| leo5354 (Penasihat) 16/04/08 10:06 | π Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Sebelum mulai nulis, gue cuma mo bilang kalo apa yang gue tulis ini murni interpretasi gue pribadi. Gue ga kerja di operator telko manapun, tidak terkait dgn telko manapun dan tidak berkepentingan di telko manapun. Pure user dan pengguna seluler aja. Mencermati perang tarif operator seluler khususnya GSM akhir2 ini di satu sisi bikin gue sebagai pelanggan seneng karena akhirnya gue punya kebebasan buat milih operator mana yang mau gue pake dengan dasar pertimbangan tarif yang murah. Perkara signal jadi drop mah gue yakin hampir semua org maklum karena memang itu adalah hal yang lumrah terjadi. Namun disisi lain gue melihat ada hal lain dibalik fenomena perang tarif ini. Seperti kita ketahui Telkomsel dan Indosat mayoritas sahamnya dikuasai oleh TEMASEK (BUMN milik pemerintah Singapura) sedangkan XL mayoritas sahamnya dikuasai oleh Telekom Malaysia (TM) yang notabene milik pemerintah Malaysia. Buat gue secara tidak langsung perang tarif itu mencerminkan persaingan antar kedua negara dalam usaha menancapkan pengaruhnya dalam dunia telekomunikasi di negara kita. Sungguh miris kalo mengingat bahwa 2 negara tersebut justru melakukan perang di negara kita secara tidak langsung. Lebih miris lagi kalo mengingat bahwa sebetulnya 2 negara tersebut kalau mau dilihat lebih jujur sebetulnya tidak punya kelebihan apapun dibanding negara kita kecuali fakta bahwa pemerintahan mereka lebih pandai dalam mengelola negara. Soal kekayaan alam, apa yang bisa dibanggakan oleh Singapura yang ukurannya tidak lebih besar dari Jakarta ??? Begitu juga Malaysia, berapa banyak seh kekayaan alam mereka dibandingkan negara kita ??? Jumlah penduduk ??? Ga ada apa2nya lah kedua negara tetangga dibandingkan Indonesia. Tapi sekali lagi seperti udah gue sebut diatas, kelebihan mereka adalah bahwa pemerintahannya lebih cakap mengelola negara sehingga mereka yang notabene tidak punya modal lebih baik malah bisa lebih maju dari negara kita. Yang lebih bikin gue sedih lagi, justru adalah fakta bahwa sektor telekomunikasi Indonesia yang merupakan hal yang vital bagi sebuah negara justru dikuasai oleh negara asing. Ini yang menyebabkan kedua negara tetangga bisa melakukan persaingan untuk menguasai sektor telekomunikasi di negara kita. Buat gue, hal ini sama aja artinya kedaulatan negara ini diinjak2 karena mereka melakukan perang tarif di negara ini. Posisi kita ini sekarang seperti kata pepatah "Gajah sama gajah bertarung, pelanduk mati di tengah-tengah". Apakah kita sebagai suatu bangsa sungguh2 tidak berdaya melihat 2 negara lain yang menguasai sektor telekomunikasi melakukan perang tarif di negara ini ??? Tidakkah bro n sis sekalian pingin melihat hal yang sebaliknya ??? Kenapa tidak sebaliknya kita sebagai bangsa yang besar mampu mempunyai industri telekomunikasi yang maju. Bahkan kalau perlu ekspasi ke negara tetangga dan bahkan menguasai sektor telekomunikasi di negara tetangga ??? Gue rasa sekian unek2 gue, kalau ada yang mo menyampaikan opini terkait pendapat gue silakan aja. Tapi tolong dipahami sekali lagi ini semua pure pendapat gue pribadi lho. Ga ada unsur2 apapun di dalamnya Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ILCapitano (Penasihat) 16/04/08 10:41 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? jadi 2 operator vs 2 operator neh bro. XL dan AXIS dari Malaysia vs Telkomsel dan Indosat dari Singapura Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| andory (Penasihat) 16/04/08 10:47 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? no comment aja deh... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Prayudi76 (Penasihat) 16/04/08 10:55 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Analisa yang mendalam Bro Belum pernah terpikir oleh saya sebelumnya Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 16/04/08 11:06 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? sama, gw juga gak kepikiran hehehe sementara yg 2 Malay dan 2 Singap tarung, kalo ada beberapa Indo ikutan nimbrung... jadinya kacau juga yah Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ILCapitano (Penasihat) 16/04/08 11:20 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? sebenarnya ini pernah dibahas sedikit2 di beberapa thread juga seh. tapi ini analisa lebih mendalam dari bung leo. sekilas mengenai maxis Type Public (Bursa Malaysia: MAXIS) Founded established 1993, publicly listed 2002 Headquarters Headquartered at the Maxis Tower, Kuala Lumpur, Malaysia Industry Telecommunication Products Telecommunication services Wireless/Mobile services Revenue 6.37 billion MYR (2005) Employees 2200+ Slogan "WE BELIEVE TECHNOLOGY ISN'T ALL THAT SPECIAL, LIFE IS" Website [tautan dihapus] Mengenai : Saudi Telecom Company, SThC (Arabic: Ψ΄Ψ±ΩΨ© Ψ§ΩΨ₯ΨͺΨ΅Ψ§ΩΨ§Ψͺ Ψ§ΩΨ³ΨΉΩΨ―ΩΨ©β) is a Saudi Arabia-based telecommunications company that offers landline, mobile and Internet services. Type Public Founded 1998 Headquarters Saudi Arabia Key people Dr. Muhammed Al-Jasser (Chairman) Saud Al-Daweesh(President) Industry Telecommunications Products Telephone, Internet revenue = β²SAR 32.54 billion (2005) Slogan Your World. Delivered Website [tautan dihapus] Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ILCapitano (Penasihat) 16/04/08 11:27 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Telekom Malaysia From Wikipedia, the free encyclopedia TM (Telekom Malaysia) Bhd Type Public Founded Incorporated 12 October 1984 Headquarters Headquartered in Kuala Lumpur, Malaysia Key people Dato' Abdul Wahid Omar, Group CEO Industry Telecommunication Products Telecommunication Services Revenue β² RM16.40 billion (USD5.08 billion) (2006) Employees 30,000 Groupwide Slogan "Merintis Kemungkinan (Opening up Possibilities)" Website [tautan dihapus] Telekom Malaysia Berhad (TM, MYX: 4863) is the largest telecommunication company in Malaysia and also Southeast Asia's second-largest telecommunication company. It has a monopoly on the fixed line network and has a considerable market share of the mobile communications market after its acquisition of Celcom and merging with its mobile operation arm, TMTouch. TM has an internet service provider subsidiary (TM Net) offering narrowband and broadband connectivity. Broadband connectivity is through DSL under TM Net's Streamyx brand. Due to its near monopoly of the last mile connections, TM Net is now the sole DSL broadband provider in the country. Telekom Malaysia officially changed its global brand from Telekom Malaysia to TM in April 2005. Telekom Malaysia Berhad (TM), is one of the largest listed companies on Bursa Malaysia with an operating revenue of more than RM16 billion[1] and total asset over RM41.8 billion [2] . TM is a government-linked company, reporting government shareholdings of over 36%[3]. Of the remaining shares, less than 4% are held by non-bumiputera Malaysians, the racial distinction being an example of the government's affirmative action policy. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Vnee (Penasihat) 16/04/08 11:31 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? kalo mo bela negara sendiri, gimana caranya? jadi pusing deh....! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| smartmushu (Penasihat) 16/04/08 12:37 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? @ Vnee.. Pake opeartor yg pure punya dalem negri bos.. kayanya tinggal telkomflexi doang deh kalo buat saat ini.. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| lando11 (Penasihat) 16/04/08 13:42 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? yg punya dalam negri siapa? smart?? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ILCapitano (Penasihat) 16/04/08 13:56 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Quote: mushu said: @ Vnee.. Pake opeartor yg pure punya dalem negri bos.. kayanya tinggal telkomflexi doang deh kalo buat saat ini.. emangnya ESianya Bakrie Group ga pure dalam negeri? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| lando11 (Penasihat) 16/04/08 14:18 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? daripada buat bakrie, mending gw pake op luar negri deh Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| syahmaratungga (Penasihat) 16/04/08 14:59 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Dari sektor telekomunikasi kita memang dijajah, tapi jangan lupa di sektor tenaga kerja, negara mana yg tidak kenal TKI kita? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| lando11 (Penasihat) 16/04/08 15:07 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? TKI kita tetap aja cuma jadi pekerja. sementara di sektor telekom ini, mereka yang jadi "bos" nya Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| jouledoc (Penasihat) 16/04/08 15:11 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Quote: jadi 2 operator vs 2 operator neh bro. XL dan AXIS dari Malaysia vs Telkomsel dan Indosat dari Singapura Pertama, ini semata-mata bukan perang dalam kata lain negara, seperti subject diatas. namun, ini merupakan model yang terjadi karena, banyak faktor lainnya. salah satunya adalah penetrasi CDMA yang sangat cepat, ditambah faktor adv operator CDMA seperti esia. setelah itu baru banyak operator GSM mulai menurunkan tarif mereka sedikit demi sedikit. jadi sebenarnya tarif saat ini merupakan akumulasi keadaan yang lalu. perkara model iklan yang seperti ini [tautan dihapus] juga merupakan impact dari para operator ini mengambil hati customer. mungkin jika kita menganalisa sampai ke lintas region juga tidak ada salahnya, namun juga bukan itu faktornya. in fact masing2x operator baik Maxis, Saudi Telecom, Sing Tel mereka memiliki basis kuat dimasing2x negara mereka. yang jadi masalah saat ini adalah, kebijakan pemerintah yang belum bisa mengatur secara ketat baik di tarif penggunaan jalur radio, dan banyak faktor lainnya. kembali ke subject, saya sendiri prefer investor masuk ke sini, karena jika tidak ada investor maka persaingan usaha menjadi kurang kuat, lihat telkomsel yang saat ini masuk ke top 50 good company in asia versi forbes setelah masuk-nya sing-tel. dengan masuknya investor asing kedalam badan perusahaan lokal, secara tidak langsung mereka juga akan membawa policy corporate mereka. jika anda mengikuti berita dan seminar mark plus n co, memang tahun ini permainan tarif khususnya operator selular masih terus berlanjut karena mereka saling merebut "niche" market (CMIIW) so, untuk kedepan diharapkan dari pihak operator sendiri tidak hanya menurunkan tarif namun juga jangan menurunkan kualitas selular anda. tapi anda menaikan standar QC & QA anda. Joule, Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| jouledoc (Penasihat) 16/04/08 15:12 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Quote: TKI kita tetap aja cuma jadi pekerja. sementara di sektor telekom ini, mereka yang jadi "bos" nya Think like a hero... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| cybershot (Penasihat) 16/04/08 15:28 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Kapitalisme seperti saudara kembarnya komunisme, tidak mengenal konsep negara dan bangsa. Kapitalisme cuma mengenal modal, kesempatan dan untung. Kalau ada kesempatan terbuka mereguk untung di negeri kita tentu saja mereka masuk. Bahwa perusahaan2 kita diambil alih oleh mereka, itu sudah hukum rimba yang dibuat si kapitalis. Yang besar memakan yang kecil. Dalam jangka pendek, sebagai pemakai kita untung, biaya jadi lebih murah, sesama kapitalis saling bersaing. Dalam jangka panjang, artinya segala profit perusahaan2 ini pada akhirnya mengalir ke si kapitalis luar tersebut, secara gak langsung, ikut bikin makmur negara asal si kapitalis, sementara kita cukup jadi konsumen. Nah ini yang disayangkan, kalau pada akhirnya kita cuma jadi jongos penjajahan modern, buat apa kakek2 kita dulu mati-matian mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan kita? Keadaan negara kita saat ini adalah sangat-sangat menyedihkan, sakit parah dan mengalami banyak komplikasi. Kalau cuma menyalah-nyalahkan atau mencari kambing hitam di luar negeri, ga banyak gunanya. Bagi yang masih merasa cinta kepada negeri ini, belajar dan bekerja sebaik-baiknya, mengembangkan diri dan membuka jaringan seluas-luasnya sehingga kelak bila mendapat kesempatan memimpin negeri ini, bisa menghindari kesalahan2 yang masih dibuat oleh pemimpin kita saat ini. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| jouledoc (Penasihat) 16/04/08 16:22 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Quote: Keadaan negara kita saat ini adalah sangat-sangat menyedihkan, sakit parah dan mengalami banyak komplikasi. Kalau cuma menyalah-nyalahkan atau mencari kambing hitam di luar negeri, ga banyak gunanya. Bagi yang masih merasa cinta kepada negeri ini, belajar dan bekerja sebaik-baiknya, mengembangkan diri dan membuka jaringan seluas-luasnya sehingga kelak bila mendapat kesempatan memimpin negeri ini, bisa menghindari kesalahan2 yang masih dibuat oleh pemimpin kita saat ini. saya pribadi sependapat dengan om cybershot. namun keadaan parah dan menyedihkan ini masih bisa di benahi, rhenald kasali pun dalam bukunya "CHANGE" sejauh apa anda melangkah tidak masalah asal anda menyadari itu salah maka "CHANGE" (CMIIW) nah saat ini para pebisnis dan pemerintah apakah telah menyadari kesalahan ini, mungkin karena mereka belum menyadari-nya sehingga masih terjadi, mungkin karena belum menyadari definisi demokrasi kantor PKS di bandung dilempar molotov, mungkin karena kurang menyadari tujuan demokrasi pemilihan gubernur sul sel berlarut-larut penyelesaiannya, mungkin mereka belum menyadari kalo dijadikan kambing hitam KPK. now make a "Change"... titik Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 16/04/08 17:42 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? esia, ceria, smart, flexi... masih dalam negeri fren gw gak tau persis, mereka milik MNC sih... jd bisa dibilang Indo juga? semua CDMA ya hehehehe padahal ini forum GSM Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| malv16 (Pendatang Baru) 16/04/08 19:16 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? telkomsel mayoritas saham masi dipegang telkom kan Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| evotech (Penasihat) 16/04/08 19:54 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Tul.. kan pemerintah masih megang 65% tapi pemerintah lah yang , sehingga yang 35% bisa mengendalikan yang 65%... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| coba_kujawab (Penasihat) 16/04/08 21:08 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Kalo menurut saya bukan itu saja bro, tapi perang antara Telkom Malaysia (TM - XL) dengan Maxis (Axis) dimana di negara asal mereka saling bersaing, yang saya dengar TM menang dari segi aktivasi nya sedangkan dari pendapatan (laba) dimenangkan oleh AXIS. Lalu bersaing di Indonesia. CMIIW Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| r3ndhy (Penasihat) 16/04/08 22:15 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? ah, menurut saya berlebihan kalu kita kemudian memaksakan untuk menyambungan persailngan operator dengan persaingan antara malaysia dan singapura, ini adalah industri bisnis, bukan institusi bernama negara, murni yg terjadi adalah usaha untuk memperebutkan market share, bukan merefleksikan persaingan antar negara Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| diktus_keren (Penasihat) 17/04/08 22:44 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? klo menurutku adanya provider2 itu justru berdampak baik juga bagi kita, bayangin aja klo g ada mereka kita g bisa dapet pendapatan dari mereka dan menikmati teknologi GSM seperti sekarang. permasalahnya pemerintah yang telat bertindak sehingga provider2 dari luar masuk dari dulu dan saat CDMA masuk dengan Flexi,esia,ceria,dll mereka terhitung pemain baru jelas aja kalah dari awalnya aja udah kalah start. masyarakat terlanjur udah pake GSM dari dulu dan untuk merubah ke CDMA bukan perkara gampang. klo dilihat2 lagi Provider lokal itu ada karena perusahaan lokal yang cukup kaya di indo yang kemudian tertarik untuk bisnis di dunia telco kesusksesan mereka juga g lepas dari peran investor asing. di dunia globalisasi sekarang g bisa kita liat asal negara dari sebuah perusahaan karena dengan globalisasi sebuah perusahaan g harus punya tempat di suatu negara atau identik dengan negara asal. Semua sudah bergerak hampir skala global sehingga ketika sebuah perushaan main di industri perdangan internasional yang terjadi y bisnis dan g ada hubungan dengan negara asal. masalah mereka berperang di negri kita sah2 aja menurutq dan kita juga yang di untungkan belum tentu loh klo pemerintah yang megang tarif bisa semurah sekarang. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| leo5354 (Penasihat) 18/04/08 14:38 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? Quote: Trust_No1 said: ah, menurut saya berlebihan kalu kita kemudian memaksakan untuk menyambungan persailngan operator dengan persaingan antara malaysia dan singapura, ini adalah industri bisnis, bukan institusi bernama negara, murni yg terjadi adalah usaha untuk memperebutkan market share, bukan merefleksikan persaingan antar negara Anda yakin ??? Kalau memang tujuannya memperebutkan market share kenapa TM ga masuk ke Singapura dan membeli perusahaan Telco disana buat bersaing ??? Begitu pula sebaliknya ??? Justru dengan pendapat anda itu makin membenarkan asumsi gue kalo karena KEBODOHAN pemerintah kita lah makanya kedua negara itu dengan kedok investasi membeli perusahaan disini lantas perang harga disini karena kedua negara tersebut tidak bisa saling bersaing secara langsung di negara mereka masing2 kan ??? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ILCapitano (Penasihat) 18/04/08 14:59 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? hello, dengan dikuasi telco kita oleh negara2 lain. informasi rahasia di negara kita bisa dengan mudah disadap oleh negara lain. telekomunikasi merupakan salah satu infrastruktur penting dalam 1 negara. jika komunikasi kita sudah dikuasai oleh negara lain bisa dengan mudah hal diatas dilakukan. saat ini apa negara2 tersebut melakukan hal itu? kita tidak akan pernah tau. hanya direksi2 diatas yang tahu. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| r3ndhy (Penasihat) 18/04/08 21:12 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? TM tidak mungkin masuk ke pasar singapura, selain karena pasar disana sudah settle, dimana penetrasi telepon selular hampir mencapai titik jenuh, begitu pulsa sebaliknya, SingTel tidak masuk ke Malaysia karena penetrasi disana sudah mencapai 70%, Indonesia? 40% saja belum sampe kan, jadi secara statistik, market disini masih sangat besar. Pemerintah kita, memang saya setuju utk mengatakan bahwa seharusnya mereka tidak melepas Indosat, tapi, tujuan perusahaan asing tersebut adalah mencari devisa bagi negara, SingTel notabene dimiliki oleh perusahaan investasi plat emrah singapura, Temasek, mungkin TM juga adalah perusahaan milik Khazanah Nasional, tujuannya adalah supaya mencari pendapatan dari luar negeri untuk masuk ke kas negara, kalau persaingan negara yg kita bicarakan, bicarakanlah misalkan pertumbuhan GDP mereka, atau Human Right Index, atau peringkat ekonomi mereka. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ILCapitano (Penasihat) 18/04/08 21:26 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? pendapatan per kapita indonesia malaysia dan singapura berapa ya? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| prameswara (Newbie) 19/04/08 09:56 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? pemenangnya bukanlah TM,maxis, atau temasek. pemenang sebenarnya adalah Nokia, Ericsson, Siemens. Lihatlah bagaimana mereka kelabakan ketika kue mereka direbut oleh huawei dan ZTE di CDMA. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| stickerlifter (Penasihat) 21/04/08 09:35 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? My previous posting Soal informasi bisa disadap negera lain sudah sering dibahas deh. Diatas adalah link ke salah satu pendapat saya tentang ini. Menurut aku sih yang bikin isu ancaman keamanan itu biasanya politikus. Apa aja bisa dipermasalahkan. Walaupun secara teknis sanggat sulit. Memangnya direksi dari pihak Singapore atau Malaysia tau bit and bytenya system yang dipake...? Yang bisa monitor percakapan pasti level teknisi. Nah kalo teknisinya berkhianat baru tuh percakapan bisa direkam sama pihak luar. Nggak perlu negara pemegang saham, China, Amerika, Rusia juga bisa kalo mau main kaya spion-2 an gitu. Kenapa kita nggak takut sama Microsoft...? Dia yang paling gampang ambil data disemua komputer yang terhubung ke internet. Jauh lebih berbahaya dari direkamnya pembicaraan lewat seluler. Atau Ericsson yang bikin software...? Menurut aku sih investasi negara asing disemua sektor industri adalah murni hitung-2an bisnis. Pengusaha kita juga banyak koq yang investasi di luar negeri. Terakhir ada group Aneka Kimia Raya yang ambil alih beberapa pelabuhan di China. Orang Chinanya nggak ada yang ribut kaya karyawan Pelindo yang kebakaran jengot sampe demo segala (soalnya kalo dimiliki orang asing khan susah korupsi he he he...). Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| leo5354 (Penasihat) 21/04/08 16:55 | π Re: Perang Tarif Operator = Perang Singapura vs Malaysia di Indonesia ???? @ atas : Gue pernah denger soal program yang dipake FBI sama CIA buat monitoring semua email yang beredar di Google, Yahoo atau email gratisan lainnya. Kalo gue ga salah ada warga AS sendiri yang menuntut atas penyadapan email2 tersebut. Tapi gue ta tau pasti hasil akhir dari tuntutan itu. Yang gue mau nunjukkin adalah fakta bahwa penyadapan atas informasi itu bisa dilakukan dengan semua cara dan tidak harus dilakukan oleh level pekerjaan tertentu. Setiap manajemen punya policy2 tersendiri. Dan mungkin aja tanpa kita ketahui policy itu yang dijadikan alat untuk melakukan penyadapan. Tapi biar ga OOT gue ga mo memperpanjang soal penyadapan data rahasia. Gue lebih ngeliat ke fakta bahwa sektor telekomunikasi yang sebetulnya vital buat suatu negara kenapa bisa dikuasai mayoritasnya oleh negara asing. Perkara ada perusahaan sini yang menguasai pelabuhan di RRC kita musti melihat fakta bahwa biarpun perusahaan itu dimiliki oleh org sini tapi pastinya disana bergerak dengan melalui perusahaan lokal jg. Dan itupun gue yakin pelabuhan yang dikuasai bukanlah pelabuhan yang vital macam Shanghai. Pointnya adalah boleh aja pihak asing menguasai sektor tertentu tapi jgnlah sampai menguasai mayoritas atau menguasai hal yang sangat penting. Itu aja seh sebetulnya concern gue. Trus soal kenapa gue ngeliat ada persaingan antar kedua negara mungkin adalah faktor kebetulan bahwa sektor telekomunikasi kita saat ini dikuasai oleh perusahaan milik kedua negara tersebut. Dan tanpa melupakan fakta kadangkala antar kedua negara jg sepertinya bersaing makanya gue ngerasa mungkin aja ada kaitannya. But as i said, apa yang gue kemukakan adalah pure pendapat gue pribadi, yang bisa jadi benar atau bisa juga salah. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi