SERVICEPRO.ID ADALAH SOFTWARE UNTUK PARA TEKNISI DAN BISNIS JASA SERVIS

 

Blog entries oleh EricsSony

8 years ago   -   2 comments   -   3.6K views
vote up
0
vote down


 
Sony Ericsson kembali meluncurkan seri Walkman terbarunya, setelah beberapa waktu lalu muncul rumor tentang smartphone Walkman terbaru dari Sony Ericsson yang kemungkinan diberi kode W15, akhirnya Sony Ericson secara resmi memperkenalkan W8, sebuah Smartphone Walkman Android pertama.

Semoga ini menjadi titik kebangkitan kembali jajaran Walkman, setelah kita melihat tiga seri Walkman terakhir yang tidak terlalu bisa banyak bersaing dengan merek lain, sebut saja Spiro, Zylo, bahkan Yendo, era ini tidak memiliki kekuatan, citra kelas tinggi seperti seri Walkman terdahulu yang sempat booming, seperti W800, W810, W900, W950, W960, W995. Mungkin karena mereka terlalu fokus dengan jajaran Xperia dan setelah Xperia kembali mendapatkan kesan yang sangat baik, kini mereka kembali fokus kepada jajaran Walkman.

Berikut fakta yang saya simpulkan tentang W8 dari Sony Ericsson :

- Walkman pertama yang berbasis Android
- Walkman keempat yang memiliki fitur layar sentuh, setelah: W950, W960 dan Yendo
- Walkman pertama yang memiliki sistem operasi smartphone berbeda, dulu Symbian UIQ (W950, W960)
- Walkman pertama yang diperkenalkan SE pada tahun 2011
- Android pertama pada jajaran keluarga Walkman
- Android pertama tanpa embel-embel Xperia
- Android kelima yang diperkenalkan SE tahun 2011, setelah keluarga Xperia: Arc, Play, Neo, Pro
- Smartphone pertama Sony Ericsson yang memiliki bentuk desain dan posisi tombol yang sama persis dengan smartphone yang pernah ada sebelumnya, yakni Xperia X8

Spesifikasi singkatnya sebagai berikut

Ukuran : 99.0 × 54.0 × 15.0 mm / 3.9 × 2.1 × 0.6 inci
Warna : azure , Orange , Red
Berat : 104.0 gr / 3.7 oz
Memori : Memori telepon 128MB - MicroSD™ support (up to 16 GB)
Layar : 320 x 480 pixels (HVGA) / 16,777,216 color TFT
Music : Walkman player, Radio FM

Android Eclair 2.1, Kamera 3MP, Jaringan HSPA(3.5G), Android Market, 3D games, java, Wifi, aGPS, bluetooth

williamirvandy.com

 

Sonyericsson Smartphone Android W-series Multimedia

 


8 years ago   -   18 comments   -   4.7K views
vote up
0
vote down

artikel kedua di forumponsel, hasil pengamatan sendiri

kalau berguna & layak, silahkan di vote
setiap komentar, apapun bentuknya akan saya like,
sebagai rasa terima kasih, sudah memberikan tanggapan.


Tahun 2011 eranya tablet, tablet yang digadang-gadang akan menggantikan posisi netbook yang menjadi tren di beberapa tahun belakangan ini, bahkan diprediksikan mampu menggantikan laptop maupun komputer desktop.

Benarkah tablet mampu menggantikan posisi komputer?
Bisa saja, kalau kita melihat pola penggunaan komputer belakangan ini, umumnya jenis kegiatan yang dilakukan adalah browsing, chatting dan jenis pekerjaan ‘kantoran’ seperti mengetik yang tidak membutuhkan spesifikasi tinggi. Celah inilah yang mampu dilihat oleh para produsen komputer yang beramai-ramai mengeluarkan netbook yang laris manis di pasaran.

Kecuali anda adalah gamer kelas berat, editor video dan pekerja dari beberapa bidang khusus yang menuntut penggunaan spesifikasi tinggi, kemungkinan bisa ikut arus menjadi pengguna tablet. Bahkan melihat evolusi tablet yang prosesornya sudah mencapai dual core dan harga yang semakin turun, bukan tidak mungkin akan keluar tablet-tablet yang mampu mengerjakan pekerjaan kelas berat, hanya tinggal menunggu pengembangan dari para pembuat aplikasi.

Sebenarnya tablet ini bukan barang baru, dulu IBM yang divisi komputerya sudah dimiliki Lenovo sekarang, pernah mengeluarkan laptop yang bisa dilipat menjadi tablet, begitupun HP, Fujitsu dan beberapa pemain tua lain di industri komputer pernah membuat tablet, hanya saja harganya terlalu mahal. Bisa dibilang dulu tablet merupakan evolusi dari laptop yang berevolusi dari komputer, jadi wajar harganya mahal.

Tablet yang muncul belakangan ini menurut saya, merupakan evolusi dari ponsel yang berkembang menjadi smartphone yang dikawinkan lagi dengan beberapa fungsi komputer, sehingga harganya semakin terjangkau, apalagi yang hanya dilengkapi fitur Wifi untuk sambungan internet.

Tidak ada yang bisa membantah bahwa inovasi apple dengan tablet iPadnya sangat revolusioner, walaupun dari segi powerful bisa dibilang sebenarnya masi kurang bisa bersaing, seperti ketidakmampuan memutar flash, jadi kita tidak bisa menonton youtube di browser bawaan dan pandangan bahwa iPad hanyalah ‘iPod raksasa’ maupun keterbatasan penyimpanan, namun animo masyarakat tidak pernah surut terhadap produk tablet andalan Steve Jobs ini, begitupun iPad2 yang peningkatan spesifikasinya ternyata tidak sesuai harapan, mampu membuat antrian panjang, bahkan orang harus menunggu lama untuk bisa memilikinya.

Android yang sedang menjadi tren di pasar smartphone belakangan ini pun ‘dimanfaatkan’ sebagai penggerak tablet untuk bersaing dengan iPad oleh beberapa perusahaan seperti Samsung dengan Galaxy Tab, Dell dengan Dell Streak dan beberapa tablet buatan cina lainnya. Bisa dibilang dimanfaatkan karena android ini sebenarnya dipaksa bekerja, menjalankan tablet yang layarnya berukuran besar, walaupun tidak dibuat untuk itu, sehingga bisa menimbulkan masalah dan Google sendiri sudah memperingati produsen dan meminta menunggu android terbaru.

Akhirnya Google secara resmi mengumumkan Android versi 3.0 yang dirancang untuk penggunaan tablet yang diberi nama Honeycomb dan Motorola mencatatkan diri sebagai produsen tablet pertama yang menggunakan Honeycomb dengan produknya yang bernama Xoom, begitupun LG, Samsung, Toshiba dan lain-lain sudah siap menabuh genderang ‘perang tablet’ untuk bersaing dengan iPad.

Tidak hanya iOS dari Apple dan para Android yang bersaing di kancah pertabletan, ternyata HP dan Blackberry juga ikut serta meramaikan dengan sistem operasinya masing-masing, HP yang sudah membeli Palm akan meluncurkan tablet yang diberi nama Touchpad dan menjalankan sistem operasi webOS 3.0 dan Blackberry meluncurkan Playbook menggunakan sistem operasi buatan QNX, yang walaupun sebelumnya dipandang sebelah mata, ternyata tablet Blackberry ini mempunyai daya tarik tersendiri yakni kemampuan menjalankan aplikasi Android yang sedang naik daun, tepatnya aplikasi Android yang kompatibel dengan Sistem Operasi versi 2.3 (Gingerbread).

Siapakah pemenangnya? Tiap orang akan mempunyai jagoannya masing-masing, yang terlaris pun nantinya belum tentu yang terbaik, begitupun sebaliknya.
Yang pasti persaingan teknologi, jelas akan semakin menguntungkan kita sebagai konsumen, karena produsen jelas akan selalu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan harga akan semakin terjangkau, akhirnya tinggal menyesuaikan kebutuhan dan isi kantong kita.

Bagaimana dengan anda apakah anda pengguna tablet?
Merasa tertarik ataukah sama sekali tidak tertarik dengan tablet?


williamirvandy.com


lihat signature saya untuk melihat artikel lainnya

 

Blackberry Android WebOS iPad Tablet

 


9 years ago   -   73 comments   -   9.3K views
vote up
2
vote down

Berikut ini adalah artikel pertama di forumponsel dari saya sendiri,

kalau berguna & layak, silahkan di vote
setiap komentar, apapun bentuknya akan saya like,
sebagai rasa terima kasih.

Dominasi Nokia sebagai ponsel terlaris memang belum tergoyahkan. Tak bisa dipungkiri, Nokia terutama di Indonesia sudah sangat melekat di kepala masyarakat selama bertahun-tahun, sering terdengar percakapan seperti ini, “Jadi mau beli hape apa?” dan dijawab, “Pasti Nokia dong.” atau, “Aduh, kenapa beli hape merek itu? Kenapa bukan Nokia?”

Banyak alasan kenapa Nokia bisa membekas di kepala orang-orang, diantaranya dimulai dari model, konsep desain unik seperti tipe 5110 pelopor casing ponsel yang bisa diganti, sampai dijuluki ponsel ‘sejuta umat’ di Indonesia karena begitu lakunya, kemudian tipe 3200 mempelopori desain tanpa antena, seri Communicator tampil seperti mini laptop digandrungi oleh para artis serta eksekutif dan berbagai tipe lain, hingga berhasil memantapkan posisinya selalu diatas pada berbagai segmen dan kelas pengguna.

Tidak hanya sukses dengan ponsel non-smartphone, Nokia juga sangat berhasil dengan smartphone bersistem operasi Symbian-nya. Penjualan Nokia dengan Symbian mampu melibas sistem operasi yang sangat berkelas di masa lalu seperti Palm dan Windows Mobile, walaupun kebanyakan smartphone Nokia ini laku, bukan karena semua penggunanya yang memang mencari smartphone seperti pengguna Palm dan Windows Mobile, namun membeli karena nama besar Nokia, sehingga sering terdengar lebih banyak pengguna smartphone Symbian yang kurang smart.

Tren Blackberry di dunia juga sangat luar biasa, apalagi di Indonesia BB adalah sebuah gaya hidup, “Gak punya BB, gak gaul!” Kira-kira begitulah kesan yang ada di masyarakat terutama pemilik ponsel yang dilengkapi Pin untuk berkomunikasi dengan sesama pengguna BB. Walau awalnya diperuntukkan untuk pengguna dari kalangan perusahaan, namun akhirnya lebih berfungsi sebagai ponsel sosial, mempermudah komunikasi dengan teman dan keluarga si pengguna, “Obama saja pake BB…”

Tidak mau kalah dengan tren BB, muncullah produsen-produsen ponsel lokal dengan konsep desain keypad Qwerty seperti BB, baik yang menjiplak keseluruhan model maupun desain yang berbeda. Target mereka adalah pembeli kelas bawah dengan harga lebih terjangkau, yah bisa dibilang, “Memang bukan BB, yang penting modelnya BB, bahkan ada yang pake PIN juga.”

kemunculan BB dan ponsel lokal ini, cukup merusak pondasi nokia, baik di kelas atas maupun bawah di Indonesia, walaupun tetap nomor satu, cukup meresahkan Nokia, hingga mereka juga meluncurkan beberapa seri ber-keypad Qwerty seperti BB, E71 untuk kelas atas dengan Symbian sampai C3 di kelas bawah, dan berbagai varian lainnya untuk bertahan. Bahkan gempuran Ponsel Qwerty kelas bawah dari merek besar lain juga bermunculan seperti Motorola, Samsung dan LG.

Mimpi buruk Nokia, tidak hanya muncul dari BB, namun kemunculan Apple dengan Iphonenya, desain minimalis dan sistem operasi yang sangat inovatif, tampilan antarmuka pengguna dan layar sentuh yang luar biasa, membuat banyak orang beralih ke smartphone premium ini. Persaingan BB dan Iphone, cukup mengorbankan target kelas atas Nokia, Symbian pun mulai berevolusi, muncul dengan standar layar sentuh, supaya bisa meraih target pasar Iphone.

Pada akhirnya datanglah Google perusahaan mesin pencari terbesar yang menurut gosip ingin membuat ponsel, namun ternyata Google lebih tertarik membuat Android sistem operasi untuk ponsel supaya bisa saling mendukung dengan produk-produk andalan Google sendiri. Banyak yang meragukan kesuksesannya, namun perusahaan-perusahaan besar seperti: Sony Ericsson, Motorola, LG, Samsung, dll bergabung untuk mendukung.

Nokia yang sudah lama berada diatas, jelas memiliki ego yang sangat tinggi terutama seri smartphone dengan Symbian berupaya melakukan pembaruan seperti membuat Symbian Foundation supaya bisa bersaing langsung dengan Android. Nokia membeli seluruh saham Symbian yang dimiliki oleh pemegang saham lain, Sony Ericsson, Ericsson, samsung, Panasonic, dll. Pembaruan ini cukup berhasil sampai pada akhirnya pendukung Symbian Foundation seperti Sony Ericssson dan Samsung memutuskan untuk mundur dari Symbian, karena tidak melihat masa depan yang baik pada sistem operasi ini, apalagi mereka berhasil dengan Android, baik di kelas atas maupun bawah.

Kesuksesan Android dan Iphone dalam waktu relatif singkat memang luar biasa, Stephen Elop, CEO Nokia yang belum genap setahun memimpin Nokia, akhirnya meragukan kemampuan Symbian untuk bisa terus bersaing.

Muncullah gosip bahwa Nokia akan bekerja sama dengan Android yang sedang naik daun atau Windows Phone 7, mengingat Elop ini bekas orang Microsoft.
Banyak pengamat coba memprediksi apakah Nokia akan memilih Windows Phone yang perkembangannya tidak sesukses Android & Iphone, ataukah Android, dimana Anssi Vanjoki, Nokia’s Mobile Solutions chief pernah mengatakan bahwa, “menggunakan Android sama saja seperti anak kecil yang kencing di celana, untuk mendapatkan kehangatan di musim dingin.”

Apapun pertimbangannya, akhirnya Nokia memilih berpartner dengan Windows Phone, sukses atau tidaknya Nokia dengan sistem operasi terbarunya, ternyata bisa tidak menjadi masalah, karena walaupun Google sedih sebab Nokia tidak memilih Android, namun masih akan terus membuka diri bagi Nokia di masa depan, kata Eric Schmidt, yang juga mengakui pihaknya pernah melakukan negosiasi dengan Nokia.

Seandainya Kolaborasi Nokia dan Windows Phone gagal mengatasi dominasi Iphone, Blackberry dan Android, selama beberapa tahun kedepan, mungkinkah begitu kontrak mereka sudah berakhir, kita akan melihat Android yang sekarang sudah menjadi sistem operasi nomor satu di dunia ada dalam smartphone Nokia? Mampukah Nokia mempertahankan posisiya diatas ataukah taun 2011 ini awal dari kejatuhan Nokia?

williamirvandy.com

 

Nokia Smartphone Symbian Android Windows-phone-7

 


 

EricsSony
136
Full Member

 

RSS

 

Stats
Register: 1 decade ago
(Jan 2, 2005 07:20 pm)

Total topic: 3 topics
Total ads: 0 ads
Total review: 0 reviews
Total sharing: 3 shares

Blog views: 952 hits

 

Recent post