SERVICEPRO.ID ADALAH SOFTWARE UNTUK PARA TEKNISI DAN BISNIS JASA SERVIS

 

Search di seluruh kategori All Tags Lihat seluruh tags Lihat popular tags di bawah halaman

 

Tarif Telepon Indonesia Termahal Kedua di Dunia
rss You are here: All : Share : Tarif Telepon Indonesia Termahal Kedua di Dunia
vote up
0
vote down

Print     answer Comment  

 

Dari Kompas edisi hari ini,
Tarif Telepon Indonesia Termahal Kedua di Dunia


Jakarta, Kompas - Biaya percakapan telepon di Indonesia dalam setiap tiga menit mencapai 2,5 dollar AS. Jumlah itu tergolong yang terbesar di Asia dan kedua termahal di dunia setelah Cile yang tarifnya sekitar 3 dollar AS. Bahkan, tarif telepon di Indonesia itu bakal terus meningkat. Padahal, di sebagian besar negara, biaya percakapan cenderung diturunkan mendekati nol persen. Keuntungan operator diperoleh dari penggunaan jasa turunan telepon.

"Jadi, bisnis telekomunikasi kita makin tertinggal. Di negara lain operator tak lagi jualan pada pulsa, tapi turunan dari pulsa tersebut. Kita malah semakin meningkatkan tarif pulsa telepon," kata pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri, dalam diskusi "Kesiapan Indonesia Menuju Kompetisi bidang Telekomunikasi" yang digelar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (17/5). Pembicara lain adalah Muhammad Iqbal, anggota KPPU.

Menurut Faisal, saat ini di Singapura tak sampai 1 dollar AS untuk percakapan selama tiga menit. Malaysia pun hampir sama, sedangkan di Korea Selatan hanya sekitar 2 dollar AS. "Tarif begitu murah, sebab diyakini dapat memberikan penetrasi pada bisnis lain hingga empat kali lipat, baik peningkatan produktivitas kerja, volume produksi, maupun volume ekspor," ujarnya.

Penyimpangan

Menurut Faisal, hakikat kenaikan tarif telepon selama ini adalah meningkatkan alokasi dana untuk pembangunan sambungan telepon tetap (fixed line) dan kewajiban pelayanan universal (universal service obligation/USO). Namun, fakta di lapangan menunjukkan tak ada pembangunan fixed line. Sebaliknya, dana yang diperoleh dari kenaikan tarif telepon itu hanya digunakan untuk pembangunan telepon flexi.

Itu berarti, kenaikan tarif telepon sama sekali tak dinikmati masyarakat, tetapi hanya oleh operator dan karyawannya. "Artinya, hakikat dari kenaikan tarif telepon sudah rancu, sebab sama sekali tak mengutamakan kepentingan rakyat," ujarnya.

Anehnya, menurut Faisal, belum lagi manfaat kenaikan tarif telepon sebesar 30 persen selama 2001 dan 2002 bagi rakyat tersebut dievaluasi, tiba-tiba pada 1 April 2004 tarif dinaikkan lagi sebesar 25-28,21 persen. Bahkan, penyampaian laporan keuangan 2003 pun ditunda. "Akhirnya, akar masalah dalam bidang telekomunikasi tak pernah selesai," kata Faisal

Ia juga mengingatkan, ke depan, persaingan tidak hanya terbatas pada jasa telekomunikasi konvensional, tetapi semakin beragam dalam bentuk komunikasi elektronik. Oleh karena itu, kerangka persaingan harus konsisten dan mendorong inovasi, investasi, dan mengikuti teknologi mutakhir. Titik berat kaidah persaingan pada sifat jasa, bukan teknologi dan pola telekomunikasi.

Untuk itu, Faisal menganjurkan dilakukan pemisahan antara operator dan manajemen infrastruktur. Dengan demikian, tidak terjadi saling lempar tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan. Selain itu, hal ini diharapkan akan mengefektifkan USO.

Masalah BRTI

Menurut Iqbal, hingga kini belum ada wasit yang independen dan tegas dalam mengatur dan mengawasi bisnis telekomunikasi. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memang sudah terbentuk, tetapi pengelolanya lebih berpihak pada kepentingan operator dibanding membela rakyat. Apalagi, pimpinan BRTI dijabat Dirjen Telekomunikasi.

Kenyataan ini tak lepas dari sistem kerja Departemen Perhubungan (Dephub) yang tidak menyiapkan platform kompetisi yang dilengkapi visi, misi, serta program kerja. Dari 12 kasus persaingan tidak sehat yang ditangani KPPU pada tahun 2003, 11 kasus di antaranya terjadi dalam lingkungan Dephub.

Bahkan, sering dijumpai regulasi yang tumpang tindih antara undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan menteri, dan sejenisnya. Dalam beberapa kasus, Dephub selaku regulator menempatkan diri sebagai operator. "Ini yang aneh," katanya.

 

rusco
rusco RSS
   Reg: 1 decade ago
   Veteran 628 reps My Blog
General Operator Business

Posted 1 decade ago

 

 

 answer Punya pendapat? Jangan disimpan. Click disini
Komentar terbaru paling bawah.


omega_one

Newbie 20 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 18, 2004 08:53 am)     comment Comment Permalink   Print

Ah... Ternyata tebakan gua bener. Telkom SUX. Kapan mau majunya ini bangsa?? Moga2 presiden yang akan datang bisa lebih memperhatikan hal ini
Coba dong kaya Mr Bush sewaktu masa kampanye, dia bilang 'broadband for everybody'. Kalo di Indo? 'Brodband for only the rich people'

Ciby.. ProPleki... dimanakah kau berada??

 


jozu

Newbie 0 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 18, 2004 11:08 am)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

Menurut Faisal, saat ini di Singapura tak sampai 1 dollar AS untuk percakapan selama tiga menit. Malaysia pun hampir sama, sedangkan di Korea Selatan hanya sekitar 2 dollar AS. "Tarif begitu murah, sebab diyakini dapat memberikan penetrasi pada bisnis lain hingga empat kali lipat, baik peningkatan produktivitas kerja, volume produksi, maupun volume ekspor," ujarnya.





Mari kita lihat : Di Sgpr, katakanlah tdk sampai 1 dolar, misalnya 80 sent/3menit atau 6400 rph/3mnt (1 usd = 8000rph). Kita bandingkan Singapura seluas Jakarta. tarif pstn lokal Jkt yang termahal = 250 rph/1,5 mnt.(jam sibuk) atau 500 rph/3 mnt..

Korea Selatan? perlu dipertanyakan, yang 2 usd itu percakapan lokal, sljj atau sli? permenit atau per 3 menit?... kalau permenit artinya 16000 rph permenit. atau kalau 3 mnit ya sekitar 5300 rph per menit.... Pstn diatas tadi 500 rph/3 menit....

Katakanlah itu SLJJ, maka pstn sljj utk zone 3 (terjauh>500km) pada jam sibuk adalah 2270 rph/menit.

Jadi? Murah mana, mahal mana sih?

USO? USO tdk hanya berarti membangun didaerah terpencil, fasilitas umum juga adalah USO seperti misalnya telepon umum coin yang hanya 100 rph/pulsa. Terpencil? Wah ada berapa puluh ribu Statsiun Bumi kecil dibangun sejak 1976? Ada berapa ribu sentral digital kecil yang dibangun dikecamatan-kecamatan dan kabupaten?, ada berapa ribu fasilitas telekomunikasi rural dan remote yang telah dibangun diseluruh Indonesia...
Siapa sih yg mau bangun sentral telepon di Tual (ambon) atau pulau Nias, yang balik modalnya saja lebih dari 50 tahun?...

Flexi? Penambahan SST baru dengan fixed wireless agar murah dan cepat, baik di kota ataupun di daerah daerah. Lha kan flexi juga tergolong PSTN, jumlah nomor pelanggannya disebut juga SST... Kabel? Kabel masih dpakai dan dipelihara, malah akan ditingkatkan menjadi coax atau fibre agar menjadi broadband....

Yang dibangun itu tdk tergantung kota besar atau kota terpencil, tapi tergantung permintaan dan prioritas. Bahkan di Jkt masih ada daftar waiting list PSTN, karena walupun sdh ada substitusi berupa selular dll, masih banyak yang menginginkan fixed telephone, terutama dari sisi tarif-nya yg masih lebih murah dari yg lain.

Yang jadi pertanyaan, kenapa yang lain tdk dibebani USO, padahal dengan adanya kenaikkan tarif, yang lain tersebut juga ikut "menikmatinya"? pura-pura tdk tahu, sambil bilang itu bukan maunya aku...

Kenapa saudaranya yg satu lagi hanya membangun di kota-kota besar?(entah kapan jadinya, wong bisnis PSTN tdk menarik hati dia)

Jadi, memang akan tdk tepat kalau tdk mengenal dunia telekomunikasi dgn sebenar-benarnya, apalgi kalau sdh "didekati" pihak-pihak tertentu?

Salam..

 

user signature
Love & Light

BkSp

Newbie 0 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 18, 2004 05:27 pm)     comment Comment Permalink   Print

berapa pendapatan rata2 penduduk indo per jam / hari / bulan / tahun ???
mahal murah-nya adalah perbandingan antara pendapatan dan pengeluaran
contoh: gaji pekerja kasar di USA (anggap saja sekitar) USD 8.00 / hour kerja 40 jam seminggu jadi sebulan sekitar USD 1,300.00 (belum potong pajak)
di indo = ???
1 hamburger di US anggap saja sekitar USD 5.00 dan di indo Rp. 10.000,-
pertanyaan saya, murah mana ???

 


Dunia_Sepeda

Full Member 247 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 18, 2004 10:45 pm)     comment Comment Permalink   Print

Wah pake teori big mac yah bos??

Perasaan big mac di sana gak ampe $5 dech. Ada yang pernah makan??

Setauku kurs kita dah kelewatan lagi. cuma dasar aja pada gak Care!!!

Pemerintah sibuk urusin presiden dan wakil presiden...

DPR sibuk urusin urusan partai...

Kita sibuk urusin urusan tagihan telp...

PALING ENAK JADI PEJABAT!!! KEMANA2 DIKAWAL DAN GAK KENA MACET, DAPET "BONUS" dari sana sini.... ENAK BANGET KAN??

 

user signature
Rekening Bersama MYBANK --- Murah, Aman, Berkualitas

0856.93.39.10.10 - 021.70.55.1881

omega_one

Newbie 20 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 19, 2004 05:33 am)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

sunhanonline said:
PALING ENAK JADI PEJABAT!!! KEMANA2 DIKAWAL DAN GAK KENA MACET, DAPET "BONUS" dari sana sini.... ENAK BANGET KAN??




Sshh.. jangan lupa tarif telpon ditanggung oleh pemerintah alias gratis!!!
Gua mau dong jadi presiden

 


break

Newbie 0 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 19, 2004 10:11 am)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

1 hamburger di US anggap saja sekitar USD 5.00 dan di indo Rp. 10.000,-
pertanyaan saya, murah mana ???






Mr. Faisal Basri dari KPPU (dgn logika kayak tarif telepon versi dia), akan bilang : HARGA McDee DI INDONESIA YANG TERMAHAL DI DUNIA......kalau aku? Terimaksih, gak suka makan junk food !!!!

 


Phonix

Explorer 40 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 19, 2004 02:14 pm)     comment Comment Permalink   Print

Tidak mungkin tariff telp PSTN itu 3 mnt sampai 23 ribuan (2,5 USD).

Maksudnya Biaya percakapan telepon 3menit Termahal itu saya kira gabungan :

Biaya LOkal dan SLJJ PSTN 3mnt + Biaya Lokal dan SLJJ SEluler 3 menit + dll. Jadi karena kontribusi tariff telepon PSTN Lokal sangat kecil, maka kontribuasinya ada di SLJJ PSTN dan Lokal+SLJJ Seluler ke Seluler.



Karena SLJJ selalu diturunkan harganya, Nah harusnya yg ditembak adalah harga mahal Airtime seluler yg nggak pernah turun, sedangkan dinegara2 lain terus turun. Contoh juga biaya SMS di Indonesia kemahalan dibanding India (dibawah Rp100/kirim), juga dibanding SMS Jepang. Ini semua dikontrol sendiri oleh jaringan seluler (bukan akibat interkoneksi PSTN). Kalau persaingan di seluler tidak mampu menerunkan airtime dan SMS, maka ini terjadi kesepakatan (KARTEL) yang jahat di Seluler.



Sayangnya Faisal B juga baru pertama kali terjun begini, jadi masalahnya dikupas tidak 360 derajat, lebih baik fair aja buka semuanya se-transparan mungkin kan katanya makin seksi.

 


Longhorns

Full Member 100 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 19, 2004 02:41 pm)     comment Comment Permalink   Print

Big mac di US $3.95, jangan bandingin tarif telepon ama big mac dong.

Sebenernya kalo mo dibandingin, bandinginnya gini deh, DI USA, utk PSTN users cuma bayar abonemen per bulannya yang sekitar 30 dollar (sekitar 270 ribu rupiah kalo kursnya 9000) dan loe bisa pake sepuasnya sampe jontor tuh mulut, soalnya telepon dgn sesama area code itu unlimited.

Jadi ibaratnya kalo 021 nelepon ke 021 mau loe telepon 24 jam sehari 7 days a week .... per bulan loe cuma bayar $30. Ayo murah ato nggak? Kalo buat org amrik ya murah abis ... soalnya kan income mereka gede, itung deh orang dengan upah minimum ($5.50) yang kerja 40 jam seminggu (Sebulan sekitar $1200 atau sekitar 10 juta rupiah). Nah bagi user ini ... 30 dollar tentulah tidak seberapa, wong bisa telepon sepuasnya sampe jontor kok ... tapi kalo di kurs ke indonesia yahh terang mahal 30 dollar ini .... bayangin aja 270 ribu, biarpun bisa telepon sepuasnya. Bayangin aja wong upah minimum di indonesia kan cuma 600 ribu rupiah.

Kalo di compare income per kapita dengan tarif telepon indonesia, yah memang jadi tarif telepon itu jadi mahal.

Jadi mendingan benerin tuh ekonomi indonesia, supaya org dengan gaji minimum masyarakat masih bisa hidup layak seperti org dengan gaji minimum di USA.

Tapi kalo tarif telepon indonesia, GUE BILANG EMANG MAHAL.

 


dongbret

Explorer 30 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 19, 2004 02:56 pm)     comment Comment Permalink   Print

Sangat setujuuuu bung McDee, eh bultz.... makanya kalau membandingkan buah apel ya dibandingkan dengan apel lagi, masa buah nangka dibandingkan dengan kurma?

Salam....

 

user signature
.

Phonix

Explorer 40 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 19, 2004 06:05 pm)     comment Comment Permalink   Print

Jangan terkesima tulisan kompas 18 Mei 2004 tsb, ternyata Faisal B nyerang tarif mahal termahal adalah SLI Indosat, Baca aja KOmpas Online 21 Feb 2004 :

Merombak Kadin, Menyelamatkan Sektor Riil

MEROMBAK organisasi manja menjadi ujung tombak penggerak sektor riil untuk menyerap jutaan penganggur, itulah tantangan terbesar bagi kepemimpinan baru Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Organisasi Kadin selama puluhan tahun, terutama semasa Orde Baru, hanya menjadi sarang sejumlah pengusaha manja yang memanfaatkan kedekatan dengan pemerintah untuk mengambil keuntungan pribadi.

KEDEKATAN ini jadi tak berarti tatkala pemerintah sudah tidak berdaya menghadapi ambruknya perekonomian sehingga kehabisan dana. Mau tidak mau, Kadin harus berubah agar mampu menerapkan visinya sebagai sebuah kamar dagang sejati yang mampu menjalin kemitraan antarpengusaha sekaligus duduk sederajat dengan pemerintah sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi riil secara langsung.

Pengamat ekonomi Faisal Basri, Presiden Direktur Grup Bosowa Aksa Mahmud, Presiden Direktur Grup Maspion Alim Markus, dan Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) G Hidayat Tjokrodjojo memberikan beragam pendapat tentang peluang Kadin dalam menggerakkan sektor riil.

Faisal Basri mengatakan, harus diambil langkah nyata oleh Kadin untuk menyelamatkan sektor riil terutama industri manufaktur yang banyak menyerap tenaga kerja. Kapasitas terpakai sektor manufaktur terus merosot sehingga perlu segera diambil tindakan untuk menyelamatkan industri nasional.

Dia memaparkan, tercatat pada Oktober 2002 kapasitas produksi terpakai sektor manufaktur hanya mencapai 51 persen, namun dalam Januari 2003 sudah merosot hanya berkisar 41 persen. Situasi ini merupakan paradoks karena variabel ekonomi makro memang menunjukkan perbaikan, tetapi dalam kenyataan sektor riil tidak mengalami pertumbuhan bahkan cenderung merosot.

Pertumbuhan usaha baru juga mengalami kemerosotan secara signifikan. Dalam tiga tahun sejak tahun 2000 hingga 2002 terjadi penurunan secara berurutan dari 6 persen, 4 persen, dan 1 persen. Sebaliknya dalam kurun yang sama jumlah perusahaan yang merampingkan usaha bertambah sebanyak 1 persen dalam tahun 2000 dan 2001, sementara pada 2002 mencapai 3 persen. Lebih parah jumlah perusahaan yang menutup usaha selama tahun 2000-2001 mencapai dua persen dan melonjak pada tahun 2002 mencapai tiga persen!

Sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang terjadi justru mengkhawatirkan karena hanya bergerak di sektor konsumsi. Alim Markus mengatakan, pertumbuhan produk domestik bruto hanya ditopang oleh konsumsi belaka dan tidak terjadi pertumbuhan investasi. Padahal, di mana pun laju konsumsi selalu mendorong pertumbuhan investasi!

KONDISI ideal pertumbuhan investasi memang tidak terjadi karena terganjal dua sebab utama, yaitu perilaku pengusaha dan kebijakan pemerintah. Dari segi dunia usaha, Faisal Basri mengatakan, selama puluhan tahun terjadi stagnasi teknologi dalam industri manufaktur Indonesia.

Semestinya terjadi pergerakan dari industri teknologi rendah, menjadi industri teknologi menengah, dan berakhir sebagai industri teknologi tinggi. Ini dialami oleh Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong, dan Singapura yang dulu menjadi patron serta menjadi investor di Indonesia.

"Namun, selama puluhan tahun industrialisasi pemerintahan Soeharto, sebagian besar industri manufaktur hanya berkutat di sektor teknologi rendah. Tingkatan teknologi Indonesia pada 1985-1998 didominasi pertumbuhan industri teknologi rendah. Industri teknologi menengah justru merosot dan industri teknologi tinggi mengalami stagnasi," kata Faisal memaparkan.

Dalam situasi tersebut, industri teknologi rendah Indonesia harus bersaing dengan industri sejenis di Cina, Vietnam, dan negara Asia lainnya. Tentu saja Indonesia sangat terpukul karena kalah dari efisiensi dan biaya produksi serta variabel lain. Sebagai bukti, lihatlah pasar dalam negeri yang kini dibanjiri produk mainan, garmen, dan elektronik buatan Cina.

Jangankan menguasai pasar ekspor, untuk bersaing di pasar domestik pun industri seperti ini kedodoran menghadapi banjir komoditas sejenis dari Cina, Vietnam, dan negara lain. Alih-alih menjadi industriwan, pengusaha Indonesia pun banyak yang banting setir menjadi importir yang hanya menjadi pedagang atau lebih tepat dikatakan sebagai calo saja!

"Para industriwan kita sudah melakukan apa saja selama puluhan tahun ini? Tidak ada peningkatan teknologi dan enrichment dalam industri kita," gugat Faisal.

Untuk mendukung pendapat tersebut, salah satu acuan yang dipakai adalah pertumbuhan industri mesin di sejumlah negara. Cina berada di tempat teratas dengan angka 20 persen, sementara Korea dan Malaysia memiliki pertumbuhan industri mesin sebesar 8 persen. Indonesia berada di tempat paling buncit bersama Filipina, yakni hanya 2 persen.

Di lain pihak, menurut Faisal Basri, persoalan ini turut disebabkan oleh pemerintah yang entah disadari atau tidak justru memberi insentif kebijakan yang mendorong pengusaha lebih memilih menjadi pedagang dan meninggalkan sektor industri dengan memperkaya kualitas produk (adding value-Red). Akibatnya, lanjut dia, industri manufaktur mobil kelompok Astra mengalihkan kebijakan dari perakitan sedan Toyota Soluna menjadi importir sedan Toyota Vios dari Thailand.

Sejumlah komponen produksi yang besarannya ditentukan pemerintah turut membuat Indonesia semakin tidak kompetitif. Biaya telepon, listrik, dan persoalan perburuhan menjadi lingkaran setan yang menghantui pengusaha.

Dalam data Faisal Basri, biaya telepon internasional per menit di Indonesia termahal mencapai 2,5 dollar AS jika dibandingkan dengan Korea Selatan yang kurang dari 2 dollar AS. Apalagi jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura dengan tarif telepon internasional kurang dari 1 dollar AS per menit percakapan.

Dari segi biaya transportasi ekspor pun, biaya pengiriman peti kemas di Indonesia merupakan yang termahal di Asia. Praktis kebijakan Pemerintah Indonesia sebagai penyelenggara negara dan penyedia infrastruktur justru memicu deindustrialisasi.

Kondisi ini menyebabkan perbankan enggan mengucurkan dana kepada pengusaha. Hingga September 2003, dari Rp 863 triliun dana yang dihimpun, hanya Rp 454 triliun yang disalurkan kepada dunia usaha. Memang secara keseluruhan terjadi kenaikan persetujuan pemberian kredit sepanjang tahun lalu, namun realisasinya menurun karena kondisi perekonomian yang tidak menentu.

Kebijakan pemerintah juga kerap berubah-ubah dalam hitungan bulan sehingga pengusaha kesulitan melakukan perencanaan bisnis. Persoalan ketidakpastian kebijakan ini merupakan salah satu hambatan investasi yang dibenarkan oleh Alim Markus dan Aksa Mahmud. "Semestinya Kadin yang mandiri mampu menjadi mitra setara dengan pemerintah sehingga dapat mempengaruhi kebijakan," kata Alim Markus.

Meski kondisi bisnis terlihat suram, menurut Ketua Apkomindo G Hidayat Tjokrodjojo, sejumlah sektor riil masih menjanjikan pertumbuhan.

Contoh nyata adalah pertumbuhan bisnis komputer di Indonesia yang pernah turun drastis dari penjualan 400.000 unit per tahun menjadi 100.000 unit pascakerusuhan Mei 1998, telah kembali pada kondisi normal. Bahkan, tahun lalu total penjualan komputer 750.000 unit senilai 750 juta dollar AS dan tahun ini diperkirakan mencapai satu juta unit dengan nilai 1 miliar dollar AS. Ini berarti terjadi kenaikan seratus persen lebih dalam lima tahun!

"Sebagian dari komponen industri komputer telah dibuat di Indonesia seperti layar monitor. Yang membanggakan untuk sejumlah jenis printer Epson yang dipasarkan di seluruh dunia masih dibuat di Indonesia hingga saat ini. Pengusaha sebetulnya masih menunggu kepastian pemerintah dalam menciptakan iklim usaha," kata Hidayat.

Faisal Basri sepakat dengan optimisme pengusaha, sebetulnya ada celah industri yang tidak dapat dimasuki Cina yang hanya menguasai pasar produk industri massal. Produksi barang kualitas menengah dan tinggi, seperti produk busana kelompok Great River atau sepatu bermerek dengan harga di atas 70 dollar AS, masih dikuasai Indonesia, dan Cina pun tidak dapat bermain di segmen ini.

MEMANFAATKAN peluang yang masih tersedia di dunia usaha sekaligus menyerap tenaga kerja tidak terlepas dari kinerja Kadin. Organisasi ini harus dirombak total, ujar Aksa Mahmud mengomentari keberadaan Kadin dan kinerjanya.

Keberadaan Kadin sejak dulu apalagi saat ini tidak akan mampu menggerakkan sektor riil. Organisasi Kadin bukan seperti layaknya kumpulan pengusaha yang berpikir lugas dan bertindak taktis.

Kadin harus menjadi semacam forum pengusaha nasional yang bertindak demi kepentingan pengusaha secara nyata. Institusi ini diisi para pengusaha yang memang nyata memiliki produktivitas tinggi. Forum ini dengan perkumpulan asosiasi industri bersama-sama memperjuangkan kepentingan pengusaha.

Organisasi ini harus dipimpin oleh pengusaha produktif yang mampu menjabarkan visi organisasi. Kemudian dibentuk komite-komite temporer untuk menangani persoalan mutakhir yang muncul. Komite ini juga bertugas untuk persoalan sektoral sesuai bidang usaha para anggota. Organisasi seperti inilah yang mampu menggerakkan sektor riil secara nyata.

Kondisi kamar dagang dengan kinerja maksimal seperti di Jepang dan Korea Selatan memang memajukan sektor riil. Para anggota tidak saling bersaing, justru terjalin kemitraan sesama anggota kamar dagang yang semakin menggairahkan perekonomian.

Alim Markus menambahkan, organisasi sebesar Kadin perlu merangkul semua pengusaha tanpa memandang latar belakang budaya, sosial, kepercayaan, dan lain-lain agar dapat memperluas jaringan kerja secara global. Kondisi Kadin yang seperti ini akan memberi tempat bagi semua pengusaha sehingga akan memiliki posisi tawar dengan pemerintah, dan tentu akan memacu pertumbuhan sehingga meningkatkan penerimaan negara sekaligus menyerap tenaga kerja.

Secara khusus Faisal Basri menegaskan, pengusaha benar dan jujur haruslah dibina oleh Kadin. Mereka terbukti mampu bertahan semasa krisis dan tidak menjadi pengusaha yang sekadar mengandalkan proyek pemerintah sehingga terjadi lingkaran KKN yang terbukti telah menjebloskan negara ini dalam krisis berkepanjangan. (Iwan Santosa)

 


dongbret

Explorer 30 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 21, 2004 09:12 am)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

Dalam data Faisal Basri, biaya telepon internasional per menit di Indonesia termahal mencapai 2,5 dollar AS jika dibandingkan dengan Korea Selatan yang kurang dari 2 dollar AS. Apalagi jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura dengan tarif telepon internasional kurang dari 1 dollar AS per menit percakapan.




---------------------------------------------

lha kok jadi membungungkan para poster terdahulu Bang faisal ini.. yang mahal ini tarif domestik atau tarif internasional...............

Untuk domestik kan monopoli sdh berakhir dengan keluarnya ijin untuk indosat mennyelenggarakan jasa dan jaringan lokal serta SLJJ. Dengan demikian maka penyelenggara (operator) domestik sudah tdk monopoli lagi karena ada Telkom, Bakrie Telkom (eks Ratelindo), Batam-Bintan Telekom dan IndosatPhone. Indosat sudah menggelar jaringan Lokal di Jakarta dan Surabaya sejak 2 tahun yang lalu. Hanya pelanggannya masih terbatas pada segmen korporasi.
Kalau untuk jasa SLI, Telkom baru dapat lisensi minggu lalu dan baru tahap uji coba bersama Sinagpore Telekom, malaysia dan Honkong.

Jadi memang mingkin yang dimaksud oleh Faisal Basri adalah tarif SLI Indosat yg termahal di dunia....

Kalau ada FP'ers dari ISAT, mestinya harus memberikan klarifikasi....

Salam

 

user signature
.

Phonix

Explorer 40 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (May 21, 2004 02:42 pm)     comment Comment Permalink   Print

Jadi karena yg dimaksud paling mahal adalah SLI, maka judulnya lebih tepat tarif indosat paling mahal kedua di dunia.
Itulah sebabnya Indosat dituduh bersaing tidak sehat utk harga khusus panggilan Internasional hanya utk pelanggan indosat group (satl, IM3).

Untuk FWA Indosat murah mimpi aja deh, toh IM3 sekarang aja nggak berani jauh lebih murah dibanding Telkomsel, mendingan proExcel masih ada paket bicara murah. Tapi semua layanan Seluler saat ini belum tentu fair karena semua paska bayar saat ini sengaja dimahalin.

 


AnakBralink

Newbie 20 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Aug 8, 2008 02:10 pm)     comment Comment Permalink   Print

Heheheee..... 100 x!

Kalo menurut pelaku telekomunikasi (Telkom, Indosat, XL... ect), tarif sekarang emang belum lah tergolong muahal. Kecuali bagi kita yang hidupnya banyak tergantung dengan jasa ini, ya... tarif kita emang muahal pisan. Tlp bentar aja dah abisin duit belanja istri gue, sms-an dikatain orang sok irit-gak sopan sama orang tua sms-an, dll. Apalagi buat internetan, mo ke warnet males, coba pake jaringan tlp (pstn, gsm or cdma) muahal jatuhnya.
Nasib emang...!

 


ditdot

Senior Member 323 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Aug 8, 2008 03:58 pm)     comment Comment Permalink   Print

wuih...ini tret juaaadul banget diangkat lagi. tarifnya aja udah berubah jauh kalee....

 

user signature
coretanku dalam mencari rupiah dan dollar gratis sambil ngenet, baca cerita INI

stickerlifte

Senior Member 270 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Aug 9, 2008 11:04 am)     comment Comment Permalink   Print

TS abis nonton the Mummy kale he he he.....

 


Bag0nK

Full Member 128 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Aug 9, 2008 10:07 pm)     comment Comment Permalink   Print

jangan2 sekarang udah jadi termurah kedua di dunia?

 


Mr_Cremphenk

Journeyman 70 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Aug 10, 2008 07:49 am)     comment Comment Permalink   Print

termurah didunia
jaman gratis nelpon

 


Bahendra

Journeyman 82 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Aug 10, 2008 07:11 pm)     comment Comment Permalink   Print

^ betul-betul, sekarang malah jaman gratisan

 


cris007

Newbie 20 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Aug 10, 2008 10:38 pm)     comment Comment Permalink   Print

Buset ini thread jadul banget ya. Sekarang mah udah gratisan.

 

user signature
Life is beautiful, you should fill it with laughter...

Sapujagat11

Newbie 0 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Aug 11, 2008 05:35 pm)     comment Comment Permalink   Print

hahaha gw kaget, kirain topik baru! gak taunya thn 2004!
ternyata yg ngetrend ngangkat tema2 jadul gak cuman di bidang fashion & music aja yah, thread jadul juga sering di 'muncul'kan kembali

 


nokiaboy

Newbie 10 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Aug 13, 2008 07:58 pm)     comment Comment Permalink   Print

hueheuheueuhe... malah sekarang udah Indonesia termurah deh.... ampe gratis lagi...

 

user signature
0812 60...



Punya informasi bagus apa hari ini? Ad new topic Post-kan di sini

 

Be nice. Respect member lain jika ingin di berikan respect yang sama. Be funny dan useful!
Logged in as Guest

18 + 1 =
Untuk melihat Preview, click: diatas form.