| Cheppy_makro (Newbie) 09/04/03 05:05 | 🙂 Salam Kenal: Cheppy + Review SX45 Hallo rekan-rekan, sambil kenalan saya masukin sekedar sharing pengalaman menggunakan Siemens SX45, yg juga saya posting di forum Siemens untuk menjawab pertanyaan. Sekalian aja saya copy ke sini, mumpung masih relevan. Ada SX45 user yang lain di sinikah? ================================ Hallo, saya seorang pemakai nih, maksudnya pemakai SX45 Komentar sebagai pemakai adalah sebagai berikut: Awalnya saya pakai casio E-100 untuk PDA, which is sangat memenuhi kebutuhan saya despite sebenernya itu model yang udah kelewat jaman (buat trend PDA), sehingga bahkan di [tautan dihapus] sendiri sudah nggak di support. Padahal sesungguhnya untuk fungsi PDA-nya, sistem Palm-Size PC ini amat-amat memenuhi kebutuhan. Jadi saya udah terbiasa dengan kondisi, ketinggalan jaman menurut mode nggak masalah, yg penting kebutuhan gue SAAT INI tercukupi baik dari speed, multimedia, maupun software yg tersedia. Waktu membeli SX45 second, praktis nggak ada masalah, sebab SX45 sejatinya adalah Casio E-125 (Pocket PC). Bahkan craddle E-100 bisa digunakan buat SX45, biarpun speed data transfernya jadi pelan karena pakai kabel serial. Cuma sayang adaptor/ charger-nya nggak bisa pakai punya Casio E series soalnya voltage ratingnya beda (SX45= 0.59 V, E-100= 0.5 V). Yg membuat saya senang, CF card bisa langsung dipindah, dan buat saya PDA tanpa CF slot sama aja boong. Beberapa software favorit kebetulan juga kompatibel sama SX45 sehingga tinggal install saja. Data kalender, task dan kontak dari E-100 langsung tertransfer ke SX45 begitu di sinkronisasi di PC. Fungsi telepon berjalan baik, sempat nggak kompatibel dengan kartu Matrix, tetapi setelah ganti SIM card okay (kata orang Satelindo, beberapa SIM card keluaran vendor tertentu ada masalah kompatibiltas). Telepon (only telephone, kalo mo denger mp3 via speaker bisa aja koq) harus memakai handsfree memang betul, dan itu cukup merepotkan soalnya handsfree-nya terulur-ulur, kadang kusut dsb. Berapa kali saat mengemudi harus kerepotan menggerapai-gerapai handsfree saat ada telepon masuk. I wish Siemens mengeluarkan handsfree model retractable (yg bisa menggulung sendiri itu) dan cukup single earpiece aja. Saya pernah cobain dengan handsfree HP Siemens walaupun soketnya sama ternyata nggak kompatibel. Fungsi SMS tetap bisa dipakai tanpa handsfree hrs tercolok, dan kirim/ baca SMS dari SX45 is really a pleasure. Saat PDA di switch-off SIM card dapat tetap aktif sehingga tetap bisa menerima telepon (PDA akan menyala sendiri jika ada telp masuk). Batere cukup boros kalau dipakai bicara terus. Namun untuk kebutuhan PDA sebenarnya baterenya cukup standar, bahkan ratingnya lebih baik dari XDA 02. I just wish ada charger buat mobil-nya. Ketebalan, memang seperti batu bata , termasuk berat juga di tangan. Tapi lebih kokoh di banding Jornada PDA phone. Sayang tidak dilapisi bahan karet seperti Casio E-series. Jadi tetap saja lebih baik jangan dibanting. Walaupun mungkin tidak rusak, tapi kalo casingnya pecah kan sayang juga. Sebetulnya menurut saya SX45 kurang sukses di pasaran bukan lantaran featuresnya (bicara features, layar SX45 malah sudah 65rb vs XDA O2 yg cuma 4rb). Tapi karena timing munculnya aja yg apes, baru keluar, microsoft sudah ngeluarin spek Pocket PC 2002 (Phone Edition) yg mensyaratkan prosesor StrongArm. Jadinya pasar menunda pembelian SX45, dan dianggap ketinggalan jaman. Jadi, seperti juga E-100, saya enjoy-enjoy aja memakai SX45 karena memang secara feature sesuai dengan kebutuhan saya. Yg ngeselin Siemens Indonesia (DGE) nggak support SX45 di websitenya, padahal barangnya resmi garansi DGE Salam, Cheppy Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi