| ILCapitano (Penasihat) 07/10/11 20:11 | 🙂 Huawei Ideos X1 : Android HSDPA Cuma Sejuta Hingga beberapa bulan silam, duet Korea Samsung Galaxy Mini dan LG Optimus Me masih tampil sebagai peranti Android bermerek global termurah yang mendukung layanan 3G. Saat itu keduanya dijual Rp 1,4 jutaan. Berikutnya, muncul Alcatel One Touch 906 yang dibanderol Rp 1,15 juta. Kini harga terendah Android 3G bermerek global telah menembus Rp 1 juta. Tepatnya, Rp 999 ribu. Hal itu terjadi sejak Huawei Ideos X1 terdistribusi masal ke pasar. Bukankah Huawei merek Tiongkok? Ya, cikal bakal Huawei memang dari Tiongkok. Namun, karena ia telah menjangkau pasar global dan memiliki kantor di sekitar 90 negara, Huawei pantas disebut sebagai merek global. Ideos X1 hadir dengan layar sentuh kapasitif 2,8 inci yang sanggup menyajikan hingga 262 ribu warna. Layar beresolusi 320 x 240 piksel tersebut cukup responsif dan mendukung multitouch. Di bagian belakang ponsel terdapat sebuah kamera beresolusi 3,2 megapiksel. Kamera tanpa autofocus maupun lampu kilat itu juga bisa difungsikan sebagai perekam video. Konektivitas peranti berdimensi fisik 104 x 56 x 13 mm dan berat 100 gram itu terdiri atas kabel data via konektor micro USB, bluetooth, dan Wi-Fi. Asalkan didukung oleh layanan operator GSM, pengguna dapat menikmati layanan 3G, bahkan HSDPA alias 3,5G, dengan kecepatan unduh hingga 7,2 Mbps. Kalau mau, pengguna bisa memakai Ideos X1 sebagai modem USB eksternal maupun portable hotspot. Cara mengaktifkan portable hotspot tergolong mudah. Pengguna cukup masuk ke settings, wireless & networks, lalu tethering & portable hotspot. Selanjutnya, centang kotak kosong di samping tulisan portable wi-fi hotspot. Beberapa detik kemudian, akses internet di ponsel itu siap dinikmati peranti lain lewat Wi-Fi. Spesifikasi lain Ideos X1, antara lain, radio FM, GPS, prosesor Qualcomm MSM 7225-1 528 MHz, slot microSD, RAM 256 MB, dan ROM 256 MB. Ketika ponsel usai diformat, kapasitas memori yang bisa dioptimalkan pengguna mencapai 157 MB. Selama menguji pakai peranti bersistem operasi Android 2.2 alias Froyo itu, penulis tidak menjumpai kelemahan fatal. Layar yang relatif mungil sesekali memang menyulitkan penulis yang berjari tangan besar. Solusinya, ketika ponsel dalam posisi tegak, penulis mengubah mode keypad menjadi 12-key phone pad ala ponsel candybar. Full qwerty keypad hanya penulis gunakan saat mengoperasikan ponsel dalam posisi mendatar alias horizontal. Sisi minus lain Ideos X1, performa kameranya kurang prima. Ponsel itu juga tidak dapat diatur agar selalu berada di jaringan 3G. Padahal, kemampuan “memaksa” ponsel tetap berada di jaringan 3G sesekali dibutuhkan kala pengguna ingin menikmati layanan akses data yang lebih cepat. Dengan memperhatikan kesepadanan antara harga jual, spesifikasi, dan kinerjanya, Ideos X1 pantas dilirik oleh pemburu Android 3G murah meriah. Ia sangat potensial menghadang laju penjualan Alcatel One Touch 906 dan LG Optimus Me. Tetapi, Ideos X1 mungkin kesulitan mengusik penjualan Samsung Galaxy Mini. Bukan karena kalah prima, melainkan lantaran promosi Galaxy Mini jauh lebih gencar daripada Ideos X1. Distribusi ponsel Android terlaris di Indonesia itu juga lebih merata. Sumber Berita Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi