SERVICEPRO.ID ADALAH SOFTWARE UNTUK PARA TEKNISI DAN BISNIS JASA SERVIS

 

Blog entries oleh Erdyon

9 years ago   -   4 comments   -   3.9K views
vote up
0
vote down

Tadinya pengen nebeng di topik Question satunya, tapi kayaknya lebih enak kalo bikin baru dan formatnya Sharing (jadi bisa quote, dan komentar terbarunya jelas yang di paling bawah).

1. Kalo mau beli produk Apple 2nd, apa aja yang perlu diperhatikan ? Kan kalo ponsel lain, cek kesamaan IMEI di ponsel, box, dan kartu garansi/bon pembelian. Trus cek segel masih ada ga di deket tempat batere. Apakah iPhone (misalnya) juga begitu ?
2. Pengakuan garansi iPhone (misalnya) berdasarkan apa ? Apakah harus membawa bon pembelian sehingga terlihat tanggalnya, ato ada prosedur lain seperti LG dan Samsung yang bisa liat no seri produksi di dalam ponsel untuk pengakuan garansi.
3. Misalkan harus pake bon, lalu bon pembelian dari mana aja yang diakui ? Soalnya kalo ngeliat Apple Store gitu kan kesannya premium. Jadi mungkin ga mau mengakui pembelian dari sembarang tempat ?

Segitu dulu. Nanti kalo ada pertanyaan lagi, dipost…

 

How-to iPhone iPad iPod Apple

 


1 decade ago   -   5 comments   -   2.4K views
vote up
0
vote down

Well, it seems the first person in the US to get a Galaxy Nexus is none other than Apple co-founder, Steve “Woz” Wozniak. As strange as that may sound, that’s exactly what’s happened at Google’s campus in Mountain View, California.

What happened is this; Woz tweeted that he was looking to get a Galaxy Nexus but as you may know it isn’t currently available in the US. After that he probably got an invite from Google to come over to their campus, where he was given a shiny new Galaxy Nexus and an Ice Cream Sandwich T-shirt.

That’s awfully nice of Google but Woz is pretty nice too and as they say, nice things happen to nice people. Now some may wonder why does he have to stand in a line to get an iPhone when he can just go to Google’s campus to get a Galaxy Nexus but as Woz himself once stated, he likes to do that, not because Apple denies him special privileges.

Sumber :

GSMArena

 

iPhone Android Apple Google Nexus

 


1 decade ago   -   10 comments   -   12K views
vote up
1
vote down
SE Xperia Mini Pro versus Samsung Galaxy Ace

Catatan : Review hanya untuk ditampilkan di ForumPonsel dan Kaskus. Dilarang mengutip sebagian atau keseluruhan isi review untuk ditampilkan di media lain.

Banyak orang mungkin akan banyak membandingkan kedua ponsel ini ketika dihadapkan pada kisaran budget 2,3 juta. Keduanya merupakan contoh persaingan yang sangat nyata antara kedua vendor di segmen yang sama. Saya pun adalah salah satu dari sekian orang yang akhirnya ‘tergelitik’ untuk melakukan perbandingan.

Dalam melakukan perbandingan, saya memiliki beberapa patokan supaya perbandingan tersebut adil dan memang realistis untuk pengguna biasa, yakni :
1. Tidak membandingkan ponsel dalam kondisi oprek/modding.
Tidak semua orang memiliki kemampuan, keberanian, waktu, prasarana untuk melakukan hal tersebut. Banyak sekali pengguna yang cuma sekedar memakai ponselnya dalam kondisi ‘apa adanya’ sesuai keluaran dari pabrik. Toh pada dasarnya website review sekelas GSMArena pun melakukan perbandingan ponsel juga dalam keadaan standar.
2. Dalam perbandingan yang memerlukan setting-an, tentunya saya memakai setting yang sama untuk kedua ponsel. Misalkan sama2 di-set ke equalizer Normal pada saat mendengarkan musik, ataupun ke “Rock”
3. Pada perbandingan hasil foto, saya akan meng-capture sebanyak 3 kali untuk masing-masing ponsel (per obyek), dan pada komputer akan dipilih yang terbaik untuk menghindari kesalahan user (seperti tangan goyang)
4. Dan tentu saja obyektifitas. :)

 

Fisik

Galaxy Ace memiliki desain yang simple dan elegan dengan ujung-ujung yang membulat. Bentuknya panjang dan lebar, namun di satu sisi tidak terlalu tebal. Bagian back cover Galaxy Ace memakai bahan plastik yang kesat dan tidak licin digenggam karena tidak glossy.

Sementara, Xperia Mini Pro terlihat elegan dan sedikit mewah dengan ‘sentuhan’ lapisan plastik bening yang mengelilingi layar dan tombol home yang juga lagi-lagi memakai plastik bening. Hanya saja, bagian belakangnya glossy dan rawan bercak jari maupun goresan-goresan halus.

Desain pada dasarnya tergantung selera masing-masing orang. Namun, perulangan desain Galaxy Ace yang sudah terlalu mirip dengan banyak model ponsel lain (baik dari vendor yang sama ataupun berbeda) menjadi terlalu monoton di sini.
Kesimpulan : Desain Xperia Mini Pro elegan tapi menjaga orisinalitas.
Galaxy Ace : 7,8 ; Xperia Mini Pro : 8,5

UI, navigasi dan kecepatan akses

Galaxy Ace memiliki 3 (yang bisa ditambah menjadi 7) homescreen untuk menaruh Widgets, Shortcuts, Folders dan Wallpapers. Tidak ada widget yang terlalu menarik dari segi fungsi maupun visualisasi di sana, selain pada bagian notifikasi dimana Samsung secara pintar sudah menyelipkan shortcut untuk mematikan-menghidupkan beberapa fungsi.

Xperia Mini Pro hanya memiliki 5 homescreen, dan tidak bisa ditambah atau dikurangi lagi. Theme bisa diganti, walaupun sangat sederhana. Yang menarik, Xperia Mini Pro memiliki 4 corner UI yang masing-masing dapat menampung 4 shortcut lagi, sehingga akses terhadap menu yang diinginkan sangat cepat. Selain itu terdapat widget Weather, Type and Send, maupun Timescape yang menarik.

Navigasi pada kedua ponsel termasuk sama-sama lancar. Tidak ada hambatan berarti yang ditemukan dalam mengakses menu.

Kesimpulan : Konsep 4 corner UI dari Xperia Mini Pro, ditambah penyatuannya dengan home screen dan widget2 fungsional benar-benar brilliant.
Galaxy Ace : 7,5 ; Xperia Mini Pro : 9

Layar

Kedua ponsel sama-sama sudah support 16 juta warna. Layar Galaxy Ace lebih terang dan lebih besar, namun dari segi kontras dan kepadatan pixel lebih unggul Xperia Mini Pro.


Satu kekurangan layar Galaxy Ace, apabila dibawah cahaya matahari akan terasa agak gelap. Ini mungkin tidak akan menjadi masalah bagi mereka yang aktifitasnya di dalam ruangan.

Kesimpulan : Pada sisi ini, masing2 punya keunggulan. Xperia Mini Pro unggul sedikit akan visibilitas di outdoor.
Galaxy Ace : 8 ; Xperia Mini Pro : 8,3

Telpon, SMS dan Phonebook

Kualitas dan volume penerimaan telpon pada kedua ponsel tergolong baik dan jernih. Fungsi SMS pada keduanya juga pada dasarnya sama.

Phonebook Xperia Mini Pro memiliki kelebihan dibanding Galaxy Ace, karena sudah lebih terintegrasi dengan Facebook, sehingga user bisa melihat Interest dan Photo dari contact.

Kesimpulan : Xperia Mini Pro setingkat lebih dalam pada phonebook.
Galaxy Ace : 8 ; Xperia Mini Pro : 8,5

Music

Masing-masing ponsel memberikan pilihan equalizer yang cukup banyak.

Alunan musik yang didengarkan melalui headset, menunjukkan keunggulan Xperia Mini Pro dibanding Galaxy Ace. Suara yang dihasilkan lebih bening, dan bass-nya lebih terasa. Perpindahan mode equalizer pun lebih nyata menghasilkan perbedaan suara.

Sementara, apabila didengarkan melalui speaker, Galaxy Ace masih sedikit lebih unggul dibanding speaker Xperia Mini Pro yang sedikit lebih cempreng. Walaupun begitu, secara umum keluaran suara speaker keduanya cenderung biasa saja.

Kesimpulan : Xperia Mini Pro kembali unggul tipis untuk segmen musik. Point lebih untuk Xperia Mini Pro berdasarkan pertimbangan bahwa dengan kondisi speaker yang biasa, pengguna akan memiliki kecenderungan untuk mendengarkan musik melalui headset saja.
Galaxy Ace : 8 ; Xperia Mini Pro : 8,3

Camera

Galaxy Ace menampilkan foto dengan detail yang baik, namun di beberapa kasus menampilkan warna hijau yang agak kebiruan dan foto yang kurang kontras. Selain itu, opsi untuk kamera tidak terlalu banyak.

Xperia Mini Pro menghasilkan warna foto yang kontras, namun detail yang ditampilkan sangat mengecewakan karena terlalu banyak dikompres. Bagi mereka yang cuma sekedar menampilkan foto dalam resolusi kecil mungkin tak akan masalah, beda hal-nya apabila foto perlu dicetak dalam ukuran besar. Sementara, opsi untuk kamera cukup banyak dibanding Galaxy Ace.

Gallery :
Galaxy Ace Sample 1

Xperia Mini Pro Sample 1

Galaxy Ace Sample 2

Xperia Mini Pro Sample 2

Galaxy Ace Sample 3

Xperia Mini Pro Sample 3

Galaxy Ace Sample 4

Xperia Mini Pro Sample 4

Kemampuan rekam video Galaxy Ace adalah VGA (Gingerbread, dan QVGA pada Froyo). Sementara kemampuan rekam video Xperia Mini Pro adalah 720P.

Kesimpulan : Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, kamera keduanya bisa dianggap sebanding. Namun kemampuan rekam video Xperia Mini Pro lebih unggul.
Galaxy Ace : 8 ; Xperia Mini Pro : 8,5

Baterai

Perbandingan dilewatkan, karena ketiadaan waktu untuk mencoba selama beberapa hari berturut-turut.

Lain-lain

Processor Xperia Mini Pro (1GHz Scorpion processor, Adreno 205 GPU, Qualcomm MSM8255 Snapdragon) lebih bertenaga dibanding Galaxy Ace (800 MHz ARM 11 processor, Adreno 200 GPU, Qualcomm MSM7227 chipset). Efek dari perbedaan processor ini juga berpengaruh pada tidak adanya dukungan flash secara default di Galaxy Ace.
Galaxy Ace : 7 ; Xperia Mini Pro : 8

Galaxy Ace tidak memiliki kamera depan, sementara Xperia Mini Pro punya.
Galaxy Ace : 0 ; Xperia Mini Pro : 5

Metode input Galaxy Ace menggunakan Swype yang diklaim akan mempercepat pengetikan. Walaupun begitu, tetap akan memerlukan proses pembelajaran lagi, dibanding Xperia Mini Pro yang sudah memiliki keyboard QWERTY fisik yang cukup nyaman.
Galaxy Ace : 7,5, Xperia Mini Pro : 8,5

Potensi pada layar sentuh lebih besar di Galaxy Ace, karena lebih luasnya bidang layar Galaxy Ace. Dengan begitu, lebih nyaman bagi yang memiliki jari agak besar, ataupun untuk penggunaan hal-hal tertentu yang memerlukan layar sentuh seperti game.
Galaxy Ace : 8, Xperia Mini Pro : 7

Kesimpulan

Skor total
Galaxy Ace : 70 ; Xperia Mini Pro : 79,6

Rata-rata
Galaxy Ace : 7 ; Xperia Mini Pro : 7,96

Catatan : Jangan salah membaca nilai rata2 ini sebagai nilai personal masing-masing ponsel. Tidak bisa disederhanakan seperti itu. Nilai rata-rata yang didapat di sini adalah nilai ketika kedua ponsel diperbandingkan.

Pada saat sebelum memiliki keduanya, saya sebenarnya memiliki ekspektasi yang cukup besar terhadap Galaxy Ace, yakni bahwa walaupun secara spec cukup kalah dibanding Xperia Mini Pro namun diharapkan secara user experience pun masih memberikan perlawanan yang berarti. Namun ternyata, kenyataan menunjukkan lain. Perbedaan keduanya terlampau jauh untuk keunggulan Xperia Mini Pro.

Sebenarnya ada beberapa hal lagi yang bisa dicoba, seperti GPS dan WiFi, namun secara realistis sudah tidak akan mengubah apa-apa. Namun apabila masih ada yang berminat membandingkan, silahkan lihat review-review di website lain terkait performa kedua hal tersebut.

Kali ini, memang harus diakui bahwa Sony Ericsson telah membuat sebuah ponsel yang unggul hampir segalanya dibanding kompetitornya, baik itu dari segi performa, user experience, maupun harga. Desain yang cantik dan elegan, User Interface yang menarik, dan fitur-fitur unggulan menjadi kombinasi yang ‘mematikan’ bagi tiap ponsel kompetitornya, setidaknya untuk saat ini.

 

Sonyericsson Samsung Android Galaxy Xperia

 


1 decade ago   -   64 comments   -   21.9K views
vote up
2
vote down

Review SE Xperia Mini Pro

Catatan : Review hanya untuk ditampilkan di Kaskus dan ForumPonsel. Dilarang mengutip sebagian atau keseluruhan isi review untuk ditampilkan di media lain.

Warna : Putih
Spesifikasi : Cek [link URL]

Fisik
Ponsel berbentuk slider menyamping, dan balutan plastik glossy berwarna putih. Kesan ‘totalitas’ begitu terasa di sini, karena ponsel ini tidak setengah-setengah putihnya seperti Xperia X10 Mini Pro yang hanya belakangnya saja yang putih (tapi bagian depannya hitam). Kesan elegan dan sedikit mewah nampak karena ‘sentuhan’ lapisan kaca bening di bagian depan yang mengelilingi layar (mengingatkan saya pada SE K660). Hanya saja, bagian belakang yang glossy (seperti pada X10 putih), rawan bercak jari dan goresan-goresan halus.

Pada bagian atas terdapat tombol power, port charger , serta jack 3,5mm.  Pada bagian kanan terdapat tombol volume dan kamera. Sementara pada bagian kiri kosong.

Lampu indikator notifikasi terdapat pada bagian kiri atas, di atas layar.

Keypad Xperia Mini Pro terlihat berjejer rapi ketika slide dibuka. Termasuk nyaman untuk dipencet karena empuk. Hanya saja, mungkin tidak seempuk keypad HTC Chacha yang pernah saya tes juga.

Menu, navigasi dan kecepatan akses
Xperia Mini Pro memiliki 5 homescreen yang bisa ditambahkan Shortcuts, Widgets, Folder, Wallpapers, dan Themes. Penggantian theme sebenarnya tidak hanya terbatas pada homescreen, tapi juga sub menu lainnya. Hanya saja, tidak seperti ponsel SE dengan platform A200, penggantian theme di Xperia Mini Pro lebih cenderung seadanya. UI Xperia Mini Pro mendukung tampilan secara landscape, namun hanya jika slide dibuka.

Salah satu hal yang unik pada menu Xperia Mini Pro adalah 4 corner UI. Di homescreen, pada setiap sudutnya bisa dimasukkan shortcut aplikasi2 yang ada. Masing2 sudut mampu menampung hingga 4 aplikasi, dan bisa ditambahkan atau dihilangkan seperlunya. Apabila kita menambahkan widget pada homescreen, dan posisinya ‘berbenturan’ dengan menu yang berada di sudut, maka menu yang berada di sudut tersebut akan disembunyikan.

Navigasi termasuk lancar, dengan agak sedikit tersendat dalam kesempatan yang agak jarang. Bisa dipastikan ini bukan masalah hardware, namun lebih cenderung ke optimisasi software, karena Xperia Mini Pro sudah didukung oleh processor 1 Ghz. Selain menggunakan touchscreen, navigasi juga bisa menggunakan tombol navigasi pada keyboard slide.

Layar
Layar Xperia Mini Pro bisa menampilkan 16 juta warna, dengan resolusi 320x480 pada bidang 3 inch. Gambar tertampil cukup halus dan jernih. Terlebih lagi, layar Xperia Mini Pro sudah didukung oleh Bravia Engine yang diklaim mampu membuat gambar dan video tertampil lebih baik. Namun kalau mau jujur, agak susah melihat perbedaannya baik ketika fitur tersebut dinyalakan atau dimatikan.

Ponsel dilengkapi accelerometer yang secara otomatis memutar layar supaya tegak lurus dengan pandangan apabila ponsel dimiringkan. Fungsi ini berjalan di Contacts, Phone, Messaging, Browser, Timescape, Settings, Music, Gallery, dll.

Telpon, SMS, dan Phonebook
Kualitas dan volume penerimaan pada Xperia Mini Pro tergolong baik dan jernih.

SMS yang diterima akan masuk ke dalam area notifikasi Android, sejajar dengan icon sinyal dan batere. Selain itu, akan muncul warna hijau kedap kedip dari lampu indikator. Message tone bisa diganti dengan message tone yang sudah disediakan, ataupun yang berada dalam music library.

Isi Phonebook akan mencakup contact kita pada Gmail dan Facebook. Kita bisa melakukan sinkronisasi untuk menyesuaikan data. Pencarian pada Phonebook bisa menggunakan lebih dari satu huruf, dan cukup pintar karena pencarian mencari kata dari nama pertama atau nama akhir.

Music
Tampilan musik dibagi dalam beberapa tab yakni : Artists, Albums,  Tracks dan All songs. Dalam Playlists, kita bisa membuat sendiri daftar lagu yang ingin didengarkan. Selain itu juga ada Smart playlists yang berisikan daftar lagu2 yang baru ditambahkan, yang sering dimainkan, dan yang tidak pernah dimainkan.

Di dalam pemutar musik terdapat Equalizer, dimana tersedia pilihan : Normal, Classical, Dance, dll.

Sony Ericsson kembali tidak mengecewakan dalam urusan musik. Kualitas musik Xperia Mini Pro tergolong bagus bila didengarkan melalui headset. Alunan lagunya terdengar jernih, namun dengan semburan bass yang kurang terasa (sepertinya faktor headset). Keluaran suara dari speaker tergolong biasa, dan sepertinya merupakan penurunan apabila dibandingkan dengan pendahulunya yakni Xperia X10 Mini Pro. Kualitasnya cenderung lebih cempreng sedikit dari Xperia X10 Mini Pro, namun volumenya tetap cukup tinggi.

Camera
Kamera Xperia Mini Pro memiliki cukup banyak pengaturan. Ada “Capturing mode” yang di dalamnya berisi pilihan “Normal”, “Scene recognition” dan “Smile detection”. Pada pilihan “Normal”, akan ada pengaturan tambahan untuk memilih “Scenes”, seperti “Off”, “Portrait”, “Landscape”, “Night scene”, dll. Sementara pada “Smile detection” ada pengaturan tambahan seperti “Big smile”, “Normal smile” atau “Faint smile”. Selain pengaturan2 di atas, secara standar kita bisa memilih “Resolution”, “Flash”, “Touch capture”, dll.

Kualitas dan keluaran warna dapat dilihat sendiri pada hasil foto2 berikut ini :





Hasil kamera cukup bagus, namun seperti penyakit ‘Arc’, kompresi gambar sepertinya terlalu tinggi yang menyebabkan hilangnya detil pada foto. Walau ini mungkin bukan masalah besar bagi pengguna yang tidak berencana melihat fotonya pada kondisi 100%.

Android Market
Ini adalah tempat dimana segala macam aplikasi dan game disediakan secara online untuk melengkapi ponsel Android kita. Android Market pada Sony Ericsson memiliki satu tab tambahan di sebelah kanan, yang sepertinya berisikan aplikasi-aplikasi yang direkomendasikan atau dibuat oleh Sony Ericsson.

Terdapat sekitar 280 MB storage pada kondisi awal, untuk instalasi aplikasi/game. Seharusnya sudah mencukupi untuk keperluan normal saja. Kalaupun dibutuhkan, versi OS Gingerbread sudah mendukung pemindahan aplikasi dari internal storage ke memory card. Namun satu hal yang perlu diingat, aplikasi yang ingin dipindahkan pun juga sudah harus mendukung hal tersebut.

Baterai
Menunggu rata-rata pemakaian selama beberapa hari…

Lain-lain
Xperia Mini Pro hadir dengan dilengkapi berbagai macam aplikasi berguna, diantara McAfee WaveSecure, Whatsapp, Foursquare, Wisepilot, dll.

McAfee WaveSecure memiliki beberapa fungsi seperti melakukan lock pada ponsel apabila mendeteksi perubahan sim card, dan mengirimkan sms pada nomor2 telpon yang sudah didaftarkan.

Whatsapp adalah aplikasi untuk chatting yang sudah mulai populer pada saat ini.

Kesimpulan
Pada saat ini, mungkin Xperia Mini Pro (dan saudaranya Xperia Mini) merupakan ponsel dengan processor 1Ghz termurah. Itu masih belum ditambah dengan spesifikasi yang cukup lengkap, dan desain yang cantik. Tentu saja, akan ada saja orang-orang yang menyesalkan kenapa layarnya tidak lebih besar lagi dan resolusinya tidak lebih tinggi lagi, tapi… justru itulah gunanya segmentasi. Layar dan resolusi lebih baik, disertai keyboard slide QWERTY adalah segmen-nya Xperia Pro.

Secara keseluruhan, Xperia Mini Pro bisa diandalkan dari segi multimedia. Kualitas musiknya tidak perlu diragukan lagi. Hasil fotonya termasuk cukup bagus, namun keunggulan utamanya mungkin ada di kemampuan merekam HD bagi sebuah ponsel Android sekecil ini.

Dari segi harga berbanding fitur, sudah lama sekali produk SE tidak memiliki rasio yang sangat baik seperti ini. Bagi mereka yang memiliki budget terbatas, tapi menginginkan spefikasi yang terbaik yang mungkin, maka Xperia Mini Pro adalah pilihan yang paling ‘sempurna’.

 

Sonyericsson Android Camera Touch-screen Xperia

 


1 decade ago   -   4 comments   -   3.4K views
vote up
1
vote down

Review HTC Chacha

Catatan : Review hanya untuk ditampilkan di Kaskus dan Forumponsel. Dilarang menampilkan sebagian atau keseluruhan review ini di media lain tanpa sepengetahuan penulis.

Warna : Putih
Spesifikasi : cek http://www.gsmarena.com

Paket penjualan : handset, headset, charger (beserta kabel data), 2 GB MicroSD

Fisik
Ponsel berbentuk candybar, dengan balutan plastik berwarna campuran putih (sebagian besar belakang) dan abu-abu (belakang keypad, dan bagian tengah belakang). Konstruksinya kokoh dan tidak menimbulkan suara derik di penutup batere, ataupun sedikit bagian renggang (seperti HTC Desire putih yang saya miliki, yang mungkin ‘cacat’ produksi di bagian itu). Bagian belakang ponsel dibuat melengkung di titik tertentu, seperti pada HTC Hero.

Pada bagian atas terdapat tombol power dan jack 3,5 mm. Pada bagian kiri terdapat tombol volume dan port charger. Sementara di bagian kanan dan bawah kosong.

Pada bagian dalam earpiece di paling kanan, tersembunyi lampu indikator sebagai notifikasi untuk sesuatu. Cukup unik, mengingat biasanya setiap ponsel memiliki tempat lampu indikatornya sendiri.

Keypad Chacha berbentuk bulatan melonjong yang posisinya tidak terlalu berdekatan satu sama lain. Termasuk sangat nyaman untuk dipencet karena empuk. Hanya saja, pengguna mungkin tetap perlu melakukan penyesuaian dalam menggunakan keypad karena tidak seperti keyboard untuk komputer, tidak ada standarisasi di ponsel mengenai peletakan karakter. Misal, pada Blackberry Curve 3G, penekanan alt+T akan memunculkan karakter “(”, sementara pada Chacha, penekanan FN+T akan memunculkan karakter “!”.

Menu, navigasi dan kecepatan akses
Lockscreen pada Chacha merupakan lockscreen terbaru dari HTC yang cukup inovatif. Kita bisa menggeser lingkaran yang berada di bawah ke tengah untuk membuka lock, dan menampilkan homescreen. Atau, kita bisa menggeser 4 icon shortcut yang ada, untuk membuka aplikasi terkait. Tidak hanya itu, 4 icon shortcut itu pun bisa kita ganti sesuai keperluan.

Chacha memiliki 7 homescreen yang bisa ditambahkan Widget, App, Shortcut dan Folder. Cukup banyak, namun apabila digunakan untuk Shortcut maupun App sepertinya percuma. Karena itu artinya kita harus tetap melakukan banyak scrolling, yang pada dasarnya juga bisa dilakukan pada menu utama. Oleh karena itu, menurut saya idealnya homescreen yang banyak itu digunakan untuk widget.

Navigasi pada Chacha termasuk lancar. Wajar, sebab processor 800 Mhz-nya hanya digunakan untuk menangani layar seluas 2,6 inch dengan resolusi 480x320 px. Selain menggunakan touchscreen, navigasi pada Chacha juga bisa menggunakan tombol navigasi yang ada di sisi kanan bawah keypad. Hanya saja, termasuk kurang nyaman karena peletakannya yang kurang pas dan tombol yang juga cenderung lebih kecil dibanding tombol lainnya.

Layar
Layar Chacha hanya bisa menampilkan 256 rb warna, namun menurut saya itu bukanlah sebuah masalah besar sebab apabila tidak dengan disengaja, mata manusia juga tidak akan terlalu bisa membedakan mana layar yang 16 juta warna, dan mana yang hanya 256 rb warna. Yang jelas, resolusi 480x320 pada layar 2,6 inch Chacha sudah merupakan perbandingan yang pas (gambar akan terlihat cukup halus).

Ponsel dilengkapi accelerometer yang akan secara otomatis memutar layar supaya tegak lurus dengan pandangan apabila ponsel dimiringkan. Sejauh yang bisa saya temukan, fungsi ini hanya berjalan di Gallery. Cukup logis, karena layar Chacha sendiri memang sudah landscape dan pada posisi itulah membaca SMS, browsing, ataupun menonton video lebih nyaman dilakukan.

Telpon, SMS, dan Phonebook
Kualitas dan volume penerimaan suara pada Chacha tergolong baik dan jernih.

SMS yang diterima akan masuk ke dalam area notifikasi Android, sejajar dengan icon sinyal dan batere. Selain itu, akan muncul warna hijau kedap kedip dari lampu indikator.

Satu hal yang agak mengejutkan, message tone ternyata hanya bisa diganti dengan message tone yang sudah ada, ataupun yang berasal dari HTC Hub. Kita tidak bisa menggunakan lagu MP3 misalnya, sebagai message tone. Walaupun begitu, bisa disiasati dengan suatu cara, yakni dengan menyisipkan file audio yang diinginkan ke folder tertentu.

Isi Phonebook akan mencakup contact kita pada Gmail dan Facebook. Kita bisa melakukan sinkronisasi untuk menyesuaikan data.

Pencarian pada Phonebook bisa menggunakan lebih dari satu huruf, dan cukup pintar karena pencarian mencari kata dari nama pertama atau nama akhir.

Grup bisa dibuat, namun hanya untuk mengirimkan SMS secara massal, tapi tidak untuk mengeset ringtone maupun message tone bersama. Sungguh disayangkan, karena menurut saya akan cukup membantu apabila kita bisa mengenali panggilan/sms masuk dari grup mana berdasarkan suara saja, tanpa perlu melihat ke layar ponsel. Tentu saja kita bisa menge-setnya satu persatu, namun akan memakan waktu lama.

Music
Tampilan musik dibagi dalam beberapa tab yakni : Artists, Albums,  Playlists, dan All songs. Dalam Playlists, kita bisa membuat sendiri daftar lagu yang ingin didengarkan.

Pemutar musik Chacha tidak memiliki Equalizer.

Kualitas musik Chacha termasuk lumayan apabila didengarkan melalui headset. Alunan lagu terdengar cukup jernih, dengan semburan bass yang kurang terasa. Walaupun begitu, keluaran suara dari speaker termasuk biasa saja, baik dari segi kualitas maupun volume. Cukup wajar, mengingat Chacha bukan ponsel yang menitikberatkan pada musik.

Camera
Kamera Chacha tidak memiliki banyak pengaturan. Hanya ada Self-timer, Effect, Image Adjustments (untuk Exposure, Contrast, Saturation, Sharpness), White balance, Resolution, dan ISO. Tidak ada pilihan secara khusus untuk memilih Night Mode, atau Macro misalnya.

Mengenai kualitas dan keluaran warnanya dapat dilihat sendiri pada contoh2 berikut ini :

Foto 1 - Outdoor

Foto 1 - Outdoor 100% crop

Foto 2 - Outdoor, namun dengan kondisi tempat berdiri yang agak gelap

Foto 2 - Outdoor 100% crop

Foto 3 - Macro

Foto 3 - Macro 100% crop

Hasil kamera silahkan dinilai sendiri. Menurut saya memang tidak terlalu bagus, namun rasanya cukup untuk keperluan yang biasa-biasa saja.

Android Market
Ini adalah tempat dimana segala macam aplikasi dan game disediakan secara online untuk melengkapi ponsel Android kita. Pada Android Market di Chacha, sudah merupakan yang baru (walau bukan yang paling baru, sepertinya). Tampilan Android Market agak disesuaikan dengan layar Chacha yang landscape.

Pada bagian Apps (aplikasi) maupun Games (game), telah dibagi ke dalam beberapa sub kategori untuk memudahkan penelusuran. Tombol search juga tersedia di sebelah kanan atas apabila kita sudah tau nama aplikasi atau game yang diinginkan.

Satu hal yang agak mengkuatirkan dari Chacha adalah minimnya space yang tersedia pada internal memory untuk instalasi aplikasi/game. Pada kondisi awal, space yang tersedia hanya sekitar 100 MB saja. Tentu saja, versi OS yang sudah Gingerbread memungkinkan aplikasi diinstall di memory card. Namun yang jadi masalah, apakah aplikasinya sendiri mendukung hal tersebut ?

One Touch to Facebook
Peletakan sebuah tombol berlogo Facebook bukanlah sebuah hiasan belaka. Nyatanya, tombol tersebut memiliki banyak fungsi yang terkait dengan Facebook.

Pada posisi homescreen, menekan tombol Facebook akan membawa kita ke layar aplikasi untuk melakukan posting, baik itu di wall sendiri sebagai status, ataupun di wall orang lain. Sementara, menekan tombol Facebook secara lama, berfungsi untuk mengupdate lokasi kita.

Pada Music, menekan tombol Facebook akan membuat kita melakukan update status dengan format : Listening to “Music Title” on “Album Name” by “Artist”. Cukup menarik.

Sementara, pada Gallery, penekanan tombol Facebook akan mengupload foto yang dimaksud ke Facebook, dimana kita bisa memilih Album tempat mengupload, menambahkan tag dan deskripsi.

Baterai
Masih harus menunggu pemakaian beberapa hari…

Kesimpulan
Fungsi-fungsi Facebook pada HTC Chacha menyempurnakan apa yang sudah ada pada Friend Stream milik HTC ke level yang lebih tinggi. Ini menjadikan Facebook Inside Xperia milik Sony Ericsson menjadi kembali ketinggalan selangkah. Secara keseluruhan, Chacha memang layak dengan predikat sebagai Facebook phone. Walaupun memang, menurut saya keluarnya agak terlambat, karena sepertinya pengguna Facebook sudah tidak memiliki antusiasme yang sama dengan dulu.

Walaupun begitu, Chacha tidak hanya mengenai Facebook. Fungsi-fungsi lain seperti multimedia juga tetap bisa dilakukan, walaupun memang dengan kualitas yang agak terbatas. Tanpa embel-embel Facebook pun, keypad QWERTY milik Chacha menjadikan aktivitas chatting maupun sms-an menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Harga HTC Chacha masih bisa cukup diterima, karena dipatok dengan harga yang lebih tinggi dari Samsung Galaxy Pro, namun memang dengan spesifikasi yang juga lebih tinggi.

 

HTC Android QWERTY Touch-screen Facebook

 


1 decade ago   -   16 comments   -   2.9K views
vote up
0
vote down

Jakarta - Menutup gelaran Indonesia International Information Communication Expo and Conference (ICC) 2011, digelarlah malam penghargaan cellular award 2011 (ICA 2011).

Acara yang digelar dari hasil kerjasama Dyandra Promosindo bersama Tabloid Sinyal ini memberikan penghargaan kepada para operator serta produk-produk terbaik selama tahun 2010-2011. Selain itu masih ada beberapa penghargaan bagi insan berprestasi dalam industri selular, serta aplikasi lokal terbaik.

“Dalam enam kali penyelenggaraannya, ICA selalu bisa merefleksikan dinamika industri seluler tanah air. Ada tahun dimana menunjukan dominasi operator tertentu, ada tahun yang menunjukan menurunnya kinerja sebuah brand,” papar F.X Bambang Irawan, Editor in Chief Sinyal yang juga menjadi juri award tersebut.

Disaksikan detikINET, Minggu (12/6/2011), bertempat di Assembly Hall Jakarta Convention Center, berikut adalah para pemenangnya:


Kategori Ponsel:
- Best Buy Phone : Sony Ericsson Xperia X8
- Best CDMA Phone : Huaweu AHA Touch
- Best Design Phone : Nokia X3-02
- Best Android Phone : LG Optimus One
- Best Performance Phone : Nokia N8
- Best Tablet PC : Apple iPad
- Best Bundling Phone : Sony Ericsson Xperia Arc (Telkomsel)
- Best Local Mobile Apps : Movfreak

Kategori Operator:
- Best Data Package : XL
- Best Customer Growth : XL
- Best Value Added Service : Telkomsel
- Best Operator CDMA : Bakrie Telecom
- Best Operator GSM : XL
- Best BlackBerry Service : XL

Kategori Khusus:
- Corporate Social Responsibility Award : Indosat
- Lifetime Achievement : Hengky Setiawan

Sumber :
detikInet

———————————————————————————————————-

Ada yang mau berpendapat ?

 

General CDMA GSM Operator News

 


1 decade ago   -   36 comments   -   6K views
vote up
0
vote down

Baru nyadar, kok ponsel keren ini ga ada yang ngomongin ya ?

Overview dari website HTC
A multimedia superphone in the palm of your hand

Want to be entertained like never before? On-demand movies look great with a stunning qHD display, and they sound crystal clear with Hi-Fi audio technology. The HTC Sensation also includes an immersive HTC Sense experience making this phone easy-to-use and a top entertainer. The premium design, complete with contoured glass edging, feels great in your hand. The HTC Sensation is a multimedia superphone.

Specifications

Diambil dari GSMArena

 

Smartphone HTC Android Camera Touch-screen

 


1 decade ago   -   6 comments   -   3K views
vote up
0
vote down

Sebagian orang mungkin akan berkerut keningnya, ketika melihat topik ini. Sebagian mungkin akan berpikir, ngapain juga membandingkan hasil foto 2 ponsel notabene berbeda level dan memiliki peruntukan yang tidak sama ? Jangan2 ini hanyalah merupakan usaha dari TS untuk menjelek-jelekkan merk tertentu.

Tapi jangan disalah artikan dulu. Soalnya kalo mau dipikir secara jernih, keduanya sama-sama memiliki modul kamera 5MP, dan yang dibandingkan ya hanya kameranya itu. Ditambah lagi, ponsel kamera 5MP yang sedang dipegang TS-nya hanya HTC Desire dan SE X10 Mini Pro.

Jadi apa maksud TS membuat topik ini ? Tidak lain dan tidak bukan adalah memberi gambaran tentang kualitas foto sebuah ponsel, dengan berdasarkan pada kualitas foto di ponsel lain. Maksudnya begini… apabila saat ini anda adalah user X10 MP (ato at least anda punya akses terhadap ponsel X10 MP milik teman anda), dan anda sedang berkeinginan untuk ganti ponsel dimana salah satu pilihannya adalah Desire. Namun sebagai penggemar foto2, anda cukup peduli apakah nanti kualitas foto Desire nantinya akan bisa memenuhi standar anda (yang pada saat ini sudah bisa dipenuhi oleh X10 MP). Nah, disitulah topik ini akan berguna. :)

Oke, kita langsung aja ya…

Mal Puri Indah siang hari

X10 MP

Desire

—————————————————————————————————

Mal Puri Indah malam hari

X10 MP tanpa night mode

X10 MP dengan night mode

Desire tanpa night mode

—————————————————————————————————

Macro

X10 MP dengan mode macro

Desire tanpa mode macro

—————————————————————————————————

Jalanan dari lantai atas siang hari

X10 MP

Desire

—————————————————————————————————

Indoor cahaya terbatas

X10 MP

X10 MP dengan night mode

Desire

Mystery guest

—————————————————————————————————

Komplek pertokoan

X10 MP

Desire

Untuk sementara, sample foto-nya masih sedikit, tapi dengan segera pasti akan gue update lagi. Nantikan aja. :)

 

Sonyericsson HTC Camera Desire Xperia

 


1 decade ago   -   5 comments   -   2.8K views
vote up
0
vote down

Sebenernya pertanyaan ini udah dikirim berbulan-bulan yang lalu. Ga tau kenapa baru dijawab sekarang. Apakah karena ‘terselip’ ? Gue sempat kepikiran kalo gue dicuekin karena terlalu cerewet dalam bertanya. Hehehe. (apa yang dijawab di sini sebenarnya ga menjawab pertanyaan sisanya)

Kalo ga salah, gue juga nanyain soal beli barang SE tapi ga ada bon/nota-nya. Kalau kayak gitu, apakah garansi masih diakui apa ngga. Tapi sepertinya ga dijawab…


Terima kasih telah menghubungi Sony Ericsson Contact Center.

Kepada Yth. Bapak Giovan Erid,

Kami memohon maaf atas keterlambatan tanggapan email kami. Saat ini kami ingin mengetahui apakah pertanyaan Anda telah terjawab. Jika pertanyaan Anda belum terjawab maka inilah jawaban kami:

Sehubungan dengan email yang Anda kirim mengenai garansi ponsel Sony Ericsson, dengan ini kami informasikan untuk garansi berlaku satu tahun sejak tanggal pembelian produk yang tercantum pada bukti pembelian produk.

Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, silahkan email kami di
Untuk berita terbaru dan informasi produk lebih lanjut, silahkan kunjungi website kami di [link URL].
Untuk download software dan buku panduan, silahkan kunjungi website kami di [link URL]
Untuk download konten, silahkan kunjungi website kami di [link URL].


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Apabila Anda masih mempunyai pertanyaan yang lain atau saran/masukan tentang produk kami, silahkan Anda menghubungi Sony Ericsson Contact Center di (021)-2701388 (setiap hari pukul 8.00 - 22.00 WIB).

Atas perhatian dan kerjasama Anda, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,


Rizky Hidayat

Sony Ericsson Contact Center

Oke, berarti berdasarkan apa yang di-bold di atas. Maka bisa disimpulkan bahwa :
1. Sejak tanggal pembelian produk -> Garansi berlaku 1 tahun ke depan sejak tanggal pembelian. Segala macam cap tanggal yang ada di kartu garansi (yang seolah membuat kita mengira kita mendapat bonus garansi), seharusnya kita abaikan. Kan sering tuh, kita beli di bulan Januari 2011 misalnya, tapi cap garansi-nya itu Maret 2011.
2 Yang tercantum pada bukti pembelian produk -> Berarti musti ada bon ya.

 

Sonyericsson General News News Complaint

 


1 decade ago   -   46 comments   -   13K views
vote up
5
vote down

Topik yang tentang Xperia Mini dan Xperia Mini Pro satu lagi gue ambil alih ya. Udah minta ijin sama bro Andre Junior. Kebetulan gue rencana ngikutin perkembangan kedua seri ini, jadi seiring berjalannya waktu, gue coba selalu post berita2 terbarunya. Biar lebih enak dibaca, setiap info terkait nanti diusahakan masuk ke post pertama, kedua, atau ketiga.

——————————————————————————————

Sony Ericsson has just announced two new mini additions to the Xperia family – the Xperia mini and the Xperia mini pro, touting them as the smallest HD smartphones in the world. The two Mini devices feature Sony’s Mobile BRAVIA display engine and Sony Ericsson’s custom four-corner Android UI with Timescape.

Both the Sony Ericsson Xperia mini and Xperia mini pro get their power kick from 512MB RAM and 1GHz Snapdragon processors (QSD8255 for the Xperia mini and the MSM8255 for the Xperia mini pro). They also share the same 3-inch TFT touchscreen with a resolution of 480x320 pixels.

The two Minis brag the same 5 megapixel snapper with LED flash at the back. Plus, their cameras are capable of shooting 720p HD video.

In addition to these decent specifications, the Sony Ericsson Xperia mini measures at 88 x 52 x 16mm and weighs in at just 99 grams. The phone also comes with 320MB of internal storage expandable up to 32GB with a microSD card.

Sony Ericsson Xperia mini

As you’ve probably already guessed what makes the Sony Ericsson Xperia mini pro different is the sliding QWERTY keyboard. As a result it weighs 136 grams and packs 400MB of internal memory. But don’t worry, microSD card support is still present.

Sony Ericsson Xperia mini pro

The Mini pro has another trick up its sleeve – a scratch resistant mineral glass screen.

Both phones come in variety of colors, Black, White and Pink. The Xperia Mini has a special Blue color version, while the Mini Pro has a Turquoise one.

The Xperia mini and mini pro share the same 1200mAh battery.

The devices are expected to hit the market in August this year, but as usual, at this time it’s too early to talk about pricing.

Sumber :
GSMArena

——————————————————————————————

Spesifikasi :

Gambar2 :
Xperia Mini


Xperia Mini Pro

——————————————————————————————

Ada yang tertarik beli ini ga ? Masih lama sih keluarnya…

 

Sonyericsson Android Camera Touch-screen Xperia

 


 

Erdyon
2,418
Salah satu dari users of the month
Addicted

 

RSS

 

Stats
Register: 1 decade ago
(May 10, 2004 01:32 pm)

Total topic: 61 topics
Total ads: 0 ads
Total review: 9 reviews
Total sharing: 45 shares

Blog views: 7256 hits

 

Recent post
Diskusi seluk beluk produk Apple
Steve Wozniak mendapatkan sebuah Galaxy Nexus, beserta sebuah T-Shirt Ice Cream Sandwich
Review : Samsung Galaxy Ace versus SE Xperia Mini Pro
Review SE Xperia Mini Pro
HTC Chacha - One Touch to Facebook
Cellular Award 2011
HTC Sensation
HTC Desire vs SE Xperia 10 Mini Pro Photos Comparison
Mengenai garansi Sony Ericsson
Sony Ericsson Xperia Mini dan Xperia Mini Pro
Review SE Xperia Arc
Dua ponsel awal Windows Phone 7 Nokia adalah W7 dan W8 ?
OS ponsel apa saja yang kalian harapkan bersaing
Sony Ericsson Xperia Pro
Pada pake ponsel apa aja sekarang ?
Apakah Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara pengguna BB terbanyak ?
Macam2 screen guard
Gimana cara ideal dalam me-review kamera ponsel ?
Perang kata2 antara Mobile Review dan GSM Arena
Aplikasi sms blocker untuk Symbian...
Entry foto untuk kontes Me and My Sony Ericsson...
Sim card dengan masa aktif panjang (selain Three)
Review Sony Ericsson Hazel
Nokia Tunjuk Bos Baru
Perubahan APN Three
Review Aplikasi Android
Your legendary phone (ponsel 'legenda' anda)
Butuh info cepat soal Nokia C6...
Buruknya pelayanan Sony Ericsson di ICS 17 Juli 2010
SonyEricsson Xperia X10 by Aequitas
How do you hold your Nokia ?
Bingung nyari ponsel Dual Simcard CDMA-CDMA atau GSM-CDMA
Promo Erafone dan SE Shop (disc hingga 1 juta)...
Minta saran ponsel CDMA
Market share SE di Indonesia menurun ?
Produk baru SE yang paling menarik bagi kalian
Kenapa ya SE ga bikin ponsel ala Blackberry ?
SonyEricsson K660 by Aequitas
LG KM900 Arena by Aequitas
Best Pay HSBC untuk ponsel2 SE
Hasil foto2 pake ponsel LG
Mau nyari ponsel Nokia yang...
Lokasi live unit ponsel2 Samsung
Lokasi live unit ponsel2 SE
Ericsson menegaskan lagi dukungannya pada Sony Ericsson.
Ponsel Nokia yang sebenarnya bagus tapi....
Ponsel SE yang sebenarnya bagus tapi....
Nokia paling murah yang udah dapat kabel data di paket penjualan
Masalah Ebuddy di ponsel SE(?)
Masih sanggup ga ngikutin perkembangan spesifikasi ponsel ?