| mark00 (Penasihat) 24/04/08 13:27 | 🙂 single number portability Menurut pendapat saya sistem single number portability belum bisa diterapkan di Indonesia melihat kondisi sekarang. Dasarnya beberapa alasan berikut : - melihat perilaku masyarakat kita bahkan saya pesimis single number portability bisa diterapkan di Indonesia. Lihat saja kalau ada tarif promo, maka mayoritas besar berlomba-lomba pakai operator itu. Bisa dibayangkan kalau misalnya telkomsel bikin promo simpati pede (yg sekarang sudah dibatasi itu) bisa-2 pelanggan GSM lain berpindah ke simpati, maka hancurlah jaringan telkomsel. Kemudian kalau XL atau operator lain yg lebih kecil seperti three dan Axis, kemudian yg punya nomor telkomsel dan indosat ramai-2 pindah ke sana, apa ga lebih hancur lagi jaringgannya. Beda dengan negara-2 yg penduduknya tidak padat seperti Belgia atau tetangga kita seperti malaysia dan singapore. Di Belgia konon kalaupun ada operator yg promo, maka yg berpindah operator mungkin bisa dihitung, jadi ga ada migrasi besar-2an. Lagian disana operatornya cuma Proximus, Mobistar dan BASE. - kedua faktor operator yg belum merata kemampuannya. Bandingkan saja jaringan telkomsel sebagai operator terbesar dengan Three atau Axis yg yunior di GSM. Jadi masih jauhlan kalau mau mikir ada single portability number di Indonesia. Itu bisa terjadi kalau nanti operator kemampuan dan jumlah pelanggannya tidak begitu jauh berbeda. Sedangkan sekarang di Indonesia bagaikan bumi dan langit dimana operator terbesar sudah lebih dari 50 juta pelanggan sedangkan yg yunior ga sampai 5 juta pelanggan. Jadi solusinya di Indonesia saat ini pakai lebih dari 1 nomor utk jaga-2 kalau-2 jaringan macet. Bagaimana pendapat teman-2? Post Extras: 🖨️ Cetak |
| ILCapitano (Penasihat) 24/04/08 13:33 | 😐 Re: single number portability sudah ada disini bro. saya gabung disana aja. [tautan dihapus] Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi