SERVICEPRO.ID ADALAH SOFTWARE UNTUK PARA TEKNISI DAN BISNIS JASA SERVIS

 

Search di seluruh kategori All Tags Lihat seluruh tags Lihat popular tags di bawah halaman

 

Siapa Mau Tarif Telepon Naik 40 Kali Lipat?
rss You are here: All : Share : Siapa Mau Tarif Telepon Naik 40 Kali Lipat?
vote up
0
vote down

Print     answer Comment  

 

Duh ternyata ada jg yang sayang sama negara ini biar tidak bangkrut :D kalo semua aspek harus di standarkan dengan negara lain, boleh dong kita jg minta gaji standar negara maju

Jakarta - Harga lisensi dan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi telekomunikasi di Indonesia diklaim terlalu murah dibanding negara lain. Indonesia pun dinilai berpotensi kehilangan pendapatan negara hampir Rp 350 triliun.

Asumsi tersebut diutarakan oleh Center for Indonesian Telecommunications Regulation Study (Citrus). Tak pelak, pendapat itu langsung dibantah oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

BRTI menilai kebijakan untuk menahan harga frekuensi agar tak terlalu tinggi adalah wajar. Sebab, biaya frekuensi yang terlalu tinggi akan membebani industri, menghambat pengembangan layanan, dan menyebabkan tarif telekomunikasi yang diterima masyarakat jadi mahal.

“Jika mengikuti hitungan Citrus, dimana BHP frekuensi harus naik sekitar 40 kali lipat dari sekarang, maka semua kenaikan akan ditransfer ke konsumen,” jelas anggota BRTI Heru Sutadi kepada detikINET, di Jakarta, Kamis (5/1/2012).

Sebelumnya, Direktur Citrus Asmiati Rasyid memaparkan bahwa pemerintah telah menjual spektrum frekuensi dengan harga yang terlalu murah dan berpotensi menyebabkan kerugian cukup besar bagi pendapatan negara.

Dalam paparannya, lembaga ini membandingkan harga per blok frekuensi 3G di Indonesia dengan India, dimana harga satu blok di Indonesia hanya Rp 160 miliar, sedangkan di India dihargai Rp 31,14 triliun. Citrus pun mengusulkan harga satu blok 3G di Indonesia dinaikkan jadi Rp 5 triliun.

Anggota BRTI M Ridwan Effendi mengaku heran dan mempertanyakan hasil studi tersebut yang dinilainya tidak relevan dan kurang teliti. Sebab, kata dia, perbandingan yang dilakukan tidak “apple to apple”.

“Di India hanya sekali bayar di depan. Sementara di kita kan bayarnya annually alias tahunan selama 10 tahun, ya wajar saja kalau ada anggapan lebih mahal atau lebih murah,” kata dia.

Lebih jauh ia memaparkan, di India, total spektrum 3G harganya USD 3 miliar atau Rp 27 triliun sekali bayar di depan. Sedangkan di Indonesia, untuk 10 kanal 3G, harganya sekitar Rp 35,2 triliun untuk waktu pakai 20 tahun dengan sekali perpanjangan.

“Itu belum termasuk dua kanal lagi yang akan dilelang. Belum termasuk faktor BI rate dan index populasi. Akan jadi lebih mahal ternyata. Tapi kalau ditotal keseluruhan, kira-kira imbanglah, antara yang dibayar tahunan dengan yang sekali bayar jika dilihat dari net present value-nya,” papar Ridwan.

Sementara menurut Heru Sutadi, jika pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan pungutan tarif dan biaya frekuensi seperti di India, maka dampaknya akan sangat terasa bagi masyarakat.

“Tarif telepon yang rata-rata Rp 600 per menit akan naik jadi Rp 24.000 per menit. SMS dari rata-rata Rp 150 akan jadi Rp 6.000. Dan layanan data yang saat ini rata-rata Rp 100 ribu per bulan akan jadi Rp 4 juta per bulan,” kata dia.

Selain itu, kenaikan biaya frekuensi juga akan berimbas pada target lain yang dicanangkan pemerintah. “Dampaknya besar, target MP3EI tidak tercapai. komitmen WSIS tidak tercapai. Bahkan telko dan internet jadi elitis. Tidak lagi jadi enabler pembangunan karena sudah tidak terjangkau oleh masyarakat,” sesalnya.

http://www.detikinet.com/read/2012/01/05/135638/1807398/328/siapa-mau-tarif-telepon-naik-40-kali-lipat/?i991101mainnews

 

blunt
blunt RSS
   Reg: 1 decade ago
   Senior Member 479 reps My Blog
Tariff

Posted 8 years ago

 

 

 answer Punya pendapat? Jangan disimpan. Click disini
Komentar terbaru paling bawah.


Seika
top user
Veteran 907 reps
Reg: 1 decade ago
8 years ago (Jan 6, 2012 09:55 am)     comment Comment Permalink   Print

Duh ternyata ada jg yang sayang sama negara ini biar tidak bangkrut grin kalo semua aspek harus di standarkan dengan negara lain, boleh dong kita jg minta gaji standar negara maju
Yang penting sih pemasukan penduduk juga nambah, minimal menyesuaikan.
Jadi misalnya transportasi makan 20% gaji, setelah kenaikan nanti perbandingannya musti tetap sama.

IMO, lebih bagus menyesuaikan penduduknya biar mampu, daripada menyesuaikan produknya biar terjangkau.

Cuma meski gaji naik 40 kali lipat juga, waktu liat harga naik 40 kali lipat pasti sakit hati juga ya ^^;;;

 

user signature
Connect in Windows Live
Kik Messenger

niceguy
top user
Full Member 198 reps
Reg: 1 decade ago
8 years ago (Jan 6, 2012 01:45 pm)     comment Comment Permalink   Print

cuma cari sensasi, seperti kata pepatah : tong kosong nyaring bunyinya pow

 


nyeTRUM
top user
Senior Member 378 reps
Reg: 1 decade ago
8 years ago (Jan 7, 2012 12:52 pm)     comment Comment Permalink   Print

kalo Citrus pengin duit, jadilah Operator CP.
Lalu buat SMS Premium abal-abal :blah: :grin:

 

user signature
Alcatel 525, 715, 535, 835, 757 and Palm Treo 180, 270, 650, Centro, Treo 750, Treo Pro, Palm WebOS Pre, Veer 4G, Xperia, HTC, SNote, Lumia:blah: :grin: :)



Punya informasi bagus apa hari ini? Ad new topic Post-kan di sini

 

Be nice. Respect member lain jika ingin di berikan respect yang sama. Be funny dan useful!
Logged in as Guest

18 + 1 =
Untuk melihat Preview, click: diatas form.

 

Topic-topic yang mirip dengan diatas, browse tags berikut
Tariff
Atau Search Forumponsel database:
Related topics
Get daily update for this topic: