI yang pernah menjadi panitia tender SLI 2007 tersebut.

Oleh Fita Indah Maulani & Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
03/11/09 08:51
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
Natrindo dan XL berebut lisensi SLI
Regulator inginkan gerbang SLI baru

JAKARTA: PT Natrindo Telepon Seluler (Axis) dan PT Excelcomindo Pratama (XL) bersaing untuk memperoleh lisensi layanan sambungan langsung internasional (SLI) yang ke-4.

Johan Buse, Direktur Marketing PT Natrindo Telepon Seluler, mengatakan pihaknya optimistis dalam persaingan memperebutkan lisensi layanan SLI karena secara infrastuktur global perusahaan ini sangat siap.

"Kami sudah memiliki infrastruktur yang sangat memadai di seluruh dunia sehingga untuk mengoperasikan layanan SLI cukup mengoneksikan dengan jaringan yang ada," ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Axis merupakan anak perusahaan Maxis, operator telekomunikasi asal Malaysia, selain pemegang saham minoritas Saudi Telecom.

Johan menambahkan pihaknya akan menawarkan banyak keuntungan baik bagi masyarakat maupun pemerintah dengan adanya lisensi SLI. Axis pun berani melakukan investasi sesuai dengan persyaratan yang diinginkan pemerintah.

"Kami menawarkan investasi, Saudi Telecom siap berinvestasi dan memberikan keuntungan besar bagi negara ini," ujarnya.

Dia mengatakan jika memperoleh lisensi SLI, pada tahap awal pihaknya akan membangun sentra gerbang internasional (SGI) di Singapura dan tanpa menutup rencana pembangunan koneksi jaringan melalui negara lain.

Hingga saat ini pemerintah telah mengeluarkan tiga lisensi layanan SLI untuk tiga operator, yaitu PT Telkom, PT Indosat, dan PT Bakrie Telecom.

Basuki Yusuf Iskandar, Plt Dirjen Postel Departemen Komunikasi dan Informatika, mengatakan pihaknya akan segera menyelesaikan rencana pemberian lisensi SLI untuk satu operator lagi segera setelah aturan diselesaikan dan memperoleh persetujuan Menkominfo. "Dalam waktu dekat akan diumumkan bagaimana kemajuannya," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Excelcomindo Pratama Tbk Hasnul Suhaimi menyatakan pihaknya siap membangun sentra gerbang internasional di luar jalur Batam-Singapura yang dinilai pemerintah sudah cukup jenuh.

"Kami siap membangun di jalur lain seperti Surabaya-Hong Kong atau Kupang-Darwin," ujarnya.

Dia menjelaskan apabila pihaknya memenangi lisensi ini, layanan SLI akan dipergunakan untuk pelanggannya sendiri.

Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menilai pihaknya tidak tertarik untuk ikut tender SLI mengingat volume trafiknya cenderung jenuh dan turun.

"Saat ini sudah banyak yang memberikan layanan VoIP, jadi untuk apa lagi lisensi SLI. Kalau untuk menaikkan nilai perusahaan, masyarakat, dan pebisnis pasti sudah mengetahui dan memahami kalau lisensi SLI tidak bisa menaikkan nilai perusahaan," tegasnya.

Gerbang SLI baru

Heru Sutadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), mengatakan rencana pemberian satu lisensi SLI sedang dimatangkan karena regulator melihat masih diperlukan pemain baru lagi di bisnis SLI.

"Kami melihat hasil beauty contest pada 2007 lalu yang dimenangkan oleh PT Bakrie Telecom masih belum optimal. Kami masih butuh jaringan gerbang ke luar negeri, terutama untuk jalur lain di luar Batam-Singapura," ujarnya.

Dia menjelaskan saat ini Bakrie Telecom baru membangun sentra gerbang internasional untuk jalur Batam-Singapura, padahal sudah banyak pihak yang membangun di jalur tersebut.

Pemerintah membutuhkan sentra gerbang internasional melalui jalur lain, adapun rencana Bakrie Telecom membangun jalur Kupang-Darwin diprediksi masih memerlukan waktu cukup lama. (Arif Pitoyo) (fita.indah@[tautan dihapus])

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
30/11/09 10:10
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
Pengguna desak audit jaringan SLI
Penghapusan interkoneksi terjadi alamiah

JAKARTA: Indonesia Telecommunication User Group (Idtug) mendesak Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk mengaudit jaringan sambungan langsung internasional (SLI) karena dikhawatirkan menggunakan jaringan voice over Internet protocol (VoIP).

Ketua Umum Idtug Nurul Budi Yakin mengungkapkan pihaknya menyambut baik persaingan yang sudah terjadi di segmen sambungan langsung internasional (SLI).

"Jumlah pemain layanan telepon internasional yang saat ini berjumlah tiga operator tersebut memungkinkan pelanggan memperoleh kebebasan memilih provider yang memiliki kualitas paling baik dan dengan harga yang terjangkau," ujarnya kemarin.

Saat ini, sudah ada tiga operator SLI di Indonesia, yaitu PT Indosat Tbk (001 dan 008), PT Telkom Tbk (007), dan PT Bakrie Telecom Tbk (009). Di luar itu, ada akses VoIP Telkom (01017), Indosat (01016), XL Jimat 01000, dan Bakrie Telecom (01019).

Nurul menambahkan untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan, terutama komunikasi suara yang jernih dan tidak ada delay, Idtug meminta BRTI untuk mengaudit jaringan SLI milik penyelenggara SLI.

Audit itu, lanjutnya, mendesak dilakukan agar layanan SLI yang diberikan operator benar-benar dialirkan melalui clear channel, bukannya voice over Internet protocol (VoIP).

Selain itu, untuk merangsang operator SLI membangun jaringannya, terutama Sentral Gerbang Internasional (SGI) di sejumlah titik, maka organisasi pelanggan itu memandang perlu dihilangkan interkoneksi khusus untuk segmen SLI.

Menurut seorang eksekutif operator SLI, tarif ke luar negeri dipengaruhi oleh tarif interkoneksi dengan pemain luar, bukan interkoneksi lokal.

"Justru pemain SLI yang harus meramu tarifnya dengan komponen [cost jaringan+cost interkoneksi pemain luar+sharing untuk originator]," ujarnya. Tarif SLI operator yang murah, tambahnya, biasanya dipicu oleh pengambilan margin yang sangat tipis.

Layanan premium

Sekjen Idtug Muhammad Jumadi mengatakan layanan SLI dinilai masih merupakan layanan premium yang hanya dinikmati pelanggan tertentu saja.

"Pembangunan infrastruktur yang selama ini didorong pemerintah melalui jaringan akses last mile tidak akan pernah tercapai apabila operator kecil masih menggunakan jaringan operator besar untuk menyalurkan trafik SLI."

Idtug mensinyalir ada operator SLI yang mengiklankan layanan SLI murah tetapi sebenarnya yang diberikan adalah VoIP.

VP Intercarrier PT Bakrie Telecom Tbk Herry Nugroho mengatakan SLI merupakan bisnis global sehingga setiap operator pasti tidak mungkin membangun end to end dan harus ada mitra di luar negeri.

"Yang menjadi hak otoritas untuk audit adalah jaringan di sisi domestik, karena setelah keluar dari SGI trafik akan disalurkan lewat TDM [time division multiplex] atau VoIP tidak bisa dikontrol secara teknis oleh operator domestik," ujarnya. (arif.pitoyo@[tautan dihapus])

Oleh Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
liat2aja
(Penasihat)
30/11/09 14:38
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
Gw pake SLI 009 telp ke Sing dari Fren kok kenanya per menit 8000-an ya, padahal di webnya Rp. 2940 per menit

-- Posted from my Nokia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
rusco
(Penasihat)
05/04/10 09:02
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
Natrindo ajukan lisensi SLI

JAKARTA: PT Natrindo Telepon Seluler telah memproses pengajuan lisensi sambungan langsung internasional (SLI) kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Erick Aas, Presiden Direktur PT Natrindo Telepon Seluler-operator penyelenggara layanan Axis-menuturkan pengajuan lisensi tersebut didasari pertimbangan Indonesia masih membutuhkan kehadiran penyedia layanan SLI.

"Minat kami untuk menggelar layanan SLI tentu mempertimbangkan relevansi dan kelayakan bisnis ini. Kami kira sangat wajar dan penting bagi Indonesia untuk menambah gerbang internasional ," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Menurut Erick, idealnya Indonesia memiliki antara lima dan enam penyedia layanan SLI agar tercipta layanan dengan harga yang kompetitif dibandingkan dengan saat ini yang termasuk masih mahal dan kapasitasnya masih rendah.

Di Indonesia ada tiga penyedia layanan SLI yaitu PT Telkom Tbk dengan layanan 007, PT Indosat Tbk dengan layanan 001, dan PT Bakrie Telecom Tbk dengan layanan 009. Potensi Natrindo menyelenggarakan layanan SLI besar karena operator tersebut juga memiliki koneksi gerbang internasional ke Saudi Telecom dan jaringan lainnya melalui sambungan dari Indonesia-Malaysia.

Proposal tersebut disampaikan Natrindo pada kuartal I/2010. Sementara itu minat yang sama terhadap lisensi SLI juga disampaikan manajemen PT XL Axiata Tbk.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia sendiri masih mempertimbangkan kemungkinan bertambahnya operator SLI.

Menurut anggota BRTI Nonot Harsono, regulator masih perlu mengevaluasi dinamika pasar dan kinerja bisnis layanan berkode akses 009 milik PT Bakrie Telecom serta layanan yang digelar operator SLI lainnya yaitu Telkom dan Indosat. Saat ini kode akses SLI yang berpeluang digunakan adalah 002, 003, 004, 005, atau 006.

Adopsi Oracle

Pada pekan lalu Natrindo juga mengumumkan telah merampingkan proses bisnis dan membangun infrastruktur terpadu untuk pembuatan, pengelolaan dan distribusi dokumen, konten, berkas, dan aset digital berbasis teknologi Oracle.

Menurut Stuart Fenwick, Senior Director Oracle Fusion Middleware Oracle untuk Asia Pasifik, Natrindo telah mengimplementasi software aplikasi Oracle Enterprise Content Management Suite yaitu platform teknologi yang akan membantu operator kartu Axis tersebut dalam mengelola konten.

"Implementasi ini bertujuan merampingkan proses bisnis sekaligus menerapkan inisiatif ramah lingkungan [green initiative], berupa pengurangan penggunaan kertas secara fisik dan beralih menggunakan format elektronik," ujarnya.

Menurut Stuart, penggunaan format elektronik akan memungkinkan efisiensi tetapi juga memungkinkan keamanan informasi digital yang lebih terjamin sehingga akan membantu operator meluangkan waktu lebih untuk melayani pelanggan selulernya dengan cepat dan produktif.

Oleh Roni Yunianto & Tri D Pamenan
Bisnis Indonesia
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
maupromo
(Anggota)
06/04/10 10:32
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
pake esia pasti untung

*ketik: PS kirim ke 766
PUNYA INDOSAT
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
erwin101010
(Penasihat)
06/04/10 13:42
😐 Re: SLI Hemat 009 dari Esia
pake esia telp SLI emang sih mahal tapi suaranya jernih
Post Extras: πŸ–¨οΈ Cetak
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | (tampilkan semua)
πŸ”’ Topik lama, hanya bisa dibaca. Isinya diambil dari forum Forum Ponsel yang dulu: tautan, nomor telepon, dan alamat email sudah disembunyikan. Ingin kiriman ini dihapus atau dikoreksi? Hubungi kami dan sebutkan alamat halaman ini. Ingin membahas topik serupa? Buat topik baru di Forumponsel.
Isi forum adalah pendapat pengirimnya. Kiriman diperiksa sebelum tampil. © Forum Ponsel · Privasi · Syarat · Aturan forum