| andrewzz (Penasihat) 28/10/09 16:15 | 🙂 Indosat Perkenalkan HSPA+ : DownLink Speed hingga 21 Mbps Yang P baru baca ni bro n sist.. sekedar inpo ajah.. hehehe Indosat Perkenalkan HSPA+ : DownLink Speed hingga 21 Mbps Yang Pertama di Indonesia Jakarta, 27 Oktober 2009 – Kembali mengokohkan posisinya sebagai pelopor dan inovator 3.5G Broadband tercepat di Indonesia, PT Indosat Tbk menjadi operator pertama yang berhasil mencapai kecepatan download data hingga 21 Mbps serta kecepatan upload data hingga 5.8 Mbps untuk layanan 3.5G Broadbandnya, setelah berhasil melakukan ujicoba yang dilakukan pada pertengahan Oktober 2009. Dengan kecepatan akses download hingga 21 Mbps serta kecepatan upload data hingga 5.8 Mbps, nantinya akan memungkinkan pelanggan atau pengguna 3.5G Broadband Indosat untuk akses internet dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi serta mengakses berbagai aplikasi/konten (messaging, social networking, streaming, dll) melalui media internet secara lebih mudah dan lebih cepat secara full mobility. “Peningkatan kecepatan layanan 3.5G Indosat hingga 21 Mbps ini merupakan salah satu inovasi terbaru kami bagi pelanggan 3.5G Indosat dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan 3.5G yang manfaatnya akan dirasakan oleh pelanggan secara bertahap“, demikian disampaikan Guntur S. Siboro, Chief Marketing Officer Indosat.. Peningkatan kecepatan akses data yang semakin tinggi untuk downlink dan uplink ini diharapkan akan memberikan penghematan waktu yang cukup signifikan dalam melakukan komunikasi data maupun browsing internet. Layanan 3.5G Broadband Indosat yang sebelumnya menggunakan akses HSDPA memberikan kecepatan akses downlink (Downlink Speed) hingga 14.4 Mbps dan kecepatan uplink hingga 1.4 Mbps. Kini, akses downlink ini ditingkatkan hingga 21 Mbps dan uplink ditingkatkan hingga 5.8 Mbps. Peningkatan kecepatan akses downlink dan uplink ini akan dapat dinikmati oleh pelanggan Indosat di area Jabodetabek pada akhir 2009. Sebelumnya, Indosat juga telah memperkenalkan perangkat lunak Indosat Accelerator yang memungkinkan pelanggan mengakses internet dengan kecepatan hingga 7 kali lebih cepat dari teknologi 3.5G Indosat yang sudah ada. Fitur ini di peruntukkan bagi pelanggan pascabayar dan prabayar dimana untuk memperoleh perangkat tersebut dilakukan dengan cara menginstalasi terlebih dahulu aplikasi Indosat Accelerator Client di website Indosat: [tautan dihapus] com/3g. Caranya cukup klik pada icon Indosat Accelerator dan download aplikasinya. Lalu install perangkat pada komputer hingga selesai, dan siap untuk digunakan. Download aplikasi maupun penggunaannya, pelanggan tidak dikenakan biaya apapun (gratis). Layanan 3.5G Indosat sendiri saat ini sudah melayani di 26 kota di Indonesia dengan jumlah pelanggan sekitar 500 ribu pelanggan, yang berada di berbagai kota antara lain : Jabodetabek, Medan, Batam, Banda Aceh, Palembang, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Cepu, Salatiga, Kudus, Jepara, Magelang, Surabaya, Malang, Kediri, Jember, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak dan Makasar. Untuk pelanggan Broadband service, Indosat memberikan berbagai paket dan program layanan untuk 3.G broadband yang cukup beragam, baik melalui Indosat maupun anak perusahaannya, Indosat Mega Media (IM2). Di awal bulan ini, IM2 memperkenalkan Broom Paket Asik, yang ditujukan khusus untuk pelanggan prabayar Broom yang mengaktifkan fitur Classic. Dengan Paket Asik ini, setiap top up yang dilakukan hingga bulan Desember 2009, akan mendapatkan bonus kuota sebesar 20%. Produk 3G broadband terbaru IM2 adalah Broombastis yang memungkinkan pelanggan IM2 mengakses internet dengan kecepatan hingga 3,6 Mbps. Tentang Indosat Indosat adalah penyelenggara telekomunikasi dan informasi terkemuka di Indonesia yang memberikan layanan jasa selular (Mentari, Matrix dan IM3), jasa telekomunikasi tetap atau jasa suara tetap (seperti jasa SLI yaitu SLI 001, SLI 008 dan FlatCall 01016, jasa fixed wireless yaitu StarOne dan Indosat Phone). Indosat juga penyelenggara jasa data tetap (MIDI) bersama-sama dengan anak perusahaannya yaitu, Indosat Mega Media (IM2) dan Lintasarta. Indosat juga menyediakan layanan seluler 3.5 G dengan teknologi HSPA. Saham Indosat tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX:ISAT) dan saham dalam bentuk American Depositary Shares tercatat di Bursa Efek New York (NYSE:IIT). Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Corporate Communications Telp : 62-21-3869625 Fax : 62-21-3812617 E-mail : publicrelations@ [tautan dihapus] Web : [tautan dihapus] com sumber : [tautan dihapus] com/Public_ Relations/ Press_Release_ Photo_Gallery/ Indosat_Perkenal kan_HSPA_ DownLink_ Speed_hingga_ 21_Mbps_Yang_ Pertama_di_ Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 09/11/09 10:10 | 😐 Re: Indosat Perkenalkan HSPA+ : DownLink Speed hingga 21 Mbps Yang P wkwkwkkw... ada yg uda coba n buktikan? Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 10/11/09 13:07 | 😐 Re: Indosat Perkenalkan HSPA+ : DownLink Speed hingga 21 Mbps Yang P Indosat siap gelar HSPA+ akhir tahun JAKARTA: PT Indosat Tbk optimistis bisa memulai layanan terbaru broadband 3,5 G di area Jabodetabek pada akhir tahun ini setelah sukses melakukan uji coba demo teknologi bulan ini. Guntur S. Siboro, Chief Marketing Officer Indosat, mengatakan teknologi terbaru ini akan meningkatkan kecepatan akses layanan data yang diharapkan akan memberikan penghematan waktu yang cukup signifikan dalam melakukan komunikasi data ataupun browsing Internet. "Dengan kecepatan akses download hingga 21 Mbps serta kecepatan upload data hingga 5,8 Mbps," ujarnya kemarin. Selain Indosat, PT Telkomsel menargetkan penggelaran HSPA (high speed packet access) di 24 kota yang mendukung penciptaan pasar 6 juta pengguna mobile broadband. Direktur Bidang ICT Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Ventura Elisawati mengatakan investasi triliunan rupiah yang dihabiskan operator untuk menggelar jaringan berbasis teknologi HSPA+ untuk akses data dinilai sangat mubazir. Saat ini, baru Telkomsel dan Indosat yang menyatakan kesiapannya menggelar akses data yang kecepatannya dijanjikan sampai 21 Mbps tersebut. Telkomsel mengklaim telah mengomersialkan jaringan tersebut di sejumlah titik area Jabodetabek, sedangkan Indosat baru akhir 2009. Untuk membangun jaringan HSPA+, Telkomsel menginvestasikan 10% dari total belanja modal tahun ini yang mencapai Rp13 triliun, sedangkan Indosat belum mau mengungkap biaya investasinya. Sebagian kalangan menyayangkan biaya Rp1,3 triliun hanya dihabiskan Telkomsel untuk HSPA+ yang kecepatan dan kapasitasnya belum teruji. "Karena pengguna untuk pemakaian wajar juga nggak butuh speed secepat itu. Di Indonesia, pelanggan nggak pernah benar-benar mencapai kecepatan ideal yang dimaksud," jelas Ventura. Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan HSPA+ merupakan roadmap kecepatan broadband akses menuju LTE (long term evolution). (Arif Pitoyo) Oleh Fita Indah Maulani Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| akpistole (Penasihat) 10/11/09 18:18 | 😐 Re: Indosat Perkenalkan HSPA+ : DownLink Speed hingga 21 Mbps Yang P ahh klo telkomsel udah mls ahh pasti ujung2ny ngibul hahaha Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 10/11/09 18:19 | 😐 Re: Indosat Perkenalkan HSPA+ : DownLink Speed hingga 21 Mbps Yang P Indosat Uji Coba HSPA+ Oleh Encep Saepudin JAKARTA, INVESTOR DAILY Setelah Telkomsel, Indosat melakukan uji coba layanan data berteknologi high speed packet access (HSPA)+ yang mampu menghantarkan data dengan kecepata hingga 21 megabit per detik (Mbps). Namun, beberapa pihak mempertanyakan urgensi dari layanan data berkecepatan tinggi itu. Chief Marketing Officer PT Indosat Tbk Guntur S Siboro mengatakan, peningkatan kecepatan akses data untuk downlink dan upload diharapkan memberikan penghematan waktu. Hasil uji coba HSPA+ untuk men-download musik sebesar 5 megabyte (MB) membutuhkan waktu 2,2 detik dengan teknologi terbaru ini (HSPA+), 3,5 – 6,9 detik dengan HSPA (7,2-14 Mbps), serta lebih dari 22 menit dengan teknologi GPRS (120 Kbps). “Speed yang bisa dicapai memang 21 Mbps. Tapi, dalam praktiknya kami harapkan bisa sampai 10-15 Mbps,” kata Guntur di Jakarta, Senin (9/11). Indosat yang telah mendapat tambahan frekuensi 3G sebesar 5 MHz dari pemerintah baru melakukan uji coba. Sedangkan Telkomsel, pekan lalu telah mengomersilkan layanan HSPA+ itu dengan prioritas kepada pelanggan pascabayar (Kartu Halo). Telkomsel yang telah didukung 4.000 Node-B (base transceiver station/BTS untuk layanan 3G), menurut Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, telah menyiapkan dana sekitar Rp 1,3 triliun untuk meng-upgrade jaringan 3G menjadi HSPA+. Telkomsel menggunakan perangkat HSPA+ buatan Huawei. Namun, Guntur tidak menyebutkan berapa dana yang bakal dibenamkan untuk meng-upgrade jaringan 3G (yang didukung 1.500 Node-B) ke HSPA+ miliknya. “Pokoknya dananya signifikan-lah. Kalau saya sebutkan sekarang, nanti dimahalin oleh Ericsson (vendor perangkat HSPA+),” kata Guntur. Menurut dia, tidak mungkin layanan HSPA+ ditawarkan kepada masyarakat tanpa disertai perangkat penerimanya. Oleh karena itu, Indosat akan mengomersialkan layanan HSPA+ ini pada awal 2010. Ini menjadikan Indosat sebagai operator ke-28 (dari 20 negara) di dunia yang telah menyediakan layanan HSPA+. Menurut Guntur, tambahan frekuensi 3G (second carrier) akan dikhususkan untuk layanan data. Total trafik data Indosat saat ini mendekati 140 Terabite per second (Tbps) per minggu. Efektivitasnya Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) Roy Rahajasa Yamin mempertanyakan investasi hingga triliunan rupiah yang dibenamkan Telkomsel dan Indosat untuk membangun jaringan HSPA+. Pasalnya, pelanggan di Indonesia yang membutuhkan akses data berkecepatan hingga 21 Mbps belum banyak. “Sejauh mana efektivitasnya, hanya mereka yang tahu. Saya sendiri nggak tahu apa pertimbangan mereka untuk menyediakan akses yang cepat itu,” kata Roy. Kecepatan yang tersedia sekarang, menurut Roy, sudah cukup mengakomodasi kebutuhan pelanggan untuk mengakses Facebook, Twitter, dan jejaring sosial lain, serta pengguna data lain. Ini menandakan besaran file yang di-download pengguna data di internet masih relatif kecil. Sebab itu, langkah operator mengubah jaringannya dari HSDPA ke HSPA+ perlu dipertanyakan efektivitasnya. Namun, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi berpendapat, kedua operator ingin mengantisipasi kebutuhan pelanggan yang menuntut akses kecepatan tinggi di masa depan. Sekarang ini, pelanggan yang perlu akses tinggi di antaranya terbatas pada produser film, vendor software, dan bagian tertentu di beberapa industri. HSPA+ jadi solusinya. Selebihnya masih terpenuhi dengan kecepatan yang ada. “Nggak mungkin investasi yang besar itu dibuang begitu saja. Paling tidak, BTS 2G diganti dengan 3G (Node-B). Sedangkan BTS 2G itu tidak dibuang, tapi dipindah ke tempat lain,” kata Heru. (cep) Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 13/11/09 10:24 | 😐 Re: Indosat Perkenalkan HSPA+ : DownLink Speed hingga 21 Mbps Yang P Kamis, 12/11/2009 17:47 WIB HSPA+ Investasi Mubazir? Tergantung! Ardhi Suryadhi - detikinet Jakarta - Sejumlah kalangan menyayangkan investasi triliunan rupiah yang dikucurkan operator telekomunikasi untuk menggelar jaringan berbasis teknologi HSPA+ untuk akses data. Namun menurut Harry K. Nugraha, Country Manager Qualcomm Indonesia, mubazir atau tidaknya adopsi teknologi tersebut tergantung dari operator memandang manfaat yang bakal diberikan HSPA+ nantinya. "HSPA+ boleh saja menjanjikan kecepatan data hingga 21 Mbps, tapi ini bukan berarti setiap individu bakal menikmati kecepatan 21 Mbps. Tapi ada hal penting lainnya dari itu," ujarnya kepada beberapa wartawan di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (12/11/2009). Yaitu adalah terkait penambahan kapasitas yang bakal didapatkan operator atas investasi jaringan ini. Ibarat jalur tol, jalan ini akan semakin diperluas untuk dipakai pengguna. "Sebab, jika pelanggan operator sudah banyak, maka antara layanan dan kesiapan jaringan itu akan kejar-kejaran," tukasnya. Telkomsel dan Indosat adalah dua operator yang sudah membangun jaringan HSPA+ di Indonesia. Telkomsel menginvestasikan 10% dari total belanja modal tahun ini yang mencapai Rp 13 triliun untuk membangun jaringan HSPA+. Sementara Indosat masih belum mengungkap berapa besar investasinya. Hanya saja, dengan mengadopsi HSPA+, Indosat menegaskan tak mau mengambil langkah besar untuk langsung terjun ke Long Term Evolution (LTE).(ash/faw) Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi