| adit38 (Penasihat) 20/01/08 18:34 | π Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Setelah puluhan tahun launcing, ampe hari ini Fren ga nongol2 di lombok, sedang smart yg belum genap setahun sudah jelas kabar beritanya di lombok, gw yg notabene tinggal di desa (PRAYA), jauh dr kota mataram (30km) sudah dpt berita segar pembangunan bts smart 100meter dr rumah, dan dpt berita mau on di lombok Q1 2008. Pdhl loh, udah 4 bulan ini ada BTS fren di lingkungan RW ku, gw bahkan dah beli perdana fren di jawa, eh sejak berdiri BTSnya 4 bulan lalu, tiap di cek tetep ga ada sinyal fren nya, ampe skrg, walo di Mataram. Cape gw nunggu.... Disalip ma 3 lg. Nah dpt angin segar dr SMART, bahkan bali dah on, pdhl fren br aja on di bali. Kalo dah ada SMART, 3 gw ganti krn BTS terdekat 3 jauh, 6km dr PRAYA, jadi sinyal 3 cm dapet kalo keluar rumah. Ayo SMART, gw jd marketing/iklan hidup-mu scr gratis kalo loe dah on di PRAYA. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 22/02/08 10:52 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Fren, apakah sdh "menyerah"??? -------------------------------- Jumat, 22/02/2008 09:35 WIB Mobile-8 Mandeg di 2007 Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - PT Mobile-8 Telecom Tbk selaku penyelenggara seluler Fren bisa dibilang telah mengalami keterpurukan yang amat sangat pada tahun lalu -- kalau tak mau dibilang gagal total. Pasalnya, di sepanjang 2007 tak ada prestasi yang menggembirakan selain mandegnya ekspansi jaringan, target pelanggan yang tak tercapai serta tak kunjung jua digelarnya layanan telepon tetap nirkabel FWA. Mobile-8 gagal meraih target 4 juta pelanggan pada tahun lalu meski telah didukung penambahan jumlah infrastruktur BTS dari 440 unit pada akhir 2006 menjadi lebih dari 1.000 BTS pada akhir 2007. Jumlah pelanggan operator seluler berbasis teknologi CDMA itu hanya tumbuh 65%, dari sekitar 1,8 juta pelanggan di akhir 2006 menjadi lebih dari 3 juta pelanggan di akhir 2007. Artinya, target tersebut meleset satu juta pelanggan. Direktur & Chief Corporate Affairs Mobile-8, Merza Fachys secara implisit mengungkapkan, melesetnya target pelanggan tak lain karena belum terselesaikannya rencana perluasan jaringan layanan di luar pulau Jawa. "Di tahun 2007 mengalami penundaan tak terduga akibat vendor utama kami tidak dapat melaksanakan rencana yang telah dijadwalkan sebelumnya," ujarnya kepada detikINET melalui keterangan tertulis, Jumat (22/2/2008). Mobile-8 memilih Samsung sebagai penyedia utama infrastruktur jaringan selulernya yang berbasis CDMA. Penyedia layanan Fren ini menganggarkan belanja modal sekitar US$ 140 juta untuk ekspansi jaringannya di 2008. Menurut Merza, anggaran tersebut lebih besar dua kali lipat dari angka aktual belanja modal (capital expenditure) tahun sebelumnya yakni sekitar US$ 60 juta. "Kami telah menyiapkan dana yang cukup untuk membiayai belanja modal ini. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan serta jumlah BTS kami di 2008 ini hingga lebih dari dua kali lipat," ujarnya. Merza optimistis kinerja perusahaannya di 2008 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan rencana peluncuran jaringan layanan telepon tetap lokal nirkabel dengan mobilitas terbatas (fixed wireless access atau FWA) serta berbagai kegiatan pemasaran lainnya. Sebelumnya, Mobile-8 menargetkan layanan FWA miliknya mulai beroperasi paling lambat akhir tahun lalu. Namun, rencana tersebut tak kunjung jua terlaksana hingga bulan kedua 2008 ini. Mobile-8 tahun lalu juga mundur dari tender sambungan langsung internasional (SLI) dan tak ikut serta dalam program telepon pedesaan Universal Service Obligation. (rou/ash) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| _v1c_ (Penasihat) 22/02/08 11:14 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? ^ Hidup segan, mati tak mau Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 22/02/08 21:56 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Jumat, 22/02/2008 11:46 WIB Prestasi Mandeg, Direksi Mobile-8 Dirombak Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - PT Global Mediacom Tbk selaku induk perusahaan PT Mobile-8 Telecom Tbk tengah mengajukan proses pengusulan nama-nama manajemen baru. Pergantian direksi menyusul mandegnya prestasi penyelenggara layanan seluler berbasis CDMA tersebut di 2007 lalu. Berikut adalah para profesional di bidang telekomunikasi yang telah diajukan untuk mengisi pos manajemen puncak penyedia layanan Fren tersebut, seperti dikutip detikINET, Jumat (22/2/2008) dari pernyataan resmi yang dirilis Global Mediacom. - Wityasmoro Sih Handayanto selaku Direktur Utama & CEO menggantikan Hidajat Tjandradjaja. Wityasmoro yang memiliki pengalaman selama 25 tahun di sektor telekomunikasi, bergabung dengan PT Global Mediacom Tbk sejak September 2007 untuk memimpin bidang teknologi informasi dan infrastruktur telekomunikasi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur di PT Indosat Tbk. - Susanto Sosilo selaku Direktur Sales dan Pemasaran menggantikan Chee Pok Jin. Susilo memiliki pengalaman selama 16 tahun di industri telekomunikasi di Indonesia, termasuk sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penjualan & Pemasaran di Ericsson Indonesia dan sebagai Country Head di Sony Ericsson Indonesia. - Anthony Chandra Kartawiria selaku Direktur dan Chief Financial Officer menggantikan Lucy Suyanto. Anthony memiliki pengalaman luas di bidang pasar modal dan banking investment, termasuk menjabat sebagai Direktur Utama di PT Bhakti Capital Indonesia Tbk. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Direktur di PT Bank Century Tbk selama 8 tahun dan sebagai Direktur di PT Indo Citra Finance Tbk selama 10 tahun. (rou/dwn) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| onywa (Penasihat) 24/02/08 11:39 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? FREN udah kembang-kempis ya? gmn dgn yg lain? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 24/02/08 12:35 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Quote: Akunoichi said: FREN udah kembang-kempis ya? gmn dgn yg lain? kalo bicara CDMA kayaknya ya cuma fren kali ya... starone ---> indosat masak KO gitu aja, operator nomer 2 lho flexi ---> ini apalagi... telkom kan tau sendiri esia ---> leader CDMA, harusnya tetap leading... ceria ---> sampoerna, gak tau deh.... jarang denger tp penetrasi di kalangan pinggiran sangat OK, bnyk yg pake juga hmmm entah apa yg salah dari fren, fokusnya dah berubah... apa dia mau fokus di data tapi tarifnya gak menarik... fokus di voice tp tarif overall gak terlalu murah dan kesannya dia bertempur dengan GSM... apakah salah approach??? Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Ngelih (Penasihat) 24/02/08 13:02 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? dari awal udah setengah2 lisensi spt gsm, bergerak di cdma Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Gallery (Penasihat) 25/02/08 10:14 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Quote: rusco said: Jumat, 22/02/2008 11:46 WIB Prestasi Mandeg, Direksi Mobile-8 Dirombak Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - PT Global Mediacom Tbk selaku induk perusahaan PT Mobile-8 Telecom Tbk tengah mengajukan proses pengusulan nama-nama manajemen baru. Pergantian direksi menyusul mandegnya prestasi penyelenggara layanan seluler berbasis CDMA tersebut di 2007 lalu. Berikut adalah para profesional di bidang telekomunikasi yang telah diajukan untuk mengisi pos manajemen puncak penyedia layanan Fren tersebut, seperti dikutip detikINET, Jumat (22/2/2008) dari pernyataan resmi yang dirilis Global Mediacom. - Wityasmoro Sih Handayanto selaku Direktur Utama & CEO menggantikan Hidajat Tjandradjaja. Wityasmoro yang memiliki pengalaman selama 25 tahun di sektor telekomunikasi, bergabung dengan PT Global Mediacom Tbk sejak September 2007 untuk memimpin bidang teknologi informasi dan infrastruktur telekomunikasi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur di PT Indosat Tbk. - Susanto Sosilo selaku Direktur Sales dan Pemasaran menggantikan Chee Pok Jin. Susilo memiliki pengalaman selama 16 tahun di industri telekomunikasi di Indonesia, termasuk sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penjualan & Pemasaran di Ericsson Indonesia dan sebagai Country Head di Sony Ericsson Indonesia. - Anthony Chandra Kartawiria selaku Direktur dan Chief Financial Officer menggantikan Lucy Suyanto. Anthony memiliki pengalaman luas di bidang pasar modal dan banking investment, termasuk menjabat sebagai Direktur Utama di PT Bhakti Capital Indonesia Tbk. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Direktur di PT Bank Century Tbk selama 8 tahun dan sebagai Direktur di PT Indo Citra Finance Tbk selama 10 tahun. (rou/dwn) Makin menarik nih persaingan di Industri Telekomunikasi... Kemarin2 kan Boss-nya Fren bukan dipegang sama orang telekomunikasi, sekarang CEO Fren dari dunia telekomunikasi, masa sih tangan2 dingin orang yang malang melintang di dunia telco gak bisa merubah Fren? padahal secara teknologi kan oke tuh, operator CDMA mana lagi yang menggunakan Samsung sebagai vendor jaringan telco-nya? Jadi sebagai konsumen, we'll wait and see Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 25/02/08 13:02 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? SMART kan pny lisensi yg sm dg Fren. Jd ditgg sj gmn kinerja Mobile-8 tlh ganti direksi... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 26/02/08 07:02 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Senin, 25/02/2008 17:10 WIB Mobile-8: Mau Ngebut, Jangan Naik Oplet! Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - Mobile-8 Telecom mencoba realistis menatap masa depan bisnis telekomunikasinya di 2008 ini, mengingat belum tercapainya puncak performa infrastruktur jaringan layanan. Pun, penyedia seluler Fren itu mengaku tak mau lagi mengulangi kesalahannya di tahun lalu ketika gagal memenuhi kapasitas pembangunan jaringan akibat salah memilih vendor. Meski tetap memakai Samsung sebagai penyedia jaringan CDMA utamanya, namun Direktur & Chief Corporate Affairs Mobile-8, Merza Fachys, mengaku telah mengantungi dua nama vendor lainnya asal China, yakni ZTE dan Huawei. "Samsung tidak bisa begitu saja dilepas, harus cari jalan lain. Sekarang saya sedang berhadapan dengan mereka. Saya bilang, yang penting tidak usah rencanakan yang tidak bisa dikerjakan. Naik oplet nggak mungkin 200 km/jam, harus pakai mobil. Bukan satu, tapi tiga," urainya kepada detikINET lewat telepon, Senin (25/2/2008). Merza pun berharap, perombakan manajemen di tubuh Mobile-8 saat RUPS perseroan pada 25 Maret 2008 ini bisa membawa angin segar. Sehingga, target pelanggan dua kali lipat dari pencapaiannya tahun sebelumnya bisa diraih. Mobile-8 menargetkan jumlah pelanggannya menjadi enam juta di akhir 2008. ( rou / rou ) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 26/02/08 21:23 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Selasa, 26/02/2008 14:34 WIB Takut Seluler Dikanibal, Mobile-8 Tunda FWA Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - Mobile-8 Telecom mengaku tak mau buru-buru meluncurkan fixed wireless access (FWA) karena takut layanan telepon tetap nirkabel itu nantinya justru mengkanibal pelanggan seluler CDMA eksistingnya. Oleh sebab itu, kata Direktur & Chief Corporate Affairs Mobile-8, Merza Fachys, pihaknya memutuskan untuk menunda peluncuran FWA sampai brand seluler Fren cukup kuat posisinya di pasaran. "Kami sedang menunggu hari baik. Penundaan peluncuran hanya soal strategi karena saat ini belum waktunya mengingat Fren lagi turun. Kalau dipaksakan takutnya Fren makin habis. Kami takut terjadi kanibalisme. Tadinya mau cari pelanggan baru, justru pelanggan sendiri yang tergerus," jelasnya pada detikINET, Selasa (26/2/2008). Mobile-8 sendiri berencana meluncurkan FWA di enam kota di Jawa, Bali, dan Kalimantan. Layanan tersebut sejatinya telah mengantungi izin prinsip penyelenggaraan sejak September 2007 lalu setelah mendapat lisensi FWA sebelumnya pada Desember 2006. "Sejak awal 2008 kami terus memperkuat brand seluler Fren. Kalau dalam dua bulan ini positioning Fren sudah mengakar, kami akan langsung meluncurkan FWA setelah mengevaluasinya di awal Maret ini," kata Merza lebih lanjut. Untuk menyelenggarakan jaringan layanan FWA, Mobile-8 mengalokasikan 20% dari US$ 125 juta total anggaran belanja modalnya di 2007. Mobile-8 yang saat ini memiliki 3,1 juta pelanggan Fren menyiapkan belanja modal US$ 140 juta. ( rou / dwn ) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 27/02/08 13:34 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Rabu, 27/02/2008 13:04 WIB Lisensi FWA Mobile-8 Terancam Dicabut Achmad Rouzni Noor II - detikinet Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai tindakan Mobile-8 Telecom yang menunda peluncuran fixed wireless access (FWA) tidak dapat dibenarkan sehingga terancam dicabut lisensinya. "Apalagi mereka sudah janji akan komersial Desember lalu," kata Anggota BRTI, Heru Sutadi kepada detikINET, Rabu (27/2/2008). Mobile-8, lanjutnya, telah lulus uji laik operasi (ULO) untuk FWA dan sudah diberikan izin penyelenggaraan. "Lisensi bukan cek kosong karena ada kewajiban yang harus dilakukan. Jika tidak serius, baiknya lisensi FWA-nya dikembalikan ke pemerintah," Heru menegaskan. Namun di sisi lain, Mobile-8 mengaku tak bersalah dengan mundurnya penyelenggaraan layanan telepon tetap nirkabel itu, dan baru berencana meluncurkannya secara komersial pada Maret 2007 ini. Mobile-8 semula berencana meluncurkan FWA di enam kota di Jawa, Bali, dan Kalimantan. Menurut Direktur & Chief Corporate Affairs Mobile-8, Merza Fachys, meski telah mendapat restu pemerintah untuk menggelar FWA pada Desember 2006, namun izin prinsip penyelenggaraan dan sistim penomoran FWA baru diperoleh pada September dan November 2007. "Mobile-8 tetap mematuhi dan memenuhi apa yang ada di lisensi. Dan belum, serta tidak ada yang dilanggar dari lisensi dengan diundurnya launch komersialnya FWA," ujarnya ketika dikonfirmasi. Meski demikian, BRTI sendiri bersikukuh menyatakan, penundaan peluncuran FWA Mobile-8 tersebut sebagai suatu tindakan yang salah. "Bagus kalau kami sampai dituntut karena menegakkan aturan tidak optimalnya penggunaan frekuensi dan penomoran sebagai sumber daya yang terbatas. Promise is a promise," tandas Heru. ( rou / wsh ) Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 27/02/08 13:35 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Mobile-8 pacu perluasan layanan JAKARTA: PT Mobile-8 Telecom Tbk memacu perluasan jangkauan layanan di luar Jawa dengan alokasi belanja modal US$140 juta tahun ini. Operator tersebut juga menyiapkan perubahan struktur manajemen. Direktur Corporate Affairs Mobile-8 Merza Fachys mengatakan tahun ini pihaknya akan memacu rencana perluasan layanan di luar Pulau Jawa yang belum sempat direalisasi tahun lalu. "Kami telah menyiapkan dana yang cukup untuk belanja modal," ujarnya. Tahun 2008, operator itu mengalokasikan belanja modal sekitar US$140 juta atau lebih dari dua kali lipat dari angka belanja modal 2007 yang mencapai US$60 juta. Tahun lalu, perluasan jangkauan layanan mengalami penundaan karena vendor utama tidak dapat melaksanakan rencana sesuai dengan jadwal. Merza menegaskan pihaknya optimistis kinerja tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu menyusul rencana peluncuran berbagai kegiatan pemasaran yang baru di antaranya layanan jaringan telepon tetap lokal tanpa kabel dengan mobilitas terbatas atau fixed wireless access (FWA). Dia mengatakan untuk menjaring pelanggan baru, sudah disiapkan rencana untuk menggelar jaringan di berbagai kota besar di luar Jawa dengan target pelanggan dan base transceiver station (BTS) lebih dari dua kali lipat. Jumlah pelanggan Fren sepanjang 2007 tumbuh 65% dari 1,8 juta pelanggan menjadi lebih dari tiga juta pelanggan. Peningkatan itu diklaim sebagai keberhasilan strategi tarif promosi dan penambahan BTS dari 440 BTS akhir tahun 2006 menjadi lebih dari 1.000 BTS akhir 2007. Fren juga telah beroperasi di area-area baru di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Bali. Dalam pernyataan resminya pekan lalu PT Global Mediacom Tbk (Global) selaku induk perusahaan Mobile-8 mengajukan pengusulan nama-nama untuk menyusul rencana perubahan struktur manajemen. Di antara usulan itu terdapat nama Wityasmoro Sih Handayanto, mantan direktur PT Indosat Tbk yang diusulkan menggantikan dirut Hidajat Tjandradjaja. Susanto Sosilo direktur pemasaran PT Ericsson Indonesia untuk menduduki direktur pemasaran menggantikan Chee Pok Jin. Nama lain adalah Anthony Chandra Kartawiria dirut PT Bhakti Capital Indonesia Tbk untuk menggantikan Lucy Suyanto selaku direktur ke-uangan. Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| ofaya (Penasihat) 28/02/08 09:20 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? 'cinta' banget [tautan dihapus] ama mobile-8.... masa 3 hari berturut2 udah ada 6 artikel nangkring.... top rank lagi untuk komentar2nya... Bravoooo Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| Gallery (Penasihat) 28/02/08 09:47 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? BRTI punya wewenang sejauh itu yah? masa sih dia gak tau alasan utamanya pasti karena belum dibuka jaringan interkoneksi dari Telkom! Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 29/02/08 04:31 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Yah, gue cm pas dpt britanya & share di sini sj... Thx... Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| dinawulan (Penasihat) 29/02/08 09:01 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? pascabayar paling enak menurut gw,gak pake minimun,tarif ok buat ssama fren,gw perbulan cm bayar 9rb perak buat tlp k ssama fren,pdhl makenya lama dan sering bgt,kl pk pra bayar ga kuat beli voucernya Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| z0mbi3 (Penasihat) 29/02/08 12:13 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Quote: kukubulat said: pascabayar paling enak menurut gw,gak pake minimun,tarif ok buat ssama fren,gw perbulan cm bayar 9rb perak buat tlp k ssama fren,pdhl makenya lama dan sering bgt,kl pk pra bayar ga kuat beli voucernya ini dia poin y gw suka... tarif pascabayar yg lebih murah dengan fleksibilitas tarif lebih murah dari prabayar... adik gw pake paket yg ini nih Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 05/03/08 09:32 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Perombakan Manajemen 25 Maret Nanti Rakyat Merdeka, Rabu, 5 Maret 2008 Mobile-8 Pasang Target Raih 6 Juta Pelanggan Mobile-8 Telecom mencoba realistis menatap masa depan bisnis telekomunikasinya di 2008 ini, mengingat belum tercapainya puncak performa infrastruktur jaringan layanan.Jakarta, Probisnis RM.Penyedia seluler Fren itu mengaku tak mau lagi mengulangi kesalahannya di tahun sebelumnya ketika gagal memenuhi kapasitas pembangunan jaringan akibat salah memilih vendor. Meski tetap memakai Samsung sebagai penyedia jaringan CDMA utamanya, tetapi Direktur & Chief Corporate Affairs Mobile-8, Merza Fachys, mengaku telah mengantungi dua nama vendor lainnya asal China, yakni ZTE dan Huawei. "Samsung tidak bisa begitu saja dilepas, harus cari jalan lain. Sekarang saya sedang berhadapan dengan mereka. Saya bilang, yang penting tidak usah rencanakan yang tidak bisa dikerjakan. Naik oplet nggak mungkin 200 km/jam, harus pakai mobil. Bukan satu, tapi tiga," katanya beberapa waktu yang lalu. Rencana perombakan manajemen Mobile-8 Telecom setelah memperoleh persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 25 Maret 2008 mendatang diharapkan membawa angin segar. Sehingga, target pelanggan dua kali lipat dari pencapaiannya tahun sebelumnya bisa diraih. Mobile-8 menargetkan jumlah pelanggannya menjadi enam juta di akhir 2008. Berdasarkan data, di PRPM (Pusat Referensi Pasar Modal) di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Mobile-8 Telecom Tbk pada kuartal ketiga 2007 ini telah memiliki sekitar 2,54 juta pelanggan atau naik 73,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan 1,46 juta pelanggan. Kenaikan pelanggan tersebut secara signifikan juga telah meningkatkan pendapatan dari layanan percakapan suara dan pesan pendek (SMS). Kenaikan tersebut juga mendorong jumlah rata-rata penggunaan pulsa pelanggan (ARPU) gabungan secara bertahap mulai awal tahun ini, dari Rp 38.847 di kuartal pertama meningkat jadi Rp 40.304 pada kuartal kedua dan Rp 41.334 di kuartal ketiga. Pada kuartal yang berakhir 30 September 2007, perseroan mencatat peningkatan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 80,9 persen menjadi Rp 281,2 miliar dibandingkan dengan Rp 155,5 miliar pada periode yang sama tahun 2006. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 11/03/08 10:14 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? TARIF HEMAT TANPA REPOT ---------------------------------------- Berita Kota, Selasa, 11 Maret 2008 Pertarungan tarif murah semakin gencar dilakukan oleh semua operator. Tak hanya mereka yang melayani taknologi GSM, operator CDMA pun tak mau kalah dan ingin memberikan penawaran terbaik bagipelanggannya. SEBENARNYA, dengan adanya persaingan ini, yang diuntungkan justru pelanggan. Berkomunikasi tanpa kabel pun menjadi lebih mudah dan banyak diminati karena penawaran yang sangat hemat dari berbagai operator. PT Mobile 8, penyedia layanan Fren berbasis CDMA, pun tak ketinggalan menggelontorkan program menarik bagi penggunanya. Tak sekadar tarif yang superhemat, operator ini memberikan kenyamanan sangat mudah karena selain hemat juga tidak perlu repot. "Kami ingin benar-benar menawarkan tarif yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelanggan karena Fren memiliki komitmen tinggi untuk itu," jelas Direktur & CEiefCorporate Affairs Mobile 8, Merza Fachys di Jakarta belum lama ini. Pelanggan yang ingin berkomunikasi dapat menggunakan Fren kapan saja dan1 di mana saja tanpa perlu repot melakukan registrasi nomor terlebih dahulu pada saat berpindah ke wilayah berbeda. Pengguna Fren, menurut Merza, juga tak perlu repot menghitung menit atau detik percakapan untuk mendapatkan tarif hemat tersebut karena Fren memberi tarif murah berbicara sejak detik pertama. "Program tarif termurah ini berlaku bagi seluruh pelanggan Fren untuk melakukan panggilan ke nomor GSM manapun dengan tarif yang sangat murah yakni Rp700/menit," im buh Merza. Penarifan yang murah untuk menelepon ke nomor GSM, diakui Merza, lantaran teknologi ini sangat potensial mengingat jumlah pengguna yang sudah mencapai 80 juta orang lebih. "Kita tidak bisa menutup mata bahwa pengguna nomor GSM jauh lebih banyak dibandingkan CDMA. Untuk itu, Fren memberikan penawaran menarik agar komunikasi menjadi lebih bebas," ungkap Merza. Didukung kualitas suara yang jernih dan jaringan yang lebih stabil, membuat Fren semakin yakin sebagai solusi komunikasi yang paling efektif dan efisien tanpa embel-embel apapun. Biaya murah menelepon ke nomor GSM yang ditawarkan Fren tentu lebih hemat, apalagi ke sesama pengguna. Khusus dari dan ke area Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat, ditawarkan tarif hanya Rp38/menit. "Pemilihan area tersebut mengingat pelanggan utama Fren banyak di sana. Kami berharap dengan program ini masyarakat akan semakin mantap dan lebih mudah mengambilβ keputusan memilih telekomunikasi selular mereka," ujar Merza. Dukungan jaringan yang semakin diperkuat akan menambah kualitas Fren dalam melayani penggunanya. Sepanjang 2007, Fren berhasil mendirikan 1.000 BTS dan untuk 2008 ini ditargetkan jum lahnya naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Dipastikan, pada 2008 ini Fren juga akan memperluas coverage hingga bisa menjangkau seluruh Indonesia. Saat ini, jangkauannya sudah memenuhi seluruh Jawa, Madura, Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
| rusco (Penasihat) 13/03/08 17:04 | π Re: Kenapa FREN kalah agresif ketimbang SMART?? Pelanggan Fren Makassar Tembus 130 Ribu Berita Makassar, edisi Kamis, 13 Maret 2008 MAKASSAR, BKM -- Keberadaan PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) melalui brand product Fren di Makassar, ternyata mendapat respon sangat positif dari masyarakat. Terbukti, setelah launching pada Juli 2007 lalu, kini jumlah pelanggannya menembus angka 130 ribu. "Ini pertumbuhan yang sangat tinggi," ujar Liongnardo Hugen, Area Sales Manager Mobile-8 Makassar saat silaturahmi dengan wartawan di Black Canyon Coffee, Mall Ratu Indah, Selasa (12/3) malam tadi. Hal yang sama juga dijelaskan Head of Sultan Puma Mobile-8, Yusuf Laoh. Menurut Yusuf, bahwa saat launching, dalam sehari Fren langsung mendapat pelanggan sebanyak 18 ribu. Selanjutnya, dalam waktu 7 bulan, tumbuh menjadi 130 ribu. "Ini rekor yang luar biasa," jelasnya. Saat ini, Fren sudah bisa diakses bukan hanya untuk wilayah Makassr, tapi sudah bisa ditenteng ke sejumlah kota di Sulsel, seperti Maros, Pangkep, Barru, dan Gowa. Dia pun optimis untuk 2008 ini, jumlah pelanggan akan terus meningkat, apalagi setelah diluncurkannya paket-paket baru yang cukup menggiurkan. Sementara itu Head of National Sales Operation and Trade Marketing Mobile-8, Dedi Irawan, menjelaskan, Fren memperkenalkan tarif termurah untuk panggilan antar sesama pelanggan Fren di seluruh wilayah Indonesia, khusus bagi pelanggan di Makassar, Denpasar, dan Palembang. "Pelanggan Fren yang berada di tiga wilayah ini hanya dikenakan tarif Rp 38 per menit untuk panggilan sesama pelanggan Fren di seluruh Indonesia tanpa terkecuali," kata Dedi. Dedi menjelaskan, untuk mengakomodasi kebutuhan bertelekomunikasi yang nyaman dan tidak repot, Mobile-8 telah memperpanjang masa aktif voucher isi ulang, baik fisik maupun elektrik -- menjadi lebih lama, seperti voucher 10 ribu masa aktif 15 hari, Rp 20 ribu menjadi 30 hari dan kelipatannya. Pihak Mobile-8 pun optimis kinerja di tahun 2008 ini akan lebih baik sejalan dengan rencana peluncuran berbagai kegiatan pemasaran yang baru. Termasuk, rencana peluncuran produk barunya, yakni jaringan telepon tetap lokal tanpa kabel dengan mobilitas terbatas (fixed wireless access/FWA). "Kami juga merencanakan memperluas jaringan kami di berbagai kota besar lainnya di luar Pulau Jawa seperti Manado, Balikpapan, Batam, Lampung, Pekanbaru, Padang, dan Jambi," ujarnya. Post Extras: π¨οΈ Cetak |
Kami memakai cookie Google Analytics untuk memahami cara situs ini dipakai. Anda boleh menerima atau menolak. Kebijakan privasi