| omega123 (Penasihat) 03/12/09 02:44 | 🙂 [News] Telkom Incar Bakrie Telecom Telkom Incar Bakrie Telecom Indro Bagus SU - detikinet Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengaku sedang mengincar PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Perseroan akan menerbitkan obligasi untuk pendanaan akuisisi tersebut. "Sudah ada pembicaraan dengan BTEL, tapi masih terlalu awal untuk dipastikan. Kalau ibarat anak muda di kafe, kita sedang lirik-lirikan," ujar Direktur Keuangan TLKM, Sudiro Asno dalam paparan di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (2/12/2009). Namun Sudiro mengaku tidak hanya melirik BTEL, tetapi juga pemain-pemain telekomunikasi diluar 3 teratas (TLKM, ISAT dan EXCL). "Tidak hanya BTEL, kami cari yang cocok," jelasnya. Sudiro mengatakan, perseroan sedang membahas kemungkinan merger dan akuisisi tersebut dapat direalisasikan di 2010. Kabarnya, jika rencana ini terwujud, BTEL akan dimerger dengan Flexi. "Kalau rencana ini jadi, kita akan menerbitkan obligasi di 2010," ujarnya. Sayangnya, Sudiro belum dapat menyebutkan perkiraan nilai akuisisi tersebut maupun nilai obligasi yang akan diterbitkan. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Heats (Penasihat) 03/12/09 04:07 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom Kalau nanti beneran terjadi bakal makin rampiiingg jumlah operator telekomunikasi di Indonesia... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| tonosaur (Penasihat) 03/12/09 08:44 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom semoga pelayanannya jadi lebih baik.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| stickerlifter (Penasihat) 03/12/09 09:39 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom Good lah kalo jadi merger. Asal jangan jadi monopoli terus biaya nelpon jadi mahal. Yang bisa diambil dari keunggulan masing-2: Telkom Flexi: 1. Bisa perpanjang masa aktif walau dalam keadaan masa tenggang 2. Jaringan didaerah sangat luas 3. Data murah Esia: 1. Bisa transfer pulsa dan masa tenggang 2. Di Jakarta, jaringan lebih bagus dari Flexi 3. Ngomong 1 jam cuman 1.000 4. Bisa pilih nomor suka-2 5. SMS seperak per karakter. Fasilitas yang lain hampir sama. Mungkin ada yang mau tambahin...? Nah kalo semua yang bagus-2 ini digabung kedalam satu produk , perfect deh. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 03/12/09 11:13 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom Semoga pelayanannya menjadi lebih baik ya?!hehhe kan uda semakin ramping di indonesia ini n membuka kesempatan utk lomba kualitas bukan perang tarif... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| natoma (Penasihat) 03/12/09 11:29 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom Baguslah kalo jadi merger atau akuisisi.. Kebanyakan operator soalnya di indonesia.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| swhandamari (Anggota) 03/12/09 17:19 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom Tapi kalo operator cuma dikit, ngga ada lagi dong perang harga... padahal kan itu yang bikin murah :'( Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Heats (Penasihat) 03/12/09 17:23 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom mending perang kualitas daripada perang harga... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 05/12/09 11:06 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom Jumat, 04/12/2009 15:50 WIB Pemerintah Segera Panggil Telkom Soal Bakrie Telecom Angga Aliya ZRF - detikinet Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berniat memanggil direksi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) terkait dengan rencana akuisisi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) meski manejemen perusahaan plat merah itu sudah membantah rencana tersebut. Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/12/2009). "Saya belum dapat laporan Telkom soal itu. Minggu depan kita akan panggil direksi untuk meminta penjelasan," katanya. Pihaknya berencana untuk meminta kejelasan Direksi Telkom mengenai aksi korporasi tersebut. Hal itu menjadi tidak jelas karena pernyataan manajemen yang berbeda dua hari setelah pemberitaan mengenai akuisisi tersebut terbit. Sebelumnya, perusahaan plat merah itu menyatakan sedang mengincar salah satu perusahaan Grup Bakrie tersebut. Pernyataan itu keluar dari Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno dalam paparan di Investor Summit di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (2/12/2009). "Sudah ada pembicaraan dengan BTEL, tapi masih terlalu awal untuk dipastikan. Kalau ibarat anak muda di kafe, kita sedang lirik-lirikan," katanya pada saat itu. Hanya selang dua hari, VP Public & Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia membantah rencana itu melalui keterangan tertulis hari ini. Menurut Eddy, Telkom hingga saat ini belum mempunyai rencana atau memutuskan untuk mengakuisisi operator telekomunikasi manapun, meskipun analisis terhadap lingkungan bisnis tetap dilakukan.(ang/faw) Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 05/12/09 11:07 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom Flexi dan Esia Belum Pacaran Oleh Encep Saepudin JAKARTA, INVESTOR DAILY PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sedang melirik PT Bakrie Telecom Tbk, operator Esia. Namun, manajemen Telkom dan Bakrie Telecom menyatakan, kedua pihak belum melakukan pembicaraan apapun, apalagi ‘pacaran’. Vice President Public & Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia terpaksa meluruskan pernyataan Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno yang sempat melontarkan pernyataan bahwa Telkom sudah melakukan pembicaraan dengan Bakrie Telecom. “Telkom hingga saat ini belum mempunyai rencana atau belum memutuskan untuk mengakuisisi operator telekomunikasi manapun meskipun analisis terhadap lingkungan bisnis tetap dilakukan,” kata Eddy Kurnia di Jakarta, Kamis (3/12). Menurut Eddy, maksud pernyataan Sudiro itu tak lain adalah Telkom memang benar mempunyai program untuk melakukan merger dan akuisisi sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis perusahaan. Program itu tetap disesuaikan dengan bisnis Telecommunication, Information, Media & Edutainment (TIME) dan semuanya masih dalam kajian internal. Menurut Eddy, pihaknya belum melakukan pembicaraan apapun dengan operator telekomunikasi yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut. “Guna mengakuisisi sebuah perusahaan tidak sesedarhana yang diperkirakan karena memerlukan kajian yang mendalam dan komprehensif,” kata Eddy. Padahal, Sudiro jelas-jelas menyebutkan bahwa Telkom sudah mengadakan pembicaraan dengan Bakrie Telecom, tetapi masih terlalu awal untuk dipastikan. Bahkan, Telkom tidak hanya melirik Esia, tapi operator lain selain Indosat dan XL Axiata. “Kami cari yang cocok,” kata Sudiro. Sumber Investor Daily di Bakrie Telecom juga menyebutkan adanya pembicaraan antara kedua perusahaan itu. Namun, pembicaraan yang sudah mengarah pada rencana penggabungan itu masih tahap awal. Sementara itu, Director of Corporate Service Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi mengatakan, belum ada pembicaraan antara Telkom dengan Bakrie Telecom untuk bergabung dalam satu perusahaan. Bahkan, kabar rencana itupun baru dibacanya dari media massa. “Nggak ada pembicaraan apa pun. Kami belum berniat melepas saham pada investor lain, dan apalagi pada Telkom,” kata dia. Akuisisi dan merger memang menjadi isu santer di sektor telekomunikasi karena persaingan antar operator makin ketat. Tapi, Bakrie Telecom belum mengambil kebijakan untuk akuisisi atau merger dengan operator lain. Saat ini, kata Djunaidi, perseroan masih konsentrasi mengembangkan Esia, yang menargetkan 10,5 juta pelanggan pada 2009. Sedangkan tahun depan, perseroan optimistis meraih 14 juta pelanggan atau tumbuh 33% dari sebelumnya. Sedangkan Telkom, menurut Eddy, memang terus berupaya untuk mengembangkan layanan fixed wireless access (FWA), Flexi. Produk layanan ini terus memperlihatkan pertumbuhan berarti di tengah persaingan yang cukup ketat. Pelanggan Flexi saat ini mencapai sekitar 15,5 juta pelanggan hingga November 2009 atau tumbuh lebih dari 60 % dibanding periode yang sama pada 2008. Melihat pertumbuhan Flexi yang mengesankan tersebut, pada tahap sekarang, pihaknya akan fokus membesarkan layanan ini. “Kami akan terus mengembangkan Flexi, yang antara lain dengan menawarkan bundling handset, tarif yang kompetitif, tarif data yang murah, melakukan pemasaran bersama dengan anak perusahaan dan memperkaya layanan nilai tambah (value added service) dalam bentuk content,” kata Eddy. *** Post Extras: 🖨️ Cetak |
| adit38 (Penasihat) 06/12/09 14:46 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom Indosat gabung Satelindo Smart gabung Fren Flexi gabung Esia?? Selanjutnya apa? XL gabung Axis? -- Posted from my Mobile phone Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 06/12/09 21:16 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom heehehe... ada2 aja bro adith neh... biar makin pada kuat kali yah gabung2 gt...hehe Post Extras: 🖨️ Cetak |
| samie (Penasihat) 07/12/09 07:42 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom kenapa ga semua operator di gabung aja ya Jd layanan jd lebih baik, harganya pun jd paling mahal., ga ada saingan nya gt loh -- Posted from my Symbian Device Post Extras: 🖨️ Cetak |
| editopan (Penasihat) 07/12/09 17:30 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom kalo emang BTEL mo di jual umum, bisa2 dilirik SMART jg? khan belom ada tuh FWA Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 08/12/09 08:31 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom SMART kan sudah beli M8, termasuk juga Hepi (produk FWAnya) kan? jadi sudah lengkap & cukup tuh... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 24/03/10 10:21 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom Flexi & Esia bersinergi Bakrie Connectivity siap beroperasi JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Bakrie Telecom Tbk akan membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk mengelola bisnis telekomunikasi berbasis CDMA. Seorang eksekutif yang mengetahui rencana aksi korporasi tersebut menuturkan Flexi, merek dagang produk code division multiple access (CDMA) milik Telkom, dan Esia, merek dagang produk sejenis milik Bakrie Telecom, akan dikelola secara bersama-sama di bawah perusahaan patungan. Proses uji tuntas atau due diligence pembentukan perusahaan sedang dilaksanakan. "Sudah dalam pembicaraan lanjut. Dalam perusahaan patungan itu, Telkom ingin menguasai lebih dari 50% saham dan selebihnya akan dikuasai oleh Bakrie Telecom," tutur eksekutif yang tak mau diungkap jatidirinya tersebut, kemarin. Dia menambahkan Telkom menggagas rencana pembentukan joint venture dengan Bakrie Telecom untuk mengantisipasi penurunan pangsa pasar Flexi. Menurut rencana, Telkom akan mengusung gagasan ini dalam rapat umum pemegang saham yang diselenggarakan pada Mei. Untuk memuluskan rencana aliansi strategis itu, Direktur Utama Bakrie Telecom Anindya Bakrie telah mendekati pejabat Kementerian BUMN untuk membicarakan rencana aksi korporasi ini. "Hari Senin Pak Anindya datang ke Kementerian BUMN, dengan salah satu agendanya membahas rencana pembentukan perusahaan patungan dengan Telkom," katanya. Ketika dikonfirmasi mengenai kunjungan pemilik Bakrie Telecom dan rencana pembentukan usaha patungan itu, Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu tidak bersedia berkomentar. Namun, menurut dia, ke depan Telkom harus lebih agresif untuk mengembangkan bisnisnya, baik organik maupun anorganik. "Silakan saja kalau Telkom mau mengakuisisi, sehingga perusahaan ini bisa lebih membesarkan bisnisnya," ujarnya. Secara terpisah, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah membantah soal adanya rencana pembentukan usaha patungan dengan Bakrie Telecom. "Berita itu tidak benar dan saya baru mengetahui hari ini dari Anda." Direktur Layanan Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi mengatakan belum ada hal yang spesifik yang dibahas dengan Telkom. "Kami belum mengarah pada kerja sama dengan Telkom dengan basis frekuensi yang sama [CDMA], kecuali terkait dengan kerja sama interkoneksi di sambungan langsung internasional ," ujarnya. Selain menyiapkan usaha patungan, sumber Bisnis dari Grup Bakrie mengatakan Bakrie Telecom segera mengoperasikan anak usaha yang akan mengembangkan bisnis di bidang data. Nama anak perusahaan itu PT Bakrie Connectivity. "Semuanya sudah siap. Mungkin April sudah bisa operasional." Dukungan politik Eksekutif lainnya menambahkan dengan menggandeng Bakrie Telecom, BUMN akan mendapatkan dukungan politik yang lebih kuat. Namun tidak disebutkan maksud dukungan politik itu Sejarah mencatat upaya BUMN menggandeng Grup Bakrie terjadi berulang kali, tidak terbatas dengan Bakrie Telecom. Pada akhir 2008 misalnya, saat harga saham PT Bumi Resources Tbk-unit Grup Bakrie di bidang pertambangan batu bara-anjlok, konsorsium tiga BUMN pertambangan yaitu PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk diimbau membantu dengan membeli sebagian saham produsen batu bara terbesar nasional itu. Namun, rencana itu batal. Terkait dengan Flexi, Telkom baru-baru ini menyatakan segera memisahkan bisnis CDMA-nya itu. Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno mengatakan kajian masih dilakukan, sehingga format maupun model bisnisnya belum ditentukan. Kabar mengenai penggabungan atau caplok-mencaplok bisnis CDMA antara kedua operator telekomunikasi itu memang bukan hal baru. Banyak pelaku pasar telah mengetahuinya. Analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah mengatakan rencana sinergi dua operator dengan membentuk perusahaan patungan akan menimbulkan dampak positif bagi keduanya. "Dengan porsi kepemilikan Telkom yang lebih besar dari Bakrie, tentunya BUMN itu akan lebih diuntungkan mengingat infrastruktur Telkom juga lebih unggul. Tetapi Bakrie juga akan diuntungkan dalam sinergi itu," ujarnya. Hal senada dikatakan Dirut PT Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga, yang menilai rencana pembentukan perusahaan patungan itu dapat menguntungkan kedua belah pihak kendati porsi kepemilikannya tidak seimbang. Analis PT Kim Eng Securities Katarina Setiawan berpendapat prospek bisnis CDMA tidak secerah GSM karena ketidaklengkapan fasilitas yang tersedia pada fitur layanan telepon nirkabel itu. Menurut pengamat telekomunikasi dari Institute for Technology and Economic Policy Studies, Mas Wigrantoro Roes Setiadi, isu seputar keinginan Telkom untuk mengakuisisi operator CDMA lain sebetulnya sudah muncul sejak 2007. "Sekarang Mobile-8 sudah integrasi dengan Smart Telecom. Jadi tinggal Esia yang masih ada," ujarnya. Jika integrasi antara Telkom dan Bakrie Telecom benar-benar terjadi, Mas Wigrantoro mengatakan persaingan pasar telekomunikasi di Indonesia akan bersifat oligopoli. Berdasarkan laporan keuangan masing-masing perusahaan, pada 2010 Esia memproyeksikan pertumbuhan pelanggan sebesar 40%. Proyeksi itu berasal dari jumlah pelanggan Esia pada 2009 yang mencapai 10 juta dan mematok target 14 juta pada 2010. Operator tersebut juga mengalokasikan belanja modal sebesar US$600 juta selama 2008-2009. Telkom Flexi sendiri memproyeksikan pertumbuhan pelanggan pada 2010 sebesar 12% berdasarkan jumlah pelanggan pada 2009 sebanyak 15,7 juta dan menargetkan jumlah pelanggan 18 juta pada tahun ini. Telkom Flexi mengalokasikan belanja modal US$200 juta pada 2010 ini. Akhmad Junaidi, Kepala Biro Humas KPPU, mengaku belum menerima laporan bentuk kerja sama dua perusahaan itu apakah melanggar UU Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat atau tidak. (03/07/08/10/Roni Yunianto/Tri D. Pamenan/Abraham Runga) (bambang.jatmiko@bisnis.[tautan dihapus] Oleh Bambang P. Jatmiko & Pudji Lestari Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 24/03/10 12:25 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom asal jangan tarif nya jadi mahal aja n perbaikin sinyal juga.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| lpr (Newbie) 25/03/10 01:38 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom waspadai monopoli telekomunikasi baru. bakrie + telkom = monopoli Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 25/03/10 19:16 | 😐 Re: [News] Telkom Incar Bakrie Telecom waduh harus waspada neh... bahaya juga n provider yg laen harus bisa berkualitas... Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi