| adit38 (Penasihat) 24/02/08 21:29 | 🙂 Perang Msh Berlanjut !! Tarif antar operator XL jd 400/menit. Gw baca berita disini: [tautan dihapus] Kata na XL turunkan tarif off net jadi 400/menit. Ga jelas bebas/jempol, kapan berlaku ga jelas jg, berita na ga detail. Yg jelas hr ini susah nelpon/sms... Ada yg bs confirm detail berita diatas ga? Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 29/02/08 16:50 | 😐 Re: Perang Msh Berlanjut !! Tarif antar operator XL jd 400/menit. 'Operator telepon nirkabel akan berguguran' JAKARTA: Frontier Consulting memprediksi dalam lima tahun mendatang akan banyak perusahaan telekomunikasi nirkabel yang rontok akibat perang tarif yang sengit dan berkepanjangan sehingga membuat penerimaan profit menjadi tidak layak. Handi Irawan D., Chairman Frontier Consulting Group, mengatakan sekarang ini tarif telekomunikasi yang ditawarkan perusahaan nirkabel yang beroperasi di Indonesia sudah ditekan 50% hingga 80%, karena pasarnya lebih didominasi kelas bawah. "Tarif seluler di Indonesia sudah turun 50%-80%. Perang tarif yang 'gila-gilaan' ini bisa cukup lama . Karena itu diprediksikan mungkin dua hingga lima tahun lagi, saya kira mulai ada perusahaan yang 'lempar handuk' ," kata Handi dalam seminar bertema Winning competition through customer value strategy, kemarin. Dia menjelaskan memang saat ini terjadi fenomena di global terjadinya penurunan tarif telekomunikasi nirkabel, seperti Thailand yang semula tujuh sen per menit menjadi dua hingga empat sen, sedangkan di Taiwan dari semula 12 sen menjadi 9 sen-10 sen. Indonesia ada yang menurunkan semula Rp800 per menit bicara menjadi Rp400-Rp500. Menurut Handi, sebenarnya ditinjau dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 220 juta jiwa, memberikan gambaran adanya peluang pasar yang masih luas bagi perusahaan telekomunikasi nirkabel. Pasar yang kebanyakan dari kelas bawah, menyebabkan ARPU (belanja pulsa per pelanggan) operator telekomunikasi menjadi tidak sepadan meskipun pasar sebenarnya memang belum jenuh. "Karena ARPU makin kecil dan menjadi tidak sepadan, sudah pasti di masa mendatang revenue tidak mencukupi cost. " Ditimpali dengan persaingan yang ketat, dan sudah terdapatnya sepuluh operator telekomunikasi nirkabel di Indonesia, mengakibatkan omzet yang tersedia di pasar tidak lagi bisa mencukupi kebutuhan semua perusahaan secara layak. Tinggal tiga Dari sekian banyak perusahaan telekomunikasi nirkabel, katanya, ada yang cuma kebagian 'kue' yang terlalu kecil. Akibat tidak mendapat keuntungan yang layak, perusahaan tidak mampu menciptakan jaringan berkualitas. Perusahaan yang mengecil profitnya tersebut bahkan tidak lagi mampu untuk mempertahankan jaringan berkualitas dasar yang dibutuhkan konsumen, yaitu mendapatkan sinyal yang baik, suara jernih, dan cakupan yang luas wilayahnya. "Akibatnya perusahaan yang profitnya makin kecil sulit hidupnya. Pricing yang sangat murah membuat [mereka] tidak mempunyai profit dan tidak mampu membangun BTS," kata Handi. Handi memprediksi dalam pertarungan tarif yang sengit saat ini, perusahaan yang terlebih dulu eksis lebih kebal atas persaingan. Sebaliknya pemain yang hadir belakangan akan lebih sulit bertahan. Kesulitan tersebut terkait dengan jumlah pelanggan. Operator yang hadir lebih dulu, saat ini sudah mengantungi jumlah pelanggan yang cukup besar. "Siapa yang rontok duluan, sulit dikatakan. Namun, pemain yang belakangan lebih sulit, dan CDMA pasti lebih berbahaya ke depan. Telkomsel, Indosat, dan Excelcomido rasanya lebih aman, karena mereka sudah menembus di atas 5 % pangsa pasar. Menurut saya critical mass-nya sudah cukup," jelas Handi. Ketika ditanya adanya usulan untuk menetapkan batasan tarif minimum, Handi tidak sependapat. Alasannya teknologi operator nirkabel sangat dinamis. Sewaktu-waktu bisa tercipta teknologi yang lebih cepat, dan lebih murah tarifnya. Dengan begitu, jika dipaksakan menentukan minimal tarif, bukan tidak mungkin biaya tersebut frekuensi pergantiannya sangat sering seiiring dengan perubahan teknologi yang dinamis. "Kalau harga [minimal] goyang terus, konsumen bingung. Nanti setiap tiga bulan direvisi terus, karena industri ini cost-nya bergerak terus," ujar Handi. (linda.silitonga@[tautan dihapus]) Oleh Linda T. Silitonga Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 29/02/08 16:52 | 😐 Re: Perang Msh Berlanjut !! Tarif antar operator XL jd 400/menit. Perang tarif dongkrak trafik percakapan DENPASAR: Program tarif murah yang berlanjut pada perang tarif antaroperator seluler telah berdampak pada peningkatan lalu lintas percakapan sebesar 100% dan penambahan pelanggan di daerah Bali. General Manager Sales & Customer Service Telkomsel Bali Nusra Hastining B. Astuti, Head of Denpasar Branch PT Indosat M Arif Junaidi, dan Regional Sales Operation Manager XL Bali-NTT Ivan Priyahutama, saat dihubungi Bisnis secara terpisah membenarkan hal itu. Bahkan, menurut ketiga pimpinan operator seluler di Bali itu, sejumlah program yang ditawarkan operator seluler telah berdampak positif karena konsumen bisa menentukan banyak pilihan. Hastining, misalnya, mengatakan sejak produk Simpati Pede yang menawarkan tarif Rp0,5 per detik diluncurkan, lalu lintas percakapan naik 50%-60% dari sebelumnya. Rata-rata menurut dia percakapan yang biasanya berkisar 3 menit-5 menit ikut melonjak pula hingga rata-rata mencapai 30 menit, sehingga memberikan keuntungan menurut hitungan secara bisnis. Dia bahkan mengingatkan agar pelanggan tetap bijak melakukan komunikasi melalui telepon seluler. Maksudnya, pelanggan agar tidak boros lantaran iming-iming tarif murah, melainkan menggunakannya secara efektif dan efisien. (k2) Oleh S. Ardiansyah Bisnis Indonesia Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi