| citayam (Anggota) 23/03/09 11:17 | π FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Awal pemunculannya sekitar th 2004 sampai th 2007 .........Flexi merupakan Top Leader dan pemimpin Pasar telepon CDMA di Indonesia . Tetapi Pas sekitar th 2007-2008 , karena terbentur masalah Migrasi Frekuensi dimana FLEXI oleh Regulator diharuskan untuk pindah Band Frekuensinya dari 1900 MHZ ke 800 MHz .......disinilah awal kemerosotan dan perkembangan FLEXI yg tersendat. Karena Band 1900 MHz dipake untuk lisensi Operator 3G .............dan selama kurun waktu tersebut Flexi boro-2 masarin / promosi Flexinya .......untuk mempertahankan pelanggan yg eksisting saja sudah bersyukur. Diera itulah ESIA memanfaatkan Kebijakan Regulator untuk menyodok pangsa poasar FLEXI dan mengambil pelanggan Flexi yg terkena migrasi Frekuensi ...tapi enggan ngurus ke Telkom. Esia terus melejit plg-nya dan Flexi makin berkurang pelanggannya. Tapi akhirnya FLEXI bisa konsolidasi dan membangun customernya lagi setelah proses perpindahan Frekuensi berjalan dg baik. Sekarang Flexi sudah bisa menjadi Market Leader lagi di CDMA di Indonesia. Secara kualitas FLEXI tetap nomor satu (menurut pendapatku) Bravo FLEXI. Bisnisku : [tautan dihapus] Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| tuapuicabo (Pendatang Baru) 21/04/09 03:02 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) TETEP DUKUNG ESIA..!!!..gw sekeluarga SETIA AMA ESIA..hohoh..sampe2 pacar abang gw juga pake..wkowkow~ Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| AA_Ariel (Penasihat) 21/04/09 22:23 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Gw berharap Esia ambil alih mobile-8. Soalnya kanalnya lebih banyak. Jadi bisa main EvDO. Apalagi kl harganya bersaing. Tapi yang gak kalah penting ya BTSnya ditambah. Kesan Esia sinyalnya paling kuat di CDMA harus dipertahankan Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 22/04/09 16:40 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Ini HPnya yang mana yah?? --------------------------------------------------------- Nexian Optimistis Jual 3 Juta Ponsel 22/04/2009 16:00:57 WIB SURABAYA, INVESTOR DAILY PT Metrotech Jaya Komunika, vendor handphone Nexian, optimistis tahun ini bisa menjual tiga juta ponsel. Pada tahun lalu, produsen handphone merek lokal produksi Tiongkok ini mampu menjual dua juta unit handphone, yang sekitar 1,5 juta di antaranya adalah hasil bundling dengan Telkom Flexi. Presiden Direktur PT Metrotech Jaya Komunika Martono Jaya Kusuma, saat ini, 80% penjualan Nexian dilakukan melalui bundling. Strategi tersebut dinilai efektif karena produsen bisa menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen pelanggan seluler. Selain itu, program bundling juga terbukti jitu mendongkrak penjualan Nexian. βContohnya, saat bundling dengan Esia pada 2006, kami mampu menjual 100.000 unit atau 10% dari total pelanggan anak perusahaan Bakrie and Brothers tersebut. Kini bundling diperluas dengan Telkom dan sejumlah operator lain,β kata Martono disela peresmian branding gerai Nexian dengan Apollo Shop di WTC Surabaya, akhir pekan lalu. Martono menjelaskan, strategi bundling sangat efektif mendongkrak penjualan dan mempertahankan kinerja di tengah kondisi ekonomi yang belum menentu. Hingga saat ini program bundling yang dilakukan vendor ponsel bersama operator telekomunikasi tetap menjadi strategi jitu masuk ke pasar sekaligus mendongkrak penjualan. βProgram bundling tidak hanya dilakukan vendor-vendor ponsel merek luar saja tapi juga vendor ponsel merek dalam negeri. Selama dua tahun terakhir, strategi penjualan seluler lebih banyak dilakukan secara operator driven daripada consumer driven,β kata Martono. Bagi vendor ponsel merek lokal, keberhasilan program bundling sangat dirasakan manfaatnya. Ponsel merek lokal membutuhkan brand value. Konsumen biasanya melihat ponsel merek lokal tidak sekadar dari harganya yang terjangkau tapi bagaimana layanan purna jual dan kualitas produk. Sedangkan mengenai produk tersebut dibuat di Tiongkok, Malaysia atau negara lain, itu bukan soal lagi. βDengan bundling bersama operator yang sudah eksis, secara tidak langsung ponsel tersebut sudah di-endorse dengan sendirinya melalui operator. Dan tentunya, operator juga melihat kualitas produk ponsel sebelum program bundling dilaksanakan,β ujar Martono. Untuk produk, Nexian mengandalkan produk entry level seharga Rp 300 ribu. Produk jenis ini memberi kontribusi sebesar 90% dari total penjualan. Sisanya, disumbang oleh produk dual mode berbanderol Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta. Ponsel Nexian adalah produk lokal yang perakitannya ada di Tangerang, Banten. Produk ini didatangkan dari Tiongkok dan kini telah menggunakan komponen lokal hingga 50%. Irwan Harianto, pemilik toko Apollo, menjelaskan, program bundling antara vendor dan operator adalah program yang saling menguntungkan. Apalagi ponsel merek lokal yang sudah mulai diterima pasar, tentunya mudah menggenjot penjualan. βSeperti ponsel CDMA dari beragam merek yang ada di toko, penjualan produk merek lokal tidak pernah turun. Setiap tahun, grafiknya meningkat. Malah merek luar agaknya sedikit terganggu dengan banyaknya merek lokal masuk ke pasar ponsel,β ujarnya. (zal) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/05/09 09:07 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Minggu, 03/05/2009 11:07 WIB Berdarah-darah, Flexi Taklukkan Jabar Andrian Fauzi - detikinet Bandung - Jungkir balik Telkom Divre III berusaha mengangkat Flexi, akhirnya per Januari 2009 mereka mengklaim telah menguasai market CDMA di Jabar. Market share Flexi di Jabar saat ini adalah 51 persen. Naik cukup signifikan jika melihat market share pada penghujung tahun 2008 yang hanya 46 persen. Namun raihan tersebut bukanlah prestasi yang luar biasa. Telkom perlu waktu perlu waktu sekian lama untuk menguasai market Jabar. Demikian diakui oleh Executive General Manager Telkom Divre III, Walden R Bakara saat berbincang dengan detikINET usai acara Smart Generation Party di Kampus Politeknik Telkom, Jalan Telekomunikasi, Sabtu (2/5/2009) malam. "Saat ini Flexi sudah jadi market leader. Kita kuasai pasar sebesar 51 persen. Menggeser kompetitor yang saat ini hanya meraup 47 persen market share Jabar," paparnya. Menurut Walden, naiknya market share Flexi saat ini karena strategi yang diterapkan berhasil. Ada dua strategi dalam merebut pasar Jabar yakni dengan membajiri pasar dan membanjiri komunitas dengan Flexi. "Banjiri pasar dan banjiri komunitas. Kita galang mereka menjadi pelanggan Flexi. Berdarah-darah memang. Tapi hanya itu caranya," ungkap Walden. Disinggung mengenai waktu yang terlalu lama untuk menguasai pasar Jabar, Walden mengelak hal tersebut dikarenakan strategi pemasaran yang diterapkannya tidak berhasil. Justru dengan strategi 'menyebar' Flexi ke masyarakat malah membuat masyarakat tidak ada pilihan lain selain menggunakan Flexi. "Pasar kalau mendapatkan satu musuh, perlu 10 peluru. Nah kita tidak, kita bombardir," kata Walden mengibaratkan strateginya. ( afz / faw ) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/05/09 09:08 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Minggu, 03/05/2009 11:33 WIB Kuasai Pasar, Telkom Stop Sebar Flexi Andrian Fauzi - detikinet Bandung - Setelah mengklaim menjadi market leader CDMA di Jabar, PT Telkom Divre III berjanji tidak akan menyebar kartu perdana Flexi lagi. Pantauan detikINET di lapangan beberapa waktu ini, kartu perdana Flexi melimpah ruah. Bahkan tak jarang diberikan cuma-cuma kepada masyarakat. "Kita akan kurangi itu. Kita ganti banjiri pasar dengan banjiri komunitas," ungkap Executive General Manager Telkom Divre III, Walden R Bakara saat berbincang dengan detikINET usai acara Smart Generation Party di Kampus Politeknik Telkom, Jalan Telekomunikasi, Sabtu (2/5/2009) malam. Hal tersebut diakui Walden sebagai salah satu strategi untuk merebut pangsa pasar Jabar. Menurut Walden, komunitas adalah market yang sangat potensial. Itulah sebabnya pihaknya getol menggelar kegiatan untuk komunitas ataupun merangkul komunitas. Disinggung mengenai kualitas jaringan Flexi, Walden mengaku kualitas jaringan Flexi sudah bagus. Yang menjadi masalah adalah mobilitas pengguna Flexi yang tidak dapat diprediksi sehingga sering terjadi trafik di tempat-tempat tertentu dan hari-hari tertentu. "Pergerakan orang tidak bisa prediksi sehingga menyebabkan beberapa tempat sering terjadi trafik sehingga menyebabkan gangguan jaringan. Misal kalau Sabtu-Minggu orang di daerah perbelanjaan seperti Dago dan Jalan Riau luar biasa padat dan mereka itu berkomunikasi juga. Jadi wajar di sana trafiknya tinggi," kilahnya. Catatan 1,4 juta pelanggan Flexi per Januari 2009 ini membuat Flexi menguasai sebesar 51 persen dari market share Jabar. Dan dengan mandirinya Flexi sejak 1 April 2009 lalu, Walden berharap pelayanan terhadap pelanggan akan semakin baik sehingga akan meningkatkan jumlah pelanggan. "Setelah jadi divisi sendiri saya berharap pelayanannya semakin ditingkatkan. Pelanggan meningkat, trafik meningkat, kualitas juga harus meningkat," tegasnya. ( afz / faw ) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/05/09 14:00 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Pelanggan Bakrie Telecom Capai 8 Juta JAMBI, [tautan dihapus] Hingga kuartal pertama (I) atau akhir Maret 2009 pelanggan Bakrie Telecom mencapai delapan juta pelanggan atau naik 78.8% dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat 4,5 juta pelanggan. Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk, Anindya N Bakrie dalam siaran pers perusahaan itu yang diterima di Jambi, Minggu, menyebutkan, meningkatnya pelanggan itu juga diikuti oleh membaiknya kinerja keuangan, hal ini menunjukkan pertumbuhan positif bagi perusahaan. Di akhir 2008, pelanggan perusahaan telekomunikasi itu sudah mencapai 7,3 juta pelanggan, dari sisi keuangan juga semakin membaik, pendapatan kotor perusahaan tercatat naik sebesar 38% dari Rp591,6 miliar di kuartal pertama 2008 menjadi Rp 816,1 miliar di kuartal pertama 2009. Demikian pula pendapatan bersih perusahaan tumbuh sebesar 49 persen dari Rp 441,8 miliar di kuartal pertama 2008 menjadi Rp 658,2 miliar di periode yang sama tahun berikutnya. Dalam siaran pers itu juga disebutkan, laba usaha meningkat 36,5% menjadi Rp 73 miliar di kuartal pertama tahun 2009 dari Rp 53,5 miliar di periode tahun sebelumnya. Lonjakan cukup tajam juga terlihat pada catatan EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization), perusahaan itu membukukan pertumbuhan sebesar 59,7% year on year (yoy). Pada kuartal pertama 2008, EBITDA tercatat senilai Rp 147,5 miliar, sedangkan periode yang sama tahun 2009 meningkat menjadi Rp 235,6 miliar. "Hal ini menunjukkan secara fundamental operasional perusahaan tumbuh sesuai dengan yang diharapkan," ujar Anindya. (ant/gor) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| reinna (Newbie) 04/05/09 14:36 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Kalau aku kecewa banget nich sama Flexi masa complaint billing statement sudah sampe 3x via Call Centre dan 2x via media tetep aja gak ada respond...:( ampuuuuuunnnnnnn dech Flexi!!!!! Sekarang aku sudah ke lain hati. Esia love u so much.... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/05/09 16:15 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Telkom saja cuek saja dengan complaint dari pelanggan Speedy. -------------------------------------------- Minggu, 03/05/2009 13:17 WIB Speedy Dikritik, Telkom Sindir Pelanggan Andrian Fauzi - detikinet Bandung - Tidak sedikit masyarakat komplain terhadap koneksi Speedy yang tidak stabil. Tapi menurut Telkom, masalah ini muncul karena perilaku masyarakat sendiri. Perilaku apa? Hal ini dituturkan oleh Executive General Manager Telkom Divre III, Walden R Bakara saat berbincang dengan detikINET usai acara Smart Generation Party di Kampus politeknik Telkom, Jalan Telekomunikasi, Sabtu (2/5/2009) malam. "Kalau mau belanja ya mending di Pasar Baru yang dekat saja. Ngapain harus ke luar segala," kata Walden mengibaratkan perilaku masyarakat Indonesia yang gemar konten luar dari pada konten lokal. Menurutnya, saat ini masyarakat hanya sebatas mengetahui tentang internet. Padahal dengan adanya internet dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat jika mereka mampu memanfaatkannya. "Masyarakat kita masih sekadar mengetahui. Padahal tahapannya adalah mengetahui, menikmati dan memanfaatkan. Kalau sudah sampai menanfaatkan saya yakin kita bisa menjadi bangsa yang besar," paparnya. Tak heran dengan visinya membuat Jabar Banten menjadi buminya Speedy, Walden pun merangkul beberapa konten lokal untuk mengembangkan bersama-sama konten lokal. (afz/faw) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 02/11/09 10:38 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Potensi Internet angkat BTEL Pendapatan di sektor telekomunikasi diproyeksi naik 36,4% PT Bakrie Telecom Tbk mendadak mendapat peluang baru menggarap bisnis jaringan Internet, melalui jaringan pita lebar baru yang diraihnya tanpa tender. Prospek saham emiten tersebut pun kian bening. Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menemukan peta lebar tidak terpakai sebesar 1,25 Mhz di spektrum 800Mhz, yang berdekatan dengan kanal milik Bakrie Telecom di area Jakarta, Banten and Jawa Barat (JBJB). Analis PT Danareksa Sekuritas Chandra S. Pasaribu memaparkan kanal nganggur itu secara teknis hanya bisa dimanfaatkan oleh Bakrie Telecom dan Telkom Flexi. Jika operator CDMA (code-division multiple access) lain seperti Mobile-8 dan Star One milik Indosat mencoba memakai kanal tersebut justru bisa menimbulkan intrusi gelombang. "Karena itu, kanal nganggur itu tidak akan ditenderkan tetapi langsung diserahkan kepada Bakrie Telecom dan Telkom Flexi," tuturnya dalam laporan riset per 19 Oktober. Saat ini, spektrum 800Mhz memiliki 14 kanal dengan dua di antaranya direstriksi. Bakrie Telecom dan Telkom Flexi masing-masing memiliki tiga kanal, Mobile-8 memiliki empat kanal dan Star One hanya memiliki dua kanal. Dengan spektrum baru tersebut, lanjutnya, Bakrie Telecom nantinya memiliki empat kanal di JBJB, sedangkan Telkom Flexi memiliki empat kanal di luar JBJB. Saat ini, pemberian kanal nganggur tersebut masih dalam proses. Perseroan berencana memanfaatkan kapasitas tambahan tersebut untuk meningkatkan akses Internet berdasarkan standar EVDO (evolution data only). Di alam CDMA, EVDO merupakan teknologi nirkabel yang setara dengan teknologi 3G di sistem GSM (global system for mobile communication). "Saat ini, spektrum Bakrie Telecom di JBJB dimanfaatkan sepenuhnya untuk layanan data dan suara. Namun, dengan ekstra pita lebar itu, perseroan bisa membidik bisnis internet yang kini bertumbuh cepat," ujar Chandra. Manajemen Bakrie Telecom memang belum mengumumkan detail pengembangan bisnis Internet tersebut seperti belanja modal yang dialokasikan, jadwal penggarapan, pemosisian produk, hingga strategi harga. Danareksa memperkirakan belanja modal pengembangan Internet seharusnya lebih kecil dari belanja modal untuk menggaet pelanggan baru yang berkisar US$40 per orang. "Ini karena pada dasarnya perseroan hanya akan butuh investasi peralatan dan sistem baru. Kami percaya Bakrie Telecom akan mengumumkan rencana bisnisnya tahun depan," kata Chandra. Tren kinerja Di luar potensi bisnis baru di atas, analis PT Kresna Securities Tbk Aditiawarman menilai bisnis layanan data dan suara Bakrie Telecom makin menunjukkan performa positif, terlihat dari kenaikan pelanggan sebesar 81,4% pada triwulan I/2009, dari 4,5 juta pelanggan menjadi 8 juta pelanggan. Posisi tersebut melanjutkan tren 2008 ketika perusahaan meningkatkan pangsa pasarnya sebesar 5% di industri telekomunikasi (148 juta pelanggan) dari sebelumnya 1% pada 2005. Kenaikan tersebut diiringi pertumbuhan laba operasi dari tahun ke tahun. Tahun lalu, pendapatan Bakrie Telecom naik 67,8% terutama dari jasa telekomunikasi. Laba operasi juga meningkat 19% meski beban operasi juga menguat 87,7%. Namun, rugi kurs menggerogoti laba bersih perseroan sehingga turun 5,2%. "Nilai tersebut termasuk bagus karena pada saat yang sama laba bersih operator seluler lain turun cukup drastis bahkan ada yang rugi. Secara umun perusahaan menjalankan operasinya jauh lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya," tutur Aditiawarman per 26 Juni. Salah satu merek dagang yang memberi kontribusi terbesar bagi pendapatan BTEL adalah Esia di samping Wimode dan Esiatel. Untuk 2008, merek Esia mengontribusi 80% pendapatan dan jumlah itu diperkirakan stabil bahkan meningkat. Strategi pemasaran Bakrie Telecom dengan menggandeng Huawei dinilai efektif, terbukti dari peningkatan pelanggan pada triwulan I/2009 sebesar 8 juta atau 76,2% dari target pelanggan 2009 sebesar 10,5 juta pelanggan. Aditia memperkirakan pendapatan dari jasa telekomunikasi tumbuh 36,4%. Posisi utang diperkirakan terkendali karena perseroan baru saja memiliki dana dari penjualan 543 menara senilai Rp450 miliar kepada Tunas Solusi Pratama. "Dari dana tersebut, perusahaan bisa melakukan ekspansi dan menyediakan belanja modal untuk tahun berikutnya tanpa harus mengambil pendanaan eksternal sehingga akan menjaga debt to equity rasio," papar Aditiawarman. Posisi debt to equity ratio tahun lalu berada di level 48,3% dan tetap terjaga karena Bakrie Telecom masih memiliki utang dalam bentuk dolar AS berjatuh tempo pada 2012, meski jumlahnya tidak sebesar 2008. Optimisme Aditia itu dibenarkan Danareksa. Broker pelat merah tersebut memperkirakan kinerja Bakrie Telecom per September 209 masih positif dan sesuai dengan ekspektasi. Mereka merekomendasikan beli saham perseroan berkode BTEL di pasar. "Kami percaya perseroan beroperasi sesuai dengan trek untuk mencapai target pelanggan 10 juta pada akhir tahun ini. Pada 2009, RPM [rotasi per menit] cenderung membaik meski perlahan," ujar Chandra. Sejak awal, perseroan menerapkan konsep budget operator dengan menjaga struktur biaya rendah yang didukung belanja modal efisien. Ekspansi dilakukan dengan menggarap sambungan langsung internasional (SLI) melalui produk SLI 009 pada triwulan I/2009 yang menawarkan tarif diskon 77%. Peluncuran SLI 009 tersebut mengakhiri era duopoli SLI di Indonesia yang selama ini dilakukan Telkom dengan SLI 007, dan Indosat dengan SLI 008. Kini, pemodal menunggu apakah manajemen BTEL mampu menggarap bisnis internet murah, dengan diskon serupa. (arif.gunawan@[tautan dihapus]) Oleh Arif Gunawan S. Wartawan Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 02/11/09 10:44 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) TelkomFlexi incar 600.000 pelanggan baru JAKARTA: PT Telkom mengklaim berhasil menjaga loyalitas 15 juta pelanggan layanan TelkomFlexi dan siap menggaet sekitar 600.000 pelanggan baru sampai akhir tahun ini. Triana Mulyatsa, Executive General Manager Divisi TelkomFlexi PT Telkom Tbk, menuturkan optimistis dengan proyeksi tersebut menyusul meningkatnya indikator kinerja (key performance indicator/KPI) jaringan diler resmi Flexi. "Saat ini total pelanggan mencapai 15 juta nomor, kami berharap dapat menambah sekitar 600.000 nomor baru lagi sampai akhir tahun," tuturnya kepada Bisnis di sela-sela penyerahan reward kepada diler hingga front liner berprestasi, Jumat akhir pekan lalu. Dia mengatakan KPI tersebut harus dipenuhi oleh setiap diler yang tidak hanya dinilai berdasarkan pendapatan penjualan, tetapi juga keberhasilan dalam menjaga loyalitas pelanggan dan branding. Telkom membagi layanan Flexi ke 7 area yaitu Sumatra, Jabotabek, Jawa Barat-Banten, Jawa Tengah-DIY, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi-Papua. Adapun, penyumbang terbesar pendapatan dari layanan Flexi berasal dari Jawa Timur diikuti Jabotabek dan Sumatra. Layanan FlexiCombo saat ini sudah digelar di lebih dari 324 kota. Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 02/11/09 13:49 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) 22 nya sih saya gak pake... tapi mendi fleksi daripada esia... soalnya temen2 saya pada banyak ngeluh pake esia.... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 02/11/09 14:34 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) gw tunggu nih EvDO dari flexi sama esia yang siap menggempur pasar.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 03/11/09 11:08 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) kalo mau jujur pernah di kecawakan oleh keduanya makanya sekarang gax pake lagi t... hahahha Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/11/09 08:46 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Bakrie Telecom siapkan capex US$200 juta JAKARTA: PT Bakrie Telecom Tbk akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar US$200 juta pada tahun depan. Wakil Presiden Direktur Bakrie Telecom M Danny Buldansyah mengatakan 75% dari belanja modal itu akan dialokasikan untuk pengembangan jaringan dan sisanya sebesar 25% untuk pengembangan teknologi informasi perseroan. "Ada tiga sumber pendanaan yang akan dipakai untuk belanja modal itu, yaitu dari kas internal, vendor financing, dan dari rights issue beberapa waktu lalu," ujarnya kemarin. Menurut Danny, dana yang dialokasikan perseroan untuk belanja modal pada tahun depan itu merupakan bagian dari belanja modal yang dialokasikan dalam 3 tahun sebesar Rp6 triliun, terhitung mulai 2008-2010. Untuk keperluan pendanaan sebesar US$600 juta, perseroan mengambil dana dari kas internal US$150 juta, pendanaan vendor sebesar US$150 juta, dan dari right issue sebesar US$300 juta atau sekitar Rp3 triliun. Bakrie Telecom akan memperluas jaringan di berbagai wilayah. Hingga saat ini jaringan Esia yang menjadi brand layanan operatori ini, baru masuk ke 73 kota di Indonesia. "Hingga akhir tahun ini kami menargetkan bisa mencatat pelanggan sebesar 10,5 juta, dan tahun depan bisa tembus 14 juta pelanggan," tuturnya Direktur Corporate Services Rakhmat Junaidi mengungkapkan perseroan menjajaki berbagai opsi untuk menambah pendanaan keperluan investasi. "Apakah obligasi atau pinjaman bank, itu belum diputuskan. Yang jelas kami akan mengembangkan secara organik dan mengoptimalkan dana yang dimiliki perseroan." Ada tiga langkah yang ditempuh oleh perseroan untuk meningkatkan jumlah pelanggan, yaitu menambah menara BTS, optimalisasi menara yang ada, dan menambah frekuensi. Terkait dengan penambahan frekuensi, perseroan telah mendapatkan pita lebar baru secara gratis berkapasitas 1,25 Mhz untuk wilayah Jawa Barat, Jakarta, serta Banten. Perseroan berencana menggunakannya untuk memperkuat jasa layanan suara (voice). Oleh Bambang P. Jatmiko & M. Munir Haikal Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/11/09 09:08 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Memimpin di antara 2 perang Suksesi di tubuh Telkom membawa Triana Mulyatsa, Executive General Manager Divisi TelkomFlexi PT Telkom Tbk, berada di 2 perang. Wajar saja, kompetisi di industri telekomunikasi memang cukup ketat. "Ke depan ini, zamannya perang kualitas setelah perang harga bukan main [ketatnya]," ujarnya baru-baru ini. Pasalnya, tutur Triana, masyarakat kini sudah lebih pandai. Ini belajar dari pengalaman selama 2008 dan 2009. Namun demikian, pria berkarakter supel ini percaya kualitas tidak dapat diwujudkan sendirian. Untuk mewujudkannya diperlukan dukungan mitra seperti vendor terminal handset. "Kualitas produk [ponsel] mereka akan turut menentukan bagaimana layanan di-deliver. Jika salah satu tidak berkualitas, masyarakat juga yang merasakan," tuturnya. Adapun dalam perang tarif, Triana masih gusar dengan perkembangan yang ada. Pasalnya 'Panglima' baru divisi fixed wireless access (FWA) Telkom ini masih menemukan persepsi yang berbeda dari kalangan masyarakat. "Kami sudah mengeluarkan tarif yang sangat murah, tetapi mengapa masih ada persepsi belum termurah," tanyanya. Dengan sigap, pria yang dikenal pengayom ini pun memotivasi jajaran diler besar hingga frontliner TelkomFlexi untuk membantu dalam hal komunikasi. Triana telah berkarier di bidang telekomunikasi mulai 1986. Penggemar olahraga di antaranya Tenis ini juga hobi menyanyi. Tidak heran dalam beberapa kesempatan dia didaulat untuk membawakan lagu. Di posisinya yang baru, Triana menekankan indikator prestasi key performance indicator (KPI) di jaringan distribusi Flexi. Dia pun memberi contoh dengan menerapkan KPI maka kinerja jaringan diler yang aktif pun meningkat. Dia menegaskan pada era konvergensi CDMA dan seluler, kualitas layanan sudah tidak lagi berbeda antara seluler dan telepon tetap nirkabel (CDMA). Dia kagum dengan fenomena pesatnya pertumbuhan akses Internet yang merata diminati anak-anak hingga orang tua. Pria kelahiran Cilacap, 50 tahun lalu ini mengawali kariernya sebagai staf di bagian tunggakan fasilitas telekomunikasi pelanggan. Sebelum menempati posisinya yang baru, Triana adalah Executive General Manager PT Telkom Divre V Jawa Timur. Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 04/11/09 10:55 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) BRTI Akan Selidiki Telkom dan BTel Telkom bayar BHP lebih kecil karena titik berat pembangunan BTS di luar Jabodetabek Rabu, 4 November 2009, 10:32 WIB Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna VIVAnews - Berdasarkan catatan hingga Juni lalu, PT Bakrie Telecom Tbk (BTel) dengan jumlah sekitar 3.000 base trasnceiver station (BTS) membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) sekitar Rp 230 miliar. Sementara itu, Telkom Flexi milik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dengan sekitar jumlah BTS kurang lebih 5.296 BTS hanya membayar Rp 56,5 miliar. Sejumlah kalangan menilai adanya kejanggalan dengan besaran pembayaran oleh Telkom. Ternyata, diketahui hal ini dikarenakan pola pembayaran BHP masih berbasis izin stasiun radio (ISR) dimana salah satu yang dipertimbangkan adalah jumlah BTS. Karena itu, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) berencana untuk menyelidiki pembayaran BHP frekuensi yang dilakukan oleh dua operator Fixed Wireless Access (FWA) tersebut, Telkom dan BTel untuk periode hingga Juni 2009. Direktorat Frekuensi Ditjen Postel sendiri beranggapan Telkom membayar BHP lebih kecil karena penitikberatan pembangunan BTS Telkom terjadi di luar Jawa Barat dan Jabotabek. Sedangkan BTEL justru sebaliknya. βKami sudah membentuk tim pencari fakta guna mencari data tentang hal ini,β kata Heru Sutadi, Anggota Komite BRTI, di Jakarta, 3 November 2009. Heru sendiri belum bisa menentukan sikap dari regulator untuk memastikan apakah BTel yang membayar terlalu berlebih atau justru Flexi yang kurang jumlahnya dalam pembayaran. βPihak Telkom rencananya akan mengajukan dasar hukum kenapa kurang bayar,β ucapnya. Heru menjelaskan, dalam pola pembayaran berbasis ISR, hal ini lumrah. Besaran pembayaran akibat perbedaan jumlah BTS, konsentrasi wilayah pengembangan BTS, dan pengaruh power, itu bisa saja terjadi. βNamun, ini perlu diklarifikasi dan dicocokkan dengan laporan kedua operator tersebut pada Ditfrek,β ucap Heru. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| saptiah (Penasihat) 09/11/09 12:41 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Untung aku udah ga pake ESIA lagi, skarang aku udah pake Fren-duo, awalnya sih coba2, tapi ternyata tarifnya jauh lebih murah dari ESIA, bahkan untuk tarif telp ke sesamanya juga jauh banget murahnya.. trus ga ribet waktu dibawa keluar kota & waktu aku diluar kota & ada yang telp ke no FWA ku, ternyata tidak dikenakan biaya terima panggilan... jadinya aku terusin pake fren-duonya, lebih murah sihh Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| djuned89 (Penasihat) 03/12/09 21:30 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Telkom Incar Bakrie Telecom jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengaku sedang mengincar PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Perseroan akan menerbitkan obligasi untuk pendanaan akuisisi tersebut. "Sudah ada pembicaraan dengan BTEL, tapi masih terlalu awal untuk dipastikan. Kalau ibarat anak muda di kafe, kita sedang lirik-lirikan," ujar Direktur Keuangan TLKM, Sudiro Asno dalam paparan di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (2/12/2009). Namun Sudiro mengaku tidak hanya melirik BTEL, tetapi juga pemain-pemain telekomunikasi diluar 3 teratas (TLKM, ISAT dan EXCL). "Tidak hanya BTEL, kami cari yang cocok," jelasnya. Sudiro mengatakan, perseroan sedang membahas kemungkinan merger dan akuisisi tersebut dapat direalisasikan di 2010. Kabarnya, jika rencana ini terwujud, BTEL akan dimerger dengan Flexi. "Kalau rencana ini jadi, kita akan menerbitkan obligasi di 2010," ujarnya. Sayangnya, Sudiro belum dapat menyebutkan perkiraan nilai akuisisi tersebut maupun nilai obligasi yang akan diterbitkan. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 21/12/09 08:46 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Flexi Gelar Bebas Bicara di 6 Kota JAKARTA, [tautan dihapus] TelkomFlexi meluncurkan Program Bebas Bicara dengan tarif khusus sesama Flexi dan sambungan ke telepon rumah di enam kota Karawang, Purwakarta, Serang, Cilegon, Pandeglang dan Rangkas Bitung. Keterangan pers TelkomFlexi di Jakarta, Minggu menjelaskan, pemberian tarif khusus percakapan sebagai komitmen mewujudkan pengembangan dan pembangunan telekomunikasi di daerah rural. Menurut Executive General Manager Divisi Telkom Flexi Triana Mulyatsa, saat ini jumlah menara radio pemancar (BTS) di enam kota tersebut mencapai 209 unit BTS, dengan jaminan kualitas layanan. Namun begitu, masyarakat di kawasan itu belum maksimal memanfaatkan layanan TelkomFlexi. Untuk memperoleh layanan Program Bebas Bicara sesama Flexi mingguan maupun bulanan itu, cukup ketik BB spasi Mingguan atau ketik BB spasi Bulanan kirim ke 678 untuk berkomunikasi sepuasnya tarif hanya Rp 5.500 (mingguan) dan Rp 17.500 (bulanan). Sementara itu untuk Bebas Bicara dengan Telepon Rumah (PSTN) pelanggan Flexi bebas komunikasi dengan maksimal 3 nomor telepon rumah dengan cara ketik BB spasi PSTN1 spasi No PSTN2 spasi No PSTN3 kirim ke 678. Triana menjelaskan, program ini berlangsung selama enam bulan sejak 20 Desember. (ant/gor) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Hoekz (Penasihat) 21/12/09 10:06 | π Re: FLEXI VS ESIA ...(Flexi Sempat Down Karena masalah Migrasi Frekuensi) Saya juga udah ga pake CDMA bro sekarang malas....hehe Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi