SERVICEPRO.ID ADALAH SOFTWARE UNTUK PARA TEKNISI DAN BISNIS JASA SERVIS

 

Search di seluruh kategori All Tags Lihat seluruh tags Lihat popular tags di bawah halaman

 

HTC Chacha - One Touch to Facebook
rss You are here: All : Review : HTC Chacha - One Touch to Facebook
vote up
1
vote down

Print     answer Comment  

 

Review HTC Chacha

Catatan : Review hanya untuk ditampilkan di dan Forumponsel. Dilarang menampilkan sebagian atau keseluruhan review ini di media lain tanpa sepengetahuan penulis.

Warna : Putih
Spesifikasi : cek [link URL]

Paket penjualan : handset, headset, charger (beserta kabel data), 2 GB MicroSD

Fisik
Ponsel berbentuk candybar, dengan balutan plastik berwarna campuran putih (sebagian besar belakang) dan abu-abu (belakang keypad, dan bagian tengah belakang). Konstruksinya kokoh dan tidak menimbulkan suara derik di penutup batere, ataupun sedikit bagian renggang (seperti HTC Desire putih yang saya miliki, yang mungkin ‘cacat’ produksi di bagian itu). Bagian belakang ponsel dibuat melengkung di titik tertentu, seperti pada HTC Hero.

Pada bagian atas terdapat tombol power dan jack 3,5 mm. Pada bagian kiri terdapat tombol volume dan port charger. Sementara di bagian kanan dan bawah kosong.

Pada bagian dalam earpiece di paling kanan, tersembunyi lampu indikator sebagai notifikasi untuk sesuatu. Cukup unik, mengingat biasanya setiap ponsel memiliki tempat lampu indikatornya sendiri.

Keypad Chacha berbentuk bulatan melonjong yang posisinya tidak terlalu berdekatan satu sama lain. Termasuk sangat nyaman untuk dipencet karena empuk. Hanya saja, pengguna mungkin tetap perlu melakukan penyesuaian dalam menggunakan keypad karena tidak seperti keyboard untuk komputer, tidak ada standarisasi di ponsel mengenai peletakan karakter. Misal, pada Blackberry Curve 3G, penekanan alt+T akan memunculkan karakter “(”, sementara pada Chacha, penekanan FN+T akan memunculkan karakter “!”.

Menu, navigasi dan kecepatan akses
Lockscreen pada Chacha merupakan lockscreen terbaru dari HTC yang cukup inovatif. Kita bisa menggeser lingkaran yang berada di bawah ke tengah untuk membuka lock, dan menampilkan homescreen. Atau, kita bisa menggeser 4 icon shortcut yang ada, untuk membuka aplikasi terkait. Tidak hanya itu, 4 icon shortcut itu pun bisa kita ganti sesuai keperluan.

Chacha memiliki 7 homescreen yang bisa ditambahkan Widget, App, Shortcut dan Folder. Cukup banyak, namun apabila digunakan untuk Shortcut maupun App sepertinya percuma. Karena itu artinya kita harus tetap melakukan banyak scrolling, yang pada dasarnya juga bisa dilakukan pada menu utama. Oleh karena itu, menurut saya idealnya homescreen yang banyak itu digunakan untuk widget.

Navigasi pada Chacha termasuk lancar. Wajar, sebab processor 800 Mhz-nya hanya digunakan untuk menangani layar seluas 2,6 inch dengan resolusi 480x320 px. Selain menggunakan touchscreen, navigasi pada Chacha juga bisa menggunakan tombol navigasi yang ada di sisi kanan bawah keypad. Hanya saja, termasuk kurang nyaman karena peletakannya yang kurang pas dan tombol yang juga cenderung lebih kecil dibanding tombol lainnya.

Layar
Layar Chacha hanya bisa menampilkan 256 rb warna, namun menurut saya itu bukanlah sebuah masalah besar sebab apabila tidak dengan disengaja, mata manusia juga tidak akan terlalu bisa membedakan mana layar yang 16 juta warna, dan mana yang hanya 256 rb warna. Yang jelas, resolusi 480x320 pada layar 2,6 inch Chacha sudah merupakan perbandingan yang pas (gambar akan terlihat cukup halus).

Ponsel dilengkapi accelerometer yang akan secara otomatis memutar layar supaya tegak lurus dengan pandangan apabila ponsel dimiringkan. Sejauh yang bisa saya temukan, fungsi ini hanya berjalan di Gallery. Cukup logis, karena layar Chacha sendiri memang sudah landscape dan pada posisi itulah membaca SMS, browsing, ataupun menonton video lebih nyaman dilakukan.

Telpon, SMS, dan Phonebook
Kualitas dan volume penerimaan suara pada Chacha tergolong baik dan jernih.

SMS yang diterima akan masuk ke dalam area notifikasi Android, sejajar dengan icon sinyal dan batere. Selain itu, akan muncul warna hijau kedap kedip dari lampu indikator.

Satu hal yang agak mengejutkan, message tone ternyata hanya bisa diganti dengan message tone yang sudah ada, ataupun yang berasal dari HTC Hub. Kita tidak bisa menggunakan lagu MP3 misalnya, sebagai message tone. Walaupun begitu, bisa disiasati dengan suatu cara, yakni dengan menyisipkan file audio yang diinginkan ke folder tertentu.

Isi Phonebook akan mencakup contact kita pada Gmail dan Facebook. Kita bisa melakukan sinkronisasi untuk menyesuaikan data.

Pencarian pada Phonebook bisa menggunakan lebih dari satu huruf, dan cukup pintar karena pencarian mencari kata dari nama pertama atau nama akhir.

Grup bisa dibuat, namun hanya untuk mengirimkan SMS secara massal, tapi tidak untuk mengeset ringtone maupun message tone bersama. Sungguh disayangkan, karena menurut saya akan cukup membantu apabila kita bisa mengenali panggilan/sms masuk dari grup mana berdasarkan suara saja, tanpa perlu melihat ke layar ponsel. Tentu saja kita bisa menge-setnya satu persatu, namun akan memakan waktu lama.

Music
Tampilan musik dibagi dalam beberapa tab yakni : Artists, Albums,  Playlists, dan All songs. Dalam Playlists, kita bisa membuat sendiri daftar lagu yang ingin didengarkan.

Pemutar musik Chacha tidak memiliki Equalizer.

Kualitas musik Chacha termasuk lumayan apabila didengarkan melalui headset. Alunan lagu terdengar cukup jernih, dengan semburan bass yang kurang terasa. Walaupun begitu, keluaran suara dari speaker termasuk biasa saja, baik dari segi kualitas maupun volume. Cukup wajar, mengingat Chacha bukan ponsel yang menitikberatkan pada musik.

Camera
Kamera Chacha tidak memiliki banyak pengaturan. Hanya ada Self-timer, Effect, Image Adjustments (untuk Exposure, Contrast, Saturation, Sharpness), White balance, Resolution, dan ISO. Tidak ada pilihan secara khusus untuk memilih Night Mode, atau Macro misalnya.

Mengenai kualitas dan keluaran warnanya dapat dilihat sendiri pada contoh2 berikut ini :

Foto 1 - Outdoor

Foto 1 - Outdoor 100% crop

Foto 2 - Outdoor, namun dengan kondisi tempat berdiri yang agak gelap

Foto 2 - Outdoor 100% crop

Foto 3 - Macro

Foto 3 - Macro 100% crop

Hasil kamera silahkan dinilai sendiri. Menurut saya memang tidak terlalu bagus, namun rasanya cukup untuk keperluan yang biasa-biasa saja.

Android Market
Ini adalah tempat dimana segala macam aplikasi dan game disediakan secara online untuk melengkapi ponsel Android kita. Pada Android Market di Chacha, sudah merupakan yang baru (walau bukan yang paling baru, sepertinya). Tampilan Android Market agak disesuaikan dengan layar Chacha yang landscape.

Pada bagian Apps (aplikasi) maupun Games (game), telah dibagi ke dalam beberapa sub kategori untuk memudahkan penelusuran. Tombol search juga tersedia di sebelah kanan atas apabila kita sudah tau nama aplikasi atau game yang diinginkan.

Satu hal yang agak mengkuatirkan dari Chacha adalah minimnya space yang tersedia pada internal memory untuk instalasi aplikasi/game. Pada kondisi awal, space yang tersedia hanya sekitar 100 MB saja. Tentu saja, versi OS yang sudah Gingerbread memungkinkan aplikasi diinstall di memory card. Namun yang jadi masalah, apakah aplikasinya sendiri mendukung hal tersebut ?

One Touch to Facebook
Peletakan sebuah tombol berlogo Facebook bukanlah sebuah hiasan belaka. Nyatanya, tombol tersebut memiliki banyak fungsi yang terkait dengan Facebook.

Pada posisi homescreen, menekan tombol Facebook akan membawa kita ke layar aplikasi untuk melakukan posting, baik itu di wall sendiri sebagai status, ataupun di wall orang lain. Sementara, menekan tombol Facebook secara lama, berfungsi untuk mengupdate lokasi kita.

Pada Music, menekan tombol Facebook akan membuat kita melakukan update status dengan format : Listening to “Music Title” on “Album Name” by “Artist”. Cukup menarik.

Sementara, pada Gallery, penekanan tombol Facebook akan mengupload foto yang dimaksud ke Facebook, dimana kita bisa memilih Album tempat mengupload, menambahkan tag dan deskripsi.

Baterai
Masih harus menunggu pemakaian beberapa hari…

Kesimpulan
Fungsi-fungsi Facebook pada HTC Chacha menyempurnakan apa yang sudah ada pada Friend Stream milik HTC ke level yang lebih tinggi. Ini menjadikan Facebook Inside Xperia milik Sony Ericsson menjadi kembali ketinggalan selangkah. Secara keseluruhan, Chacha memang layak dengan predikat sebagai Facebook phone. Walaupun memang, menurut saya keluarnya agak terlambat, karena sepertinya pengguna Facebook sudah tidak memiliki antusiasme yang sama dengan dulu.

Walaupun begitu, Chacha tidak hanya mengenai Facebook. Fungsi-fungsi lain seperti multimedia juga tetap bisa dilakukan, walaupun memang dengan kualitas yang agak terbatas. Tanpa embel-embel Facebook pun, keypad QWERTY milik Chacha menjadikan aktivitas chatting maupun sms-an menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Harga HTC Chacha masih bisa cukup diterima, karena dipatok dengan harga yang lebih tinggi dari Samsung Galaxy Pro, namun memang dengan spesifikasi yang juga lebih tinggi.

 

Erdyon
Erdyon RSS
   Reg: 1 decade ago
   Addicted 2418 reps My Blog
HTC Android QWERTY Touch-screen Facebook

Modified 8 years ago.  

 

Posted 8 years ago

 

 

 answer Punya pendapat? Jangan disimpan. Click disini
Komentar terbaru paling bawah.


huerix
top user
Veteran 930 reps
Reg: 1 decade ago
8 years ago (Aug 7, 2011 12:44 pm)     comment Comment Permalink   Print

great review om

 

Modified 8 years ago.  
user signature

Giovan
top user
Addicted 2418 reps
Reg: 1 decade ago
8 years ago (Aug 8, 2011 12:19 am)     comment Comment Permalink   Print

@huerix :
Thanks bro... smile

 

user signature
Erdyon : Previously known as Aequitas
Review Samsung Galaxy Ace versus SE Xperia Mini Pro
Review SE Xperia Arc
Review SE Hazel
Review SE Xperia X10

huerix
top user
Veteran 930 reps
Reg: 1 decade ago
8 years ago (Aug 10, 2011 12:08 pm)     comment Comment Permalink   Print

room buat lounge per tipe hp ada dimana ya? jd satu sm review?

 

user signature

Giovan
top user
Addicted 2418 reps
Reg: 1 decade ago
8 years ago (Aug 10, 2011 08:52 pm)     comment Comment Permalink   Print

huerix said:
room buat lounge per tipe hp ada dimana ya? jd satu sm review?


Bingung. Dengan tipe forum yang seperti ini, kesannya pembahasan tentang satu ponsel pun dibedakan, apabila memang tipe pembahasannya berbeda (baca : tanya jawab, review, sharing)..

Kalau review dibuat sebagai lounge, gimana kalau orang2 baru mau mulai ngebahas tapi belum ada reviewnya. Masa musti nunggu review ada dulu, baru bisa ngebahas ?

Kalau sharing yang dibuat sebagai lounge, nanti kalo baru muncul review, paste-nya di sharing atau bikin topik lagi ?

 

user signature
Erdyon : Previously known as Aequitas
Review Samsung Galaxy Ace versus SE Xperia Mini Pro
Review SE Xperia Arc
Review SE Hazel
Review SE Xperia X10



Termotivasi untuk mereview suatu produk? Ad new topic Post-kan di sini

 

Be nice. Respect member lain jika ingin di berikan respect yang sama. Be funny dan useful!
Logged in as Guest

18 + 1 =
Untuk melihat Preview, click: diatas form.