| muthex (Penasihat) 25/06/08 13:09 | π XL : Nonton TV Dunia secara langsung Sampe Puas cuma 30rb/bl ΓΊ/ 12saluran TV internasional 24 jam nonstop Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| DrJones (Penasihat) 28/06/08 12:21 | π Re: XL : Nonton TV Dunia secara langsung Sampe Puas nonton FTV di layar hp yg kecil gini ga nampol Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| chana (Penasihat) 28/06/08 13:38 | π Re: XL : Nonton TV Dunia secara langsung Sampe Puas sy ga ska nonton uy..jd gmn? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| adit38 (Penasihat) 28/06/08 19:45 | π Re: XL : Nonton TV Dunia secara langsung Sampe Puas Bikin habis batre gw aja.... Mending sinyalnya aja diperbaiki, biar suara telponnya ga ancur... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| robbie_dr (Penasihat) 30/06/08 18:20 | π Re: XL : Nonton TV Dunia secara langsung Sampe Puas content yang tidak berguna.... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| JustFocus (Penasihat) 30/06/08 19:21 | π Re: XL : Nonton TV Dunia secara langsung Sampe Puas alias nipu...... masak kasi filtur yg tanggung kualitasnya? namanya nonton tv otomatis kita hrs merasa nyaman,bkn nya tampilan dan suara yg patah2 n ga jelas pinternya ngabisin duit/pulsa aja........ Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 01/07/08 11:23 | π Re: XL : Nonton TV Dunia secara langsung Sampe Puas 'Layanan mobile TV tak perlu dibatasi' JAKARTA: Mobile TV akan membuka peluang usaha baru bagi operator seluler maupun penyedia konten, tetapi model bisnis dan teknologi layanan tersebut dinilai tidak perlu dibatasi. Ery Hartanto, mantan direktur PT Citra Mekar Media, berpendapat layanan dengan model tidak berbayar atau free to air sebaiknya menjadi bagian pengaturan pemerintah. "Untuk mobile TV sebaiknya tidak perlu dibatasi, tetapi perlu diatur agar free to air tidak merugikan masyarakat," ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini. Ery -yang pernah terlibat dalam membantu Depkominfo dalam mengkaji standar yang pas untuk siaran digital di Indonesia-berpendapat prospek pasar mobile TV akan menantang. "Intinya, siapa pun bisa mengembangkan konten untuk layanan mobile TV dan standar mobile-nya tak perlu ditentukan," ujarnya. Iman Hirawadi, Senior Manager Technical Business Development Wireless Network PT Alcatel Lucent Indonesia menuturkan konvergensi antara teknologi seluler 3G dan broadcast digital akan membuka peluang bisnis baru bagi operator seluler ataupun penyedia konten melalui strategi harga dan konten yang tepat. "Peluang itu di antaranya didapat dari penawaran konten-konten premium di luar konten bebas yang bisa dinikmati secara gratis di samping iklan yang interaktif," ujarnya di sela-sela pemaparan Digital TV Broadcast, kemarin. Di pasar mobile TV untuk layanan siaran digital tidak berbayar atau free to air, perusahaan media atau broadcaster dapat menjaring pendapatan dari iklan. "Untuk siaran TV berbayar (pay TV) mereka meraih pendapatan dari berlangganan secara premium misalnya mengenakan pembayaran per tampilan (pay per view)," kata Iman. Lebih jauh, dia menguraikan langkah pemerintah untuk menuju digitalisasi siaran TV akan mendorong penggunaan spektrum yang lebih efisien. "Ini karena sebagian spektrum UHF yang saat ini penuh terpakai untuk siaran analog dapat digunakan untuk teknologi broadband nirkabel, seperti WiMax ataupun long term evolution (LTE)." Pada mobile TV dikenal standar DVB-H atau Digital Video Broadcasting-Handheld, yaitu standar untuk siaran televisi digital terrestrial untuk peranti genggam yang menggunakan pemancar terrestrial untuk pengriman layanan. DVB-SH atau Digital Video Broadcasting-Satelite Handheld merupakan evolusi dari DVB-H yang dapat menggunakan metode pengiriman layanan melalui satelit, pemancar terrestrial ataupun kombinasi dari keduanya (hybrid). DVB-H hanya bekerja pada pita frekuensi band di 174MHz-230MHz sampai dengan 1400MHz-1500MHz. Sementara DVB-SH dapat bekerja pada pita frekuensi 174MHz-230MHz sampai 3GHz. Di sisi lain, lanjutnya, konvergensi antara teknologi seluler 3G dan broadcast digital akan memudahkan pengiriman siaran yang berkualitas, tetapi terjangkau bagi pelanggan seluler secara massal (mass market). Dipicu ponsel TV Uni Eropa memperkirakan pada tahun 2011 pangsa pasar mobile TV dunia akan mencapai 20 miliar euro dengan 500 juta pelanggan di seluruh dunia. Di Indonesia, sebelumnya pengembangan mobile TV pernah diuji coba melalui kerja sama yang melibatkan Nokia dan SCTV. Iman memperkirakan minat operator seluler 3G maupun broadcaster nasional menggarap mobile TV cukup besar. Penetrasi mobile TV juga akan didorong oleh masuknya vendor-vendor ponsel di antaranya dari China yang siap memasarkan produk ponsel dengan harga di bawah US$100. Sementara itu, di pasaran juga tersedia dongle USB (universal serial bus) untuk standar DVB-H ataupun DVB-SH yang memungkinkan penangkapan siaran TV digital melalui penggunaan perangkat notebook. Alcatel Lucent memiliki solusi dari ujung ke ujung untuk DVB-H dan DVB-SH dengan rentang mulai dari perangkat agregator konten (pengumpul konten), service delivery platform dan broadcast head-end, transmisi protokol Internet atau microwave untuk backhaul, dan pemancar mobile TV yang dapat diintegrasikan dengan jaringan yang sudah ada. (roni.yunianto@[tautan dihapus]) Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi