| diktus_keren (Penasihat) 26/01/08 13:21 | 🙂 kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? Sekarang setelah migrasi ke freq 800mhz apakah flexi juga masih harus ganti nomer setiap ke luar kota pake combo gt dech.khan repot tuch susah dihubunginya, suatu saat bisa nggak nich flexi g pake ganti2 nomer Post Extras: 🖨️ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 26/01/08 15:19 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? karena lisensinya Fixed Wireless Access, mobilitas terbatas kode area kota... beda dengan lisensi mobile cellular yg nomernya premium 08xxxxxxx yg bisa ke mana saja tanpa batasan kecuali coverage gak ada atau tidak ada kerja sama roaming Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 26/01/08 17:34 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? Boss, sbnernya utk semua opr FWA CDMA: Esia, Flexi, Starone, pindah frekuensi apapun ga ngaruh, krn emg wilayah lisensinya dibatasi satu kode area saja. Maka dr itu, nomor Esia/Flexi/Starone sbnernya cm bs dipake di kota/area asalnya sj. Jd klo mo kluar kota, dia tetap kudu aktifin layanan Combonya spy kartu tsb bs dipake di kota lain... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| evotech (Penasihat) 27/01/08 02:20 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? Betul... karena dia ijinnya sebagai penyelenggara FWA Post Extras: 🖨️ Cetak |
| londogelo (Penasihat) 30/01/08 15:48 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? Pantes Fren sekarang tag line nya "MUrah, tidak Repot" hehe. lagi tonjolin pindah kota gak pake daftar soalnya iya bro CDMA yang ijin layanannya Selular baru Fren dan Smart kalo gak salah Post Extras: 🖨️ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 30/01/08 20:04 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? Quote: Londogelo said: Pantes Fren sekarang tag line nya "MUrah, tidak Repot" hehe. lagi tonjolin pindah kota gak pake daftar soalnya iya bro CDMA yang ijin layanannya Selular baru Fren dan Smart kalo gak salah Sampoerna Telekomunikasi Indonesia Ceria juga selular prefix 0828 gitu deh Post Extras: 🖨️ Cetak |
| zexelgrifone (Penasihat) 31/01/08 07:48 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? Kekna iya.. Saya punya Ceria, untuk Area Jawa Tengah.. Cuman blum pernah coba dibawa ke luar area sih.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| devender (Penasihat) 31/01/08 16:46 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? tp apa kualitas fren di luar kota bagus? kalo flexi kan bagus tu karena di pegang telkom Post Extras: 🖨️ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 31/01/08 18:07 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? Quote: devender said: tp apa kualitas fren di luar kota bagus? kalo flexi kan bagus tu karena di pegang telkom lumayan lah Bro, tp itu dengan catatan daerah Pulau Jawa ya... kalo luar pulau gw gak tau deh, gak pernah pergi2 ke daerah2 sana soalnya... Post Extras: 🖨️ Cetak |
| ferdi7103 (Newbie) 08/02/08 11:34 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? Secara peraturan dan regulasi emang dibatasi..sehingga secara fisik seolah2 ganti nomor,..padahal tehnisnya hanya MDN aja yg diganti di HLR,..tp kalau mau tetap nomor flexi 021-7xxxxxx,..bisa dipakai di mana2 bisa saja sih,..tinggal minta aja dinyalakan future "FM (Full Mobilitinya" di MSC..minta tolong tuh ama temen2 vendor yg nongkrong di MSCNYA FLEXI DI Kebayoran,..punya mereka walupun 021-7xxxx bisa dibawa dan dipakai se indonesia raya,...he..he.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| rusco (Penasihat) 08/02/08 12:28 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? Aturan FWA Akan Direvisi Investor daily, edisi 8 Februari 2008 JAKARTA-Operator seluler mengusulkan agar jaringan telepon nirkabel tetap (FWA) dimasukkan ke dalam kelompok seluler, bukan jaringan tetap. Operator seluler menganggap hal itu tidak adil terkait kebijakan baru tentang tarif interkoneksi. Pemerintah akan merevisi Keputusan Menteri Perhubungan (KM) No 35/2004 tentang FWA. Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Kamilov Sagala mengatakan, untuk membereskan masalah tersebut, pemerintah akan merevisi Keputusan Menteri Perhubungan (KM) No 35/2004 tentang Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas. Salah satu yang akan dilakukan pemerintah adalah memasukkan FWA sebagai satu bagian tersendiri. "Ini supaya jelas. Jadi tidak seperti sekarang, FWA seperti musang berbulu domba, tidak jelas," kata Kamilov kepada Investor Daily di Jakarta, pekan lalu. Selain itu, dalam pembahasan tersebut juga diusulkan agar definisi FWA lebih diperjelas. "Jadi nantinya FWA tidak bisa seperti sekarang, bisa ke luar kota melalui layanan GoGo atau Combo. FWA itu sifatnya terbatas, seperti limited area. Ke depan kita akan mengarah kepada unified communciation system," lanjut Kamilov. Usul itu mencuat dalam pembahasan regulasi tentang tarif interkoneksi antara BRTI dan seluruh operator akhir bulan lalu. Selain itu, biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi FWA juga lebih murah dari seluler. Padahal, menurut argumen operator seluler, FWA tidak bisa digolongkan sebagai jaringan telepon tetap karena telah menggunakan teknologi seluler. Menurut Kamilov, perdebatan tersebut sebetulnya lebih mengarah kepada perlakuan yang sama (equal treatment) dalam pengaturan tarif interkoneksi telekomunikasi yang ditetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh. Dengan menggolongkan FWA ke dalam fixed line, operator seluler merasa diperlakukan tidak adil. "Mereka menuntut agar FWA dikategorkan sebagai seluler, bukan jartap. Menurut saya, argumen yang diberikan (operator seluler) itu ada benarnya," kata dia. Para operator seluler, kata Kamilov, melihat ada beberapa komponen dari FWA yang dapat digolongkan sebagai bagian dari seluler. Ini yang mendasari usulan mereka agar FWA dimasukkan ke seluler. "Memang jika dilihat dari sisi aplikasi teknologi, FWA seharusnya dikategorikan sebagai telepon seluler," kata Kamilov. Dalam KM No 35/2004, FWA digolongkan sebagai jartap (fixed line). Operator FWA itu antara lain PT Telkom (Flexi), PT Indosat (StarOne), PT Bakrie Telecom (Esia), PT Mobile-8 (Fren), dan PT Smart Telekomunikasi Indonesia (Smart). Namun, menurut Kamilov, dalam aturan tersebut tidak disebutkan secara detail teknologi apa yang boleh diimplementasikan oleh operator FWA. Hal tersebut, menurut Kamilov, akhirnya menimbulkan kerancuan. Pada satu sisi, terutama pemakaian, FWA pantas disebut sebagai seluler. Namun, aturan pemerintah justru menggolongkan FWA sebagai jartap. "Ini kan lucu, seolah-olah regulasi tersebut memasung perkembangan teknologi FWA sendiri," kata dia. Sementara itu, anggota Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) sekaligus Direktur PT Mobile 8 Merza Fachys mengatakan, dalam pertemuan BRTI dan operator saat membahas regulasi tarif interkoneksi, operator seluler merasa FWA diperlalukan sama dengan fixed line. Padahal secara teknologi, FWA dan seluler sama. Merza mengatakan, walaupun bagaimana, pemerintah harus mengacu kepada peraturan yang berlaku, yakni FWA digolongkan sebagai fixed line. "Memang, saya mengerti, saat ini sejumlah hal, seperti teknologi, teknik pemasaran cenderung mirip dengan seluler. Namun kami harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku," ujar Merza. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| hopeless (Penasihat) 09/02/08 19:07 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? emang bisa full mobility gitu? mau dunk nyoba Post Extras: 🖨️ Cetak |
| zexelgrifone (Penasihat) 11/02/08 09:38 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? wew.. full mobility.. dengan tarif murah.. mauuu.. Post Extras: 🖨️ Cetak |
| thad (Newbie) 11/02/08 20:56 | 😐 Re: kenapa flexi musti ganti nomer setiap ganti kota?? Kayaknya perlu di coba kalo se Jawa satu kode area, se sumatera satu kode area, se kalimantan satu kode area, sulawesi begitu juga, maluku dan papua juga jadi sama. Ntar se Indonesia satu kode area. Jadi ribet urusan ganti-ganti nomor kan karena kode area beda. Gimana ya kalo kejadian kayak gitu ... Post Extras: 🖨️ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi