| ILCapitano (Penasihat) 09/09/08 17:07 | 🙂 Antisipasi Lebaran, Surat Anti Telepon Tulalit Siap Edar Selasa, 09/09/2008 14:02 WIB Antisipasi Lebaran, Surat Anti Telepon Tulalit Siap Edar Suhendra - detikinet Basuki Yusuf Iskandar (rou/inet) Jakarta - Pemerintah akan mengirimkan surat edaran resmi kepada seluruh operator telekomunikasi yang meminta agar kualitas layanannya tidak tulalit saat menjelang dan sesudah lebaran. Dirjen Pos dan Telekomunikasi Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar, menegaskan demikian agar layanan telekomunikasi yang digunakan masyarakat tetap terjaga kualitasnya, meski di saat sibuk seperti itu. "Kita akan ingatkan operator. Lagipula, ini hal yang rutin, setiap tahun selalu kita lakukan," jelas Basuki ketika dihubungi detikINET, Selasa (9/9/2008). "Kita akan upayakan pertemuan, bisa juga dengan surat edaran," ujarnya lagi. Menjelang lebaran dan sesudah lebaran diperkirakan akan terjadi puncak penggunaan jasa layanan telekomunikasi, khususnya seluler, untuk percakapan maupun pesan singkat (short message service/SMS). Maklum, di saat seperti itu banyak orang yang memanfaatkan layanan seluler untuk saling mengucapkan selamat Idul Fitri dan bersilahturahmi kepada teman, keluarga, serta relasinya melalui ponsel. Sehingga dengan tingginya intensitas dan volume penggunaan layanan, dikhawatirkan akan mengganggu dan mengurangi kualitas layanan para operator. Gangguan-gangguan itu bisa terjadi, seperti SMS yang tidak sampai atau telat terkirim, susah terkoneksi, terputus di tengah percakapan dan banyak lagi gangguan lainnya. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 06/10/08 10:39 | 😐 Re: Antisipasi Lebaran, Surat Anti Telepon Tulalit Siap Edar Lonjakan komunikasi suara lampaui SMS JAKARTA: Dua operator seluler besar menyatakan lonjakan lalu lintas komunikasi suara melampaui lonjakan lalu lintas pengiriman pesan SMS (short message service) selama H-1, hari-H dan H+1 Lebaran tahun ini. Pola komunikasi Lebaran tahun ini, seperti diduga banyak pihak berubah, dari pola tahun-tahun sebelumnya. Adita Irawati, Head of Public Relations PT Indosat Tbk, menuturkan pada hari-hari tersebut telah terjadi lonjakan trafik suara dan SMS yang cukup signifikan. "Kinerja jaringan saat musim mudik Lebaran tahun ini sudah sesuai persiapan," ujarnya, kemarin. Menurut Adita, trafik percakapan atau suara selama H-2 hingga H+2 menunjukkan kenaikan rata-rata sekitar 112,6% dibandingkan dengan trafik suara pada hari biasa di pertengahan September 2008. Adapun untuk trafik SMS, kenaikan baru terjadi pada H-1 hingga hari-H, di mana masing-masing naik 38,5% dan 38% dibandingkan dengan trafik SMS pada hari biasa-khususnya pada pertengahan September 2008-dengan trafik sebesar 314 juta SMS dan 312 juta SMS. Sementara itu, jika dibandingkan dengan musim Lebaran tahun lalu, secara keseluruhan trafik SMS mengalami kenaikan lebih dari 50%. Myra Junor, General Manager Corporate Communications XL, mengatakan dalam dua tahun belakangan ini lonjakan trafik panggilan atau suara lebih tinggi daripada lonjakan trafik SMS. Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan pola pada tahun-tahun sebelumnya. "Pelanggan kami ternyata lebih banyak menelepon sehingga terjadi peningkatan trafik yang tinggi," katanya. Adapun lonjakan trafik panggilan tertinggi adalah 149% atau mencapai 870 juta panggilan pada saat Idulfitri. Sebagai perbandingan, lanjut Myra, lonjakan trafik suara tahun lalu mencapai hampir 350 juta panggilan. Pada H-1 Lebaran kali ini peningkatan trafik panggilan mencapai 143% atau sekitar 850 juta panggilan. Sementara itu, lonjakan trafik SMS mencapai 100 juta pada H-1 dan pada hari-H telah mencapai lebih dari 100 juta atau melonjak 6% lebih tinggi dari H-1 tahun lalu. Trafik SMS XL di hari-hari normal pada jam sibuk mencapai 60 juta per hari. Sementara trafik panggilan keluar rata-rata adalah 380 juta per hari. Secara umum, wilayah kantong mudik yang mengalami kenaikan trafik suara tertinggi selama musim mudik berturut-turut adalah Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Adapun untuk trafik SMS, wilayah kantong mudik yang mengalami kenaikan tertinggi berturut-turut adalah Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Pengaruh tarif Adita menilai perubahan pola tersebut tidak terlepas dari pengaruh penurunan tarif yang cukup signifikan untuk komunikasi suara dibandingkan Lebaran tahun lalu. "Ini mendorong pelanggan untuk dapat memanfaatkan percakapan suara selama musim Lebaran tahun ini," ujarnya. Pendapat senada diungkapkan Myra yang menilai perubahan itu dipicu oleh promo tarif telepon yang diluncurkan XL untuk pengguna kartu prabayar ataupun pascabayar. Kedua operator mengklaim telah memberi pelayanan terbaik, yaitu jaringan tetap aman dan normal melayani pelanggan di tengah lonjakan trafik tersebut. Indosat, misalnya, menyatakan pengiriman SMS tetap dapat berjalan cukup lancar dengan tingkat keberhasilan pengiriman SMS antarpelanggan Indosat mencapai lebih dari 90% yang berarti tidak ada permasalahan yang signifikan dalam pengiriman SMS internal di jaringan Indosat. Adapun, tingkat keberhasilan pengiriman SMS antaroperator mencapai sekitar 90% kendati terjadi jalur pengiriman antaroperator padat. (roni.yunianto@[tautan dihapus]) Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 07/10/08 10:15 | 😐 Re: Antisipasi Lebaran, Surat Anti Telepon Tulalit Siap Edar Regulator: Telekomunikasi Lebaran membaik JAKARTA: Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai pelayanan operator telekomunikasi secara umum selama Lebaran tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Parameter membaiknya pelayanan antara lain mengacu pada rata-rata waktu pengiriman dan penerimaan SMS yang masih di bawah tiga menit dan tidak diterimanya keluhan masyarakat oleh instansi tersebut. Heru Sutadi, Anggota BRTI, menuturkan pihaknya memantau trafik SMS telah meningkat sejak H-1 dan kembali normal pada H+1 Lebaran. "Namun, secara umum terjadinya peningkatan trafik dapat ditangani para operator dengan baik bahkan lebih baik dari tahun lalu," ujarnya kepada Bisnis, Minggu. Dia memerinci parameter bahwa rata-rata pengiriman dan penerimaan SMS dapat ditangani dengan cepat, yaitu masih di bawah tiga menit. Hingga kemarin pun BRTI belum menerima masukan dari masyarakat mengenai terhambatnya layanan telekomunikasi menjelang ataupun pada saat Lebaran. Heru mengatakan trafik percakapan atau suara tidak mengalami pe-ningkatan trafik sedahsyat SMS sehingga tidak muncul persoalan baru yang berarti kecuali penumpukan trafik di wilayah-wilayah padat dan macet kendaraan. "Kendati demikian, masih ada operator yang terlambat dalam pengiriman dan penerimaan SMS yaitu sekitar 20 menit-30 menit pada hari H. Dugaan kami itu karena pengguna SMS dalam operator tersebut memang sangat signifikan." Dalam kesempatan terpisah, Gatot S. Dewa Broto, Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel Depkominfo, mengatakan sesuai dengan hasil pemantauan Ditjen Postel dan kompilasi berbagai masukan dari puluhan pengguna jasa telekomunikasi secara umum kualitas layanan telekomunikasi cenderung baik. "Paling tidak, [kali ini lebih baik jika] dibandingkan dengan kondisi serupa pada tahun lalu. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih kepada operator atas upaya optimalnya," ujar Gatot kemarin. Dia menambahkan indikasi yang digunakan Ditjen Postel adalah kecepatan penyampaian pengiriman SMS secara broadcast atau ke beberapa mobile station sekaligus secara simultan dalam jumlah destinasi yang masif atau banyak, dan dalam waktu bersamaan. Selain itu, diukur pula komunikasi point-to-point, yaitu pengiriman SMS hanya dari satu mobile station ke satu atau lebih mobile station tertentu dalam waktu yang berbeda yang rata-rata kurang dari tiga menit. Adapun, indikator lainnya adalah kualitas layanan percakapan suara dengan tingkat keberhasilan sambungan (successful call ratio) baik, kendati pada saat puncak. Menurut Gatot, baiknya kualitas layanan telekomunikasi Lebaran kali ini tidak terlepas dari intensifnya Ditjen Postel dan BRTI melakukan pengawasan dan pemantauan kualitas layanan telekomunikasi beberapa pekan terakhir. Pola berubah Sementara itu, data dari operator seluler menunjukkan pola komunikasi pengguna seluler selama Lebaran tahun ini berubah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Operator seluler di Jawa Barat mengklaim berhasil menangani lonjakan signifikan trafik Lebaran 2008 sekalipun terjadi keluhan pelanggan, khususnya bagi percakapan lintas operator, masih nyaring terdengar. Robert Dedi Purwanto, GM Network Solution PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) Area Jabar, Jateng & Yogyakarta, mengungkapkan kenaikan trafik komunikasi suara melampaui kenaikan trafik SMS. Menurut dia, pola perubahan itu terjadi karena masyarakat kini memilih memberi ucapan selamat Idulfitri dengan menelepon langsung seiring dengan semakin murahnya tarif percakapan seluler. Apalagi, sambung Robert, sejumlah operator masih menerapkan tarif gratis pada jam tertentu sehingga penelepon memperoleh kepuasan lebih karena bisa mendapatkan respons langsung dari lawan bicara. Bambang Wirawanto, Head of Indosat West Java Regional Office (WJRO), mengatakan Indosat mengalami lonjakan trafik di Jabar yang tidak jauh berbeda dengan proyeksi awal sehingga layanan tergolong baik. Dia mengungkapkan perkiraan percakapan dan SMS pada Indosat WJRO masing-masing mencapai 50 juta panggilan dan 102 juta SMS per hari, sehingga kapasitas jaringan bisa memenuhi kenaikan trafik. Sekalipun demikian, berdasarkan pengamatan Bisnis, layanan semua operator pada periode sibuk itu berjalan optimal untuk komunikasi, suara ataupun SMS, dalam satu jaringan saja. Luki Hakim, seorang warga Sarijadi, Bandung, mengatakan dirinya tidak mau melakukan panggilan ke nomor berlainan saat libur Lebaran kemarin karena sering tidak mendapatkan koneksi. "Mau telepon, mau SMS, itu sulit [lintas operator]. Pernah kirim SMS, tahunya tidak sampai-sampai. Coba menelepon langsung, selalu muncul tulisan 'jaringan sibuk'," ungkapnya. Robert Dedi mengungkapkan minimnya interkoneksi yang dibuka oleh operator lain membuat proses peningkatan kapasitas dari operator lainnya tidak berjalan optimal. (Muhammad Sufyan) (roni.yunianto@bisnis. [tautan dihapus]) Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| zexelgrifone (Penasihat) 07/10/08 15:10 | 😐 Re: Antisipasi Lebaran, Surat Anti Telepon Tulalit Siap Edar Laporan akh.. Lokasi Sukoharjo.. Turi - Cemani... Operator IM3.. no area semarang (jateng) Waktu = H-1 lebaran (malam takbiran) dan Hari lebaran.. Sinyal IM3 kadang drop.. kadang full.. SMS group (isi 4-8 kontak), kadang failed.. Kepaksa sms lebaran satu2.. dan ternyata kadang failed juga.. Nunggu dulu beberapa menit.. telp juga kadang ga nyambung.. Oia, delivery report kadang ada.. seringnya ga ada.. trus jaringan 3G indosat blum nyampe daerah situ.. Bah.. mo video call.. kepaksa ganti Simpati.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi