Home - Komunitas - Panduan - Kontak
Indonesian Gadgeteers
Forum Diskusi:
Main Index | Search | Panduan | Aturan | Kontak  ·  Tanpa registrasi: cukup isi nama
>> Forum Innovative
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | (tampilkan semua)
rainy_diary
(Newbie)
02/09/08 21:21
🙂 Telkomsel 100% No.1
Sebenarnya apa yang harus dipikirkan Telkomsel saat ini adalah bagaimana menduduki posisi kedua. Selain jadi Market leader juga memikirkan bagaimana menjadi No 2. Apa ini memungkinkan ? Jawabannya pasti bisa. Tapi jika ini sampai terjadi kemungkinan nantinya ada operator selular lainnya yang akan mengalami kebangkrutan dan itulah moment yang paling dinanti-nanti. Hanya yang terbaik yang bisa selamat. Kompetitor semakin berkurang semakin baik. Ibarat musuh semakin berkurang hati pun tenang.

Tapi sayangnya saat ini Telkomsel seperti tak terlalu agresif untuk dalam bersaing dengan kompetitor. Ini dapat dilihat semakin bertambahnya operator baru dan ini akan menjadi ancaman yang tak bisa dianggap sepele. Tetapi Kata-kata " ancaman yang tak bisa dianggap sepele " sebenarnya tak " begitu pengaruh bagi Telkomsel karena sebagai market leader dalam waktu yang cukup lama bisa dibilang posisinya masih tetap kokoh jadi kata-kata tersebut lebih tepat diberikan pada operator selular lainnya. Operator selular tersebut sebaiknya memikirkan bagaimana menjadi No 2 dengan menduduki posisi kedua selagi masih ada kesempatan maka operator tersebut akan selamat dan yang dibawahnya akan hancur.

Jadi intinya jika mau selamat jangan sampai Telkomsel menduduki posisi kedua, ini akan memberbesar market share mereka dan bencana bagi kompetitor. Kalau ini sampai terjadi maka yang lainnya siap-siap saja gulung tikar.

Tetapi karena saya pengguna setiap Telkomsel saya sangat mengharapkan Telkomsel bisa lebih bersikap agresif dalam berlompetisi dengan begitu nantinya bukan hanya bisa mempertahankan dan memperbesar market share nya tapi juga membuat posisi kompetitor semakin terjepit. Lalu bagaimana caranya ? Disini saya berikan contoh, katakanlah market share Telkomsel saat ini 60% dan yang 40% sisanya itu dikuasai kompetitor ( dari berbagai macam operator ). Coba kita beransumsi 60% itu merupakan pelanggan tetap yang mana no HP nya sudah digunakan dalam waktu yang cukup lama jadi sulit jika mau minta mereka mengganti ke no yang baru dan para pelanggan tersebut masing-masing menggunakan satu no HP saja. Demikian juga sisa 40% yang dimiliki kompetitor yang mana mereka juga penguna setiap dari masing-masing operator.

Jadi yang harus ditargetkan Telkomsel adalah para calon pelanggan baru dan pengguna tetap Telkomsel & kompetitor. Dengan harapan pelanggan baru mau menggunakan no dari kartu pascabayar / prabayar Telkomsel dan juga mengharapkan pelanggan setia Telkomsel & kompetitor mau menggunakan kartu kedua menggunakan no Telkomsel. Semua ini bisa diwujudkan dengan startegi marketing yang jitu dan out of box. Jika berhasil maka ini akan menjadi sukses besar bagi Telkomsel. Dengan perkiraan 60% pelanggan juga menggunakan no kedua ( prabayar ) Telkomsel selain no utama dan 40% pelanggan kompetitor juga menggunakan no kedua dari kartu prabayar Telkomsel. Jumlahnya akan semakin besar apalagi bila ditambahkan jumlah pelanggan baru. Jadi intinya pelanggan baru sebagian besar tertarik menggunakan no Telkomsel dan pelanggan yang mau beli no HP kedua juga pilih Telkomsel.

Apabila strategi ini sampai digunakan oleh kompetitor maka akan berlaku sebaliknya contohnya operator X besar market sharenya cuma 15% dari jumlah total 40% hasl gabungan berbagai operator selular. Dengan stategi ini maka mereka bisa mengharapkan 60% pelanggan tetap Telkomsel juga menggunakan no HP kedua dari kartu prabayar mereka dan ini juga akan ditambahkah dengan jumlah pelanggan baru. Sisa market share sebesar 25% juga mereka kuasai.

Untuk lebih jelasnya startegi jitu & out of box ini seperti apa tak saya jelaskan disini lebih detil karena terlalu panjang nantinya. Keunggulan startegi ini yaitu tak bia ditiru kompetitor. Siapa yang pertama menerapkannya dialah pemenang sejati.

Visit my blog :
[tautan dihapus]
Post Extras: 🖨️ Cetak
smart40568
(Penasihat)
11/09/08 22:24
😐 Re: Telkomsel 100% No.1
Hem..kalo di liat dari segi marketting sih memang fakta dan kenyataan TELKOMSEL memang nomor 1 dari sapapun sudah tahu dan TELKOMFlexy juga nomor 1 dari CDMA,mo tahu kenapa?karena TELKOMSEL dan TELKOM merupakan produk domestik yang pertama kali berkembang pesat di indonesia,saya tidak bilang pertama kali ada,Mungkin saja TELKOM pertama kali ada dari segi Fixed Telepon,tetapi GSM TELKOMSEL bukan operator GSM pertama,GSM pertamakali ada sejak 1990an ialah SATELINDO melalui produknya SATELINDO PRABAYAR dan SATELINDO Paskabayar,tahun 1992 TELKOMSEL berkibar dengan munculnya KartuHALO dan itulah produk pertama,tetapi dengan Brand TELKOM yang telama selama ini juga telah menyatu dalam hai masyarakat tak di duga TELKOMSEL naik daun begitu cepat,banya masyarakat mesih sampai sekarang menganggap TELKOMSEL sama dengan TELKOM,tetapi fakta berbeda,kenaikan TELKOMSEL karena berkedok brand TELKOM yang menjadi tak terduga bagitu memboming di masyarakat,di lain pihak TELKOMSEL 75% masih dimiliki BUMN pada saat itu dan juga promosi yang sangat gencar tidak segencar SATELINDO.Tidak hear hari ini TELKOM dan TELKOMSEL menjadi no 1 dari bidang CDMA dan GSM
Post Extras: 🖨️ Cetak
Heats
(Penasihat)
12/09/08 03:43
😐 Re: Telkomsel 100% No.1
satelindo gsm adanya baru tahun 1994 pak, sedangkan telkomsel dengan kartuhalo nya baru hadir di tahun 1995. saat itu pernah sempat satelindo gsm berada di nomor 1 dalam hal jumlah subscriber tapi karena pengembangan jaringan yang kurang agresif dibandingkan telkomsel ya tergeserlah dia ke no. 2 yang sekarang telah melebur ke dalam indosat.
Post Extras: 🖨️ Cetak
bgroup
(Penasihat)
12/09/08 04:01
😐 Re: Telkomsel 100% No.1
Quote:
h317di said:
meski pelanggan sejak 2002, aku kurang begitu suka ma simpati. saat provider lain banting harga, tarif simpati masih tetep mahal dg berdalih pada kualitas sinyal. di tempatku sih telp+sms ga masalah. tapi gprs nya useless.

sama bos, saya juga pelanggan dari tahun 1997. berhubung dulu lagi
beli simpatinya mahal banget jadi sayang mau diganti tuh..
Post Extras: 🖨️ Cetak
stickerlifter
(Penasihat)
12/09/08 09:05
😐 Re: Telkomsel 100% No.1
Quote:
JayZ said:
di sumpahin cepet bangkrut deh tsel...bapuk puk puk puk

Kayaknya nggak perlu nyumpahin deh Bro, nambahin dosa aja. Kalo Telkomsel servicenya jelek otomatis pasti ditinggal pelanggan. Tapi kenyataan khan Telkomsel masil leading. Kalau misalnya service Telkomsel tidak sesuai dengan standard anda mungkin sudah saatnya pindah ke provider lain seperti XL atau Smart misalnya. Silahkan nyesel nantinya he he he.....
Post Extras: 🖨️ Cetak
rusco
(Penasihat)
14/09/08 11:20
😐 Re: Telkomsel 100% No.1
Pembayaran mikro tanpa ribet

Fungsi ponsel sebagai alat telekomunikasi, media hiburan, dan akses Internet, kini bertambah lagi setelah PT Telkomsel meluncurkan layanan transfer uang lewat T-Remittance di Hong Kong, pekan lalu (Bisnis, 8 September).

Fitur ini melengkapi konten sebelumnya dalam cakupan layanan bernama T-Cash yang memungkinkan pelanggan berbelanja secara ritel di seluruh jaringan minimarket Indomaret di Pulau Jawa, Lampung, dan Bali.

Sekali pun terdengar keren, praktiknya Indonesia sangat tertinggal jauh dalam hal pembayaran mikro (micro payment) melalui peranti seluler ini. Sebab negara dunia ketiga saja sudah lebih modern mengimplementasikannya.

Misalnya di India, di mana pelanggan ponsel yang membayar lisrik via SMS akan dapat diskon 0,5%. Adapun di Kenya, Afrika Barat, limit transfer antarponsel di negeri itu sudah mencapai US$1 juta per transaksi.

Di Afrika Selatan, asuransi perjalanan cukup diakses via ponsel ketika perjalanan tengah berlangsung. Layanan itu sendiri telah diberikan sejak beberapa tahun lalu (Tomi Ahonen, Mobile is 7th Media Channel: 2008).

Pencapaian lebih fenomenal diraih Infonxx, sebuah perusahaan call center di Filipina yang telah membayar remunerasi bulanan langsung ke rekening ponsel karyawannya.

Faktor geografis

Di sisi lain, letak geografis Indonesia yang terpisah-pisah di lebih 17.000 pulau membuat kebutuhan pada akses pembayaran yang mudah kian mendesak. Masyarakat sangat perlu medium pembayaran baru yang lebih praktis.

Belum ditambah banyaknya anak bangsa ini yang mengadu nasib di negeri orang-jumlah TKI di Hong Kong saja mencapai sekitar 120.000 orang-, maka sarana pembayaran yang tak ribet adalah sebuah keharusan.

Dalam kaca mata moneter, simplikasi pembayaran ini menjadi solusi mahalnya biaya pembuatan uang kartal. Data Bank Indonesia menunjukkan pemerintah tiap tahun butuh sekitar Rp8 triliun guna cetak uang kartal yang semua bahan bakunya impor.

Pada sisi lain, pengguna seluler sendiri di Indonesia hingga paruh pertama tahun ini diproyeksikan mencapai sekitar 126 juta nomor. Ini hampir mencapai status teledensitas 50% dari total penduduk Indonesia.

Dengan demikian, apa yang sudah dirintis Telkomsel melalui T-Cash dan T-Remittance haruslah menjadi pemacu bagi pelaku usaha lainnya mengembangkan layanan serupa di masa mendatang.

Penulis menyumbang beberapa ide supaya rintisan micropayment mobile ini kian meluas. Pertama, fasilitas pembayaran baru akan diberikan jika telah memenuhi ekspektasi umum: Mudah, aman, pembayaran berbasis transaksi, dan terstandarisasi.

Ini penting ditekankan karena pengalaman menunjukkan layanan yang prematur hanya menciptakan kekecewaan mendalam, yang gilirannya sangat menyulitkan terciptanya less cash society di Indonesia.

Karena itu, siapa pun yang akan mencoba menawarkan pembayaran mikro elektronik di masa mendatang, haruslah bersungguh-sungguh mewujudkan ekspektasi umum di atas manakala layanan mulai digelar.

Kedua, perlu dibangun kerja sama yang baik antara jaringan pembayaran (payment network) dengan penyedia jaringan telekomunikasi bergerak (mobile network) dalam menuntaskan berbagai kendala operasional.

Ini perlu digaungkan karena misi dan kekuatan kedua jaringan industri itu tidak persis sama, sehingga kendala operasional yang dihadapi sangat beragam. Ini, jelas, tidak mungkin tuntas bila masing-masing pihak berjalan sendiri.

Ketiga, perlu meyakinkan masyarakat bahwa layanan yang diberikan memiliki sistem yang teruji keamanannya. Studi yang dilakukan lembaga riset telematika, Sharing Vision (2007), menunjukkan keamanan itu terkait titik rawan.

Titik rawan micropayment seluler ini terletak pada transmisi sinyal antara ponsel ke base tranceiver station, arsitektur firewall, serta pada server pemrosesan sinyal.

Dilihat dari prosesnya, pemanfaatan titik rawan bisa dilakukan dengan tiga cara yakni langsung melalui perangkat telepon, pencurian data saat melewati proses over the air, hingga manipulasi (fraud) transaksi.

Pada perangkat telepon, hacker terkini telah mampu membuat piranti lunak yang bisa menghentikan proses pengiriman dan penerimaan pesan. Alhasil, kustomer pun dipalsukan sehingga seluruh isi account uang digital (e-money account) terkuras.

Ada pula yang menggunakan metoda peniruan identitas dan kode rahasia dengan cara menebak-nebak password. Untuk serangan via transmisi, pencurian data dilakukan saat data yang tidak dienkripsi melewati permukaan udara.

Proses ini juga akan mengakibatkan pencurian identitas dan kode rahasia kustomer. Karenanya, direkomendasikan agar desain otentifikasi dari perusahaan yang mengeluarkan kartu ke kustomer harus dibuat sehandal mungkin.

Masih banyak aneka contoh lainnya. Yang jelas, apabila titik rawan ini tidak diantisipasi dengan baik, maka yang segera terjadi adalah pencurian identitas personal yang akhirnya mematikan perlahan layanan pembayaran seluler ini.

Karenanya, di tengah tuntutan pasar yang kian kritis, operator seluler mutlak membangun sistem keamanan plus manajemen informasi komprehensif apabila ingin layanan ini segera memasyarakat.

Jadi, jika mengingat potensi pasar yang amat besar, maka pembayaran elektronik melalui ponsel adalah tugas bersama yang harus dikembangkan. Percayalah, bangsa ini sudah saatnya memperoleh kehidupan yang lebih aman, mudah, dan praktis! (muhammad.sufyan@[tautan dihapus])

Oleh Muhammad Sufyan
Wartawan Bisnis Indonesia
Post Extras: 🖨️ Cetak
Halaman dalam topik ini: 1 | 2 | (tampilkan semua)
🔒 Topik lama, hanya bisa dibaca. Isinya diambil dari forum Forum Ponsel yang dulu: tautan, nomor telepon, dan alamat email sudah disembunyikan. Ingin kiriman ini dihapus atau dikoreksi? Hubungi kami dan sebutkan alamat halaman ini. Ingin membahas topik serupa? Buat topik baru di Forum Innovative.
Isi forum adalah pendapat pengirimnya. Kiriman diperiksa sebelum tampil. © Forum Ponsel · Privasi · Syarat · Aturan forum