SERVICEPRO.ID ADALAH SOFTWARE UNTUK PARA TEKNISI DAN BISNIS JASA SERVIS

 

Search di seluruh kategori All Tags Lihat seluruh tags Lihat popular tags di bawah halaman

 

TV Analog Segera Berakhir
rss You are here: All : Share : TV Analog Segera Berakhir

 

 answer Punya pendapat? Jangan disimpan. Click disini
Komentar terbaru paling bawah.


bigboyz

Journeyman 65 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Sep 2, 2009 12:05 pm)     comment Comment Permalink   Print

7.000 unit STB dibagikan gratis....

ada yg dpt gratisan nya?

 


rusco

Veteran 628 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Sep 6, 2009 09:25 am)     comment Comment Permalink   Print

Mencermati layanan IPTV
Pelanggan IPTV diperkirakan meningkat sekitar 60 juta pada 2010

Pengesahan Peraturan Menteri Kominfo No. 30/Per/M.KOMINFO /8/2009 tentang Penyelenggaraan Layanan Televisi Protokol Internet (Internet Protocol Television/IPTV) pada 19 Agustus 2009 menarik untuk dicermati.

Peraturan itu menarik dicermati karena selain berdampak memicu perkembangan layanan yang bersifat konvergen, juga dapat memicu operator menyelenggarakan layanan IPTV yang telah berkembang pesat di Eropa Barat dan Amerika sejak 2007, termasuk di kawasan Asia.

Menjadi pertanyaan, apa yang dimaksud IPTV dan apa kelebihannya bila dibandingkan dengan layanan televisi lainnya? Mengapa layanan ini marak diselenggarakan di berbagai negara? Apakah Permen yang mengatur layanan IPTV tersebut dapat dibenarkan secara yuridis, sesuai dengan UU yang ada.

Per definisi, IPTV merupakan layanan pengiriman suara (audio), gambar (video), dan data (Internet) secara simultan melalui internet protocol (IP) yang bersifat tertutup dan aman. Dikatakan tertutup karena yang dapat menikmati layanan ini hanya pelanggan yang terdaftar pada operator. Tidak seperti televisi internet yang menggunakan jaringan internet publik yang bersifat terbuka dan memungkinkan semua orang terlibat tanpa harus diketahui identitasnya, alias gratis seperti streaming video dan streaming audio pada situs Youtube, Google Video, Metacafe, dan Truveo.

Dianggap aman karena arsitektur IPTV berbasis NGN (next generation network) yang memiliki fungsi kontrol layanan, sumber daya dan izin masuk. Operator IPTV juga sangat memanjakan pelanggannya dengan layanan yang bersifat personal (proprietary) dan interaktif. Pada saat acara berlangsung, pelanggan dapat melakukan koreksi, pooling, rating dan voting hingga usulan perbaikan program.

Pemberian layanan tersebut dimungkinkan karena layanan IPTV disalurkan melalui beragam platform telekomunikasi yang berbeda dengan koneksi broadband dan manajemen "back to back", sehingga berkemampuan menawarkan kualitas layanan end to end dengan inovasi tak terbatas. Contohnya, penawaran beragam jenis layanan yang sesuai dengan keinginan pelanggan (on demand) seperti video on demand, pay per view, gaming, dan personal video recorder untuk merekam program tertentu.

Keberadaan IPTV juga lebih menarik karena beberapa kelebihannya yang tidak dimiliki layanan televisi lainnya seperti personalized e-commerce, misalnya. Layanan ini memungkinkan pengiklan (penjual), pelanggan (calon pembeli), dan operator (penyedia layanan iklan berinteraksi secara personal, terbuka dan relatif tidak terbatas berkenaan dengan produk yang ditawarkan dan diperjualbelikan.

Berbagai kelebihan tersebut telah memicu peningkatan jumlah pelanggan dan keuntungan yang diperoleh pebisnis IPTV setiap tahunnya di berbagai kawasan. Hasil analisis Gartner melaporkan pelanggan IPTV diprediksi naik 64% menjadi 19,6 juta pada 2008 dengan estimasi pendapatan naik sebesar 93,5% dibandingkan dengan tahun 2007 menjadi US$4,5 miliar, dengan pertumbuhan terbesar di Eropa Barat sedang pendapatan tertinggi di Amerika Utara.

Bahkan menurut laporan Telecommunication Management Group Inc. yang di langsir di http://reports.tngtelecom.com/ iptv, pelanggan IPTV bertumbuh dua kali lipat setiap tahun sejak diluncurkan 2002 dan diperkirakan meningkat sekitar 60 juta pada 2010 yang tersebar di 40 negara di seluruh dunia.

Dengan potensi bisnis tersebut, tidak heran bila banyak operator telekomunikasi di Indonesia yang berminat menyelenggarakan IPTV. Karena berdasarkan Roadmap Infrastruktur Telekomunikasi yang dirilis Ditjen Postel, diperkirakan akan ada 4,8 juta pengguna IPTV pada 2011.

Majukan TI

Besarnya animo masyarakat dan potensi bisnis IPTV inilah mungkin yang mendorong regulator (Depkominfo) mengesahkan Permen No. 30/Per/M.KOMINFO/8/2009, meskipun payung hukum (umbrella act) yang mengatur konvergensi belum dibuat. Lazimnya, satu regulasi ditetapkan setelah ada payung UU-nya. Namun, secara yuridis, penetapan permen tersebut sesuai dengan ketentuan hukum dan UU yang berlaku.

Alasannya, selain memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan IPTV, juga selaras dengan esensi Permen Kominfo No. 30/Per/M.KOMINFO/8/2009 sejalan dengan UU No. 36/1999 tentang Telekomunikasi, UU No. 32/2002 tentang Penyiaran, dan UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Esensi dimaksud tersirat di konsideran dan penjelasan umum ketiga UU tersebut, yang pada intinya menyatakan perlunya penataan dan penyesuaian regulasi untuk mengakomodasi dinamika perkembangan teknologi (konvergensi).

Penilaian yang menyatakan keberadaan permen tersebut dipaksakan dan tidak komprehensif memang beralasan. Karena yang diatur baru layanan IPTV yang berbasis kabel sedang yang nirkabel belum.

Namun, terlepas dari kekurangan itu, keberadaan Permen Kominfo No. 30/Per/M. KOMINFO/8/2009 memberikan berbagai manfaat bagi kemajuan industri teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology/ICT).

Pertama, dukungan pengembangan konten lokal yang tecermin dari keharusan operator IPTV menggunakan sedikitnya 10% konten produksi dalam negeri untuk layanan penyiaran (pushed services), dan 30% dari koleksi konten (content library) bagi layanan multimedia (pulled services dan interactive services).

Selain itu, operator juga diwajibkan memakai penyedia konten independen minimal 10% dari jumlah penyedia konten di koleksi konten milik operator, dan secara bertahap jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 50% dalam 5 tahun.

Kedua, pertumbuhan industri perangkat keras dan perangkat lunak juga akan terpacu dengan adanya permen tersebut. Pasalnya, tiap operator diwajibkan membangun infrastrukur jaringan dan jasa, serta menggunakan sistem perangkat IPTV yang dibuat di Indonesia. Belum termasuk keharusan penggunaan Internet Protocol Set-Top-Box (IP-STB) dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 20%, dan secara bertahap ditingkatkan menjadi 50% dalam waktu 5 tahun.

Ketiga, regulasi IPTV itu juga menguntungkan konsumen (pengguna) karena operator diwajibkan menjaga kualitas jaringan, penerimaan, kecepatan pindah layanan, dan pengelolaan pelanggannya (customer care). Sementara untuk mencegah terjadinya monopoli dalam penyelenggaraan layanan IPTV, tiap operator diharuskan berbentuk konsorsium dengan jumlah anggota minimal dua perusahaan.

Dengan berbagai manfaat tersebut, sudah sepantasnya bila keberadaan Permen Kominfo No. 30/Per/M.KOMINFO/8/2009 seyogianya disambut dengan tangan terbuka dan didukung dalam pelaksanaannya.

Oleh Abdul Salam Taba
Alumnus School of Economics, the University of Newcastle, Australia, bekerja sebagai PNS di Departemen Komunikasi dan Informatika

 

user signature
i'm just a man of few words and a lot of works!

ZEXELGRIFONE

Full Member 100 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Sep 7, 2009 11:53 am)     comment Comment Permalink   Print

Menahan diri, ga beli TV tahun ini..

Nunggu TV digital merakyat tahun depan..

 

user signature


rusco

Veteran 628 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Sep 9, 2009 08:00 pm)     comment Comment Permalink   Print

Telkom Uji Coba IPTV di Depkominfo
JAKARTA, INVESTOR DAILY

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menguji coba layanan Internet Protocol Television (IPTV) di kantor Depkominfo. Uji coba itu dihadiri pejabat Depkominfo, pimpinan operator telekomunikasi, dan berbagai asosiasi, seperti APJII, Mastel, Aptel, dan KPI.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, tidak ada keraguan lagi bagi Telkom untuk menggelar layanan IPTV kepada publik setelah Menkominfo mengeluarkan aturan Permen No 30/2009 tentang Penyelenggaraan Layanan Televisi Protokol Internet (IPTV) di Indonesia pada 19 Agustus 2009.

“Trial layanan IPTV Telkom ini menjadi satu bukti bahwa Telkom senantiasa berupaya memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Telkom berharap layanan ini dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat modern yang haus akan informasi,” ujar Eddy Kurnia di Jakarta, Selasa (8/9).

Sebagai penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom terus berbenah dengan menawarkan berbagai layanan bernilai tambah (value added). Salah satu value added yang segera diberikan kepada pelanggan adalah IPTV, layanan TV interaktif yang melewati jaringan Speedy.

“IPTV melengkapi Speedy sebagai layanan triple play, yaitu tiga layanan (voice, internet dan video) dengan satu koneksi,” ujar Eddy.

IPTV, kata dia, berbeda dengan layanan TV berbayar (pay TV) yang ada saat ini. IPTV Telkom memiliki fitur interaktif yang beragam. Penonton dimungkinkan memilih program favorit tanpa perlu takut ketinggalan program favorit lain. Hal itu dimungkinkan karena ada IPTV menawarkan fitur merekam atau menghentikan gambar saat tayangan sedang berlangsung. (rz)

 

user signature
i'm just a man of few words and a lot of works!

kiriyama

Journeyman 70 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Sep 10, 2009 11:51 am)     comment Comment Permalink   Print

Kpn ya HDTV masuk indonesia..


-- Posted from my Mobile phone

 

user signature
Aquos in My Hand

rusco

Veteran 628 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Sep 10, 2009 02:22 pm)     comment Comment Permalink   Print

IPTV gandeng broadcaster
Telkom paketkan IPTV dengan Speedy


JAKARTA: Penyelenggara Internet protocol television (IPTV) akan bersinergi dengan lembaga penyiaran (broadcaster) dalam mengemas konten layanan baru tersebut.

Indra Utoyo, Direktur Teknologi Informasi dan Suplai PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk, menuturkan untuk mendukung IPTV, Telkom akan membuka peluang kerja sama dengan broadcaster.

"Konten-konten IPTV akan diperkaya dengan konten TV broadcaster dan ini terbuka untuk kerja sama dengan mereka yang telah siap dengan platform IPTV," ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.


Indra menjelaskan layanan tersebut nantinya akan menyajikan konten edukasi dan hiburan (edutainment), video on demand, karaoke, dan lainnya.

"Kualitas layanan ini bisa dinikmati dengan baik melalui infrastruktur broadband di atas 2 megabit per second [Mbps]," jelasnya.

Dia mengatakan untuk dukungan perangkat, nantinya ada mitra vendor yang masuk dalam proses seleksi untuk penyediaan perangkat set-top-box.

"Kami akan upayakan penyerapan komponen lokal misalnya untuk software, kemasan hardware, atau service-nya," jelas Indra.

Proyeksi sambungan pendukung IPTV
Penyelenggara Jumlah
Grup Telkom 8-10 juta sambungan
Operator lainnya > 2 juta sambungan
Sumber: Depkominfo

Dalam Permenkominfo No. 30/2009 tentang IPTV, konsorsium harus terdiri dari perusahaan yang telah mengantongi izin yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan layanan IPTV seperti izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal, izin penyelenggaraan jasa multimedia dan Internet, dan izin penyelenggaraan penyiaran berlangganan.

Salah satu konsorsium yang akan maju dan siap dengan jaringannya adalah Telkom dan PT Indonusa Telemedia (TelkomVision) yang menjadwalkan penggelaran IPTV pada Oktober 2009.

Hal tersebut menyusul persiapan dan uji layanan yang dilakukan di sejumlah kota, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Denpasar. Telkom memproyeksikan pada 2010 IPTV Telkom sudah komersial penuh.

Perusahaan itu juga telah mempersiapkan sistem dukungan operasional pelayanan, customer relationship management (CRM) hingga sistem penagihan (billing).

"Kami menguji penggelaran secara total sehingga saat peluncuran semua aspek sudah siap," kata Indra.

Beda fitur

Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), mengatakan sejauh ini Depkominfo mencatat baru konsorsium PT Telkom Depkominfo yang serius menggelar IPTV.

"Kemungkinan baru setelah Lebaran akan ada sejumlah pengajuan perusahaan yang berminat untuk menggelar IPTV," ujarnya.

Selain Grup Telkom, operator lain seperti PT Indosat Tbk, KabelVision, BizNet, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, dan CBN telah mempersiapkan infrastruktur IPTV berupa kabel dan serat optik di sejumlah kota besar.

Eddy Kurnia, VP Public & Marketing Communication Telkom, mengatakan uji coba layanan IPTV Telkom akan memberi nilai tambah berupa layanan TV interaktif yang dilewatkan melalui jaringan Speedy.

"IPTV melengkapi Speedy sebagai layanan triple play yaitu layanan suara, Internet dan video dengan satu koneksi kepada pelanggan," ujar Eddy. (roni.yunianto@ bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

 

user signature
i'm just a man of few words and a lot of works!



Punya informasi bagus apa hari ini? Ad new topic Post-kan di sini

 

Be nice. Respect member lain jika ingin di berikan respect yang sama. Be funny dan useful!
Logged in as Guest

18 + 1 =
Untuk melihat Preview, click: diatas form.