| cawijaya (Penasihat) 27/04/10 08:14 | π Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Barusan lihat Iklannya di Kompas hari ini iklan Indosat dengan DC-HSPA+ 42 Mbps Kesannya sih keren, ada yang tahu ini bakal ditawarkan di produknya yang mana? Yang sekarang aja 256kbps mahal bangeett dan kualitas naik turun.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 27/04/10 08:51 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Indosat dan XL bersaing ke 4G HSPA+ dapat dioptimalkan setara LTE JAKARTA: Operator seluler besar di Indonesia mulai bersaing dalam menentukan arah evolusi teknologi telekomunikasinya dari generasi 3,5G ke 4G untuk menyediakan layanan berbasis pita lebar. Group Head Value Added Services (VAS) PT Indosat Tbk Teguh Prasetya mengatakan Indosat memilih evolusi dengan melanjutkan perkembangan teknologi dibandingkan dengan melakukan lompatan teknologi. "Setelah mengembangkan high speed packet access plus [HSPA+]-yang juga dikenal sebagai 3,5G-tahun lalu, kini kami meluncurkan akses Internet dual carrier [DC]-HSPA+, yang kecepatannya setara dengan 3,7G," ujarnya kemarin. Menurut Teguh, dengan evolusi itu maka pihaknya berpeluang menyediakan layanan data dengan kecepatan akses hingga dua kali lipat dibandingkan dengan teknologi HSPA+. Selanjutnya, Indosat berencana melangkah ke generasi ke-4 (4G). Dia menjelaskan peningkatan teknologi mobile broadband itu demi memperbaiki kualitas layanan ke pelanggan, di samping mendukung daya saing dalam meraih basis pelanggan baru. Meski mengalokasikan modal, tuturnya, biaya untuk peningkatan teknologi itu diklaim tidak signifikan sehingga tidak terlalu berpengaruh pada belanja modal perusahaan. Evolusi itu hanya melakukan perubahan pada peranti lunak (software) dan peranti keras (hardware) di note-B yaitu base transceiver station (BTS) 3G. Dengan evolusi ke 3,7G, maka Indosat mengklaim menjadi operator telekomunikasi pertama di Asia yang meluncurkan layanan komersial dual carrier (DC) HSPA+ dengan kecepatan downlink atau download hingga 42 mega bit per second (mbps) dan uplink atau upload 5,8 mbps. Performa itu memungkinkan penyediaan layanan seperti browsing berkecepatan tinggi, video streaming, video conference, remote monitoring berkecepatan tinggi, unduh dan transfer file ekstra cepat. Dalam kesempatan terpisah, operator seluler XL Axiata sepakat bekerja sama dengan Ericsson Indonesia dalam mengkaji penerapan teknologi telekomunikasi long term evolution (LTE) atau yang dikenal juga sebagai 4G. Hasnul Suhaimi, Presdir PT XL Axiata Tbk, mengatakan dalam kajian bersama itu kedua perusahaan akan mempelajari kemungkinan penerapan LTE dari aspek teknis sampai kemungkinan yang muncul lainnya seandainya XL mengadopsi teknologi tersebut. "Kami tidak ingin gegabah memperkenalkan teknologi sebelum yakin dengan kesiapan sumber dayanya termasuk apakah teknologi ini dibutuhkan pasar," ujarnya seusai penandatanganan nota kesepahaman kemarin. Meski belum mendapat kepastian dari pemerintah terkait dengan pita spektrum mana yang akan digunakan jika nanti kajian dilanjutkan ke tahap uji coba, yang jelas kajian bersama itu juga akan mencakup kesiapan sumber daya manusia, aplikasi, aspek bisnis, strategi masuk ke pasar, kapasitas dan estimasi pelanggan yang mungkin dilayani. Menurut Arun Bansal, Ericsson Regional Head of South East Asia and Oceania, keberhasilan LTE akan sangat bergantung pada strategi operator. "Strategi ini misalnya terkait perkembangan pasar di Indonesia dan aplikasi yang dapat disediakan 20 tahun ke depan, seperti aplikasi internet protocol TV , high definition TV [HDTV] dan aplikasi baru lainnya," ujarnya. Optimalisasi HSPA+ Harry K. Nugraha, Senior Director PT Qualcomm Indonesia, mengatakan HSPA+ sebenarnya mempunyai kemampuan membawa data dan suara dalam kapasitas yang lebih besar yaitu 168 mbps atau setara dengan LTE sehingga operator tidak harus menggunakan spektrum baru. "Secara engineering, kecepatan 168-300 mbps bisa disediakan dengan dukungan software upgrade 3G. Investasi ini jauh lebih murah dibandingkan dengan menggelar LTE," ujarnya. Namun, untuk menghasilkan performa setara LTE, operator harus memiliki pita spektrum dengan lebar minimal 10 MHz. LTE hanya akan berkinerja baik bila berjalan di atas pita spektrum selebar 10 MHz dan akan ideal jika lebar pita frekuensinya 20 MHz. (fita.indah@[tautan dihapus] Oleh Fita Maulani & Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 27/04/10 11:35 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps sekarang aja isat blom stabil n agak mahal mau jadi berapa neh klo dilaksanaken? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Gliders (Penasihat) 27/04/10 12:35 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps mau secepat cahaya sekalipun, kalo harga bandwidth masih mahal, sama juga boong.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| tonosaur (Penasihat) 27/04/10 13:05 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps tambahin dulu foberoptik buat akses luar negrinya.. percuma siapa mau pake tu layanan.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Heats (Penasihat) 27/04/10 19:59 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Gak mungkin bisa sampe 42 Mbps lha wong namanya aja Indosat DC-HSPA+ alias Indosat DisConnect High Speed Packet Access Gw tetep percaya XL untuk speed internet yang handal, cepat, dan stabil. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ShadowGod (Penasihat) 28/04/10 03:25 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Marilah sama2 menyaksikan... Btw soal fiber optik, setahu gw Google dan bbrp perusahaan telekomunikasi di Asia Tenggara sdng melakukan proyek internet murah. Proyek ini mulai berjalan di tahun ini Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ahmadsmd (Penasihat) 28/04/10 07:44 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps 42 mbps hanya bisa dinikmati oleh operator itu sendiri Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Elnino899 (Penasihat) 28/04/10 08:10 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps indosat ..ah ..payah Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 28/04/10 12:23 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps tau nih..kaya buat proyek mercusuar aja ISAT..mbok yoa..menangkap dan menggali apa yang dibutuhkan konsumen secara LUAS..yang tidak lain adalah kehandalan koneksi dan keterjangkauan harga bandwith..kalo udah..ya silahkan aja mau HSDPA ++++++.......juga boleh. ow ya satu lagi...dari pada buat proyek mercusuar gini,mending biaya nya dialihkan untuk memperluas jangkauan 3G nya sampe kepelosokkkkk..itu jauhhh lebih bermanfaat! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ShadowGod (Penasihat) 28/04/10 13:48 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Biasalah... Pembangunan berpusat di ibu kota dulu baru menyebar Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 28/04/10 14:45 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps setuju banged daripada harus buat mercusuar mendingan perbaikin lah jaringan dulu... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 28/04/10 15:18 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Adu gengsi... ----------------------------------------- Adu Gengsi Internet Kecepatan Tinggi Syamsudin Prasetyo [tautan dihapus], Jakarta β Operator gencar mengupgrade jaringan untuk menawarkan internet kecepatan tinggi. Tapi operator diingatkan agar tidak hanya bersaing karena gengsi. Apalagi 3G juga pernah gagal. Layanan data internet kecepatan tinggi makin jadi andalan operator. Indosat meluncurkan teknologi HSPA+dual carrier (64 QAM atau MIMO) dengan kecepatan downlink 42Mbps dan uplink 5,8 Mbps. Group Head VAS Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya mengatakan jaringan kecepatan tinggi itu sudah siap pakai dan bukan hanya sekadar trial. Jaringan dengan kecepatan 42 Mbps itu merupakan pertama di Asia dan kedua di dunia setelah Telstar Australia. Saat ini Indosat memiliki jumlah pelanggan layanan data eksisting sebanyak 1,5 juta orang. Sementara pada 2010 menargetkan bisa mencapai 2,5 juta hingga akhir tahun. "Rencananya di 2011 Indosat akan menyelenggarakan kecepatan hingga 80-160 Mbps (downlink) dan 12 Mbps (uplink)," ujar Teguh. Hadirnya teknologi HSPA+ itu dijanjikan mendukung untuk jelajah internet dengan kecepatan tinggi. Selain itu juga untuk streaming video dan televisi definisi tinggi, konferensi video, unduh-unggah super cepat, transfer file kecepatan tinggi dan monitor jarak jauh definisi tinggi. Sementara XL dihari yang sama menandatangani kerjasama uji coba penerapan teknologi Long Term Evolution (LTE) selama 3-6 bulan di wilayah Jakarta Pusat. "Kita tidak main teknologi yang hanya ditambah + (plus) saja. Itu hanya gimmick-marketing, karena ekosistemnya sendiri belum siap,β ujar Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi. Ia mengatakan LTE sebagai tahap akhir teknologi broadband merupakan tujuan XL untuk melompat lebih jauh. Bahkan XL menjanjikan kecepatan downlink hingga 100 Mbps. XL yakin setelah uji coba LTE akan ada pertumbuhan layanan data lebih dari 13,8%. "Layanan data menyumbangkan 1% pada 2009 dari total revenue Rp12 triliun, sekitar Rp120 miliar. Di 2010 XL menargetkan layanan data bisa menyumbang sebesar Rp1 triliun, jadi 15%," imbuh Hasnul. Dihubungi secara terpisah, Sekjen IDTUG (Indonesia Telecommunications User Group) Muhamad Jumadi menilai broadband atau internet kecepatan tinggi ke depan memang teknologi yang memiliki daya tarik bagi pengguna. Tapi ia mengingatkan agar operator tidak melupakan kualitas. βSaya pikir silakan saja, jika operator ingin membuka layanan bahkan 4G. Tapi jangan melupakan kualitas jaringan, pengguna sangat sebal melihat kondisi koneksi saat ini yang tidak lancar, sebelum bicara terlalu jauh, persiapkan dan perbaiki layanan yang ada terlebih dulu!,β ujar Jumadi. Menurut Jumadi pasar broadband Indonesia memang besar, baik individu maupun korporat di seluruh pelosok tanah air. Namun IDTUG mengingatkan agar penggelaran jaringan tidak hanya untuk persaingan semata. βMasyarakat perkotaan banyak membutuhkan broadband dalam waktu 2-3 tahun ke depan dan saya lihat sektor usaha kecil dan menengah (UKM) besar potensinya. Saya menyambut baik, tetapi yang perlu dicatat 3G bagaimana? nasibnya saat ini tidak terdengar lagiβ. βJangan hanya menguji coba LTE hanya untuk gengsi bersaing dengan sesama operator seluler dan penyelenggara WiMax. Operator jangan hanya teriak-teriak saja, tetapi perbaiki dulu kualitas layanan yang ada,β imbuh Jumadi. Vice President Marketing & Communications Ericsson Hardyana Syintawati mengatakan .masing-masing operator memiliki preferensi sendiri menyangkut penerapan teknologi apakah HSPA+ atau LTE. Indonesia masih belum menerapkan teknologi 4G. Sedangkan teknologi 3G, 3,5G dan WiMax masih belum secara memadai diterapkan di Indonesia, karena ekosistem menyangkut aplikasi atau konten, komunitas, permintaan dan regulasi masih sangat membatasi meskipun secara teknologi sudah memungkinkan. Sejauh ini negara yang sudah menerapkan teknologi LTE antara lain Norwegia, Swedia dan Amerika Serikat. "Baru Norwegia, Swedia dan AS yang sudah menerapkan LTE. Singapura satu-satunya negara yang sudah melakukan uji coba resmi sebelum Indonesia. Jika melihat ekosistem yang ada Indonesia masih butuh waktu 2-3 tahun lagi jika memang aspek pendukungnya sudah siap," tambah Hardyana. [mdr] Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| lando11 (Penasihat) 28/04/10 18:58 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Quote: djuned89 said: tau nih..kaya buat proyek mercusuar aja ISAT..mbok yoa..menangkap dan menggali apa yang dibutuhkan konsumen secara LUAS..yang tidak lain adalah kehandalan koneksi dan keterjangkauan harga bandwith..kalo udah..ya silahkan aja mau HSDPA ++++++.......juga boleh. ow ya satu lagi...dari pada buat proyek mercusuar gini,mending biaya nya dialihkan untuk memperluas jangkauan 3G nya sampe kepelosokkkkk..itu jauhhh lebih bermanfaat! LOL. bener banget nih. 3G Indosat aja belum ada di semua kota besar Indonesia, eh sok2an bikin DC-HSPA+. Pertanyaannya: butuh ga? pertanyaan selanjutnya: peralatannya mendukung ga? pertanyaan paling penting: Indosat BENERAN bisa kasi layanan ini dengan baik ga? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| JustFocus (Penasihat) 28/04/10 21:56 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps super duper ultra hi speed hspa+ ............................selama masih ada UP TO, masih mending gprs/edge asal stabil n ga mahal kaga bs dipercaya 'janji2 jualan" nya para operator,lbh fokus ke kuantiti drpd kualitas Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 28/04/10 23:17 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Tuh kannn SEKJEN IDTUG aja bilang nya begitu... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| leo5354 (Penasihat) 29/04/10 08:38 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Gayanya aja sampe 42Mbps. IM2 yang cuma up to 256kbps aja susah konek atau kalo konek jg ga bisa ngapa2in Suruh ngaca dulu tuh Indosat sama kualitas layanannya baru jor2an teknologi Atau jangan2 jor2an ini buat kepentingan proyek doank (sabetan buat petinggi2nya kali) Hahahahahahhahahahahahhahahahahahahhahahaha Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| stickerlifter (Penasihat) 29/04/10 10:36 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Menurut aku provider memang sudah waktunya untuk mencoba implementasikan teknologi terbaru. Saya yakin target mereka bukan untuk memuaskan pelanggan dalam hal kualitas atau jangkauan, tapi terutama dalam hal pengalaman. Kita ingat waktu provider menerapkan 3G, langsung mendapat cemoohan dan dianggap nggak bakal mampu menghasilkan revenue. Sekarang setelah sekitar 3 tahun ternyata aksen internet melalui wireless sudah mencapai 70% (cmiiw, data persisnya lupa, ada di Bisnis Indonesia beberapa hari yang lalu). Kalau waktu itu provider belum mengimplementasikan 3G, pasti sekarang sudah jadi barang basi. Ada juga sih yang termasuk produk "gagal" misalnya video call. Tapi hal seperti ini nggak bisa dijadikan patokan ya. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 29/04/10 14:51 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps @Leo5354; Setuju bro yang 256kpbs aja ga bisa apa2..., bukan perbaikin jaringan malah gaya2 dia... lucu juga ane liatnya... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ShadowGod (Penasihat) 29/04/10 16:02 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps Quote: stickerlifter said: Menurut aku provider memang sudah waktunya untuk mencoba implementasikan teknologi terbaru. Saya yakin target mereka bukan untuk memuaskan pelanggan dalam hal kualitas atau jangkauan, tapi terutama dalam hal pengalaman. Kita ingat waktu provider menerapkan 3G, langsung mendapat cemoohan dan dianggap nggak bakal mampu menghasilkan revenue. Sekarang setelah sekitar 3 tahun ternyata aksen internet melalui wireless sudah mencapai 70% (cmiiw, data persisnya lupa, ada di Bisnis Indonesia beberapa hari yang lalu). Kalau waktu itu provider belum mengimplementasikan 3G, pasti sekarang sudah jadi barang basi. Ada juga sih yang termasuk produk "gagal" misalnya video call. Tapi hal seperti ini nggak bisa dijadikan patokan ya. Selain pengalaman, juga untuk menarik konsumen biar pakai Indosat karena tergiur soal kecepatan.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 30/04/10 16:05 | π Re: Indosat DC-HSPA+ 42 Mbps iyah biasa promo doank di bagusin ntar klo udah banyak dah dimulai permainannya deh... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi