| juanchristie (Anggota) 15/07/09 07:09 | 🙂 Blackberry vs Depkominfo - Next Chapter Dear All, Ada berita dari pertemuan antara Depkominfo dengan RIM kemarin (14/7) ini versi singkatnya yang diambil dari koran Kontan hari ini (15/7) halaman 14 : a. Dipastikan RIM akan membuka Service Center di Indonesia dan aktif pada 26 Agustus 2009 b. Pembekuan sertifikasi Blackberry hanya ditujukan pada Blackberry tipe BARU saja, yang belum edar di Indonesia c. Pembekuan sertifikat dan ijin edar bagi Blackberry yang sudah edar di Indonesia DICABUT Terjemahan versi FP oleh penulis : a. Service BB bakal lebih deket, tapi belum jelas apakah semua BB atau hanya unit dari operator/ garansi saja, non BM b. BB baru yang belum masuk Indonesia (Gemini, Tour, Niagara, etc.) harus tunggu Service Center buka baru dapat ijin c. BB yang sudah edar (Jave, Bold, Storm, Curve, Pearl) atau tipe tersebut yang sedang dalam pengiriman, akan diberikan sertifikasi dan ijin edar Rumor : XL lagi siap2 luncurin BB baru Agustus nanti Rumor lagi : BB CDMA oleh provider Star.... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 15/07/09 12:37 | 😐 Re: Blackberry vs Depkominfo - Next Chapter Service Center BlackBerry Harus Lengkap Pemerintah mensyaratkan RIM agar service centernya di Indonesia selengkap di Singapura Rabu, 15 Juli 2009, 11:22 WIB Indra Darmawan, Muhammad Chandrataruna VIVAnews - Setelah menunjukkan komitmennya memenuhi desakan membuka kantor layanannya di sini, akhirnya pemerintah kembali memperbolehkan Research in Motion (RIM) untuk kembali menjual BlackBerry yang telah mendapat sertifikasi. Namun, pemerintah ingin agar kantor RIM di Indonesia tak sekadar menyediakan layanan purna jual seadanya. "Kami meminta kepada RIM agar kualitas layanan purna jualnya di Indonesia nanti sama dengan yang ada di Singapura," ujar Gatot S Dewa Broto, Kepala Humas Depkominfo kepada VIVAnews, Rabu 15 Juli 2009. Pusat layanan RIM sendiri, rencananya secara teknis sudah dapat beroperasi sejak tanggal 21 Agustus 2009. Kendati demikian, ia baru akan resmi diluncurkan kepada publik lima hari kemudian, yakni pada 26 Agustus 2009. RIM akan membuka beberapa service center di Indonesia. "Intinya, mereka menargetkan akan membangun enam kantor layanan purna jual di sini (Indonesia)," Gatot menjelaskan. Dan pada 15 Oktober tahun ini, RIM juga akan menambah dua service center lainnya. Namun, RIM belum mengungkapkan di kota mana saja mereka akan membangun pusat layanannya di Indonesia. Bahkan RIM telah memaparkan agenda kerja yang akan dilaksanakannya, menyangkut pembangunan service centernya di sini. Jadwal tersebut meliputi publikasi perencanaan yang dilaksanakan 14 Juli, konstruksi bangunan, pengiriman material, dan pelatihan yang dilakukan 31 Juli, penuntasan service center (7 Agustus), ujicoba layanan (17 Agustus), peninjauan kualitas atau quality assurance (20 Agustus), dan mulai beroperasi pada 21 Agustus 2009. Dengan demikian, setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang, sejak 21 Agustus mendatang para pelanggan BlackBerry yang bermasalah di Indonesia, bisa langsung memperbaiki piranti mereka di service center barunya di Indonesia. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| juanchristie (Anggota) 15/07/09 13:25 | 😐 Re: Blackberry vs Depkominfo - Next Chapter Thanks Bro buat tambahan infonya, detail banget - MANTAP Tapi, kira2 SC Blackberry nanti mau terima unit BB non garansi gak ya? termasuk garansi non operator (Qtel, ACS, dll) dan unit BM/ refurbish gitu... STAY POSITIVE aja deh, moga2 harga unitnya bisa makin turun sesuai kegunaannya... Toh harusnya BB (utamanya) harus dipakai sebagai alat komunikasi, kalau ada unsur prestise itu BONUS Maju terus, KONSUMEN INDONESIA Post Extras: 🖨️ Cetak |
| inspirasikusatu (Penasihat) 15/07/09 13:36 | 😐 Re: Blackberry vs Depkominfo - Next Chapter Mungkin masih mau terima, asal kuat bayar. Karena banyak juga BB lewat jalur BM. -- Posted from my Symbian Device Post Extras: 🖨️ Cetak |
| hantump3 (Penasihat) 20/07/09 00:45 | 😐 Re: Blackberry vs Depkominfo - Next Chapter Kalo BB garansi operator mah sudah pasti bisa service di SC Blackberry. kalo Garansi Distributor juga sudah pasti bisa. Kalo barang yang BM, nah itu gua nga tau. Katanya sih bisa juga. Cuma kaga tau deh. Tapi pasti harganya di getok sampe kepala kita keleyengan. HAHAHA... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| devender (Penasihat) 20/07/09 10:07 | 😐 Re: Blackberry vs Depkominfo - Next Chapter BM bisa sih..tp kyaknya bayar hehehe..belom tau jg ni mekanisme nya gmana buat BB yg garansi oeprator,distributor atau gmana..soalnya gw jg belom dapet info yg jelas apa service center yg akan di buka RIM ini berafiliasi dengan operator yg ada..kalo misalnya berafiliasi, terus service center yg ditawarkan garansi operator itu bagaimana teknis nya? apakah menjadi perwakilan service center RIM atau bagaimana hehehe Post Extras: 🖨️ Cetak |
| yory_gitu (Pendatang Baru) 20/07/09 12:26 | 😐 Re: Blackberry vs Depkominfo - Next Chapter Thanks for the info.. service center and retail authorized centernya ada dimana aja yaa ?! sudah ada yang dapat informasinya ?! setau saya di sensi ( senayan city ) akan dibuka retail authorized center, tempat lainnya dimana lagi ya ?! Regards Yory Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 21/07/09 11:16 | 😐 Re: Blackberry vs Depkominfo - Next Chapter BlackBerry Dilarang, Penjual Tak Peduli Namun ancaman ini dianggap biasa oleh pengguna maupun penjual. Maryadie, Zaky Al-Yamani VIVAnews - Menteri Perdagangan mengancam akan menyetop impor BlackBerry dan IPhone jika mereka tidak membangun layanan purna jual (service centre). Namun ancaman ini dianggap biasa oleh pengguna maupun penjual telepon pintar asal Kanada ini. Rencana pemerintah menghentikan distribsi Blackberry tidak mengurangi minat pengunjung untuk membeli BlackBerry. "Tiap hari ada aja pengunjung yang melihat-lihat dan menawar Blackberry yang dipajang. Emang lagi ngetren" ujar Denie, salah satu penjaga toko ponsel di ITC Roxy, Jakarta Pusat. Dia mengakui tingkat penjualan Blackberry di tokonya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan telepon genggam lainnya. Namun ia tidak dapat menyebutkan jumlah pastinya. "Yah lumayan lah pokoknya" ucapnya. Lain lagi pendapat Yanti, 24 tahun, seorang pengunjung pusat perbelanjaan ITC Roxy, Jakarta Pusat. Menurutnya, layanan purna jual resmi mutlak adanya untuk kepuasan konsumen. "Iyalah, itu (servis resmi) harus ada" ujar Yanti. Oleh karena itu, ia setuju rencana pemerintah menstop distribusi BlackBerry hingga perusahaan itu menyediakan pusat servis resmi di Indonesia. Karena alasan tersebut, ia menunda keinginannya memiliki hand phone merk Blackberry. Meski rekan-rekan kerjanya telah memiliki BlackBerry. "Pingin punya juga sih, tapi khawatir kalau rusak mau dibenerinnya bingung ke mana" lanjut Yanti. Maulana, 27 tahun, pengunjung ITC Roxy lainnya menyatakan tidak terlalu mempermasalahkan atas ketiadaan pusat servis resmi Blackberry. "Kalau khawatir, mending gak usah beli. Itu kan dah risiko pembeli. " ujar warga Cipulir ini menuturkan. Menurutnya, jika penjualan Blackberry di Indonesia terus meningkat, maka produsen tersebut tentunya secara sukarela akan membuat pusat sevis resmi untuk kepuasan konsumennya di Indonesia. "Jadi ga usah dipaksa (pemerintah], nanti juga ada servis resminya kalo pengguna BlackBerry udah banyak di Indonesia" ujar Maulana. Sejak sebulan yang lalu, Maulana mulai menggunakan Blackberry tipe Curve 8310. Ia mengakui tidak ada gangguan yang berarti atas telepon genggam miliknya tersebut. Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi