| rusco (Penasihat) 11/10/08 00:37 | π Jerash Investment Kuasai 10,9% Saham Mobile-8 Jerash Investment Kuasai 10,9% Saham Mobile-8 JAKARTA , Investor Daily Jerash Investment Ltd, perusahaan investasi yang bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), membeli 10,93% saham PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) dari PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Nilai transaksinya sekitar Rp 316,28 miliar. Jerash Investment memborong 2.211.793.500 saham Mobile-8 dengan harga Rp 143 per saham. Pembelian saham operator seluler Fren berbasis CDMA (code division multiple access) itu dilakukan pada 19 dan 22 September 2008. βTujuan dari transaksi ini untuk mempertajam fokus strategi bisnis media Global Mediacom,β kata Dirut Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (6/10). Kepemilikan saham Global Mediacom pada Mobile-8 kini hanya tersisa 40,07% dari 66,81%. Sebelumnya, Global Mediacom juga menjual 15,81% saham Mobile-8 senilai Rp 457,54 miliar pada 1-8 Agustus 2008. Harga penjualannya Rp 143 per saham. Namun, hingga kini, pembeli saham Mobile-8 tersebut tidak dapat diketahui oleh publik. Menurut Investor Relations Global Mediacom David Fernando Audy, pembeli 15,81% saham Mobile-8 terdiri dari berbagai perusahaan yang tergabung dalam konsorsium. βSetiap perusahaan tersebut tidak ada yang memiliki saham Mobile-8 sebanyak 5% atau lebih, sehingga identitas mereka tidak perlu dilaporkan,β jelas dia kepada Investor Daily, belum lama ini. Global Mediacom akan menggunakan sebagian dana dari hasil penjualan saham Mobile-8 untuk investasi pada PT MNC Sky Vision, anak usahanya yang menekuni bisnis TV berlangganan Indovision. Menurut David, bisnis TV berlangganan di Tanah Air sangat prospektif dibandingkan sektor telekomunikasi karena persaingannya tidak terlalu ketat. βSaat ini, kami telah menguasai bisnis media TV sehingga sangat wajar apabila kami memperkuat bisnis media. Apalagi, untuk TV berlangganan, total pelanggannya terus bertambah dari 300 ribu menjadi sekitar 400 ribu,β kata David. Selain menjual saham Mobile-8, Global Mediacom sebelumnya juga melepas saham PT Plaza Indonesia Tbk (PLIN) dan PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA). Perseroan menjual 18,29% saham Plaza Indonesia senilai Rp 551,9 miliar. Saham Indonesia Air Transport yang dilepas sebanyak 23,6% atau senilai Rp 57,6 miliar. Sementara itu, mengenai Mobile-8, Global Mediacom belum memutuskan apakah seluruh sahamnya yang kini sekitar 40% akan dijual lagi secara bertahap di kemudian hari. Merugi Mobile-8 akhirnya menyampaikan laporan keuangan semester I-2008 setelah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja dan Suhartono. Dalam pengumuman yang dipublikasikan perseroan, menyebutkan, Mobile-8 membukukan rugi bersih sebesar Rp 99,8 miliar atau menurun drastis dibandingkan periode sama 2007 yang berhasil mencetak laba bersih Rp 44,35 miliar. Perseroan membukukan pendapatan usaha bersih semester I-2008 sebesar Rp 456,05 miliar, naik 17,39% dari periode sama tahun lalu Rp 388,47 miliar. Namun, beban usaha meningkat 41,74% menjadi Rp 467,99 miliar dari tahun sebelumnya Rp 330,17 miliar. Akibatnya, perseroan membukukan rugi usaha Rp 11,93 miliar. Jumlah beban lain-lain yang diterima perseroan juga naik menjadi Rp 129,857 miliar dari sebelumnya Rp 31,165 miliar. Peningkatan pos beban lain-lain pada semester I-2008 menyebabkan perseroan membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp 141,857 miliar. Padahal pada semester I tahun lalu, perseroan berhasil mencetak laba sebelum pajak Rp 27,133 miliar. Terkait Lehman Brothers Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja dan Suhartono menyatakan, laporan keuangan konsolidasi Mobile-8 semester I-2008 mendapat opini wajar dengan pengecualian karena tidak tercatat posisi mark to market transaksi swap dengan Lehman Brothers Special Financing. Menurut akuntan publik itu, manajemen Mobile-8 menganggap bahwa kelanjutan transaksi swap belum jelas, menyusul bangkrutnya Lehman Brothers Holding Inc di Amerika Serikat. Berdasarkan informasi yang diperoleh Investor Daily, Mobile-8 dan Lehman Brothers Special Financing ikut serta dalam perjanjian swap senilai US$ 100 juta. Pada perjanjian itu, Mobile-8 setuju membayar bunga tetap 10,45%. Jangka waktunya sampai 1 Maret 2013. Sebelumnya, Lehman juga menyediakan fasilitas pinjaman US$ 70 juta untuk Mobile-8. Namun, perseroan telah melunasinya. Pada Januari 2008, Mobile-8 dan Lehman Brothers Opportunity Ltd (LBOL) telah mengubah perjanjian waran dari semula jatuh tempo 29 November 2006 diperpanjang hingga 29 Juli 2008. Pada saat yang sama, Mobile-8 menerbitkan waran untuk LBOL berupa sertifikat yang bisa ditukar dengan saham senilai Rp 177 miliar. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 11/10/08 00:42 | π Re: Jerash Investment Kuasai 10,9% Saham Mobile-8 Mobile-8 tawarkan rights issue Rp2 triliun kepada Jerash JAKARTA: PT Mobile-8 Telecom Tbk akan meminta persetujuan kepada pemegang saham pengendali baru Jerash Investment untuk menggelar penawaran saham terbatas (rights issue). Direktur Mobile-8 Merza Fachys mengatakan jumlah dana yang akan diraup melalui rights issue diharapkan bisa menembus level Rp2 triliun. "Dana ini untuk mendanai ekspansi jaringan. Kami akan membicarakan rencana rights issue dengan salah satu pemegang saham pengendali yang baru, yaitu Jerash Investment," ujarnya kemarin. Jerash yang merupakan special purpose vehicle (spv) berasal dari Dubai saat ini memiliki 22,79% saham Mobile-8. Chief Executive Officer Jerash Investment Shiv Dave yang menandatangani surat penjelasan pembelian saham Mobile-8 merupakan pendiri Jerash Investment. Merza menuturkan perolehan rugi perseroan sepanjang semester I tahun ini disebabkan oleh ekspansi jaringan di luar Jawa yang menelan biaya besar. Mobile-8 mengalami rugi bersih sebesar Rp99,8 miliar dibandingkan dengan perolehan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 44,35 miliar. Sebenarnya, pendapatan usaha perseroan meningkat menjadi Rp456,05 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp388,47 miliar. Namun, beban usaha perseroan meningkat menjadi Rp467,99 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp330,17 miliar. "Keuntungan yang kami peroleh dari Jawa belum mampu menutup kerugian dari ekspansi jaringan di luar jawa. Selain itu, perang tarif yang berlangsung juga menekan kinerja kami." Merza memperkirakan neraca keuangan sudah mulai biru kembali pada akhir 2009. Dia juga menuturkan sampai dengan bangkrutnya Lehman Brothers, perusahaan sekuritas tersebut masih memiliki waran yang seharusnya jatuh tempo pada kuartal I tahun ini. Mobile-8 menerbitkan waran seiring dengan diperolehnya utang US$70 juta dari Lehman Brothers pada 29 November 2006. Rencananya, Lehman Brothers akan mengambil alih 12% saham Mobile-8 dengan mengeksekusi waran yang jatuh tempo. Saat ini, nilai nominal waran Mobile-8 sebesar US$55 juta dan jatuh tempo pada Juli tahun ini. "Mereka belum mengeksekusi waran tersebut. Ketika jatuh tempo, Lehman Brothers datang ke kami dan meminta perpanjangan waktu eksekusi, ternyata perusahaan sekuritas tersebut baru saja mengajukan masuk perlindungan kepailitan." Hingga 26 September 2008, Global Mediacom telah menjual 22,79% saham Mobile-8 Telecom kepada Jerash Investment. Penjualan saham Mobile-8 sebanyak 2,4 miliar saham atau 11,86% dari total saham beredar dengan harga penjualan per saham Rp143 terjadi kembali pada 25 dan 26 September 2008. Pada 25 September, Global Mediacom kembali melepas 1,2 miliar saham yang setara dengan 5,93% kepemilikan Mobile-8 dan pada 26 September transaksi dengan jumlah yang sama kembali terjadi. Sebelumnya, Global Mediacom menjual 10,93% saham atau setara dengan 2,21 miliar saham Mobile-8. Nilai transaksi pembelian oleh Jerash Investment itu mencapai Rp316,17 miliar yang mencerminkan harga per saham Rp143. Oleh M. Munir Haikal Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 11/10/08 00:44 | π Re: Jerash Investment Kuasai 10,9% Saham Mobile-8 Global Mediacom Sells 10.93% Mobile-8 Stake To Jerash Invest Tuesday, Oct 07, 2008 JAKARTA (Dow Jones)--PT Global Mediacom (BMTR.JK) said Tuesday that it sold a 10.93% stake in CDMA-based cellular operator PT Mobile-8 Telecom (FREN.JK) to Dubai-based Jerash Investment Ltd. last month. Global Mediacom said it sold 2.21 billion Mobile-8 shares for IDR143 each, implying that it raised IDR316.3 billion ($33 million) from the transaction. Mobile-8 share price ended at IDR53 Monday, down 28%, in line with broader market weakness. Global said that the sale, which reduced its ownership in Mobile-8 to around 40%, is part of its strategy to focus on its media business. -By I Made Sentana; Dow Jones Newswires; 62-21 39831277; I-Made.Sentana@[tautan dihapus] Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 11/10/08 18:03 | π Re: Jerash Investment Kuasai 10,9% Saham Mobile-8 wah yg Bakrie kmrn2 malah gak jadi ya? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 13/10/08 11:05 | π Re: Jerash Investment Kuasai 10,9% Saham Mobile-8 Sepertinya ga jadi... ------------------ Jerash Investment Beli Lagi 11,8% Saham Mobile-8 08/10/2008 09:19:09 WIB JAKARTA , Investor Daily Jerash Investment Ltd, perusahaan investasi yang bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), membeli lagi 11,86% saham PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) dari PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Dengan demikian, total kepemilikan Jerash pada Mobile-8 saat ini mencapai 22,79%. Jerash Investment semula membeli 10,93% saham Mobile-8 senilai Rp 316,28 miliar pada 19 dan 22 September 2008. Investor asing itu memborong 2.211.793.500 saham perseroan dengan harga Rp 143 per saham. Pembelian dengan harga yang sama juga dilakukan pada 25 dan 26 September 2008 sebesar 11,86% saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 343,2 miliar. βTujuan dari transaksi ini untuk mempertajam strategi bisnis media Global Mediacom,β kata Dirut Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo dalam penjelasan resminya di Jakarta, Selasa (7/10). Penjualan saham operator seluler Fren berbasis CDMA (code division multiple access) itu menyebabkan kepemilikan saham Global Mediacom terus menyusut menjadi 28,21% dari 66,81%. Sebelumnya, Global Mediacom juga menjual 15,81% saham Mobile-8 senilai Rp 457,54 miliar pada 1-8 Agustus 2008. Harga penjualannya Rp 143 per saham. Mobile-8 telah menyampaikan laporan keuangan semester I-2008 setelah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja dan Suhartono. Dalam pengumuman yang dipublikasikan perseroan, menyebutkan, Mobile-8 membukukan rugi bersih sebesar Rp 99,8 miliar atau menurun drastis dibandingkan periode sama 2007 yang berhasil mencetak laba bersih Rp 44,35 miliar. Perseroan membukukan pendapatan usaha bersih semester I-2008 sebesar Rp 456,05 miliar, naik 17,39% dari periode sama tahun lalu Rp 388,47 miliar. Namun, beban usaha meningkat 41,74% menjadi Rp 467,99 miliar dari tahun sebelumnya Rp 330,17 miliar. Akibatnya, perseroan membukukan rugi usaha Rp 11,93 miliar. Jumlah beban lain-lain yang diterima perseroan juga naik menjadi Rp 129,857 miliar dari sebelumnya Rp 31,165 miliar. Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja dan Suhartono menyatakan, laporan keuangan konsolidasi Mobile-8 semester I-2008 mendapat opini wajar dengan pengecualian karena tidak tercatat posisi mark to market transaksi swap dengan Lehman Brothers Special Financing. Menurut akuntan publik itu, manajemen Mobile-8 menganggap bahwa kelanjutan transaksi swap belum jelas, menyusul bangkrutnya Lehman Brothers Holding Inc di Amerika Serikat. Berdasarkan informasi yang diperoleh Investor Daily, Mobile-8 dan Lehman Brothers Special Financing ikut serta dalam perjanjian swap senilai US$ 100 juta. Pada perjanjian itu, Mobile-8 setuju membayar bunga tetap 10,45%. Jangka waktunya sampai 1 Maret 2013. Sebelumnya, Lehman juga menyediakan fasilitas pinjaman US$ 70 juta untuk Mobile-8. Namun, perseroan telah melunasinya. Pada Januari 2008, Mobile-8 dan Lehman Brothers Opportunity Ltd (LBOL) telah mengubah perjanjian waran dari semula jatuh tempo 29 November 2006 diperpanjang hingga 29 Juli 2008. (jau) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 15/10/08 09:47 | π Re: Jerash Investment Kuasai 10,9% Saham Mobile-8 BTEL ga jadi beli Mobile-8.. ------------- 3 Perusahaan minati BTEL JAKARTA: Tiga perusahaan sedang menjajaki mengambil sebagian saham PT Bakrie Telecom Tbk, salah satunya adalah perusahaan asal Timur Tengah. Adapun, Btel akhirnya menunda rencana akuisisi saham PT Mobile-8 Telecom Tbk akibat krisis finansial saat ini. "Dari tiga perusahaan itu ada sebuah perusahaan yang sudah bicara dengan kami sejak sebelum krisis, yaitu Qtel [Qatar Telecom Q.S.C.]," ujar sumber Bisnis yang merupakan petinggi di Bakrie Telecom, kemarin. Saat dikonfirmasi Bisnis, Direktur Utama Bakrie Telecom Anindya Bakrie mengatakan pihaknya sedang menjajaki dengan beberapa pihak. Dia mengatakan keluarga Bakrie akan tetap memegang kepemilikan mayoritas di Btel. Direktur Corporate Service Bakrie Telecom Rakhmat Junaedi mengatakan Bakrie Telecom tengah mencoba menjajaki dengan pihak mana pun. Rakhmat mengatakan meski sempat tertarik mengambil saham PT Mobile-8, tetapi krisis yang mendera mengakibatkan manajemen menarik diri dari ekspansi anorganik. "Kami hold dulu rencana ekspansi ini." (Sylviana Pravita R.K.N.) Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| HajiGaul (Penasihat) 15/10/08 10:06 | π Re: Jerash Investment Kuasai 10,9% Saham Mobile-8 wah ... semoga bisa mendongkrak IHSG ... jadi makin banyak aja investasi timteng di dunia telekomunikasi setelah indosat ... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi