SERVICEPRO.ID ADALAH SOFTWARE UNTUK PARA TEKNISI DAN BISNIS JASA SERVIS

 

Search di seluruh kategori All Tags Lihat seluruh tags Lihat popular tags di bawah halaman

 

Pantaskah Indonesia marah kepada RIM?
rss You are here: All : Share : Pantaskah Indonesia marah kepada RIM?

 

 answer Punya pendapat? Jangan disimpan. Click disini
Komentar terbaru paling bawah.


ryolasta
top user
Senior Member 331 reps
Reg: 1 decade ago
9 years ago (Sep 17, 2011 09:54 pm)     comment Comment Permalink   Print
Like it 2 members like this

1. tanah di indonesia mahal bukan maen. kemaren ada kenalan orang malaysia mau bikin yayasan di indonesia, bukan maen susah bener cari tanah yang murah, beda banget jauh harganya sama di malaysia katanya.

2. buka usaha di indonesia ongkosnya mahal, dari sisi perijinannya, dan sering berubah2, ga stabil, dan ga jelas.

menurut gue RIM pinter, buka pabriknya di malaysia, investment cost-nya yakin jauh lebih rendah daripada di Indonesia yang katanya ga ada biaya tapi biaya silumannya tinggi. nah... jualannya tinggal ke indonesia, their biggest market now, kan transportation costnya rendah tuh...

 

user signature
black is sirious

ILCapitano
top user
Specialist 7049 reps
Reg: 1 decade ago
9 years ago (Sep 18, 2011 08:48 pm)     comment Comment Permalink   Print

@ryolasta
OOT dikit neh, google mau buka kantor disini, pake bayar kanan kiri lg ga ya?

 

user signature
mari kita ramaikan kembali ForumPonsel.com

ryanm
top user
Full Member 161 reps
Reg: 9 years ago
9 years ago (Sep 19, 2011 11:03 am)     comment Comment Permalink   Print
Like it 1 members like this

ryolasta said:
1. tanah di indonesia mahal bukan maen. kemaren ada kenalan orang malaysia mau bikin yayasan di indonesia, bukan maen susah bener cari tanah yang murah, beda banget jauh harganya sama di malaysia katanya.


Masa' sih? Bukannya kebalik? Kalo di Jakarta sih wajar aja kalo harga tanah mahal bukan main, tapi Indonesia 'kan bukan cuma Jakarta aja wink

 


ILCapitano
top user
Specialist 7049 reps
Reg: 1 decade ago
9 years ago (Sep 21, 2011 11:20 am)     comment Comment Permalink   Print
Like it 1 members like this

RIM Paksa Pemerintah Berkaca

PRODUSEN telepon cerdas BlackBerry, Research in Motion (RIM) membangun pabrik di Malaysia. Tidak ada yang salah bila perusahaan rakasasa itu membangun pabriknya di Malaysia. Tidak melanggar aturan juga bila RIM sama sekali tidak tertarik 'menjajah' Indonesia.

Hanya saja, kebijakan RIM menjadi tamparan bagi pemerintah Indonesia, yang memegang penuh regulasi. Pemerintah sebaiknya berkaca mengapa RIM mengklaim Malaysia cocok sebagai pusat distribusi BlackBerry untuk Asia Tenggara.

Padahal pengguna ponsel pintar itu di Indonesia sangat besar. Tahun ini, sekira 4 juta unit terjual dengan harga rata-rata U$300 per unit. Tragisnya, RIM hanya mampu menjual kurang dari 400 ribu unit BlackBerry di Malaysia.

Rupanya bukan jumlah penjualan yang menjadi alasan utama bagi RIM membangun pabrik di satu negara. RIM juga tidak persoalkan regulasi atau aturan yang ada di Indonesia. Tapi beberapa kendala krusial yang membuat RIM sama sekali tidak meliirik Indonesia.

Sebaiknya pemerintah sadar dengan berbagai kekurangan yang ada di Indonesia. Bukan menabuh genderang perang dengan investor asing, salah satunya dengan menaikan bea masuk produk asing. Langkah ini sama saja pemerintah mengamini harga BlackBerry melambung tinggi. Rakyat pasti menjadi korban kedigdayaan aturan tersebut.

Perlu kedewasaan bagi pemerintah dalam bersikap dan mencari solusi yang cerdas. Sadar atau tidak, Indonesia masih tertinggal baik infrastruktur maupun hukum. Kedua hal ini mampu menyirnakan minat investor asing berpetualang di Indonesia.

Tengok dari sisi infrastruktur, khususnya sumber daya manusia. Indonesia masih kekurangan tenaga ahli yang mampu mendukung penuh kinerja perusahaan asing. Malaysia juga jauh lebih maju dalam industri chip semiconductor. Sebagian processor di Indonesia dirakit Negeri Jiran itu.

Dari sisi hukum, iklim bisnis di Malaysia jauh lebih kondusif dibandingkan Indonesia. Pemerintah harus membenahi sistem birokrasnya yang carut marut. Apalagi, pengusaha asing di muka bumi ini sudah tahu dengan budaya korupsi di Indonesia.

Semua pihak termasuk pemerintah sudah tahu kelemahan yang ada. Artinya, tidak pantas bersikap arogan dengan melancarkan ancaman kepada perusahaan asing dengan bea masuk. Para perusahaan yang sudah menjajah dunia tidak akan mati bila tidak menjual produknya di Indonesia.

Sebaliknya, pengetahuan bangsa Indonesia semakin terpuruk akibat arogansi pemerintah tersebut. Bayangkan bila semua perangkat komunikasi canggih diberlakukan bea masuk tinggi hanya karena memilih membangun pabriknya di Malaysia. Bangsa ini semakin tertinggal di dunia teknologi.

Bukan arogansi lagi yang pantas ditunjukkan Indonesia. Tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga pantas dipilih perusahaan raksasa sebagai pusat distribusi. Caranya, mulai sekarang benahi birokrasi yang amanah, bangun infrastruktur penunjang dan cetak sumberdaya manusia yang mempuni.

Masih ingin tertinggal? Sebagai rakyat biasa, semua berharap Garuda bisa mengepakkan sayapnya.


Sumber Berita

 

user signature
mari kita ramaikan kembali ForumPonsel.com

1234556

Newbie 4 reps
Reg: 9 years ago
9 years ago (Sep 22, 2011 12:00 pm)     comment Comment Permalink   Print
Like it 1 members like this

haha... pertanyaan lucu.
pantas ato ga keknya pendapat masing" de.

di sini yang seharusnya malu adalah Pemerintah Indonesia! ya, INDONESIA. kenapa?
karena Indonesia sendiri yang mempermalukan diri sendiri. dan siapakah yang membuat indonesia malu?
sudah tentu dan pasti adalah pemerintahnya yang buta gaji, boncel otak. *mayan kata ini yang cocok*
jikalau saya sendiri adalah pihak RIM sayapun ga akan mau mendirikan pabrik di Indonesia melihat beberapa aspek yang justru akan merugikan pihak saya sendiri selaku RIM.
1. ketidak amanan yang mencekam
2. permaenan oknum
3. penjarahan atas demo" yang tak berujung
4. rasa tertekan akan rules "buat2an" dari pemerintah seperti pemutaran film bioskop salah satu contohnya.
5. kerugian yang tidak sebanding dengan pendapatan "wong setelah bangun pabrik pasti yang nyetor muka doloan oknum2 yang suka memeras dengan alasan privacy keamanan" (we call them tahik kucing berjalan dengan kerlap kerlip"

bisa dilihat bahwa hal" sederhana namun menyakitkan di kemudian hari jika RIM harus bangun pabrik di Indonesia.
bagi saya user BB harga berapapun ga masalah karena BB bukan suatu barang kewajiban. yang merasa perlu ya beli, yang merasa ga ya ga usa beli! yang gengsi ya kredit bis itu kabur aja, kl mc diuber, bunuh aja. kan begitu gambaran masyarakat indonesia!

mo kaya tapi ngemis. mo kawin tpi ngrampok. mo berkuasa tp korupsi! apa"an tu.. shame la, shame....

 




Punya informasi bagus apa hari ini? Ad new topic Post-kan di sini

 

Be nice. Respect member lain jika ingin di berikan respect yang sama. Be funny dan useful!
Logged in as Guest

18 + 1 =
Untuk melihat Preview, click: diatas form.