SERVICEPRO.ID ADALAH SOFTWARE UNTUK PARA TEKNISI DAN BISNIS JASA SERVIS

 

Blog entries oleh reviewproduk

2 years ago   -   2 comments   -   622 views
vote up
0
vote down

REVIEW1ST.com – Nokia 2 sudah meluncur secara global. Smartphone murah meriah ini siap menjadi primadona baru di segmen ponsel low budget. Tapi jangan terlalu berharap spesifikasi impresif jika menilik harga jualnya.

Oh ya, Nokia senasib dengan Blackberry. Keduanya adalah mantan merek populer yang sudah meredup namanya dan sama-sama ingin merangkak naik kembali.

Blackberry dan Nokia Sama-sama mengandalkan platform Android yang sempat dicibirnya sebagai senjata andalan. Bedanya, Nokia berani bermain di segmen low end, seperti Blackberry masih di kelas menengah atas.

Salah satunya adalah Nokia 2 yang merupakan ponsel low budget. Tentu menyasar kalangan menengah bawah yang koceknya pas-pasan tapi dijejali dengan beragam merek smartphone lain yang harganya tak kalah kompetitif. Lantas, bagaimana cara Nokia 2 bersaing.

Dengan banderol harga di kisaran sejutaan, Nokia benar-benar sangat berkompromi dengan urusan kualitas layar, pemakaian prosesor, kamera, kualitas rancangan dan fitur. Tapi bukan berarti kemampuannya mengecewakan karena banyak aspek yang bisa digali dari Nokia 2.

Spesifikasi Nokia 2

Prosesor: Quad core Snapdragon 212
Display: 5 inci, resolusi 1280×720 piksel LTPS , 294 ppi, 1:1300 contrast ratio
Memori: 8GB internal + MicroSD support
RAM: 1GB
Kamera: 5MP selfie, 8MP primary
Baterai: 4100 mAh
Sistem Operasi: Android 7.1.1
Sensor: Ambient light sensor, Proximity sensor, Accelerometer (G-sensor), E-compass
Kelengkapan Tambahan: Aluminium frame, Corning Gorilla Glass 3, Dual Nano-SIM, Drip protection (IP52 certified)

selanjutnya baca di: REVIEW NOKIA 2r

 

Nokia

 


8 years ago   -   7 comments   -   4.7K views
vote up
0
vote down

Blackberry Bold 9900 baru saja menyambangi pengguna ponsel di tanah air. Smartphone besutan Research in Motion (RIM) ini adalah seri pertama yang mendukung Blackberry OS versi 7 dan mengkombinasikan layar sentuh dengan keypad QWERTY sekaligus.

Bold 9900 yang juga disebut Blackberry Dakota sengaja dihadirkan untuk menghadang laju ponsel Android seperti jajaran Samsung Galaxy dan iPhone-nya Apple yang kian mendominasi pasar smartphone. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan smartphone ini, simak review kami berikut ini.

First Impression | Kesan Pertama

Blackberry Dakota mengadopsi konsep desain Blackberry Bold 9000. Bedanya, smartphone ini tampil lebih tipis – bahkan RIM menyebutkan sebagai perangkat Blackberry paling tipis saat ini. Di bagian samping dikelilingi pembatas material logam seperti Bold 9000.

Seperti smartphone Blackberry berkeypad QWERTY lain, komposisi bodi cenderung melebar. Blackberry Dakota terlihat elegan dan lebih stylish dibandingkan Blackberry Bold versi awal yang memiliki bentuk bodi kekar dan bongsor.

Jika Blackberry Bold 9000 mengedepankan pembungkus kulit di bodi belakang, maka Dakota memilih bahan terbuat dari kombinasi plastik dan kaca. Sayang slot microSD-nya tidak hotswap sehingga kami harus membuka baterai untuk memasang kartu memorinya.

First Thing | Fitur Utama

Layar: Sempit Tapi Responsif

Blackberry Dakota sudah menyiapkan layar sentuh 2,8 inci dengan 16 juta warna pada resolusi 640 x 480 piksel. Termasuk sempit untuk ukuran layar sentuh dan resolusinya pun hanya siap ditandingkan dengan smartphone full touchscreen kelas menengah.

Untung saja, sensor kapasitif yang diusungnya sangat responsif terhadap sentuhan jari. Dan jika ditimbang lagi, keberadaan layar sentuhnya memberikan nilai lebih lantaran dikombinasikan dengan keypad QWERTY fisik. Setidaknya, metode input pada Dakota jadi lebih bervariasi.

OS & Prosesor: Akselerasi lancar, Menu Lebih Interaktif

Blackberry Dakota mengkombinasikan sistem operasi Blackberry OS 7, prosesor 1.2 GHz QC 8655 dan RAM 768 MB. Berkat sinergi tersebut, akselerasi dan pengoperasian Blackberry Bold 9900 ini terasa sangat cepat dan nyaris tanpa jeda. Pengalamannya sangat berbeda saat dibandingkan dengan Blackberry lain yang masih berbasis OS 6 ke bawah.

Dari segi tampilan, OS versi 7 mendukung ikon yang lebih berwarna ketimbang versi terdahulunya dengan fitur lebih menjanjikan. Peningkatan hardware pada Dakota otomatis berbuah pula pada peningkatan tampilan visual dan tampilan antarmuka yang memiliki grafis lebih baik.

Kamera: 5 Megapiksel, Mampu Rekam video HD

Kamera Blackberry Bold 9900 masih sekelas dengan Blackberry Torch ataupun Onyx 2. Hanya saja, jika Anda lebih teliti, resolusi maksimal smartphone ini ternyata lebih kecil dari Torch (2592×1944 piksel). Yups, Blackberry Dakota memiliki resolusi 2560×1920 piksel. Meski begitu tak terlalu kentara perbedaannya saat dipakai menjepret gambar.

Hasil foto smartphone ini termasuk baik dalam kondisi terang ataupun minim cahaya (sudah didukung lampu kilat LED). Kelebihan kamera ponsel ini adalah bisa dipakai merekam video kualitas HD. Resolusi video bisa mencapai 1280 x 720 piksel/ 720p.

Internet: Memuaskan

Browser BlackBerry 7 memiliki kemampuan layaknya browser internet pada PC. Sebuah peningkatan signifikan ketimbang browser Blackberry lawas yang terbilang kurang memuaskan. Relatif mampu bersaing dengan browser mutakhir yang biasa dibenamkan pada ponsel seperti Android, iPhone dan lain-lain.

Browser terbaru ini sudah menunjang fitur multi tab serta bsupport Liquid Grafis untuk rendering lebih cepat dan tampilan lebih sempurna. Juga memiliki dukungan penuh untuk elemen HTML 5.  RIM bahkan menyatakan bahwa browser OS 7 lebih cepat 1.6x dari OS 6.

Kami bisa menikmati jelajah internet secara leluasa dan cepat via jaringan HSDPA/HSUPA. Kami juga bisa terhubung dengan mudah di Hospot Area melalui Wifi yang sudah terbenam dalam handset ini.

First Touch, Foto, Kesimpulan dan Spesifikasi langsung ke TKP bro—>

REVIEW LENGKAP BLACKBERRY BOLD TOUCH 9900

 

Blackberry RIM Bold-Touch

 


9 years ago   -   37 comments   -   11.6K views
vote up
0
vote down

Samsung Galaxy Ace atau GT-S5830 merupakan salah satu seri Android 2.2 terbaru yang masuk Indonesia. Dengan banderol Rp 3 jutaan saat pertama masuk, smartphone ini sengaja mencoba peruntungan di kelas menengah atas. So, kami mempersembahkan review Samsung Galaxy Ace untuk Anda yang penasaran. sebagai informasi, sebelumnya kami sudah melakukan unboxing Galaxy Ace ini.

Ponsel ini masuk secara resmi hampir berbarengan dengan tiga saudaranya yang lain, Samsung Galaxy Mini, Galaxy Fit dan Galaxy Gio. Dan, Samsung Galaxy Ace termasuk salah satu dengan spesifikasi paling tinggi. Sekedar catatan, Galaxy Ace adalah ponsel yang sempat dirumorkan sebagai Galaxy S Mini.

First Impression | Kesan Pertama

Entah kenapa jika dilihat dari sudut pandang desain, Samsung Galaxy Ace tampak seperti iPhone 4. Lihat saja bentuk candybar-nya yang dibalut sentuhan glossy. Tapi untuk ukuran Galaxy Ace sedikit lebih kecil dari iPhone dan casing belakang dibuat berbeda dengan finishing bertekstur kasar tapi kesat.

Pelapis depan ponsel ini termasuk solid dengan komponen serupa kaca di bagian layar. Soal tombol, termasuk minimalis karena hanya ditemukan tiga buah. Antara lain tombol touch sensitive (menu dan back) yang hanya muncul saat Anda mengaktifkan layar. Dan , tombol fisik untuk mengakses home di tengah. Secara keseluruhan bentuknya terasa simpel tapi elegan.

First Thing | Fitur Utama

Layar: Resolusi HVGA, tampilan jernih

Samsung Galaxy Ace memiliki layar TFT LCD berukuran 3,5 inci. Lumayan besar. Bandingkan dengan LG Optimus One atau HTC Wildfire. Soal resolusi pun termasuk besar pada 320×480 piksel (HVGA). Belum lagi suntikan 16 juta warna untuk menambah kualitas tampilan. Sektor ini termasuk ‘memuaskan’ di kelasnya.

Menu di layar tampak jernih, resolusinya membuat fontasi tampil tajam dan jelas. Di bawah sinar matahari pun masih bisa memberikan pancaran gambar optimal meski agak meredup. Untuk layar sentuhnya ponsel ini menawarkan sensor kapasitif. Soal sensitifitasnya, Anda bisa membaca pembahasannya pada sesi First Touch di halaman bawah.

Kamera: Jempolan

Kami paling mengagumi kemampuan kamera ponsel ini. Seperti diketahui, fitur kamera sebagian besar ponsel Android kurang memuaskan. Sementara di Galaxy Ace resolusi 5 megapiksel, autofokus dan lampu flash mampu mengubah ‘citra’ itu. Untuk rekam video Anda bisa menikmati hasil rekaman 320×240 piksel (QVGA).

Menu kameranya standar. Mulai dari shooting mode, scene mode, white balance, ISO, penyetelan, mode fokus, efek hingga kualitas foto. Tapi begitu memasuki sesi pengujian, Galaxy Ace tampil prima. Hasil foto di luar ruangan detil dan tajam. Di sesi indoor, fitur lampu kilatnya mampu menghasikan gambar yang tak kalah tajam, meski sedikit dihiasi nuansa kekuningan.

OS & Prosesor: Minim jeda dan akselerasi memuaskan

Samsung Galaxy Axe memadukan sistem operasi Android 2.2.1 (Froyo) dengan prosesor 800 MHz. Duet maut ini cukup ampuh dalam menjaga kelancaran navigasi di ponsel. Pengoperasian menu yang kami lakukan lancar dan nyaris tanpa jeda. Setiap efek dan transisi terlihat halus.

Untuk multitaksing, Galaxy Ace tampil prima. Beberapa aplikasi bisa sekaligus dibuka tanpa masalah berarti. Seandainya terlalu banyak aplikasi yang membebani kinerja ponsel sekalipun, Samsung Galaxy Ace sudah menyiapkan aplikasi Task Manager. Dengan opsi ini, mudah sekali mematikan aplikasi yang tak perlu.

Interface: standar dengan TouchWiz 3.0 khas Samsung

TouchWiz adalah tampilan menu yang dikembangkan Samsung dalam Android untuk membedakan dengan tampilan menu ponsel buatan vendor lain yang juga memakai OS serupa. Di Galaxy Ace dibenamkan TouchWiz 3.0.

Anda akan bertemu dengan homescreen tujuh panel yang bisa dipasangi bermacam widget dan shortcut. Homescreen ini bisa ditambah atau dikurangi sesuai keperluan. Di Menu utama, ada halaman menu grid dengan konsep melebar ke samping. Saat aplikasi bertambah, halaman menu ini pun akan bertambah dengan sendirinya. Khas TouchWiz.

Internet: HSDPA 7,2 Mbps, fitur Tethering dan portable hotspot

Dengan jaringan 3G/HSDPA dengan kecepatan hingga 7,2 Mbps, Samsung Galaxy Ace termasuk standar di kelasnya. Tersedia juga Wi-fi yang didukung fitur Tethering dan portable hotspot. Ini adalah ciri khas Android Froyo. Webkit browsernya hadir dengan fasilitas bawaan, hanya saja tak tersedia Flash Player 10.1.

First Touch | Sentuhan Pertama

Ponsel ini memiliki layar sentuh kapasitif yang responsif terhadap sentuhan jari. Terasa lebih baik dari LG Optimus One dan setara HTC Wildfire. Galaxy Ace juga sudah menghadirkan fitur multitouch atau pinch to zoom di beberapa aplikasi termasuk akselerometer untuk mengubah orientasi layar saat posisi ponsel berubah.

Untuk mengetik pesan, Galaxy Ace sudah dijejali Swype-enabled QWERTY keyboard. Dengan fitur Swype ini, Anda bisa mengetik pesan lebih mudah. Caranya, cukup dengan menarik garis dari satu huruf ke huruf lain sehingga menjadi sebuah kata.

Kami juga menemukan proximity sensor yang bisa menonaktifkan layar saat ada dekat telinga kala bertelepon. Membantu menghemat daya. Kami juga mendapati slot microSD bersifat hotswap terdapat di sisi kiri ponsel.

Di bagian audio, ada loudspeaker khusus dan port audio 3,5 mm tertanam di bagian atas Galaxy Ace. Kami mencoba pemutar musik khas Android-nya yang sudah dibekali equalizer. Suara dari loudspeaker kurang asyik, untung dari headset terasa lebih punya greget. Ada juga radio FM dan pemutar video sebagai hiburan lain.

Untuk fitur tambahan yang disisipkan Samsung tersedia Voice Search, ThinkFree, untuk menjalankan dokumen Microsoft Word / Excel / Powerpoint. Facebook, Twitter dan MySpace. Dan, fitur standar Android seperti Google Maps (plus GPS), Navigation, Latitude dan Places, GoogleTalk, Android Market, Gmail dan YouTube.Oh ya, memori internal ponsel ini 158 MB.

SELENGKAPNYA di review samsung galaxy ace | review1st.com

 

Samsung Galaxy

 


9 years ago   -   1 comments   -   2.8K views
vote up
0
vote down

Nokia secara resmi mengeluarkan Communicator terbaru, dengan tipe Nokia E7 Communicator (senin,21/2/2011). Pada penjualannya, Nokia E7 Communicator yang dijual di kisaran harga Rp 6,5 juta – 6,8 juta dibundling dengan kartu perdana Simpati (Telkomsel). Dan mendapatkan bonus gratis akses internet unlimited selama 6 bulan.

Dalam kondisi tertutup, desain Nokia E7 terlihat mirip dengan Nokia N8, tapi perawakannya agak lebih besar dan lebih berbobot. Bagian layarnya bisa digeser keluar dengan mekanisme engsel sehingga terlihat wujud asli E7 Communicator. Berpenampilan bak mini PC, lengkap dengan layar luas dan tombol qwerty keyboard. Selain desain, bahan yang melapisi bodi E7 juga mirip dengan N8, yaitu alumunium kesat, kecuali sisi layar berlapis plastik glosy. Sama dengan N8, untuk masuk ke menu utama disematkan tombol menu tepat di bawah layar. Nokia N8 tersedia dengan pilihan warna hitam, silver, biru dan oranye.

Sama dengan N8, di E7 juga telah disiapkan port HDMI (High-Definition Multimedia Interface) yang tersemat di bodi atas. Port ini berfungsi menghubungkan N8 dengan TV HD. Ini membuat video HD (High Definition, 720p) yang diputar di E7 tetap terlihat tajam di TV. E7 juga mendukung kemampuan USB On The Go, yang memungkinkan N8 dapat membaca USB Flashdisk. Di paket penjualannya disertakan kabel konektor HDMI an USB On The Go (MicroUSB-USB). Berbeda dengan N8, Nokia E7 tidak dibekali memori eksternal. Jadi hanya mengandalkan memori internal 16 GB. N8 hanya menyediakan kabel adapter HDMI, untuk kabel TV Out dibeli terpisah.

Luas layar sentuh miliki Nokia E7 berukuran 4 inchi, lebih luas ketimbang layar Nokia N8 yang 3,5 inchi. Teknologi layar E7 juga berupa AMOLED, tapi bedanya di sini sudah disuntikkan kemampuan ClearBlack yang dikembangkan sendiri oleh Nokia. Ini membuat tampilan tetap terlihat tajam dan jelas meski tepat dibawah sinar yang terik. E7 juga masih mengadopsi OS Symbian^3 dengan 3 Homescreen (ada 3) yang bisa diusap ke kanan/kiri untuk menggantinya. Tiap Homescreen disediakan 6 kotak untuk diisikan widget atau shortcut. Layar sentuh bersifat capacitive juga diselipkan sensor gerak untuk autorotate

Kamera
Cukup beralasan jika Nokia E7 ‘hanya’ menyertakan kamera 8 megapixels, dibandingkan N8 yang 12 megapiksel. Karena lebih fokus untuk kebutuhan perkantoran, sedangkan N8 menyasar segmen hiburan. Tapi setidaknya tetap didukung fitur komplit, seperti Autofocus, Dual Flash, Quality, Location, Close Up, Landscape, Sport, Night, Face Detection, Self Timer, Color Tone, White Balance, Exposure, ISO, Contrast, Sharpness dan Digital Zoom. Kamera di E7 juga sanggup menghasilkan video HD. Tidak lupa disediakan Photo Editor dan Video Editor untuk membuat video klip. Juga disediakan kamera sekunder berresolusi VGA

Office
Berjenis Communicator, sudah sewajarnya E7 dibekali fitur perkantoran lengkap. Seperti Quick Office yang full version, jadi tidak sekedar membuka file office (Word, Excel, Power Point), tapi juga bisa mengedit dan membuat file baru. Selain itu E7 juga menyediakan fitur Adobe PDF Reader, Dictionary dan Zip. Ada juga fitur World Traveler yang bisa menjadi pemandu bagi yang sering bepergian ke kota atau negara lain. Plus fitur F-Secure Anti Theft untuk me-lock E7 dari jarak jauh hanya dengan SMS, atau jika simcard diganti. via kabel USB On the Go E7 juga bisa dihubungkan ke projector untuk melakukan presentasi.

Microsoft
Nokia dan Microsoft baru saja sepakat untuk berkolaborasi ke taraf yang lebih serius. Tapi jauh sebelumnya sudah ada fitur buatan Microsof yang diadopsi Nokia. Seperti Mail for Exchange untuk mengakses akun email perusahaan. Ada juga Microsoft Communicator Mobile, untuk chatting hanya dengan sesama teman sekantor, dengan akun email kantor yang sama. Fitur lainnya yaitu Micrososft Share Point, yaitu layanan yang memungkinkan antar teman sekantor saling berbagi informasi (dokumen, presentasi, dll) via web via jaringan intranet . Untuk bisa masuk ke dalam jaringan intranet kantor, maka harus mendukung Virtual Private Network (VPN). Di E7 fitur VPN sudah built in.

Internet
Nokia E7 sanggup berjalan di jalur akses internet operator hingga kecepatan HSDPA (10,2 Mbps) dan HSUPA (2 Mbps). Sebagai alternatif juga disediakan akses WiFi. Dengan bantuan aplikasi JoikuSpot (download di Ovi Store), Nokia E7 bisa diubah menjadi hospot WiFi. Jadi akses HSDPA/HSUPA yang ditangkap bisa digunakan oleh beberapa perangkat lainnya. Browser di E7 bisa bekerja maksimal, seperti mendukung Flash dan bisa membuka beberapa situs sekaligus. Selain akses email kantor, juga bisa akses akun email gratisan (YahooMail, Gmail , dll) via fitur Nokia Messaging. Nokia Messaging juga bisa menyediakan layanan push email

Social Networking
Sama dengan beberapa tipe Nokia terbaru, E7 juga menyajika aplikasi ‘Social Networking’. Aplikasi ini berfungsi menyatukan beberapa layanan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Status teman di Facebook dan Twitter dikumpulkan dalam satu tampilan. Bisa juga menbuat satu status untuk Facebook dan Twitter sekaligus. Untuk menggunakan ‘Social Networking’ harus log in dengan akun Ovi, lalu log in ke Facebook dan Twitter. Fitur ‘Event’ di Facebook disinkronisasikan dengan Calender di E7. Juga fitur ‘Profil’ dan ‘Status’ di Facebook dengan Contact di N8. Dengan menggunakan widget Facebook dan Twitter, maka update status bisa ditampilkan di layar depan.

Web TV
Mendukung akses internet cepat dan dibekali layar luas nan tajam, membuat Nokia pede menyediakan fitur WebTV. Di sini bisa akses saluran TV secara streaming, seperti CNN, National Geographic, Movie Treasures, E! dan lainnya. Untuk bisa mendapatkan siaran program TV lainnya, bisa dicari di Ovi Store. Bahkan Nokia Indonesia juga akan menghadirkan siaran TV lokal. Selain itu E7 juga menyediakan aplikasi launcher YouTube

GPS
Nokia E7 juga sudah dibenamkan GPS receiver yang tentu saja ditemani Ovi Maps. Aplikasi peta digital ini bisa menampilkan peta lebih dari 70 negara, termasuk Indonesia. Beberapa fasilitas yang menyertai antara lain : My Position (lokasi berada), Search (mencari lokasi tertentu), share location (memberi tahu lokasi, bisa via Facebook) dan Favorite (menyimpan lokasi favorit). Juga dilengkapi fasilitas penunjukkan rute jalan lengkap dengan fasilitas panduan suara. Butuh akses internet untuk akses Ovi Maps. Ovi Maps sudah mampu menampilkan gambar 3 dimensi.

Musik
Teknologi Dolby Digital Plus Surround yang ada di N8, ternyata tidak mampir di E7. Namun begitu suara lagu yang keluar dari speaker tetap terdengar nyaring dan jernih. Bisa juga mendengarkan via bluetooth A2DP headset.Tidak ketinggalam layanan Come With Music untuk bisa mendownload lebih dari 6 juta lagu. Music Player dilengkapi fitur Shuffle, Repeat, Equaliser, Balance, Loudness dan Stereo Widening. Juga disediakan fitur FM Radio yang masih perlu menancapkan headset untuk bisa mengaktifkannya. Lubang Jack 3,5 mm untuk headset diletakkan di bodi atas, bersebelahan dengan tombol On/Off, Port MicroUSB dan port HDMI.

Spesifikasi Nokia E7
Dimensi : 123.7 x 62.4 x 13.6 mm; Berat : 176 gram; Sistem Operasi : Symbian^3; Jaringan : GSM (850/900/1800/1900 MHz); Layar : touchscreen capacitive AMOLED 16,7 juta warna 3,5 inchi, 640X360 pixels; Memori Internal : 16 GB; Memori Eksternal : tidak ada; Internet : GPRS, EDGE, 3G, HSDPA (10,2 Mbps), HSUPA ( 2 Mbps), WiFi, Koneksi : Bluetooth, kabel data micro USB, HDMI; Messaging : SMS, MMS, Email, instant messaging; Kamera : 8 Megapixels, Autofocus, Dual Flash, Night mode, Digital Zoom, Close up/macro, Geo tagging, Panorama, Sport, Brightness, Efek, Quality, ISO, Self Timer, Sharpness, Contrast, Face Detection, Foto Editor; Kamera Sekunder : VGA (640 x 480 pixels); Video rercorder : HD video 720p HD; Fitur Lainnya : MPEG4, H.264, Flash player, mp3, AAC, eAAC, eAAC+, WMA, AMR player, Equalizer, Shuffle, Play List, Stereo Widening, Jack Port 3,5 mm, Fm radio, File manager, Alarm Clock, Calendar, Voice recorder, Calculator, Notes, Ovi Maps, Quick Office, You Tube, FM Transmitter, GPS, Dictionary; Baterai : Litihum Ion 1200 mAh.

SUMBER: review nokia E7 | review1st.com

 

Nokia Smartphone Touch-series E-series Symbian^3-OS

 


9 years ago   -   0 comments   -   8.1K views
vote up
0
vote down

Ponsel Android kini tidak lagi terkesan sebagai ponsel yang berharga mahal. Karena belakangan ini sudah hadir ponsel Android yang Cuma dihargai dibawah Rp 2 juta. Salah satunya yaitu Samsung Galaxy Mini yang baru saja diluncurkan pada Sabtu (19/2/2011) yang dijual seharga Rp 1,6 juta dan dibundling dengan kartu SImpati Telkomsel.

Sesuai namanya, Galaxy Mini memang memiliki bodi yang terasa mini. Meski dibandrol harga murah (Rp 1,6 juta), tapi ternyata ponsel layar sentuh mini ini sudah mengadopsi sistem operasi Android 2.2 atau Froyo.

Ukuran ponsel ini terasa pas di genggaman tangan, karena memang berbodi mungil. Bagian depan didominasi layar sentuh. Di bawah layar, terdapat tiga tombol khas Android yakni Home, Menu dan Back. Di bagian atas, terdapat port MicroUSB dan jack audio. Di bodi samping bagian kanan, terdapat tombol On/Off, bersebelahan dengan slot memori eksternal. Casing belakang berbahan plastik dengan yang terasa kesat.

Layar di Galaxy Mini berukuran layar 3,14 inchi. Kualitas layar Galaxy Mini terlihat cukup bagus, meski tidak setajam ponsel layar sentuh yang berkelas di atasnya. Samsung juga sudah menanamkan user interfaced TouchWiz UI, sehingga pengoperasian menu lebih mudah dan lebih atraktif. Di layar bisa ditampilkan tombol qwerty virtual yang meski berukuran kecil, tetapi responnya cukup akurat.

Kamera
Ponsel ini dibekali kamera 3.15 megapiksel (2048×1536 pixel). Hasil kamera tergolong bagus. Sebaiknya tidak memotret saat kondisi kurang cahaya karena tidak ada lampu flash sehingga hasilnya kurang bagus. Kamera dilengkapi fitur-fitur pendukung seperti mode shooting, scene mode, brightness, white balance dan sebagainya.

Internet
Android tidak bisa lepas dari akses internet. Makanya ponsel ini sudah mendukung hingga kecepatan HSDPA (hingga 7,2 Mbps). Atau bisa juga akses internet via Wi-Fi yang telah mendukung teknologi terbaru Wi-Fi 802.11 n. Akses WiFi ini juga bisa disharing hingga 5 perangkat. Caranya Masuk ke Settings > Wireless and networks > Tethering and portable hotspot. Tidak lupa ponsel ini membawa fitur online khas Google. Seperti Google Search, lalu ada juga Google Mail untuk akses aku email Gmail. Sedangkan untuk chatting disediakan fitur Google Talk.

Sosial Networking
Fitur untuk akses jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter pastinya juga sudah disediakan. Apalagi ponsel ini menyediakan fitur Social Hub, yang membuat akses Facebook dan Twitter cukup dari aplikasi ini. Jadi semua tampilan status Facebook dan Twitter menjadi satu.

Hiburan
Fitur hiburan yang disediakan antara lain Music Player, Video Player dan FM Radio. Untuk FM radio bisa mencari channel radio secara otomatis,dan bisa disimpan hingga 44 stasiun radio. Tapi harus menancapkan headset terlebih dahulu agar bisa mengatifkan radio. Juga disediakan fitur hiburan online yaitu You Tube, sehingga bisa melakukan video streaming. Sedangkan untuk games, tinggal download dari Android Market.

Navigasi
Ponsel ini tidak lupa sudah membenamkan GPS dilengkapi fasilitas A-GPS agar cepat menangkap sinyal satelit GPS. Untuk peta digitalnya tentu menggunakan Google Maps. Di dalamnya ada fitur Places untuk mengetahui venue terdekat (seperti restoran, ATM, hotel dan lainnya). Ada juga fitur Navigation untuk bisa bernavigasi di jalan.

Application Store
Untuk menambah berbagai aplikasi dan game tambahan yang menarik. Tidak lupa sudah disediakan Android Market. Saat ini tersedia lebih dari 200 ribu aplikasi di Android Market yang siap diunduh. Tidak hanya itu ponsel ini juga menyediakan toko aplikasi Samsung Apps. Keberadaan Samsung Apps menjadi alternatif konsumen dalam mengunduh aplikasi meskipun jumlahnya tidak sebanyak di Market.

Office
Aplikasi QuickOffice telah tersedia secara built-in. Tapi hanya hanya bisa membuka file Office (word, exel, power point). Untuk kinerjanya, ponsel ini dilengkapi prosesor 600 Mhz. Ada juga fitur News & Weather, yang bisa menyajikan info berita dan cuaca yang akan diupdate secara online. Selain itu ada juga Voice Search, untuk mencari berbagai file hanya dengan perintah suara.

Spesifikasi Samsung Galaxy Mini:
Dimensi : 110.4 x 60.8 x 12.1 mm; Berat : 105 gram; Sistem Operasi : Android Froyo v2.2.1; Jaringan : GSM 850 / 900 / 1800 / 1900; Prosesor : ARMv6 600 MHz; Layar : touchscreen capacitive TFT 256k warna 3.14 inchi 240 x 320 pixels; Memori Internal : 160 MB; Memori Eksternal : microSD, hingga 32 GB; Internet : GPRS, EDGE, 3G, HSDPA (7,2 Mbps), WiFi, Koneksi : Bluetooth, kabel data micro USB; Messaging : SMS, MMS, Email, instant messaging; Kamera : 3,15 megapixels ( 2048×1536 pixels), Night Mode, Digital zoom, multishot, efek, photo editor; Video rercorder : QVGA 15fps; Fitur Lainnya : MP4, H.264/H.263 player, MP3, WAV, eAAC+ player, Fm radio, File manager, Google search, Google Talk, Gmail, YOu tube, Google Maps, GPS,; Baterai : Litihum Ion 1200 mAh.

SUMBER: review samsung galaxy mini | review1st.com

 

Smartphone Samsung Touch-series Android Galaxy

 


9 years ago   -   5 comments   -   3.3K views
vote up
0
vote down

Jajaran keluarga Optimus-nya LG semakin menggurita dan terus beriringan dengan seri Galaxy-nya Samsung. Bersama-sama, varian Optimus dan Galaxy harus diakui semakin mendominasi segmen ponsel berbasis OS Android dalam skala global. Seri baru susul menyusul menyerbu pasar. Paling baru adalah LG Optimus One alias P500 yang sudah masuk pasar Indonesia.

Optimus One memiliki bodi seperti Google Nexus One namun cenderung lebih ramping dan mungil. Tak ada sentuhan baru dalam tampilan ponsel ini. Tapi jika bicara kemampuan, Optimus One sudah disuntik Android v2.2 (Froyo) dan fitur multimedia yang cukup memadai di kelasnya. Bagaimana sih performanya?

First Impression | Kesan Pertama
Desainnya simpel namun terlihat bongsor bila dibandingkan Optimus GT540 dan mutu casingnya lebih baik. Sudut membulat di bagian bawah bodi serta minimalisasi sudut tajam menyiku membuat ponsel ini terlihat tidak kaku. Porsi logam yang membentuk bodi ponsel ini menambah kesan solid Optimus One.

Ada empat buah tombol fisik di bawah layar yakni tombol menu, search, home dan back. Juga tertanam tombol volume di sisi kanan bodi. Ada port audio 3,5 mm di kiri atas bodi serta tombol power/lock di sudut kanan. Dan slot micro USB untuk pengecasan serta transfer data via kabel data.

First Thing | Fitur Utama

Tampilan Menu: Masih Lag
Ukuran layar 3,2 inci pada resolusi 320×480 piksel (HVGA) plus 256 ribu warna sebenarnya harus sedikit ditingkatkan. Jika saja resolusinya lebih tinggi gambar di layar akan lebih halus. Namun, jika dinilai keseluruhan, gambar di layar sudah tajam dan jernih meski agak redup.
LG Optimus Ones sudah disuntik OS Android 2.2 aka Froyo. Sayang, navigasi menu masih diwarnai lag terlihat transisi antar menu yang masih kurang smooth. Dalam hal interface alias tampilan menu, LG Optimus One menyediakan total tujuh homescreen. Sementara di menu utama, Anda akan menemukan format grid yang bisa ditambahi kategori.

Kamera: Hasil indoor-nya payah
Kamera LG Optimus One berkekuatan 3 megapiksel dan dilengkapi fitur autofokus. Dukungan pengoperasian kamera antara lain mode focusing mode, brightness and contrast, white balance, shooting mode, ISO, scene dan lain-lain.

Hasil foto di luar ruangan cukup baik karena mampu menghasilkan gambar tajam dan detil sempurna. Tapi cahaya kadang terasa berlebih. Di dalam ruangan atau indoor, hasil foto terasa payah jika dibandingkan ponsel lain sekelasnya. Gambar agak kabur dan ada jejak bintik-bintik.
Selebihnya, Kamera Optimus One mampu merekam video resolusi VGA (640×480 piksel) dengan 17 fps. Tapi saat ada gerakan hasil rekaman masih patah-patah.

Internet: Sudah multitouch tapi Tanpa Flash
Dengan dukungan jaringan 3G/HSDPA dengan kecepatan hingga 7,2 Mbps LG Optimus One mantap dipakai internetan, Apalagi tersedia Wi-Fi yang mampu menangkap sinyal hotspot dengan baik. Menariknya, ada fitur Tethering dan portable hotspot dimana koneksi internet mobile dari ponsel bisa dibagi ke perangkat lain via Wi-fi.

Soal browser relatif standar dan sudah didukung multitouch. Tapi sayang, ponsel ini belum mendukung Flash Player 10.1, jadi Anda tak bisa menikmati tampilan flash di layar browser.

First Touch | Sentuhan Pertama
Interaksi jari pada sensor sentuh capacitive LG Optimus One kurang memuaskan. Ada sedikit hal yang mengganggu terkait performa layar sentuh ponsel ini. Dari beberapa kejadian yang dialami, ikon menu ponsel ini sering tidak merespon sentuhan. Juga sering terjadi hang atau lagi, saat membuka banyak fitur atau aplikasi berat. Sepertinya, prosesor 600 MHz belum cukup menunjang aksi Optimus One.

Saat mencicipi sektor musik, tampilannya terlihat masih khas Android. Ada beberapa kekurangan yang ditemukan seperti tak adanya fitur equalizer. Suara yang keluar pun kurang begitu menggigit karena speaker Optimus One ini terpadu dengan earspeaker.

Untungnya, ada radio FM sebagai pelengkap hiburan audio yang bisa menyimpan 48 pilihan stasiun radio. Hiburan video, Anda bisa menikmati banyak format bahkan Xvid dan DivX sudah ditunjang ponsel ini.

Nah, kami juga menemukan beberapa fitur menarik yang sudah tersedia dalam ponsel ini. Misalnya, Voice Search untuk melakukan pencarian di Google dengan suara. Anda juga akan menemukan integrasi ponsel dengan Facebook dan Twitter.

Ada aplikasi Task Killer untuk menutup aplikasi yang sudah tak dibutuhkan. Juga GPS yang didukung Google Maps, Latitude, Navigation dan Ndrive. Fitur standar Android seperti GoogleTalk, Android Market, Gmail dan YouTube pun tersaji dengan lengkap. Aplikasi tambahan lain Layar, OI file Manager, ThinkFeee Office hingga kalendar dan kalkulator. Anda bisa menyimpan aplikasi, file dan data dalam memori internalnya yang sebesar 170 MB.

Di kelasnya, LG Optimus One menawarkan fitur standar Android 2.2. Tercatat ada beberapa kelemahan yakni sektor layar sentuh, kemampuan kamera standar dan kecepatan operasi yang masih mengecewakan. Namun, suguhan interface yang baik, kecepatan akses internet, Wi-Fi dan GPS yang mumpuni mampu mengobati semua itu. Apalagi Optimus One kabarnya bisa diupgrade ke OS Android 2.3.

Kelebihan: Android 2.2, Wifi, GPS, 3G/HSDPA
Kekurangan: sering lag, sensor capacitive bermasalah

SUMBER: review1st.com | review LG Optimus One

 

LG Android Optimus

 


9 years ago   -   2 comments   -   2.7K views
vote up
0
vote down

Vendor ponsel lokal sepertinya harus semakin berhati-hati dengan pergerakan Nokia yang terus mencari celah di pasar. Jika tak bisa membuat strategi untuk meng-counter langkah Nokia bukan tak mungkin eksistensi ponsel merek baru di tanah air akan digoyahkan.

Lihat saja, Nokia semakin dalam merangsek pasar entry level Indonesia dengan produk QWERTY-nya. Lewat seri X2-01, kali ini sasaran yang dibidik adalah kalangan pecinta musik yang sekaligus ingin menikmati kemudahan pengetikan pesan via keypad QWERTY.Namun, banderol ponsel ini cukup menggiurkan di bawah sejuta rupiah.

First Impression | Kesan Pertama

Beda dengan seri X2 awal yang cenderung langsing, Nokia X2-01 mengumbar fisik yang melebar bongsor sesuai dengan ciri khas ponsel QWERTY. Bodi dibuat dari material plastik dan licin saat kita berkeringat. Sesuai dengan label seri ‘X’ yang disematkan, Nokia X2-01 cukup fokus di sektor musik. Tak heran panel kontrol media sudah tersemat di sisi kiri bodi.

Soal navigasi, X2-01 menyuguhkan model klasik D-pad empat arah’ mengapit tombol tengah yang berfungsi sebagai tombol OK. Persis di sebelah kirinya kita akan menemukan shortcut multimedia yang berdampingan dengan tombol panggilan/angkat, sedangkan shortcut ‘Nokia messages’ dan tombol tutup/power berseberangan di sisi kanan. Selebihnya serupa seperti jajaran karakter tombol QWERTY kebanyakan.

First Thing | Fitur Utama

  * Platform: tampilan menu standar ala Series 40

Nokia X2-01 mengemas platform software Series 40 yang biasa dibenamkan pada ponsel low end. Harap maklum jika belum sekelas Symbian lantaran harga jualnya saja cukup murah. Tampilan diperkaya dengan widget kontak favorit, akses komunitas (Facebook, Twitter, Orkut) dan default menu favorit yang semuanya dapat diatur sesuai selera. Satu lagi, Anda tak bisa menjalakankan aksi multitaksing dalam ponsel ini.

  * Kamera: mutu rendah kualitas mengecewakan

Pertama mendapati resolusi kamera ponsel ini, review1st.com kecewa lantaran hanya berjalan pada resolusi VGA. Tak jauh berbeda dengan penawaran ‘biasa’ ala ponsel Cina. Selidik punya selidik, fasilitas pendukungnya ternyata minim. Tak ada LED flash, autofokus, pengaturan ISO maupun settingan pro lain.

Dalam uji pemotretan, Nokia X2-01 hanya bisa menghasilkan gambar yang kuran tajam dan kehilangan banyak warna di luar ruangan. Dalam kondisi indoor lebih gawat lagi karena gambar terasa buram dan dipenuhi noise. dan tidak fokus.  Lebih jauh, kameranya bisa merekam video dalam format 3gp yang menyediakan dua pilihan yakni high quality (320 x 240 piksel) dan for MMS (176 x 144).

  * Musik: suara loudspeaker plus equalizer’nendang’

Nokia X2-01 memang andalannya sektor musik. Pemutar musiknya sudah ‘perfect’ dengan opsi yang lengkap dan menyematkan tombol shortcut dengan logo khas di sebelah kiri jajaran tombol navigasi.Nah, suara yang memancar dari Speaker stereonya sanggup berdentum dan jernih. Apalagi jika didengarkan lewat headset Bluetooth atau handsfree dengan jack audio 3.5mm. Tak ketinggalan sudah disematkan radio FM dengan RDS.

First Touch | Sentuhan Pertama

Nokia X2-01 sudah mengadopsi LCD TFT 2,4 inci dengan 262.144 warna beresolusi QVGA (320×240 piksel). Termasuk jernih dan terang dan kualitas tampilannya lebih baik dari yang disuguhkan ponsel Cina pada umumnya. Pengelolaan menu cukup mudah apalagi buat yang sudah terbiasa mengutak-atik interface Series 40-nya Nokia dijamin tak akan kesulitan.

Nah, lantaran ponsel ini cukup ‘concern’ di sektor jejaring sosial maka internetnya harus dicicipi. Satu catatan kecil, review1st.com tak memasukkan sektor internet dalam fitur utama karena hanya bekerja dengan jaringan sekelas EDGE alias ponsel ini belum 3G. Untung saja akses melalui browser bawaan termasuk cepat di kelasnya apalagi jika Anda memakai Opera Mini yang sudah ada di dalamnya.

Nah, jaringan data ini bisa dipakai untuk mengakses situs jejaring sosial. Asyiknya, Nokia X2-01 sudah ditanami Community (Facebook, Twitter, Orkut) dan email (Gmail, Yahoo, Ovi Mail).

  Dengan harga yang cukup menggiurkan, Nokia X2-01 menjadi alternatif pilihan buat kalangan yang enggan dan ragu untuk membeli ponsel merek lokal. Ada beberapa fasilitas unggulan yang cukup menonjol seperti audio dan fitur komunitas. Namun, kemampuan internet serta kamera yang kurang dioptimalisasi sedikit jadi masalah.

sumber: review1st.com | review nokia x2-01

 

Nokia X-series

 


9 years ago   -   1 comments   -   2K views
vote up
0
vote down

Kami memang belum melakukan pengujian ponsel ini, namun LG Optimus 2X begitu istimewa sehingga kami memutuskan untuk mengulasnya lewat panduan review yang dilakukan phonearena.com baru-baru ini. Apa yang kami lakukan tak lain demi memuaskan rasa penasaran pembaca review1st.com sebelum produk ini hadir di tanah air.

Sekedar mengingatkan, ponsel yang kami ulas ini adalah versi untuk pasar AS. Meski tak terlalu signifikan, biasanya selalu ada sedikit perbedaan antara versi yang dirilis di AS dengan produk yang diluncurkan di negara lain termasuk Indonesia tentunya. Nah, selamat menyelami kemampuan Android paling canggih ‘saat ini’.

First Impression | Kesan Pertama

LG Optimus 2X adalah ponsel cerdas pertama yang secara komersial mengadopsi chipset 1GHz dual-core NVIDIA Tegra 2. Terasa spesial karena keberadaan dua inti CPU tersebut bakal menjadi batu loncatan pengembangan ponsel cerdas ke tahap yang lebih canggih. Dan ini berarti pula bahwa LG Optimus 2X menjadi ponsel Android paling bertenaga yang ada di bumi saat ini.

Secara disain ponsel ini terbuat dari material yang solid dengan bodi tipis. Soal bentuk tak ada inovasi khusus, masih seperti ponsel layar sentuh umumnya yakni candybar dengan layar lebar dan bentuk sedikit kaku. Layarnya cukup besar, 4 inci dengan resolusi 480×800 piksel. Interface yang menyorot di layar terlihat bening, terang dan berwarna – kemungkinan memakai IPS-LCD yang termasuk sebagai teknologi LCD terbaik. Viewing angle-nya pun termasuk optimal.

First Thing | Fitur Utama

  * Interface: Kurang dioptimalkan

Disematkannya Android OS 2.2 (froyo) dalam versi awal ponsel ini sebenarnya sangat disayangkan lantaran kehadiran prosesor dual core NVIDIA Tegra 2 jadi terkesan kurang efisien. Jika saja LG Optimus 2X sudah bisa dibenami Android 3.0 Honeycomb tentu lain lagi ceritanya (semoga bisa terealisasi).Tapi setidaknya ponsel ini sudah pasti bisa dipgrade ke versi 2.3 (Gingerbread)

Tampilan homescreen, widget dan menu utama dalam ponsel ini masih relatif tak memiliki perubahan berarti. Masih khas Froyo. Untung saja ada sedikit inovasi, Anda bisa mengubah main menu dalam tiga opsi list, horizontal grid dan vertikal grid. Anda juga bisa membuat kategori khusus dalam menu utama ini.

  * Internet: Memuaskan

Browser dalam LG Optimus 2X memberikan sensasi luar biasa. Sangat lancar dalam pengoperasian baik saat menggulung layar, menggerakkan layar, melakukan zooming double tap atau pinch to zoom. Adobe Flash dalam browser pun tampil cepat dan tanpa tersendat-sendat. Lagi-lagi ucapan terima kasih harus diberikan pada prosesor NVIDIA Tegra 2. Chipset ini mampu membuat eksekusi elemen JavaScript dan Adobe Flash bereaksi lebih cepat.

Di sisi lain, ponsel ini sudah dibenami akses internet lengkap mulai dari 3G, Wi-Fi, Bluetooth, A-GPS, FM radio, DLNA dan HDMI port. GPS-nya pun memiliki kemampuan tangkapan sinyal yang baik khususnya saat dicoba dengan Google Maps dan digital compass.

  * Kamera: Menarik berkat kemampuan rekam videonya

LG Optimus 2X tak dilengkapi tombol shutter kamera khusus sayang sekali untuk ponsel berkemampuan 8 megapiksel. Interfacenya mudah dioperasikan meski setting menu agak kurang memuaskan lantaran fitur yang disuguhkan tak seperti kamera pro. Tapi kamera ini bisa dipakai merekam full HD video 1080p. Wow!

Hasil gambar dan video dengan menggunakan kamera ini termasuk standar. Gambar outdoor yang diperoleh cukup tajam dan alami. Namun, dibandingkan kamera ponsel seperti Nokia N8, sepertinya kemampuannya masih memerlukan perbaikan. Foto indoor bagus namun agak kekuning-kuningan, nah lampu flash-nya memiliki kualitas baik dalam menunjang hasil jepretan supaya maksimal.

Hasil rekaman video full HD 1080p yang disuguhkannya termasuk rata-rata jika bicara fokus dan kombinasi warna. Transisi rekamannya memang tak sehalus ponsel high end lain, namun tetap saja lebih unggul lantaran kemampuan rekamnya yang mencapai 1080p.

First Touch | Sentuhan Pertama

Saat dicicipi kemampuannya, aksi menggulung menu, efek transisi, eksekusi aplikasi dan performa keseluruhan dari interface ponsel ini benar-benar mengagumkan. Tak peduli berapa banyak aplikasi yang Anda jalankan performanya tetap handal dan nyaris tak ada gangguan lag atau hang. Salut untuk chipset 1GHz dual-core NVIDIA Tegra 2.

Memasuki wilayah perpesanan, ponsel ini tampil dalam ‘threaded conversation form’ seperti layaknya chatting. Pengetikan dalam posisi landscape atau portrait relatif cepat dengan virtual keypad nyaman. LG juga memiiki email dengan dua opsi MS Exchange dan Other (dengan preset setting untuk layanan email populer)

Sementara bicara soal multimedia, kemampuan pemutar musiknya relatid standar tak jauh berbeda dengan ponsel Android sekelasnya. Tapi urusan video Anda bisa menikmati format MPEG dan H.264/3 juga DivX/Xvid. Anda bisa menyetel video hingga resolusi 1920x1080p tanpa gangguan. CUkup menjanjikan apalagi ditunjang memori internal ponsel yang berkapasitas 8GB cukup membantu di sektor penyimpanan file.

Ponsel ini juga mendukung beberapa fitur seperti HDMI-out untuk terkoneksi ke TV. Ada juga DLNA connectivity dengan SmartShare app yang memungkinkan berbagi multimedia via Wi-Fi. Versi terbaru Android Market, Google Maps 5.0 dan 3D view. Ada juga aplikasi Tegra Zone yang terkait berita seputar Tegra chipset dan rekomendasi game. Tak hanya itu, anti virus F-Secure, Mobile Security suite terbenam juga dalam Optimus 2X.

  Dari segi tampilan memang tak mengesankan ponsel dengan prosesor tercanggih saat ini. Namun, saat mencicipi kemampuan interface dan kecepatan operasinya, Anda bakal terkesima. Membuka banyak aplikasi sekaligus, menikmati video hingga kecepatan browsernya sangat memuaskan. Apalagi ponsel ini sudah didukung HDMI port untuk menonton video 1080p atau bermain game di TV. Tertarik? Tunggu ponsel ini masuk Indonesia!

sumber review1st.com - review LG optimus 2X

 

LG Optimus

 


9 years ago   -   8 comments   -   3.8K views
vote up
0
vote down

Anda salah seorang yang mengidolakan Nokia N97, namun kocek tak cukup memadai? Hadirnya Nokia C6 menjadi salah satu pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan N97 dengan harga yang pas di kantong. Ingin tahu lebih lanjut?

Desain
Bentuknya mirip dengan Nokia N97, hanya saja material yang dimiliki C6 terlihat lebih ‘plastik’. Desain keseluruhannya tampak lebih mungil dan lebih match dalam genggaman. Jika ditinjau dari susunan keypad, Nokia C6 memberikan kenyamanan lebih untuk Anda pengguna text aktif. Kegiatan chatting, comment facebook atau mengetik pesan singkat menjadi lebih mudah.

Sayangnya, dibalik kenyamanan itu, pegas untuk membuka slider di ponsel ini terasa kurang lembut dan sedikit kaku. Sementara itu, detail sisi kanan dan kiri ponsel terbilang padat. Pasalnya, tidak ada satu sisi pun yang terlihat kosong – semua sisi ditempati paling tidak satu slot atau tombol shortcut.

Sedangkan layar sentuh yang dimiliki C6 dapat memancarkan 16 M warna. Terlihat begitu terang dan hidup. Daya responnya cukup stabil dan lembut. Sayang, ketika berada di bawah sinar matahari, tampilan layar menjadi agak buram.

Asyiknya, deretan widget homescreen bisa di kostumisasi sesuka Anda. Cobalah untuk menampilkan contact yang sering Anda hubungi di layar depan, maka status terbaru serta aktifitas teman online di situs jejaring sosial langsung dapat Anda pantau.

Multimedia
Resolusi kamera yang dibenamkan ponsel ini sama dengan resolusi yang dimiliki oleh N97, yaitu 5 megapiksel. Bedanya, lensa kamera tidak menggunakan jenis lensa carl zeiss. Meski demikian, hasil fotonya tetap bisa diandalkan. Pengambilan gambar kapan saja dan dalam situasi apapun tetap stabil. Pasalnya, ponsel ini memiliki lampu flash yang mampu mendukung pencahayaan dominan.

Hanya saja lampu flash tidak bisa digunakan ketika mengubah fungsi lensa menjadi mode video. Dan jika membidik obyek yang tersorot langsung dengan sumber cahaya (misalnya matahari), hasil foto akan terlihat buram. Tetapi jika memotret objek di dalam ruangan dengan cahaya minim, hasilnya bagus dan kompeten untuk langsung di upload ke Facebook.

Serunya, tak hanya foto saja yang dapat dimasukkan ke dalam layanan geotagging untuk mendapatkan koordinat yang bisa di share ke teman dan kerabat. Hasil rekaman video pun juga bisa digunakan untuk mendapatkan koordinat. Bukan itu saja, Nokia C6 juga menghadirkan akses ke Video internet, kompatibel dengan RSS dan podcast video dengan pembaruan dan download langsung secara nirkabel.

Konektivitas
Pada dasarnya, Nokia meluncurkan seri C untuk mendukung social network yang sedang booming dua tahun belakangan ini. Sebagai salah satu ponsel yang ditujukan untuk para pengguna jejaring sosial aktif, ponsel berdesain slider ini telah membekali diri dengan Facebook, Friendster, My Space, dan Hi5.

Facebook yang dibenamkan dapat Anda tampilkan pada homescreen. Tak lupa turut menghadirkan layanan update status dan tampilan news feed langsung dari homescreen. Ponsel ini juga mendukung koneksi WiFi. Anda bisa asyik chatting atau Facebook-an walaupun pulsa minim atau bahkan habis.

pengen lebih lengkap kesimpulan, spesifikasi dan foto, baca di sumbernya:

REVIEW NOKIA C6 | review1st.com

 

Nokia

 


9 years ago   -   2 comments   -   2.2K views
vote up
0
vote down

Kembali, pabrikan ponsel asal Taiwan meluncurkan smartphone ber-OS Android. Namun kali ini beda, bentuknya lebih mungil dan cantik. Meski mungil, ponsel bernama lengkap HTC Aria ini tetap pintar – disebut-sebut sebagai pengganti HTC Legend dan telah memiliki segalanya yang Anda harapkan dari Internet.

Desain
Desainnya yang minimalis menjadikan HTC Aria pas di kantong. Dirancang dengan kenyamanan menggenggam tanpa harus takut untuk terjatuh ketika sedang menelepon. Pada tampilan depannya terdapat tombol standar HTC, seperti Home, Menu, Back & Search, serta Optical trackpad. Secara keseluruhan, tampilan depannya begitu simple dan menarik. Pada dalaman Aria, Anda akan melihat lapisan berwarna kuning, seperti warna mobil balap. Detailnya sangat rapih dalam ukuran yang sangat kecil.

Layar sentuhnya mengusung teknologi TFT capacitive touchscreen, dengan luas 3.2 inci (sama dengan HTC Legend). Layarnya sangat bening dan terang, walaupun Anda mengaturnya dalam keadaan brightness yang terendah. Off course, sentuhan jari menjadi hal utama. Interface sentuhnya sangat responsif dan empuk. Fitur touchscreen yang diusung Aria mendukung fitur sentuhan pinch-to-zoom multitouch.

Pada bagian layar bawah terdapat empat menu yang dapat diakses menggunakan metode sentuhan. Masing-masing adalah Messages, Mail, Internet, dan Kamera. Seperti HTC Legend, HTC Aria pun dilengkapi antarmuka HTC Sense. Totalnya ada tujuh halaman yang bisa Anda geser. Tiga halaman ke kanan dan tiga halaman ke kiri dari Homepage. Semuanya bisa Anda kreasikan sesuai selera.

Aria memiliki beberapa sensor yang sudah terintegrasi di dalamnya, seperti G-sensor, Kompas Digital, Proximity Sensor, dan Ambient Light Sensor. Berbagai widget ditawarkan oleh Aria, seperti Bookmarks, Calendar, Clock, Footprints, Friend Stream, Mail, Messages, Music, News, People, Photo Album, Photo Frame, Search, Settings, Stocks, Twitter, Weather, dan widget lainnya yang bisa di download langsung dari market HTC. Sementara di bagian menu utamanya kaya akan variasi tampilan ikon yang atraktif.

Multimedia
Aria menjejalkan kamera berkemampuan 5 megapiksel (2592 x 1944 piksel) dengan dukungan Autofocus, Geo-tagging, dan Face detection. Namun sayang, tidak ada fasilitas lampu flash sehingga Anda tidak dapat mengambil gambar dengan baik pada waktu sore dan malam hari. Jadi, Anda hanya bisa mengambil gambar dengan hasil sempurna pada pagi dan siang hari. Tersedia 4 pilihan resolusi: 5 M (2592 x 1728), 3 M (2048 x 1360), 1 M (1280 x 848), Small (640 x 416).

Kameranya menyediakan beberapa Effect pada menu Setting, seperti Grayscale, Sepia, Negative, Solarize, Posterize, dan Aqua. Sedangkan fasilitas videonya dapat merekam video dengan waktu tanpa batas alias ‘no limit’. Dilengkapi perekam video dengan 3 pilihan, yaitu VGA (640 x 480), CIF (352 x 288), dan QVGA (320 x 240). Untuk hasil yang optimal, VGA adalah hasil yang terbaik.

Sedangkan sisi audionya tidak terdapat menu yang beragam. Tidak ada equalizer dan pengaturan jenis musik. Untuk urusan audio, kami akui HTC Aria tidak main-main. Beberapa tembang dan video telah coba diputar. Hasilnya, sangat tidak mengecewakan, selama Anda menggunakan headset yang berkualitas karena untuk speaker, HTC sepertinya masih kurang ahli menyamankan telinga pengguna. Beberapa fitur multimedia didukung oleh piranti dari HTC ini, termasuk MP3, WAV, WMA, AAC, OGG, WMV, MP4, 3GP, dan Radio FM.

Aplikasi dan Konektivitas
Seperti yang kami sebut di atas, dengan HTC Sense, OS Android 2.1,  dan akses cepat ke Android Market, HTC Aria memiliki segalanya yang Anda harapkan dari Internet, plus 70.000 aplikasi yang dapat dipilih. Terdapat pula aplikasi HTC Friend Stream, di mana Anda tidak akan pernah kehilangan hubungan dengan teman-teman online melalui beberapa jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter – tanpa harus membuka situs Facebook dan Twitter.

Untuk menggunakan jalan pintas, Anda dapat memanfaatkan faslitas Google Maps dan Google Maps Navigation. Untuk sampai ke tujuan Anda akan jauh lebih mudah dan tidak membuang-buang waktu lagi untuk mencari jalan ke tujuan Anda. Hanya dengan menjalankan aplikasinya maka secara langsung Anda akan ter-update dengan penunjuk arah secara turn-by-turn , update lalu lintas , rute-rute alternative, dan masih banyak lagi.

Bukan itu saja, HTC Aria juga selalu membuat Anda tepat waktu dan selangkah lebih maju dalam mengetahui kondisi cuaca dengan tampilan auto-update yang dapat menyesuaikan dengan zona waktu. Ditambah dengan Visual Mail, email disajikan seperti setumpuk kertas di meja Anda yang dapat Anda bolak-balik, baca sesuai keinginan serta buang apa yang tidak diinginkan.

Sedangkan untuk Bluetooth dan Wi-Fi, Anda tidak perlu khawatir. Untuk setting mobile Internet juga mudah karena HTC telah men-set secara otomatis untuk tiap operator. Kecepatan akses memuaskan, tetapi kembali ke masing-masing provider. Jika sinyal cukup kuat, kecepatan cukup tinggi. Tapi, kami sarankan supaya Anda menggunakan paket Internet Unlimited karena konsumsi HTC Aria untuk data sangat besar.

Klo ingin lebih lengkap, spesifikasi, foto dan kesimpulan baca di sumbernya:

Review HTC Aria | review1st.com

 

HTC Android

 


 

reviewproduk
517
Veteran

 

RSS

 

Stats
Register: 1 decade ago
(Oct 19, 2009 07:39 pm)

Total topic: 51 topics
Total ads: 0 ads
Total review: 30 reviews
Total sharing: 21 shares

Blog views: 5896 hits

 

Recent post
Review Nokia 2
Review Blackberry Bold 9900 aka Dakota (Bold Touch)
Review Lengkap Samsung Galaxy Ace: Kamera Hebat, Navigasi Cepat
Review Lengkap Nokia E7: Seri Communicator Versi Baru
Review Lengkap Samsung Galaxy Mini S5570: Android Froyo Dengan Harga Rp 1,6 Juta
Review Lengkap LG Optimus One aka P500: Internet Cepat, Multimedia Payah
Review Nokia X2-01: QWERTY Murah Nokia Tandingan Ponsel Cina
Review LG Optimus 2X: Ponsel Dual Core Pertama di Dunia
Review Lengkap Nokia C6: Versi Murah Nokia N97
Review Lengkap HTC Aria: Android Mutakhir Penerus HTC Legend
Review Lengkap Blackberry Torch 9800: Gabungan QWERTY dan Layar Sentuh Mewah
Review Blackberry Curve 3G alias 9300: Internet Maut ala Gemini Baru
Download OS BlackBerry 5.0.0.442 untuk Blackberry Onyx (official)
Review Lengkap Samsung Galaxy Spica (android 1.5) Versi Indonesia
OS Blackberry 5.0.0.509 untuk Bold 9000, Curve 8520-8900 (official)
Review Motorola Milestone, Side Sliding QWERTY Berbasis Android 2.0
BlackBerry OS 5.0.0.497 untuk Storm 9520 (official)
Review Lengkap Nokia N97 Mini: QWERTY Plus Layar Sentuh Ergonomis
Review Nokia 5230: Layar Sentuh Murah Bersenjata 3G
Review Nokia X6: Sentuhan Musik Plus Wifi dan GPS
Review Lengkap Nokia X3: Ponsel Musik Kelas Menengah Berdisain Premium
Review LG GD900 Ponsel Fashion Tembus Pandang
Review Lengkap IMO B189 Ponsel QWERTY 400 Ribuan
Download Unofficial OS Blackberry 5.0.0.464 (Bold dan Javelin)
Download UberTwitter Beta-6 for Blackberry
Aplikasi: OS v 5.0.0.411 untuk Blackberry 9000 Bold (official)
Download OS 5.0.0.395 BlackBerry Curve 8530 (Official)
Free Download UCWEB Browser 7 Versi Indonesia, Pesaing Opera Mini
Download OS 4.6.1.318 untuk BlackBerry 8520 Gemini (Official)
Review Blackberry 9550 Storm 2 (Odin) Garansi Distro via Verizon
Download Opera Mini Beta 2 (Terbaru)
Download BlackBerry Messenger versi 5.0.0.55 Official (Terbaru)
Download Gratis Guitar Rock Tour 1 & 2 | Guitar Hero World Tour
Download Real Soccer 2010 | Real Football Manager 2010 | HD
Download OS Blackberry 5.0.0.411 & 5.0.0.415 (Non Official)
Review Lengkap Ponsel Blackberry 9700 Onyx, Bold Mini Ber-OS Baru
Review Lengkap Nokia N97 Mini Multimedia Plus QWERTY dan Touchscreen
Download Gratis Game Assasins Creed 2 HD & Standar
Review Lengkap Samsung Corby TXT Keypad QWERTY
Review Lengkap Samsung Corby Layar Sentuh Gaul Hemat Rupiah
Review Lengkap Raztel M870, Sang Ponsel Islami
Review Lengkap Acer DX900, PDA Phone Dual SIM Card
Review Lengkap TiPhone T87, QWERTY (GSM-CDMA) Dengan TrackPad
Review Lengkap K-Touch H888, QWERTY Baru Harga Miring
Review Lengkap Venera Voyager V1, QWERTY Lokal Paket Telkomsel
Review Lengkap Nokia E72, Penerus E71
Review Lengkap LG GW300, Saingan Baru QWERTY Lokal (Nexian, dll)
Review Lengkap Samsung Xtreme, Ponsel Anti Air, Anti Benturan!
Review Lengkap IMO G911 Ponsel QWERTY ala HTC Snap
Review Lengkap Nokia 5130 XpressMusic Harga Murah Meriah Disain Wah