SERVICEPRO.ID ADALAH SOFTWARE UNTUK PARA TEKNISI DAN BISNIS JASA SERVIS

 

Search di seluruh kategori All Tags Lihat seluruh tags Lihat popular tags di bawah halaman

 

Pikir-pikir 100x sebelum beli HP Motorola!
rss You are here: All : Share : Pikir-pikir 100x sebelum beli HP Motorola!
vote up
0
vote down

Print     answer Comment  

 

Pengalaman pahit saya selama ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan khalayak ramai yang belum terjerumus daripada nanti harus berhadapan dengan Motorola Indonesia (dan Selular Shop selaku distributor resminya) yang super arogan dan super cuek.
Mimpi buruk saya yang pertama dimulai bertahun-tahun lalu. Singkatnya, waktu itu pada era C-Phone CDMA Telkom Surabaya, saya menggunakan Motorola Startac Timeport. Waktu itu karena bermasalah, barang akhirnya tak kunjung selesai diservis sampai *beberapa* bulan baru akhirnya selesai.
Setelah kejadian itu, saya sempat "alergi" dengan Motorola (padahal sebelumnya saya adalah penggemar Motorola dengan cd928, Startac X, dan Timeport). Setelah bertahun-tahun beralih pada merk lain, tahun kemarin saya mulai tertarik lagi dengan Motorola, dan saya beranggapan mereka sudah "insyaf" dan bisa memberikan support yang lebih baik harusnya, karena tentu orang yang tidak bisa belajar dari kesalahan hanyalah orang idiot. Di sini mulailah saya terjerumus kembali.
Pertama-tama, saya membeli Motorola C650. Saya merasa secara produk C650 sudah cukup baik (walaupun memang tidak sempurna, tapi masih bisa dimaklumi) sehingga akhirnya saya mulai memberanikan mulai membeli E398 dan V868 (CDMA). Secara produk memang ketiga tipe itu cukup baik (tapi memang tidak sempurna, masih ada kekurangan di sana-sini, tapi tentu itu masih wajar). Namun, masa damai saya menggunakan Motorola ternyata tidak bertahan lama. V868 saya bermasalah di LCD external-nya (buram dan nyaris tak terlihat). Karena status masih garansi resmi, pada 14 Februari kemarin saya membawa V868 tsb ke Selular Shop Embong Tanjung Surabaya selaku service center resmi Motorola Indonesia. Pada waktu itu mungkin karena sistem komputer Selular Shop bermasalah, saya diberikan tanda terima service (job sheet) yang ditulis manual (nomor job sheet pun hanya ditulis "manual"). Pada waktu itu saya sudah agak ragu dengan kualitas after sales Motorola karena waktu itu pun ada pelanggan yang marah-marah di sana karena HP-nya tak kunjung usai. Namun saya masih tetap berusaha tidak berprasangka buruk.
Ternyata memang service Selular Shop luar biasa. Selang 2 minggu kemudian (awal Maret) saya menelepon Selular Shop Surabaya. Benar-benar merupakan suatu perjuangan karena biasanya telepon sibuk, atau tidak diangkat, atau bagian service sedang sibuk. Setelah berhasil tersambung, mereka hanya mengatakan kalau V868 saya masih belum selesai, masih di Jakarta, dan kalau sudah selesai saya akan dihubungi. Saya masih sabar, karena toh "masih" 2 minggu.
Selang 2 minggu kemudian (berarti 1 bulan setelah saya membawa V868 saya untuk service), saya kembali menelepon Selular Shop dan kembali harus berjuang karena sungguh tidak mudah menghubungi bagian service. Kembali saya hanya diinformasikan kalau service masih belum selesai, masih di Jakarta, dan kalau sudah selesai, mereka yang akan menghubungi saya.
Selang 1 minggu kemudian, saya menelepon Selular Shop, berjuang lagi, dan kembali mendapat jawaban yang sama. Kembali setelah berselang 1 minggu, setelah perjuangan yang sama, saya mendapat jawaban yang sama. Satu setengah bulan (6 minggu), dan service HP masih belum selesai!
Akhirnya, yang tersisa di saya hanya secercah harapan. Yaitu bahwa Motorola Indonesia tidaklah sama dengan Selular Shop Surabaya yang luar biasa itu, dan Motorola Indonesia selaku principal tentu akan lebih memiliki itikad baik di dalam membantu service HP produknya sendiri. Apalagi, Motorola terkenal dengan six sigma-nya kan? Saya lantas mengirim e-mail ke Motorola Indonesia. Keesokan harinya, saya mendapat telepon dari Selular Shop Surabaya dengan nada yang dingin dan tidak simpatik. Mereka hanya menanyakan apakah saya mengirim e-mail ke Motorola, lantas menanyakan nomor IMEI-nya. Setelah itu, mereka hanya mengatakan akan memberi kabar status service saya bagaimana. Tidak ada kata maaf, tidak ada penjelasan. Tapi di sini saya sungguh terharu dengan Motorola Indonesia. Begitu percayanya mereka terhadap Selular Shop Surabaya yang sudah jelas-jelas saya keluhkan bersikap arogan dan cuek, sehingga mereka masih meminta Selular Shop Surabaya yang menghubungi saya. Saya juga kagum dengan database Selular Shop. Memang di e-mail saya lupa mencantumkan nomor IMEI HP saya, tapi apakah Selular Shop tidak menyimpan arsip? Apakah pada tanggal 14 Februari ada lebih dari satu orang yang memiliki nama sama dengan saya yang menyerviskan V868-nya? Apakah V868 begitu bermasalahnya sampai pada hari yang sama ada beberapa orang dengan nama yang sama dengan saya yang menyerviskan V868-nya?
Seperti yang telah saya duga sebelumnya, kabar yang dijanjikan oleh Selular Shop hanya gombal belaka. Karena tak kunjung mendapat kejelasan baik dari Motorola Indonesia ataupun Selular Shop, saya kembali mengirimkan e-mail ke Motorola Indonesia, yang merupakan representasi segala harapan saya yang masih tersisa kepada Motorola Indonesia. Saya kembali menanyakan bagaimana status service HP saya, dan bahwa Selular Shop jelas-jelas tidak mampu menyelesaikan masalah ini. Lantas, saya menanyakan apakah Motorola Indonesia masih memiliki kepedulian kepada pelanggan untuk mengkontak langsung pelanggan yang memberikan masukan ataupun keluhan demi kemajuan Motorola Indonesia? Bagaimanakah sesungguhnya Motorola Indonesia menangani keluhan pelanggan?
Ternyata, terbukti bahwa Motorola Indonesia dan Selular Shop sama saja. Arogan, cuek, dan tidak simpatik. E-mail saya kembali diabaikan begitu saja, tanpa ada kabar sama sekali (padahal saya sudah meninggalkan nomor telepon, fax, HP, dan e-mail). Di sini tentu bisa kita simpulkan, Motorola Indonesia dan Selular Shop hanya tertarik untuk menjual produk, dan lepas tangan (dan cuek serta arogan) begitu ada produknya yang bermasalah. Apakah kita semua masih bisa tenang menggunakan HP Motorola? Saya pribadi langsung mulai mem-pensiunkan C650 saya sebagai tanda padamnya harapan saya kepada Motorola Indonesia. E398 saya pun hari ini sudah tidak saya gunakan lagi karena saya sudah trauma dengan Motorola, dan melihat simbol Motorola di HP saya sudah menimbulkan rasa jijik dan trauma yang luar biasa. Saya sudah beralih ke merk lain. V868 saya pun sudah tidak begitu saya pedulikan lagi, karena kelihatannya mereka berminat mengulang peristiwa bertahun-tahun lalu di mana HP saya sampai harus diopname beberapa bulan. Betul, Saudara-Saudara, ternyata perusahaan sebesar Motorola Indonesia dan Selular Shop tidak belajar dari kesalahan!
Sesungguhnya saya sudah hilang harapan kepada Motorola Indonesia maupun Selular Shop yang super arogan dan cuek. Saya hanya ingin berbagi cerita dengan rekan-rekan semua, agar tidak terjebak ataupun termakan dengan iklan, lantas membeli produk Motorola. Pikir-pikir dulu 100x. Walaupun bergaransi, garansi itu tidak berguna. Saya rasa lebih baik kita tidak menggunakan (membeli) Motorola, daripada harus mengalami kekecewaan yang saya alami ini. Jangan beli Motorola!

 

jeffwin
jeffwin RSS
   Reg: 1 decade ago
   Explorer 45 reps My Blog
Motorola How-to CDMA Complaint

Posted 1 decade ago

 

 

 answer Punya pendapat? Jangan disimpan. Click disini
Komentar terbaru paling bawah.


FrenchOnly

Newbie 15 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Mar 31, 2005 09:28 pm)     comment Comment Permalink   Print

Wah ikut berduka...
Tapi apakah semua produk motorola begitu?

 

user signature
Signal alcatel On and On, others are OON

riddles

Explorer 30 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Mar 31, 2005 09:56 pm)     comment Comment Permalink   Print

Jangan heran mas, kita hidup di INDONESIA!!!!
Sebuah negara dimana pihak konsumen selalu berada dalam posisi DIRUGIKAN!!!!

 


FrenchOnly

Newbie 15 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Mar 31, 2005 10:59 pm)     comment Comment Permalink   Print

Maksudku...HP motorola yg masuk ke indonesia kan sama kualitasnya dgn yg utk negara asia laen?
Kalau perangkat elektronik lain emang beda. Contoh TV, seri di jepang dan di indonesia beda loh. Beda jeroan/komponen bukan softwarenya. Timbang aja kiloannya...

 

user signature
Signal alcatel On and On, others are OON

Yusaku

Newbie 20 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 1, 2005 12:16 am)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

jeffwin said:
Pengalaman pahit saya selama ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan khalayak ramai yang belum terjerumus daripada nanti harus berhadapan dengan Motorola Indonesia (dan Selular Shop selaku distributor resminya) yang super arogan dan super cuek.
Mimpi buruk saya yang pertama dimulai bertahun-tahun lalu. Singkatnya, waktu itu pada era C-Phone CDMA Telkom Surabaya, saya menggunakan Motorola Startac Timeport. Waktu itu karena bermasalah, barang akhirnya tak kunjung selesai diservis sampai *beberapa* bulan baru akhirnya selesai.
Setelah kejadian itu, saya sempat "alergi" dengan Motorola (padahal sebelumnya saya adalah penggemar Motorola dengan cd928, Startac X, dan Timeport). Setelah bertahun-tahun beralih pada merk lain, tahun kemarin saya mulai tertarik lagi dengan Motorola, dan saya beranggapan mereka sudah "insyaf" dan bisa memberikan support yang lebih baik harusnya, karena tentu orang yang tidak bisa belajar dari kesalahan hanyalah orang idiot. Di sini mulailah saya terjerumus kembali.
Pertama-tama, saya membeli Motorola C650. Saya merasa secara produk C650 sudah cukup baik (walaupun memang tidak sempurna, tapi masih bisa dimaklumi) sehingga akhirnya saya mulai memberanikan mulai membeli E398 dan V868 (CDMA). Secara produk memang ketiga tipe itu cukup baik (tapi memang tidak sempurna, masih ada kekurangan di sana-sini, tapi tentu itu masih wajar). Namun, masa damai saya menggunakan Motorola ternyata tidak bertahan lama. V868 saya bermasalah di LCD external-nya (buram dan nyaris tak terlihat). Karena status masih garansi resmi, pada 14 Februari kemarin saya membawa V868 tsb ke Selular Shop Embong Tanjung Surabaya selaku service center resmi Motorola Indonesia. Pada waktu itu mungkin karena sistem komputer Selular Shop bermasalah, saya diberikan tanda terima service (job sheet) yang ditulis manual (nomor job sheet pun hanya ditulis "manual"). Pada waktu itu saya sudah agak ragu dengan kualitas after sales Motorola karena waktu itu pun ada pelanggan yang marah-marah di sana karena HP-nya tak kunjung usai. Namun saya masih tetap berusaha tidak berprasangka buruk.
Ternyata memang service Selular Shop luar biasa. Selang 2 minggu kemudian (awal Maret) saya menelepon Selular Shop Surabaya. Benar-benar merupakan suatu perjuangan karena biasanya telepon sibuk, atau tidak diangkat, atau bagian service sedang sibuk. Setelah berhasil tersambung, mereka hanya mengatakan kalau V868 saya masih belum selesai, masih di Jakarta, dan kalau sudah selesai saya akan dihubungi. Saya masih sabar, karena toh "masih" 2 minggu.
Selang 2 minggu kemudian (berarti 1 bulan setelah saya membawa V868 saya untuk service), saya kembali menelepon Selular Shop dan kembali harus berjuang karena sungguh tidak mudah menghubungi bagian service. Kembali saya hanya diinformasikan kalau service masih belum selesai, masih di Jakarta, dan kalau sudah selesai, mereka yang akan menghubungi saya.
Selang 1 minggu kemudian, saya menelepon Selular Shop, berjuang lagi, dan kembali mendapat jawaban yang sama. Kembali setelah berselang 1 minggu, setelah perjuangan yang sama, saya mendapat jawaban yang sama. Satu setengah bulan (6 minggu), dan service HP masih belum selesai!
Akhirnya, yang tersisa di saya hanya secercah harapan. Yaitu bahwa Motorola Indonesia tidaklah sama dengan Selular Shop Surabaya yang luar biasa itu, dan Motorola Indonesia selaku principal tentu akan lebih memiliki itikad baik di dalam membantu service HP produknya sendiri. Apalagi, Motorola terkenal dengan six sigma-nya kan? Saya lantas mengirim e-mail ke Motorola Indonesia. Keesokan harinya, saya mendapat telepon dari Selular Shop Surabaya dengan nada yang dingin dan tidak simpatik. Mereka hanya menanyakan apakah saya mengirim e-mail ke Motorola, lantas menanyakan nomor IMEI-nya. Setelah itu, mereka hanya mengatakan akan memberi kabar status service saya bagaimana. Tidak ada kata maaf, tidak ada penjelasan. Tapi di sini saya sungguh terharu dengan Motorola Indonesia. Begitu percayanya mereka terhadap Selular Shop Surabaya yang sudah jelas-jelas saya keluhkan bersikap arogan dan cuek, sehingga mereka masih meminta Selular Shop Surabaya yang menghubungi saya. Saya juga kagum dengan database Selular Shop. Memang di e-mail saya lupa mencantumkan nomor IMEI HP saya, tapi apakah Selular Shop tidak menyimpan arsip? Apakah pada tanggal 14 Februari ada lebih dari satu orang yang memiliki nama sama dengan saya yang menyerviskan V868-nya? Apakah V868 begitu bermasalahnya sampai pada hari yang sama ada beberapa orang dengan nama yang sama dengan saya yang menyerviskan V868-nya?
Seperti yang telah saya duga sebelumnya, kabar yang dijanjikan oleh Selular Shop hanya gombal belaka. Karena tak kunjung mendapat kejelasan baik dari Motorola Indonesia ataupun Selular Shop, saya kembali mengirimkan e-mail ke Motorola Indonesia, yang merupakan representasi segala harapan saya yang masih tersisa kepada Motorola Indonesia. Saya kembali menanyakan bagaimana status service HP saya, dan bahwa Selular Shop jelas-jelas tidak mampu menyelesaikan masalah ini. Lantas, saya menanyakan apakah Motorola Indonesia masih memiliki kepedulian kepada pelanggan untuk mengkontak langsung pelanggan yang memberikan masukan ataupun keluhan demi kemajuan Motorola Indonesia? Bagaimanakah sesungguhnya Motorola Indonesia menangani keluhan pelanggan?
Ternyata, terbukti bahwa Motorola Indonesia dan Selular Shop sama saja. Arogan, cuek, dan tidak simpatik. E-mail saya kembali diabaikan begitu saja, tanpa ada kabar sama sekali (padahal saya sudah meninggalkan nomor telepon, fax, HP, dan e-mail). Di sini tentu bisa kita simpulkan, Motorola Indonesia dan Selular Shop hanya tertarik untuk menjual produk, dan lepas tangan (dan cuek serta arogan) begitu ada produknya yang bermasalah. Apakah kita semua masih bisa tenang menggunakan HP Motorola? Saya pribadi langsung mulai mem-pensiunkan C650 saya sebagai tanda padamnya harapan saya kepada Motorola Indonesia. E398 saya pun hari ini sudah tidak saya gunakan lagi karena saya sudah trauma dengan Motorola, dan melihat simbol Motorola di HP saya sudah menimbulkan rasa jijik dan trauma yang luar biasa. Saya sudah beralih ke merk lain. V868 saya pun sudah tidak begitu saya pedulikan lagi, karena kelihatannya mereka berminat mengulang peristiwa bertahun-tahun lalu di mana HP saya sampai harus diopname beberapa bulan. Betul, Saudara-Saudara, ternyata perusahaan sebesar Motorola Indonesia dan Selular Shop tidak belajar dari kesalahan!
Sesungguhnya saya sudah hilang harapan kepada Motorola Indonesia maupun Selular Shop yang super arogan dan cuek. Saya hanya ingin berbagi cerita dengan rekan-rekan semua, agar tidak terjebak ataupun termakan dengan iklan, lantas membeli produk Motorola. Pikir-pikir dulu 100x. Walaupun bergaransi, garansi itu tidak berguna. Saya rasa lebih baik kita tidak menggunakan (membeli) Motorola, daripada harus mengalami kekecewaan yang saya alami ini. Jangan beli Motorola!




Mau tanya mas bukanya tempat service motorola itu tempat service ada di wtc lantai 4 yang bernama pt karlindo apa gitu saya agak lupa dan boleh tahu embong tanjung itu dekat mana saya ingin tahu gimana rupanya selular shop karena selama ini saya beli di lantai 4 aman-aman saja service juga cepat

 


coyz

Newbie 10 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 1, 2005 02:58 pm)     comment Comment Permalink   Print

di semarang juga ada kejadian spt,sempat masuk di kolom surat pembaca di harian terkemuka di semarang,tapi memang saya amatin motorolla segi after salesnya kurang memuaskan,karena saya sdh bertaon2 pengen beli motorolla,tapi gw bertaon2 juga mengamati after salenya....eh ternyata JEBLOX....

 


smartlink
top user
Journeyman 65 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 1, 2005 04:34 pm)     comment Comment Permalink   Print

Pak Jeffwin

Sekedar informasi, untuk produk anda yang bermasalah tersebut, kebetulan V868 CDMA. Produk tersebut sebenarnya adalah barang penjualan dari Selular Shop. Dan sebenarnya barang tersebut dimasukkan langsung oleh Selular Shop. Jadi hanya dijamin atau digaransi oleh Selular Shop. Pihak Motorola Indonesia tentunya juga akana merefer segala complain mengenai CDMA yang dimaksud ke Selular Shop, karena dia yang bertanggung jawab atas produk tersebut, bukan Motorola Indonesia.

Motorola tentunya akan bertanggung jawab dengan segala produk yang dikeluarkan oleh Motorola Indonesia. Jika untuk produk yang anda maksud tersebut, karena bukan melalui Motorola Indonesia maka segala kebijakan ditanggung oleh Selular Shop sebagai penjual.

Jika anda memasukkan V868 anda ke service centre Motorola yang lain, selain Selular Shop, saya rasa tidak semuanya mau menerima karena itu adalah produk dari Selular Shop.

Semoga informasinya dapat membantu.

 


jeffwin

Explorer 45 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 1, 2005 06:37 pm)     comment Comment Permalink   Print

Quote:






Seharusnya sih tidak semua produk Motorola begitu (bermasalah). Masalahnya kan di after sales service yang jeblok. Walaupun produknya baik, tentu ada kemungkinan bermasalah. Nah, kalau after sales service-nya ancur, biar produknya baik, kan bikin orang pikir-pikir 100x sebelum beli. Kalau pas bermasalah gimana? Nah, itu yang terjawab oleh Motorola Indonesia...

 


jeffwin

Explorer 45 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 1, 2005 06:38 pm)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

riddles said:
Jangan heran mas, kita hidup di INDONESIA!!!!
Sebuah negara dimana pihak konsumen selalu berada dalam posisi DIRUGIKAN!!!!




Seringkali memang begitu di Indonesia. Tapi itu seringkali kan karena customer diam saja. Mari kita ramai-ramai mulai belajar untuk jadi customer from hell, seandainya kita dirugikan. Bikin ramai aza. Protes via koran, forum, dll. Biar ramai sekalian. UU Perlindungan Konsumen payah, jadi kita mesti belajar berjuang sendiri dong...

 


jeffwin

Explorer 45 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 1, 2005 06:41 pm)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

Yusaku said:
Mau tanya mas bukanya tempat service motorola itu tempat service ada di wtc lantai 4 yang bernama pt karlindo apa gitu saya agak lupa dan boleh tahu embong tanjung itu dekat mana saya ingin tahu gimana rupanya selular shop karena selama ini saya beli di lantai 4 aman-aman saja service juga cepat




Yang di WTC lt 4 memang service center Motorola juga. Tapi yang Embong Tanjung juga service center Motorola, malah plus kantor juga. Embong Tanjung itu dekat Kayun. Karena pertimbangan lebih mudah diakses (daripada WTC), waktu itu saya memilih Selular Shop Embong Tanjung. Turns out to be a bad choice...

 


jeffwin

Explorer 45 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 1, 2005 06:45 pm)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

smartlink said:
Pak Jeffwin

Sekedar informasi, untuk produk anda yang bermasalah tersebut, kebetulan V868 CDMA. Produk tersebut sebenarnya adalah barang penjualan dari Selular Shop. Dan sebenarnya barang tersebut dimasukkan langsung oleh Selular Shop. Jadi hanya dijamin atau digaransi oleh Selular Shop. Pihak Motorola Indonesia tentunya juga akana merefer segala complain mengenai CDMA yang dimaksud ke Selular Shop, karena dia yang bertanggung jawab atas produk tersebut, bukan Motorola Indonesia.

Motorola tentunya akan bertanggung jawab dengan segala produk yang dikeluarkan oleh Motorola Indonesia. Jika untuk produk yang anda maksud tersebut, karena bukan melalui Motorola Indonesia maka segala kebijakan ditanggung oleh Selular Shop sebagai penjual.

Jika anda memasukkan V868 anda ke service centre Motorola yang lain, selain Selular Shop, saya rasa tidak semuanya mau menerima karena itu adalah produk dari Selular Shop.

Semoga informasinya dapat membantu.




Gak juga lho, Pak. Saya lihat di kartu garansinya, tertulis jelas PT Motorola Indonesia. Jadi dalam hal ini, Motorola Indonesia dan juga Selular Shop bertanggung jawab. Nggak tahu lagi kalau Selular Shop memalsukan kartu garansi Motorola Indonesia (kalau begitu mesti diselesaikan intern dong antar mereka). Tapi sebelum kasus ini saya pernah e-mail ke Motorola Indonesia minta manual V868 (karena manual di package-nya Chinese), cepat sekali responnya. Karena itu saya tidak ada kecurigaan sih kalau V868 bukan barang Motorola Indonesia. Abis, kartu garansinya aza dari Motorola Indonesia. Terus, manual juga dari Motorola Indonesia. Kalau ternyata bukan barang Motorola Indonesia, gak tahu deh. Nah itu, mana klarifikasi dari Motorola Indonesia? Belum ada kabarnya tuh sampai sekarang...

Kalau boleh tahu, anda dapat info dari mana kalau V868 bukan barang Motorola Indonesia?

 


Bag0nK

Full Member 128 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 1, 2005 08:31 pm)     comment Comment Permalink   Print

ikut prihatin...

terus terang saya juga anti dgn pelayanan selular shop. sewaktu mau beli e398 pun saya gak mau beli di sana.

ada 2 toko yg pernah saya kunjungi - di lippo karawaci dan roxymas, dan memang benar... sales personnya sangat ANGKUH dan CUEK... gak pantes deh ditunjuk jadi agen resmi motorola...

buat selular shop, ini bukan sekedar menjelek-jelekkan anda, tetapi tentu konsumen terutama penggemar motorola mengharapkan anda memberikan layanan yang lebih ramah dan profesional....

 


devender

Full Member 139 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 1, 2005 08:32 pm)     comment Comment Permalink   Print

untung selama ini masih baik-baik saja motorola ku...

 


pipik

Newbie 20 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 2, 2005 02:35 am)     comment Comment Permalink   Print

Motorola memang agak monopoli jadi sedikit arogan nich..

 


smartlink
top user
Journeyman 65 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 2, 2005 03:32 pm)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

Kalau boleh tahu, anda dapat info dari mana kalau V868 bukan barang Motorola Indonesia?



Infonya valid kog, gini aja deh..... ciri khas baranga2 yang dilegalisasi oleh pihak Motorola Indonesia tentunya dari firmware, selain kartu garansi, buku manual Indonesia etc.....

Kalau firmwarenya ada bahasa Indonesia tentunya memang ponsel tersebut untuk diedarkan di Indonesia yang sudah pasti legal dari pihak Motorola Indonesia.

Tapi memang ada beberapa jenis GSM yang tidak ada bahasa Indonesia, bukan berarti ponsel tersebut tidak resmi dari Motorola Indonesia lho! Misalnya A760, A768i, E680 etc..... itu memang tidak ada bahasa Indonesia. Tapi dijamin resmi diedarkan melalui Motorola Indonesia.

Kalau untuk ponsel CDMA Motorola........ wah saya ga bisa ngomong deh.........
Coba anda check....... ada ga yang firmwarenya dengan menggunakan bahasa Indonesia? Saya rasa blm ada deh, karena memang langsung diimport dari China.

Semoga informasinya dapat membantu.


CU

 


Cherguna

Newbie 0 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 4, 2005 03:44 pm)     comment Comment Permalink   Print

Dulu saya pernah pake Motorola en pas casingnya agak rusak dikit mau beli..susahnya setengah mampus.....



Dari email ke Motorola US, disuruh ke Motorola Indonesia, dari Motorola Indonesia disuruh ke Distributor, Dari Distributor cuman bilang "Iya kita memang jual motorola model itu tapi spare partnya sudah habis dan tidak order lagi".



Unitnya baru pake 1 taonan..



Akhir kata, HP tersebut jadi ganjalan pintu...



Gak nyangka sih kalo sekarang masih juga begini...

 


EvoTech

Full Member 145 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 4, 2005 11:16 pm)     comment Comment Permalink   Print

Selular Shop gak hanya jual motorola. Dia juga Importir umum HP HP merk lain selain motorola.
Saya waktu itu bermasalah dengan HP motorola V3690 saya. Saya bawa ke Selular Express. Kalo gak salah di jalan Industri, Jakarta. Dia juga authorized service motorola. Saya puas dengan layanan Selular Express.

Kalo selular shop (d/h telenet) memang gak pernah bisa bikin aku puas. HP Motorola V60i ku pernah kerendem softdrink trus rusak. Servisnya sih cepet, cuma 1 hari.

Tapi, 1 hari gak ada artinya kalo dalam 3 hari HP rusak lagi. Aku penasaran trus aku bongkar sendiri di konter HP temenku. setelah aku cek, PCB HP gue gak dibersihin. masih banyak sisa gula dari softdrink yang masih nempel

 


SpongeBob_22

Newbie 0 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 5, 2005 07:44 am)     comment Comment Permalink   Print

Weleh-weleh...ternyata Motorola masih kayaq gini toh..untung udah aku jualin semua.

Seluar Shop koq ga prof gitu ? dan Motorola Indonesia apa kabarnya neh ?? koq mau punya rekanan yang bikin jelek nama sendiri ??

 

user signature
Today is Present

X_calibur

Journeyman 90 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 5, 2005 08:38 pm)     comment Comment Permalink   Print

yang bermasalah sebenernya ATPM-nya........bos

layanannya

 

user signature
http://wapku.co.nr

odip

Newbie 20 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 6, 2005 01:02 am)     comment Comment Permalink   Print

aihhh, sama nih kaya om jeffwin, beli moto e398 baru seminggu, trus gara2 ada "sedikit" masalah, pencet master clear dgn harapan masalah yg sedikit itu terselesaikan, dan yap, smuanya clear, ampe layar2nya jg clear (blank)... hueeeeee.... dibawa ke service center selular shop, katanya masi garansi jadi gak kena biaya apapun, tp lcd nya lagi gak ada stok, jadi ditinggal.... ampe skarang blom selesai, dah 2 minggu.... tiap kali ditelpon katanya masi blom sempet dianter ke pusat, ujan lah, weleh2... trus kmaren telpon katanya dah di pusat, tp di pusatnya lg mati lampu, aihhhh, adaaaa ajah alesannya.... besok sih rencana pengen telpon lg, pengen tau alesannya apa lagi.... hmmm, kira2 apa lg yah alesannya...??

 


jeffwin

Explorer 45 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 6, 2005 07:44 pm)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

smartlink said:
Infonya valid kog, gini aja deh..... ciri khas baranga2 yang dilegalisasi oleh pihak Motorola Indonesia tentunya dari firmware, selain kartu garansi, buku manual Indonesia etc.....

Kalau firmwarenya ada bahasa Indonesia tentunya memang ponsel tersebut untuk diedarkan di Indonesia yang sudah pasti legal dari pihak Motorola Indonesia.

Tapi memang ada beberapa jenis GSM yang tidak ada bahasa Indonesia, bukan berarti ponsel tersebut tidak resmi dari Motorola Indonesia lho! Misalnya A760, A768i, E680 etc..... itu memang tidak ada bahasa Indonesia. Tapi dijamin resmi diedarkan melalui Motorola Indonesia.

Kalau untuk ponsel CDMA Motorola........ wah saya ga bisa ngomong deh.........
Coba anda check....... ada ga yang firmwarenya dengan menggunakan bahasa Indonesia? Saya rasa blm ada deh, karena memang langsung diimport dari China.

Semoga informasinya dapat membantu.


CU




Hm, C650 saya (versi awal sih, pas baru-barunya C650 keluar, cuman sekitar seminggu dari release-nya di Indo) gak ada firmware bahasa Indonesia, manualnya juga gak ada bahasa Indonesia. Cuman kartu garansi memang bahasa Indonesia, dari Motorola Indonesia sih... Jadi kayaknya firmware dan manual sih gak bisa dijadiin patokan itu barang resmi atau nggak. Saya sih pegangannya cuman di kartu garansinya. Kalau kartu garansinya dipalsu, ya, nasib deh...
Kalau V868, memang firmware-nya gak ada bahasa Indonesia juga. Manual aza Chinese. Saya mesti e-mail ke Motorola Indonesia untuk minta manual Inggris-nya. Cepat sih responnya waktu itu. Besoknya udah langsung di-email soft file-nya (PDF). Saya kirain servis Motorola Indonesia bagus. Nggak tahunya...

 


jeffwin

Explorer 45 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 6, 2005 07:45 pm)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

Cherguna said:
Dulu saya pernah pake Motorola en pas casingnya agak rusak dikit mau beli..susahnya setengah mampus.....

Dari email ke Motorola US, disuruh ke Motorola Indonesia, dari Motorola Indonesia disuruh ke Distributor, Dari Distributor cuman bilang "Iya kita memang jual motorola model itu tapi spare partnya sudah habis dan tidak order lagi".

Unitnya baru pake 1 taonan..

Akhir kata, HP tersebut jadi ganjalan pintu...

Gak nyangka sih kalo sekarang masih juga begini...




Ho ho, masih untung Motorola US masih ada reply. Saya e-mail ke Motorola US untuk info kalau Motorola Indonesia kayak begini nih, eh, didiamin aza tuh sampai sekarang. Apa Motorola US juga sama aza kali yach?

 


jeffwin

Explorer 45 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 6, 2005 07:48 pm)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

SpongeBob_225 said:
Weleh-weleh...ternyata Motorola masih kayaq gini toh..untung udah aku jualin semua.

Seluar Shop koq ga prof gitu ? dan Motorola Indonesia apa kabarnya neh ?? koq mau punya rekanan yang bikin jelek nama sendiri ??




Ho ho, gak Selular Shop gak Motorola Indonesia, gak Motorola US sama semua! Sampai detik ini gak ada kabar satu pun dari ketiga pihak itu. Motorola Indonesia padahal udah saya e-mail ulang lagi, eh, gak ada respon juga. Udah kebal rasa kali yach?

Lebih hebohnya lagi, PR mereka jago lho. Saya e-mail surat pembaca ke Detik.com, biasanya dari pengalaman lalu-lalu cepat dimuat, biasanya dalam hari yang sama. Ini kali, saya e-mail sampai 3x gak dimuat juga! Pertama saya kira surat pembaca saya kepanjangan. Saya edit sampai singkat banget, eh masih gak dimuat. Pikir-pikir, apa karena Motorola Indonesia salah satu sponsor Detik.com (lihat aza, di halaman utama Detik.com kan ada banner Motorola yang lumayan gedhe), terus mereka jadi rada sungkan kalau memuat surat pembaca yang complain Motorola yach? Weleh weleh, Indonesia ternyata begini yach... Press kayaknya begitu juga deh...

 


jeffwin

Explorer 45 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 6, 2005 07:51 pm)     comment Comment Permalink   Print

Quote:

odip said:
aihhh, sama nih kaya om jeffwin, beli moto e398 baru seminggu, trus gara2 ada "sedikit" masalah, pencet master clear dgn harapan masalah yg sedikit itu terselesaikan, dan yap, smuanya clear, ampe layar2nya jg clear (blank)... hueeeeee.... dibawa ke service center selular shop, katanya masi garansi jadi gak kena biaya apapun, tp lcd nya lagi gak ada stok, jadi ditinggal.... ampe skarang blom selesai, dah 2 minggu.... tiap kali ditelpon katanya masi blom sempet dianter ke pusat, ujan lah, weleh2... trus kmaren telpon katanya dah di pusat, tp di pusatnya lg mati lampu, aihhhh, adaaaa ajah alesannya.... besok sih rencana pengen telpon lg, pengen tau alesannya apa lagi.... hmmm, kira2 apa lg yah alesannya...??




Condolence and deepest sympathy. Mudah-mudahan aza nasibnya gak sama seperti punya saya. Sampai hari ini masih gak ada kabar. Tanggal 14 besok pas 2 bulan deh. Masuknya pas Valentine, ternyata memang benar-benar mendapat perlakuan penuh kasih dari Selular Shop & Motorola deh...
Kalau besok masih dicuekin aza, kita protes ramai-ramai yuk, tulis surat pembaca ramai-ramai ke media massa. Kompas, Jawa Pos, Indo Pos, Tempo, Detik.com, dan apa aza yang bisa deh. Gimana? Biar Motorola Indonesia ama Selular Shop belajar lah, gimana treat customer... Kalau gak ya biar masyarakat tahu gimana sih resikonya beli Motorola.

 


FrenchOnly

Newbie 15 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 6, 2005 08:28 pm)     comment Comment Permalink   Print

Jangan salah...press kita juga (kadang) dikasih uang, jadi kalau ada surat pembaca yg mau komplain, mereka lapor dulu ini mau dimuat apa enggak? Lalu untuk tidak dimuatnya komplain, mereka bayar ke press....Maaf kalau ada yg tersinggung, soalnya saya pernah mengalami hal ini, katakanlah oknum.

 

user signature
Signal alcatel On and On, others are OON

Sincero

Explorer 30 reps
Reg: 1 decade ago
1 decade ago (Apr 7, 2005 01:15 pm)     comment Comment Permalink   Print

selular shop emang parah... gw juga pernah punya pengalaman buruk tuh...

sedikit cerita lucu tentang temen gw yg kerja di motorola... dia dapet moto V6** dari kantor dan wajib dipake, anehnya tuh hape sama sekali gak bisa dipake (baik buat nelpon maupun ditelpon) kalo pas dia lagi di kantor... akhirnya dia beli hape satu lagi merk laen (diumpetin di laci meja kantor)... trus tuh moto cuma buat pajangan aja biar gak ditegur oleh boss nya

 

user signature
SMS Zone



Punya informasi bagus apa hari ini? Ad new topic Post-kan di sini

 

Be nice. Respect member lain jika ingin di berikan respect yang sama. Be funny dan useful!
Logged in as Guest

18 + 1 =
Untuk melihat Preview, click: diatas form.