| Stingbandel (Penasihat) 01/05/08 13:52 | 🙂 Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? mo nanya nih kan sekarang udah keluar modem hsupa. mo nanya kapan kira kira teknology yg memakai hsupa di indo ini? worth it ga kalo beli modem hsupa skrg soalnya harga huawei yg hsdpa sama hsupa beda sekitar 400 rb an thanks Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rix (Anggota) 01/06/08 22:51 | 😐 Re: Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? murahnya emang beli berapa bro ? banyak koq yang bisa unlock modem..biaya2nya rata - rata Rp. 200rb boss Post Extras: 🖨️ Cetak |
| burem (Anggota) 02/06/08 09:53 | 😐 Re: Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? hehehe harga teman .. wong bekas dipake 6 bulan .. mayan lah ooh emg segitu yaa jasa unlock, td nyari2 rata 200-350rb .. makasih makasih Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Jayz (Penasihat) 02/06/08 10:12 | 😐 Re: Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? Quote: burem said: hehehe harga teman .. wong bekas dipake 6 bulan .. mayan lah ooh emg segitu yaa jasa unlock, td nyari2 rata 200-350rb .. makasih makasih mang ga bisa unlocked sendiri bro? nyari di google tutorial nya Post Extras: 🖨️ Cetak |
| burem (Anggota) 02/06/08 13:33 | 😐 Re: Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? udah nyari .. dapet, cuma kayaknya serem kalo mokat .. nda idup lagi berabe. eniwei, hendak bertanya .. XL bebas nda bisa ya dipake di modem hsdpa gt? Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 02/06/08 13:41 | 😐 Re: Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? Gue dulu pernah unlocked E220 versi Telkomsel, jadi bisa dipake ke semua operator. Caranya pernah gue disclose di postingan-2 dulu. Coba dicari deh... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/06/08 09:53 | 😐 Re: Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? Menanti WiMax hadir di Indonesia ----------- APJII: WiMax sebaiknya difokuskan ke nomadic JAKARTA: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengusulkan kepada pemerintah untuk berkonsentrasi pada worldwide interoperability for microwave access (WiMax) berstandar nomadic untuk jaringan Internet. Sylvia W. Sumarlin, Ketua Umum APJII, mengatakan pihaknya mengusulkan kepada regulator untuk mengatur pembagian konsentrasi bagi PJI yang ingin menggunakan WiMax berstandar nomadic dan memberikan pilihan bagi operator jaringan untuk berkonsentrasi pada WiMax berstandar mobile. "Pemerintah bisa memberikan kesempatan bagi PJI untuk dapat mengadaptasi teknologi baru yang efisien, yaitu BWA ini," ujarnya dalam paparan Potret Perilaku Internet Menuju Pemanfaatan WiMax, belum lama ini. Menurut dia, kesempatan yang diberikan pemerintah kepada semua pihak yang berkepentingan akan mempercepat pertumbuhan Internet dan memberikan pilihan kepada masyarakat dalam menentukan metode akses. Dia berpendapat pemerintah bisa berperan mendorong PJI dan NAP (Network Access Point) untuk dapat menggunakan fasilitas rekayasa keuangan (financial engineering) fasilitas kredit untuk pembangunan jaringan serta turut mendorong ekosistem industri Internet melalui penetrasi komputer. "Dasar penentuan WiMax sebagai salah satu teknologi pengembangan jaringan Internet adalah karena nirkabel tidak membutuhkan investasi penggalian kabel. Radius jangkauan WiMax dapat mencapai 50 km [extensive coverage] dan mampu mentransmit data dengan kecepatan tinggi, yaitu sampai 50 mbps [Mega byte per second]," paparnya. Saat ini layanan broadband mendorong kebutuhan informasi seperti layanan online video. Bahkan situs YouTube dan sejenisnya sudah diakses oleh 100 juta orang per hari. "Pengguna Internet juga menantikan kualitas video di Internet seperti layaknya menonton acara di TV," kata Sylvia. PJI ke depannya akan menghadapi tantangan baru, yaitu memenuhi kualitas gambar dan suara yang diinginkan pengguna dengan meningkatkan kualitas tersebut dengan meningkatkan kapasitas akses melalui layanan broadband. "Masalahnya, di Indonesia adalah bagaimana membawa online video ke last mile dan investasinya," katanya. Tak masalah Sylvia menambahkan PJI banyak melakukan koneksi menggunakan nirkabel dengan membentuk hotspot-hotspot di daerah, sehingga proses migrasi ke WiMax dinilai tidak akan sulit. "Sebagai operator WiMax, kami mempunyai fungsi utama mengirimkan data dan konten ke pengguna Internet secara efektif, melakukan penghantaran, mengelola konten, dan mendistribusikan IP [protokol Internet]," paparnya. Kelebihan lainnya, PJI juga mempunyai hubungan langsung dengan pelanggan dalam menyediakan akses dan konten. Dari sisi pengalaman, PJI telah bertahun-tahun menjalankan usaha di bidang ritel, pembuatan konten dan kustomisasi layanan untuk infrastruktur pelanggan. "Kedekatan dan hubungan istimewa tersebut membuat PJI mampu menjadi mitra pemerintah dalam melakukan penelitian atau pengumpulan data Internet," kata Sylvia. APJII menilai pesatnya pertumbuhan Internet di Indonesia membutuhkan peran PJI dalam mengelola infrastruktur serta teknologi yang ada, termasuk dalam mengatur aliran trafik, memantau kapasitas jaringan dan menjaga ketahanan jaringan tulang punggung (backbone). "Pemanfaatan teknologi baru sangat diperlukan agar kami efektif memberikan pelayanan Internet dengan berkelanjutan dan sesuai dengan tingkat permintaan penggunanya." (roni.yunianto@[tautan dihapus]) Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 04/06/08 10:51 | 😐 Re: Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? Quote: rusco said: Gue dulu pernah unlocked E220 versi Telkomsel, jadi bisa dipake ke semua operator. Caranya pernah gue disclose di postingan-2 dulu. Coba dicari deh... kayaknya tinggal flash ulang aja ya caranya? bagaimana rekan2 fpers, kalo ambil paket free modem basic, worth it gak selisih harganya??? Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/06/08 17:22 | 😐 Re: Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? Rabu, 04/06/2008 17:00 WIB Indosat Kejar 5 Juta Pelanggan Broadband Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - Indosat berharap bisa meraih lima juta pelanggan mobile broadband seiring ditingkatkannya kecepatan akses menjadi 14,4 Mbps dengan menggunakan teknologi High Speed Packet Access (HSPA). Group Head Brand and Marketing Indosat, Teguh Prasetya, berharap target tersebut bisa diraih dalam kurun lima tahun ke depan. "Idealnya pelanggan broadband yang bisa kami raih dalam lima tahun ke depan minimal 20% dari total pelanggan seluler kami yang kini berjumlah 26 juta," ujarnya dalam press update soal layanan broadband Indosat di gedung Indosat, Jakarta, Rabu (4/6/2008). Saat ini, layanan broadband Indosat telah digunakan sebanyak 1,5 juta pengguna melalui medium seluler 3G, dan hampir 100 ribu pengguna modem Indosat. Rata-rata biaya pulsa yang dikeluarkan untuk mengakses broadband Indosat tiap bulan (average revenue per user/ARPU) sebanyak Rp 250 ribu. Teguh mengklaim layanan broadband Indosat telah mampu menghantarkan akses download hingga 14,4 Mbps dan upload 1,4 Mbps. "Namun sayangnya belum ada CPE (customer premise equipment atau perangkat akhir pelanggan) yang mampu mendukung koneksi sekencang itu. Mungkin baru di kuartal ketiga tahun ini perangkat itu ada." Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 05/06/08 09:44 | 😐 Re: Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? 70% Pelanggan Internet ingin akses di atas 1Mbps JAKARTA: Sekitar 70% pelanggan Internet bergerak di Indonesia memiliki ekspektasi menginginkan kecepatan transfer data di atas 1 megabit per second (Mbps). Manajemen Indosat memetakan sekitar 34% pasar atau 30 juta pengguna akan menjadi target layanan bernilai tambah dan konten pita lebar (broadband). Teguh Prasetya, Group Head Brand Marketing PT Indosat Tbk, menuturkan sejumlah ekspektasi pengguna 3G yang mendasari potensi layanan akses berkecepatan tinggi atau high speed packet access. "Dari sisi kecepatan dan penghematan waktu, 70% pelanggan di Indonesia menginginkan kecepatan lebih dari 1 Mbps," ujarnya di sela-sela pemaparan Indosat 3.5G Broadband Go HSPA, kemarin. Teguh menegaskan itu saat menjelaskan hasil dari berbagai survei gabungan termasuk yang dilakukan Indosat dalam memahami kebutuhan pelanggan terhadap akses informasi dan Internet di samping komunikasi dari sisi kecepatan. "Dalam aspek lainnya, pelanggan di Indonesia juga mengharapkan keterjangkauan dengan poin harga untuk terminal di bawah US$150 dan tarif layanan yang flat dengan di bawah US$15 bulannya." Pengguna di dalam negeri juga ingin merasa bebas untuk memilih operator, layanan, konten, aplikasi dan perangkat. Sementara itu, dari sisi mobilitas, idealnya pelanggan ingin terlayani setiap saat dan di mana saja karena 60% dari pelanggan menginginkan terminal handheld. Dia mengatakan alasan pengguna ingin bermigrasi ke broadband cukup sederhana yakni pengguna menginginkan koneksi Internet yang cepat. "Pengguna Internet mulai lelah dengan masalah dan kecepatan yang lambat menggunakan layanan dial-up." Indonesia diperkirakan memiliki total potensi pasar Internet pita lebar 30 juta atau 34% sebagai target layanan bernilai tambah dan konten. "Mereka ini mencakup pengguna yang menginginkan nilai [value seeker], pencari status, profesional, pencari citra, hingga pencari hiburan," tuturnya. Dia memperkirakan pertumbuhan pita lebar di Indonesia dalam lima tahun ke depan diproyeksikan mencapai antara 50% dan 60% dan tidak akan kalah dengan India. "Dilihat dari peluang indeks digital Indonesia berada di posisi ke-6 dunia sehingga peluang tumbuhnya tinggi," tegasnya. Pada tahun 2010, pendapatan dari layanan pita lebar diperkirakan mencapai US$900 juta. Jaringan Indosat Dalam kesempatan yang sama, Teguh mengatakan ekspektasi dari pelanggan 3G itu akan diakomodasi pada teknologi high speed downlink packet access (HSDPA) yang dapat mengakses data dengan kecepatan download sampai dengan 14,4 Mbps. Di samping itu, Indosat mempersiapkan teknologi high speed uplink packet access (HSUPA) dapat mengakses data dengan kecepatan upload sampai dengan 1,4 Mbps. "Kami telah siap dengan kecepatan ini, dan begitu customer premise equipment [CPE] siap, kami tinggal memulai saja," ujarnya. CPE itu di antaranya adalah peranti modem dengan harga US$100 yang mampu memberikan kecepatan 14,4 Mbps dan baru tersedia kuartal III atau kuartal IV. Dalam tahap pertama, Indosat akan menyediakan layanan HSPA (HSDPA 14,4 Mbps dan HSUPA 1,4 Mbps) di 300 titik di Jabodetabek dan tahap kedua akan mencakup semua Jabodetabek dan Surabaya. (roni.yunianto@[tautan dihapus]) Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 09/06/08 16:58 | 😐 Re: Ask: kapan teknology HSUPA masuk ke indo? Mewujudkan konvergensi dengan HSPA Konvergensi pada jaringan, layanan dan aplikasi semakin luas terjadi di sekitar kita. Sebut saja mulai dari gabungan jaringan tetap-seluler yang diwujudkan melalui solusi fixed-mobile convergence lalu antara jaringan tetap dan jaringan rumah untuk menyajikan home entertainment. Belum lagi ada gabungan jaringan enterprise dengan jaringan tetap atau lazim disebut hosted office dan bahkan ada konvergensi antara jaringan seluler dengan jaringan enterprise yang dikemas dengan mobile enterprise. Di balik bentuk konvergensi itu tentu ada peran teknologi pendukung yaitu radio yang standarnya mengalami evolusi. Jika mengambil waktu mulai dari 2006 hingga penghujung tahun ini akan terjadi peningkatan standar dan kecepatan transmisi data. Salah satunya adalah standar Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) atau high speed downlink packet access (HSDPA) di jaringan seluler Global System for Mobile Communications (GSM) yang memungkinkan download dengan kecepatan 14,4 megabit per second yang sebelum segera berevolusi menuju high speed uplink packet access (HSUPA) 5,7 Mbps untuk upload. Konvergensi akan banyak mengandalkan akses pita lebar bergerak atau mobile broadband. Dari aspek aplikasi, suara dan SMS pun segera menjadi aplikasi yang berjalan di atas data. Sejumlah operator seluler di Indonesia sudah menggelar mobile broadband di beberapa titik. Indosat, misalnya, sebagai operator yang pertama meluncurkan 3,5 G dengan mengklaim telah melansir 100% penuh HSDPA. Baru-baru ini, Indosat menyatakan akan segera menjadi operator pertama yang merilis HSPA yang menggunakan route HSDPA dan HSUPA. Jika saat ini kemampuan HSDPA memungkinkan download 7,2 Mbps dan upload 1,4 Mbps dan sebagian lain tersedia dalam kecepatan akses download 3,6 Mbps dan upload 384 kbps. Pada saatnya layanan HSPA Indosat digelar, pelanggan dapat mengakses data dengan kecepatan download sampai dengan 14,4 Mbps sementara kecepatan upload mencapai 1,4 Mbps. Dalam beberapa bulan ke depan, customer premise equipment (CPE) seperti peranti modem seharga US$100 berkemampuan kecepatan 14,4 Mbps akan tersedia di kuartal III atau kuartal IV. Banyak alasan mengapa pelanggan akan tertarik berpindah ke HSPA ini. Diantaranya migrasi ke broadband cukup menjanjikan koneksi Internet yang lebih cepat. Wajar saja mengingat kebanyakan pengguna berasal dari kalangan yang menginginkan nilai lebih (value seeker), profesional, pencari status, pencari citra, hingga pencari hiburan. Penyebaran broadband juga meluas karena disamping mendapatkan informasi melalui iklan, pengguna juga teredukasi oleh publikasi media dan kabar dari mulut ke mulut. Perkiraan pengguna Dari satu survei gabungan untuk mencari ekspektasi calon pengguna broadband, sekitar 70% pelanggan di Indonesia berharap dapat menikmati layanan dengan kecepatan transfer data di atas 1 Mbps. Mereka juga mengharapkan keterjangkauan dengan poin harga untuk terminal di bawah US$150 dan tarif layanan yang flat dengan dibawah US$15 bulannya. Banyak nilai tambah yang bisa didapat dari HSPA, diantaranya untuk hiburan yang realtime seperti videostreaming, games, mobile TV, film, dan komunikasi baik teleponi video dan teleponi suara. Disamping itu HSPA juga mendukung download video dan musik serta pesan bergambar (picture messaging). Meskipun belum ada perkiraan tarif dari operator, tampaknya operator sudah siap mengemasnya dalam paket yang menarik menggunakan basis kuota maupun waktu. Saat ini setidaknya sudah ada lebih dari 30% pasar seluler atau 30 juta pengguna Internet akan menjadi target HSPA ini. Indosat sendiri menaksir 20% pelanggannya merupakan pengguna Internet. Ekspektasi dari sisi mobilitas, sekitar 60% dari pelanggan yang disurvei menginginkan akses Internet melalui peranti genggam. Di tingkat dunia, HSPA akan mendorong mobile broadband dengan 70% pangsa pasar dari total 600 juta pelanggan pada 2010. Menurut data Global Mobile Supplier 2008, sudah ada 166 jaringan komersial di 75 negara dengan lebih dari 400 peranti dan lebih dari 1 miliar pelanggan. Sementara dari sisi peranti, sudah ada sebanyak 203 ponsel HSPA, pemutar media, dan kamera, sekitar 160 PC yang dilengkapi HSPA, PC card,dan USB modem serta 39 router nirkabel yang akan mendukung layanan itu. Di Indonesia penetrasi perangkat HSPA saat ini masih sangat rendah dan pasar sekundernya juga belum terbentuk. Ketersediaan layanan HSPA tersebut juga masih akan terbatas karena Indosat yang mengklaim paling siap pun baru akan menyediakan HSPA di 300 site di Jabodetabek. Cakupan itu juga akan ditambah ke kota Surabaya akhir tahun ini. (roni.yunianto@[tautan dihapus]) Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi